31665 research outputs found
Sort by
Analisis Atribut Mutu Produk Pangan Pelengkap Jenis Saus Cabai Menggunakan Klasifikasi Caswell
Keberadaan sektor industri memegang peranan yang makin besar dalam struktur perekonomian nasional, terutama subsektor industri pengolahan yang menghasilkan makanan dan minuman atau dikenal sebagai industri pangan. Dalam industri makanan, cabai digunakan sebagai bahan tambahan untuk penyedap dan bumbu, seperti untuk mi instan dan saus, serta untuk menggantikan fungsi lada. Variasi kemasan pada saus cabai yaitu kemasan botol kaca, botol plastik, sachet, dan pouch. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut mutu intrinsik dan ekstrinsik yang dominan pada produk saus cabai berdasarkan Klasifikasi Caswell dan mengetahui peran faktor ekonomi dan sosiodemografi yang menjadi pendorong konsumen dalam penentuan preferensi dalam memilih produk pangan pelengkap jenis saus cabai. Data hasil angket dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif, analisis crosstab, analisis faktor, uji Kruskal- Wallis, dan uji multiple Dunn. Jenis penelitian ini adalah non probability sampling. Populasi yang menjadi acuan adalah masyarakat Indonesia yang menggunakan internet pada tahun 2018 yaitu sebanyak 171 Juta jiwa. Atribut mutu yang menjadi pertimbangan utama responden dalam memilih produk pangan kemasan adalah sensori, sertifikasi, dan keamanan pangan. Hasil analisis faktor terbentuk kelompok baru yaitu intrinsic credence, faktor ekstrinsik, dan ketiga yaitu faktor intrinsic. Saus cabai memiliki nilai mutu yang tinggi dimana dominasi mutu pada atribut sensori, sertifikasi, dan keamanan pangan
Pengaruh Peran Gender dalam Fungsi Sosial Budaya dan Reproduksi terhadap Kebahagiaan Remaja
Kebahagiaan adalah tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan setiap keluarga. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meganalisis pengaruh peran gender dalam fungsi sosial budaya dan reproduksi terhadap kebahagiaan remaja. Desain penelitian ini adalah studi cross sectional yang menggunakan teknik self administered dengan pengisian kuesioner secara online. Responden penelitian berjumlah 277 siswa yang dipilih secara voluntary sampling, dengan kriteria siswa SMP Kota Bogor yang masih memiliki orang tua lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ayah berpengaruh positif signifikan dan besar keluarga berpengaruh negatif signifikan terhadap kebahagiaan remaja. Intensitas aktivitas dalam fungsi sosial budaya dan reproduksi berpengaruh terhadap kebahagiaan remaja. Peran gender berpengaruh terhadap kebahagiaan remaja. Terdapat perbedaan yang signifikan pada intensitas aktivitas dalam fungsi sosial budaya dan reproduksi antara remaja laki-laki dan perempuan, tetapi pada kemitraan gender tidak terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaaan yang signifikan pada variabel kebahagiaan antara remaja laki-laki dan perempuan
Sintesis Arang Aktif Tempurung Kelapa Sebagai Penjerap Kation dan Anion.
Populasi manusia mengalami peningkatan sebanyak dua milyar dalam satu dekade terakhir dengan pertumbuhan populasi sebesar 1.12% setiap lima tahun. PBB memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah hingga tahun 2050. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, setiap orang membutuhkan minimal sekitar 120–140 L air bersih per hari, sehingga hal ini akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih. United Nation University memprediksi pada tahun 2035 sekitar 40% masyarakat dunia akan kekurangan air bersih tanpa terkecuali Indonesia. Menurut data statistik tahun 2018 tentang pencemaran air sungai di Indonesia, terdapat sekitar 60% sungai berstatus pencemaran tinggi. Berbagai macam zat pencemar tersebut berupa bahan organik, anorganik dan mikrobiologi. Salah satu zat pencemar organik yang berbahaya dalam konsentrasi kecil adalah ion sianida. Keracunan sianida bagi makhluk hidup dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Ion sianida di alam terdapat pada bakteri, jamur, alga dan tanaman tertentu seperti singkong dan kentang dalam bentuk glikosida sianogen. Selain itu, ion sianida juga dihasilkan dari proses industri karet sintetis, serat akrilik, fumigan dan pemurnian emas.
Metode penjernihan air yang masih menjadi pilihan utama dalam menanggulangi zat pencemar adalah metode adsorpsi, karena lebih menguntungkan, murah dan mudah diterapkan. Metode adsorpsi merupakan metode pengikatan zat pencemar ke permukaan adsorben dengan interaksi ionik maupun van der waals. Salah satu adsorben dengan luas permukaan dan kapasitas adosrpsi tinggi adalah arang aktif. Proses penjerapan arang aktif sangat dipengaruhi oleh luas permukaan dan gugus fungsi yang terdapat pada permukaan. Arang aktif diaktivasi secara fisika dan atau secara kimia untuk memperbesar luas permukaan. Adapun keberadaan gugus fungsi di permukaan seringkali hilang pada proses aktivasi tersebut. Modifikasi metode aktivasi memungkinkan arang aktif dapat menjerap zat pencemar kation dan anion.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu optimum terbentuknya arang aktif dalam proses aktivasi panas, menggunakan material lain seperti glass wool dan aluminium foil dalam proses aktivasi panas dan mengkarakterisasinya, menganalisis kapasitas adsorpsi arang aktif yang dihasilkan terhadap kation dan anion serta menerapkannya pada penjerapan ion sianida. Suhu minimum yang dapat digunakan untuk mengaktivasi arang adalah suhu 350 ℃ dengan suhu optimum adalah 750 ℃. Glass wool dapat meningkatkan rendemen arang aktif lebih tinggi dan tetap menjaga gugus fungsi hidroksil dan karboksil pada permukaannya. Nilai kapasitas adsorpsi arang aktif glass wool terhadap kation sebesar 64 mg/g adsorben mengikuti model isotherm adsorpsi Langmuir dan anion sebesar 55 mg/g adsorben mengikuti model isotherm adsorpsi Freundlich. Arang aktif yang dihasilkan juga dapat menjerap limbah organik kelumit seperti ion sianida sebesar 12.51 mg/g adsorben
Gambaran Fungsi Hati Berdasarkan Kadar Biokimia Darah pada Anjing Bercaplak yang Diobati dengan Sarolaner Dosis Tunggal
Sarolaner merupakan obat baru anticaplak golongan isoksazolin yang efektif melawan infestasi caplak pada anjing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter enzim hati, antara lain alanin aminotransferase (ALT), aspartat aminotransferase (AST), dan alkalin fosfatase (ALP) serta total protein (TP) pada anjing bercaplak pada kondisi sebelum dan setelah pemberian obat sarolaner dengan dosis 2 mg/kg BB. Penelitian ini dilakukan di Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri Kelapa Dua Depok menggunakan lima anjing bercaplak dengan variasi ras, umur, dan berat badan. Pengamatan parameter dilakukan menggunakan Arkray SpotchemTM EZ 4430 di Laboratorium Riset dan Diagnostik Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor pada bulan Juli-Agustus 2019. Parameter yang diamati diantaranya adalah kadar ALT, AST, ALP, dan TP pada kondisi sebelum pemberian obat (H0) dan pasca pemberian obat pada hari ke-7 (H+7) dan ke-30 (H+30). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian obat anticaplak berbahan aktif sarolaner dengan dosis tunggal tidak menunjukkan perbedaan nyata pada kadar ALT, AST, ALP, dan TP dalam kondisi sebelum dan sesudah pemberian obat. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian obat sarolaner dosis tunggal tidak berpengaruh terhadap fungsi hati pada anjing
Penentuan Jenis Cacat Biji Kopi Arabika Menggunakan Pengolahan Citra Digital.
Minat konsumen terhadap kopi berkualitas semakin meningkat. Selama ini penentuan nilai cacat dan pemisahan biji kopi masih dilakukan secara manual, proses ini sangat menyita waktu dan memungkinkan terjadinya kesalahan akibat kelelahan mata manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari parameter cacat biji kopi arabika menggunakan pengolahan citra digital (digital image processing), menyusun algoritma digital image processing untuk mengenali jenis cacat pada biji kopi, dan membandingkannya dengan hasil pengelompokan jenis cacat biji kopi secara manual. Berdasarkan hasil penelitian, sampel biji kopi dengan 13 jenis cacat yang dipisahkan secara manual dapat digolongkan ke dalam 13 kriteria cacat secara digital image processing dengan nilai akurasi BK 87 %, CK 66 %, GL 100 %, HT 100 %, HP 56 %, HS 60 %, KK 66 %, KR 98 %, KG 62 %, LS 98 %, LL 86 %, PC 52 %, dan KT 72 %. Biji kopi yang mempunyai nilai akurasi rendah disebabkan oleh kualitas citra yang buruk, intensitas cahaya yang terlalu tinggi dan nilai dari parameter yang diperoleh memiliki sebaran yang tidak jauh berbeda antara kriteria cacat yang satu dengan yang lainnya
Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Ekspor Pulp dan Kertas Indonesia di Pasar China
Pulp dan kertas Indonesia merupakan komoditas potensial dengan persaingan yang tinggi di dunia. Terjadinya perubahan dominasi pasar pulp dan kertas dunia merupakan sebuah peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar Indonesia dan meningkatkan kinerja ekspornya, terutama di pasar China yang merupakan salah satu konsumen terbesar di dunia sekaligus merupakan negara tujuan utama ekspor pulp dan kertas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ekspor pulp Harmonized System (HS) 4703 dan kertas HS 4802 di China selama periode 2001-2018. Indeks Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukkan bahwa pulp dan kertas Indonesia memiliki daya saing komparatif dibandingkan dengan empat negara pengekspor utama di pasar China. Hasil estimasi regresi Ordinary Least Square (OLS) menunjukkan bahwa volume ekspor pulp HS 4703 secara statistik dipengaruhi oleh GDP riil per kapita China dan indeks RCA sedangkan volume ekspor kertas HS 4802 dipengaruhi secara statistik oleh semua variabel yang terdapat pada model regresi kecuali variabel nilai tukar riil
Liquid Breakfast Buah Campolay dengan Penambahan Kacang Hijau dan Tepung Beras Putih sebagai Makanan Tambahan Anak Sekolah
Liquid breakfast merupakan makanan tambahan untuk memenuhi
kebutuhan zat gizi anak sekolah saat sarapan. Buah campolay memiliki
kandungan karbohidrat yang tinggi. Kacang hijau dan tepung beras putih memiliki
kandungan asam amino yang lengkap. Tujuan penelitian ini adalah
mengembangkan produk liquid breakfast buah campolay dengan penambahan
kacang hijau dan tepung beras putih. Penelitian ini merupakan studi eksperimental
yang dilakukan pada bulan Juli sampai November 2019. Formula terpilih
merupakan formula dengan komposisi kacang hijau dan tepung beras putih
sebanyak 25% berdasarkan uji hedonik dan uji ranking. Formula tersebut
mengandung air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat berturut-turut sebesar
73.2%bb, 0.9%bb. 4.3%bb, 2.2%bb, dan 19.5%bb. Asam amino pembatas pada
produk adalah asam amino sulfur. Kandungan energi per takaran saji (150 mL)
yakni 172 kkal atau memenuhi 8.6% AKG (2019) kelompok usia 6-12 tahun.
Produk ini memiliki kandungan protein, lemak, dan karbohidrat lebih tinggi dari
produk liquid breakfast komersial impor dan seral susu sarapan komersial lokal
Potensi Beban Pencemaran P, Pb, dan Cd pada Pakan Komersial di Waduk Cirata, Jawa Barat
Berkembangnya budidaya ikan sistem keramba jaring apung yang menempati sebagian besar Waduk Cirata akan meningkatkan bahan pencemar yang masuk ke waduk. Diduga, pada pakan komersial keramba jaring apung di Waduk Cirata terkandung fosfor yang tinggi, logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Tujuan penelitian ini adalah menghitung potensi beban pencemaran nutrien P dan logam berat Pb dan Cd yang berasal dari pakan komersial di Waduk Cirata. Pengumpulan data berupa pengambilan sampel satu jenis pakan di supplier pakan ikan, wawancara pembudidaya keramba jaring apung, dan pengambilan sampel air di tiga stasiun di Waduk Cirata. Pakan melepaskan fosfor ke perairan sebesar 10.891 ton/tahun atau setara dengan 0,038 mg P/L/hari (44%). Beban logam berat Pb dan Cd yang terkandung dalam pakan komersial sebesar 36,92 kg Pb/tahun dan 7,60 kg Cd/tahun atau setara dengan 0,0000001 mg Pb/L/hari (0,0004%) dan 0,00000003 mg Cd/L/hari (0,0001%). Keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata berkontribusi pada beban pencemar yang masuk ke perairan. KJA melalui pakan komersial mencemari perairan dengan melepaskan fosfor dan logam berat
Pertumbuhan dan Produksi Jintan Hitam pada Tumpang Sari dengan Bawang Daun, Seledri dan Sawi Putih
Jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman obat yang berasal dari wilayah Eropa Selatan, Afrika Utara dan Asia Barat. Penelitian mengenai budidaya jintan hitam di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 2014 dan beradaptasi dengan baik di daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan mempelajari pertumbuhan dan produksi jintan hitam pada pola tanam tumpang sari dengan bawang daun, seledri dan sawi putih di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada bulan Januari sampai Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal yaitu pola tanam monokultur dan tumpang sari jintan hitam dengan beberapa jenis sayuran, dengan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap parameter pertumbuhan, komponen produksi, produktivitas masing-masing komoditas dan nilai kesetaraan lahan (NKL). Monokultur jintan hitam jarak tanam 30 cm × 25 cm memberikan hasil tertinggi pada bobot basah tajuk, bobot kering tajuk dan produktivitas jintan hitam. Tumpang sari dengan pengaturan waktu tanam antara jintan hitam dengan bawang daun, seledri dan sawi putih dapat meningkatkan nilai NKL. Tumpang sari jintan hitam-sawi putih dengan selisih waktu tanam 3 minggu menghasilkan nilai NKL tertinggi (2.71)
Pemanfaatan Adsorben Berbasis Limbah Pulp Kopi untuk Penjerapan Logam Timbal (Pb).
Pulp kopi dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk menjerap logam Pb dalam
limbah cair. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari penambahan senyawa
xanthat adsorben pulp kopi dan menentukan kinerja adsorpsi adsorben, serta menentukan
analisis kelayakan ekonomi pemanfaatan pulp kopi menjadi adsorben. Tahapan dimulai dengan
persiapan bahan, pembuatan larutan timbal, proses xanthasi, penentuan kinerja adsorben, dan
perhitungan kelayakan ekonomi. Penentuan kinerja adsorben dilakukan terhadap larutan timbal
80 mg/L dengan jumlah massa adsorben 0.2, 0.4, 0.6, 0,8 dan 1 gram, serta 1 gram adsorben
non xanthat sebagai pembanding kinerja. Pengujian FTIR pada adsorben xanthat mendapatkan
hasil gelombang 3272.33 cm-1 dengan intensitas cahaya (%T) 6% dan adsorben non xanthat
mendapatkan hasil pada gelombang 3427.87 cm-1 dengan intensitas cahaya (%T) 35%.
Pengujian logam dengan AAS mendapatkan kapasitas adsorpsi sebesar 19.925 mg/g dan kadar
adsorpsi adsorben terxanthat sebesar 80.43% dengan kadar adsorpsi pembanding sebesar
43.75% . Perhitungan menggunakan metode Freundlich mendapatkan koefisien dan nilai n
berturut sebesar 0.06809 dan 0.62073 dengan R sebesar 0.7495. Analisis kelayakan ekonomi
untuk adsorben terxanthat menghasilkan B/C ratio sebesar 1.65 dengan harga pokok produk
(HPP) Rp784 900/Kg dan biaya jual Rp1 300 000 /Kg