AL-MAKTABAH
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Tinjauan Pengelolaan Arsip Ideal Kabupaten Melalui Pengawasan Kearsipan di Kabupaten Dairi Sumatera Utara
Pengawasan kearsipan di Indonesia sudah memiliki aturan hukum yang jelas. Semua aspek pengelolaan kearsipan yang baik sudah diberikan dalam aturan hukum itu. Tetapi, pelaksanaan di semua level memiliki tantangan tersendiri seperti untuk tingkat kabupaten/kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengamati praktik pengawasan kearsipan di kabupaten Dairi Sumatera Utara. Hasilnya adalah pelaksanaannya sudah berjalan sesuai tetapi karena keterbatasan anggaran sejumlah poin tidak dapat terlaksana. Sebaiknya ada aturan tambahan tentang bagaimana solusi bagi pemerintah kabupaten/kota dapat tetap melaksanakan pengawasan dengan anggaran yang ada.
Analisis Keusangan Literatur dan Tingkat Produktivitas Pengarang Dengan Hukum Lotka Pada Jurnal Subjek Komunikasi Periode Tahun 2015-2019
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keusangan literatur dan tingkat produktivitas pengarang pada artikel jurnal komunikasi periode tahun 2015-2019 dan bisa dijadikan acuan dalam kegiatan penyiangan suatu dokumen dan mengetahui produktivitas kepengarangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa keusangan literatur terendah yaitu jurnal komunikasi pada tahun 2016 dan tingkat produktivitas pengarang pada jurnal komunikasi yaitu Hadi Purnama dan Dian Purworini, nama-nama pengarang yang sering disitir yaitu Sreedhar Madhavaram, Vishag Badrinarayanan dan Robert McDonald, kajian bibliometrika dengan menggunakan Hukum Lotka dan hasil dari analisis data penelitian ini memiliki nilai eksponen sebesar 0,9607 atau 96,07% yang menunjukkan bahwa semakin banyak artikel yang ditulis, semakin sedikit pengarang yang menulisnya
Cybrarian vs Cyber User Kompetensi Pustakawan Menghadapi di Era Net Generation (Best Practice Pustakawan IAIN Salatiga)
Net generation adalah generasi yang muncul dengan perubahan signifikan berupa munculnya komputer, internet dan media digital lainnya. Munculnya computer, internet dan media digital merupakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak bisa dibendung oleh siapapun. Begitu juga para pustakawan yang harus melayani pemustaka net generation ini. Hal ini menjadi tantangan para pustakawan perguruan tinggi dalam melayani kebutuhan informasi pemustaka net generation. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang harus dimiliki pustakawan cybrarian (cyber librarian) dalam menghadapi pemustaka net Generation (cyber user). Penelitian ini merupakan penelitian pustaka menggunakan literatur-literatur terkait bahasan penelitian. Hasil dari penelitian ini kompetensi yang harus dimiliki oleh para pustakawan cybrarian menghadapi net generation (cyber user) diantaranya yaitu kemampuan visual literacy, digital literacy, ICT literacy, dan Information literacy. Dan best practice cybrarian perpustakaan IAIN Salatiga, telah menunjukkan berbagai keterampilan cybrarian baik kemampuan di bidang visual literacy, digital literacy, ICT literacy dan information literacy
Imdar Sebagai Strategi Dalam Memproduksi Karya Tulis
Menulis adalah suatu aktivitas komunikasi yang menjadi alternatif setelah komunikasi lisan. Menulis menjadi bahasa komunikasi yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Setiap saat, dimana saja, dan siapa saja bisa menggunakan bahasa tulis ini untuk berbagai kepentingan. Penulisan ini mengangkat tema tentang penulisan karya tulis, dimana hal yang akan dilihat adalah strategi penulisan yang dilakukan para pustakawan pada PTKIN yang disimpulkan dalam satu bentuk metode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini bahwa strategi menulis pustakawan dimulai dari pengumpulan ide (Idea), memetakan pokok pikiran (Mind mapping), membuat draft tulisan (Drafting), melakukan aksi menulis (Action), dan membaca kembali, dan menyempurnakan setelah semua selesai ditulis (Read and edit)
Startegi Pengembangan Layanan Perpustakaan Akademik di Era New Normal Untuk Mendukung Konsep Kampus Merdeka
Perpustakaan akademik menghadapi tantangan besar di masa new normal saat ini. Tidak saja karena dampak dari pandemi covid 19 tapi juga karena perubahan kebijakan pemerintah dalam menjalankan program pendidikan, salah satunya adalah menerapkan konsep Kampus Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman pustakawan tentang konsep kampus merdeka, dan strategi yang dapat diterapkan di perpustakaan dalam pengembangan layanan, serta kendala yang akan dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Informan terdiri dari 6 orang pustakawan senior, 4 dari perguruan tinggi negeri dan 2 dari perguruan tinggi swasta. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pustakawan memaknai konsep kampus merdeka sebagai kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang memerlukan manajemen baru, dan bertujuan untuk penguatan lembaga. Pustakawan menilai bahwa konsep kampus merdeka akan berdampak pada perubahan fungsi perpustakaan menjadi salah satu laboratorium dimana mahasiswa akan banyak melakukan praktik atau magang. Sementara kendala yang dihadapi terkait dengan kebijakan terkait akses, sarana, koleksi, dan pengembangan SDM. Pustakawan harus memiliki SDM yang memahami konsep interdisiplinaritas dan memiliki kemampuan melakukan supervisi. Untuk mendukung proses pembelajaran jarak jauh di era new normal, pengembangan koleksi difokuskan pada e-resources dan akses yang luas dari luar kampus. Disarankan agar pustakawan membuat rumusan pengelolaan layanan perpustakaan dalam rangka menerapkan konsep kampus merdeka di perguruan tinggi. Rumusan tersebut dapat dijadikan rencana pengembangan perpustakaan jangka menengah dan diintegrasikan dengan kebijakan lembaga induk
Analisis Perbandingan Web Based Service Antara Perpustakaan Universitas Malaya (UM) dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Penelitian ini mengkaji tentang pemanfaatan layanan perpustakaan berbasis web yang dilakukan oleh perpustakaan Perguruan Tingg, sebagai layanan yang sangat visibel dan tepat dimasa Pandemi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey website Perpustakaan Universitas Malaya (UM) dan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kedua perpustakaan dipilih sebagai sampel dalam tulisan ini dikarenakan sebagai masing-masing menjadi penopang utama dari universitas terbaik di masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website Perpustakan UM lebih dinamis dan progresif dalam menjadikan websitae sebagai interface komunikasi dan promosi sekaligus dalam pemberian layanan perpustakaan dibandingkan dengan Perpustakaan UGM. Selain itu Perpustakaan UM juga lebih dinamis dalam penerapan prinsip-prinsip web 2.0 dalam pengelolaan website perpustakaan
Evaluasi Kualitas Pelayanan Melalui Kajian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh UPT.Perpustakaan atau yang lebih dikenal perpustakaan pusat UIN Raden Fatah Palembang serta mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode analisis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia tahun 2004, dengan penyajian data secara kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan pengisian angket oleh 165 responden yang telah ditentukan secara acak, data yang diperoleh selanjutnya diediting, dikelompokkan dalam tabel selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus metode analisis Indeks Kepuasan Masyarakat. Adapun hasil yang didapat adalah secara umum kualitas pelayanan UPT Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang berdasarkan penilaian IKM dari angket yang diisi oleh Mahasiswa/Pemustaka melalui kajian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) setelah dikonversi bernilai sebesar 66,18 kategori kinerja unit pelayanan “baik” dengan mutu penilaian B. Kemudian yang menjadi catatan untuk ditingkatkan berdasarkan kajian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang telah dilakukan penulis adalah pada unsur “kepastian jadwal pelayanan” dengan nilai IKM 2,64 dan “kecepatan pelayanan” dengan nilai IKM 2,69. Dari hasil penelitian ini perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang perlu melakukan sosialisasi mengenai kepastian jadwal pelayanan yang diberikan serta terus meningkatkan mutu layanan agar pemustaka terpenuhi kebutuhan informasinya. Selain itu, sumber daya manusia di perpustakaan perlu sacara terus menerus meningkatkan kompetensinya baik melalui pendidikan maupun pelatihan, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya yang akan berdampak pada kualitas layanan yang diberika
Peran Knowledge Management di Perpustakaan Dalam Meningkatkan Good Governance Pada Organisasi
Dalam menciptakan tata kelola, atau good governance, pemerintah perlu melakukan reformasi birokrasi di semua lini dan aspek pada institusi. Agar reformasi birokrasi dapat berjalan dengan baik, salah satu yang perlu dilakukan adalah merubah pola pikir (mind set) dan budaya kerja (culture set) dari aparatur pemerintah. Untuk itu perlu dilakukan berbagai program KM di insitusi tersebut. Program-program tersebut dapat diinisiasi oleh perpustakaan di lingkungan institusi pemerintah. Hal ini menjadi salah satu peran besar perpustakaan sebagai salah satu pendukung utama tercapainya visi dan cita-cita institusi yang menaunginya.Peran perpustakaan dalam proses KM adalah pada tahap pengadaan, penyimpanan dan penyebaran pengetahuan. Beberapa contoh program KM yang dapat dilaksanakan perpustakaan untuk merubah mind set dan culture set aparatur pemerintah adalah Survei, FGD, Sosialisasi, pelatihan, knowledge sharing, sistem reward serta evaluasi. Program ini diharapkan dapat membantu proses reformasi birokrasi di instansi pemerintah, yang kemudian akan meningkatkan performa layanan publik di Indonesia
Transformasi Perpustakaan Riset: Studi Kasus Perpustakan Riset Sekolah Pascacasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Perpustakaan perguruan tinggi diharapkan mampu berperan dalam mendukung kegiatan akademik, terutama untuk kepentingan pembelajaran dan riset. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa terhadap keberadaan perpustakaan sebagai pondasi kegiatan riset di perguruan tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survei terhadap 50 mahasiswa program pascasarjana di lingkungan Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner atau angket untuk mendapatkan respon mahasiwa pascasarjana yang berupa penilaian dan harapan-harapan terhadap perpustakaan dalam rangka mendukung kegiatan riset. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisi statistik deskriptif dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 23. Berdasarkan data yang dikumpulkan, responden menaruh harapan yang tinggi terhadap perpustakaan untuk lebih berperan sebagai institusi riset. Keberadaan perpustakaan sebagai mitra riset diharapkan dapat memenuhi perubahan kebutuhan peneliti
Tingkat Pemanfaatan Profile Google Scholar Bagi Pustakawan Bengkulu Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah
Bagi civitas akademika khususnya dosen dan mahasiswa, pencarian rujukan ilmiah lebih disarankan menggunakan google scholar. Google Scholar merupakan layanan dari google yang memungkinkan pengguna untuk mencari referensi pendidikan dan penelitian ilmiah dalam berbagai format yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Google scholar menyediakan informasi ilmiah dari berbagai disiplin ilmu.Pemanfaatan profile google scholar sebagai sarana komunikasi ilmiah oleh pustakawan Bengkulu masih rendah hal ini dibuktikan berdasarkan data dilapangan bahwa dari 83 orang pustakawan baru 10 orang yang memiliki profile google scholar atau hanya 12 %, dan baru 21 orang yang memiliki publikasi ilmiah atau hanya 25 % yang sudah pernah melakukan publikasi ilmiah