31665 research outputs found
Sort by
Studi Literatur dan Bibliometrik tentang Lutung Jawa (Trachypithecus auratus).
Studi mengenai lutung jawa dalam upaya mencegah kepunahan telah banyak dilakukan di berbagai tempat di Indonesia dengan beberapa aspek yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan antara sebaran topik pada penelitian lutung jawa, kesenjangan yang terjadi diantara lokasi yang dijadikan tempat penelitian, dan analisis bibliometrik hasil penelitian lutung jawa. Berdasarkan hasil penelitian sebaran topik yang paling sedikit ditemukan adalah biomedis dengan persentase 2% dan yang paling banyak adalah biologi dengan persentase 50%. Lokasi yang paling banyak dijadikan tempat penelitian adalah CA Pananjung Pangandaran dengan jumlah 14 penelitian. Analisis bibliometrik menunjukan bahwa terdapat 86 penelitian lutung jawa, yang paling banyak ditemukan merupakan jenis jurnal 38 artikel. Penulis yang terlibat sebanyak 160 penulis, penulis yang paling produktif adalah Yamato Tsuji (lima artikel). Pustaka yang paling banyak digunakan adalah jenis jurnal (46.88%), bahasa yang digunakan didominasi bahasa asing (75%). Pustaka yang paling banyak digunakan berumur 0-5 tahun dengan persentase 24.1%
Faktor Pemasaran yang Mempengaruhi Preferensi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Penggunaan GO-JEK di Kota Bogor
Sebagai salah satu jasa transportasi online yang paling banyak diminati saat ini GO-JEK harus memiliki strategi pemasaran yang efektif dan inovatif untuk mendapatkan dan mempertahankan konsumennya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor apakah yang memengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam menggunakan GO-JEK. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM Lisrel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 faktor berpengaruh signifikan dalam memengaruhi keputusan penggunaan GO-JEK, yaitu kualitas pelayanan driver dan grafis, perkembangan teknologi, demografis dan psikografis, perbedaan individu, pengaruh pertemanan, fasilitas pendukung, dan promosi below the line. Faktor dominan yang paling berpengaruh dalam menggunakan GO-JEK adalah kualitas pelayanan driver dan grafis yang memiliki nilai indikator 0.54
Kinerja Produksi Udang Vaname dalam Karamba Jaring Apung di Laut dengan Frekuensi Pemberian Pakan Berbeda
Kondisi perairan laut yang memiliki kecepatan arus dan gelombang yang
tinggi menyebabkan sebagian pakan buatan yang diberikan hilang dan
pertumbuhan udang terhambat, sehingga perlu dilakukan pengaturan frekuensi
pemberian pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi pemberian
pakan yang terbaik untuk udang vaname dalam karamba jaring apung (KJA) di
laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3
perlakuan frekuensi pemberian pakan, yaitu 4 kali per hari, 5 kali per hari, dan 6
kali per hari, pada jam 06.00-21.00 WIB dengan 3 ulangan. Udang vaname
memiliki panjang 3,39±0,61 cm dan bobot 0,23±0,12 g dipelihara dengan
kepadatan 450 ekor m-2 dalam KJA berukuran 3×3×1,5 m3. Udang vaname diberi
pakan komersial dengan protein 41 %, lalu dengan protein 30%. Tingkat
pemberian pakan yang diberikan diturunkan secara bertahap dari 20 % sampai 5
% biomassa udang vaname, dengan waktu pemeliharaan selama 2 bulan. Udang
vaname diukur pertumbuhan dan dianalisis isi lambungnya setiap 15 hari. Analisis
isi lambung digunakan untuk megidentifikasi genus, kelimpahan, dan indeks
pakan alami. Parameter fisika dan kimia air diukur dari jam 06.00-21.00 setiap 3
jam sekali setiap 15 hari, kecuali amonia, sedangkan parameter biologi air diambil
sekitar 17.00 setiap 15 hari. Frekuensi pemberian pakan tidak bepengaruh
terhadap kinerja produksi udang vaname yang dibudidayakan di laut. Frekuensi
pemberian pakan tersebut menghasilkan kinerja produksi dengan kelangsungan
hidup 35,63-59,79 %, bobot akhir 4,59-5,29 g, laju pertumbuhan bobot spesifik
2,46-2,73 % hari-1, laju pertumbuhan bobot mutlak 0,073-0,084 g hari-1, biomassa
akhir 7,35-10,84 kg, rasio konversi pakan 1,82-2,53, dan produksi biomassa 0,82-
1,20 kg m-2
Strategi Pengembangan Bisnis CV Makrifah Herbal dengan Pendekatan Busniness Model Canvas
Tren pola hidup sehat kembali ke alam menyebabkan masyarakat mulai beralih menggunakan produk berbahan alami, CV Makrifah Herbal adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha agribisnis khususnya tanaman obat dan produk olahan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan model bisnis yang diterapkan pada CV Makrifah Herbal dan merumuskan strategi alternatif pengembangan model bisnis CV Makrifah Herbal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model bisnis kanvas dan SWOT. Metode analisis deskriptif diolah berdasarkan sembilan elemen model bisnis kanvas yang kemudian dilakukan analisis SWOT pada setiap elemen dalam model bisnis kanvas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat dikembangkan oleh CV Makrifah Herbal yaitu fokus pada penambahan dan pengembangan beberapa komponen pendukung dalam sistem operasional perusahaan. CV Makrifah Herbal dapat melakukan pemanfaatan teknologi informasi dalam aktivitas perusahaan dan menciptakan pelayanan khusus yang menarik sehingga dapat meningkatkan loyalitas dan menjangkau konsumen lebih luas lagi
Profil Leukosit Sapi Bunting Trimester Akhir yang diberi Imunomodulator dan divaksin Avian Influenza Inaktif Subtipe H5N1.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imunomodulator dan
vaksinasi AI H5N1 terhadap profil leukosit pada induk sapi Friesian Holstein
(FH) bunting trimester akhir. Sapi FH bunting trimester akhir sebanyak 9 ekor,
secara klinis sehat, berumur 3-4 tahun dan laktasi ke 2-3, dibagi menjadi tiga
kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari tiga ekor. Kelompok
kontrol tidak diberi antigen, imunomodulator dan tidak divaksin (Kontrol),
kelompok yang diberi antigen dan divaksin tanpa diberikan imunomodulator (P1)
sebelum divaksin dan kelompok yang diberi antigen dan imunomodulator
sebelum divaksin (P2). Induk sapi divaksin menggunakan vaksin AI H5N1 inaktif
sebanyak tiga kali, setiap dua minggu sebelum induk sapi diperkirakan akan
melahirkan. Sebelum vaksinasi pertama, induk sapi diberikan imunomodulator
peroral setiap hari selama 3 hari berturut-turut dengan dosis 0,1 mL/kgbb,
kemudian induk sapi diinjeksi intravena dengan antigen H5N1 inaktif tanpa
adjuvant selama 3 hari berturut-turut dengan dosis 25 HAU/ekor/hari. Induk sapi
kemudian divaksin menggunakan vaksin AI H5N1 inaktif komersial sebanyak 5
dosis untuk unggas/ekor secara subkutan. Darah diambil dari vena coccygea untuk
dianalisis terhadap jumlah total dan hitung jenis leukosit. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata (P >0.05) antar waktu pengamatan
maupun antar perlakuan pada jumlah total dan hitung jenis leukosit. Namun
demikian terdapat kecenderungan peningkatan pada jumlah total leukosit,
limfosit, dan neutrofil pada kelompok yang diberi imunomodulator. Simpulan,
pemberian imunomodulator jenis polipetida ribonukleotida sebelum vaksinasi
dengan vaksin AI inaktif subtipe H5N1 pada induk sapi Friesian Holstein bunting
trimester akhir tidak memengaruhi jumlah total dan hitung jenis leukosit. Namun
demikian pemberian imunomodulator cenderung meningkatkan jumlah total
leukosit, limfosit, dan neutrofil
Penilaian Penerapan Kesejahteraan Hewan Pada Kuda (Equus caballus) Delman di Kota Bogor.
Kuda (Equus caballus) merupakan salah satu hewan yang banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai sarana transportasi. Delman sebagai alat transportasi tradisional yang menggunakan tenaga kuda telah dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Penerapan kesejahteraan hewan pada delman pada saat ini masih belum menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian penerapan kesejahteraan hewan terhadap kuda pada keadaan sedang beroperasi menarik delman, mengetahui karakteristik kusir delman, mengetahui manajemen pemeliharaan dan kesehatan kuda delman serta melihat karakteristik kusir yang mempengaruhi tingkat penerapan kesejahteraan hewan dalam penarikan kuda delman di Kota Bogor. Data diperoleh dengan cara mewawancarai 20 responden di dua lokasi yaitu Depan Istana Bogor dan Taman Yasmin. Pengolahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan diuji dengan uji khi-kuadrat untuk mengukur asosiasi variabel yang diduga berpengaruh terhadap kesejahteraan kuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kusir (75%) telah melaksanakan penerapan kesejahteraan hewan dengan kategori sedang hanya sebagian kecil (25%) yang masih menerapkan dengan kategori kurang dan tidak ada yang menerapkan dengan kategori baik. Nilai ini perlu ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan hewan yang baik dengan memberi pelatihan tentang kesejahteraan hewan. Selain itu, karakterisitik kusir yang memiliki hubungan signifikan (p<0.05) yaitu lokasi penarikan (p=0.009) terhadap penerapan kesejahteraan hewan yang dilakukan oleh kusir delman terkait kesejahteraan kuda delman di Kota Bogor
Perilaku Komodo di Kawasan Wisata dan Nonwisata Pulau Rinca Taman Nasional Komodo Nusa Tenggara Timur
Tingginya aktivitas wisata di zona pemanfaatan wisata Taman Nasional Komodo dapat mempengaruhi perilaku harian komodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku harian serta pola penggunaan ruang dan waktu komodo di kawasan wisata dan nonwisata. Penelitian dilakukan di Resort Loh Buaya sebagai kawasan wisata dan Resort Loh Baru sebagai kawasan nonwisata di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Penelitian diawali dengan pembuatan ethogram dua individu dewasa dan satu individu muda. Pengamatan perilaku harian dilakukan dengan metode focal animal sampling dan pencatatan all occurrence pada rentang waktu 06.30-18.00 WITA. Data yang diambil adalah data perilaku, waktu, durasi, dan tipe habitat yang digunakan oleh komodo. Objek pengamatan adalah 18 komodo terdiri dari 6 komodo jantan, 6 betina dewasa serta 6 komodo remaja yang diamati selama 30 jam per individu. Terdapat enam kategori perilaku, yaitu perpindahan, waspada, agonistik, ingestif, pemeliharaan, dan perkembangbiakan. Perilaku perkembangbiakan teramati pada 8 komodo dewasa. Perbedaan yang signifikan tampak pada lamanya perilaku pemeliharaan (F(1,329)=5.456; P=0.02) dan perpindahan (F(1, 246)=8.618 ; P=0.004 ) komodo jantan di kawasan wisata dan nonwisata. Komodo jantan di kawasan wisata cenderung lebih sedikit bergerak. Komodo jantan dan remaja lebih banyak berada di habitat artifisial, sedangkan komodo betina lebih banyak berada di habitat alami karena sedang bersarang. Komodo yang berada di kawasan wisata sudah terbiasa dengan kehadiran manusia dan cenderung tidak merespons pada manusia
Identifikasi Marka Molekuler Terpaut Gen Ketahanan Bulai pada Tanaman Jagung (Zea mays L.)
Penyakit bulai adalah adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora yang menjadi salah satu penyakit penting pada tanaman jagung serta dapat menimbulkan kerusakan serius di pertanaman seluruh dunia dan berpotensi secara signifikan menyebabkan kehilangan hasil. Identifikasi marka molekuler terpaut lokus tertentu pada tanaman jagung, khususnya penyakit bulai, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan bulaimelalui program pemuliaan tanaman jagung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi marka molekuler terpaut karakter ketahanan bulai pada tanaman jagung. Dua set populasi jagung (F3 dan F3:4) masing-masing terdiri dari 198 galur yang berasal dari persilangan R10-4430 (tetua betina) dan Kandora (tetua jantan) digunakan dalam penelitian ini. Populasi F3 digunakan dalam analisis genotipik dan F3:4 digunakan untuk analisis fenotipik. Selain itu kedua tetua persilangan digunakan pada masing-masing analisis. Satu set marka Simple Sequence Repeats (SSR) jagung yang diperoleh dari database tanaman jagung (maizegdb.org) digunakan pada analisis genotipik seluruh populasi dan tetua persilangannya.
Penelitian ini berhasil memetakan sebanyak 44 pasang marka SSR ke dalam 10 grup pautan dengan total jarak genetik yang dapat dicakup pada penelitian ini sebesar 460.3 cM (39.75% dari total genom tanaman jagung) dengan jarak rata-rata antar marker sejauh 26.85 cM. Sebanyak tujuh lokus karakter kuantitatif (QTLs) untuk sifat ketahanan bulai berhasil diidentifikasi pada empat kromosom jagung, dengan rincian tiga QTL pada kromosom satu (qDM-Pp1a, qDM-Pp1b1 dan qDM-Pp1b2), satu QTL pada kromosom 5 (qDM-Pp5), dua QTL pada kromosom 6 (qDM-Pp6b1 dan qDM-Pp6b2), dan satu QTL pada kromosom 10 (qDM-Pp10). Efek gen aditif (gen ketahanan) terhadap penyakit bulai dari seluruh QTL sebesar 43.35% sampai dengan 53.71 %.Efek ini erat kaitannya dengan kontribusi alel-alel tetua donor yang diwariskan ke galur anakan secara poligenik terhadap karakter ketahanan tertentu. Pengaruh QTL terhadap fenotip ditunjukkan dengan nilai PVE. Berdasarkan penelitian ini, masing-masing QTL menunjukkan pengaruh yang besar terhadap fenotip dengan nilai PVE-nya lebih dari 10%. Penelitian ini menunjukkan tujuh QTL diidentifikasi terpaut dengan karakter ketahanan bulai, yaitu pada kromosom qDM-Pp1a (marka umc2225), qDM-Pp1b1 (marka bnlg1564), qDM-Pp1b2 (marka bnlg1884), qDM-Pp5 (marka phi048), qDM-Pp6b1 (marka nc010), qDM-Pp6b2 (marka bnlg1443) dan qDM-Pp10 (marka bnlg2190). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi beberapa marka molecular yang terpaut sifat resisensi terhadap penyakit bulai pada jagung populasi F3:4 hasil persilangan jagung varietas R10-4430 dan Kandora
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Produk Olahan Pala (Kasus: CV. Cielofood Pratama).
CV. Cielofood Pratama adalah perusahaan pertama di Kota Bogor yang memanfaatkan daging buah pala sebagai bahan baku utama produk perusahaan. Inovasi yang dilakukan adalah mengubah daging buah pala menjadi Sari Pala dan Sirup Pala sehingga dapat memberikan nilai tambah. Tujuan penelitian menganalisis nilai tambah dan profitabilitas pengolahan produk Sari Pala dan Sirup Pala CV. Cielofood Pratama. Analisis nilai tambah menggunakan Metode Hayami sedangkan analisis profitabilitas menggunakan Marginal Income Ratio (MIR) dan Marginal of Safety (MOS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sari Pala menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 62 444 per kilogram atau 58.54 persen dan Sirup Pala sebesar Rp 60 381 per kilogram atau 50.32 persen. Profitabilitas yang dihasilkan produk Sari Pala sebesar 23.79 persen dan Sirup Pala sebesar 21.95 persen. Kesimpulan: Sari Pala memiliki nilai tambah dan profitabilitas lebih tinggi dari Sirup Pala
Performa Domba Ekor Gemuk dengan Pemberian Vitamin B-Kompleks dan BioATP sebelum Transportasi Jarak Jauh
BRIAN RINALDY IRSYAD. Performa Domba Ekor Gemuk dengan Pemberian Vitamin B-Kompleks dan BioATP sebelum Transportasi Jarak Jauh. Dibimbing oleh MUHAMAD BAIHAQI, EDIT LESA ADITIA, dan TEKAD URIP PAMBUDI.
Transportasi ternak dapat memicu terjadinya stres yang berakibat pada penyusutan bobot badan ternak. Pemberian BioATP dan multivitamin diduga dapat mengurangi penyusutan bobot badan ternak akibat transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian vitamin B-Kompleks dan BioATP sebelum transportasi terhadap respon fisiologis, susut bobot, lama rekondisi, serta harga pokok produksi domba. Ternak yang digunakan sebanyak 30 ekor domba. Domba yang digunakan domba ekor gemuk berjenis kelamin jantan berumur sekitar satu tahun dengan bobot 21.47±3.40 kg. Perlakuan yang digunakan yaitu BioATP (A), BioATP dan vitamin B-Kompleks (B), serta kontrol (C) dengan masing-masing perlakuan enam ulangan. Analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A secara nyata (P<0.05) menurunkan persentase penyusutan bobot badan sebesar 3%. Pemberian perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap respon fisiologis. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian BioATP sebelum pengangkutan dapat menurunkan persentase susut transportasi. Disisi lain, pemberian BioATP dan vitamin B-kompleks cenderung mempersingkat lama rekondisi yang dibutuhkan