31665 research outputs found
Sort by
Penilaian Kecukupan Kebutuhan Kapal Berdasarkan Cape Town Agreement Tahun 2012
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan ilmu yang berperan dalam
mengurangi tingkat risiko dari suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi terkini untuk keberadaan peralatan penunjang keselamataan
kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m sampai 45 m di Pelabuhan
Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) terhadap standar
ketentuan peralatan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 dan
memberikan rekomendasi untuk pemenuhan standar sesuai ketentuan dalam Cape
Town Agreement tahun 2012. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif
dengan observasi langsung dan wawancara kepada pemilik dan nahkoda kapal
purse seine. Data hasil observasi dan wawancara berupa kondisi peralatan
penunjang keselamatan kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m
sampai 45 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan yang dapat
terpenuhi hanya ketentuan terkait radio komunikasi dengan tingkat pemenuhan
100%. Sedangkan ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu terkait line throwing
appliances, distress signal, radar transponder dan retro reflective materials.
Tingkat implementasi peralatan penunjang keselamatan kerja dengan standar
ketentuan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 hanya sebesar 0,31%.
Pemenuhan terhadap standar yang tertera dalam Cape Town Agreement tahun
2012 bab 7 bagian B mengenai peralatan penunjang keselamatan kerja di atas
kapal perlu dilakukan untuk menurunkan potensi terjadinya kecelakaan di laut dan
meningkatkan keselamatan jiwa dan harta benda
Identifikasi Jenis dan Tahap Keekonomian Potensi Hasil Hutan serta Langkah Pengembangannya di Perum Perhutani KPH Tasikmalaya.
Keberadaan dan peran Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) di Perum
Perhutani telah diterapkan sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang. Fungsi
KPH telah dikuatkan oleh Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2007, yang juga
mengatur unit pengelolaan hutan pada umumnya. Seluruh potensi hasil dan tahap
keekonomiannya secara objektif perlu lebih dahulu diketahui untuk mencapai
tujuan KPH dalam meningkatkan pendapatan nasional. Penelitian ini bertujuan
mengetahui potensi dan tahap keekonomian pemanfaatan hasil hutan yang terdapat
pada ekosistem hutan di Perum Perhutani KPH Tasikmalaya. Data dan informasi
diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan dan staff KPH,
perwakilan LMDH, serta pengusaha setempat. Hasil penelitian menunjukan KPH
Tasikmalaya memiliki 45 jenis potensi hasil hutan yang terdiri dari hasil hutan kayu,
hasil hutan bukan kayu, tanaman hortikultur, satwa endemik dan jasa lingkungan.
Selain itu, setiap potensi yang ada memiliki tahap keekonomian dan langkah
pengembangan yang berbeda. Pada tahap keekonomian 1 terdapat 5 jenis yang
belum ada pengetahuan manfaat dan diharapkan dapat dilakukan penelitian
eksploratif, tahap 2 terdapat 3 jenis yang memiliki pengetahuan manfaat dan
diharapkan dapat melakukan pengembangan inovasi teknologi dan pemanfaatan,
tahap 4 terdapat 2 jenis yang memiliki manajemen pemanfaatan dan diharapkan
dapat melakukan upaya efisiensi kerja, tahap 5 terdapat 4 jenis yang memiliki pasar
dan diharapkan dapat melakukan upaya inovasi pemasaran baik online atau offline,
tahap 6 terdapat 23 jenis yang memiliki keunggulan komparatif dan diharapkan
dapat melakukan upaya efisiensi produksi, serta tahap 7 terdapat 8 jenis yang
memiliki keunggulan kompetitif dan diharapkan dapat melakukan upaya efisiensi
distribusi dan promosi. Kemampuan pelaku usaha lokal hanya mampu mencapai
tahap keunggulan kompetitif untuk 8 jenis, sedangkan pada tingkat nasional
diperkirakan terdapat 31 jenis yang diharapkan sudah mencapai tahap keunggulan
kompetitif
Pengaruh Tingkat Partisipasi Masyarakat terhadap Efektivitas Program Corporate Social Responsibility (CSR
Program Koperasi Rancage merupakan program CSR dari perusahaan yang mengutamakan partisipasi dalam konsep pembangunan berkelanjutan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Koperasi Rancage merupakan sebuah wadah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat yang terena dampak atas aktivitas perusahaan. Pelaksanaan program Koperasi Rancage didasari atas partisipasi dari seluruh masyarakat sehingga program dalam berjalan secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program CSR. Metode penelitian yang digunkan yaitu metode penelitian kombinasi yang mengkombinasikan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dengan metode studi kasus dengan instrument penelitian yaitu wawancara mendalam. Data kuantitatif dikumpulkan dengan metode penelitian survei dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program CSR. Hal ini disebabkan karena partisipasi merupakan aspek penting dalam penyelenggaran program CSR
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Geer dan IAA terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.).
Penggunaan bibit tanaman kopi yang bermutu baik dan varietas unggul
dapat meningkatan produktivitas kopi. Teknologi untuk mendapatkan bibit yang
bermutu baik antara lain dapat dilakukan dengan pemberian pupuk geer dan IAA
selama berada di pembibitan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi
optimum pupuk geer dan zat pengatur tumbuh IAA yang dapat meningkatkan
pertumbuhan bibit kopi Arabika. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga
September 2019 di Kebun Percobaan IPB Cikabayan, Dramaga, Bogor. Penelitian
ini menggunakan 240 bibit kopi Arabika cv Ateng Super. Rancangan percobaan
yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan
dua faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama yaitu pupuk geer yang terdiri atas
4 taraf konsentrasi: 0 % (P0), 25 % (P1), 50 % (P2), dan 75 % (P3). Faktor perlakuan
yang kedua yaitu ZPT IAA yang terdiri atas 4 taraf konsentrasi, yaitu : 0 ppm (Z0),
200 ppm (Z1), 400 ppm (Z2), dan 600 ppm (Z3). Pupuk geer hanya berpengaruh
nyata terhadap jumlah daun pada 4 minggu setelah perlakuan (MSP). Konsentrasi
IAA hingga 200 ppm menghasilkan diameter batang, jumlah daun, dan bobot basah
tajuk nyata lebih tinggi daripada konsentrasi IAA lainnya. Tanpa pemberian IAA
dan konsentrasi 200 ppm meningkatkan diameter batang 18 %, jumlah daun 29.5
%, dan bobot basah tajuk 101 % lebih besar daripada konsentrasi lainnya. Interaksi
pupuk geer dan zat pengatur tumbuh IAA tidak berpengaruh nyata terhadap
pertumbuhan bibit tanaman kopi Arabika
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Konsumen Membeli Sayur dan Buah Melalui E-commerce
Laju perkembangan teknologi dan internet telah menggeser zaman
hingga ke revolusi industri 4.0. Salah satu pengaruhnya pada bisnis di sektor
pertanian, yaitu munculnya e-commerce pertanian. Akibatnya, berbelanja
sayur dan buah melalui e-commerce menjadi tren bagi konsumen. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sayur dan buah melalui
e-commerce. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability
sampling menggunakan teknik purposive sampling . Metode
analisis data yang dipakai adalah analisis deskriptif dan regresi linear
berganda. Hasil penelitian desktiptif menunjukan bahwa 1.) Secara
keseluruhan faktor tersebut memiliki kontribusi dan berpengaruh signifikan,
secara parsial faktor yang paling berpengaruh dengan arah positif dan
signifikan yaitu faktor keamanan. 2.) Secara simultan, faktor sosial, pribadi,
psikologis, keamanan, promosi dan atribut produk dapat menjelaskan sebesar
52,3 persen terhadap keputusan pembelian
Penerapan Standardisasi Biji Kopi Pada Petani Kopi Ditinjau dari Theory of Planned Behaviour.
Konsumsi komoditas kopi meningkat setiap tahunnya dan salah satu upaya agar kopi Indonesia sesuai dengan kualitas yang diinginkan adalah dengan menerapkan standardisasi biji kopi dari Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada pelaksanaannya, SNI ternyata tidak banyak diterapkan oleh petani, salah satu teori yang dapat menjelaskan perilaku dan sikap petani dalam menerapkan SNI adalah Theory of Planned Behaviour (TPB) yang dikembangkan oleh Ajzen dan Fishbein (1975). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengdeskripsikan penerapan standardisasi biji kopi ditinjau dari TPB, membuktikan pengaruh sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku terhadap niat menerapkan standardisasi biji kopi menggunakan analisis uji regresi berganda, serta membuktikan pengaruh niat menerapkan standardisasi biji kopi terhadap penerapan standardisasi biji kopi menggunakan analisis uji regresi sederhana. Metode yang digunakan penelitian ini adalah sensus berjumlah 48 petani kopi binaan Malabar Mountain Coffee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku mempengaruhi niat menerapkan standardisasi biji kopi, dan niat dalam menerapkan standardisasi biji kopi mempengaruhi penerapan standardisasi biji kopi
Analisis Kekuatan Struktur Bangunan Dermaga Kayu di Babo Teluk Bintuni, Papua Barat
Analisis mengenai kekuatan struktur terhadap kondisi dermaga jetty
Pelabuhan Babo Teluk Bintuni, Papua Barat penting untuk menjamin kestabilan
bangunan terhadap beban dan gaya luar yang bekerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengevaluasi kekuatan struktur, serta menilai ketahanan
struktur jetty. Pemodelan menggunakan program SAP2000 sesuai dengan as built drawing. Hasil perhitungan beban yang bekerja meliputi beban mati, beban hidup, gaya sandar kapal, gaya tambat kapal, gaya arus, gaya gelombang, dan gaya gempa. Energi akibat beban tumbukan kapal dan gaya sandar kapal mampu diredam menggunakan fender yang didesain menggunakan fender karet seibu V300H. Hasil analisis struktur menunjukkan jumlah ragam yang terkombinasi cukup hingga mode shape 12. Gaya geser gempa dinamik arah x dan y masih lebih kecil dari gaya geser statik, sehingga perlu dikalikan dengan faktor skala sebesar 2,9. Besar simpangan yang terjadi pada struktur masih lebih kecil dari simpangan yang diizinkan sebesar 350 mm. Balok didesain menggunakan
tulangan berdiameter 22 mm dan 25 mm. Nilai stress ratio pada tiang pancang memenuhi kapasitas tiang. Dapat dikatakan bahwa secara keseluruhan dermaga Babo Teluk Bintuni aman terhdapat beban yang bekerja
Evaluasi Ekstrak Tanin Akasia (Acacia mangium) sebagai Aditif Pakan Penghambat Bakteri Patogen dan Parasit Nematoda (Kajian In Vitro dan Meta-analisis)
Akasia (Acacia mangium) adalah spesies pohon yang tumbuh cepat yang banyak ditemukan di Indonesia. Kulit kayu akasia mengandung sejumlah metabolit sekunder seperti tanin, saponin, dan flavonoid. Senyawa tanin telah banyak diteliti dapat menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan termasuk yang patogen serta digunakan sebagai antihelmintik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antimikroba ekstrak tanin dari kulit kayu Akasia terhadap spesies bakteri patogen di saluran pencernaan ternak ruminansia, yaitu Salmonella typhimurium dan Eschericia coli sebagai bakteri Gram negatif menggunakan metode in vitro. Serta menganalisis penggunaan tanin dari berbagai jenis tanaman sebagai penghambat parasit nematoda dalam saluran pencernaan ternak ruminansia.
Tahap pertama yaitu pengujian aktivitas antibakteri. Metode difusi cakram digunakan untuk menguji aktivitas antimikroba dari ekstrak tanin dari Akasia. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif (NC), kontrol positif dengan menggunakan antibiotik kloramfenikol (PC), ekstrak tanin Akasia dengan dua konsentrasi, yaitu 1% (AT1) dan 2% (AT2) b/v, dan tanin Chesnut komersial dengan konsentrasi 1% ( CT1) dan 2% (CT2) b/v. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam atau Anova (Analysis of Variance) dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji post-hoc yaitu uji rentang berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter penghambatan yang terbentuk pada uji aktivitas AT dalam bentuk bubuk, cair dan CT dengan konsentrasi 2% terhadap bakteri Salmonella typhimurium masing-masing adalah 17.3, 7 dan 16 mm. Diameter hambat AT serbuk, AT cair dan CT terhadap bakteri Eschericia coli masing-masing adalah 17.3, 0 dan 17 mm. AT serbuk menghasilkan daya hambat yang lebih tinggi dari kedua spesies bakteri patogen dari pada AT cair (P <0.05), sedangkan nilai daya hambatnya mendekati dengan CT komersial. Kesimpulannya, AT 2% dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhimurium dan Eschericia coli di mana daya hambatnya sebanding dengan ekstrak tanin komersial dari Chesnut.
Kemudian, metode studi meta-analisis in vitro dilakukan untuk mengetahui kemampuan tanin dalam menghambat parasit nematoda dalam saluran pencernaan ruminansia. Tahapan ini dimulai dengan pencarian dan pengumpulan berbagai artikel terbaru, terpercaya, serta terkait dalam penelitian ini. Data beberapa parameter yang terkumpul akan dianalisis dan ditampilkan dalam forest plot. Kemudian, parameter yang digunakan yaitu daya hambat terhadap larva dan mortalitas cacing dewasa dalam saluran pencernaan. Berdasarkan analisis forest plot diperoleh bahwa tanin terbukti mampu menghambat larva parasit nematoda dan membunuh cacing dewasa (mortalitas) pada saluran pencernaan ternak ruminansia (P<0.001)
Pengetahuan dan Pengalaman Nelayan, Hubungannya dengan Persepsi terhadap Kapal Fiber di Pangkalan Pendaratan Ikan Tiku Agam
Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan kapal fiber kepada
nelayan di Indonesia. Salah satu daerah yang menerima bantuan kapal adalah PPI
Tiku Agam. Nelayan di PPI Tiku Agam relatif homogen sebagai masyarakat yang
bekerja dalam kegiatan penangkapan ikan, tetapi secara individual memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang berlainan yang dapat mempengaruhi persepsi
terhadap kapal fiber. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan
dan pengalaman nelayan penerima bantuan kapal fiber, menentukan faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi nelayan, dan menentukan hubungan pengetahuan dan
pengalaman dengan persepsi nelayan tentang kapal fiber. Penentuan responden
menggunakan sensus dengan jumlah nelayan 38 orang. Uji statistik yang dilakukan
untuk menentukan hubungan pengetahuan dan pengalaman dengan persepsi
menggunakan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan
nelayan kapal 3 GT memiliki pengetahuan sangat baik 43.3%, baik 46,7%, tidak
baik 10% serta memiliki cukup pengalaman 76,7% dan sangat berpengalaman
23.3%. Pengetahuan nelayan kapal 5 GT rata-rata memiliki pengetahuan baik
37.5%, tidak baik 63.5%, serta memiliki cukup pengalaman 75% dan kurang
berpengalaman 25%. Persepsi keseluruhan nelayan kapal 3 GT rata-rata memiliki
persepsi yang sangat baik terhadap kapal fiber. Sementara itu, nelayan kapal 5GT
memiliki persepsi yang tidak baik. Faktor pengetahuan pengguna kapal fiber 3 GT
diperoleh nilai signifikan sebesar 0.000<0.05, pengetahuan pengguna kapal fiber
ukuran 5 GT diperoleh nilai signifikan sebesar 0.246>0.05 terhadap persepsi kapal
fiber. Pengalaman pengguna kapal fiber ukuran 3 GT diperoleh nilai signifikan
sebesar 0.015<0.05, pengalaman pengguna kapal fiber ukuran 5 GT diperoleh nilai
signifikan sebesar 0.340>0.05 terhadap persepsi kapal fiber
Pengembangan Pasar Produk Kopi Celup dengan Pendekatan Metode Riset Aksi
Riset aksi merupakan suatu metode yang dirancang untuk menjawab
masalah dengan cara menentukan tindakan koreksi yang kemudian ditetapkan dan
diukur efektifitasnya melalui iterasi hingga diperoleh hasil tujuan. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang prototipe produk kopi celup dan merancang model
bisnis produk kopi celup. Penggunaan data primer diperoleh melalui wawancara
responden potensial dan konsumen potensial, dengan rentang umur mulai 22-32
tahun berjumlah 57 orang. Data literatur yang digunakan meliputi demografi
penduduk dan data konsumsi kopi Indonesia. Prototipe dan model bisnis terpilih
diperoleh melalui tes solusi beberapa fitur, yaitu penampakan produk, aroma
produk, tingkat kesolutifan terhadap masalah, kemasan produk, lokasi, cara
pemasaran, loyalitas konsumen terhadap produk kopi celup, dan saran untuk
produk. Prototipe Kopi celup dirancang mengunakan roasting profile yang telah
disesuaikan dengan karakternya yang cepat terekstraksi dan tidak membutuhkan
waktu seduh yang lama. Rancangan model bisnis produk kopi celup yang
diperoleh segmen pelanggan generasi milenial, dengan proposisi nilai yaitu
menarik, aroma kopi yang baik, rasa yang premium, dan harga terjangkau.
Penjualan dilakukan melalui online market place, kedai kopi, minimarket, serta
media online