31665 research outputs found
Sort by
Analisis Portofolio Optimal pada Saham LQ-45 Periode 2013 – Juli 2019.
Kapitalisasi saham yang besar pada saham - saham indeks LQ45 tidak selalu
menunjukkan kinerja dan prospek perusahaan yang baik. Analisis kinerja portofolio
saham – saham indeks LQ45 diperlukan untuk mengetahui prospek saham ke
depannya guna menghasilkan portofolio yang optimal. Tujuan dari penelitian ini
adalah menganalisis kondisi saham dan kinerja saham, serta menentukan kombinasi
portofolio yang optimal menggunakan Model Markowitz dengan preferensi risiko
terendah dan Model Markowitz dengan sharpe ratio optimal pada saham Indeks
LQ45 periode 2013 - 2019. Penelitian ini menggunakan data gambaran umum
perusahaan, data harga saham bulanan, dan data dividen. Pemilihan 21 objek saham
diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat 7 kombinasi saham pada perhitungan portofolio
menggunakan Model Markowitz dengan preferensi risiko terrendah memperoleh
tingkat pengembalian portofolio yang diharapkan dan tingkat risiko terbaik dalam
setahun sebesar 11.54% dan 38.76%, serta kinerja portofolio sebesar 0.15.
Sedangkan perhitungan portofolio optimal Model Markowitz dengan sharpe ratio
terdapat 3 kombinasi saham memperoleh tingkat pengembalian portofolio yang
diharapkan dan tingkat risiko terbaik dalam setahun sebesar 17.66% dan 51.48%,
serta kinerja portofolio sebesar 0.23
Model Penduga Produksi Getah Pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) di RPH Hanjuang Barat, BKPH Lengkong, KPH Sukabumi
Pinus merupakan salah satu jenis unggul tanaman kehutanan yang dapat
dimanfaatkan kayunya maupun getahnya. Kebutuhan informasi potensi getah pinus
dalam tegakan yang dikelola oleh unit manajemen (Perum Perhutani) tidak terlepas
dari komponen penunjang seperti model penduga getah pinus yang terandalkan.
Penelitian bertujuan menyusun model penduga produksi getah pinus berdasarkan
peubah dimensi tegakan, yaitu rata-rata diameter pohon (Dbh), persen tajuk, ratarata
tinggi pohon, rata-rata jumlah alur sadap, rata-rata tinggi alur sadap, luas
bidang dasar (lbds) tegakan, rata-rata jarak tumbuh relatif antarpohon, bonita,
kerapatan tegakan, dan ketinggian tempat tubuh. Analisis data penyusunan model
penduga produksi getah pinus menggunakan 30 plot contoh yang dipilih secara
sengaja. Plot contoh yang dipilih berada pada tegakan pinus yang disadap, tegakan
sehat, dan tersebar pada setiap kelas umur. Model penduga diujikan terhadap empat
model, yaitu model regresi linier berganda, regresi multiplikatif, regresi
eksponensial, dan regresi kuadratik. Model terbaik yang dihasilkan berdasarkan
kriteria pemilihan model, diketahui regresi multiplikatif memiliki nilai R2 terbesar
sebesar 78,16% dan kesalahan baku terkecil sebesar 0,11 dengan persamaan Y =
0,891251.X11,272X20,639X30,845X4-0,477X5-0,026X60,056X7-0,032X8-0,457 X9-0485
Komposisi Vegetasi Pada Berbagai Tipe Ekosistem Sesuai Peruntukannya.
Leuwiliang merupakan daerah yang masih memiliki banyak lahan yang berpotensi untuk dibuka menjadi lahan agrowisata, wisata alam dan agroforestri. Dampak dari alih fungsi lahan erat kaitannya dengan vegetasi yang ada disuatu lahan. Oleh karena itu, sebelum dilakukan pembukaan lahan maka diperlukan penelitian tentang komposisi vegetasi yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan sehingga mendukung terciptanya kegiatan konservasi. Hutan sekunder, Kebun Angsana, dan Bukit Bintang yang berada di Leuwiliang merupakan lahan yang telah dilakukan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komposisi vegetasi pada berbagai tipe ekosistem di Leuwiliang sesuai peruntukannya. Metode penelitian yang dilakukan terdiri atas: penentuan lokasi penelitian, pengukuran mikroklimat, analisis vegetasi, analisis data, dan identifikasi tumbuhan. Hutan sekunder didominasi oleh jenis Schima wallichi pada fase pohon, tiang, dan pancang, fase semai didominasi oleh jenis Scleria levis. Kebun Angsana didominasi jenis Artocarpus integer pada fase pohon, jenis Garcinia mangostana fase tiang, jenis Schima wallichi fase pancang, dan jenis Scleria levis fase semai. Bukit Bintang didominasi jenis Pinus merkusii fase pohon, Acacia mangium pada fase tiang dan pancang, fase semai oleh jenis Axonopus compressus. Indeks keanekaragam dan indeks kekayaan tergolong rendah pada semua fase pertumbuhan di tiga lokasi penelitian. Indeks kemerataan pada Kebun Angsana tergolong tinggi pada semua fase pertumbuhan, Hutan sekunder memiliki nilai indeks kemerataan jenis tergolong tinggi pada fase semai dan pancang, sedangkan pada fase tiang dan pohon tergolong sedang. Bukit Bintang memiliki nilai indeks kemerataan jenis tergolong tinggi pada fase semai, tiang, dan pohon, sedangkan pada fase pancang tergolong renda
Kelimpahan Makroplastik dan Mikroplastik pada Sedimen di Muara Sungai Cisadane, Kabupaten Tangerang
Plastik merupakan jenis sampah yang paling dominan tersebar di perairan. Muara sungai merupakan bagian sungai yang paling besar menerima bahan pencemar. Sampah plastik yang berukuran makro dan mikro tersebar di permukaan dan sedimen dasar perairan, sehingga menyebabkan ketidakstabilan ekologi dan menurunkan kualitas lingkungan perairan. Penelitian bertujuan menganalisis kelimpahan makroplastik, kelimpahan mikroplastik berdasarkan tipe, warna, ukuran, dan jenis polimer pada sedimen di muara Sungai Cisadane. Pengambilan contoh dilaksanakan pada Juli-November 2018 di tiga titik muara Sungai Cisadane, Kabupaten Tangerang. Contoh mikroplastik dihitung dan diamati berdasarkan tipe, warna, ukuran, dan jenis polimer. Analisis jenis polimer dilakukan dengan menggunakan FTIR. Potongan plastik merupakan jenis makroplastik yang paling banyak ditemukan. Nilai kelimpahan mikroplastik berkisar 17448-23086 partikel kg-1 sedimen kering. Kelimpahan mikroplastik didominasi oleh tipe film berwarna hitam dan putih. Adapun ukuran mikroplastik paling banyak ditemukan pada ukuran 1 (20-40 μm) untuk tipe film dan fragmen, sedangkan tipe fiber dominan pada ukuran 14 (1000-2000 μm). Jenis polimer yang ditemukan yaitu polystyrene, acrylonitrile butadiene, polypropylene, low-density polyethylene, high-density polyethylen, latex, dan nylon. Jumlah potongan plastik paling banyak ditemukan di daerah intertidal pada bulan Juli. Kelimpahan tertinggi mikroplastik terdapat pada daerah muara di bulan November. Secara keseluruhan, kelimpahan mikroplastik didominasi oleh tipe film, kelompok warna hitam dan putih, serta kelompok ukuran 1 dan 14
Pertumbuhan Shorea leprosula Miq. pada Berbagai Jarak Tanam dan Kelas Kelerengan di Hutan Penelitian Gunung Dahu, Kabupaten Bogor
Shorea leprosula Miq. merupakan salah satu jenis dari famili Dipterocarpaceae yang berpotensi tinggi dalam pengembangan hutan tanaman. Penelitian dilakukan dengan mengukur karakteristik pertumbuhannya, seperti tinggi dan diameter, serta mengamati faktor lingkungan tempat tumbuhnya. Analisis data dilakukan dengan uji analisis ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa plot dengan jarak tanam 4 m x 6 m menghasilkan pertumbuhan S. leprosula yang lebih baik dibandingkan plot lainnya dengan nilai riap diameter dan tingginya berturut-turut sebesar 1.49 cm/tahun dan 0.82 m/tahun. Faktor kelerengan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan diameter pada jenis S. leprosula, namun berpengaruh terhadap pertumbuhan tingginya. Kelas kelerengan datar (0-8%) memiliki pertumbuhan tinggi S. leprosula yang lebih baik dibandingkan kelas kelerengan lainnya dengan nilai riap tingginya 0.81 m/tahun. Interaksi antara jarak tanam 4 m x 6 m dan kelas kelerengan agak curam (15-25%) menghasilkan pertumbuhan S. leprosula yang lebih baik dibandingkan interaksi lainnya dengan nilai riap diameter dan tingginya sebesar 1.64 cm/tahun dan 0.83 m/tahun
Deskripsi Karakter Morfologi Nyamuk Puru Pandan Trishormornyia pandani Felt (Diptera: Cecidomyiidae) di Gunung Gede dan Gunung Salak
Trishormornyia pandani (Diptera: Cecidomyiidae) merupakan penyebab
puru pada spesies Pandanus furcatus. Pertama kali dilaporkan oleh Felt di
Cibodas pada tahun 1921. Sejak publikasi hingga saat ini belum ada pembaruan
informasi tentang nyamuk puru pandan. Penelitian ini bertujuan memperoleh
informasi terbaru mengenai deskripsi karakter morfologi nyamuk puru pandan
dan melengkapi informasi yang terbatas. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi
yaitu Gunung Gede dan Gunung Salak. Pengambilan sampel dilakukan dengan
metode purposive sampling. Pemeliharaan puru, pengamatan karakteristik
morfologi imago, pupa dan larva, serta identifikasi parasitoid dilakukan di
laboratorium Biosistematika Serangga. Pengamatan gejala Puru pandan dilakukan
untuk menghitung tingkat intensitas serangan T.pandani di Gunung Gede dan
Gunung Salak. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa imago betina dan jantan
dapat dibedakan berdasarkan warna tubuh, ukuran tubuh, ukuran antena, ukuran
kapsul kepala, perbedaan frons, ukuran sayap, ada tidak nya claws pada tungkai,
perbedaan bentuk abdomen dan genitalia. Pada bagian sayap T.pandani
ditemukan sepasang halter, yang tidak ditemukan pada penelitian sebelumnya.
Bagian tungkai imago betina ditemukan claws. Berdasarkan ukuran tubuh,
terminalia, bakal antena, bakal sayap, dan bakal tungkai pupa dapat dibedakan
antara pupa jantan dan pupa betina. Ukuran panjang tubuh pupa dan imago jantan
lebih pendek daripada pupa dan imago betina. Larva T.pandani memiliki instar
awal dan instar akhir yang dapat dibedakan berdasarkan warna tubuh dan ada
tidaknya kerutan pada bagian abdomen. Tingkat intensitas gejala Puru pandan
yang ditemukan di Gunung Gede dan Gunung Salak berkisar antara 52-71%
Kecernaan Nutrien Kelinci New Zealand White Fase Bunting yang Diberi Ransum Mengandung Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk).
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian ransum komplit yang mengandung daun kelor (Moringa oleifera Lamk) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, dan lemak kasar serta untuk mengetahui level pemberian daun kelor pada ransum yang aman terhadap kecernaan nutrien kelinci. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kelinci betina bunting. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu ransum komplit tanpa daun kelor (P0), ransum komplit dengan penambahan 10% daun kelor (P1), ransum komplit dengan penambahan 20% daun kelor (P2), dan ransum komplit dengan penambahan 30% daun kelor (P3). Analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut Duncan dengan menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun kelor pada ransum komplit tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar, tetapi berpengaruh terhadap kecernaan lemak kasar dan serat kasar. Penambahan daun kelor pada taraf 30% menurunkan kecernaan lemak kasar dan serat kasar. Penambahan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) pada ransum kelinci dapat digunakan hingga taraf 30%
Rancang Bangun Sistem Rantai Pasok Produk Olahan Daging Sapi Dengan Menggunakan Teknologi Blockchain
Dewasa ini, makanan berbahan olahan daging sapi semakin digemari
hampir semua lapisan masyarakat karena rasanya yang lezat dan mudah dalam
penyajiannya. Industri pengolahan daging di dalam negeri mengalami
pertumbuhan produksi rata-rata yaitu sebesar 10 sampai 15 persen. Hal ini disertai
dengan peningkatan permintaan dan perubahan gaya hidup masyarakat yang
beralih ke makanan cepat saji. Persaingan dalam industri produk olahan daging
sangat ketat. Persaingan antar perusahaan dapat dilihat dari variasi dan kualitas
produk, harga yang ditawarkan, kegiatan promosi serta saluran distribusi produk
yang sangat sengit untuk meraih konsumen. Agar dapat bersaing dalam kondisi
usaha tersebut, suatu industri dituntut untuk memiliki sebuah keunggulan yang
kompetitif. Salah satu cara untuk menciptakan keunggulan kompetitif yaitu
dengan melancarkan strategi kegiatan pemasaran yang efektif. Strategi pemasaran
dilakukan dengan pemanfaatan e-commerce.
Permasalahan e-commerce saat ini yaitu masalah ketidakpercayaan
terhadap situs, masalah keamanan dan privasi, sistem database yang masih
terpusat, dan rawan adanya hacking. Berdasarkan permasalahan tersebut, dalam
penelitian ini diusulkan pemanfaatan teknologi blockchain untuk sistem ecommerce.
Pada penelitian ini diambil studi kasus di PT DEE yang merupakan
industri pengolah daging sapi di Bogor. Tahapan penelitian yang dilakukan pada
penelitian ini mengacu pada metode system development life cycle (SDLC).
Pembuatan sistem e-commerce berbasis blockchain dilakukan dengan empat
tahapan, yaitu analisa sistem, desain sistem, implementasi sistem, dan pengujian
sistem. Desain sistem dilakukan dengan menggunakan UML. Implementasi sistem
dilakukan dengan pemanfaatan platform Ethereum.
Hasil dari analisis proses bisnis rantai pasok produk olahan daging sapi di
PT DEE menunjukkan bahwa terdapat empat stakeholder yang terlibat, yaitu PT
DEE, distributor, retailer, dan customer. Sistem e-commerce yang dikembangkan
berfungsi sebagai alat pemasaran baru bagi perusahaan dan dapat membantu
perusahaan mencapai sebuah keunggulan kompetitif. Penelitian ini menghasilkan
rancangan e-commerce dengan memanfaatkan teknologi blockchain dalam bentuk
simulasi paket program. Fitur yang berhasil dikembangkan adalah struk transaksi
dan list order yang ditransparansikan ke seluruh stakeholder yang terlibat.
Pemanfaatan teknologi blockchain dapat membantu meningkatkan kepercayaan
konsumen dan menjamin keamanan transaksi yang dilakukan
Pengembangan Metode Deteksi Tiamina Hidroklorida dengan Teknik Differential Pulse Voltammetry (DPV).
Tiamina merupakan mikronutrien yang berperan penting pada sistem syaraf
dan metabolisme tubuh. Deteksi tiamina dapat dilakukan dengan teknik
voltammetri pada suasana basa. Pada penelitian ini, dikembangkan metode deteksi
tiamina dalam larutan pH netralmenggunakan teknik differential pulse voltammetry
(DPV) pada elektrode karbon kaca. Kondisi optimum pengukuran tiamina
ditentukan dengan memvariasikan parameter potensial praperlakuan, waktu
praperlakuan, potensial step, potensial pulsa, dan waktu pulsa. Hasil penelitian
menunjukkan puncak tiamina terdeteksi pada potensial 0.03 V vs Ag/AgCl. Kondisi
pengukuran tiamina pada pH netral menggunakan metode DPV yang dipilih ialah
pada potensial praperlakuan -1700 mV, waktu praperlakuan 10 s, potensial step 25
mV, dan potensial pulsa 200 mV. Evaluasi kinerja analitik pengukuran memberikan
linearitas dengan nilai R2 sebesar 0.9809 pada rentang konsentrasi 0.6 mM s.d. 1.6
mM, limit deteksi sebesar 5.14 × 10-4M dan limit kuantitasi sebesar 1.71 × 10-3M.
Presisi pengukuran tiamina memiliki nilai %SBR sebesar 4.4573%.Metode deteksi
tiamina yang dikembangkan ini potensial untuk digunakan pada pengukuran
tiamina secara rutin
Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pola Tabungan, Akses Kredit, serta Kesejahteraan Petani di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut
Literasi keuangan telah menjadi isu strategis yang selalu dikaitkan dengan
kesejahteraan finansial. Penelitian terdahulu banyak yang menemukan bahwa
literasi keuangan berpengaruh secara positif terhadap peningkatan aksesibilitas
kredit, mendorong pembentukan tabungan, serta meningkatkan kesejahteraan
rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi
keuangan terhadap pola tabungan, akses kredit dan kesejahteraan rumah tangga
petani. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui
wawancara terhadap 209 rumah tangga petani di Kabupaten Tasikmalaya dan
Kabupaten Garut pada bulan Mei 2016.
Hasil penelitian menggunakan Propensity Score Matching menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam jumlah tabungan, rata-rata
besaran pinjaman, pendapatan dan tingkat pendidikan formal antara petani yang
terliterasi dan tidak terliterasi. Namun, hasil pengolahan data menggunakan
Regresi Linier Berganda menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh
secara signifikan pada tabungan dan akses kredit.
Analisis deskriptif menemukan bahwa terdapat perbedaan karakteristik
demografi, perilaku menabung, dan perilaku pengelolaan keuangan rumah tangga
antara petani yang terliterasi dan tidak terliterasi. Petani yang terliterasi cenderung
lebih terdidik dan lebih mampu melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga
dengan baik. Mereka memiliki rencana pengeluaran rumah tangga, melakukan
pencatatan pengeluaran, dan membiasan anak mereka untuk menabung sejak dini.
Temuan unik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah petani yang tidak
terliterasi sudah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menabung, terlepas dari
tingkat literasi keuangan yang mereka miliki. Petani yang tidak terliterasi
menabung dengan cara yang sederhana, seperti tabungan tunai di rumah, di
sekolah anak, dan di sanak kerabat. Aksesibilitas kredit petani dipengaruhi oleh
usia, tingkat pendidikan formal, keikutsertaan koperasi, dan jarak ke lembaga
keuangan terdekat. Selain itu, dari analisis Propensity Score Matching ditemukan
bahwa besaran jumlah tabungan, besaran jumlah kredit, besaran pendapatan dan
tingkat pendidikan petani yang terliterasi lebih tinggi daripada petani yang tidak
terliterasi