Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Evaluasi Kesehatan Pohon di Taman Margasatwa Ragunan Berbasis Teknologi Sonic Tomograhpy

    No full text
    Taman Margasatwa Ragunan (TMR) bukan saja merupakan kebun binatang terbesar di Indonesia, tetapi juga merupakan “oase hijau” yang sangat luas dan asri di kota metropolitan Jakarta. Lanskap kebun binatang tersebut terhampar seluas 140 hektar dan ditumbuhi sekitar 52.700 pohon yang sangat penting fungsinya, baik secara sosial, ekonomis, maupun ekologis termasuk sebagai peneduh bagi satwa peliharaan. Namun demikian keberadaan pepohonan di TMR juga memiliki risiko berupa patah cabang atau tumbangnya pohon yang mengancam keselamatan satwa, pengunjung, atau properti. Apalagi di area tersebut tumbuh pohon-pohon tua berdiameter besar (old and large trees) yang memiliki nilai ekologis dan historis yang tinggi. Oleh karena itu kesehatan pepohonan di kawasan tersebut perlu dievaluasi secara berkala. Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan pohon di TMR. Pohon sasaran dipilih yang berumur tua dan lokasinya berdekatan dengan target (satwa, pengunjung, properti) sebanyak 50 pohon. Evaluasi kesehatan pohon sasaran dilakukan baik secara visual maupun menggunakan teknologi sonic tomography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima pohon (10%) tergolong sehat dan tidak membahayakan, 31 pohon (62%) tergolong cukup sehat dan cukup aman, 12 pohon (24%) tergolong kurang sehat dan agak membahayakan, serta masing-masing satu pohon tidak sehat atau membahayakan dan sangat membahayakan. Cacat yang paling banyak ditemukan pada pohon sasaran adalah arsitektur pohon yang buruk (62%), masalah perakaran (58%), dan batang atau cabang kodominan (40%). Sangat penting dilakukan perawatan kondisi kesehatan pohon di TMR. Pohon dengan resiko kegagalan membahayakan atau sangat membahayakan perlu segera dilakukan tindakan berupa penebangan. Terhadap pohon miring dan memiliki batang kodominan perlu diperkuat biomekaniknya dengan bantuan slang dinamis, dan penopangan

    Potensi Kuda Laut (Hippocampus comes) sebagai Sumber Antioksidan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik kimia, tingkat toksisitas, dan aktivitas antioksidan dari tepung, hidrolisat, dan ekstrak etanol kuda laut (Hippocampus comes). Kuda laut dikeringkan dan dihaluskan sehingga menghasilkan tepung. Tepung dihidrolisis dengan enzim alkalase 2.5% menghasilkan hidrolisat dan dimaserasi dengan etanol 96% menghasilkan ekstrak etanol. Hasil penelitian menunjukkan kuda laut mengandung komponen kimia tertinggi yaitu protein sebanyak 69.87%. SDS-PAGE menunjukkan berat molekul protein kuda laut berkisar 2.28–74.71 kDa. Toksisitas sampel kuda laut tertinggi adalah tepung kuda laut (LC50 20.50 ppm). Hidrolisat kuda laut tanpa dan sesudah penyimpanan memiliki IC50 sebesar 53.10 ppm dan 86.45 ppm. Hal tersebut menunjukkan hidrolisat kuda laut memiliki kemampuan menangkap radikal ABTS yang lebih tinggi daripada tepung dan ekstrak etanol kuda laut tanpa dan sesudah penyimpanan (IC50 209.10–462.45 ppm). Ekstrak etanol kuda laut tanpa dan sesudah penyimpanan memiliki kapasitas antioksidan sebesar 509.92 μmol/g dan 896.83 μmol/g. Hal tersebut menunjukkan ekstrak etanol kuda laut memiliki kemampuan menangkap radikal CUPRAC dan FRAP yang lebih tinggi daripada tepung dan hidrolisat kuda laut tanpa dan sesudah penyimpanan (167.62–315.58 μmol/g). Penyimpanan pada suhu rendah (-20 °C) berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan setiap bentuk sampel. Penelitian ini menunjukkan bahwa hidrolisat kuda laut memiliki kemampuan menangkap radikal bebas terbaik

    Peran Sektor Perikanan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau

    No full text
    Kabupaten Natuna merupakan daerah pulau-pulau kecil perbatasan yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar terutama potensi perikanan. Besarnya potensi perikanan dan kelautan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan wilayah pesisir di Kabupaten Natuna. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengidentifikasi nilai manfaat ekonomi sumber daya alam pesisir di Kabupaten Natuna; (2) menentukan pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Natuna; (3) mengukur peranan sektor perikanan dalam perekonomian wilayah Kabupaten Natuna; dan (4) menentukan arahan pengembangan wilayah berbasis sektor perikanan. Analisis yang digunakan adalah valuasi sumberdaya alam pesisir, analisis hirarki perkembangan wilayah (metode skalogram), analisis Input-Output (I-O) dan mensintesa output tujuan ke 1, 2 dan 3. Nilai manfaat ekonomi wilayah pesisir Kabupaten Natuna melalui valuasi sumber daya alam pesisir memiliki nilai yang besar terutama nilai manfaat tidak langsung dan pilihan. Secara keseluruhan nilai manfaat sumber daya alam pesisir Kabupaten Natuna sekitar Rp 3.257 trilyun per tahun. Nilai manfaat sumber daya alam tersebut terdiri dari sumber daya ekosistem mangrove sekitar Rp 646 milyar per tahun, sumber daya ekosistem terumbu karang sekitar Rp 703 milyar per tahun serta sumber daya ikan sekitar Rp 1.9 trilyun per tahun. Pengembangan sektor perikanan melakui pemanfaatan sumber daya alam pesisir perlu memperhatikan keberlanjutan ekosistem untuk menjaga cadangan sumber daya alam terutama untuk beberapa jenis komoditas perikanan yang sudah over exploited. Hirarki tingkat perkembangan wilayah berdasarkan sarana dan prasarana wilayah menunjukkan kecamatan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Pusat pertumbuhan merupakan wilayah yang memiliki ketersediaan fasilitas pelayanan yang dapat menarik masyarakat untuk beraktifitas dan menyebarkan pertumbuhannya (spread effect) terhadap daerah di sekitarnya. Berdasarkan hasil analisis skalogram, kecamatan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan wilayah berbasis perikanan adalah Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Pulau Tiga. Sektor perikanan memiliki peran dalam pengembangan wilayah, meskipun masih rendah dan bukan sektor penggerak utama perekonomian Kabupaten Natuna. Hal ini disebabkan keterkaitan sektor perikanan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya masih rendah. Pada tahun 2017, sektor perikanan menyumbang PDRB sebanyak 8.11 persen dan memberikan kontribusi terhadap total output sebesar 7.87 persen. Hasil analisis I-O menunjukan sektor perikanan hanya memiliki keterkaitan spesifik dengan sektor pertanian dan kehutanan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, serta sektor perikanan itu sendiri. Sektor-sektor penggerak utama perekonomian Kabupaten Natuna berdasarkan hasil analisis I-O diantaranya adalah sektor industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan asuransi serta real estate dan jasa perusahaan. Dalam pengembangan wilayah berbasis perikanan, peran sektor perikanan dalam perekonomian wilayah Kabupaten Natuna dapat ditingkatkan melalui keterkaitan ke depan dengan sektorsektor penggerak utama perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mengembangkan sektor hilirnya

    Estimasi Biaya Pencegahan dan Analisis Ekonomi Wisata Pertambangan Aktif Bukit Kapur Jaddih Kabupaten Bangkalan

    No full text
    Kawasan Bukit Kapur Jaddih merupakan kawasan pertambangan batu kapur yang masih aktif, dimana salah satu areanya dimanfaatkan sebagai wisata. Pemanfaatan lahan bekas pertambangan menjadi wisata merupakan bentuk program reklamasi untuk kegiatan produktif. Keberadaan wisata Bukit Kapur Jaddih berdampingan dengan kawasan pertambangan yang masih aktif sehingga berimplikasi pada potensi bahaya dan risiko yang dihadapi oleh aktivitas wisata. Hal ini tentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan dan kelangsungan wisata. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis potensi bahaya dan risiko dalam pelaksanaan kegiatan wisata pertambangan aktif; (2) Mengestimasi biaya pencegahan dan menganalisis upaya pencegahan risiko pada wisata pertambangan aktif; (3) Menganalisis kelayakan ekonomi dari wisata pertambangan aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis preventive expenditure dan daya dukung, serta analisis biaya dan manfaat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Potensi bahaya terbesar di wisata Bukit Kapur Jaddih yaitu polusi udara dan potensi bahaya terkecil yaitu kecelakaan wisatawan naik ke atas bukit; (2) Biaya pencegahan risiko dilakukan oleh pemilik wisata sebesar Rp 121.500.000/tahun dan dilakukan oleh wisatawan sebesar Rp 566.800.326/tahun. Upaya pencegahan risiko yang dilakukan yaitu dengan memberlakukan wisata berbasis daya dukung kawasan pada wisata Bukit Kapur Jaddih. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung kawasan, wisata Bukit Kapur Jaddih masih berada di bawah daya dukung kawasan pada saat low season dan melebihi daya dukung kawasan pada saat peak season; (3) Wisata Bukit Kapur Jaddih layak secara ekonomi untuk dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp 3.715.685.528, nilai Net B/C sebesar 3,86 dan IRR sebesar 25%

    Keragaan Kualitas Diet, Tingkat Kecukupan Gizi, Riwayat Kesehatan dan Status Gizi pada Mahasiswa IPB yang Tinggal di Rumah dan Indekos

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas diet, tingkat kecukupan gizi dan riwayat kesehatan dengan status gizi pada subjek. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan metode penarikan subjek purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di IPB University dengan subjek penelitian berjumlah 77 orang yang terdiri dari 38 mahasiswa yang tinggal di rumah dan 39 mahasiswa yang tinggal di Indekos. Mayoritas subjek (92.2%) memiliki kualitas diet yang buruk. Tingkat kecukupan energi dan protein subjek tergolong defisit berat, sedangkan tingkat kecukupan lemak, karbohidrat, dan vitamin C tergolong kurang. Mahasiswa yang tinggal di rumah mengonsumsi lebih sering makanan pokok, protein hewani, protein nabati, dan buah yang lebih tinggi dibandingkan kelompok mahasiswa indekos. Subjek memiliki skor morbiditas rendah (53.2%) dan morbiditas tinggi (46.8%). Status gizi pada kedua kelompok subjek (52%) adalah normal. Tidak terdapat perbedaan antara kualitas diet, tingkat kecukupan gizi, riwayat kesehatan dan status gizi pada kedua kelompok subjek. Terdapat perbedaan pada rata-rata alokasi uang makan, frekuensi konsumsi makanan pokok dan lauk hewani pada kedua kelompok. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecukupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A dan vitamin C dengan kualitas diet. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas diet, tingkat kecukupan gizi, riwayat kesehatan dengan status gizi

    Optimalisasi Perdagangan antarnegara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI): Pendekatan Gravity Model

    No full text
    Kinerja perdagangan Intra-OKI selama lima tahun terakhir menunjukkan tren yang menurun, dengan rata-rata share perdagangan hanya sebesar 17%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat intensitas dan tingkat integrasi perdagangan antarnegara anggota OKI, serta faktor-faktor yang memengaruhi aliran perdagangan negara anggota OKI terhadap negara mitra dagangnya. Anggota OKI yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini sebanyak 10 negara dengan kriteria pemilihan didasarkan pada total nilai perdagangan terbesar pada kurun waktu 2014-2018. Dengan menggunakan pendekatan Trade Intensity Index (TII) dan Intra-Industry Trade (IIT) untuk menganalisis pola perdagangan antarnegara anggota OKI. Hasil studi menemukan bahwa intensitas perdagangan antarnegara anggota OKI cukup intensif (IIT > 1), sedangkan hasil analisis IIT menunjukkan perdagangan antarnegara OKI memiliki derajat integrasi yang bervariasi mulai dari integrasi sedang, integrasi kuat, dan integrasi sangat kuat. Pendekatan Gravity model digunakan untuk mengetahui determinan aliran perdagangan antara negara-negara anggota OKI dengan mitra dagangnya. Hasil Gravity model menunjukkan bahwa PDB negara OKI, PDB negara mitra, trade openness negara OKI, trade openness negara mitra, dan perjanjian perdagangan bilateral non-OKI berpengaruh positif signifikan terhadap aliran perdagangan antara negara-negara OKI dengan mitra dagangnya, sedangkan jarak ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan

    Pembuatan dan Karakterisasi Film Barium Stronsium Titanat Didadah dengan Carbon Dot

    No full text
    Film Barium Stronsium Titanat (BaSrTiO3) yang didadah carbon dot dengan variasi pendadah 0%, 2%, 4%, 6% menggunakan metode CSD dengan bantuan spin coating dengan kecepatan putar 8000 rpm telah berhasil dibuat diatas substrat silikon tipe-p 100. Film ini di annealing dengan suhu 850 °C dan ditahan selama 8 jam. Film BaSrTiO3 pada konsentrasi pendadah 0%, 2%, 4%, 6% carbon dot dikarakterisasi UV-VIS, XRD, SEM-EDX sehingga menghasilkan energi bandgap secara berurutan sebesar 2.72 eV; 2.85 eV; 3.7 eV dan 3.8 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur kisi BaSrTiO3 adalah kubus dengan parameter kisi a=b=c secara berurutan sebesar 4.066945 Å ; 4.06868 Å ; 4.072155 Å dan 4.077379 Å. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan bahwa pada morfologi permukaan film BaSrTiO3 ukuran butirnya cukup homogen dan didapatkan komposisi atom yang sesuai yaitu Ba, Sr, Ti, O, dan C

    Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Mengenai Konservasi Kura-kura di Sumatera Bagian Selatan

    No full text
    Penelitian mengenai pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap konservasi kura-kura air tawar di Pulau Sumatera masih terbatas. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik masyarakat yang hidup berdekatan dengan habitat kura-kura air tawar, mengidentifikasi pengetahuan masyarakat mengenai jenis kura-kura air tawar yang ada di lingkungan mereka, dan mengidentifikasi persepsi dan perilaku masyarakat mengenai konservasi kura-kura air tawar. Penelitian ini dilakukan di tiga DAS Pulau Sumatera Bagian Selatan yaitu DAS Indragiri (Riau), DAS Pasir Darat (Sumatera Selatan), dan DAS Sekampung (Lampung) dengan mewawancarai 133 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara yang dilakukan secara semi–terstruktur, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuisioner tertutup dan semi terbuka, yang dikombinasikan dengan metode recollection melalui alat bantu foto kura-kura air tawar. Penduduk di wilayah penelitian merupakan campuran antara penduduk asli Melayu dan pendatang didominasi laki-laki dengan tingkat pendidikan paling tinggi adalah Sekolah Dasar (SD). Mata pencaharian masyarakat di tiga DAS, umumnya nelayan namun ada campuran, misalnya sebagai petani. Pengetahuan masyarakat di tiga DAS terhadap jenis kura-kura air tawar sangat baik. Jenis yang paling banyak mampu diidentifikasi adalah kuya batok (Cuora amboinensis), bajuku (Orlitia borneensis), labi-labi (Amyda cartilaginea), dan kura-kura pipi putih (Sienbenrockiella crassicollis). Nilai rata-rata perilaku dan persepsi masyarakat masuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada perilaku negatif pada masyarakat seperti kegiatan menangkap, memelihara, mengonsumsi telur, bahkan menjual kura-kura. Perlunya ada penelitian dan monitoring lebih lanjut mengenai inventarisasi jumlah kura-kura untuk mengetahui populasi kura-kura di tiga DAS

    Karakteristik dan Pemenuhan CPPOB Pelaku UMKM Online Produk Olahan Beku Daging Sapi dan Ayam di DKI Jakarta

    No full text
    Sistem perdagangan dalam jejaring (daring) berpengaruh pada meningkatnya penjualan produk pangan dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pelaku UMKM dapat menjual produk pangan secara bebas dan dengan mudah mendapatkan atensi pasar. Tren internet marketing sangat berpengaruh pada bisnis pangan untuk UMKM. Di Indonesia, saat ini, terdapat dua undangundang yang menjadi acuan bagi pelaku usaha secara umum dalam melakukan transaksi perdagangan baik yang konvensional maupun daring, yaitu Undang- Undang No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (UU Perdagangan) dan Undang- Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen). UU Perlindungan Konsumen menjadi acuan kedua belah pihak agar proses perdagangan berjalan adil dan tidak merugikan konsumen. Kualitas pangan yang dijual secara online menjadi suatu hal yang perlu dikritisi agar tercipta kondsi perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan karakteristik UMKM online produk olahan beku daging sapi dan ayam di DKI Jakarta, menentukan tingkat pemenuhan CPPOB pelaku UMKM online produk olahan beku daging sapi dan ayam di DKI Jakarta, mengidentifikasi kebutuhan UMKM online produk olahan beku daging sapi dan ayam di DKI Jakarta terkait dengan pembinaan dalam pengelolaan dan pemenuhan persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mengidentifikasi tindakan pengawasan yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah terkait penjualan online makanan olahan beku daging sapi dan ayam. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 UMKM yang menjual produk olahan beku daging sapi dan ayam secara online, berlokasi di DKI Jakarta, produk dibuat sendiri (bukan reseller), bersedia dikunjungi untuk dilakukan observasi terhadap ruang produksinya dan sebagian bersedia mengisi kuesioner online. Tahapan penelitian mencakup 3 tahapan utama yaitu identifikasi populasi dan penentuan responden, pengambilan data serta pengolahan data dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi menunjukkan bahwa UMKM online dengan produk olahan beku daging sapi dan ayam di DKI Jakarta didominasi oleh pimpinan dengan latar belakang pendidikan S-1, masa usaha dibawah 5 tahun, alasan berbisnis karena ingin mencoba peluang baru dengan cara otodidak dan memiliki jumlah karyawan 1-5 orang dengan tindakan pengawasan langsung setiap proses produksi. Total aset mesin utama yang mereka miliki dibawah 5 juta rupiah dengan omzet per tahun dibawah 50 juta rupiah. Legalitas usaha yang dimiliki paling banyak adalah IUMK dengan lokasi produksi di dapur yang menyatu dengan dapur rumah tangga dan berjualan online melalui sosial media Instagram dan Facebook. Berkenaan dengan pemahaman terkait CPPOB dan konsep keamanan pangan, hasil wawancara mendalam menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM online masuk ke dalam kategori sedikit paham. Terkait pemenuhan CPPOB, penyimpangan kritis dan serius yang paling banyak dilakukan oleh UMKM online dari yang terbesar sampai terkecil secara berurutan adalah belum menggunakan kendaraan (kontainer) untuk distribusi produk akhir yang dapat mempertahankan suhu produk, belum menggunakan pelindung lampu di ruang produksi, pengolahan dan penyimpanan, belum melakukan tes laboratorium untuk bahan baku dan juga produk akhir, belum menggunakan label yang sesuai persyaratan dan belum mengaplikasikan pengendalian hama yang efektif di lingkungan pabrik. Kebutuhan sebagian besar UMKM online kepada pemerintah terkait pembinaan dalam pengelolaan dan pemenuhan persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia adalah dengan dipermudahnya persyaratan pengurusan izin edar BPOM MD dengan melakukan penyesuaian persyaratan terutama terkait tata letak bangunan atau ruang produksi dan juga mempergiat sosialisasi keamanan pangan melalui media sosial dan televisi. Tindakan pengawasan yang sudah dan akan dilakukan oleh pemerintah terkait penjualan online makanan olahan beku daging sapi dan ayam secara online adalah dengan melakukan pengawasan produk sebelum beredar, pengawasan produk di peredaran, penegakan hukum serta pemberdayaan masyarakat. Saat ini BPOM RI sedang merevisi Form A-166 tahun 2002 yang menjadi rujukan dalam pemeriksaan CPPOB sehingga lebih sederhana dan dapat diaplikasikan untuk UMKM tanpa mengurangi aspek keamanan pangan secara umum

    Nanofibril Selulosa-Surfaktan Cetyltrimethylammonium Chloride dari Palmityl Alcohol untuk Memperbaiki Sifat Fisis-Mekanis Nanokomposit Polylactic Acid

    No full text
    Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah lignoselulosa dari proses produksi minyak sawit. Diversifikasi produk hasil pengelolaan TKKS diperlukan sebagai usaha untuk meningkatkan nilai tambah TKKS. Nanoselulosa dari limbah TKKS merupakan alternatif produk yang dapat dihasilkan dan memiliki potensi untuk lebih dikembangkan. TKKS mengandung selulosa hingga 44.4 %. Jenis nanoselulosa yang diperoleh dari hasil isolasi selulosa TKKS adalah jenis nanofibril selulosa (NFC) dan nanokristalin selulosa (CNC). Eksplorasi terhadap NFC-TKKS masih terbatas, sehingga pada penelitian ini lebih difokuskan untuk menghasilkan dan memanfaatkan NFC-TKKS. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) menghasilkan nanofibril selulosa dari serat TKKS, (2) meningkatkan hidrofobisitas NFC-TKKS menggunakan surfaktan kationik cetyl trimethyl ammonium chloride yang disintesis dari palmityl alcohol, dan (3) memperbaiki sifat fisik film PLA dengan membuat nanokomposit dari PLA dan NFC-TKKS yang telah ditingkatkan sifat hidrofobisitasnya, yaitu modNFC. Pada tahap I, proses isolasi NFC berhasil dilakukan dengan menggunakan asam sulfat konsentrasi 67 % (b/b), diaduk dengan 260 rpm, suhu 40 ± 1 °C selama 30 menit. Hasil isolasi ini menghasilkan NFC berdiameter antara 13.34 nm sampai 35.28 nm. Analisis TEM dan DSC mengkonfirmasi bahwa NFC memiliki morfologi berbentuk fibril. Di sisi lain, sejumlah penelitian sebelumnya melaporkan bahwa NFC bersifat sangat hidrofilik. Dengan demikian, peningkatan hidrofobisitas NFC-TKKS sangat diperlukan agar dapat diaplikasikan pada lingkungan hidrofobik. Pada penelitian tahap II, peningkatan hidrofobisitas NFC-TKKS berhasil dilakukan melalui proses modifikasi permukaan menggunakan surfaktan kationik cetyltrimethylammonium chloride dari palmityl alcohol (CTAC-PA). Peningkatan sifat hidrofobisitas NFC-TKKS ini terlihat pada peningkatan nilai sudut kontak. NFC-TKKS termodifikasi CTAC-PA (modNFC) sebesar 33.14 % untuk rasio 1:4 (v/v) dan peningkatan sebesar 44.38% untuk rasio 1:8 dibandingkan kontrol. Proses modifikasi telah mengakibatkan terjadinya pergeseran bilangan gelombang, perubahan nilai absorbansi, dan perubahan muatan zeta potensial, peningkatan nilai indeks kristalinitas total (TCI), dan peningkatan intensitas ikatan hidrogen (HBI). Proses modifikasi permukaan NFC-TKKS ini tidak melibatkan suhu tinggi sehingga tidak merubah jenis selulosa I ini. Hal ini terkonfirmasi melalui beberapa puncak serapan pada 3300 cm-1, 1100 cm-1, dan 805 cm-1. Pada penelitian tahap III, NFC-TKKS yang telah ditingkatkan hidrofobisitasnya ini diaplikasikan pada polimer hidrofobik polylactic acid (PLA). Hal ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik dari film nanokomposit PLA yang dihasilkan. Film nanokomposit PLA dihasilkan melalui metoda solvent casting dengan konsentrasi bahan penguat modNFC 0.5 %, 1.0 %, 2.0 %, dan 3.0 %. Penggunaan NFC-TKKS yang tidak dimodifikasi surfaktan kationik CTAC-PA menghasilkan film nanokomposit yang kasar dengan tensile strength rendah (mudah putus). Sebaliknya, penambahan modNFC sebanyak 3 % (b/b) telah dapat meningkatkan tensile strength hingga 87.8 % dan meningkatkan derajat kristalinitas (Xc) film nanokomposit PLA menjadi 30.27 %. Peningkatan nilai Xc ini telah meningkatkan suhu Tm film nanokomposit PLA menjadi 158.78 °C. Analysis dengan spektroskopi FTIR menunjukkan tidak terdapat pergeseran bilangan gelombang dan perubahan intensitas dari film nanokomposit PLA. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada interaksi kimia antara polimer hidrofobik PLA dengan bahan pengisi modNFC ataupun unmodNFC. Kemampuan dispersi bahan penguat modNFC dari 0.5 % hingga 3.0 % pada polimer hidrofobik PLA telah dapat meningkatkan tensile strength dan menurunkan permeabilitas uap air hingga 36.0 %. Dengan demikian, perbaikan sifat fisik film nanokomposit PLA telah berhasil dilakukan dengan penambahan modNFC. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa selulosa TKKS memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber nanoselulosa jenis NFC dan dapat digunakan sebagai reinforcing agent pada film nanokomposit PLA. Isolasi NFC-TKKS dapat dilakukan secara chemo-mechanical. Peningkatan hidrofobisitas NFC-TKKS melalui modifikasi permukaan dengan menggunakan surfaktan kationik CTAC-PA telah membuka peluang untuk memperluas aplikasi NFC-TKKS tidak hanya untuk polimer yang hidrofilik tetapi juga untuk polimer hidrofobi

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇