AL-MAKTABAH
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Evaluasi Sistem Informasi Dalam Proses Aplikasi E-Prints Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin Menggunakan Model Pieces
Penerapan teknologi informasi (TI) saat ini telah berkembang pesat hampir ke semua bidang teknologi termasuk di perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin. UPT Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin menerapkan sistem Institutional Digital Repository (IDR). Dengan adanya Institutional Digital Repository (IDR) ini pihak perpustakaan dapat menunjang segala aktivitas yang berada di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin serta memberikan keuntungan karena menghemat biaya, waktu, tempat dan mempermudah pustakawan untuk melakukan observasi kategori-kategori Institutional Digital Repository (IDR) yang diantaranya seperti Artikel, Monografi, Laporan Penelitian, Konferensi-Orasi Ilmiah, Skripsi, Tesis, Disertasi, Buku, Gambar, Teaching Resource, dan lainnya. Serta memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk mencari kategori Institutional Digital Repository (IDR) yang ada di UIN Antasari Banjarmasin. Institutional Digital Repository (IDR) masih terdapat beberapa kelemahan, diantaranya sebagai pengelola/pustakawan menyadari bahwa desain dari Institutional Digital Repository (IDR) itu sendiri cenderung kaku karena bawaan dari sistem atau pengelola yang kurang memahami bagaimana desain yang bagus untuk Institutional Digital Repository (IDR) dan Pencarian di Institutional Digital Repository (IDR) yang berbasis iklim ini sedikit agak kesulitan bagi mahasiswa mencari karena kata kunci- kata kunci dan bagian operator yang untuk mengizinkannya itu tidak begitu akurat ketika pengguna mencari
Perilaku Penelusuran Informasi Mahasiswa UIN Jakarta Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Selama Pandemi Covid-19
Penelitian ini bertujuan menginvestigasi perilaku penelusuran informasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir selama Pandemi Covid-19. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dalam mencapai tujuan penelitian. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria sedang atau telah menyusun tugas akhir dan diperoleh 100 responden. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan kondisi perilaku penelusuran mahasiswa secara keseluruhan dan pada setiap prosesnya sesuai Big 6 Model. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa perilaku penelusuran informasi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir dianggap sudah baik dengan total skor 4.788, berkategori baik. Hasil ini didukung pula oleh masing-masing tahapan penelusuran yang dominan berkategori baik (rentang skor 680-840), yaitu task definition (852) information seeking strategies (815), location and access (788), use of information (799), synthesis (780) dan evaluation (754). Kondisi ini menunjukkan bahwa mahasiswa akhir memiliki persepsi baik terhadap keterampilan menelusur informasi selama Pandemi Covid-19 dengan skor tertinggi pada tahap task definition dan skor terendah evaluation. Sebagai rekomendasi, mahasiswa dan pemangku kepentingan dapat meningkatkan keterampilan mengevaluasi hasil penelusuran dan penelitian dapat ditindaklanjuti dengan perluasan jumlah sampel dan pengumpulan data melalui wawancara
Peran Perpustakaan Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Informasi Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang
Literasi informasi maksudnya kelancaran menelusur informasi dan penguasaan teknologi informasi dalam menelusur informasi sesuai kebutuhan, hal ini sangat penting untuk keberhasilan pendidikan tinggi dan belajar seumur hidup. Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang perlu dikenalkan dan selanjutnya ditekankan punya keahlian literasi informasi sejak dini, terutama terhadap penelusuran sumber kajian Islam. Tujuan literasi informasi ini agar mahasiswa mampu menafsirkan informasi sebagai pengguna informasi dan menjadi penghasil informasi bagi dirinya sendiri. Penelitian ini memakai metode kombinasi (mixed methods), yaitu menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersama-sama sehingga diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliabel dan objektif. Analisis deksriptif dari beberapa indikator adalah menunjukkan secara umum bahwa pentingnya peningkatan literasi informasi melalui kegiatan layanan pendidikan pemakai di Perpustakaan UIN IB Padang Dari penelitian disimpulkan bahwa mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang masih kebingungan dalam menelusur informasi, terutama yang berbahasa Arab, walau kegiatan literasi informasi sudah dicanangkan oleh UPT Perpustakaan pada dosen, mahasiswa dan pustakawan. Untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan dukungan dan perhatian yang serius dari pimpinan, dosen dan bagian-bagian terkait, baik sektor peralatan, keuangan, koleksi yang digunakan bahkan fasilitas tenaga yang profesional serta waktu yang cukup
Peranan Perpustakaan Terhadap Pentingnya Pembinaan dan Peningkatan Minat Baca
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan secara konferehensif terhadap peranan kepustakaan terhadap pembinaan minat baca yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan. Yang nantinya bisa diterapkan secara operasional dan bahkan menumbuhkan minat baca secara signifikansi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat studi kepustakaan (library research) yang menggunakan buku-buku atau literatur yang berhubungan dengan penelitian ini untuk dijadikan sebagai objek utama penalitian, yang kemudia dianalisis secara deskriptif induktif untuk memberikan sebuah gambaran dengan jelas, objektifitas, dan sitematismengenai peranan kepustakaan terhadap pembinaan minat baca. Dari hasil pembahasan penelitian ini menunjukan bahwa, kurangnya maraknya ditemukan di kalangan masyarakat dalam minat baca bahkan masyarakat tidak mau membaca dan mencari informasi mengenai sesuatu, padahal dengan perkembangan teknologi mudahnya untuk mengakses bahan bacaan deberbagai tempat misalnya diperpustakaan supaya menjadikan masyarakat yang cerdas dalam perihal membaca. Namun hal in memiliki faktor secara internal maupun eksternal, atau disebut juga dengan istilah tranpormatif
Pemetaan Subyek Penelitian Pada Skripsi Mahasiswa Fakultas Kedoteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan subyek skripsi mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah skripsi mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2019 - 2022 yang berjumlah 343 judul skripsi. Keseluruhan populasi tersebut diambil sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keragaman subjek dari skripsi yang telah dihasilkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebanyak 27 subyek. Dari 27 subyek tersebut, diketahui bahwa subyek yang paling banyak diteliti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah penyakit yaitu sebesar 37 % (126 judul skripsi); subyek yang paling sedikit diteliti adalah anatomi, sitologi, histologi manusia, Kedokteran forensik; insidensi cedera, luka, penyakit, kedokteran preventif publik, Bedah, kedokteran, Ginekologi, obstetrik, pediatrik, geriatrik yaitu masing-masing sebesar 3 % (masing-masng 10 Judul skripsi), serta Kedokteran dan Kesehatan sebesar 2% (6 judul skripsi). Sementara itu, tidak ada subyek di dalam bagan Dewey Decimal Classification (DDC) yang belum pernah diteliti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Informasi Skill dan Penyandang Disabilitas Netra BRSPDSN Tan Miyat
Hasil penelitian menunjukan faktor yang mendorong kebutuhan informasi penyandang disabilitas netra BRSPDSN Tan Miyat dilandasi 3 hal yaitu faktor pribadi, peran sosial, dan lingkungan. Kebutuhan informasi utama yang dimiliki penyandang disabilitas netra ialah informasi mengenai cara mengoperasikan komputer bicara dan cara mengetik dengan sepuluh jari. Sedangkan, informasi mengenai penggunaan Microsof Office (word, excel, power point), cara membuat Blog, membuat konten di youtube, mengedit gambar, dan juga editing musik, merupakan kebutuhan informasi didasari oleh minat dan juga profesi yang berhubungan. Tahapan perilaku pencarian informasi yang dilalui ialah tahapan perhatian pasif hingga pencarian aktif. Penyandang disabilitas netra tidak melakukan tahapan pencarian berlanjut dikarenakan setelah memperoleh informasi yang dibutuhkannya, mereka cenderung akan langsung menggunakan informasi tersebut untuk dipraktekan mengingat informasi yang dicarinya ialah mengenai keterampilan komputer. Penulis menyarankan agar BRSPDSN Tan Miyat dapat lebih mengedukasi penyandang disabilitas netra dalam menggunakan sumber informasi otoritatif berupa teks yang dapat didukung oleh software screen reader ataupun sumber-sumber informasi lain, keluarga serta lingkungan penyandang disabilitas netra penyandang disabilitas BRSPDSN Tan Miyat dapat terus memotivasi dan mendukung agar mereka dapat terus terampil dan berkarya, serta diadakannya penelitian lanjutan terkait pengembangan tekonolgi dalam mendukung pencarian informasi penyandang disabilitas netra
Pustakawan di Era New Normal
Pandemi COVID-19 yang merebak sejak hampir dua tahun ini telah mengubah tatanan kehidupan dari berbagai lini, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lainnya. Perpustakaan pun turut terkena dampak dari wabah ini. Demi mencegah rantai penyebaran COVID-19, diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian dilanjutkan kebijakan dalam Tatanan Normal Baru (New Normal), kebijakan tersebut turut mengubah pola layanan perpustakaan. Hal tersebut menjadi suatu tantangan tersendiri bagi lembaga pengelola informasi seperti perpustakaan dan bagi pustakawan selaku pengelola informasi. Pustakawan harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bentuk adaptasi terhadap berbagai perubahan dan perkembangan tersebut
Memahami Konsep Pustakawan Subjek
Menimbang belum maraknya istilah dan aktivitas kepustakawanan berbasis pustakawan subjek, sedangkan peran dan fungsinya sangat diperlukan untuk pendayagunaan sumber informasi dalam memenuhi kebutuhan pemustaka yang semakin kompleks, maka disusunlah penelitian untuk mendeskripsikan konsep pustakawan subjek. Peneliti memanfaatkan studi literatur karena keseluruhan temuan dan pembahasan bersumber dari referensi-referensi yang relevan dengan topik kajian. Dari hasil studi, ditemukan bahwa pustakawan subjek belum banyak dibahas dalam bentuk komunikasi ilmiah yang terbukti dengan terbatasnya hasil penelusuran menggunakan kata kunci “pustakawan subjek” pada publikasi daring nasional, bahkan hasil penelusuran via Google kurang dari 300 pembahasan. Secara terminologi pun, terdapat sejumlah istilah populer namun terkesan belum konsisten untuk mendeskripsikan peran dan fungsi pustakawan subjek meliputi pustakawan subjek, pustakawan spesialis, pustakawan subjek spesialis dan pustakawan liaison. Dalam pembahasan, dipaparkan perihal pemakanaan istilah dan definisi pustakawan subjek, menggali peran dan fungsinya, serta menelaah tantangan dan peluang menjadi pustakawan subjek. Adanya penjabaran konsep tersebut diyakini memberi pencerahan terhadap profesionalisme pustakawan subjek dalam konteks nasional maupun global. Peran dan fungsi pustakawan subjek perlu dibenahi dalam rangka pemanfaatan sumber informasi perpustakaan serta peningkatan citra pustakawan sebagai manajer informasi. Sebagai simpulan, pustakawan subjek berkedudukan sebagai pustakawan yang mafhum secara teori dan praktis terhadap subjek yang ditekuninya, sehingga memudahkan proses penelusuran informasi berbasis perpustakaan. Rekomendasinya, pustakawan subjek idealnya mulai didesain dan diimplementasikan secara berkelanjutan dalam pemanfaatkan koleksi. layanan dan program perpustakaan
Layanan Referensi Virtual di UPT Perpustakaan Uin Sunan Kalijaga Yogyakarta di Era Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang begitu besar tidak hanya masyarakat Indonesia tetapi bahkan dunia pada umumnya. Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor, salah satunya perpustakaan. Dengan demikian diperlukan perubahan secara cepat, dimana perpustakaan harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung layanannya.Tulisan ini mengkaji berbagai layanan yang telah dilakukan oleh Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semenjak pandemic covid-19 mewabah di Indonesia, terutama layanan referensi virtual atau online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian ini mengungkap bahwa semenjak awal masa pandemic covid-19 yaitu pada Bulan Maret 2020 bahkan sebelum covid, Perpustakaan sudah mengimplementasikan layanan referensi virtual melalui media chatting atau Whatsapp dan email
Mempromosikan Open Educational Resources Untuk Memperkaya Sumber Pembelajaran di Perguruan Tinggi di Indonesia
Artikel ini bersifat konseptual (conceptual paper) dan bertujuan untuk mempromosikan Open Educational Resources (OER) yang telah dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi dan organisasi dari seluruh dunia sebagai sumber pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia. Dengan promosi seperti ini, pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi di Indonesia akan semakin familiar dengan OER sehingga pada gilirannya akan terdorong untuk mengadopsi atau menggunakannya. Sesuai dengan tujuan tulisan ini, maka pada bagian awal, tulisan ini membahas konsep dasar inisiatif OER, dan definisi OER. Pengertian kata “Open” dieksplorasi dan dielaborasi dari berbagai pandangan pakar OER. Di bagian selanjutnya, tulisan ini menguraikan kategorisasi dan jenis-jenis OER, terutama yang relevan dengan pembelajaran di perguruan tinggi. Jenis-jenis OER yang dibahas di sini meliputi individual OER, Open Textbook, Open CourseWare (OCW), dan Massive Open Online Course (MOOC). Di bagian akhir, tulisan ini mengulas berbagai manfaat pengadopsian atau penggunaan OER dalam kontek perguruan tinggi, baik dari sisi mahasiswa, dosen, maupun lembaga perguruan tinggi, berdasarkan hasil penelitian dari berbagai negara)