Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Komunikasi Konvergen dan Energi Sosial Budaya Kreatif Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara.

    No full text
    Kemiskinan masih menjadi masalah bagi sebagian orang di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yang mencakup penduduk miskin perkotaan dan penduduk miskin pedesaan, dimana keberadaanmasyarakat miskin dan hidup dalam berbagai permasalahan kemiskinan hingga kini masih mewarnai sebagian masyarakat yang berada di wilayah pedesaan. Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, masyarakat pedesaan Kabupaten TTU memiliki tradisi dan budaya yang sejalan dengan konsep energi sosial budaya kreatif melalui yaitu tradisi “tok tabua” (duduk bersama) dan “meup tabua” (kerja bersama). Tradisi tok tabua dan meup tabua menggambarkan komponenkomponen konvergensi komunikasi yaitu mutual understanding, mutual agreement, collective action, yaitu mengutamakan tindakan partisipatif dalam setiap kegiatan maupun pekerjaan apapun. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis karakteristik masyarakat, dukungan lingkungan, modal sosial, komunikasi konvergen dan energi sosial budaya kreatif, serta (2) menganalisis faktor karakteristik masyarakat, dukungan lingkungan, modal sosial yang berpengaruh terhadap komunikasi konvergen dan energi sosial budaya kreatif masyarakat pedesaan di Kabupaten TTU. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif sebagai pelengkapnya. Pemilihan desa menggunakan teknik cluster sampling dengan pertimbangan tradisi dan budaya di Kabupaten TTU. Sebanyak 90 kepala keluarga dari Desa Tamkesi, Desa Ainiut dan Desa Noeltoko, dipilih sebagai responden menggunakan teknik acak sederhana dan metode rule of thumb. Data mencakup data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis model Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat pedesaan ternyata mampu mengatasi keterbatasan dan kemiskinan yang ada. Sejalan dengan hasil analisis pengembangan energi sosial budaya kreatif dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat, modal sosial dan komunikasi konvergen. Namun, dukungan lingkungan ternyata tidak meningkatkan komunikasi konvergen dan energi sosial budaya kreatif, justru membuat komunikasi konvergen dan energi sosial budaya kreatif semakin lemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan peran pemerintah dalam mengembangkan konsep energi sosial budaya kreatif melalui pendekatan komunikasi konvergen sesuai dengan tradisi dan budaya masyarakat pedesaan Kabupaten TTU

    Kombinasi Ekstrak Etanol Temulawak dan Propolis sebagai Antitumor Mammae pada Tikus Sprague-Dawley.

    No full text
    Kanker mammae merupakan kasus kanker yang menyebabkan kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Abnormalitas pembelahan sel pada kanker mammae pada akhirnya akan membentuk suatu tumor. Tumor mammae pada hewan uji dapat diakibatkan karena adanya paparan senyawa 7,12-dimethyl-benz[α]anthracene (DMBA). Kandungan senyawa aktif pada temulawak dan propolis memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi menghambat pertumbuhan tumor. Penelitian ini bertujuan mengukur potensi pemberian kombinasi ekstrak etanol temulawak dan propolis sebagai antitumor mammae secara in vivo pada tikus Sprague-Dawley dengan parameter bobot badan, volume tumor, dan histopatologi kelenjar mammae. Hasil menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak etanol temulawak dan propolis mampu meningkatkan bobot badan dan menurunkan volume tumor mammae. Kombinasi ekstrak etanol temulawak dan propolis dosis TP3 (35 mg/kg BB temulawak dan 48 mg/kg BB propolis) paling berpotensi sebagai antitumor mammae yang dapat memberikan nilai rata-rata volume tumor terendah (3.377 cm3) serta persentase penghambatan tertinggi (88.64%) dibanding kelompok lainnya. Hasil pembacaan histopatologi pada kelenjar mammae perlakuan dosis TP3 tampak adanya aktivitas apoptosis

    Komposisi dan Kelimpahan Zooplankton serta Kaitannya sebagai Makanan Ikan di Ekosistem Lamun, Pulau Karang Congkak, Kepulauan Seribu.

    No full text
    Ekosistem lamun memiliki peran penting sebagai habitat bagi beragam biota laut seperti zooplankton, serta memiliki peran sebagai daerah asuhan bagi yuwana ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya asosiasi zooplankton dengan ekosistem lamun tertentu dan jenis ikan yang memanfaatkan sebagai sumber makanan di ekosistem lamun, Pulau Karang Congkak. Pengambilan contoh dilakukan mulai dari Maret 2018 hingga Maret 2019 pada empat zona di sekeliling pulau dekat ekosistem lamun. Pengambilan sampel menggunakan jaring plankton berukuran 53 mikron, dengan cara menariknya secara vertikal. Kelimpahan zooplankton yang ditemukan selama sepuluh bulan pengamatan berkisar antara 338 ind/m3 sampai 2848 ind/m3. Zooplankton diklasifikasikan ke dalam 13 kelas, 20 ordo, 32 famili, dan 43 genera. Hasil uji ANOSIM dua arah menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelimpahan dengan bulan pengambilan sampel. Zooplankton yang ditemukan mendominasi yaitu dari kelas Oligotrichea Copepoda dan, dengan kelimpahan tertinggi yaitu genus Tintinnopsis, Leprotintinnus, Oithona, Calanus dan stadia Nauplius. Zooplankton dari ordo Harpacticoida sering dimakan oleh ikan planktivora, yaitu genus Microsetella, Macrosetella, Clytemnestra dan Euterpina

    Biofilm Acetobacter aceti dan Saccharomyces cerevisiae sebagai Detektor Etanol secara Elektrokimia

    No full text
    Biosensor adalah perangkat analitik yang mengubah respons hayati menjadi sinyal yang dapat diukur dan diproses. Biosensor etanol dirancang menggunakan Acetobacter aceti dan Saccharomyces cerevisiae yang diteteskan untuk membentuk biofilm di atas permukaan screen-printed carbon electrode. Proses penggabungan A. aceti dan S. cerevisiae sebagai kultur campuran diketahui dapat tumbuh secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mengukur kemampuan biofilm kedua mikroorganisme tersebut dalam mendeteksi etanol menggunakan metode voltammetri siklik. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0.8646 dengan kisaran uji konsentrasi etanol 0.5, 1.5, 2.5, 3.5, 4.5, dan 5.5%. Sensitivitas yang diperoleh sebesar 11.15 \muA(%)-1. Presisi pengukuran juga diuji pada 6 ragam konsentrasi etanol yang sama dan menghasilkan standar baku relatif 0.135%. Jadi, biosensor etanol berbasis biofilm A. aceti dan S. cerevisiae memiliki ketelitian yang baik meskipun arus oksidasi dan sensitivitasnya lebih kecil dibandingkan dengan penelitian biosensor etanol sebelum-sebelumnya

    Fraksi Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia macrophylla) dan Studi Pustaka Antikanker Sel MCF-7, T47D, serta HCT116

    No full text
    Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Pertambahan jumlah penderita kanker yang semakin banyak, mendorong dilakukannya pencarian senyawa antikanker baru. Ekstrak biji mahoni (Swietenia macrophylla) adalah produk tumbuhan yang dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini bertujuan mendapatkan fraksi aktif yang memiliki aktivitas antikanker dari spesies tersebut dan menentukan aktivitas dari ekstrak atau fraksinya terhadap sel MCF-7, T47D, dan HCT116. Fraksionasi ekstrak etil asetat menggunakan kromatografi cair vakum menghasilkan 5 fraksi dengan rendemen antara 3.73% (Fraksi 4) dan 42.22% (Fraksi 3). Hasil studi pustaka ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antikanker terhadap sel HCT116 dan MCF-7. Ekstrak etil asetat dan fraksinya dilaporkan sitotoksik terhadap sel kanker MCF-7 dan T47D. Senyawa aktif tersebut diduga adalah golongan limonoid

    Analisis Pengaruh Tata Guna Lahan Terhadap Indeks Pencemaran Sungai Cisangkuy di Kabupaten Bandung

    No full text
    Sungai Cisangkuy terletak di kabupaten Bandung merupakan salah satu sub DAS di kawasan Cekungan Bandung yang termasuk DAS Citarum hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air, tata guna lahan serta hubungan antara jenis tata guna lahan dengan kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2020. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitas air dengan menggunakan data sekunder, dan juga analisis jenis tata guna lahan Sungai Cisangkuy. Berdasakan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai Indeks Pencemaran dari 4 lokasi tergolong ke dalam cemar ringan. DTA Sungai Cisangkuy memiliki luas lahan sebesar 28,159 Ha. Tata guna lahan yang ada di daerah tersebut antara lain pemukiman sebesar 13 %, persawahan 12%, lahan industri 1, perkebunan 26%, dan hutan sebesar 48%. Tata guna lahan yang paling mempengaruhi kualitas air pada daerah ini adalah daerah pemukiman dan daerah bervegetasi. Parameter kualitas air yang paling terpengaruh adalah BOD dan COD

    Prototipe Aplikasi Pengelolaan Sampah di Kota Bogor Berbasis Android

    No full text
    Pengelolaan sampah merupakan sistem yang membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan semua pihak yang terkait. Tujuan penelitian ini adalah membangun prototipe aplikasi pengelolaan sampah di Kota Bogor berbasis Android. Pada penelitian ini digunakan metode pengembangan sistem Prototyping. Pemilihan pembangunan sistem berbasis Android didasarkan pada hasil survei yang dilakukan pada 187 orang responden di Kota Bogor, berdasarkan hasil survei sebanyak 167 orang responden di Kota Bogor menggunakan sistem operasi Android. Dengan kata lain Android mendominasi pangsa pasar sistem operasi mobile phone di Kota Bogor. Pada penelitian ini dibuat 2 fungsi yakni informasi jenis sampah dan informasi lokasi pengelola sampah. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan kepada 8 masyarakat di Kota Bogor, mengaku dengan adanya aplikasi ini menjadi lebih mudah dan terpacu melakukan pengelolaan sampah. Disisi lain, pengelola sampah pun dimudahkan dalam memberikan pendidikan tentang pengelolaan sampah untuk mengurangi permasalahan sampah di Kota Bogor

    Pengaruh Interaksi Genotipe dan Lingkungan terhadap Aktivitas Antioksidan dan Inhibisi α-Glukosidase Rimpang Temu Ireng

    No full text
    Temu ireng merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan inhibisi enzim α-glukosidase. Namun pemanfaatan temu ireng belum optimal sehingga diperlukan temu ireng dengan varietas unggul dengan uji multilokasi yang mengkaji pengaruh interaksi genotipe dan lingkungan (GxE) sehingga dihasilkan stabilitas dan adaptabilitas. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi genotipe dan lingkungan 20 genotipe temu ireng di tiga wilayah berdasarkan aktivitas antioksidan dan inhibisi enzim α-glukosidase. Ekstrak basah temu ireng yang dihasilkan dengan metanol. Uji aktivitas antioksidan dengan metode FRAP dan ABTS dan pengujian inhibisi enzim α-glukosidase dan dilanjutkan dengan analisis AMMI. Hasil penelitian menunjukkan interaksi genotipe dan lingkungan signifikan (p<0) terhadap aktivitas antioksidan dan inhibisi α-Glukosidase. Temu ireng yang stabil yaitu G3, G5, G6, G7, G9, G10, G11, G15, G18, G19, dan G20 berdasarkan aktivitas antioksidan pengujian FRAP. Temu ireng G2 hingga G20 memiliki aktivitas antioksidan yang stabil dengan pengujian ABTS. Genotipe yang terdiri dari G8, G9, G15, G16, G18, dan G19 merupakan temu ireng yang stabil pada parameter inhibisi α-glukosidase. Temu ireng yang terdiri G9, G15, G18, dan G19 memiliki stabilitas yang luas pada ketiga paramater. Temu ireng dengan aktivitas antioksidan dan penghambatan yang tinggi namun beradaptasi pada lokasi tertentu ialah G1, G2, G8, dan G17

    Dampak Penjarangan Tegakan Hutan Tanaman Pulai (Alstonia scholaris) Terhadap Keanekaragaman Fauna Tanah di BKPH Gunung Kencana KPH Banten.

    No full text
    Penjarangan adalah tindakan pemeliharaan hutan yang mengatur ruang tumbuh dengan mengurangi kerapatan tegakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kualitas pohon. Penjarangan juga merupakan penebangan untuk memperlebar jarak tanam atau mengurangi jumlah pohon agar pertumbuhan dalam suatu area lebih merata. Kegiatan penjarangan berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati, termasuk fauna tanah. Fauna tanah adalah salah satu jenis fauna di muka bumi yang memiliki peran penting dalam suatu ekosistem, diantaranya sebagai pengurai bahan organik atau penghasil produk berharga. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penjarangan hutan terhadap fauna tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjarangan hutan menyebabkan penurunan kelimpahan dan komposisi fauna tanah. Selain itu, penjarangan menyebabkan penurunan indeks keanekaragaman dan kekayaan jenis fauna tanah. Kelembaban udara dan jumlah tumbuhan bawah memiliki korelasi nyata dengan keanekaragaman fauna tanah

    Ambang Batas Intensitas Radiasi Matahari pada Domba Jonggol untuk Keperluan Transportasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kenyamanan domba jonggol akibat paparan intensitas radiasi matahari untuk keperluan transportasi ternak. Ada 12 domba yang digunakan dalam penelitian ini. Pengukuran intensitas radiasi matahari menggunakan pyranometer. Metode yang digunakan dalam mengamati tingkah laku adalah focal sampling yaitu pengamatan tingkah laku ternak dengan cara menyeleksi tingkah laku ternak yang dianggap penting tanpa memperhatikan tingkah laku ternak yang lain. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan parameter meliputi suhu rata-rata domba, persentase setiap tingkah laku, durasi waktu setiap tingkah laku, dan rata-rata intensitas radiasi matahari yang diterima bumi. Persamaan Stefan-Boltzmann digunakan untuk mengetahui radiasi yang dipancarkan kulit atau bulu domba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkah laku ingestive paling dominan diekspresikan. Intensitas radiasi matahari memengaruhi tingkah laku dan suhu yang diterima permukaan kulit domba. Ambang batas minimal intensitas radiasi matahari untuk domba menurut persamaan Stefan-Boltzmann yaitu 478.61 Wm-2 sampai 489.78 Wm-2, bahwa ambang batas tersebut berada di bawah pukul 09.30 WIB. Pada pukul 09.30 WIB intensitas radiasi matahari sebesar 667.67 Wm-2 terus mengalami kenaikan hingga pukul 11.00 WIB sebesar 884.33 Wm-2 domba seharusnya sudah tidak nyaman dengan paparan intensitas radiasi matahari tersebut, akan tetapi domba masih melakukan aktivitas seperti makan dan minum. Domba mulai nyaman kembali pada pukul 15.30 WIB dengan intensitas radiasi matahari 338.33 Wm-2. Transportasi disarankan tidak dilakukan pada intensitas radiasi melebihi 489.78 Wm-2

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇