Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
LASERASI KANALIS LAKRIMALIS PADA LUKA ROBEK PALPEBRA DI RS. Dr. M. DJAMIL PADANG
AbstrakMenentukan Epidemiologi laserasi kanalis lakrimalis pada luka robek palpebra di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang.Studi Retrospektif mengenai laserasi kanalis lakrimalis pada luka robek palpebra di Rumah Sakit Dr. M. Djamil dari bulan Juli 2006 - Juni 2009. Data dikumpulkan dari Rekam Medik.Ada 29 orang pasien yang didiagnosa laserasi kanalis lakrimalis dari 229 kasus luka robek palpebra (12,66%), 23 orang pasien (79,31%) adalah laki-laki dan 6 orang lagi perempuan (20,69%). Berdasarkan usia, laserasi kanalis lakrimalis paling banyak terjadi pada pasien berusia 41-50 tahun (27,58%), paling sering terjadi di kanalis lakrimalis inferior, yaitu 18 kasus dari 29 (62.07%). Berdasarkan lokasi kejadian, yang terbanyak adalah karena kecelakaan di jalan raya, yaitu sebanyak 16 dari 29 kasus (55.18%). Berdasarkan penyebabnya, yang terbanyak adalah trauma tumpul. Sebanyak 23 dari 29 kasus tersebut dilakukan tindakan kanalisasi (79,31%).Trauma tumpul merupakan penyebab terbanyak laserasi kanalis lakrimalis, kanalikulus inferior lebih sering terjadi dari pada superior. Laki-laki lebih banyak dikenai dari pada perempuan, dan terbanyak di kelompok usia 41-50 tahun.Kata kunci : laserasi kanalis lakrimalis, luka robek palpebraAbstractTo determine the epidemiology of canalicular lacerations on eyelid injury at Dr. M. Djamil hospital.A retrospective study of canalicular lacerations on eyelid injury in Dr. M. Djamil Hospital between July 2006 - June 2009. Data were colleted from medical record.There were 29 patient with diagnosis canalicular lacerations of 229 eyelid injury (12.66%), twenty three patients (79.31%) were males and 6 were females (20.69%). Based on the age, canalicular lacerations was mostly found in the patient with aged 41-50 y o (27.58%), canalicular lacerations was mostly present in lower canaliculi, with the frequency of 18 cases out of 29 cases (62.07%). Based on place of injury, most of the patient get injury at high way, about 16 cases out of 29 cases (55.18%). Based on source of injury, the most source of injury were blunt objects, canalization was the most common therapy 23 cases out of 29 cases (79.31%).ARTIKEL PENELITIAN113Blunt injury was the most common source of canalicular lacerations, the lower was more than upper. Male was more than Female, and mostly was found on age 41-50.Key word : canalicular laceration, eyelid injur
KEPADATAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI PERUMNAS SITEBA PADANG TAHUN 2008
AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat terpenting di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue, yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama. Penyakit ini menyebar bersamaan dengan peningkatan mobilitas penduduk, kepadatan penduduk dan transportasi. Penyelidikan telah dilakukan dalam rangka memperoleh jawaban tentang kepadatan vektor DBD di Perumnas Siteba menggunakan metode penelitian Survey Deskriptif (Cross Sectional). Dalam hal ini, 100 buah rumah digunakan sebagai sampel sedangkan teknik pengambilan sample adalah Multi Stage Random Sampling. Hasil yang didapatkan 33% rumah dan 20.7% kontainer positif mengandung larva aedes dan 100% berupa Aedes aegypti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepadatan vektor DBD di Perumnas Siteba Padang cukup tinggi dengan ratio 3: 1, dengan vektornya Aesdes aegypti. Hal ini dapat dilihat dari salah satu rumah yang positif larva Aesdes aegypti.Kata lunci : Aedes aegypti, Dengue Haemorrhagic fever (DHF)AbstractDengue Hemorrhagic fever (DHF) is still an critical community health problem in Indonesia. This disease is caused by Dengue Virus, which is spread through Aedes aegypti’s bite as the main vector. This disease spread together along with the increasing of people’s mobiliy, the population density and the transportation. The research has been done in order to get the description of the density 0f DHF vector in Perumnas Siteba by using Descriptive Survey (Cross Sectional) research method. In this case, one hundred houses are used as the sample, while the technique of taking the sample is in Multistage Random Sampling. The result 0f above 33% house and 20.7% the containera, positively with Aedes larva and almost 100% vector’s species are Aedes aegypti. In this respect, it can be concluded that the density of DHF Vector in Perumnas Siteba Padang is ther high, in ratio 3:1. It can be seen from one of three houses are positive with Aedes aegypti larvae.Key word : Aedes aegypti, Dengue Haemorrhagic fever (DHF)ARTIKEL PENELITIA
HUBUNGAN PENYAKIT GONDOK DENGAN KADAR YODIUM DALAM URIN MURID MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) KORONG GADANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG
AbstrakYodium adalah komponen esensial dalam asupan makanan manusia, yang merupakan bagian dari hormone tiroid yaitu tiroksin (T4) and triiodotironin (T3). Hormon tersebut dibutuhkan untuk menjaga metabolism basal, metabolism sel, dan kesatuan jaringan tubuh. Hormone tiroid diperlukan dalam perkembangan system sarat janin dan bayi. Kekurangan asupan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok, yaitu pembesaran kelenjar tiroid. Gondok endemic merupakan hasil dari peningkatan kerja kelenjar tiroid oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH) dalam memaksimalkan penggunaan yodium yang tersedia, hal ini merupakan penyesuaian terhadap kekurangan yodium.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyakit gondok dengan kadar yodium dalam urin murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang.Telah dilakukan penelitian pada 130 murid kelas II, III, IV, V dan VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data tentang prestasi belajar didaptkan dari hasil ujian semester. Pertumbuhan fisik ditentukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan.Selama penelitian ini didapatkan 80 anak (61,5%) menderita penyakit gondok. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara penyakit gondok dan kadar yodium dalam urin (p>0,05). Penelitian ini juga menemukan tidak terdapat hubungan antara penyakit gondok dan pertumbuhan fisik (p>0,05).Kata Kunci : Iodium, urin, hipertiroidAbstractIodine is an essential component of human diet, which part of thyroid hormones thyroxine (T4) and triiodothyronine (T3). These hormones are involved in the maintenance of metabolic rate, cellular metabolism and integrity of connective tissue. Thyroid hormones are necessary for the development of nervous system in the fetus and infant. Lack of dietary iodine is cause of goiter, an enlargement of the thyroid stimulating hormone (TSH) to maximize the utilization of available iodine and thus respresents maladaption to iodine deficiency.The aim of this study was to investigate the relation between goiter with academic performance and urinary excretion iodine of children in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) in Korong Gadang Kuranji District, Padang City.ARTIKEL PENELITIAN185A cross sectional study has been done in 130 students of the second, third, fourth, fifth, and sixth degree of Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Korong Gadang Kecamatan Kuranji Padang City. Data of academic performance was taken from the result of study in a semester. Physical growth was determined based on weight and height.During the research, there were 80 children (65,1%) who suffered from goitre. The correlation between goitre and academic performance are unsignificant (p>0,05). This study was also found that there was no correlation between goitre and physical growth (p>0,05).Key Word : Iodine, urine, hyperthyroidis
PENETAPAN KADAR ZAT BESI (Fe) PADA BUAH NAGA ISI SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis L.) DAN ISI PUTIH (Hylocereus undatus L.)
AbstrakTelah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menetapkan kadar zat besi (Fe) pada buah naga isi super merah (Hylocereus costaricensis L.) dan buah naga isi putih (Hylocereus undatus L.) dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Masing-masing sampel di destruksi terlebih dahulu dengan melakukan destruksi kering, kemudian serapan larutan sampel diukur dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom menggunakan lampu katoda berongga Fe pada panjang gelombang 248,3 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar zat besi pada buah naga isi super merah (Hylocereus costaricensis L.) adalah 0,03673 %b/b dan buah naga isi putih (Hylocereus undatus L.) adalah 0,04295 %b/b. Analisa statistik menggunakan uji T-student didapatkan hasil yang tidak berbeda nyata antara kadar Fe pada buah naga isi super merah (Hylocereus costaricensis L.) dan buah naga isi putih (Hylocereus undatus L.) pada P < 0,05.AbstractA research to determination of Iron (Fe) content in red dragon fruit (Hylocereus costaricensis L.) and white dragon fruit (Hylocereus undatus L.) has been done by using the Atomic Absorbtion Spectroscopy. Each sample were destructing first,with dry destruction, than the absorbtion of solution was measured with Atomic Absorbtion Spectroscopy using Hollow Catode Lamp Fe at wave length 248,3 nm. The result show that Fe content in red dragon fruit (Hylocereus costaricensis L.) is 0,03673 % w/w and white dragon fruit (Hylocereus undatus L.) is 0,04295 % w/w. Statistic analisys using T-students found that there is no significant result of Fe content between red dragon fruit (Hylocereus costaricensis L.) and white dragon fruit (Hylocereus undatus L.) at P < 0,05
ETIKA PROFESI PADA MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN (MrK)
ETIKA PROFESI PADA MANAJEMEN INFORMASIÂ KESEHATAN (MrK
PERKEMBANGAN TISSUE BANK DI ASIA PASIFIC DAN ASPEK BIOETIKA
AbstrakTissue Bank atau Bank Jaringan adalah suatu institusi / organisasi amal non-profit, yangbertujuan untuk mengumpulkan, memproses, mengawetkan, menyimpan, mensterilkan sertamendistribusikan jaringan biologi dan sel guna kepentingan keperluan klinik dalam pengobatanpenyakit manusia. Bank jaringan pertama di dunia didirikan oleh Dr. George Hyatt pada tahun1949 diAmerika yang terkenal dengan US Naval Tissue Bank. Kemudian berkembang ke benuaEropa dan seluruh dunia. DiAsia-Pasific, bank jaringan mulaidi Burma tahun 1980 dan Thailandtahun 1984. Sesudah itu diikuti oleh negara Asia Facifi. . Di lndonesia baru resmi dibuka awaltahun 1990 dengan tiga pusat bank jaringan di Batan jakarta, RS Sutomo Surabaya dan RS DRM Jamil Padang. Semenjak didirikan, bank jaringan telah menolong berjuta juta penduduk darikecacatan dan penyakit lainnya.Jaringan biologi itu dapat dari donor manusia disebut allograftdan dapat pula berasal dari jaringan binatang yang disebut Xeograft. Bentuk jaringan biologibisa dalam bentuk organ yang utuh atau dalam bentuk sel baik sebagai sel dewasa atau selpunca (stem cell). Sebelum di pakai atau di transplantasikan pada manusia maka jaringan ituberasal harus bebas dari berbagai penyakit menular seperti kuman, virus seperti HlV, HepatitisB/C, Tuberculoses/TBC, Syphilis, dan lain lain. Karena itu sebelum dipergunakan pada manusiasakit maka jaringan itu membutuhkan beberapa proses sehingga dapat dipergunakan denganaman. Tahapan tahapan proses dari mulai pengambilan jaringan dari cionor, pengolahan agarjadi aman dan penerapannya pada pengobatan perryakit rnemakai dasar hukum dan bioetikayang jelas. Bioetika itu meliputi persetujuan pengambilan jaringan dan sei dari donor apakahmasih hidup atau meninggal, penggantian pengambilan jaringan, kerahasiaan, keamananpenyimpanan, pen.jaminan mutu dalam menghindari efek samping yang iidak diinginxan
Korelasi pengukuran antropometri dengan tekanan darah dan angiotensinogen plasma pada dewasa
Prevalensiobesitas makin lama makin meningkat. Obesitas berhubungan dengan peningkatankadar angiotensinogen (AGT) plasma dan tekanan darah. Salah satu pengukuran statusgizi dengan antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pengukuranantropometri dengan tekanan darah dan kadar AGT plasma pada orang dewasa etnikMinangkabau.Sebanyak 75 subyek berusia 35 - 54 tahun di Padang diambil secara random. Seluruh subyekdiwawacara untuk mengetahui karakteristik dan tingkat aktivitas fisik. Pengukuran persentaselemak tubuh dan antropometri ( indeks massa tubuh /lMT dan lingkar pinggang / LP), tekanandarah dan pemriksaan kadar AGT plasma juga dilakukan. Data dianalisis menggunakan ujikorelasi.Rata - rata IMT subyek adalah 26.297 t 4.03 kglm2. Sebanyak 92.1% subyek mempunyai LPlebih besar dari normal. Rata-rata tekanan darah sistolik adalah 145.47 r 19.40 dan tekanandarah diastolik 87.33 t 8.75 mmHg. Rerata kadarAGTplasma adalah 79.4d0 xfi.Ag ng/mL.tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dan tekanan darah dan terdapat korelasiyang lemah dengan kadarAGT plasma (r=0.291, p=0.011). LP mempunyai korelasi lemahdengan tekanan darah sistolik (r=0.298, p=0.009), dengan TDD (r=0.298, p=6.999), dan jugadengan kadar AGT plasm a (r=0.347 , p=0.002).These result show a moderate correlation between BMI with plasma AGT levels in adultMinangkabau ethnic group. There is also a weak correlation between WC with BP and plasmaAGT levels.AbstrackPrevalence of obesity increased and related with increased of pasma angiotensinogen (AGT)levels and blood pressure. This study aimed to determine the correlation of antropometric withblood pressure (BP) and plasma AGT levels in adult Minangkabau ethnic.Seventy five adult, 35-54 years old, in Padang were enrolled randomely. All subjects wereinterviewed to determine the characteristics and physicai activity. Body fat percentagemeasurement, anthropometric (body mass inde/BMl and wrist circumference/ WC), bloodpressure and plasmaAGT levels examination were done. Data were analyzed using correlationtest.MKA, Volume 37, Nomor.Supl. 2, November 2014Desmawati:Korelasi pengukuran antropometri dengan tekanan darah dan angiotensinogen plasma pada dewasaThe mean BMI is 26.297 t 4.03 kglm2. A total of 92.1% of subjects have WC larger than normalvalue. The mean of systolic blood pressure is 145.47 x 19.40 and diastolic blood pressure87.33 t 8.75 mmHg. The mean plasma levels of AGT 79.460 t 17.08 ng/ml. There was nosiEnificant relationship between BMI with blood pressure (BP), and it has weak correlation withplasmaAGT level {r=0.291, p=0.011) .WC has weak correlation with SBP (r=0.2g8, p=0.009),with DBP (r=0.298, p=0.009), and so with plasma AGT levels (r=0.347, p=0.002).These result show a moderate correlation between BMI with plasma AGT levels in adultMinangkabau ethnic group. There is also a weak correlation between WC with BP and plasmaAGT levels
POLA KEBIJAKAN PENTARIFAN JASA LAYANAN BEDAH DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH ROPANASURI
AbstrakDalam rangka globalisasi perlu upaya lebih besar untuk membenahi rumah sakit, termasuk upaya penetapan pola tarif agar tetap bertahan hidup. Rumah Sakit Ropanasuri sebagai rumah sakit dengan pelayanan bedah belum menetapkan pola tarif pelayanan bedah yang merujuk pada biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan biaya satuan tindakan bedah serta mengidentifikasi tindakan yang mencapai break event point dan kebijakan pola tarif tindakan bedah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan metoda evaluatif dan analisa tarif yang berlaku selama ini di kamar bedah. Data yang digunakan adalah data isian sekunder dari bagian keuangan dan wawancara serta Focus Group Discussion (FGD) dengan para Dokter Bedah. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran biaya satuan tindakan bedah dari empat kelompok bedah yaitu digestif, orthopaedi, onkologi dan urologi serta biaya satuan yang memperhitungkan utilisasi untuk empat jenis operasi (minor, medium, mayor, khusus). Ternyata terdapat beberapa tindakan yang tidak mencapai break event point, defisit serta ada yang surplus. Atas dasar perhitungan analisa tarif didapatkan pola kebijakan tarif yang berdasarkan perhitungan unit cost.Kata kunci: tarif – pelayanan bedahAbstractIn the context of globalization, greater efforts for good hospital administration is needed, including efforts to establish the imbursement pattern for hospital survival. Ropanasuri Hospital as a hospital with surgical services has not set a tariff pattern with reference to the cost of surgery. This study aims to identify unit cost of surgery and to identify actions to achieve break-event point tariff policy and the pattern of surgical costs. This descriptive-analysis research study used analytical and evaluative methods on tariffs currently used operating rooms. Data were gathered from secondary data from financial department, and from interviews with focus group discussion (FGD) and surgeons involved in the hospital. The result showed the pattern of the costs from four surgical groups, namely digestive, orthopaedics, oncology and urology, and the units costs of the utilization in four types of surgeries (minor, medium, major, and specialistic surgeries). There are some operations that do not reach the break-point event, some results in deficit and some in surplus. Based on tariff analysis evaluation, the pattern ofARTIKEL PENELITIAN38tariff policy is established using the calculation of the unit cost.Keywords: hospital tariffs - surgical service
TULANG : TINJAUAN DARI SUDUT PANDANG FISIKA
AbstrakTulang secara fisika mempunyai peranan statika dan dinamika yang sempurna dan unik dibanding rancangan apapun juga. Kesempurnaan statika tulang terdapat pada bentuknya yang bervariasi dan penempatan yang sesuai dengan fungsi dari masing-masing tulang. Keunggulan dinamik tulang dibanding rancangan bangunan yang lain terdapat pada struktur dan komponen penyusunnya. Struktur penyusun tulang yang terdiri dari tulang kompak sangat kuat dan tidak mudah dipatahkan. Kompoenen tulang yang terdiri dari tulang trabecular berfungsi sebagai bantalan yang mampu menyerap energi yang besar ketika tubuh mendapat beban atau ketika tubuh terjatuh. Kombinasi tulang yang terdiri dari bagian yang kompak dan berongga ini mampu menahan beban 25 kali lebih besar dibanding granit yang mendapat beban yang sama.Kata Kunci: Tulang - Statika – Dinamika.AbstractPhysicsly, bone have role unique and perfect statics and dynamics compared to whatever designs. Perfection of bone statics there are on its various and location matching with function from each bones. Excellence of bone dynamic compared to other designs there are on structure and its compiler component. Structure compiler of bone which consist of compact bone very strong and is not easy to broken. Bone componen which consist of trabecular functioning as pad which capable to permeate large energi when body get burden or fallen down. Bone combination which consist of trabecular and compact can arrest burden 25 bigger times compared to granite getting same burden.Keywords: Bone - Statics - Dynami