31665 research outputs found
Sort by
Kematian Satwa Liar Akibat Tertabrak (Road Mortality) di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Sulawesi Tenggara
Jalan poros provinsi antara Kabupaten Bombana dengan Kabupaten Konawe
Selatan sepanjang 22.4 km di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW)
membelah kawasan menjadi dua bagian sehingga rawan menjadi tempat perlintasan
satwa liar. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi jenis satwa yang mati akibat
tertabrak kendaraan di jalan poros TNRAW serta menghitung korelasi antara jumlah
satwa yang tertabrak dengan jumlah kendaraan yang melintas. Pengambilan data
dilakukan dengan menelusuri jalan sebagai bentuk transek garis dengan kecepatan
konstan pada tanggal 15-28 Februari 2020 dan 15-28 Maret 2020. Data ini kemudian
ditambah dengan data hasil pengamatan pihak TNRAW tahun 2019. Diperoleh 620
kasus satwa tertabrak kendaraan (data TNRAW 91 kasus dan data penelitian 529
kasus). Secara total, jenis satwa liar yang teridentifikasi tertabrak adalah 53 spesies
yang terdiri dari 29 jenis aves, 6 jenis mamalia, 5 jenis amfibi, dan 13 jenis reptil.
Jumlah kelompok satwa paling banyak tertabrak berturut-turut adalah amfibi
(dominasi jenis Ingerophrynus biporcatus), aves (dominasi Lonchura malacca),
mamalia (dominasi Rattus argentiventer), dan reptilia (dominasi Varanus salvator).
Tabrakan umumnya berada di sekitar habitat savana. Diperoleh korelasi positif
antara jumlah satwa yang tertabrak dan jumlah kendaraan yang melintas (r = 0.721,
n = 14, P = 0.004). Untuk mengurangi terjadinya kematian satwa akibat tertabrak
kendaraan disarankan agar membuat koridor untuk penyeberangan satwa liar,
membatasi kecepatan laju kendaraan di areal “hot spot” tempat banyak satwa
tertabrak, serta penambahan papan pengumuman dan rambu jalan di sepanjang jalan
poros
Penyuntingan Empat Gen Terkait Hasil Produksi pada Padi Thailand menggunakan CRISPR-Cas9 : Validasi Gen dan Konstruksi Vektor.
Sistem Clustered Regulary Interspaced Short Palindromic Repeats -CRISPR assosiated protein 9 (CRISPR-Cas9) merupakan teknik yang akurat dan efisien sebagai alat untuk memodifikasi genom. Implementasi CRISPR-Cas9 pada padi indica masih jarang digunakan dibandingkan padi japonica. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi vektor rekombinan yang membawa sgRNA untuk mengedit 4 gen pada 2 varietas padi Thailand (JHN dan PTT1). Gen yang menjadi target dalam penelitian ini dalah Tad1, Gn1a, Roc5, dan DL, yang telah diketahui memiliki potensi untuk meningkatkan produksi padi. Lokasi gen target dari dua varietas padi Thailand telah dikonfirmasi dan digunakan untuk merancang single guide RNA. Oligo sgRNA telah disisipkan ke vektor ekspresi pRGEB32 diikuti dengan verifikasi plasmid di Echerichia coli strain XL-1 Blue kemudian ditransformasikan ke Agrobacterium tumefaciens. Hasil percobaan menunjukan oligo sgRNA telah berhasil disisipkan pada pRGEB32 yang dibuktikan dengan PCR koloni dan hasil perunutan DNA. Vektor rekombinan telah berhasil ditransformasi ke dalam A. tumefaciens EHA105 dengan mengintroduksi sel kompeten dengan plasmid rekombinan yang diisolasi dari koloni E. coli positif
Kajian Pengembangan Kawasan UMKM Digital Pengolah Makanan Di Kota Bekasi
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan
penting dalam perekonomian Indonesia, terutama ditinjau dari segi jumlah
unit usaha dan daya serap tenaga kerja sebesar 97,17%. Sementara
kontribusi rata-rata UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu
sebesar 57,88%. Pertumbuhan perekonomian kota Bekasi tidak terlepas dari
kontribusi UMKM. Hal ini dapat dilihat dari jumlah UMKM yang cukup
banyak, dengan jumlah lebih kurang 203.000 unit UMKM yang tersebar di
56 kelurahan yang terdiri dari jenis usaha perdagangan pengolahan makanan
dan minuman sebanyak 12.988 UMKM dan berhasil menyerap sedikitnya
410.000 orang pekerja pada tahun 2016. Namun kontribusi UMKM hanya
sepertiga dari total kontribusi seluruh unit usaha dalam menstimulasi
pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu faktor penyebab rendahnya
peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi adalah tingginya
biaya atau proses pemasaran.
Solusi dari permasalahan pemasaran adalah membuat suatu zona/
kawasan/ sentra pemasaran UMKM pengolah makanan di tempat-tempat
strategis sehingga masyarakat umum dapat dengan mudah mengetahui dan
mendapatkan produk dari UMKM tersebut. Namun demikian tidaklah
mudah membentuk suatu kawasan UMKM mengingat Kota Bekasi
merupakan wilayah hinterland, sehingga solusi lain adalah dengan
memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mengetahui persebaran spasial UMKM pengolah makanan di Kota Bekasi
(2) menganalisis alternatif wilayah dan sentra-sentra pengembangan
UMKM pengolah makanan di Kota Bekasi (3) merumuskan
arahan/rekomendasi wilayah dan program pengembangan kawasan UMKM
digital pengolah makanan di Kota Bekasi sehinnga kawasan UMKM
pengolah makanan akan terbentuk menjadi suatu kawasan yang terhubung
secara digital melalui suatu platform dengan memanfaatkan teknologi
berupa e-commerce yang disesuaikan dengan karakteristik dari masing–
masing wilayah.
Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Desember
2019. Identifikasi dan kategorisasi UMKM pengolah makanan dilakukan
melalui analisis distribusi geografi, yang menjadi dasar survei lapangan
untuk selanjutnya dilakukan pengolahan data atribut melalui perangkat
lunak ArcGIS. Penentuan kawasan pengembangan UMKM pengolah
makanan digital dibangun berdasarkan penggabungan antara kawasan
UMKM pengolah makanan dan kawasan digital, yang dianalisis dengan
menggunakan teknik tumpang tindih. Kawasan UMKM pengolah makanan
disusun berdasarkan indikator kerapatan UMKM, tenaga kerja, jangkauan
pemasaran, kemitraan, dan penerapan standar K3. Sementara kawasan
digital disusun berdasarkan indikator wadah komuitas, jaringan infrastruktur
telekomunikasi, dan rencana pola ruang. Arahan pengembangan dilihat dari
sisi tata ruang dengan menggunakan matrik hubungan antara kawasan
UMKM, kawasan digital dan arahan pola ruang berdasarkan RTRW Kota
Bekasi Tahun 2011-2031, yang kemudian dikembangkan melalui analisis
deskriptif.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat tiga kategori
kawasan pengembangan pengolah makanan di Kota Bekasi yaitu sentra
pengembangan 1 terdiri dari Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Jatiasih,
dan Kecamatan Jatisampurna. Sentra pengembangan 2 terdiri dari
Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Pondok
Gede, dan Kecamatan Pondok Melati. Sentra pengembangan 3 terdiri dari
Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi
Timur, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Rawalumbu.
Hasil Pengembangan kawasan UMKM pengolah makanan digital
terhadap pola ruang terdiri dari kawasan tiga kategori pengembangan yaitu
untuk peruntukan kawasan UMKM dalam pola ruang dengan cara
meningkatkan pemasaran menjadi go digital, kawasan yang dapat
dikembangkan, dan dikembangkan bersyarat. Hal tersebut menunjukkan
bahwa pengembangan UMKM pengolah makanan digital di Kota Bekasi
dapat dikembangkan dengan arahan/rekomendasi sesuai dengan karakter
kategori wilayah masing-masing
Kajian Penambahan Heparin dan/atau Kafein Terhadap Karakteristik Spermatozoa dan Tingkat Fertilisasi Oosit Sapi secara In Vitro.
Fertilisasi in vitro merupakan salah satu tahapan dari proses produksi embrio secara in vitro. Keberhasilan fertilisasi in vitro dapat dioptimalkan dengan cara meningkatkan jumlah spermatozoa yang terkapasitasi. Secara in vitro, kapasitasi dilakukan dengan cara menambahkan senyawa tertentu dalam medium fertilisasi. Heparin dilaporkan dapat meningkatkan kapasitasi, namun tidak menstimulasi terjadinya hiperaktivasi motilitas. Sedangkan kafein selama inkubasi fertilisasi menghambat aktivitas enzim phosphodiesterase sehingga mengurangi kerusakan cAMP serta meningkatkan konsentrasi cAMP intraseluler. Oleh sebab itu, kafein dapat digunakan untuk menginduksi kapasitasi dan hiperaktivasi motilitas spermatozoa. Heparin dan kafein sering ditambahkan secara bersamaan sehingga dapat bekerja sinergis dalam menginduksi kapasitasi, hiperaktivasi motilitas dan meningkatkan jumlah spermatozoa yang berpenetrasi ke dalam oosit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi penambahan heparin dan/atau kafein terhadap tingkat hiperaktivasi motilitas, status kapasitasi dan status reaksi akrosom pada spermatozoa serta tingkat fertilisasi oosit sapi.
Spermatozoa yang digunakan yaitu semen beku sapi Brahman yang diperoleh dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Bandung. Persiapan spermatozoa untuk fertilisasi dilakukan dengan teknik washing pada medium fertilisasi. Semen beku di-thawing dan kemudian dilakukan sentrifugasi. Supernatan dibuang dan pelet disisakan kemudian ditambahkan medium fertilisasi serta dibagi menjadi beberapa kelompok perlakuan. Medium fertilisasi yang digunakan yaitu: (1) medium fertilisasi dasar tanpa ditambahkan kafein dan heparin (kelompok MF), (2) ditambah dengan kafein 2 mM (kelompok MF-Caf-2), (3) ditambah kafein 5 mM (kelompok MF-Caf-5), (4) ditambah heparin 10 g/mL (kelompok MF-Hep-10), serta (5) kombinasi kafein 2 mM dan heparin 10 g/mL (kelompok MF-Caf-2-Hep-10), atau (6) kombinasi kafein 5 mM dan heparin 10 g/mL (kelompok MF-Caf-5-Hep-10). Setiap kelompok perlakuan spermatozoa diinkubasi selama 0, 15, 30 dan 60 menit di dalam medium fertilisasi. Sampel semen dievaluasi terhadap pola gerakan spermatozoa, integritas membran plasma, status kapasitasi dan akrosom. Pola gerakan dievaluasi menggunakan computer-assisted sperm analysis (CASA). Status kapasitasi dan reaksi akrosom diamati menggunakan pewarnaan chlortetracycline (CTC) assay. Integritas membran plasma dievaluasi menggunakan hypoosmotic swelling (HOS) test. Pengamatan viabilitas dengan pewarnaan Eosin-Nigrosin. Fertilisasi in vitro digunakan untuk mengevaluasi kemampuan spermatozoa dari setiap kelompok untuk membuahi oosit secara in vitro. Tingkat fertilisasi dievaluasi dengan menggunakan pewarnaan aceto orcein.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa spermatozoa mengalami hiperaktivasi motilitas ketika diinkubasi dalam medium fertilisasi dengan ditambahkan kafein atau kombinasi heparin dan kafein. Motilitas total dan motilitas progresif spermatozoa pada kelompok MF-Caf-5 tidak mengalami penurunan mulai dari sejak diinkubasi sampai menit ke-60. Sedangkan kelompok MF dan MF-Hep-
10 mulai menurun pada menit ke-30 (P<0.05). Selama enam puluh menit inkubasi, persentase spermatozoa yang belum terkapasitasi dan akrosom utuh (pola F) pada kelompok MF-Hep-10 ditemukan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lainnya pada menit ke-30 dan menit ke-60 (P<0.05). Persentase spermatozoa yang sudah terkapasitasi dan akrosom utuh (pola B) pada kelompok MF-Hep-10 lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya setelah menit ke-30 sampai menit ke-60 (P<0.05). Kelompok MF-Hep-10 terjadi peningkatan persentase pola B pada menit ke-30 periode inkubasi (P<0.05). Sedangkan kelompok MF, MF-Caf-2 dan MF-Caf-5 tidak ditemukan peningkatan persentase pola B pada periode waktu yang berbeda. Kelompok MF-Hep-10 persentase integritas membran plasma lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lainnya (P<0.05). Lebih lanjut persentase integritas membran plasma pada MF-Hep-10 lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya sepanjang masa inkubasi (P<0.05). Pada periode inkubasi yang sama, kelompok MF-Hep-10 persentase integritas membran plasma lebih rendah dibandingkan dengan kelompok lainnya (P<0.05).
Penambahan kombinasi heparin 10 μg/mL dan kafein 5 mM dalam medium fertilisasi menunjukkan motilitas progresif lebih tinggi pada menit ke-60 jika dibandingkan dengan kelompok MF-Caf-2-Hep-10 (P<0.05). Kelompok MF-Caf-2-Hep-10 terjadi penurunan motilitas total, sedangkan pada kelompok MF-Caf-5-Hep-10 tidak terjadi penurunan motilitas total. Setelah 60 menit periode inkubasi, kelompok MF-Caf-2-Hep-10 menunjukkan persentase viabilitas lebih rendah dibandingkan dengan kelompok MF-Caf-5-Hep-10 (P<0.05). Persentase pola F pada kelompok MF-Caf-5-Hep-10 lebih rendah dibandingkan kelompok MF-Caf-2-Hep-10 pada menit ke-30 dan menit ke-60 masa inkubasi (P<0.05). Persentase spermatozoa pada kelompok MF-Caf-5-Hep-10 mengalami peningkatan reaksi akrosom (pola AR) pada menit ke-60 (P<0.05). Setelah dilakukan fertilisasi in vitro diperoleh data bahwa spermatozoa pada kelompok MF-Caf-2-Hep-10 dan MF-Caf-5-Hep-10 menunjukkan tingkat fertilisasi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MF-Caf-2, MF-Caf-5 dan MF-Hep-10 (P<0.05). Kelompok MF-Caf-5-Hep-10 memiliki tingkat polispermi lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya (P<0.05). Tingkat fertilisasi mempunyai korelasi positif dengan pola B, sedangkan antara tingkat fertilisasi berkorelasi negatif dengan pola F dan integritas membran plasma (P<0.05). Kesimpulan pada penelitian ini yaitu : (1) penambahan kafein 5 mM pada medium fertilisasi dapat menginisiasi hiperaktivasi motilitas dengan terjadinya penurunan LIN, peningkatan ALH serta peningkatan VCL; (2) spermatozoa yang diinkubasi dengan heparin dapat meningkatkan kapasitasi dan reaksi akrosom dengan ditunjukkan tingginya spermatozoa terkapasitasi dan reaksi akrosom karena terjadi transformasi dari pola F menjadi pola B dan pola AR; (3) kombinasi kafein 5 mM dan heparin 10 μg/mL terjadi peningkatan spermatozoa terkapasitasi (Pola B) dan mengalami hiperaktivasi yang dibuktikan dengan tingginya ALH dan VCL, rendahnya LIN selama inkubasi serta menghasilkan tingkat fertilisasi yang lebih tinggi
Effects of Permeable Barriers on Total Ecosystem Carbon Stocks of Mangrove Forests and Abandoned Ponds in Demak Regency.
Kabupaten Demak mengalami perubahan garis pantai yang parah akibat konversi masal hutan mangrove menjadi tambak budidaya. Oleh karena itu, Kabupaten Demak mengatasi masalah erosi pesisir dengan membangun penghalang permeabel yang memodelkan struktur akar mangrove. Studi ini mengamati pengaruh hambatan tersebut di zona pesisir dataran rendah Kabupaten Demak dalam konteks struktur hutan mangrove dan dinamika karbon (C).
Struktur hutan ditunjukkan oleh kerapatan tegakan, luas bidang dasar, indeks ekologi (kekayaan, keanekaragaman, dan kemerataan), dominasi spesies, kesamaan komposisi spesies, dan penyebaran spesies. Dinamika C, yang dinyatakan sebagai stok karbon ekosistem total (TECS), dinilai dengan memperkirakan C pool dari biomassa di atas dan di bawah tanah, bahan organik mati, dan tanah. Studi ini menetapkan pengambilan sampel secara acak bertingkat untuk mengetahui struktur hutan mangrove dan TECS di hutan mangrove, tambak terbengkali, dan tambak produktif.
Avicennia marina mendominasi sebagian besar hutan mangrove di Kabupaten Demak (INP = 155.44). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan pohon bervariasi dari 1378 ± 128 hingga 2244 ± 237 individu ha−1, sedangkan luas bidang dasar berkisar antara 9.29 ± 1.33 dan 13.56 ± 1.72 m2 ha−1. Secara statistik, hutan mangrove dengan atau tanpa perlindungan penghalang permeabel bervariasi pada kerapatan pohon tetapi tidak terlalu berbeda dalam hal luas bidang dasar. Studi ini juga menyoroti bahwa karbon di atas dan dibawah permukaan tanah tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap variasi TECS. Pada saat yang sama, nilai C yang rendah dalam bentuk nekromassa menyiratkan bahwa ukuran C yang terkandung besar pada tanah bertanggung jawab atas variasi yang besar pada TECS.
Penelitian ini menemukan bahwa durasi penghalang permeabel di wilayah pesisir mempengaruhi ukuran C tanah yang ditangkap di lokasi mangrove, yaitu 618,84 ± 30,39 Mg C ha−1; 704,13 ± 17,73 Mg C ha−1; dan 759,88 ± 15,26 Mg C ha−1 masing-masing pada penghalang permeabel berusia 0-, 1-, dan 4 tahun. Analisis kritis TECS di lokasi mangrove, tambak terbengkalai (610,82 ± 29,31 Mg C ha−1), dan tambak produktif (735,57 ± 20,61 Mg C ha−1) menunjukkan bahwa memperkenalkan Avicennia sp. di garis pantai yang baru direklamasi akan memperkaya TECS. Selain itu, keberadaan penghalang permeabel pada tambak terbengkalai secara bertahap dapat menyediakan habitat untuk tumbuh bagi bibit mangrove yang ditemukan melimpah di Kecamatan Sayung. Dengan demikian, kondisi tersebut mampu meningkatkan kerapatan dan ketebalan tegakan mangrove yang berkontribusi pada terjaganya stabilitas alam pesisir di Kabupaten Demak
Perbandingan Efektivitas Ekstrak Air dan Etanol 25% Bidara Laut (Strychnos Ligustrina Blume) pada Mencit yang Diinfeksi Plasmodium berghei.
Plasmodium berghei adalah hemoprotozoa yang menyebabkan penyakit
malaria pada rodensia. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas
dua ekstrak bidara laut (ekstrak air dan ekstrak etanol 25%) dengan parameter
jumlah parasit, persentase pertumbuhan, dan persentase penghambatan pada
mencit yang diinfeksi P. berghei. Tiga puluh dua ekor mencit (Mus musculus)
digunakan pada penelitian ini yang diinfeksi P. berghei 1x106mL/ekor dan dibagi
menjadi empat perlakuan yaitu Kontrol Infeksi (tidak diobati), Kontrol obat
(diberi obat kombinasi Dihidroartemisinin dan Piperaquin fosfat), Kelompok EA
(pemberian ekstrak air bidara laut), dan Kelompok E25 (pemberian ekstrak etanol
25% bidara laut). Pemberian ekstrak dan obat pada mencit melalui per oral,
dilakukan mulai hari ke 4 setelah diinfeksi P. berghei selama empat hari. Setiap
hari selama perlakuan dilakukan pengambilan sampel darah dari ekor mencit
untuk pembuatan ulas darah dan diwarnai dengan pewarnaan Giemsa, kemudian
dihitung jumlah parasit dan eritrosit menggunakan mikroskop dengan pembesaran
1000x. Data hasil penelitian diuji menggunakan One Way Anova yang
dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test dengan taraf 5% untuk
mengetahui perbedaan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian perlakuan ekstrak air dan etanol 25% bidara laut tidak berbeda
signifikan pada parameter persentase parasitemia, pertumbuhan, dan
penghambatan
Konstruksi Gen Glukosa Oksidase untuk Subkloning ke dalam Plasmid pPICZα dengan Penambahan Oligonukleotida Penyandi Spacer Peptida
Glukosa oksidase (EC 1.1.3.4) merupakan flavoenzim yang berasal dari
Aspergillus niger. Enzim Glukosa Oksidase (GOX) intraseluler yang berasal dari
A. niger memiliki aktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas enzim
GOX ekstraselulernya. Enzim GOX intraseluler yang berasal dari A. niger memiliki
tingkat produksi yang rendah serta proses pemurnian yang cukup rumit. Penelitian
ini bertujuan untuk mendapatkan gen penyandi GOX yang siap untuk disisipkan ke
dalam plasmid pPICZα untuk kemudian diekspresikan pada Pichia pastoris secara
ekstraseluler. Perbanyakan plasmid rekombinan pGEM®-T Easy-GOX dilakukan
pada sel bakteri Escherichia coli DH5α. Konstruksi gen GOX dilakukan dengan
amplifikasi menggunakan PCR. Amplifikasi dilakukan sebanyak dua kali. Ukuran
panjang basa yang diperoleh dari hasil amplifikasi kedua sebesar 1787 bp, terdiri
atas situs restriksi XhoI dan oligonukleotida penyandi spacer peptida pada ujung 5’
sekuens gen GOX, serta situs restriksi XbaI pada ujung 3’ sekuens gen GOX
Penentuan Premi Tahunan Konstan dan Cadangan Benefit Menggunakan Metode Prospektif pada Asuransi Kontinu Joint Life
Asuransi joint life adalah asuransi multilife dengan pembayaran premi
sampai kematian pertama dari tertanggung. Asuransi kontinu adalah asuransi yang
akan membayar benefit sebesar satu satuan pada saat kematian terjadi. Karya
ilmiah ini membahas penentuan premi tahunan konstan berdasarkan usia peserta
saat memulai asuransi serta lamanya kontrak asuransi dan menghitung cadangan
benefit menggunakan metode prospektif untuk asuransi kontinu joint life
berjangka, asuransi kontinu joint life seumur hidup dan asuransi kontinu joint life
dwiguna. Berdasarkan hasil penghitungan, pada asuransi kontinu joint life
berjangka, asuransi kontinu joint life seumur hidup dengan pembayaran premi
seumur hidup, asuransi kontinu joint life seumur hidup dengan pembayaran premi
maksimal kali dan asuransi kontinu joint life dwiguna, besar premi akan
meningkat seiring meningkatnya usia peserta saat memulai asuransi. Besar premi
tahunan pada asuransi kontinu joint life berjangka akan semakin meningkat
seiring bertambahnya lama kontrak asuransi, besar premi tahunan pada asuransi
kontinu joint life seumur hidup akan semakin mengecil seiring bertambahnya
interval waktu pembayaran premi, sedangkan besar premi tahunan pada asuransi
kontinu joint life dwiguna akan semakin mengecil seiring dengan bertambahnya
lama kontrak asuransi. Cadangan benefit pada asuransi kontinu joint life berjangka
menuju ke nol bila mendekati akhir masa kontrak asuransi, sedangkan cadangan
benefit pada asuransi kontinu joint life seumur hidup dengan pembayaran premi
seumur hidup, asuransi kontinu joint life seumur hidup dengan pembayaran premi
maksimal kali dan asuransi kontinu joint life dwiguna menuju ke satu bila
mendekati akhir masa kontrak asuransi
Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi Human Capital Management (Studi Kasus pada PT Bank X Kantor Pusat Jakarta)
Komponen utama dari intellectual capital (intangible asset) yang dimiliki oleh perusahaan adalah human capital. Sumber daya manusia dengan segala kemampuannya adalah modal yang dapat terus berkembang seiring dengan waktu. Divisi Human Capital Management PT Bank X pada dasarnya bergerak dalam bidang kepengurusan SDM yang ada di seluruh kantor PT Bank X. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian dilakukan di PT Bank X Kantor Pusat Jakarta. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan jumlah contoh 51 responden terdiri dari 19 laki-laki dan 32 perempuan yang diperoleh dari rumus Slovin dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data diolah menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, di mana
74.5% menunjukkan peubah stres kerja (X) mampu menjelaskan peubah kinerja karyawan (Y) 74.5%, dan sisanya (25.5%) dijelaskan oleh peubah lain di luar persamaan regresi ini atau peubah yang tidak ditelit
Strategi Koping, Komunikasi Keluarga, Dukungan Sosial dan Kualitas Perkawinan pada Keluarga Pekerja Migran Indonesi (PMI).
Pasangan yang menjalani Long Distance Marriage (LDM) menghadapi masalah
psikologis, seperti perasaaan kesepian, cemas, dan stres. Pasangan LDM umumnya
mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, meluapkan emosi dan menyelesaikan
berbagai persoalan. Selain itu juga pasangan LDM kurang mendapatkan dukungan
ketika membuat suatu keputusan yang besar. Kondisi tersebut sering terjadi pada
keluarga PMI yang harus berpisah bertahun-tahun sesuai dengan perjanjian kerja yang
disepakati, yaitu 2 tahun atau lebih, kesulitan-kesulitan tersebut dapat mengganggu
kualitas perkawinan, sehingga dibutuhkan strategi koping, komunikasi keluarga dan
dukungan sosial.
Tujuan umum dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh strategi koping, komunikasi keluarga, dan dukungan sosial terhadap kualitas
perkawinan keluarga PMI. Tujuan khusus: 1) menganalisis perbedaan karakteristik
keluarga, strategi koping, komunikasi keluarga, dukungan sosial dan kualitas
perkawinan pada keluarga PMI yang sudah meninggalkan keluarga selama ≤ 2 tahun
dan PMI > 2 tahun. 2) menganalisis hubungan karakteristik keluarga, strategi koping,
komunikasi keluarga, dukungan sosial dengan kualitas perkawinan keluarga PMI, 3)
menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, strategi koping, komunikasi keluarga, dan
dukungan sosial terhadap kualitas perkawinan keluarga PMI.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Lokasi penelitian,
yaitu tiga Desa di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Prov. Nusa
Tenggara Barat (NTB). Lokasi penelitian dipilih menggunakan metode purposive
dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Wanasaba merupakan salah satu penyumbang
PMI tertinggi (2939 orang PMI) di Kab. Lombok Timur dalam rentang waktu 2016-
2018. Waktu penelitian terdiri dari persiapan, pengumpulan data, pengolahan data,
analisis data, dan penulisan laporan dimulai dari Februari 2019- Januari 2020. Populasi
dari penelitian ini adalah istri PMI yang ditinggal suaminya ke luar negeri. Contoh
dipilih menurut kontrak kerja sebagai PMI dari tiga desa, yaitu Desa Tembeng Putik,
Mamben Daya, dan Wanasaba Lauk. Pada masing-masing desa terpilih, dibuat daftar
nama keluarga yang ditinggal selama ≤ 2 tahun dan > 2 tahun, dari daftar nama yang
tersusun di setiap desa dilakukan pemilihan dengan teknik simple random sampling
sebanyak masing-masing 20 orang ≤ 2 tahun dan 20 orang > 2 tahun. Dari tiga desa
didapatkan 120 contoh, terbagi atas 60 contoh ≤ 2 tahun dan 60 contoh > 2 tahun. Data
diolah menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows.
Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan
inferensia. Analisis data dilakukan agar memberikan makna terhadap hasil yang
diperoleh melalui analisis deskriptif, Uji beda, uji korelasi, dan uji regresi linier
berganda.
Rata-rata usia istri 31.4 tahun dan suami 35.6 tahun dan berada pada kategori
dewasa awal. Proporsi terbesar pendidikan suami dan istri berada pada kategori sekolah
menengah pertama dengan rata-rata pendidikan istri 8.93 tahun dan suami 8.39 tahun
atau berada pada jenjang SMP. Besar keluarga PMI termasuk dalam kategori keluarga
kecil, dengan rata-rata 3.78 orang per keluarga. Keseluruhan keluarga PMI berada diatas
garis kemiskinan (Rp. 374 000) Kabupaten Lombok Timur dengan pendapatan/kapita
(Rp 995 005) apabila pendapatan keluarga digabung.
Strategi koping yang dimiliki istri terkategori sedang. Komunikasi keluarga yang
dilakukan istri berada pada kategori sedang dengan komunikasi dimensi struktur dalam
keluarga serta kesopanan menempati indeks tertinggi, dan komunikasi dimensi disiplin
mendapat indeks terendah. Dukungan sosial yang diterima istri berada dalam kategori
sedang, dimensi dukungan sosial terendah adalah dukungaan dari teman/tetangga dan
tertinggi berasal dari faktor lain. Kualitas perkawinan pasangan PMI berada dalam
kategori sedang,. Hasil uji beda menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan
di setiap variabel yang diteliti, baik pada variabel strategi koping, komunikasi keluarga,
dukungan sosial maupun kualitas perkawinan antara keluarga PMI dengan kontrak
kerja PMI ≤ 2 tahun dan PMI > 2 tahun.
Strategi koping berhubungan positif dengan usia istri dan pendidikan suami,
variabel komunikasi keluarga berhubungan positif dengan strategi koping, variabel
dukungan sosial berhubungan positif dengan usia istri, variabel kualitas perkawinan
berhubungan positif dengan dukungan sosial. Hasil uji pengaruh menunjukkan
komunikasi keluarga dimensi keterbukaan, humor, dan dukungan sosial dimensi
dukungan teman/tetangga berpengaruh positif terhadap kualitas perkawinan, artinya
semakin terbuka komunikasi dalam keluarga, semakin banyakkomunikasi bernada
humor, serta semakin tinggi dukungan teman atau tetangga, maka semakin baik kualitas
perkawinannya. Sebaliknya usia istri, komunikasi dimensi disiplin dan penghindaran
berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan, artinya semkain tinggi
usia istri, semakin banyak aturan atau disiplin dalam komunikasi, serta semakin banyak
komunikasi yang dihindari dalam keluarga, maka akan mengurangi kualitas
perkawinan.
Keluarga yang di tinggalkan perlu meningkatkan aktivitas sosial bersama teman
atau tetangga serta Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) sebagai salah satu
sumber dari dukungan sosial, Peran tokoh agama (Tuan Guru) dan tokoh masyarakat
untuk pendampingan istri PMI perlu diperkuat dalam bentuk pengajian, dan
Menggaungkan kembali program Desa Migran Produktif (Desmigratif) sehingga
keberadaannya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat