31665 research outputs found
Sort by
Populasi dan Habitat Merak Hijau Jawa di Hutan Tanaman Jati KPH Madiun.
Merak hijau jawa merupakan burung dilindungi dengan daya tarik berupa
bulu yang indah. Persebarannya hanya terdapat di Pulau Jawa Indonesia. Distribusi
merak hijau jawa terbagi menjadi populasi kecil dan terisolasi pada habitat yang
terfragmentasi, berpotensi mempercepat kepunahan lokal. Informasi populasi dan
habitat merak di hutan jati diperlukan dalam upaya konservasinya. Penelitian ini
dilakukan selama April-Juli 2022 di Hutan Jati BKPH Dagangan KPH Madiun
dengan metode transect with variable-width kombinasi concentration count dan
analisis vegetasi. Populasi merak hijau jawa di RPH Panggung sebanyak 6 ekor
dengan nisbah kelamin sebesar 1:5 dan di RPH Sareng sebanyak satu ekor betina
dewasa. Habitat merak hijau jawa ditemukan pada ketinggian 150-250 mdpl pada
tutupan lahan hutan tanaman jati, hutan alam, dan ladang jagung. Merak hijau jawa
paling banyak menghabiskan waktu di hutan alam. Jenis tumbuhan yang
mendominasi adalah jati (Tectona grandis) dan jagung (Zea mays). Pakan merak
hijau berupa rerumputan dan semak. Jenis pakan merak hijau jawa adalah Sidaguri
(Sida acuta), jagung (Zea mays), bandotan (Ageratum conyzoides), pulutan (Urena
lobata), Rumput Kebo (Paspalum conjugatum), dan Meniran (Phyllanthus niruri).
Merak hijau jawa di RPH Panggung tidur di pohon timoho (Kleinhovia hospita) dan
pohon winong (Tetrameles nudiflora), merak hijau jawa di RPH Sareng tidur di
tanaman jat
Komposisi Jenis dan Struktur Tegakan Arboretum Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB
Ekosistem hutan terdiri dari komunitas pohon dan sumber hayati lainnya yang saling terhubung satu sama lain dan dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat dilihat melalui jumlah variasi jenis tumbuhan dan struktur tumbuhan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan komposisi jenis tumbuhan dan menganalisis struktur tegakan di Arboretum Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat (petak). Analisis data meliputi analisis vegetasi, dan analisis nilai Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis pada tegakan hutan Arboretum Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB didominasi oleh jenis Arthropyllum diversifolium, Calophyllum soulattri, Maesopsis eminii, Khaya anthotheca pada tingkat pohon dan permudaannya dan, Piper aduncum, dan Dracaena Fragrans pada tingkat tumbuhan bawah. Jumlah jenis pohon berikut permudaannya dan tumbuhan bawah berjumlah sebanyak 48 jenis. Stratifikasi tajuk tegakan Arboretum Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB didominasi oleh stratum C dengan struktur tegakannya berbentuk huruf J terbalik.Forest ecosystems consist of communities of trees and other biological resources that are interconnected with each other and with their environment. This relationship can be seen through the number of variations in plant species and plant structure. The purpose of this study was to describe the composition of plant species and to analyze the structure of the stands in the Arboretum of the Faculty of Forestry and Environment, IPB. The method used is the quadratic method (plots). Data analysis includes analysis of vegetation, and analysis of Important Value Index (INP) values. The results showed that the species composition of the Arboretum forest stands of the Faculty of Forestry and Environment IPB was dominated by the species Arthropyllum diversifolium, Calophyllum soulattri, Maesopsis eminii and, Khaya anthotheca at trees with their regeneration, Piper aduncum, and Dracaena Fragrans at undergrowth. The total number of species for trees with their regeneration and undergrowth is 48 species. The canopy stratification of the Arboretum of Faculty of Forestry and Environment of IPB is dominated by stratum C with an iverted J shaped stand structure
Pemodelan Hidden Markov Kontinu pada Indeks Harga Saham FTSE100
Harga penutupan indeks pasar saham selalu mengalami perubahan setiap
waktu. Hal ini dipengaruhi salah satunya oleh perubahan kondisi pasar saham.
Kondisi pasar saham yang menyebabkan terjadinya nilai penutupan suatu indeks
saham diasumsikan tidak teramati secara langsung dan membentuk rantai Markov,
sehingga dapat dimodelkan oleh hidden Markov kontinu. Dengan menggunakan
barisan tersembunyi pada hidden Markov diskret, parameter sebaran pada hidden
Markov kontinu dapat diperkirakan. Pada tugas akhir ini akan digunakan model
hidden Markov kontinu untuk memprediksi nilai penutupan harian indeks FTSE
100 periode November 2020 – Desember 2020 dengan data latih pada periode
Januari 2018 – Oktober 2020. Dari hasil perhitungan, nilai penutupan harian
indeks FTSE 100 yang disebabkan oleh tiga state hidden Markov kontinu
memiliki sebaran masing masing state yaitu Weibull(25, 6001, 104),
KhiKuadrat(7284), dan campuran(0.45, 0.55)[seragam (6581, 7877), lognormal (9,
0.01)]. Hasil simulasi dengan Mathematica 12.2 mendapatkan nilai MAPE latih
3.54% dan nilai MAPE uji 5.84%.The closing prices of stock market indices always experience changes over
time. This is influenced by changes in market conditions. The market conditions
that cause the closing value of a stock index are assumed to be unobservable
directly and form a Markov chain, hence, it can be modeled as a continuous
hidden Markov. By using the hidden sequence on the discrete hidden Markov, the
distribution parameters of continuous hidden Markov can be estimated. In this
final project, the hidden Markov model will be used to predict daily closing values
of the FTSE 100 index on November 2020 – December 2020, with training data
on January 2018 – October 2020. From the calculation results, period, the daily
closing values of the FTSE 100 index, which are caused by the three states of the
continuous hidden Markov, have the following distributions for each state:
Weibull(25, 6001, 104), Chi-Square(7284), and mixture(0.45,
0.55)[uniform(6581, 7877), lognormal(9, 0.01)]. The simulation results using
Mathematica 12.2 obtained a training MAPE of 3.54% and a testing MAPE of
5.84%
Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Di Areal PBPH PT. Wanapotensi Nusa Kabupaten Buru Dan Buru Selatan Provinsi Maluku
PT. Wanapotensi Nusa (PT. WPN) is a company operating in the business of natural production forests in Buru and South Buru Regencies,
Maluku Province. The company has a strong commitment to sustainable forest management. To minimize the negative impact of forest exploitation on
plant biodiversity in the area, it is necessary to identify the existence of protected and/or rare plant species, their threats, as well as efforts to manage
and monitor biodiversity that need to be carried out. This research aims to identify habitat conditions and plant biodiversity in the PBPH PT area.
WPN, Buru and South Buru Districts, Maluku Province. In the PBPH area of PT. WPN consists of 280 species which can be grouped into 90 families,
where the highest plant species richness is found in secondary dryland forests (292 species) and the least is found in shrubs (52 species). Based on its
protection status, in the PBPH area of PT. WPN found one type of plant that is protected according to the Minister of Environment and Forestry
Regulation (Permen LHK) No. P.106 of 2018; found 10 endemic plant species; found 7 types of plants included in the CITES Appendix II List; and
found 2 (two) types of plants which are classified as VU/Vulnerable according to IUCN, 2 (two) types which are EN/Endangered according to IUCN,
and 2 (two) types of plants which are included in the CR category /Critically Endangered according to IUCN. There are 4 threats to plant biodiversity
in the PBPH area of PT. WPN are (1) Illegal logging, (2) Area encroachment, (3) Availability of resources to manage and monitor plants is still lacking,
and (4) Forest and land fires. Plant biodiversity management activities in the PBPH area of PT. WPN needs to do are boundary marking, internal and
external outreach, prevention and protection of plant biodiversity, further surveys of plant species population status, and coordination with related
agencies and the community. Plant biodiversity monitoring activities in the PBPH area of PT. WPN that needs to be carried out are plant diversity and
density, the effectiveness of preventing and controlling disturbances to plant biodiversity, as well as monitoring the intensity of disturbances to plant
biodiversity
Optimasi Metode Produksi Tanaman Dihaploid Terong (Solanum melongena L.) melalui Kultur Antera
Terong (Solanum melongena L., 2n = 2x = 24), termasuk famili Solanaceae yang merupakan tanaman sayuran populer dan bernilai ekonomis tinggi. Pengembangan varietas tanaman terong terfokus pada pengembangan varietas hibrida yang memerlukan galur murni sebagai tetua persilangan. Galur murni dapat diproduksi secara konvensional melalui selfing dan seleksi berulang, namun waktu dan biaya yang diperlukan lebih lama dan besar. Metode alternatif untuk mendapatkan galur murni yaitu dengan pendekatan teknologi dihaploid (doubled haploid/ DH) melalui kultur antera. Pembentukan tanaman galur murni melalui kultur antera yaitu melalui proses androgenesis atau regenerasi sel gamet jantan (mikrospora) menjadi tanaman DH secara in vitro. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur antera pada tanaman terong diantaranya ialah genotipe, fase perkembangan mikrospora, perlakuan suhu tinggi (±35°C), formulasi media dan kondisi kultur, kondisi musim kultur dan ketersediaan metode duplikasi kromosom. Faktor-faktor tersebut perlu dioptimasi untuk mendapatkan metode baru kultur antera tanaman terong yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan metode baru kultur antera tanaman terong yang lebih efisien.
Penelitian ini terdiri atas empat percobaan. Percobaan pertama bertujuan untuk mempelajari pengaruh genotipe dan berbagai metode kultur antera terhadap embriogenesis pada kultur antera tanaman terong. Penelitian dilakukan dengan membandingkan enam metode kultur antera, yaitu metode Dumas de Vaulx dan Chambonnet, Taşkin, Ari, Vural dan Ari, Modifikasi 1 dan Modifikasi 2. Genotipe tanaman donor yang digunakan diantaranya adalah varietas Mustang F1, Hitavi F1 and Provita F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa androgenesis melalui proses embriogenesis langsung pada tanaman terong tergantung genotipe. Genotipe Provita F1 menujukkan respon embriogenesis dan regenerasi tertinggi, sedangkan metode kultur antera Modifikasi 1 menunjukkan respon androgenesis dan regenerasi tertinggi meskipun tidak berbeda secara nyata dengan metode Ari. Superioritas metode Modifikasi 1 ditunjukkan oleh jumlah dan persentase pencoklatan antera dan antera menghasilkan kalus terendah, waktu inisiasi embrio tercepat, jumlah dan persentase antera menghasilkan embrio tertinggi, persentase embriogenesis tertinggi, dan jumlah dan persentase regenerasi dan efisiensi kultur antera tertinggi. Analisis level ploidi dengan flow cytometry dapat mengungkapkan status level ploidi regeneran. Tingkat pembentukan tanaman DH spontan sebesar 25,9% dan divalidasi dengan pengamatan secara langsung terhadap anatomi dan morfologi tanaman haploid dan DH.
Percobaan ke dua bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan AgNO3 atau Putresin terhadap androgenesis beberapa genotipe terong melalui kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan berbagai konsentrasi AgNO3 atau Putresin pada media induksi embrio. Tanaman donor yang digunakan diantaranya adalah varietas Mustang F1, Hitavi F1 dan Provita F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AgNO3 10 mg/l pada media induksi embrio menghasilkan tingkat androgenesis dan regenerasi tertinggi. Genotipe Hitavi F1 memberikan respon androgenesis dan regenerasi tertinggi. Superioritas penggunaan AgNO3 dan genotipe Hitavi F1 ditunjukkan pada persentase pencoklatan antera terendah, waktu inisiasi embrio tercepat, persentase antera menghasilkan embrio, persentase regenerasi dan efisiensi kultur antera tertinggi. Tanaman DH spontan yang dihasilkan sebesar 25,9% dari seluruh tanaman yang dianalisis ploidi menggunakan flow cytometry dan lebih dari 80% berhasil diaklimatisasi.
Percobaan ke tiga bertujuan untuk mempelajari respon dan kapasitas androgenesis beberapa genotipe terong terhadap metode kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan respon kultur antera beberapa genotipe terong diantarnta Provita F1, Ratih Hijau F1, Ratih Putih F1, Edlyn F1, Pontia F1, Bondan (bersari bebas), Pertiwi F1, Yuvita F1. Respon androgenesis dan regenerasi embrio hasil kultur antera tanaman terong tergantung pada genotipe walaupun semua genotipe yang diuji mampu menunjukkan respon yang relatif baik terhadap kultur antera. Genotipe Edlyn F1 memberikan respon androgenesis tertinggi, sedangkan normalitas embrio dan persentase regenerasi tertinggi ditunjukkan oleh genotipe Yuvita F1. Perolehan tanaman DH spontan tertinggi ditunjukkan oleh genotipe Edlyn F1. Tanaman DH spontan yang diperoleh sebesar 29,8% dari seluruh tanaman yang dianalisis dengan flow cytometry dan berhasil diaklimatisasi dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%.
Percobaan ke empat bertujuan untuk mempelajari aktifitas antimitotik pendimetalin terhadap diploidisasi tanaman haploid terong hasil kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan tiga konsentrasi antimitotik Pendimetalin yaitu 100 µM, 300 µM, and 1000 µM dan tiga durasi inkubasi yaitu 2 hari, 4 hari dan 6 hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Pendimetalin dan durasi inkubasi menghambat proses fisiologi dan pertumbuhan plantlet serta mempengaruhi perubahan level ploidi plantlet haploid terong. Tingkat diploidisasi plantlet tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan konsentrasi Pendimetalin 300 µM dan durasi inkubasi selama 2 hari yang secara berturut-turut 55,0% and 58,3%.Terong (Solanum melongena L., 2n = 2x = 24), termasuk famili Solanaceae yang merupakan tanaman sayuran populer dan bernilai ekonomis tinggi. Pengembangan varietas tanaman terong terfokus pada pengembangan varietas hibrida yang memerlukan galur murni sebagai tetua persilangan. Galur murni dapat diproduksi secara konvensional melalui selfing dan seleksi berulang, namun waktu dan biaya yang diperlukan lebih lama dan besar. Metode alternatif untuk mendapatkan galur murni yaitu dengan pendekatan teknologi dihaploid (doubled haploid/ DH) melalui kultur antera. Pembentukan tanaman galur murni melalui kultur antera yaitu melalui proses androgenesis atau regenerasi sel gamet jantan (mikrospora) menjadi tanaman DH secara in vitro. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan kultur antera pada tanaman terong diantaranya ialah genotipe, fase perkembangan mikrospora, perlakuan suhu tinggi (±35°C), formulasi media dan kondisi kultur, kondisi musim kultur dan ketersediaan metode duplikasi kromosom. Faktor-faktor tersebut perlu dioptimasi untuk mendapatkan metode baru kultur antera tanaman terong yang lebih efisien. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan metode baru kultur antera tanaman terong yang lebih efisien.
Penelitian ini terdiri atas empat percobaan. Percobaan pertama bertujuan untuk mempelajari pengaruh genotipe dan berbagai metode kultur antera terhadap embriogenesis pada kultur antera tanaman terong. Penelitian dilakukan dengan membandingkan enam metode kultur antera, yaitu metode Dumas de Vaulx dan Chambonnet, Taşkin, Ari, Vural dan Ari, Modifikasi 1 dan Modifikasi 2. Genotipe tanaman donor yang digunakan diantaranya adalah varietas Mustang F1, Hitavi F1 and Provita F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa androgenesis melalui proses embriogenesis langsung pada tanaman terong tergantung genotipe. Genotipe Provita F1 menujukkan respon embriogenesis dan regenerasi tertinggi, sedangkan metode kultur antera Modifikasi 1 menunjukkan respon androgenesis dan regenerasi tertinggi meskipun tidak berbeda secara nyata dengan metode Ari. Superioritas metode Modifikasi 1 ditunjukkan oleh jumlah dan persentase pencoklatan antera dan antera menghasilkan kalus terendah, waktu inisiasi embrio tercepat, jumlah dan persentase antera menghasilkan embrio tertinggi, persentase embriogenesis tertinggi, dan jumlah dan persentase regenerasi dan efisiensi kultur antera tertinggi. Analisis level ploidi dengan flow cytometry dapat mengungkapkan status level ploidi regeneran. Tingkat pembentukan tanaman DH spontan sebesar 25,9% dan divalidasi dengan pengamatan secara langsung terhadap anatomi dan morfologi tanaman haploid dan DH.
Percobaan ke dua bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan AgNO3 atau Putresin terhadap androgenesis beberapa genotipe terong melalui kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan berbagai konsentrasi AgNO3 atau Putresin pada media induksi embrio. Tanaman donor yang digunakan diantaranya adalah varietas Mustang F1, Hitavi F1 dan Provita F1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AgNO3 10 mg/l pada media induksi embrio menghasilkan tingkat androgenesis dan regenerasi tertinggi. Genotipe Hitavi F1 memberikan respon androgenesis dan regenerasi tertinggi. Superioritas penggunaan AgNO3 dan genotipe Hitavi F1 ditunjukkan pada persentase pencoklatan antera terendah, waktu inisiasi embrio tercepat, persentase antera menghasilkan embrio, persentase regenerasi dan efisiensi kultur antera tertinggi. Tanaman DH spontan yang dihasilkan sebesar 25,9% dari seluruh tanaman yang dianalisis ploidi menggunakan flow cytometry dan lebih dari 80% berhasil diaklimatisasi.
Percobaan ke tiga bertujuan untuk mempelajari respon dan kapasitas androgenesis beberapa genotipe terong terhadap metode kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan respon kultur antera beberapa genotipe terong diantarnta Provita F1, Ratih Hijau F1, Ratih Putih F1, Edlyn F1, Pontia F1, Bondan (bersari bebas), Pertiwi F1, Yuvita F1. Respon androgenesis dan regenerasi embrio hasil kultur antera tanaman terong tergantung pada genotipe walaupun semua genotipe yang diuji mampu menunjukkan respon yang relatif baik terhadap kultur antera. Genotipe Edlyn F1 memberikan respon androgenesis tertinggi, sedangkan normalitas embrio dan persentase regenerasi tertinggi ditunjukkan oleh genotipe Yuvita F1. Perolehan tanaman DH spontan tertinggi ditunjukkan oleh genotipe Edlyn F1. Tanaman DH spontan yang diperoleh sebesar 29,8% dari seluruh tanaman yang dianalisis dengan flow cytometry dan berhasil diaklimatisasi dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90%.
Percobaan ke empat bertujuan untuk mempelajari aktifitas antimitotik pendimetalin terhadap diploidisasi tanaman haploid terong hasil kultur antera. Penelitian dilakukan dengan membandingkan tiga konsentrasi antimitotik Pendimetalin yaitu 100 µM, 300 µM, and 1000 µM dan tiga durasi inkubasi yaitu 2 hari, 4 hari dan 6 hari. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Pendimetalin dan durasi inkubasi menghambat proses fisiologi dan pertumbuhan plantlet serta mempengaruhi perubahan level ploidi plantlet haploid terong. Tingkat diploidisasi plantlet tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan konsentrasi Pendimetalin 300 µM dan durasi inkubasi selama 2 hari yang secara berturut-turut 55,0% and 58,3%
Kinerja Produksi dan Usaha Pendederan Ikan Kerapu Cantang di Karamba Jaring Apung dengan Frekuensi Pemberian Pakan Berbeda
Pendederan ikan kerapu di karamba jaring apung laut dihadapkan dengan
permasalahan kanibalisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh
peningkatan frekuensi pemberian pakan terhadap tingkat kanibalisme serta kinerja
produksi dan usaha pendederan ikan kerapu cantang dalam karamba jaring apung
di laut. Rancangan acak lengkap digunakan dengan tiga ulangan dan tiga perlakuan,
yaitu frekuensi pemberian pakan 3, 4, dan 5 kali sehari. Benih ikan kerapu cantang
dengan panjang 8,03±0,29 cm dan bobot 9,66±1,00 g dipelihara dalam kantong
waring berukuran 1 m × 1 m × 1 m pada karamba jaring apung dengan padat
penebaran 110 ekor per m3
selama empat minggu. Benih diberi pakan buatan berupa
pelet berukuran 3 mm yang mengandung protein sebesar 48% secara at satiation
antara pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Frekuensi pemberian pakan 5 kali sehari
dapat meminimalkan tingkat kanibalisme tipe 1, koefisien keragaman dan rasio
konversi paka
Kesuburan Tanah pada Hutan Wakaf Kampung Muara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Pengetahuan tentang karakteristik dan kualitas tanah perlu diketahui untuk menilai dan memantau kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status kesuburan tanah Hutan Wakaf Kampung Muara Bogor. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah terusik di lapangan pada tiga tingkat kerapatan tajuk dan dilanjutkan dengan analisis di laboratorium. Setelah dilakukan analisis, selanjutnya dilakukan penilaian sifat kimia tanah dan penilaian status kesuburan tanah. Hasil analisis laboratorium pada kerapatan tajuk rendah, sedang dan tinggi menunjukan pH tanah masam (pH 5,23; pH 4,58; dan pH 4,44), C-Organik tergolong tinggi (3,56%; 5,21% dan 7,98%), kandungan P potensial tinggi (63,45 mg/100g, 20,70 mg/100g, dan 54,47 mg/100g) kandungan K potensial rendah (26,61 mg/100g, 7,11 mg/100g dan 13,37 mg/100g), KTK tergolong tinggi (36,67 cmol/kg, 26,34 cmol/kg dan 28,22 cmol/kg) dan kejenuhan basa sangat rendah (24,57%, 6,30% dan 4,57%). Berdasarkan hasil analisis, status kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah.The knowledge of quality and characteristics of soil is a vital information for soil assessment and monitoring. This research is aiming to determine the soil fertility in Bogor Waqf Forest Kampung Muara. The research was conducted by collecting disturbed soil samples in three levels of canopy, and followed with laboratory analysis. After the samples are analyzed, an assessment of soil’s chemical properties and an assessment of soil fertility status were enacted. Results of Laboratory analysis on low, medium and high canopy density showed acidic soil pH values (pH 5,23; pH 4,58; and pH 4,44), C-Organic classified as high (3,56%, 5,21% and 7,98%), potential P content classified as high (63,45 mg/100g, 20,70 mg/100g and 54,47 mg/100g), potential K content classified as low (26,61 mg/100g, 7,11 mg/100g and 13,37 mg/100, CEC was high (36,67 cmol/kg, 26,34 cmol/kg and 28,22 cmol/kg), and base saturation was very low (24,57%, 6,30% and 4,57%). Based on the results of the analysis, soil fertility status of Bogor Waqf Forest was relatively low
Substitution of Black Soldier Fly (BSF) Larvae Flour with Broiler Chicken Concentrate on Carcass and Internal Organs Percentage
Black Soldier Fly (BSF) adalah contoh dari serangga yang dapat digunakan sebagai sumber protein alternatif. Larva BSF dapat mengurangi limbah organik dan memiliki kandungan protein tinggi sekitar 42.65%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh tepung larva BSF pada persentase karkas, potongan komersial karkas dan organ dalam ayam broiler. Penelitian menggunakan 200 DOC yang dipelihara hingga umur 35 hari. Desain percobaan dalam penelitian terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah R0 = Pakan komersial, R1 = 0% BSF, R2 = 7.5% BSF, dan R3 = 15% BSF dengan 5 ulangan. Variabel yang diamati adalah persentase karkas, persentase pemotongan komersial karkas dan persentase organ dalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Black Soldier Fly pada pakan ayam broiler tidak memberikan pengaruh terhadap persentase bobot karkas, persentase bobot potong komersial, dan persentase bobot organ dalam tetapi meningkatkan pesentase gizzard. Oleh karena itu pemberian BSF 7.5% dan 15% dalam ransum finisher broiler dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan konsentrat.In broiler farms the feed cost is the largest component of the production cost, Black Soldier Fly (BSF) is an insect that can be used as an alternative protein source. BSF larva can reduce organic waste into a high protein content. The purpose of this study was to determine the effect of BSF larva flour on the percentage of carcass, commercial cutting of carcass and internal organs of broiler chickens. The study used 200 DOCs kept for 35 days. For 35 days. The treatments were R0 = commercial feed, R1 = 0% BSF, R2 = 7.5% BSF, and R3 = 15% BSF with 5 replications.
The observed variables were percentage of carcass, percentage of commercial cutting carcass in broiler ration had no effect on the percentage of carcass weight, percentage of commercial slaughter weight, and percentage of internal organ weight but increased the percentage of gizzard. As conclusion use of 7.5% and 15% BSF in finisher broiler ration can reduce the use of concentrate
Motivasi dan Praktik Pemilihan Pangan Melalui Aplikasi Pemesanan Pangan Daring pada Pegawai Kota Bogor
Inovasi teknologi menunjang berbagai macam aktifitas kehidupan menjadi lebih praktis, salah satunya penyediaan pangan melalui aplikasi pemesanan pangan daring yang dapat mempengaruhi kebiasaan konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan motivasi dan praktik pemilihan pangan melalui aplikasi pemesanan pangan daring pada pegawai. Penelitian dilakukan bulan November sampai Desember 2019 di Bogor. Desain studi berupa cross sectional study dengan penarikan 105 orang subjek menggunakan metode convenience sampling, yaitu yang ditemui dan dipilih berdasarkan kesediaan menjadi subjek sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek merupakan perempuan berusia 25-35 tahun, status menikah dan bekerja sebagai pegawai swasta. Agama merupakan motivasi yang paling dipertimbangkan oleh subjek (mean= 3,77). Praktik pemilihan pangan yang dilakukan mayoritas pada kelompok pangan fast food lokal (3,04 kali/bulan). Karakteristik subjek, usia (p= 0,012), jenis kelamin (p= 0,008; p= 0,039; p= 0,024; p= 0,033) dan status pernikahan (p= 0,048) berhubungan signifikan dengan motivasi pemilihan pangan. Usia berhubungan signifikan dengan praktik pemilihan minuman (p= 0,001). Motivasi suasana hati berhubungan signifikan dengan praktik pemilihan minuman (p= 0,044).The innovation of technology has supporting various activities more practical, one of them is provision food through online food delivery apps that affect food consumption habits. This study aimed to analyze food choice motives and practices through online food delivery (OFD) apps on Bogor employees. The study was conducted from November to December 2019 in Bogor. The design of this study was a cross-sectional study with 105 subjects drawn using covenience sampling based on their availability and willingness to. Data was collected by self-administered questionnaire. The result showed most of subject are female aged 25-35 years old, married and worked as private employees. Religion was scored as the most important food choice motive (mean = 3.77). The local fast food is the most food choice practice (3.04 times/month). Subject characteristics, such as age (p=0.012), gender (p=0.008; p=0.039; p=0.024; p=0.033) and marital status (p=0.048), were significantly correlated with food choice motives. Age significantly correlated with beverage choice practice (p=0.001). Mood motives significantly correlated with beverage choice practice (p=0.044)
Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Pasar Tradisional Kota XYZ
Kepuasan masyarakat digunakan sebagai tolak ukur capaian kebijakan suatu instansi. Di era modern saat ini persaingan di segala bidang semakin ketat, termasuk persaingan pasar. Pengelola pasar dituntut untuk mengenali target konsumen dengan baik. Hal ini berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Penelitian terhadap pelayanan publik di pasar tradisional diperlukan sebagai evaluasi bagi pengelola pasar supaya kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kepuasan masyarakat terhadap kualitas unsur pelayanan petugas pasar tradisional Kota XYZ dan mengidentifikasi keterhubungan karakteristik unsur fasilitas pasar di pasar tradisional Kota XYZ. Data yang digunakan berasal dari survei kepada masyarakat di pasar tradisional Kota XYZ. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai dengan Juni 2020. Data dianalisis menggunakan importance performance analysis (IPA), customer satisfaction index (CSI), dan biplot. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat merasa puas dengan pelayanan petugas pasar tradisional Kota XYZ. Unsur pelayanan petugas yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan di antaranya produk spesifikasi jenis pelayanan, dan perilaku pelaksana. Kelompok Pasar 1 dan Pasar 3 memiliki beberapa kemiripan karakteristik unsur fasilitas pasar sehingga dalam menentukan kebijakan pembangunan dapat dilihat dari salah satu kelompok untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.Community’s satisfaction is used as measure of achievement in agency's policies. In the modern era, competition is getting tighter, including on market. Market managers have to recognize consumers well. It has positive effect on customer’s satisfaction. Research to public services in traditional market is needed as evaluation so that development policies are according to community’s needs. The aims of this research are to identify level of community’s interest and satisfaction of quality of service officer, and connectedness of the characteristics of the elements market facilities in the XYZ City traditional market. The data used by survey to the community in the XYZ City traditional market. The research was started from May to June 2020. Data were analyzed using importance performance analysis (IPA), customer satisfaction index (CSI), and biplot. The results showed that the community was satisfied on quality of service officer of the XYZ City traditional market’s officers. The top priority service officer for improvement include product specifications type of service and behavior of implementer. Market group 1 and 3 have several similarities in the characteristics elements of market facilities so that planning development policies can be seen at one to save time, energy and costs