Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Uji Kinerja Pemanasan Udara Sistem Pengering Mikrokogenerasi.

    No full text
    Pengeringan merupakan salah satu penanganan pascapanen yang penting untuk mempertahankan kualitas gabah. Pengeringan dengan sistem pengering mikrokogenerasi diharapkan mampu mengonsumsi energi yang lebih hemat dibandingkan dengan pengering mekanis konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kinerja pemanasan udara dari sistem pengering mikrokogenerasi dan menganalisis konsumsi energi yang digunakan untuk menghasilkan kondisi suhu udara pengeringan optimal gabah. Sumber panas pada pengering berasal dari panas sistem HPKU, panas gas buang genset, panas dinding genset, dan panas heater. Pengujian sistem heater dilakukan pada tiga tingkat daya, yaitu pada daya 1 kW, 2 kW, dan 3 kW. Pengujian dilakukan dengan tiga variasi kondisi suhu selama 45 menit setiap satu kali pengujian. Panas yang dihasilkan dan konsumsi energi pada sistem HPKU dan sistem heater 1 kW hampir sama, sedangkan pada sistem heater 2 kW dan sistem heater 3 kW jauh lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan kondisi suhu yang sesuai untuk suhu pengeringan gabah adalah sistem HPKU dengan suhu sebesar 43.3oC dan sistem heater 1 kW dengan suhu sebesar 42.8oC, keduanya pada kondisi suhu lingkungan 23-25oC. Sistem HPKU dan sistem heater 1 kW mengonsumsi listrik dan bahan bakar yang lebih sedikit, sehingga lebih efisien untuk digunakan dalam mencapai suhu pengeringan gabah dibandingan dengan sistem heater 2 kW dan sistem heater 3 kW

    Penambahan Tepung Tanaman Pisang Ambon terhadap Status Kesehatan dan Kinerja Produksi Ikan Kerapu Cantang di Keramba Jaring Apung.

    No full text
    Budidaya ikan kerapu cantang secara intensif pada keramba jaring apung dapat menyebabkan stres dan infeksi patogen. Hal tersebut dapat memicu adanya kematian akibat serangan penyakit dan menurunkan produktivitas budidaya. Perlu dilakukan tindakan pencegahan menggunakan fitofarmaka berupa tanaman pisang ambon yang mengandung flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas tepung tanaman pisang ambon melalui pakan terhadap status kesehatan dan kinerja produksi ikan kerapu cantang yang dipelihara di keramba jaring apung. Ikan kerapu cantang berukuran 8,27±0,20 cm dengan bobot rata-rata 11,69±0,50 g diberikan pakan dengan penambahan tepung tanaman pisang sebanyak 30g/kg pakan selama 0 hari (kontrol), 7 hari dan 14 hari awal pemeliharaan. Pemeliharaan dilakukan selama 42 hari dengan pengamatan gambaran darah secara berkala setiap dua minggu, penghitungan kinerja produksi dan pengukuran parameter morfometrik. Penambahan tepung tanaman pisang 30 g/kg pada pakan selama 14 hari awal pemeliharaan dapat meningkatkan status kesehatan ikan, namun belum mampu meningkatkan kinerja produksi ikan kerapu cantang

    Desain Pintu Air Berbantu Komputer Untuk Saluran Irigasi Tersier

    No full text
    Usaha daya cipta manusia dalam bidang hidrolika dalam mengatasi masalah pengairan salah satunya adalah menggunakan pintu air. Debit keluaran dari pintu air perlu disesuaikan dengan kebutuhan air tanaman. Namun, dikarenakan proses perancangan yang lama, desain pintu air berbantu komputer pada saluran irigasi tersier diperlukan agar dapat mengatur dimensi dan debit keluaran yang optimum sesuai dengan kebutuhan air tanaman dengan waktu perancangan yang cepat. Alat yang digunakan berupa perangkat komputer dengan software Ms Excel dan AutoCAD serta bahan yang digunakan dalam penelitian berupa data sekunder yaitu data kebutuhan air tanaman padi varietas lokal di Mangkung, Lombok Tengah, NTB pada lahan seluas 50 ha. Data tersebut kemudian dihitung dan diperoleh hasil debit terbesar yaitu 0.12 m3/det dengan evapotranspirasi tanaman sebesar 5.10 mm/hari dan curah hujan efektif 6.43 mm/hari, sementara debit terkecil yaitu 0.02 m3/det dengan evapotranspirasi tanaman sebesar 3.17 mm/hari dan curah hujan efektif 3.47 mm/hari. Dimensi pintu air sorong baja yang diperoleh yaitu lebar daun pintu air 0.40 m, tinggi daun pintu air 0.80 m dengan estimasi biaya pembuatan sebesar Rp 7,047,000 per satu buah pintu. Dimensi pintu air sorong GFRP yang diperoleh yaitu lebar daun pintu air 0.50 m, tinggi daun pintu air 0.75 m dengan estimasi biaya pembuatan sebesar Rp 7,047,000 per satu buah pintu

    Sebaran dan Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Kandungan Minyak Akar Wangi (Chrysopogon zizanioides).

    No full text
    Chrysopogon zizanioides (akar wangi) adalah komoditas unggulan di Kabupaten Garut yang menghasilkan minyak akar wangi (vetiver oil) terbesar kedua di dunia. Data sebaran perkebunan akar wangi di Garut tercatat terakhir pada tahun 2013. Selain itu, informasi yang berkaitan dengan faktor lingkungan yang mempengaruhi kandungan minyak akar wangi terbatas. Salah satu faktor lingkungan yang diduga mempengaruhi kandungan minyak akar wangi sebagai metabolit sekunder adalah kekeringan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menentukan sebaran akar wangi di Kabupaten Garut, menganalisis pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan, kandungan prolin, produksi minyak, dan untuk memilih aksesi terbaik. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan sebaran perkebunan akar wangi adalah metode purposive samping dengan mengambil sampel aksesi akar wangi berdasarkan ketinggian tempat yang berbeda. Penelitian pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan kandungan minyak akar wangi menggunakan rancangan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah aksesi tanaman yang terdiri atas 4 aksesi dan faktor kedua adalah durasi penyiraman yang terdiri dari 4 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran perkebunan akar wangi di Kabupaten Garut pada tahun 2018 terdapat di Kecamatan Bayongbong, Cilawu, Leles, Samarang, Tarogong, dan Cikajang. Data sebaran akar wangi di Kabupaten Garut pada tahun 2013 terdapat di Kecamatan Bayongbong, Cilawu, Leles, Samarang, Tarogong, dan Pamengpeuk. Sebaran perkebunan akar wangi mengalami perubahan dalam 5 tahun terakhir. Berat kering akar dan berat kering tajuk secara signifikan dipengaruhi oleh interaksi antara durasi cekaman kekeringan dan jenis aksesi (p < 0.05) akar wangi. Berat kering akar cenderung menurun pada hari ke-4 cekaman kekeringan. Berat kering akar pada aksesi Kamojang berkurang paling banyak sebesar 25.4 % pada cekaman kekeringan hari ke-4, sedangkan aksesi Cilawu meningkat 5 %. Berat kering tajuk menurun sampai 8 hari cekaman kekeringan, kecuali varietas Verina yang sudah turun pada hari ke-4 kekeringan. Panjang akar dan panjang tajuk tidak dipengaruhi oleh perlakuan jenis aksesi maupun cekaman kekeringan (p > 0.05). Peningkatan kandungan prolin tertinggi adalah aksesi Cilawu sebesar 85.7 % pada cekaman kekeringan hari ke-12, sedangkan terendah adalah varietas Verina sebesar 6.67 % pada cekaman kekeringan hari ke-4. Produksi minyak dari aksesi Cilawu stabil dibandingkan dengan varietas Verina yang digunakan sebagai pembanding seiring dengan durasi cekaman kekeringan. Minyak akar wangi mengandung 53 jenis senyawa. Beberapa senyawa ditemukan dalam jumlah paling tinggi adalah khusimol, eugenol, dan benzodioxole methoxy. Pada penelitian ini didapatkan aksesi Cilawu merupakan aksesi terbaik berdasarkan parameter pertumbuhan, kandungan prolin, dan produksi minyak akibat cekaman kekeringan

    Pengaruh Jenis Stek dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Suruhan (Peperomia pellucida).

    No full text
    Peperomia pellucida yang dikenal juga dengan istilah suruhan atau tumpang air merupakan salah satu tanaman terna yang belum banyak dibudidayakan namun bermanfaat untuk diijadikan sayuran fungsional. Selain itu, tanaman ini juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan diantaranya meredakan demam, pilek, batuk, penyakit oleh virus, rematik, asma, infeksi vagina dan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis stek, media tanam, dan interaksi keduanya yang optimal untuk pertumbuhan dan produksi tanaman suruhan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) Faktorial dengan tiga ulangan. Terdapat dua perlakuan jenis stek yaitu penggunaan bibit dari stek pucuk dan bibit dari stek batang, dengan empat perlakuan media tanam yaitu tanah sebagai kontrol, campuran tanah dan pupuk kandang (pukan) kambing, campuran tanah dan arang sekam padi, serta campuran tanah dan cocopeat (1 : 1 v/v). Kombinasi dari seluruh perlakuan tersebut menghasilkan sepuluh kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri dari 10 tanaman yang masing-masing ditanam di dalam polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman suruhan ditunjukkan oleh perlakuan stek batang yang ditanam di media campuran tanah dan pukan kambing karena menghasilkan jumlah daun terbaik serta nilai yang tinggi pada parameter lain yang diuji

    Pengaruh Citra Merek dan Kepuasan Konsumen terhadap Loyalitas Konsumen Laptop Lenovo di Kalangan Mahasiswa IPB

    No full text
    Perkembangan teknologi yang sangat pesat mendorong perusahaan untuk menaikkan citra merek produk mereka untuk memenuhi kepuasan dan loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh citra merek dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen laptop Lenovo pada mahasiswa IPB. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dan metode survey menggunakan kuesioner online. Responden dalam penelitian ini adalah 161 mahasiswa yang diperoleh melalui voluntary sampling. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif, uji korelasi Spearman menggunakan SPSS 25, dan uji pengaruh dengan metode SEM melalui program Analysis of Moment Structures (AMOS) 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan karakteristik responden dengan variabel citra merek, kepuasan konsumen, dan loyalitas konsumen. Variabel citra merek pada penelitian ini tidak pengaruh secara langsung terhadap variabel loyalitas konsumen melainkan memiliki pengaruh yang tidak langsung melalui kepuasan. Variabel citra merek pada penelitian ini berpengaruh positif terhadap variabel kepuasan konsumen. Variabel kepuasan konsumen pada penelitian ini berpengaruh positif terhadap variabel loyalitas konsumen

    Evaluasi Saluran Drainase Perumahan Taman Sari Persada Bogor dengan EPA SWMM 5.1

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis besar limpasan yang terjadi dan besarnya debit di saluran dengan model EPA SWMM 5.1 serta menganalisis kesesuaian jaringan drainase terhadap besar limpasan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian berupa data primer dan data sekunder. Analisis dilakukan dengan model EPA SWMM 5.1. Dari hasil digitasi dengan ArcGIS didapatkan luasan terbangun sebesar 18.18 ha dan luas vegetasi 6.43 ha. Curah hujan rencana dianalisis dengan metode distribusi Log Person III. Digunakan periode ulang 5 tahun karena luasan daerah sebesar 24.61 ha. Dari analisis pemodelan terdapat saluran yang meluap yaitu saluran C134 dan C141. Debit simulasi yang dihasilkan pada C134 adalah 0.153 m3/detik dan kapasitas saluran 0.067 m3/detik. Debit simulasi pada C141 sebesar 0.150 m3/detik dan kapasitas saluran 0.109 m3/detik. Kemudian dilakukan perubahan dimensi pada kedua saluran yaitu kedalaman C134 menjadi 0.25 m dan kedalaman C141 menjadi 0.35 m, sehingga saluran tidak meluap lagi

    Model Isotermis Sorpsi Air dan Pendugaan Umur Simpan Bubuk Jahe Merah pada Berbagai Jenis Kemasan

    No full text
    Jahe merah memiliki manfaat bagi kesehatan yaitu memiliki aktivitas antioksidan, antimikroba, dan anti inflamasi. Salah satu produk olahan jahe yang banyak diminati oleh konsumen yaitu bubuk jahe merah. Bubuk jahe merah bersifat higroskopis, mudah menyerap air secara cepat, dimana peningkatan penyerapan air mengakibatkan terjadinya penurunan mutu produk baik sifat fisik maupun kimia. Oleh karena itu, diperlukan untuk menganalisis pola penyerapan air dan pendugaan umur simpan supaya mutu bubuk jahe merah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan (i) kadar air kesetimbangan bubuk jahe merah pada kondisi kelembaban dan tingkat kehalusan yang berbeda, (ii) model kurva isotermis sorpsi air yang tepat pada bubuk jahe merah dengan tingkat kehalusan yang berbeda, dan (iii) menduga umur simpan bubuk jahe merah menggunakan pendekatan kadar air kritis pada berbagai jenis kemasan. Penelitian ini dibagi tiga tahap, dimana tahap pertama adalah menentukan karakteristik mutu awal bubuk jahe merah yaitu: derajat kehalusan, dimensi ratarata partikel, uji organoleptik, analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar karbohidrat, kadar minyak atsiri. Tahap kedua adalah penentuan kadar air kesetimbangan, penentuan kurva isotermis sorpsi air menggunakan model Hasley, Oswin, Chen-Clayton, Henderson dan Caurie dan menggunakan Mean Relative Determination (MRD) untuk mengevaluasi ketepatan masing-masing model, dan penentuan nilai kemiringan (slope). Tahap ketiga adalah pendugaan umur simpan bubuk jahe merah dikemas dengan alumunium foil, HDPE (High Density Polyethylene), dan plastik PP (Polypropylene) menggunakan metode ASLT pendekatan kadar air kritis. Hasil penelitian menunjukkan kadar air kesetimbangan bubuk jahe merah pada RH 33, 52, 75, 84, dan 97% untuk ukuran partikel 60 mesh berturut-turut adalah 6.12, 8.64, 13, 15.5, dan 22.23 (%bk), dan untuk ukuran partikel 80 mesh adalah 7.41, 9.9, 14.44, 18.16, dan 25.44 (%bk). Model yang tepat dalam menggambarkan kurva isotermis sorpsi air pada bubuk jahe merah ukuran partikel 60 dan 80 mesh adalah model Henderson dengan nilai MRD masing-masing adalah 1.18 dan 2.67. Umur simpan bubuk jahe merah dipengaruhi oleh jenis plastik kemasan dan permeabilitas kemasan. Umur simpan bubuk jahe merah ukuran partikel 60 mesh dan menggunakan kemasan HDPE, PP, dan alumunium foil yang disimpan pada RH 75% dan suhu 30 °C adalah berturut-turut 4.6 bulan, 18.4 bulan, dan 23.9 bulan, sedangkan untuk bubuk jahe merah ukuran partikel 80 mesh adalah berturut-turut 4.3 bulan, 16.9 bulan, dan 22.0 bulan

    Construction of Recombinant Vector for Lanceolate Gene Editing Using CRISPR/Cas9 System in Tomato Plant (Solanum lycopersicum L.).

    No full text
    Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats/CRISPR associated 9 protein (CRISPR/Cas9) adalah salah satu alat untuk mengedit genom yang baru-baru ini telah berhasil digunakan untuk berbagai tanaman. Tomat (Solanum lycopersicum L.) adalah tanaman model yang ideal untuk menguji sistem CRISPR/Cas9 dalam pengeditan gen karena ketersediaan metodologi transformasi yang efisien dan ketersediaan urutan genom yang berkualitas tinggi, dan mempunyai genom diploid. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat konstruksi vektor rekombinan yang membawa oligonukleotida gRNA untuk memutasikan gen lanceolate (LA) pada tanaman tomat. Gen lanceolate merupakan gen yang terlibat dalam pembuatan daun majemuk pada tomat. Supresi gen LA akan membuat daun majemuk berukuran besar berubah menjadi daun tunggal berukuran kecil. Oligonukleotida gRNA berhasil disisipkan ke dalam vektor pRGEB32 sehingga memperoleh vektor rekombinan. Vektor rekombinan ini berhasil diintroduksikan ke dalam Escherichia coli DH5α dan dipindahkan ke dalam Agrobacterium tumefaciens LBA4404 menggunakan metode triparental mating. Koloni PCR mengonfirmasi bahwa oligonukleotida gRNA berhasil disisipkan ke dalam pRGEB32 dan A. tumefaciens LBA4404 mengandung plasmid rekombinan ini

    Pemberian Kalsium Karbonat CaCO3 pada Media Bersalinitas 3 g L-1 untuk Pertumbuhan Ikan Sepat Siam Trichopodus pectoralis

    No full text
    Ikan sepat siam Trichopodus pectoralis merupakan bagian dari komoditas unggulan perikanan air tawar di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis serta permintaan yang tinggi. Teknologi untuk mempercepat pertumbuhan ikan sepat siam dibutuhkan sehingga jumlah produksi ikan sepat siam hasil budidaya menjadi lebih stabil. Metode pemberian kalsium ke dalam media bersalinitas merupakan bagian dari teknologi untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan yang dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah pemberian kalsium karbonat CaCO3 yang terbaik terhadap pertumbuhan ikan sepat siam yang dipelihara pada media bersalinitas 3 g L-1. Wadah uji yang digunakan yaitu akuarium dengan ukuran 30x30x30 cm3 dan diisi air yang telah diberi perlakuan sebanyak 20 L. Ikan sepat siam yang digunakan berukuran panjang 8.7 ± 0.46 cm dan bobot 8.3 ± 1.37 g. Ikan sepat siam diberi pakan dengan metode restricted sebanyak 5% dari biomasa ikan. Penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kalsium karbonat CaCO3 sebanyak 100 mg L-1 merupakan jumlah yang terbaik ditunjukkan oleh pertumbuhan panjang 2.5 cm, pertumbuhan bobot mutlak 6.35 g, laju pertumbuhan harian 2%, dan tingkat kelangsungan hidup 93.3%. Jumlah pemberian kalsium karbonat yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan ikan sepat siam yang dipelihara pada media bersalinitas 3 g L-1 yaitu 100 mg L-1

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇