Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Analisis Kebijakan Terkait Konsumsi Buah dan Sayur di Indonesia Tahun 2009-2018

    No full text
    Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk Indonesia (93.5%) kurang mengonsumsi buah dan sayur yang menjadi faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Oleh karena itu, kebijakan perlu diarahkan untuk meningkatkan konsumsinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan terkait buah dan sayur dalam sepuluh tahun terakhir (2009-2018). Penelitian ini merupakan studi literatur dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil menunjukkan konsumsi buah dan sayur mengalami peningkatan dengan rata-rata laju 6.94% dan 1.37% selama sepuluh tahun terakhir (2009-2018). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan berupa adanya kesadaran pemerintah mengenai pentingnya konsumsi buah dan sayur dan kebijakan yang fokus mengatur konsumsi buah dan sayur; kelemahan berupa pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi kebijakan yang belum terlaksana dengan baik; peluang berupa adanya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kosumsi buah dan sayur serta perkembangan teknologi pengolahan buah dan sayur; dan ancaman berupa daya beli masyarakat yang rendah dan kebiasaan makan masyarakat yang belum mengonsumsi buah dan sayur sesuai rekomendasi. Hal ini mendorong penguatan promosi kebijakan terkait kebijakan konsumsi buah dan sayur

    Sintesis Oksida Grafena dari Tempurung Kelapa untuk Aplikasi Antibakteri.

    No full text
    Penelitian material baru terus berkembang hingga saat ini, salah satunya ialah oksida grafena. Oksida grafena merupakan senyawa dengan lapisan tipis yang terdiri atas karbon berbentuk planar. Gugus-gugus fungsi yang terdapat pada oksida grafena antara lain gugus hidroksil, epoksida, karbonil, dan karboksil. Penelitian ini bertujuan menyintesis oksida grafena menggunakan metode Hummers yang dimodifikasi untuk diaplikasikan sebagai material antibakteri. Bahan baku yang digunakan adalah tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan Staphylococcus aureus yang mewakili bakteri Gram positif dan Escherichia coli yang mewakili bakteri Gram negatif. Hasil analisis spektrum ultraviolet menunjukkan puncak serapan pada 232 nm. Spektrum inframerah memperlihatkan gugus fungsi C-H, C-O, O-H, dan C=C. Hasil analisis difraksi sinar X menggambarkan puncak 2θ pada sudut 22,52º dengan nilai kristalinitas 6,85%. Berdasarkan analisis particle size analyzer, oksida grafena memiliki ukuran rata-rata 33,79 nm. Hasil pengujian antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona bening sehingga oksida grafena memiliki aktivitas antibakteri

    Produktivitas Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dengan Media Kotoran Ulat Tepung dan Kotoran Sapi

    No full text
    Cacing tanah (Lumbricus rubellus) dibudidayakan sebagai alternatif bahan pakan ternak, obat-obatan dan kosmetik. Cacing tanah mampu mengolah limbah menjadi pupuk organik. Budi daya cacing tanah dapat menciptakan peternakan terintegrasi, meningkatkan produktivitas serta pendapatan usaha. Ulat tepung (Tenebrio molitor) merupakan ternak yang mulai banyak dibudidayakan dan memiliki limbah yang melimpah. Kotoran ulat tepung belum banyak dimanfaatkan dengan baik namun masih memiliki kandungan nutrien yang tinggi. Penelitian ini mengkaji penggunaan kotoran ulat tepung (Tenebrio molitor) sebagai media terhadap produktivitas dan susut media cacing tanah Lumbricus rubellus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan3 ulangan. Data dianalisis ragam (ANOVA) dan hasil analisis yang berbeda nyata dilanjutkan uji banding berganda. Hasil penelitian menunjukan penggunaan kotoran ulat tepung dengan taraf 25% menghasilkan pertambahan bobot harian tertinggi yaitu 2.03 g hari-1, pertambahan populasi 806±6 ekor, dan susut media 179.00±7.00 g. Karakteristik kotoran ulat tepung mudah mengering dan memadat menyebabkan konsumsi cacing tanah berkurang serta mengakibatkan penurunan produktivitas yang terjadi pada media dengan taraf kotoran ulat tepung ≥ 50%

    Ketahanan Prototipe Sirap Bambu terhadap Cuaca Setelah Tiga Tahun Pengujian di Lapangan

    No full text
    Sebagai salah satu upaya optimasi pemanfaatan sumberdaya hayati endemik Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Penelitian dan Pengembangan Perumahan Tradisional Wilayah III Makassar telah mengembangkan prototipe sirap bambu sebagai alternatif komponen atap bangunan gedung. Prototipe sirap tersebut dibuat dari bambu parring (Gigantochloa atter Kurtz.) dengan dua kondisi morfologi yang berbeda yaitu masih berkulit dan sudah dikuliti (debarked). Namun demikian ketahanan kedua prototipe sirap bambu tersebut terhadap cuaca di wilayah tropika seperti Indonesia belum diketahui. Suatu pengujian lapangan selama tiga tahun telah dilakukan untuk mengetahui ketahanan kedua prototipe sirap bambu tersebut terhadap cuaca pada kemiringan 45°. Intensitas retak, belah, dan serangan mikroba pada prototipe sirap bambu pasca pengujian masing-masing ditelaah dengan merujuk kepada ASTM D 660-93, ASTM D 661-93, dan ASTM D 3274-95. Disamping itu, sifat fisis dan kandungan kimiawi prototipe sirap bambu sebelum dan sesudah pengujian lapangan juga dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah tiga tahun pengujian, intensitas retak pada prototipe sirap bambu, baik yang berkulit maupun tanpa kulit sangat tinggi, yaitu masingmasing 82.99% dan 94.87%. Demikian juga intensitas serangan cendawan pelapuk pada kedua prototipe sirap bambu sangat tinggi yaitu masing-masing mencapai 98.39% (prototipe sirap tanpa kulit) dan 93.39% (prototipe sirap berkulit). Adanya serangan cendawan pelapuk tersebut menyebabkan prototipe sirap bambu, baik yang berkulit maupun tanpa kulit mengalami perubahan warna (discoloration) yang signifikan, yaitu menjadi lebih gelap dengan nilai ΔE mencapai 55.33 (prototipe sirap tanpa kulit) dan 42.16 (prototipe sirap berkulit) yang mengakibatkan keragaan (performance) prototipe sirap bambu menurun signifikan sesudah terpapar cuaca. Sementara itu, intensitas belah pada prototipe sirap bambu berkulit dan tanpa kulit masing-masing mencapai 17.87% dan 23.29%. Dengan perkataan lain, setelah tiga tahun pengujian lapangan, ternyata ketahanan kedua sirap bambu terhadap cuaca sangat rendah, yaitu tergolong Kelas Ketahanan 0 (prototipe sirap tanpa kulit) dan Kelas Ketahanan 1 (prototipe sirap berkulit). Adapun jenis mikroba yang ditemukan merusak prototipe sirap bambu pasca pengujian lapangan adalah cendawan Dacryopinax spathularia, Schizophyllum commune, Poria sp., Pycnoporus sanguineus, dan Trichoderma sp.. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa pada prototipe sirap bambu yang mengalami pemaparan terhadap cuaca terjadi peningkatan kadar air dan penyusutan lebar secara singnifikan. Sebaliknya, berat jenis, kerapatan, pengembangan lebar dan kandungan zat ekstraktif terlarut air dingin menurun

    Sintesis Oksida Grafena dari Kayu Manis (Cinnamomum verum) sebagai antibakteri. Dibimbing

    No full text
    Perkembangan penelitian material baru mengalami kemajuan hingga saat ini, salah satunya ialah oksida grafena. Oksida grafena merupakan material tipis yang berbentuk poliaromatik. Oksida grafena berpotensi besar dalam berbagai aplikasi, salah satunya adalah antibakteri. Kayu manis digunakan sebagai bahan dasar sintesis oksida grafena yang merupakan sumber karbon dari bahan alam. Oksida grafena disintesis menggunakan modifikasi metode Hummers. Penelitian ini menunjukkan spektrum ultraviolet adanya puncak serapan pada 227.9 nm. Spektrum inframerah memperlihatkan gugus O-H, C=C, C-OH, dan C-O. Hasil analisis difraksi sinar X menggambarkan puncak 2θ pada sudut 25.38o dengan nilai kristalinitas 26.57%. Berdasarkan analisis particle size analyzer, oksida grafena memiliki ukuran 95.41 nm. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Staphylococcus aureus sebagai gram positif dan Escherichia coli sebagai gram negatif. Hasil pengujian antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona bening sehingga oksida grafena memiliki aktivitas antibakteri

    Pengaruh Penilaian Kualitas Produk terhadap Tingkat Loyalitas Pelanggan Kopi Bubuk Instan 2 in 1 cap Banyuatis di Kota Singaraja

    No full text
    Kopi cap Banyuatis merupakan perusahaan pengolahan biji kopi asal daerah di Kota Singaraja dengan Kopi Bubuk 2 in 1 cap Banyuatis sebagai salah satu produk unggulan dan hingga kini masih sanggup bersaing dipasaran meskipun perusahaan lain yang memiliki produk serupa mulai bermunculan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi penilaian pelanggan terhadap kualitas Kopi Bubuk instan 2 in 1 cap Banyuatis, 2) mengukur tingkat loyalitas pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Kopi Bubuk 2 in 1 cap Banyuatis, dan 3) menganalisis pengaruh penilaian kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan Kopi Bubuk 2 in 1 cap Banyuatis. Metode analisis yang digunakan pada penelitian kali ini adalah analisis deskriptif dan SEM dengan Pendekatan SmartPLS melalui hasil survei dari 210 responden. Data primer didapatkan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dengan Teknik systematic random sampling (rumah dengan nomor ganjil dari 7 perumahan di Kota Singaraja). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa variabel pada kualitas produk yang berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan

    Eksplorasi dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Residu Insektisida Organofosfat dan Piretroid di Lahan Pertanaman Hortikultura.

    No full text
    Pestisida sintetik masih digunakan petani sebagai cara utama untuk mengendalikan hama dan patogen tanaman dalam upaya mempertahankan kualitas dan kuantitas produk pertanian. Komoditas hortikultura merupakan salah satu komoditas yang aplikasi pestisidanya tergolong tinggi. Aplikasi pestisida sintetik yang berlebihan dan intensif di bidang pertanian dapat mengakibatkan resistensi dan resurjensi hama dan patogen tanaman, terganggunya keseimbangan ekosistem, dan penurunan produktivitas lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan mendapatkan bakteri yang mempunyai kemampuan dalam mengurangi residu insektisida. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah, isolasi, dan pengujian secara kualitatif kemampuan bakteri dalam mendegradasi residu insektisida organofosfat (profenofos dan klorpirifos) dan piretroid (deltametrin), deteksi gen pengkode enzim katekol 2,3 dioksigenase, pengujian secara kuantitatif kemampuan bakteri dalam mendegradasi residu insektisida, dan identifikasi bakteri secara morfologi dan molekuler. Dalam penelitian ini, didapatkan 9 bakteri yang berpotensi dapat mendegradasi insektisida profenofos, klorpirifos, dan deltametrin. Gen pengkode enzim katekol 2,3 dioksigenase terdeteksi pada isolat bakteri PSKB 3, PSKB 8, dan PSTM 11. Isolat bakteri PSKB 3 dapat mendegradasi 63.0% profenofos, 21.9% klorpirifos, dan 16.6% deltametrin. Isolat bakteri PSKB 8 dapat mendegradasi 62.3% profenofos, 74.2% klorpirifos, dan 31.1% deltametrin. Isolat bakteri PSTM 11 mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam mendegradasi residu insektisida dibandingkan dengan isolat bakteri PSKB 3 dan PSKB 8. Isolat bakteri PSTM 11 dapat mendegradasi 76.2% profenofos, 79.4% klorpirifos, dan 36.0% deltametrin. Berdasarkan identifikasi morfologi dan molekuler, PSKB 3 dan PSTM 11 merupakan bakteri Gram negatif, sel berbentuk kokobasil, serta mempunyai kemiripan dengan bakteri Acinetobacter calcoaceticus. Isolat PSKB 8 merupakan bakteri Gram positif, sel berbentuk batang, dan mempunyai kemiripan dengan bakteri Bacillus cereus

    Uji Efikasi Bioherbisida Berbasis Umbi Teki (Cyperus rotundus L.) dengan Formulasi Granul terhadap Pertumbuhan Gulma pada Pertanaman Mentimun (Cucumis sativus L.).

    No full text
    Penggunaan herbisida kimia secara terus menerus berdampak buruk bagi tanah. Bioherbisida merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak buruk tersebut. Kandungan alelopati pada umbi teki potensial dijadikan herbisida pratumbuh. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang efektivitas bioherbisida umbi teki dalam formulasi granul terhadap pertumbuhan gulma pada pertanaman mentimun. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal. Faktor yang digunakan yaitu cara pengendalian gulma yang terdiri atas kontrol, penyiangan manual, bioherbisida umbi teki formulasi granul dengan dosis 22.5 kg tepung ha-1, 45 kg tepung ha-1, dan 67.5 kg tepung ha-1, bioherbisida umbi teki formulasi larutan dengan dosis 45 kg tepung ha-1, mulsa plastik, dan herbisida berbahan aktif oksifluorfen 2.0 l ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bioherbisida berbahan dasar umbi teki kurang efektif menekan gulma pada pertanaman mentimun, berbeda dengan perlakuan herbisida oksifluorfen dan mulsa yang sangat efektif menekan pertumbuhan gulma. Aplikasi bioherbisida umbi teki tidak menimbulkan gejala keracunan pada tanaman mentimun, tetapi aplikasi herbisida oksifluorfen menimbulkan gejala keracunan yang berat serta secara nyata menghambat pertumbuhan dan menekan produksi tanaman mentimun. Hasil panen mentimun per petak dan hasil per ha pada perlakuan bioherbisida berbasis umbi teki formulasi granul dengan dosis 22.5 kg tepung ha-1 tidak berbeda nyata dengan perlakuan penyiangan manual dan mulsa. Perlakuan bioherbisida umbi teki formulasi granul dengan dosis 22.5 kg tepung ha-1, penyiangan, dan mulsa merupakan perlakuan yang memiliki kelayakan untuk dilanjutkan sebagai usahatani

    Karakteristik Fermentasi Rumen In Vitro dan Performa Sapi Potong yang Diberi Pelepah Kelapa Sawit dan Indigofera zollingeriana

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh teknik pengawetan berbeda terhadap karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan in vitro awetan kombinasi pelepah kelapa sawit dan I. zollingeriana. Penelitian ini terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah percobaan in vitro untuk menganalisis karakteristik fermentasi rumen serta kecernaan awetan kombinasi pelepah kelapa sawit dan I. zollingeriana. Tahap ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi ; P0 = kontrol, P1 = silase, P2 = silase kering, P3 = hay, P4 = haylase. Peubah yang diamati adalah konsentrasi ammonia, konsentrasi VFA total serta kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik. Seluruh data yang diperoleh diuji menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Fisher’s Least Significant Different (LSD) pada tingkat signifikansi 0.05. Tahap kedua adalah kajian in vivo pemberian silase kombinasi pelepah kelapa sawit dan I. zollingeriana pada performa Brahman cross selama 30 hari. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, rataan pertambahan bobot badan harian dan biaya pakan per pertambahan bobot badan. Hasil penelitian tahap 1 menunjukkan bahwa perlakuan silase, silase kering, hay, dan haylase meningkatkan (p<0.05) kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik. Meskipun demikian, perlakuan hay dan haylase menurunkan (p<0.05) konsentrasi ammonia dan konsentrasi VFA total. Pengujian in vivo menunjukkan bahwa pemberian silase kombinasi pelepah kelapa sawit dan I. zollingeriana menghasilkan pertambahan bobot badan harian rata-rata sebesar 0.6 ± 0.4 kg. Berdasarkan kajian in vitro dan in vivo pada sapi potong, disimpulkan bahwa perlakuan silase dan silase kering adalah teknik yang direkomendasikan untuk mengawetkan kombinasi pelepah kelapa sawit dan I. zollingeriana

    Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Produk Dan Pelayanan Café Kala Senja Di Kota Bogor

    No full text
    Café Kala Senja merupakan coffee shop yang terletak di Kota Bogor yang menawarkan berbagai menu kopi dan non kopi dengan menu utama yaitu produk olahan kopi seperti kopi susu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen, tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk dan pelayanan Cafe Kala Senja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA) menggunakan software SPSS 25.00. Berdasarkan hasil analisis CSI dan IPA tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk lebih tinggi daripada produk pelayanan. Nilai CSI tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut produk Café Kala Senja adalah sebesar 80.00 persen yang berada pada rentang skala “sangat puas”. Sedangkan tingkat kepuasan konsumen atribut pelayanan produk Café Kala Senja adalah sebesar 74.39 persen yang berada pada rentang skala “puas”

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇