Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Penapisan Potensi Ekstrak Empat Tumbuhan Asteraceae sebagai Antikanker.

    No full text
    Tumbuhan famili Asteraceae berpotensi sebagai antikanker, termasuk bandotan (Ageratum conyzoides), sintrong (Crassocephalum crepidioides), kirinyu (Chromolaena odorata), dan sembung (Mikaina micrantha). Penelitian ini bertujuan menentukan spesies terbaik sebagai agen antikanker pada keempat tumbuhan tersebut dan menduga senyawa aktifnya. Ekstrak air setiap sampel difraksionasi dengan kloroform sehingga didapat fraksi air dan fraksi kloroform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat tumbuhan memiliki kandungan fitokimia, seperti minyak atsiri, flavonoid, fenolik, terpenoid, dan steroid. Toksisitas melalui uji letalitas larva udang menunjukkan bahwa keempat tumbuhan bersifat toksik dengan nilai LC50, yaitu 0.68, 13.77, 196.11, dan 901.00 μg/mL sehingga diduga bersifat sebagai antikanker. Senyawa eupalestin dan sinensetin pada bandotan, ombuin dan asam vanilat pada kirinyu, 1-metil-2-pirolidinon dan benzofuran pada sintrong dilaporkan sebagai senyawa antikanker. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa bandotan yang paling toksik dibandingkan tumbuhan lainnya dan paling berpotensi sebagai sumber senyawa antikanker

    Pengaruh Keberadaan Industri Kelapa Sawit terhadap Taraf Hidup Rumah Tangga Buruh Pabrik dan Buruh Kebun.

    No full text
    Industri kelapa sawit merupakan salah satu faktor yang dapat memicu percepatan pembangunan nasional karena akan membawa pengaruh terhadap taraf hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun kelapa sawit serta keberadaan industri kelapa sawit terhadap taraf hidup rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun kelapa sawit. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada komunitas Desa Bukit Indah dan Desa Giri Kencana dengan jumlah responden yaitu 40 rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun kelapa sawit. Teknik pengambilan responden menggunakan cluster random sampling. Data penelitian diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 dan SPSS version 21 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik rumah tangga buruh pabrik dan buruh kebun kelapa sawit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap taraf hidup rumah tangganya. Selain itu, keberadaan industri kelapa sawit berpengaruh secara signifikan terhadap taraf hidup rumah tangga buruh kebun kelapa sawit saja, yaitu pada variabel tingkat kesempatan kerja dan tingkat dampak terhadap lingkungan. Tingkat kesempatan kerja rendah dan tingkat dampak terhadap lingkungan yang tinggi mengakibatkan taraf hidup rumah tangga buruh kebun kelapa sawit lebih rendah dibandingkan taraf hidup rumah tangga buruh pabrik

    Analisis Keberlanjutan Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Garut, Jawa Barat

    No full text
    Konsep keberlanjutan muncul dan berkembang sebagai kritik terhadap orientasi pembangunan yang cenderung menjadi bias karena hanya mengejar pertumbuhan atau peningkatan produksi. Akibatnya, tujuan utama pembangunan yaitu pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat seolah tersisihkan. Keberlanjutan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengembangan pertanian yang berkelanjutan merupakan suatu langkah penting dalam upaya pembangunan guna mencapai kesejahteraan petani maupun masyarakat pada umumnya. Salah satu komoditas pertanian yang mendapat perhatian penting adalah bawang merah. Bawang merah merupakan komoditas penting yang termasuk dalam kelompok rempah tak bersubstitusi, memiliki nilai ekonomi tinggi, berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi wilayah, dan sebagai sumber pendapatan serta kesempatan kerja. Kabupaten Garut telah dikembangkan sebagai sentra produksi bawang merah sejak tahun 2015. Usahatani bawang merah di Kabupaten Garut memiliki karakteristik yang menarik. Pada umumnya bawang merah dibudidayakan di musim kemarau karena pada musim penghujan tanaman bawang merah rentan terserang hama dan penyakit. Namun demikian, usahatani bawang merah di Kabupaten Garut lebih banyak dilakukan di musim penghujan karena berbagai kendala. Tujuan umum penelitian ini yaitu mengevaluasi keberlanjutan usahatani bawang merah di Kabupaten Garut dengan basis efisiensi. Penelitian ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama membahas mengenai pendapatan dan faktor-faktor yang memengaruhi produksi, bagian kedua membahas efisiensi produksi, dan bagian ketiga menganalisis status keberlanjutan usahatani bawang merah di Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan data primer cross section, sebanyak 100 usahatani sampel yang terdiri dari 70 usahatani di musim penghujan dan 30 usahatani di musim kemarau. Analisis dilakukan dengan membandingkan musim penanaman. Hal tersebut secara tidak langsung juga mewakili perbedaan karakteristik agroekosistem, dimana usahatani bawang merah pada musim penghujan dilakukan di ladang dan musim kemarau dilakukan di lahan sawah. Berdasarkan hasil estimasi model fungsi produksi Cobb-Douglas, diketahui bahwa penggunaan bibit, pupuk organik, pestisida, tenaga kerja pria, dan tenaga kerja wanita berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang merah. Penggunaan pupuk anorganik sudah tidak memberikan kontribusi signifikan karena jumlahnya sudah melebihi dosis anjuran. Terdapat perbedaan signifikan antara produksi bawang merah di musim penghujan dan musim kemarau. Usahatani bawang merah yang dilakukan di musim kemarau (lahan sawah) menghasilkan produksi yang lebih tinggi dibandingkan di musim penghujan (ladang). Keuntungan usahatani bawang merah di musim kemarau sebesar Rp 61,709,220 /ha dengan profitabilitas sebesar 77%, lebih tinggi dibanding di musim penghujan yaitu Rp 46,446,607 /ha dengan profitabilitas sebesar 53%. Hasil analisis efisiensi produksi menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kabupaten Garut telah efisien secara teknis, namun belum efisien secara v alokatif dan ekonomi. Rata-rata nilai efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi pada musim penghujan yaitu 0.918, 0.545, dan 0.501, dan pada musim kemarau yaitu 0.844, 0.374, dan 0.315. Hal ini mengindikasikan masih terdapat potensi untuk meningkatkan produktivitas bawang merah melalui upaya peningkatan efisiensi. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis yaitu residu nitrogen, jarak tanam bibit, mekanisasi, pengalaman bertani, dan keanggotaan kelompok tani. Keberlanjutan usahatani bawang merah dianalisis menggunakan pendekatan Sustainable Value Added (SVA), dengan rata-rata nilai dari 10% usahatani sampel dengan efisiensi tertinggi sebagai benchmark. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kabupaten Garut pada kedua musim memiliki rata-rata nilai keberlanjutan negatif. Artinya nilai manfaat yang diciptakan belum mampu menutupi opportunity cost dari sumberdaya yang digunakan dibandingkan dengan usahatani benchmark. Potensi peningkatan nilai penerimaan apabila sustainable efficiency dapat dicapai yaitu sebesar Rp 14,785,184 pada musim penghujan dan Rp -4,752,558 pada musim kemarau. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usahatani bawang merah yaitu efisiensi teknis, efisiensi alokatif, harga output, mekanisasi, penyuluhan, dan musim tanam. Sebagai langkah awal dalam upaya mencapai keberlanjutan, usahatani harus mampu mencapai efisiensi terlebih dahulu. Perbaikan dari sisi penggunaan input produksi (efisiensi alokatif) lebih relevan dan memberikan kontribusi yang lebih dominan dibandingkan dengan peningkatan produksi melalui pencapaian efisiensi teknis dalam upaya pencapaian keberlanjutan usahatani bawang merah melalui pencapaian efisiensi. Penyediaan informasi harga dan rekomendasi penggunaan input diperlukan untuk mendukung usahatani bawang merah. Penyaluran informasi dapat dilakukan melalui lembaga pertanian seperti penyuluh, kelompok tani, dan instansi pemerintah terkait. Diperlukan analisis lebih lanjut mengenai penggunaan input optimal yang dapat meningkatkan efisiensi usahatani dan mendukung tercapainya usahatani bawang merah yang berkelanjutan. Petani disarankan untuk mulai menjalankan usahatani bawang merah di musim kemarau karena memiliki potensi yang lebih tinggi dibanding usahatani pada musim penghujan

    Analisis In-Silico Pegaruh Konformasi Molekul Benzileugenol Dibromida pada Sinyal Resonans Magnetik Inti

    No full text
    Spektroskopi resonans magnetik inti (NMR) banyak digunakan untuk menentukan struktur molekul, termasuk benzileugenol dibromida. Pada umumnya, struktur suatu senyawa pada suhu tertentu adalah sebuah conformer/rotamer ensemble (CRE) yang dimungkinkan terjadi pada suhu tersebut. Spektroskopi NMR eksperimental tidak dapat mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh dari setiap CRE pada sinyal NMR. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh konformasi benzileugenol dibromida pada sinyal NMR secara teoretis menggunakan kimia komputasi spektrum NMR spin-spin coupled automatis berbasis kimia kuantum. Parameter NMR benzileugenol dibromida yang dihitung secara teoretis menghasilkaan perbedaan nilai tetapan kopling (J) 0–2 Hz dan geseran kimia (δ) 0.2–0.5 ppm dengan eksperimental. Terungkap beberapa faktor yang berpengaruh pada sinyal NMR benzileugenol dibromida, yakni faktor sterik, anisotropi, dan konformasi halogen

    Perlakuan Priming Benih Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) untuk Mempertahankan Mutu Fisiologi Benih Selama Penyimpanan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh priming dan periode simpan terhadap mutu fisiologi benih kecipir. Perlakuan priming dilakukan dengan merendam benih dalam air dan KNO3 3% kemudian dikeringkan dan disimpan dalam suhu ruang menggunakan kemasan polietilen. Benih yang telah dikemas sebagai perlakuan kontrol, perendaman dengan air dan perendaman dengan KNO3 3% diamati perkecambahannya pada 0, 4 dan 8 minggu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan priming tidak berpengaruh nyata terhadap mutu fisiologi benih kecipir dibandingkan kontrol. Periode simpan berpengaruh terhadap mutu fisiologi benih kecipir. Tolok ukur kecepatan tumbuh mengalami peningkatan pada 4 minggu penyimpanan, sedangkan indeks vigor, daya berkecambah dan berat kering kecambah normal masih relatif tinggi pada 4 minggu penyimpanan kemudian mengalami penurunan pada 8 minggu penyimpanan. Interaksi antara perlakuan priming dengan periode simpan berpengaruh terhadap indeks vigor, kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh. Perlakuan priming dengan perendaman air paling efektif daripada perlakuan lain dengan indeks vigor sebesar 76.67% dan kecepatan tumbuh sebesar 21.12% pada 4 minggu penyimpanan

    Pengaruh Kebijakan Green Campus 2020 terhadap Pro- Environmental Behavior Mahasiswa Tingkat Pertama IPB

    No full text
    Green campus merupakan implementasi konsep keberlanjutan sebagai upaya untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global dengan melakukan praktik kelestarian lingkungan dalam institusi pendidikan. Tujuan dari penelitian ini ialah (1) mengidentifikasi persepsi mahasiswa terkait kebijakan green campus 2020 (2) mengidentifikasi persepsi mahasiswa terkait pro-environmental behavior (3) menganalisis pengaruh kebijakan green campus 2020 terhadap proenvironmental behavior mahasiswa tingkat pertama IPB. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner serta observasi lapang dan data sekunder dari website kampus serta literatur yang mendukung penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan SEM-PLS. Persepsi mahasiswa tingkat pertama IPB terhadap kebijakan green campus 2020 dan pro-environmental behavior dikategorikan baik dan sangat baik. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan kebijakan green campus 2020 berpengaruh signifikan terhadap beberapa faktor Pro Environmental Behavior mahasiswa tingkat pertama IPB

    Konsorsium Bakteri Endofit Asal Keladi, Alang-Alang, dan Putri Malu Sebagai Pemacu Pertumbuhan dan Pengendali Meloidogyne incognita pada Tomat

    No full text
    Nematoda puru akar Meloidogyne incognita merupakan endoparasit tanaman tomat yang menyebabkan gejala abnormal pada akar. Agen hayati jenis bakteri endofit potensial digunakan untuk pengendalian M. incognita. Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tanaman untuk sebagian atau seluruh hidupnya tanpa merugikan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi dan menguji konsorsium bakteri endofit asal tanaman keladi, putri malu, dan alang-alang dalam mengendalikan nematoda puru akar M. incognita dan memacu pertumbuhan tanaman. Isolasi konsorsium bakteri endofit dilakukan dengan metode sterilisasi permukaan dengan alkohol 70% dan natrium hipoklorit 1.0%, kemudian dikulturkan pada media NA (Nutrient Agar). Sebanyak 12 isolat konsorsium bakteri endofit berhasil diisolasi dari akar tanaman keladi, alang-alang, dan putri malu. Konsorsium harus dipastikan aman secara biologis melalui uji hipersensitivitas dan uji hemolisis. Sebanyak 10 isolat konsorsium menunjukkan respon negatif. Sepuluh isolat konsorsium bakteri endofit secara in vitro mampu membunuh larva M. incognita mencapai 67% hingga 100%, memacu pertumbuhan tanaman mencapai 86.57%, menekan jumlah puru akar oleh M. incognita mencapai 75%, dan menekan populasi M. incognita di tanah mencapai 95%. Sebanyak 10 konsorsium bakteri endofit juga dapat memproduksi metabolit sekunder yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan empat konsorsium yaitu PTM3, ALG5, TLS5 dan TLS1 berpotensi sebagai agen biologis untuk mengendalikan M. incognita. Penelitian ini memberikan informasi baru mengenai keefektifan konsorsium bakteri endofit dalam mengendalikan dan memacu pertumbuhan tanaman tomat

    Pendapatan Petani Padi Jagung dan Kesediaan Membayar dalam Penggunaan Benih Unggul di Kecamatan Raman Utara

    No full text
    Pertanian merupakan sektor penunjang perekonomian Indonesia. Salah satu subsektor pertanian adalah tanaman pangan seperti padi dan jagung merupakan sumber utama karbohidrat. Salah satu faktor produktivitas adalah penggunaan benih. Raman Utara merupakan wilayah yang berpotensi memiliki produktivitas tinggi pada tanaman padi dan jagung. Akan tetapi, kualitas benih di daerah ini mengalami masalah sehingga berdampak pada produktivitas padi dan jagung yang rendah. Benih unggul menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas tetapi harga yang mahal menjadi kendala petani untuk membelinya. Sehingga kesediaan petani untuk membayar benih unggul bersertifikat menjadi salah satu persoalan karena pendapatan petani yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan dan kesediaan membayar petani terhadap penggunaan benih. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 100 responden yang terbagi menjadi 60 responden padi dan 40 responden jagung. Data yang dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu regresi linear berganda (OLS), regresi logistik, dan contingent valuation method. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel luas lahan memiliki hubungan negatif dan signifikan serta variabel pupuk memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pemilihan benih padi hibrida dan inbrida. Sedangkan variabel penerimaan memiliki hubungan positif dan signifikan serta variabel pupuk dan tenaga kerja memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap pendapatan petani jagung. Rata-rata kesediaan membayar petani untuk benih padi hibrida dan inbrida sebesar Rp.137.833/kg dan Rp.24.500/kg, sedangkan rata-rata kesediaan membayar petani untuk benih jagung sebesar Rp.102.625/kg

    Komunikasi Inovasi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu di Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau

    No full text
    Inovasi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu merupakan inovasi teknologi informasi untuk menjawab tantangan perubahan iklim komoditi padi dan palawija. Inovasi SI KATAM Terpadu ini dirancang untuk meningkatkan informasi kepada petani dan penyuluh dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan: (1) Menganalisis hubungan karakteristik individu penyuluh, karakteristik inovasi SI KATAM Terpadu, keterdedahan media komunikasi terhadap adopsi inovasi SI KATAM Terpadu, (2) Menganalisis hubungan adopsi inovasi SI KATAM Terpadu terhadap peran penyuluh dalam difusi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu, dan (3) Menganalisis proses komunikasi inovasi SI KATAM Terpadu. Responden penelitian adalah penyuluh Pertanian Pangan dan Holtikultura sebanyak 44 penyuluh di Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Pengambilan data dilakukan April hingga September 2019. Analisis inferensial menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penyuluh terhadap karakteristik inovasi SI KATAM Terpadu dan adopsi inovasi SI KATAM Terpadu tergolong dalam kategori sedang dan tinggi. Artinya penyuluh menilai akses media SI KATAM Terpadu dapat digunakan dan rekomendasi memberikan manfaat yang baik kepada petani dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim dan peningkatan produktivitas. Keterdedahan media komunikasi berada pada kategori rendah dan sedang. Artinya penyuluh masih jarang dalam penggunaan dan durasi akses media komunikasi sehingga perlu ditingkatkan keterdedahan media komunikasi terutama dalam mencari informasi dan inovasi pertanian, dan SI KATAM Terpadu. Peran penyuluh dalam kegiatan fasilitasi, sosialisasi, dan edukasi cenderung rendah dan sedang. Artinya penyuluh masih kurang aktif dan intensif dalam fasilitasi, sosialisasi dan edukasi inovasi SI KATAM Terpadu. Alur komunikasi inovasi SI KATAM Terpadu dikategorikan kedalam tiga bentuk, yaitu akses online, akses offline, dan akses gabungan (online dan offline). Faktor-faktor yang berhubungan nyata yaitu pengalaman penyuluh terhadap pemahaman SI KATAM Terpadu, karakteristik SI KATAM Terpadu terhadap adopsi inovasi SI KATAM Terpadu yang terdiri dari keuntungan relatif; komplektisitas; kompatabilitas; observabilitas; dan trialabilitas. Intensitas menggunakan media komunikasi terhadap tingkat pemahaman SI KATAM Terpadu. Artinya semakin tinggi pengalaman, persepsi karakteristik inovasi, dan keterdedahan media komunikasi yang berhubungan nyata, maka akan meningkatkan adopsi inovasi SI KATAM Terpadu. Selain itu, adopsi inovasi SI KATAM Terpadu memiliki hubungan nyata terhadap peran penyuluh. Artinya semakin tinggi tingkat adopsi inovasi SI KATAM Terpadu maka akan meningkatkan peran penyuluh dalam komunikasi inovasi SI KATAM Terpadu

    Pengaruh Gaya Hidup dan Kelompok Acuan terhadap Motivasi Pembelian Laptop Lenovo pada Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

    No full text
    Laptop saat ini sudah menjadi kebutuhan primer mahasiswa dikarenakan hampir sebagian besar tugas harus diselesaikan menggunakan bantuan laptop. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis gaya hidup dan kelompok acuan terhadap motivasi pembelian laptop Lenovo pada Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian ini menerapkan desain cross sectional study dan teknik pengambilan contoh menggunakan voluntary sampling dengan cara menyebarkan kuesioner secara online melalui media sosial dengan menggunakan google form. Responden dalam penelitian ini sebanyak 161 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden, gaya hidup, dan kelompok acuan secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap motivasi pembelian. Namun secara parsial hanya gaya hidup dan kelompok acuan yang berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi pembelian laptop Lenovo

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇