31665 research outputs found
Sort by
Designing Cocoa Supply Chain System based on Blockchain Technology
Kakao masuk ke Indonesia pada zaman penjajahan. Dalam peredaran kakao tentunya tidak terlepas dari adanya rantai pasok. Rantai pasok merupakan kegiatan perencanaan, pewujudan, dan pengendalian efisiensi dan aktivitas aliran dan penyimpanan barang dan jasa serta informasi terkait produsen hingga konsumen.
Pada penelitian ini diambil studi kasus di salah satu usaha pengolahan coklat di Mojokerto. CV. XYZ memiliki permasalahan yaitu harga tawar petani yang rendah, petani hanya dapat menjual biji kakao kepada CV. XYZ, CV. XYZ masih menggunakan teknologi 3.0 yaitu whatsapp untuk berkomunikasi dengan petani dan ketua tani sehingga jumlah biji kakao beserta kualitas yang dihasilkan setiap petani belum dapat termonitor dengan baik, retail masih kesulitan untuk memasarkan produk di luar Mojokerto. Dalam memasuki era industri 4.0 ini permasalahan harus diselesaikan. Salah satu teknologi 4.0 yaitu blockchain dimanfaarkan untuk menyelesaikan permasalahan.
Metode penelitian yang digunakan yaitu system development life cycle yang terdiri dari lima tahap yaitu perencanaan sistem, analisis sistem, desain sistem, implementasi sistem, dan pengujian sistem. Desain sistem menggunakan dua diagram UML yaitu use case diagram dan activity diagram. Dalam implementasi dimanfaatkan ethereum, metamask, dan xampp. Pengujian sistem digunakan pengujian kotak hitam.
Hasil pada penelitian ini yaitu aktor rantai pasok kakao sebelum penerapan blockchain terdiri dari petani, ketua tani, pabrik (CV. XYZ), retailer, dan konsumen. Pada saat telah diterapkan blockchain terdiri dari petani, pabrik (CV. XYZ), retailer, konsumen, dan ditambahkan logistik. Sistem dibangun dalam bentuk e-commerce yang digunakan untuk pengadaan barang dari stakeholder yang berada dalam rantai pasok kakao. Transaksi pada e-commerce telah berjalan di dalam ethereum yang merupakan platform blockchain yang digunakan dan ditandai oleh adanya transaction hash.Cacao entered Indonesia during the colonial era. The circulation of cocoa, cannot be separated from the supply chain. The supply chain is an activity of planning, manifesting, and controlling efficiency and the activity of the flow and storage of goods and services as well as information related to producers to consumers.
In this research, a case study was taken at one of the chocolate processing businesses in Mojokerto. CV. XYZ has a problem that is the low bargaining price of farmers, farmers can only sell cocoa beans to CV. XYZ, CV. XYZ still uses 3.0 technology which is Whatsapp to communicate with farmers and farmer leaders so that the number of cocoa beans along with the quality produced by each farmer cannot be monitored properly, retailers are still having trouble marketing products outside of Mojokerto. In entering the 4.0 industrial era, the problem must be resolved. One of the 4.0 technologies is the blockchain used to solve problems.
The research method used is the system development life cycle which consists of five stages, namely system planning, system analysis, system design, system implementation, and system testing. The system design uses two UML diagrams namely use case diagram and activity diagram. In the implementation, ethereum, metamask, and xampp are utilized. System testing used black-box testing.
The results of this study are the cocoa supply chain actors before the implementation of the blockchain consisting of farmers, head of farmers, factories (CV. XYZ), retailers, and consumers. When the blockchain was implemented, it consisted of farmers, factories (CV. XYZ), retailers, consumers, and logistics added. The system was built in the form of e-commerce which is used to procure goods from stakeholders who are in the cocoa supply chain. Transactions on e-commerce have been running in ethereum which is a blockchain platform that is used and is marked by a transaction hash
Profil Leukosit Setelah Pemberian Aspirin pada Burung Puyuh (Coturnix coturnix Japonica) yang Mengalami Cekaman Panas
Beternak burung puyuh di Indonesia seringkali dihadapkan pada kendala
tingginya suhu lingkungan yang dapat menyebabkan stres. Pemberian obat
dilakukan untuk menjaga burung puyuh tetap sehat. Salah satu obat yang mampu
meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi stres yaitu sediaan
aspirin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan potensi pemberian aspirin
dalam mengatasi stres pada burung puyuh yang diberikan cekaman panas. Burung
puyuh sebanyak 16 ekor dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok
berisi 4 ekor. Sediaan aspirin yang diberikan dilakukan secara oral dengan dosis
yang berbeda untuk masing-masing kelompok setiap satu hari sekali. Dosis
aspirin yang digunakan sebesar 0 mg/kg BB sebagai kontrol negatif, 2.52 mg/kg
BB, 5.04 mg/kg BB, dan 10.08 mg/kg BB. Cekaman panas dilakukan selama 8
hari pada suhu 35 °C. Pengambilan sampel berupa darah diambil melalui vena
jugularis untuk dianalisis profil leukositnya. Metode analisis untuk mendapatkan
jumlah leukosit menggunakan kamar hitung Neubauer dan pewarnaan Rees &
Ecker sedangkan untuk mengetahui diferensial leukosit menggunakan preparat
ulas darah dan pewarnaan Giemsa. Hasil penelitian memperlihatkan pemberian
aspirin dapat menurunkan indeks stres akibat cekaman panas jika dibandingkan
dengan kelompok kontrol negatif yaitu kelompok yang tidak diberikan aspirin
(P<0.05). Selain itu, pemberian aspirin mampu menurunkan jumlah leukosit
akibat cekaman panas. Pemberian aspirin juga mampu memperbaiki diferensial
leukosit yang ditandai dengan penurunan persentase heterofil dan peningkatan
persentase limfosit, namun tidak merubah persentase monosit, eosinofil, dan
basofil
Konversi Limbah Plastik dari Kampus IPB Darmaga Menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Menggunakan Metode Pirolisis
Pirolisis merupakan alternatif pengolahan sampah plastik yang produknya berupa bahan bakar minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur timbulan sampah plastik, menentukan komposisi sampah plastik, serta menentukan kelayakan ekonomi pengolahan sampah plastik menjadi BBM. Penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga Juli 2020 menggunakan data primer hasil pengukuran di lapangan. Sampah plastik yang digunakan dalam proses pirolisis merupakan lima jenis plastik dari TPA Cikabayan Kampus IPB Darmaga yaitu low-density polyethylene (LDPE), high-density polyethylene (HDPE), polypropylene (PP), polyethylene terephthalate (PET), dan polystyrene (PS). Sampah dipisahkan dan ditimbang berdasarkan komposisinya kemudian diolah menjadi bahan bakar minyak dengan metode pirolisis. Rata-rata bangkitan sampah plastik yang dihasilkan sebesar 39,4 kg/hari. Berdasarkan hasil pirolisis, jenis plastik yang menghasilkan volume BBM tertinggi hingga terendah secara berturut-turut yaitu PP, LDPE, PS dan PET. Analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa jenis plastik LDPE, PP, PET dan PS tidak layak secara ekonomi
Metode Seleksi Fitur Kolaboratif Filter Varian Rendah dan Korelasi Pearson Exclude untuk Klasifikasi Bot dan Brute Force.
Malware merupakan ancaman kejahatan bagi dunia cyber saat ini. Tercatat,
bentuk serangan malware yang terbanyak dan tertinggi itu adalah Bot diikuti oleh
Brute Force. Bot bekerja menyusup dan merusak sistem seperti zombie. Sedangkan,
Brute Force memiliki algoritme untuk menjebol akses ke data yang terenkripsi
seperti pencurian data. Kedua serangan tersebut jika tidak dikendalikan akan
merugikan pengguna internet. Penelitian ini mengujikan filter varian rendah
dikombinasikan dengan korelasi Pearson exclude dan Decision tree. Setiap fitur
nilai varian di bawah 0.016 akan dihapus, diuji tingkat korelasinya dengan angka
threshold 0.1 - 0.4, dan diklasifikasikan dengan pengolahan data latih menjadi
sebuah model. Metode seleksi fitur yang dilakukan berhasil membuat model
klasifikasi Bot dan Brute Force dengan berkinerja baik. Mengurangi jumlah fitur
dari 83 fitur menjadi 10 fitur terseleksi untuk Bot, 15 fitur terseleksi untuk Web
Attack Brute Force dan 10 fitur terseleksi untuk SSH – Patator. Hasil akurasi
tertinggi dari model klasifikasi Bot sebesar 99.5% dengan threshold 0.4, Web
Attack Brute Force tertinggi sebesar 99.8% dengan threshold 0.1 dan SSH - Patator
sebesar 99.7% dengan threshold 0.4. Nilai presisi untuk Bot tertinggi sebesar
98.5% dengan threshold 0.1 dan 0.3, Web Attack Brute Force sebesar 100% dengan
threshold 0.3 dan SSH - Patator tertinggi sebesar 99.7% dengan threshold 0.3 dan
0.4. Nilai recall untuk Bot tertinggi sebesar 99.5% dengan threshold 0.1 dan 0.3,
Web Attack Brute Force sebesar 100% dengan threshold 0.1 dan SSH - Patator
sebesar 99.8% dengan threshold 0.1 dan 0.2
Arang Aktif Cangkang Buah Bintaro (Cerbera manghas) sebagai Adsorben Logam Merkuri (Hg).
Buah bintaro (Cerbera manghas) sebagai limbah yang belum banyak dimanfaatkan dapat diubah menjadi arang aktif yang bermanfaat untuk menjerap logam berat merkuri. Tujuan penelitian ini adalah membuat arang aktif dari cangkang buah tersebut dan menentukan kapasitas adsorpsinya terhadap logam merkuri. Arang diaktivasi secara kimia dan fisik (uap) dengan beberapa ragam kondisi yaitu (1) aktivasi fisik, (2) aktivasi kimia dengan konsentrasi H3PO4 (10%, 15%, dan 20%), serta (3) aktivasi kombinasi aktivasi kimia konsentrasi H3PO4 (10%, 15%, dan 20%) dan dilanjutkan dengan aktivasi fisik dengan lama uap 60 menit. Kualitas produk didasarkan pada Standar Nasional Indonesia (SNI 06-3730-1995). Hasilnya menunjukkan bahwa arang aktif terbaik diperoleh pada kombinasi H3PO4 15%–uap 60 menit dengan ciri kadar air 4.48%, kadar zat terbang 6.8%, kadar abu 8.58%, kadar karbon terikat 84.62%, dan daya jerap iodin 780.96 mg/g. Berdasarkan hasil percobaan dan studi literatur, arang aktif terbaik cangkang buah bintaro diprediksi memiliki nilai kapasitas adsorpsi cukup baik terhadap logam merkuri
Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Aplikasi Mikoriza pada Kondisi Cekaman Kekeringan
Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang cukup rentan terhadap kekeringan. Salah satu upaya untuk meningkatkan resistansi tanaman kakao terhadap kondisi kekeringan ialah dengan aplikasi mikoriza. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh cekaman kekeringan dan aplikasi mikoriza terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit kakao, serta menentukan jenis konsorsium mikoriza yang menghasilkan resistansi optimum terhadap kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan yakni jenis mikoriza dan tingkat cekaman kekeringan dengan pendekatan kadar air pada kapasitas lapang (KL). Berdasarkan hasil penelitian, kondisi cekaman kekeringan secara nyata menghambat pertumbuhan tinggi bibit, diameter batang, jumlah dan luas daun, berat basah dan kering bibit, panjang dan volume akar, konsentrasi klorofil, serta efisiensi penggunaan air. Adapun aplikasi mikoriza pada bibit kakao dapat meningkatkan semua parameter pertumbuhan dan perkembangan serta resistensi tanaman selama kondisi cekaman kekeringan. Aplikasi mikoriza yang paling efektif dalam meningkatkan resistansi tanaman selama kondisi cekaman kekeringan ialah jenis mikoriza dari Balittri. Hal tersebut dikarenakan tingginya persentase infeksi mikoriza dari Balittri pada akar tanaman, sehingga dapat meningkatkan daya serap air dan unsur hara
Pengaruh Kombinasi Strands Bambu Andong dan Betung Terhadap Kualitas Bambu Oriented Strand Board
Bambu merupakan salah satu bahan alternatif untuk produk papan
komposit seperti Bambu Oriented Strand Board (BOSB) dengan sifat fisis dan
mekanis yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat
fisis dan mekanis BOSB yang terbuat dari berbagai kombinasi jenis bambu.
Strand bambu Andong (Gigantochloa pseudoarundinaceae) dan bambu Betung
(Dendrocalamus asper) diberi perlakuan steam pada suhu 126 ºC dan tekanan
0.14 MPa selama 1 jam dilanjutkan dengan bilas NaOH 1%. OSB dibuat dengan
empat tipe meliputi BOSB Betung tunggal, BOSB Andong tunggal, BOSB
hibrida Andong Betung, dan BOSB hibrida Betung Andong. Strand unutk
masing-masing tipe BOSB kemudian dicampur dengan perekat phenol
formaldehyde (PF) (SC=44.78%) dengan kadar perekat 10%. Campuran tersebut
disusun tiga lapisan dengan nisbah 25/50/50 (face/core/back) dalam cetakan
berukuran (30x30x0.9) cm3. Selanjutnya dilakukan proses kempa pada suhu 135
oC dan tekanan 2.45 MPa selama 9 menit. BOSB kemudian dikondisikan selama
14 hari. Evaluasi sifat fisis dan mekanis BOSB dilakukan berdasarkan standar JIS
A 5908-2003 tentang particleboards dan dibandingkan dengan Canadia
Standards Association (CSA) 0437.0 (Grade O-1). Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi bambu mempengaruhi sifat fisis dan
mekanis BOSB. Penggunaan kombinasi bambu sangat potensial untuk
dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan salah satu bahan baku BOSB
Minat Mahasiswa Program Sarjana untuk Melanjutkan Studi pada Program Magister Ilmu Manajemen IPB
Kemajuan teknologi menuntut tersedianya sumber daya manusia yang
mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Hal tersebut
membuat mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan sarjana dihadapkan
pada pilihan bekerja atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif, serta
kontrol perilaku terhadap minat mahasiswa program sarjana untuk melanjutkan
studi pada Program Magister Ilmu Manajemen IPB. Metode pengambilan sampel
yang digunakan adalah metode non probability sampling dengan teknik
convenience sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, dan analisis
SEM-AMOS (Structural Equation Model-Analysis of Moment Structure) dan
didasarkan pada teori perilaku terencana (Theory of Planned Behavior). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh
signifikan terhadap minat mahasiswa program sarjana melanjutkan studi magister
pada Program Magister Ilmu Manajemen IPB
Ketimpangan Ekonomi Antarwilayah di Pulau Kalimantan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Pulau Kalimantan merupakan pulau yang memiliki PDRB per kapita tertinggi di Indonesia, tetapi tingginya PDRB per kapita tersebut disebabkan oleh tingginya PDRB per kapita di wilayah tertentu saja. Hal ini mengindikasikan adanya ketimpangan ekonomi antarwilayah yang terjadi di Pulau Kalimantan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji tingkat ketimpangan ekonomi antarwilayah di Pulau Kalimantan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil analisis dengan menggunakan indeks Williamson menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan ekonomi antarwilayah di Pulau Kalimantan yang memperhitungkan sektor pertambangan dan penggalian tergolong tinggi dan lebih tinggi daripada tanpa memperhitungkan sektor tersebut serta tingkat ketimpangan keduanya cenderung menurun. Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi yang memiliki tingkat ketimpangan ekonomi antarwilayah tertinggi di Pulau Kalimantan. Analisis regresi data panel menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan ekonomi antarwilayah adalah PDRB per kapita, keterbukaan ekonomi, dan rasio sektor pertanian terhadap PDRB dengan arah pengaruh yang negatif, kecuali keterbukaan ekonomi yang memberikan pengaruh yang positif. Hasil penelitian tersebut mengimplikasikan bahwa untuk menurunkan tingkat ketimpangan ekonomi antarwilayah di Pulau Kalimantan maka PDRB per kapita perlu terus ditingkatkan melalui peningkatan kinerja sektor pertanian dan peningkatan pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi daripada impor
Identifikasi Zona Geomorfologi Perairan Dangkal Pulau Biawak Menggunakan Citra SPOT 6
Pulau Biawak ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut Daerah Kabupaten Indramayu menurut dasar hukum Surat Keterangan Bupati Indramayu pada tanggal 7 April 2004. Oleh karena itu studi tentang kondisi Pulau Biawak seperti gambaran distribusi spasial profil zona geomorfologi perairan dangkal dibutuhkan untuk pertimbangan dalam pengelolaan potensi sumberdaya pesisir dan laut. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah analisis dengan perangkat Benthic Terrain Modeler (BTM) pada data batimetri hasil regresi komposit citra SPOT 6 hasil fusi terhadap kedalaman sebenarnya. Perangkat BTM terdiri atas beberapa tools yang dapat menganalisa bidang rataan perairan dangkal dengan menghasilkan estimasi bathymetric position index (BPI), standardized BPI, dan slope (kemiringan). Fusi citra mampu memperjelas gambaran secara visual berupa perubahan warna yaitu citra multispektral asli memiliki warna yang lebih gelap sedangkan citra hasil brovey transform memiliki warna yang lebih terang dan tampak lebih spesifik serta heterogen di daerah perairan dangkalnya. Algoritma band tunggal dapat menghasilkan peta batimetri perairan dangkal dengan koefisien korelasi sebesar 0.91 dan root mean square error (RMSE) sebesar 0.22 m. Tools BTM dapat memetakan zona geomorfologi perairan dangkal berdasarkan identifikasi lima kelas dari classification dictionary yang digunakan, yaitu 1) crest ridgetop, boulder, ridges; 2) depression; 3) crests; 4) flats; dan 5) slopes