31665 research outputs found
Sort by
Pendugaan Value-at-Risk Kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika dengan Pendekatan Model IGARCH.
Perhitungan risiko merupakan hal yang penting sebagai upaya menghindari kerugian dalam berinvestasi. Value-at-Risk (VaR) merupakan metode yang populer untuk menghitung risiko. VaR dapat didefinisikan sebagai estimasi kerugian maksimum dalam jangka waktu dan tingkat keyakinan tertentu. Dalam karya ilmiah ini data yang digunakan adalah return kurs dolar Amerika dari September 2015 sampai September 2019. Dari data tersebut dibentuk model ARMA-IGARCH untuk mengatasi masalah autokorelasi, heteroskedastisitas, dan keberadaan akar unit pada data. Dari model ARMA-IGARCH, diperoleh galat baku yang menyebar Cauchy. Dengan sebaran Cauchy dibangkitkan data sebagai galat baku return untuk membentuk sebaran keuntungan. Pendugaan VaR untuk kurs dolar Amerika diperoleh dari sebaran keuntungan. Estimasi VaR untuk kurs dolar Amerika sebesar 0.006037 yang artinya kerugian maksimum yang dapat ditoleransi investor dengan nilai investasi sebesar Rp1,000,000 adalah Rp6,037 untuk tingkat kepercayaan 95%
Produksi Tapioka Asam pada Skala Pilot dengan Reaktor Berpengaduk
Tapioka asam adalah pati ubi kayu modifikasi melalui proses fermentasi
yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fungsionalnya. Pada penelitian ini, tapioka
difermentasi dengan penambahan starter kultur bakteri Pediococcus pentosaceus
E.1222 dengan pengadukan terbatas tanpa aerasi. Kajian penggandaan skala
diperlukan untuk mendesain produksi skala industri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh lama fermentasi pada reaktor skala pilot terhadap
karakteristik cairan fermentasi, mutu, fungsional tapioka asam dan mengetahui
komposisi formula substrat serta membuat rancangan reaktor berpengaduk skala
industri 5000 L. Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap dengan
faktor lama fermentasi. Dibandingkan dengan fermentasi spontan tanpa
pengadukan, penambahan starter dan adanya pengadukan selama fermentasi dalam
skala pilot 60 L dapat mempercepat proses fermentasi menjadi 2 hari. Perlakuan ini
dapat meningkatkan total asam, kelarutan, swelling power, expanding capability,
kejernihan pasta 1%, dan menurunkan daya cerna pati in vitro serta viskositas akhir
pasta. Penggadaan skala produksi tapioka asam pada reaktor industri dilakukan
berdasarkan kesamaan geometri, analisis dimensional dan kecepatan di ujung
impeller serta bilangan Reynolds. Fermentasi 39,55% pati memiliki tipe aliran
laminar dengan Bilangan Reynolds sebesar 873,02 dan memerlukan kecepatan
pengadukan dalam skala industri sebesar 7,59 rpm
Estimasi Cadangan Karbon Vegetasi Lamun pada Karakteristik Perairan Berbeda di Desa Kahyapu dan Desa Kaana Pulau Enggano
Lamun berperan sebagai penyerap karbon (CO2) yang dikenal dengan istilah blue carbon. CO2 diikat dan diubah menjadi biomassa melalui proses fotosintesis. Akumulasi dari ikatan karbon ini disebut cadangan karbon. Nilai cadangan karbon yang tersimpan pada biomassa dapat diketahui dengan menggunakan pendekatan hubungan antara kerapatan, biomassa dan konsentrasi karbon pada jaringan tubuh tumbuhan. Penelitian dilakukan terhadap vegetasi lamun di Perairan Desa Kaana dan Desa Kahyapu Pulau Enggano Provinsi Bengkulu pada Bulan April hingga Juli 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai cadangan karbon yang tersimpan pada substart dan biomassa lamun bagian atas substrat (daun) dan bagian bawah substrat (akar dan rizhome). Data diperoleh secara purposive sampling di lapangan dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 1 m x 1 m dan analisa karbon dengan metode Walkey dan Black (1934) di Laboratorium Produktifitas dan Lingkungan Perairan Institut Pertanian Bogor. Hasil pada Penelitian ini ditemukan 4 jenis lamun, yaitu Enhalus acoroides, thalassia hempricii, Cymodocea rotundata, dan Cymodocea serrulata. Lamun Thalassia hemprichii memiliki nilai kerapatan tertinggi pada kedua lokasi penelitian dengan kerapatan mencapai 1006 ind/m2 selanjutnya Enhalus acoroides dan Cymodocea spp. Kerapatan lamun jenis Cymodoceae spp tertinggi terdapat pada di Desa Kaana, dengan nilai kerapatan 339 ind/m2. Jenis lamun Enhalus acoroides yang hanya ditemukan di Desa Kahyapu memiliki nilai kerapatan tertinggi dengan nilai kerapatan 123 ind/m2. Cadangan karbon biomassa pada lokasi penelitian menunjukkan adanya variasi nilai antar jenis lamun. Jenis Lamun Enhalus acoroides memiliki cadangan karbon biomassa tertinggi dengan nilai rata-rata 50,75 g C/m2, kemudian jenis lamun Thalassia hemprichii dengan cadangan karbon rata-rata 17,53 g C/m2, selanjutnya Jenis Cymodoceae spp. dengan rata-rata 2,99 g C/m2. Nilai Corg biomassa di atas substrat lebih tinggi dibandingkan dengan karbon biomassa di bawah substrat, Sedangkan Nilai cadangan karbon di bawah substrat lebih besar dibandingkan dengan di atas substrat
Karakterisasi Bagian Talus Sargassum polycystum dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Hasil Ultrasonic-Assisted Extraction
Sargassum polycystum mengandung senyawa aktif yang berfungsi sebagai
antioksidan. Kandungan antioksidan dari rumput laut memiliki keterkaitan erat
dengan kandungan senyawa fenolik. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh
perbedaan bagian talus terhadap kandungan senyawa aktif dalam S. polycystum.
Sampel segar dipreparasi menjadi tiga bagian, yaitu ujung, tengah, dan pangkal.
Ekstraksi dilakukan dengan metode ultrasonik dan menggunakan pelarut aseton
90%. Kadar total fenol dianalisis menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu. Aktivitas
antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH, FRAP, dan CUPRAC. Total
fenolik tertinggi terdapat pada bagian ujung talus sebesar 875.64 mg GAE/g.
Aktivitas antioksidan DPPH tertinggi pada S. polycystum terdapat pada bagian
ujung talus dengan nilai IC50 sebesar 38.49 ppm. Kapasitas antioksidan FRAP dan
CUPRAC tertinggi terdapat pada bagian ujung talus berturut-turut sebesar 989.93
μmol Fe(II)/g dan 555.52 μmol troloks/g. Ekstrak S. polycystum pada ketiga bagian
talus terdeteksi mengandung senyawa aktif berupa alkaloid, steroid, fenol, dan
flavonoid
Isolasi Bakteri Asam Laktat sebagai Kandidat Probiotik Asal Jus Nanas.
Bakteri asam laktat (BAL) merupakan bakteri yang banyak berperan pada fermentasi pangan. BAL memproduksi asam laktat sebagai produk metabolit utama dari fermentasi karbohidrat. Beberapa BAL diketahui memiliki manfaat kesehatan yang dikenal sebagai probiotik. Probiotik didefinisikan sebagai mikroorganisme hidup yang ketika dikonsumsi dalam jumlah yang memenuhi syarat dapat memberikan keuntungan kesehatan bagi inang. BAL sebagai probiotik dapat menciptakan lingkungan yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan memperkuat mekanisme pertahanan tubuh.
BAL dapat diperoleh dari buah-buahan salah satunya dari buah nanas. Nanas merupakan salah satu buah tropikal unggulan di Indonesia. Nanas mengandung gula dan mineral yang dapat menjadi medium yang esensial bagi pertumbuhan BAL. Selain itu, nanas juga mengandung antioksidan seperti flavonoid, fenol, dan vitamin C.
Penelitian isolasi BAL dengan sifat probiotik pada jus nanas belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi BAL yang memiliki sifat probiotik dari jus nanas dan mengevaluasi aktivitas antioksidan pada jus nanas setelah diinokulasi dengan BAL dengan sifat probiotik yang potensial. Hasil isolasi jus nanas diperoleh sebanyak 5 isolat yaitu NHC6, NHC7, NHC8, NHC9, dan NPC1 yang diduga sebagai BAL. Kelima isolat tersebut termasuk kedalam bakteri Gram positif, tidak memiliki katalase, dan mampu membentuk zona bening pada media CaCO3. Isolat-isolat BAL asal jus nanas diuji toleransinya terhadap pH rendah (pH 2.0) dan 0.5% garam empedu, aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen uji (Staphylococcus aureus ATCC 25923, Salmonella Typhimurium ATCC 14028, dan Escherichia coli ATCC 25922), kepekaan terhadap antibiotik, sifat penempelan (autoagregasi, koagregasi, dan hidrofobisitas), dan ketahanan isolat BAL kandidat probiotik dalam jus nanas.
Berdasarkan hasil pengujian toleransi terhadap pH 2.0, 4 dari 5 isolat BAL (NHC7,NHC8, HC9, dan NPC1) mengalami penurunan viabilitas sel hingga 1.78 log CFU/mL, sedangkan NHC6 mengalami pertambahan viabilitas sel hingga 0.4 log CFU/mL. Pada pengujian toleransi terhadap 0.5% garam empedu, kelima isolat BAL mengalami pertambahan viabilitas sel dari 0.42 log CFU/mL hingga 1.4 log CFU/mL. Empat dari lima supernatan bebas sel tanpa netralisasi dan dinetralisasi (pH 6.5) yaitu NHC6, NHC7, NHC8, dan NHC9 menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap ketiga bakteri patogen uji, sedangkan NPC1 tidak memperlihatkan adanya aktivitas antimikroba. Supernatan bebas sel yang dinetralisasi (pH 6.5) NHC6 yang dipekatkan dengan evaporator menunjukkan aktivitas antimikroba pada ketiga bakteri patogen uji pada volume penambahan hasil pemekatan supernatan bebas sel yang dinetralisasi (pH 6.5) 75 μl dan 100 μl, sedangkan isolat lainnya yaitu NHC7, NHC8, dan NHC9 tidak menunjukkan adanya aktivitas antimikroba pada S. aureus. Pada pengujian kepekaan terhadap antibiotik, isolat NHC6, NHC7, NHC9, dan NPC1 menunjukkan sifat resisten, sedangkan NHC8 menunjukkan sifat intermediet terhadap kloramfenikol. Pada
pengujian terhadap ampisilin, NHC6, NHC7, NHC8, dan NHC9 menunjukkan sifat sensitif dan NPC1 menunjukkan sifat resisten terhadap ampisilin.
Sifat penempelan kelima isolat BAL menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Isolat NHC6 menunjukkan kemampuan autoagregasi tertinggi yaitu mencapai 94.73% dan isolat lainnya memiliki kemampuan koagregasi hingga 40%. Isolat NHC6 dan NHC9 menunjukkan kemampuan koagregasi sedang dengan nilai > 30%. Isolat NHC8 dan NHC9 memiliki afinitas sedang terhadap xilena (31.74% dan 28.21%) atau termasuk kedalam hidrofobisitas sedang. Identifikasi molekuler terhadap keempat isolat yang berpotensi sebagai probiotik yaitu NHC6, NHC7, NHC8, dan NHC9 menunjukkan keempat isolat tersebut merupakan bakteri Lactobacillus plantarum. Pada pengujian ketahanan isolat BAL kandidat probiotik dalam jus nanas, hanya L. plantarum NHC6 yang dilanjutkan untuk diinkubasi pada jus nanas karena memiliki sifat probiotik terbaik.
Aplikasi L. plantarum NHC6 pada jus nanas menunjukkan BAL dapat tumbuh dengan baik dan mencapai 8.33 log CFU/mL setelah 24 jam inkubasi pada suhu 37 oC. Selama 24 jam inkubasi, sampel jus nanas yang diinokulasi dengan L. plantarum NHC6 mengalami penurunan aktivitas antioksidan (89.05%) yang diikuti dengan penurunan nilai ᵒBrix mencapai 0.3% dengan pH 3.25. Berdasarkan pertumbuhan khamir, pada jam ke-24 inkubasi pada jus nanas dengan penambahan L. plantarum NHC6 tidak terlihat adanya pertumbuhan. Densitas sel L. plantarum NHC6 pada jus nanas jam ke-24 inkubasi memenuhi syarat probiotik pada makanan (minimal 7 log CFU/mL), diikuti dengan aktivitas antioksidan yang masih tergolong tinggi meskipun mengalami penurunan, dan tidak adanya pertumbuhan khamir, sehingga waktu inkubasi 24 jam ini dianggap sebagai waktu inkubasi paling baik. L. plantarum NHC6 yang diisolasi dari jus nanas juga dianggap menjadi kandidat probiotik yang menjanjikan sebagai pengembangan makanan probiotik
Pengaruh Intermittent Irrigation terhadap Ketahanan Penetrasi Regosol dan Latosol Dramaga, Bogor, Jawa Barat
Irigasi secara berselang (intermittent irrigation) merupakan teknik irigasi yang diterapkan dalam SRI (System of Rice Intensification) sebagai salah satu system budidaya padi sawah yang banyak menarik perhatian akhir akhir ini. Irigasi berselang adalah suatu konsep penghematan penggunaan air melalui pengaturan kondisi air di lahan. Dalam menerapkan metode irigasi berselang atau intermittent irrigation, perlu dipertimbangkan bahwa metode tersebut hanya dapat diterapkan pada jenis tanah yang tidak responsif terhadap penurunan kadar air. Konsep intermittent irrigation dapat menyebabkan terjadinya perubahan kadar air menjadi lebih rendah, yang selanjutnya akan menyebabkan meningkatnya nilai ketahanan penetrasi tanah. Ketahanan penetrasi tanah merupakan sifat tanah yang menggambarkan mudah tidaknya tanah ditembus akar. Tanah dengan ketahanan penetrasi yang tinggi akan menyulitkan akar tanaman untuk menembus tanah. Terganggunya pertumbuhan akar tanaman akan berpengaruh terhadap daya serap air dan unsur hara dari dalam tanah oleh akar tanaman. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon ketahanan penetrasi tanah sebagai akibat intermittent irrigation, hubungan ketahanan penetrasi tanah dengan kadar air tanah, dan pengaruh suhu tanah terhadap kadar air tanah telah dilakukan di Rumah Kaca DITSL, Kebun Pendidikan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor pada bulan Januari 2020 hingga bulan Maret 2020. Jenis tanah yang digunakan yaitu Regosol dan Latosol Dramaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketahanan penetrasi tanah semakin meningkat dengan bertambahnya hari tanpa suplai air. Hal tersebut seiring dengan menurunnya kadar air tanah dengan bertambahnya hari tanpa suplai air. Peningkatan ketahanan penetrasi pada Regosol meningkat tajam diawal lalu melambat diakhir, sebaliknya peningkatan ketahanan penetrasi pada Latosol lambat diawal dan cepat diakhir. Pada hari keenam, garis batas pada alat penetrometer belum seluruhnya masuk kedalam tanah tetapi sudah mencapai angka maksimum dari penetrometer saku yang digunakan, hal tersebut menunjukkan bahwa ketahanan penetrasi yang sebenarnya lebih dari 4.5 kg/cm2. Hubungan antara kadar air tanah dengan ketahanan penetrasi tanah tergolong sangat erat dengan nilai coefficient of determination (R2) 0,9642 pada Latosol dan 0,9465 pada Regosol. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kadar air tanah terhadap ketahanan penetrasi tanah sangat besar
Hubungan Keterdedahan Tayangan Kekerasan Televisi dan Tingkat Agresi Remaja
Siaran televisi banyak mengandung tayangan kekerasan sehingga menyebabkan adanya keterdedahan tayangan kekerasan yang dapat berhubungan dengan perilaku agresi penontonnya, khususnya remaja. Perilaku agresi remaja adalah tingkah laku remaja untuk menyakiti orang lain dengan sengaja. Perilaku agresi remaja yang tinggi dikhawatirkan akan menghambat pembangunan Indonesia sebagai negara berkembang mengingat remaja akan menjadi pemimpin di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara keterdedahan tayangan kekerasan televisi dengan tingakt agresi remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif diolah menggunakan uji korelasi rank spearman dengan pemilihan responden yang menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterdedahan tayangan televisi dengan tingkat agresi remaja pada keterdedahan tayangan kekerasan fisik. Sedangkan keterdedahan tayangan kekerasan verbal tidak memiliki adanya hubungan yang signifikan dengan tingkatagresi remaja
Desain Alat Perendam Berbasis Membran untuk Produksi Beras Coklat Berkecambah Kaya Gamma-aminobutyric Acid (GABA).
Beras coklat berkecambah merupakan tekonologi proses yang digunakan untuk meningkatkan kandungan komponen bioaktif dan kualitas beras coklat sebagai bahan pangan utuh. Perkecambahan beras coklat dilakukan melalui perendaman dengan pergantian air perendam secara berkala untuk mencegah terjadinya fermentasi alami oleh mikroba. Teknologi membran dikenal sebagai teknologi proses minimum yang ramah lingkungan dan mampu memisahkan partikel secara efektif berdasarkan permeabilitasnya terhadap membran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan bioreaktor membran yang mampu memfasilitasi kondisi optimum perkecambahan beras coklat, serta mengurangi laju fermentasi mikroba kontaminan secara efektif tanpa memerlukan pergantian air secara manual. Penelitian melibatkan tiga (3) perlakuan perendaman sampel, yaitu perendaman tanpa ganti air, perendaman dengan pergantian air setiap enam (6) jam sekali, dan perendaman menggunakan bioreaktor membran. Pada seluruh perlakuan, perendaman dilakukan selama 120 jam. Hasil penelitian menunjukkan bioreaktor membran mampu mempertahankan nilai pH air yang terlihat dari penurunan pH air yang kecil, yakni dari 6.68 menjadi 6.29 setelah 120 jam perendaman. Perendaman menggunakan bioreaktor membran mampu meningkatkan konsentrasi γ-amionobutyric acid (GABA) hingga 169.23 mg/100g sampel, jauh lebih tinggi dari perlakuan tidak ganti air dan ganti air yang masing-masing sebesar 72.23 dan 85.29 mg/100g sampel. Perendaman sampel dalam reaktor selama 120 jam menyebabkan sedikit peningkatan konsentrasi γ-oryzanol menjadi 35.66 mg/100g sampel, serta penurunan kapasitas antioksidan menjadi 21.07 mg AEAC/100g sampel. Secara umum, produksi beras coklat berkecambah menggunakan reaktor membran yang telah dikembangkan dapat meningkatkan konsentrasi GABA
Evaluasi Rempah Alami Lada Hitam, Kunyit, dan Bawang Putih sebagai Pakan Fungsional Ruminansia: Kajian In Vitro
Hijauan memiliki peran penting untuk kebutuhan nutrisi dan fermentasi rumen. Upaya untuk meningkatkan kualitas pakan adalah dengan menyediakan nutrisi yang cukup dan penambahan aditif pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan rempah alami ke dalam pakan ternak ruminansia terhadap profil fermentasi rumen. Desain eksperimental yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Bahan tambahan pakan dalam penelitian ini adalah kunyit (P1), bawang putih (P2), dan lada hitam (P3) yang dibuat dalam bentuk bubuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan rempah tidak memiliki efek yang signifikan (P> 0.05) pada produksi gas methan, pH, ammonia (NH3), volatile fatty acid (VFA), kecernaan bahan kering, dan bahan organik. Efek signifikan (P<0.05) pada populasi bakteri dan protozoa. Perlakuan ketiga (lada hitam) menghasilkan nilai kecernaan bahan kering tertinggi (67.01%), sedangkan perlakuan kedua (bawang putih) menghasilkan bahan organik tertinggi (61.74%). Ammonia (NH3) yang merupakan level normal (10.35-11.25 mM). Pada perlakuan kedua dan ketiga terjadi penurunan produksi gas methan
Pembuatan Permen Tipis (Film Strips) Berbasis Anggur Laut (Caulerpa sp.).
Caulerpa sp. yang mengandung banyak serat pangan dapat dimanfaatkan
menjadi berbagai macam olahan produk hasil perikanan. Penelitian ini bertujuan
menentukan formula terpilih permen tipis dengan perlakuan perbandingan air dan rumput
laut, menganalisis karakteristik fisik dan kimia, serta kandungan serat pangan
berdasarkan perlakuan yang diberikan dan menganalisis cemaran mikroba dan logam
pada formula terpilih. Metode yang dilakukan yaitu dengan preparasi rumput laut terlebih
dahulu, kemudian pembuatan permen tipis rumput laut Caulerpa sp. Permen tipis rumput
laut dilakukan pengujian sensori, fisik (warna) dan kimia kemudian ditentukan formula
terpilih. Formula terpilih dilakukan uji cemaran mikroba dan cemaran logam. Hasil
penelitian ini adalah formula terpilih dengan perlakuan perbandingan air dan Caulerpa
sp. 3:1 yang memiliki karakteristik tidak tercium aroma rumput laut, rasa tidak manis,
agak lengket, dan liat. Permen tipis rumput laut memiliki karakteristik warna kecerahan
yang tinggi, warna kemerahan dan kekuningan. Karakteristik kimia pada permen tipis
rumput laut Caulerpa sp. meliputi kadar air 14.43%, kadar abu 1.15%, kadar protein
37.61%, gula reduksi 2.39%, dan serat pangan 3.02% . Cemaran mikroba dan logam pada
pemen tipis rumput laut Caulerpa sp. perlakuan terpilih sudah sesuai dengan SNI