AL-MAKTABAH
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Jurnal kajian Islam dalam database open akses
Kelahiran dan Pengembangan Jurnal llmiah Elektronik Open akses telah menjadi alternative bagi perpustakaan yang tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperoleh dari jurnal atau perpustakaan yang hanya ingin memperluas literaturnya agar pengguna memiliki banyak pilihan dari database Doaj, Open J Gate maupun Electronic Journal Library. Studi ini membahas tentang keberadaan database jurnal open akses yang terkait dengan kajian Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Electronic jurnal library memiliki jumlah yang lebih banyak dibanding kedua jurnal lainnya. Namun doaj mengandung kajian islam yang lebih komprehensif, dilakukan dengan cara evaluasi database OA Key Word: jurnal open access, kajian islam, database jurnal, jurnal onlin
Membangun database e-journal (Penguatan local content dan peningkatan akses jurnal-jurnal kampus)
Beberapa Perpustakaan Perguruan tinggi sering menghadapi masalah anggaran ketika mereka berusaha mengembangkan koleksi jurnal elektrik dengan cara melanggan. Tidak mudah bagi pimpinan-pimpinan perguruan tinggi menyetujui untuk melanggan jurnal-jurnal tersebut setelah mengetahui jumlah dana yang harus dibayarkan kepada vendor. Melanggan bukanlah satu-satunya cara untuk mengembangkan jurnal elektronik. Database jurnal elektronik dapat dikelola secara mandiri oleh perpustakaan yang bekerjasama dengan para pengelola jurnal kampus selama infrastruktur teknologi informasi mendukung. Tulisan ini berusaha mengelaborasi langkah-langkah yang patut ditempuh dalam mengembangkan jurnal elektronik baik yang dengan melanggan maupun meberdayakan sumber-sumber yang dapat diperoleh di lingkungan perguruan tinggi; Lebih jauh, tulisan ini juga mengungkapkan berbagai upaya yang dilakukan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dalam pengelolaan jurnal-jurnal yang dihasilkan sivitas akademika sehingga dapat diakses dan disebarluaskan lewat jaringan digital. Jurnal-jurnal tersebut bersama-sama dengan sumber-sumber lain yang dihasilkan oleh UIN Sunan Kalijaga diintegrasikan dalam sebuah kegiatan yang dinamakan pengembangan digital local content Kata kunci: Jurnal e/ektranik; local content; perpustakaan digital; Perpustakaan UIN Sunan Kalijag
Literasi informasi: Respon terhadap kemajuan teknologi lnformasi dan strategi baru pembelajaran di era lnformasi
Literasi informasi adalah kemampuan seseorang untuk mengartikulasikan kebutuhan informasinya, mengidentifikasi, menemukan, dan mengevaluasi sumber-sumber informasi yang ditemukan serta kemampuan untuk menggunakan informasi tersebut. Kemajuan teknologi informasi dan prinsip pembelajaran seumur hidup adalah dua alasan pentingnya literasi informasi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan informasi melimpah ruah dan dapat dikomunikasikan dengan waktu yang relative singkat tanpa mengenal batas-batas ruang ataupun geografis. Dengan prinsip pembelajaran seumur hidup, seseorang dituntut untuk bisa belajar secara mandiri melalui sumber-sumber informasi yang telah tersedia dari berbagai media. Untuk menyukseskan program literasi informasi khusunya di lembaga pendidikan diperlukan kerja sama antara staf pengajar dan pustakawan. Perubahan system pengajaran yang menyediakan paket informasi harus dirubah ke system pengajaran yang mengarahkan peserta didik untuk mengexplorasi sendiri sumber-sumber informasi dari berbagai media. Pustakawan memiliki tanggung jawab untuk mengenali dan menyediakan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam proses pembelarannya sekaligus mengajarkan literasi informasi. Untuk itu pustakawan memiliki tantangan berupa penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dan kemampuan untuk mendisain, mengimplementasikan dan mengevaluasi program pengajaran literasi informasi. Kata Kunci: Literasi informasi, teknologi informasi, era informasi, strategi Pembelajaran, Pustakawa
Peran perpustakaan masjid dalam mencerdaskan ummat
Sejarah Islam mencatat bahwa masjid merupakan pusat perkembangan peradaban umat Islam. Salah satu kunci keberhasilan masjid sebagai pusat pengembangan peradaban adalah berfungsinya perpustakaan masjid. Perpustakaan masjid memiliki peran penting dalam mencerdaskan umat dan mewujudkan komunitas belajar (learning society). Salah satu ciri masyarakat belajar adalah masyarakat yang sadar informasi dan cerdas dalam memilih informasi, baik itu informasi popular, informasi keagamaan, maupun informasi ilmiah. Untuk itu perpustakaan masjid harus didukung oleh koleksi yang memadai, dalam arti jumlah dan keragaman subyeknya,serta layanan yang mendukung.Kata Kunci: perpustakaan masjid, learning societ
Persepsi pengguna terhadap pelayanan perpustakaan utama Uin Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007: Laporan hasil penelitian
By using analitical descriptive approach, this survey research was expected to explore the users\u27 perceptions (their impressions, observations, and points of view) towards UIN-main library service\u27s quality. We know that users are effective assessors for library services within a given time. Their various perseptions had been utilized to assess the states of main elements of library services. As can be seeen from the gatherred datum, user perceptions which stated good on the overall library services are higher than that of which saying worse. Nevertheless, their admission of dissatisfaction in recieving the services even higher than those expressing and feelling satisfied. Although on the overall library servcices, most of the respondens saying good but only small proportion of them admitted themselves satisfied with the library service provision in the mid 2007. In short the majority of respondents stated that they were dissatisfied with the UIN main library services in the time. Key Words: Persepsi user, pelayanan perpustakaan, kwalitas pelayanan, sumber daya pelayanan, sikap mental pelayanan, kemudahan pelayanan, dan kepuasan layana
Book Review: Islam in Java: Normative piety and mysticism in the Sultanate of Yogyakarta
Islam Jawa unik, bukan karena ia mempertahankan aspek-aspek budaya dan agama pra Islam, akan tetapi karena konsep-konsep sufi mengenai kewalian, jalan mistik dan kesempurnaan manusia diterapkan dan diformulasikan dalam suatu kultus keraton (imperial cult). Pada gilirannya, agama negara itu merupakan suatu model konsepsi Jawa tradisonal mengenai aturan-aturan sosial, ritual, dan bahkan aspek·aspek kehidupan sosial seperti bentuk·bentuk kepribadian, hati dan penyakit. Kelebihan yang terlihat dari Islam Jawa adalah kecepatan yang mencolok dan kedalamannya mempenetrasi masyarakat Hindu-Budha yang paling maju (sophisticated).
Peran perpustakaan madrasah dalam memajukan program literacy di lembaga pendidikan ke-Islaman
Madrasa is one of the institution of the Islamic education which has big role in promoting literacy program., like Madrasa Nasriyah in Masjid ai-Aqsa. Madrasa Nasriyah also known as Madrasa AI-Ghazaliyah as a honor of Imam Gazali. He has finished his work there namely Book lhya al-\u27Ulum al-Din. We agree that every madrasa has library, and we call madrasa library. Key Words: Perpustakaan Madrasah, Lembaga Pendidikan, Literacy
Perpustakaan dan multikulturalisme: lmplementasi pendidikan multikulturalisme di perpustakaan
As social intitution,libraries have an important role to build a social harmony. The library was essentially an entry point to the wider culture. Library collections and its varieties in subject described not only to richness of information sources available, but also reflected to openness of the library to multi culture issues. The varieties and diversities of library\u27s users in any kinds of ages, races, cultures, beliefs, and vocations indicated that libraries were nan-stigmatizing places. Libraries were places where people as library\u27s users learn their culture, and other culture in the world. By library\u27s services, users were educated to improve their understabding to people customes, etiquettes, beliefs, and other cultures in order to build social and national harmony. Key words: Libraries, pluralism, multiculturalis
Peranan perpustakaan pesantren dalam pendidikan
Education in both modern and old-fashioned community covers three important and integrated aspects, they are technical aspect to prepare students to get better life; social aspects to prepare citizens to continue their life; moral and spiritual aspect to develop citizens behavior and educate their citizens. Normally, teaching process is limited on things what grown up have done. Students imitate to learn social knowledge, technical and religion in order to prepare their future life. Key Words: Educational librar
Grey literature, koleksi yang terlupakan pada perpustakaan utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Lemahnya penerapan local intellectual deposit
The aim of this article is to discuss the involvement of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta community in developing the dynamic intellectual in this globalization era with the role of the main library in acquiring, storing, and disseminating the local university intellectual wealth to the end user in a fast, timely and efficient way. Inevitably, that UIN Jakarta and its structural and non-structural organizations have reliable potential to participate in development of the knowledge production in national, region and global level. Unfortunately, our institution has very weak tradition in documenting the intellectual wealth produced by UIN Jakarta local community. Although the responsibility of the intellectual wealth preservation in UIN Jakarta must involve all university units and organizations, yet, the role of the main library must be more active and dynamic than the other UIN Jakarta units and organizations. This article is based on the research project conducted by the writer in 2007. There are at least three issues discussed in this article. The first issue discusses the introduction of general concept on grey literatures and its development, role and function in educational institutions. The second issue discusses the contribution of UIN Jakarta organizations (both structural and non-structural) in development of grey literature collection. Finally it discusses some barriers faced by the UIN Jakarta main library in preserving, especially, the local UIN Jakarta intellectual wealth. As a conclusion of this article discussed some suggestions for improvement of the intellectual deposit program coordinated by the UIN Jakarta main library. Key words: Intellectual deposit program, Grey Literature, local intellectual wealth