AL-MAKTABAH
Not a member yet
200 research outputs found
Sort by
Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pustakawan di perpustakaan
On the basis of the research conducted by the writter, this article is aimed to find out the impact of leadership styles on the librarian performance at the UIN Syarif Hidayatullah main library. There are three important issues of leadership styles discussed in this article, namely directive style, participative style and supportive style. By using the anova tables, there are no any indications that both the directive and supportive styles have implication on the librarian performance, but in term of the participative style the writter, obviously, found out that this style has implication on librarian performance at the UIN Syarif Hidayatullah main library. Key Words: Leadership styles, library performance
Minat baca siswa madrasah berstatus ekonomi menengah keatas dan ekonomi lemah
This article is based on the result findings of a research on the student reading interest conducted in Madrasah lbtidaiyah (primary school level) Pembangunan Ciputat and Madrasah lbtidaiyah Sirajul Falah Parung - Bogor. Both Madrasahs were chosen because there is a significant different of social economic background. The research focused on students primary school level in both madrasahs with the assumption that madrasah lbtidaiyah Pembangunan represent students who have background of middle and above social economic and Madrasah Sirojul Falah represent students who have low social economic background. The research described some student reading interests in Madrasah lbtidaiyah Pembangunan and Madrasah lbtidaiyah Sirajul Falah in term of family role, teacher and librarian role, and student community environment role in influencing their reading interests. The method of research used both library and field researches. The instruments used to collect the required data taken from field research with conducting observation, distributing questionnaires and interviewing the respondents. Some result findings of this research are that the most interesting hobby of students from both madrasahs is not reading, there is significant different in term of interesting books that most students from Ml Pembangunan preferred the adventure story rather than other kinds of story and most students Sirojul Falah preferred the kind of religious story rather than others. Unfortunately, this research found that the role of teacher and librarian in improving reading interest is very low in both Ml Pembangunan and Sirojul Falah. Key Words: Reading interest, hobby, middle social economic background, and low social economic background
Upaya perpustakaan dalam mengentaskan kesenjangan informasi masyarakat
Kesenjangan informasi pada masyarakat adalah akibat rendahnya perhatian pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan perpustakaan sebagai inti infrastruktur informasi. Ada dua permasalahan pokok kepustakawanan Indonesia. Pertama, kehadiran perpustakaan pada masyarakat belum dapat memberikan konstribusi langsung dalam memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa Kedua, perpustakaan di tengah masyarakat belum dapat dioptimalkan dan diberdayakan secara maksimal. Perpustakaan harus dijadikan sebagai sentral informasi rakyat dengan berbagai aktivitas: 1) Perpustakaan sebagai pusat aktivitas intelektual dan kreatifitas, 2) Perpustakaan sebagai sarana pendidikan seumur hidup, 3) Perpustakaan sebagai pusat informasi, 4) Perpustakaan sebagai pusat ajang promosi, 5) Perpustakaan sebagai sarana rekreasi. Secara umum pertumbuhan perpustakaan pada tingkat strata dan komunitas masyarakat masih relatif rendah. Untuk menumbuhkembangkan perpustakaan di tanah air perlu dilakukan upaya gerakan nasional perpustakaan dengan konsep pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis. Kata Kunci: Kesenjangan informasi, kepustakawanan Indonesi
Mendukung pendidikan berbasis kompetensi dengan program literasi dasar dan information literacy di perpustakaan sekolah
Students are now living in information age and faced with a situation that is almost totally different with their parents at their ages. Information literacy skills are becoming important competency for them as well as for the teachers. Students need to be aware of their information necessities and know how to search, evaluate and wisely use the information for studies and their lives; Knowing how to learn effectively. However, actuating information literacy program requires the mastery of basic literacy - three fundamental areas of scaled-competencies utilized to succeed in the related various activities. Employing the program will be significant approach for school because it can be a gateway for the instution to develop community of learners within the information literate society and will be a substantial investment for future. Kata Kunci: Pendidikan berbasis kompetensi, literasi dasar, information literacy, perpustakaan sekola
Kontribusi Ibn al-Nadim dalam dunia kepustakawanan Islam kajian terhadap kitab al-Fihris
Ibn al-Nadim, seorang pecinta buku merupakan salah satu tokoh yang mengenalkan suatu pendekatan studi Islam dengan caranya sendiri. Karyanya Kitab Al-Fihrist merupakan karya yang berusaha memahami dan sekaligus mengenalkan Islam melaui pendekatan bibliografis, yattu kajian survey dan pencatatan terhadap literature keislaman yang berkembang di dunia Islam, baik tentang materi ajaran Islam maupun tentang materi yang lain sebagai karya pencapaian umat Islam. Karya ini setidaknya menggambarkan dua hal pokok, yaitu pertama menunjukkan tingkat pemahaman dengan berbagai diferensiasinya terhadap ajaran Islam, dan kedua menunjukan peta perkembangan dan pencapaian keilmuan umat Islam pada suatu masa tertentu.Kata Kunci: Ibn al-Nadim, al-Fihri
Dilema dan problematika profesi pustakawan: Antara akademisi dan praktisi
Sebagai suatu profesi, pustakawan merupakan seseorang yang dalam melakukan tugas dan pekerjaannnya beniasarkan pada suatu keahlian atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandili. Pustakawan adalah sebuah profesi yang sama pentingnya dengan profesi lainnya. Jabatan fungsional pustakawan tidak merupakan jabatan yang lebih rendah atau lebih tinggi dari jabatan fungsional lainnya. Perbedaan di antara jebatan-jabatan fungsional hanyalah terletak pada bidang pekerjaan dan keahlian masing-masing yang berbeda. Seiring dengan perubahan paradigma terhadap profesi pustakawan, telah meniscayakan perlunya melakukan reposisi terhadap peran dan fungsi pustakawan. Pustakawan tidak lagi dipandang sebagai tenaga teknis, tetapi seorang pustakawan adalah seorang yang bekerja professional di bidang ilmu perpustakaan, dan mempunyai tanggung jawab untuk mengabdikan dirinya dalam pengembangan perpustakaan sekaligus pengembangan ilmu perpustakaan, serta mengabdikan seluruh kemampuan diri dan keilmuannya guna kepentingan masyarakat. Meskipun demikian, berbagai problematika yang dihadapi oleh pustakawan juga seakan mempertegas bahwa profesi pustakawan masih belum mendapat perhatian baik oleh Pemerintah, lnstitusi lokal maupun masyarakat luas lainnya. Profesi “professional pustakawan” sudah selayaknyalah ditangani secara "professional” dan proposional, mengingat bahwa pustakawan kini sudah mengalami reposisi peran dan fungsi yang diikuti oleh jenjang pendidikan tinggi setara dengan profesi lainnya. Kata Kunci: Profesi pustakawan, akademisi, jabatan fungsional, praktis
Peran orang tua dalam pengembangan membaca dan literacy anak usia 0 sampai 5 tahun
This article discusses the role of parents in the development of reading and literacy among the children between 0 to 5 years old. By reading books to the children as early as six weeks the parents can put them on the road to reading and literacy. There are some kinds of books that are suitable for children between 0 to 5 years old.Key Words: Literacy, membaca, orang tu
Incorporating a domain analysis approach in the indexing process
Peledakan informasi yang terjadi saat ini membuat pengindeksan sebagai proses yang penting dalam penelusuran informasi. Masalah masalah yang berkenaan dengan analisis isi dan kebutuhan pemakai muncul saat pembuatan indeks. Berbagai penerapan Ieiah dilakukan, namun selalu saja muncul masalah lain seperti tidak terjawabnya kebutuhan pemakai dan kesulitan dalam pemenuhan kriteria dalam pengindeksan. Pendekatan domain analysis merupakan suatu alternative yang menjawab masalah-masalah tersebut di mana pengindeks dengan mudah mengevaluasi kebutuhan informasi pemakai; menentukan quality judgment; menggali topik dan istilah dalam isi suatu informasi. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana pendekatan domain analisis digunakan dan manfaatyang akan diperoleh dan penggunaannya.Kata Kunci: indexing, quality judgmen
Urgensi pengajaran information literacy pada tingkat perguruan tinggi
The advance of information technologies has brought tremendous impact in library service at higher education. This situation give the fact that library should give information literacy teaching for students to support their academic performance. Association of College and Research Libraries (ACRL), has determined competency standards of information Literacy for higher education. These competency standards consist of 5 standards and 24 performance indicators which can be used as guidance for any librarian in academic library to develop information literacy program. Tertiary Educational institutions in Indonesia which are not isolated from the changes occurred globally should respond with this trend that is teaching information literacy for the students. Several obstacles that hinder the program of information literacy in academic library in Indonesia are discussed. The obstacles should be figure out systematically in order to enhance our educational qualities in the future.Kata Kunci: Information literacy, perguruan tingg
Book Review: Keep your kids safe on the internet
Pada prinsipnya tidak ada software yang super ampuh yang dapat melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif internet. Karena itu dalam kesimpulannya si penulis tidak dapat menjamin bahwa dengan melakukan apa yang telah diterangkan pada buku ini kita akan secara penuh melindungi anak-anak kita dari pihak-pihak yang bermaksud memberikan pengaruh negatif terhadap anak-anak kita pada internet.