31665 research outputs found
Sort by
Analisis Biaya Produksi Kusen, Daun Pintu, dan Jendela Studi Kasus di CV Mulya Abadi Bogor
Produksi kayu olahan yang meliputi kusen, daun pintu dan jendela merupakan sektor industri yang berkembang di Indonesia. CV Mulya Abadi merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi kusen, daun pintu dan jendela. Tota Produksi CV Mulya Abadi pada tahun 2018 sebesar 1694 unit dengan total bahan baku 117.82 m3 kayu dengan berbagai jenis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi, Break Even Point (BEP), dan profitabilitas usaha kusen, daun pintu dan jendela. Hasil Penelitian ini menunjukkan biaya total biaya produksi CV Mulya Abadi sebesar Rp 1.76 milyar. Total jumlah nilai BEP yang diperoleh pada produksi daun pintu yaitu sebesar 24.64 m3/tahun, kusen pintu sebesar 31.91 m3/tahun, daun jendela sebesar 17.97 m3/tahun, dan kusen jendela sebesar 5.63 m3/tahun. Return on Investment (ROI) CV Mulya Abadi sebesar 44.75 % maka produksi kusen, daun pintu dan jendela sudah menguntungkan
Estimasi Nilai Kehilangan Ekonomi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Siswa Menyisakan Makanan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Bogor
Indonesia dengan jumlah populasi dan aktivitas ekonomi yang tinggi menempati urutan kedua penghasil sisa makanan terbesar di dunia. Aktivitas diberbagai sektor perekonomian merupakan penyumbang terhadap sisa makanan yang dihasilkan, salah satunya adalah sektor pendidikan. Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk salah satu yang berpotensi menghasilkan sisa makanan karena adanya aktivitas konsumsi di kantin SMA, dimana siswa sering tidak menghabiskan makanan yang telah dibeli. Sisa makanan yang dihasilkan siswa di kantin SMA kemungkinan jumlahnya relatif kecil, akan tetapi kebiasaan menyisakan makanan tersebut menyebabkan pemborosan pangan dan sumberdaya, sementara masih banyak pihak yang mengalami kekurangan makanan. Kajian ini mencakup: (1) jumlah dan nilai kehilangan dari sisa makanan di kantin SMA Kota Bogor, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku siswa menyisakan makanan di kantin SMA Kota Bogor, dan (3) alternatif solusi untuk mempengaruhi perilaku siswa mengurangi sisa makanan di kantin SMA Kota Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, pendekatan harga bahan mentah, pendekatan harga matang makanan, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sisa makanan yang berasal dari kantin SMA di Kota Bogor sebesar 21.517,09 kg/tahun atau senilai Rp 331.547.932,00 berdasarkan harga mentah atau Rp 943.149.466,00 berdasarkan harga matang. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku siswa menyisakan makanan yaitu jenis kelamin, uang saku, kebiasaan menyisakan makanan, dan porsi makanan yang disajikan. Alternatif solusi yang dapat dilakukan yaitu sistem penyajian nasi secara prasmanan, pilihan porsi nasi, dan kampanye untuk tidak menyisakan makanan guna menghindari siswa terbiasa berperilaku menyisakan makanan
Lactobacillus plantarum SK(5) Asal Bekasam sebagai Starter dalam Fermentasi Susu dan Fortifikasi Spirulina platensis pada Produk.
Lactobacillus plantarum SK(5) asal bekasam diketahui memiliki
aktivitas lipase dan protease serta telah teridentifikasi sebagai kandidat probiotik.
Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh penggunaan L. plantarum SK(5)
sebagai starter selama fermentasi dan menentukan pengaruh fortifikasi S. platensis
selama penyimpanan terhadap karakterisitik mikrobiologis kimiawi dan fisik
produk. Konsentrasi starter yang digunakan pada proses fermentasi, yaitu 10%,
15% dan 20%, konsentrasi S. platensis yang digunakan untuk fortifikasi produk,
yaitu 0%, 0.25% dan 0.5%. Karakteristik mikrobiologis, kimiawi dan fisik susu
fermentasi diamati setiap 12 jam selama 24 jam. Susu fermentasi terpilih
difortifikasi dengan S. platensis dan diamati setiap 7 hari selama 28 hari
penyimpanan suhu dingindan dikarakterisasi kadar lemak, protein dan total
padatannya setelah 28 hari penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan
starter dengan konsentrasi berbeda selama 24 jam fermentasi dapat meningkatkan
nilai total BAL, TAT dan viskositas, serta menurunkan pH. Fortifikasi S. platensis
memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap karakteristik produk yang
dihasilkan selama penyimpanan. Semakin banyak penambahan S. platensis
semakin besar jumlah kadar lemak, protein dan total padatan produk
Optimasi Dosis Pupuk K untuk Produksi dan Kualitas Hasil Panen Buah Okra Muda (Abelmonchus esculentus L. Moench).
Okra merupakan tanaman yang kaya akan nutrisi. Produksi buah muda okra
dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi
pengaruh pemberian pupuk K untuk produksi dan kualitas hasil panen buah okra
muda serta untuk menentukan dosis pupuk K optimum. Penelitian dilaksanakan
dari bulan November 2019 hingga Maret 2020 di Kebun Percobaan IPB
Cikarawang, Dramaga, Bogor. Penelitian menggunakan rancangan kelompok
lengkap teracak 1 faktor dengan 4 dosis (0, 75,150, dan 225 kg KCl ha-1) dan 4
ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk tidak memberikan
pengaruh yang nyata terhadap karakter keragaan tanaman, produksi dan kualitas
buah okra, kecuali tinggi tanaman pada 13 MSP. Analisis regresi linier
menunjukkan bahwa produksi buah meningkat dengan bertambahnya dosis pupuk
yang diberikan dengan korelasi yang kuat antara dosis pemupukan KCl dengan
produksi buah (r=0.9741). Penelitian ini belum dapat menentukan dosis optimum
pemupukan K karena tidak menunjukkan pola respon kuadratik
Studi Komparatif Bakteri Endofit Tunggal dan Konsorsium dalam Mengendalikan Meloidogyne spp. pada Tanaman Tomat
spp.) belum dibahas lebih dalam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan bakteri endofit tunggal dan konsorsium dalam pengendalian nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tomat, khususnya pengaruhnya terhadap mortalitas J2 Meloidogyne spp. dan kemampuannya dalam menekan puru akar tomat serta sebagai pemacu pertumbuhan tanaman. Penelitian melalui studi pustaka ini menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit tunggal dan konsorsium efektif meningkatkan persen kematian J2 Meloidogyne spp. secara in vitro, pertumbuhan tanaman tomat, dan menekan puru akar pada tanaman tomat. Aplikasi isolat konsorsium bakteri endofit lebih baik dalam menekan populasi J2 Meloidogyne spp. secara in vitro dibandingkan dengan isolat tunggal, yaitu dengan kisaran 62%-100%. Aplikasi isolat konsorsium bakteri endofit lebih baik dalam memberikan efek pemacu pertumbuhan (tinggi tanaman, panjang akar, dan bobot basah) dibandingkan dengan isolat tunggal. Namun, aplikasi tunggal bakteri endofit lebih baik dalam menekan puru akar Meloidogyne spp. hingga 86%, dibandingkan dengan isolat konsorsium bakteri endofit hingga 75%
Analisis Fitokimia, Ekstraksi, Fraksionasi, dan Ulasan Potensi Temu Mangga (Curcuma mangga) sebagai Antioksidan
Temu mangga (Curcuma mangga) adalah tanaman Zingiberaceae yang
memiliki sifat farmakologis sebagai antioksidan. Namun, studi komprehensif
mengenai senyawa aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan masih
terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis fitokimia,
mengekstraksi, memfraksionasi serta mengulas potensinya sebagai antioksidan.
Sampel rimpang dimaserasi dengan metanol, selanjutnya dipartisi bertahap
dengan pelarut berturut-turut: n-heksana, etil asetat, dan residu akhir dilarutkan
dalam metanol. Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kasar metanol
dan fraksi etil asetat adalah alkaloid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Fraksi
etil asetat difraksionasi menggunakan kromatografi cair vakum dengan eluen nheksana:
etil asetat, menghasilkan 5 fraksi dan Fraksi D difraksionasi
menggunakan kromatografi radial dengan eluen diklorometana:etil asetat
menghasilkan 64 eluat. Ulasan potensi aktivitas antioksidan temu mangga dan
spesies Zingiberaceae lainnya menunjukkan bahwa temu mangga berpotensi
sebagai sumber antioksidan karena kandungan kurkuminoidnya
Karakeristik Sifat Mekanis Tangkai Palem Raja (Rosystonea regia) (Kunth) F. Cook
Palem merupakan tumbuhan monokotil (berkeping satu) yang berbatang tunggal maupun berumpun. Salah satu palem yang saat ini banyak ditanam sebagai tanaman hias adalah palem raja (Roystonea regia). Dengan meningkatnya pemanfaatan palem oleh masyarakat, maka semakin tinggi limbah yang ditinggalkan salah satunya adalah bagian daun. Daun palem raja yang selama ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat dan lebih bersifat limbah biasanya daun ini hanya ditumpuk disekitar pohon saja. Daun ini sebenarnya memiliki potensi. Pemanfaatan daun ini bermula dari banyaknya pelepah yang dibuang pada saat pemanenan yang tidak digunakan. Dalam pemanfaatannya, palem raja perlu diketahui karakteristiknya seperti sifat fisis dan mekanisnya pada bagian tangkai. Dalam pengujian ini tangkai palem raja dibedakan dalam dua kondisi (hijau dan coklat) dan tiga bagian pangkal, tengah, dan ujung untuk pengujian tarik ikatan serat. Tangkai pada kondisi hijau memiliki nilai kadar air dan kerapatan lebih tingi daripada tangkai pada kondisi coklat. Berbanding lurus dengan sifat mekanis yaitu tarik ikatan serat, tarik sejajar serat, dan kekerasan yang memiliki nilai lebih tinggi pada kondisi hijau. Tangkai palem raja memiliki potensi untuk dijadikan material penguat atau sebagai serat alam dalam pembuatan komposit
Kuat Tumpu Baut pada Berbagai Variasi Tebal Strand Woven Bamboo (SWB).
Pemintaan akan produk bahan struktural serta teknologi yang semakin meningkat memicu perkembangan produk rekayasa bambu yang salah satunya adalah strand woven bamboo (SWB) atau bamboo scrimber. Sambungan diperlukan dalam konstruksi mengingat keterbatasan dalam ukuran, luasan, serta kekuatan material. Salah satu parameter yang mempengaruhi desain sambungan adalah kekuatan tumpu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tumpu baut pada berbagai variasi tebal dan arah pembebanan strand woven bamboo (SWB). Pengujian yang dilakukan meliputi sifat fisis, mekanis, dan kuat tumpu baut. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tumpu baut SWB paling tinggi dihasilkan oleh contoh uji ketebalan 3 cm dengan pembebanan arah lebar (1233.73 kgf/cm2). Variasi ketebalan contoh uji dan arah pembebanan (panjang, lebar, dan tebal) masing-masing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kuat tumpu yang diperoleh
Analisis Strategik untuk Meningkatkan Kunjungan Kembali Mahasiswa Mobilitas Internasional: Studi di Indonesia dan Malaysia
Salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi bertaraf internasional
adalah jumlah mahasiswa asing. Hal ini terdapat pada penilaian ranking institusi
baik nasional maupun internasional seperti QS World University Ranking, dan
Times Higher Education University Ranking. Tujuan penelitian ini adalah untuk
merumuskan rekomendasi strategi dalam meningkatkan niat kunjungan kembali
mahasiswa internasional di IPB University dan Universiti Putra Malaysia (UPM)
melalui pendekatan Host Destination Attributes. Perancangan dari atribut- atribut
tersebut akan melibatkan pihak internal dan eksternal universitas. Hasil analisis
diproses secara kuantitatif menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA),
analisis tabulasi silang dan Simple Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil
penelitian memberikan prioritas strategi bagi IPB yaitu berfokus dalam
mengembangkan transformasi digital dan sistem informasi. Sedangkan UPM lebih
fokus pada konsep Resources Based View (RBV) untuk meningkatkan kunjungan
kembali
Hubungan Karakteristik Kewirausahaan dengan Keberhasilan Usaha Bakso di Kota Bogor
Bakso merupakan makanan siap saji yang masih disukai masyarakat
khsususnya di Kota Bogor. Usaha bakso tidak sulit untuk dijalankan. Meskipun
telah banyak restoran-restoran yang menyediakan menu bakso dengan tempat
yang menyenangkan, namun keberadaan usaha bakso dalam bentuk skala kecil di
Kota Bogor terlihat masih bertahan. Dalam menjalankan usaha diduga para pelaku
usaha bakso di Kota Bogor memiliki karakter kewirausahaan yang berpengaruh
terhadap keberhasilan usaha yang dijalankanya. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis dan mendeskripsikan karakteristik wirausaha pelaku usaha bakso di
Kota Bogor dan menganalisis hubungan Karakteristik wirausaha terhadap
keberhasilan usahanya. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rank Spearman. Penentuan sampel pada penelitian ini dengan teknik convenience
sampling. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa hampir
semua karakter wirausaha berkorelasi signifikan dengan keberhasilan usaha dari
segi pertumbuhan usaha dan peningkatan omzet kecuali pada karakter percaya diri
dan kepemimpinan