Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Meta-analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Indeks Glikemik Bahan Pangan Pati-patian dan Verifikasinya dengan Menggunakan Model Pangan.

    No full text
    Jumlah penderita diabetes usia produktif di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, yaitu dari 1.4% di tahun 2013 menjadi 4.9% di tahun 2018. Konsumsi pangan Indeks Glikemik (IG) tinggi secara terus menerus dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Diabetes Melitus. Di sisi lain, banyak hasil penelitian mengenai IG dan karakteristik kimia pangan seperti kadar pati resisten, serat, lemak, protein, fenol, dan flavonoid yang data-datanya masih belum ditelaah untuk dikaitkan diantara keduanya. Meta-analisis terhadap data-data tersebut diharapkan menghasilkan informasi baru yang memungkinkan pengembangan produk pangan dengan IG terkendali. Tujuan utama penelitian ini adalah mendapatkan model pangan IG terkendali hasil verifikasi data dari kajian meta-analisis. Penelitian systematic review dan meta-analisis dilakukan dengan 5 tahapan. Pertama, pemilihan pangan IG rendah. Kedua, penentuan 2 faktor penentu utama dari karakteristik kimia pangan pati-patian terhadap nilai IG. Ketiga, penentuan sumber faktor penentu utama karakteristik kimia. Keempat, penentuan mekanisme dua faktor penentu utama terhadap nilai IG. Kelima, pemverifikasian secara in vivo dengan menggunakan model pangan terhadap 2 faktor penentu utama nilai IG berdasarkan karakteristik kimianya. Tahap 1 sampai 4 dilakukan dengan pengumpulan data sekunder jurnal, systematic review, penilaian kualitas jurnal terpilih dengan sistem GRADE (Grading of Recommendations Assessment, Development, and Evaluation), dan meta-analisis. Tahap 5 dilakukan dengan pembuatan model pangan berdasarkan hasil meta-analisis dan pemverifikasian model pangan secara in vivo. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan 500 jurnal yang terdiri dari jurnal nasional terakreditasi (16 jurnal) dan internasional bereputasi (484 jurnal). Pencarian jurnal yang sesuai dengan topik penelitian dilakukan dengan menggunakan database ilmiah seperti Proquest, Science Direct, Ebsco, Cengage Library, dan Google Scholar. Selanjutnya penyeleksian judul dan abstrak dilakukan dengan bantuan software Zotero dan Mendeley. Systematic review menghasilkan 57 jurnal terpilih yang digunakan untuk meta-analisis. Meta-analisis terdiri dari penghitungan nilai effect size Hedge’s d, CI (confidence interval) 95%, persentase bobot setiap studi (% weight), nilai I2, nilai z, dan nilai p menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil penghitungan tersebut digunakan untuk membuat grafik forest plot dan funnel plot. Pembuatan grafik forest plot dilakukan dengan penggambaran secara manual menggunakan Microsoft Word 2019. Pembuatan grafik funnel plot dilakukan dengan software meta-essential tools. Hasil systematic review dan meta-analisis pemilihan pangan rendah IG adalah sorghum (SMD/standard mean difference):−0.69, 95%CI:−2.33 s.d 0.96, p< 0.001) dan kacang merah (SMD:−0.39, 95%CI:−2.37 s.d 1.59, p=0.001). Dua faktor penentu utama dari karakteristik kimia pangan pati-patian terhadap nilai IG adalah kadar pati resisten (RS) dan fenol (secara berturut-turut SMD:−0.72, 95%CI: −1.00 s.d −0.43, p< 0.001; SMD: −0.67, 95%CI: −1.05 s.d −0.30, p< 0.001). Sumber faktor penentu utama karakteristik kimia adalah ekstrak kulit jeruk bali/KJB (SMD: −3.14, 95%CI: −5.53 s.d -0.75, p< 0.001). Mekanisme faktor penentu utama terhadap nilai IG adalah inhibisi -amilase (SMD: −0.87, 95%CI: −1.29 s.d -0.45, p< 0.001). Inhibisi terhadap enzim -amilase hasil penelitian ini lebih efektif menurunkan IG sebesar 4.5 kali dibandingkan inhibisi terhadap enzim -glukosidase. Verifikasi hasil meta-analisis dilakukan dengan pengujian IG secara in vivo berdasarkan ISO 2664:2010. Data subyek sehat yang dapat digunakan sebanyak 10 orang. Nilai IG diperoleh dengan menghitung persentase luas daerah dibawah kurva respon glikemik pangan uji dibandingkan dengan pangan acuan glukosa (2 kali pengukuran pada hari yang berbeda dengan CV ≤30%). Pengukuran yang dilakukan adalah konsentrasi gula darah menggunakan glukometer dengan metode finger prick test pada menit ke-0, 15, 30, 45, 60, 90, dan 120 setelah pengonsumsian pangan uji. Model pangan yang diujikan pada tahap verifikasi secara in vivo terdiri dari 5 kelompok. Pertama, pangan karbohidrat tanpa perlakuan. Kedua, nasi pandan wangi dengan penambahan pati resisten (RS). Ketiga, nasi pandan wangi dengan penambahan fenol. Keempat, nasi pandan wangi dengan penambahan RS dan fenol. Kelima, kacang merah dengan penambahan RS dan fenol. Kelompok pertama terdiri dari nasi pandan wangi (pangan tinggi IG), sorghum merah (pangan IG sedang), dan kacang merah (pangan IG rendah). Kelompok kedua adalah nasi pandan wangi dengan penambahan RS (2.3%). Kelompok ketiga adalah nasi pandan wangi dengan penambahan ekstrak air KJB/kulit jeruk bali (274 mg GAE/100g) dan nasi pandan wangi dengan penambahan ekstrak air DS/daun salam (556 mg/100g). Kelompok keempat adalah nasi pandan wangi dengan penambahan RS (2.3%) dan KJB (274 mg GAE/100g) serta nasi pandan wangi dengan penambahan RS (2.3%) dan DS (556 mg/100g). Kelompok kelima adalah kacang merah dengan penambahan RS (2.3%) dan KJB (274 mg GAE/100g). Hasil pengujian model pangan kelompok pertama menunjukkan bahwa nasi pandan wangi memiliki IG tinggi (91), sorghum merah kukus memiliki IG sedang (66), dan kacang merah kukus memiliki IG rendah (20). Hasil pengujian model pangan kelompok kedua dan ketiga adalah penambahan pati resisten pada pangan tinggi IG kurang efektif dalam menurunkan IG sedangkan penambahan senyawa fenol pada pangan tinggi IG efektif menurunkan IG sebesar 20-26%. Hasil pengujian model pangan kelompok keempat dan kelima menunjukkan bahwa penambahan pati resisten dan senyawa fenol pada pangan tinggi IG efektif menurunkan IG sebesar 24-26%, sedangkan pada pangan IG rendah kurang efektif. Verifikasi hasil meta-analisis melalui metode in vivo telah berhasil menunjukkan kemungkinan penurunan IG dari pangan pati-patian dengan IG tinggi melalui model pangan dengan penambahan pati resisten dan senyawa fenol. Meta-analisis dapat digunakan untuk menyeleksi, mengklasifikasi, dan memudahkan dalam pengambilan keputusan dalam penentuan perlakuan yang diberikan pada verifikasi model pangan secara in vivo

    The Analysis of Factors Affecting Diphtheria Disease in East Java on 2017

    No full text
    Diphtheria is a contagious disease caused by the Corynebacterium diphtheria bacteria that attacks the upper respiratory system. Poisson regression method was used to model diphtheria data and its relations between diphtheria cases and various factors assuming equidispersion. However, data of contagious disease may produce overdispersion outcome. Hence, negative binomial regression was implemented. Akaike’s Information Criterion (AIC) was used to measure goodness of fit of the model. Negative binomial regression was chosen as a better model as it showed lower AIC value than Poisson regression. Factors that influenced number of diphtheria cases in East Java were immunization coverage, population density, and percentage of UCI village

    Uji Kesehatan Benih Kenanga Ylang-Ylang (Cananga odorata) (Lam.) Hook.f. & Thomson) forma genuina

    No full text
    Kenanga ylang-ylang merupakan salah satu tanaman kehutanan yang memiliki berbagai manfaat dan keunggulan. Salah satu kendala dalam budidaya kenanga ylang-ylang adalah ketersediaan benih yang bermutu tinggi. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah menguji kesehatan benih dan mengidentifikasi cendawan yang terbawa benih kenanga ylang-ylang. Metode isolasi cendawan yang digunakan adalah metode inkubasi pada media agar dektrose kentang (ADK). Hasil penelitian menujukkan jenis cendawan yang terbawa benih kenanga ylang-ylang umur simpan 11 bulan dan benih baru panen adalah sama, yaitu cendawan Aspergillus niger, A .flavus, Penicillium sp., Botryodiplodia sp. dan Paecilomyces sp. Cendawan A. niger merupakan cendawan yang dominan diketemukan. Cendawan Paecilomyces sp. dan Botryodiplodia sp. memiliki pertumbuhan cepat, sedangkan Penicillium sp. memiliki kecepatan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan isolat yang lainnya

    Manfaat Suplementasi Selenium dan Vitamin E dalam Ransum Ampas Mengkudu Terhadap Produksi Susu dan IOFC Kambing PE Laktasi.

    No full text
    Ampas mengkudu sebagai limbah industri obat berbahan dasar mengkudu masih dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak yang memberikan efek peningkatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penambahan mineral Se dan vitamin E dalam ransum ampas mengkudu pada kambing peranakan Etawah (PE) guna meningkatkan produksi susu ternak dan efeknya terhadap pendapatan peternak. Rancangan acak kelompok digunakan dengan menggunakan 3 jenis ransum sebagai perlakuan terhadap 9 ekor kambing PE laktasi dengan rataan produksi sebesar 0.5 liter ekor-1 hari-1 sebagai kelompok. Ransum yang digunakan yaitu berupa R0 = 60% rumput odot + 40% konsentrat; R1 = 45% rumput odot + 15% ampas mengkudu + 40% konsentrat; dan R2 = R1+ 0.17 mg Se dan 22.22 mg vitamin E. Peubah yang diukur adalah konsumsi pakan, produksi susu, efisiensi ransum, dan Income Over Feed Cost (IOFC). Hasil menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap konsumsi pakan ternak. Ransum ampas mengkudu yang dikombinasikan dengan mineral Se dan vitamin E memberikan hasil yang cenderung lebih baik pada peubah produksi susu, efisiensi ransum, dan IOFC

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Masyarakat Kampus terhadap Produk Pembiayaan (Studi Kasus: BPRS Botani IPB University)

    No full text
    BPRS Botani merupakan BPRS yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh IPB University. Berdasarkan data, nasabah yang berasal dari masyarkat kampus hanya 8,68 persen dari total populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat IPB University terhadap produk pembiayaan BPRS Botani dengan sampel sebanyak 100 responden. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan religiusitas, pengetahuan tentang perbankan syariah, pengetahuan tentang BPRS Botani, biaya jasa berpengaruh signifikan positif sedangkan tingkat margin atau harga berpengaruh signifikan negatif terhadap pengambilan keputusan menggunakan produk pembiayaan BPRS Botani

    Nilai Ekonomi Wisata Pantai Karang Jahe di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah

    No full text
    Pantai Karang Jahe merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Rembang yang memiliki banyak pengunjung. Tingginya jumlah kunjungan dikhawatirkan dapat menyebaban kerusakan lingkungan di sekitar Pantai Karang Jahe yang dapat mengancam keberlanjutan kegiatan wisata tersebut. Kondisi ini akan memengaruhi nilai ekonomi wisata dan manfaat ekonomi dari pendapatan wisata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi potensi wisata Pantai Karang Jahe, (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan wisata di Pantai Karang Jahe, (3) Mengestimasi nilai dan manfaat ekonomi wisata Pantai Karang Jahe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis Regresi Poisson, analisis kontribusi pendapatan, TCM. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) potensi wisata Pantai Karang Jahe tentang keindahan pantai sebagai salah satu alasan pengunjung untuk berwisata, potensi pohon cemara yang memiliki banyak manfaat, dan fasilitas yang ada di lokasi wisata. (2) Faktor yang mempengaruhi permintaan wisata adalah variabel pendapatan, jarak, lama kunjungan, wahana permainan dan lama mengetahui lokasi. (3) Manfaat yang dihasilkan terhadap kontribusi pendapatan wisata yang dihasilkan oleh tenaga keja dan pelaku usaha rata-rata sebesar 70%. Nilai ekonomi wisata dari Pantai Karang Jahe dihasilkan sebesar Rp 11.611.583.929 per tahun

    Potensi Beban Pencemaran P, Pb, dan Cd pada Pakan Komersial di Waduk Cirata, Jawa Barat

    No full text
    Berkembangnya budidaya ikan sistem keramba jaring apung yang menempati sebagian besar Waduk Cirata akan meningkatkan bahan pencemar yang masuk ke waduk. Diduga, pada pakan komersial keramba jaring apung di Waduk Cirata terkandung fosfor yang tinggi, logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Tujuan penelitian ini adalah menghitung potensi beban pencemaran nutrien P dan logam berat Pb dan Cd yang berasal dari pakan komersial di Waduk Cirata. Pengumpulan data berupa pengambilan sampel satu jenis pakan di supplier pakan ikan, wawancara pembudidaya keramba jaring apung, dan pengambilan sampel air di tiga stasiun di Waduk Cirata. Pakan melepaskan fosfor ke perairan sebesar 10.891 ton/tahun atau setara dengan 0,038 mg P/L/hari (44%). Beban logam berat Pb dan Cd yang terkandung dalam pakan komersial sebesar 36,92 kg Pb/tahun dan 7,60 kg Cd/tahun atau setara dengan 0,0000001 mg Pb/L/hari (0,0004%) dan 0,00000003 mg Cd/L/hari (0,0001%). Keramba jaring apung (KJA) di Waduk Cirata berkontribusi pada beban pencemar yang masuk ke perairan. KJA melalui pakan komersial mencemari perairan dengan melepaskan fosfor dan logam berat

    Dampak Bencana Alam terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat.

    No full text
    Kemiskinan merupakan permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi yang menjadi pusat perhatian global. Pengentasan kemiskinan sebagai salah satu upaya menyukseskan program Sustainable Development Goals (SDGs), ikut menjadi isu strategis dan fokus utama Jawa Barat yang merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Berdasarkan studi empiris, bencana alam sebagai suatu guncangan dapat memperburuk kondisi kemiskinan di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bencana alam dan determinan lainnya terhadap kemiskinan 26 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat periode 2011-2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi data panel Fixed Effect Model (FEM). Dalam penelitian ini, bencana alam diproksi melalui variabel total kerusakan akibat bencana alam. Hasil analisis menunjukkan variabel total kerusakan dan jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan variabel indeks pendidikan, indeks kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Sementara itu, variabel tingkat pengangguran terbuka tidak signifikan memengaruhi tingkat kemiskinan

    Analisis Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Ekspor Jasa Intra-ASEAN+3 dengan Pendekatan Panel Spasial

    No full text
    Ekspor jasa intra-ASEAN+3 berkontribusi sepertiga dari ekspor jasa yang dilakukan oleh negara ASEAN+3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari ICT (pengguna internet, pelanggan telepon kabel dan telepon seluler) dan faktor lainnya seperti GDP importir, nilai tambah sektor jasa dan FDI net inflow terhadap ekspor jasa intra-ASEAN+3. Data yang digunakan berbentuk data panel spasial dengan periode analisis dari tahun 2003 sampai 2012 dengan 13 negara anggota ASEAN+3 yang terdiri 10 anggota ASEAN ditambah dengan China, Jepang dan Korea Selatan. Data penelitian ini bersumber dari OECD, UNCTAD, dan World Bank. Panel spasial merupakan metode yang digunakan karena adanya efek spasial yang dibuktikan oleh hasil uji Moran I. Model terbaik yang digunakan adalah Spatial Error Model (SEM). Hasil estimasi SEM menunjukkan bahwa pelanggan telepon seluler, GDP importir, nilai tambah sektor jasa dan FDI net inflow berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor jasa intra ASEAN+3. Sedangkan pengguna internet dan pelanggan telepon kabel tidak berpengaruh signifikan

    Penentuan Kandungan Kimia Utama Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Menggunakan Portable Near Infrared Spectroscopy

    No full text
    Minyak nilam merupakan salah satu minyak atsiri yang termasuk dalam komoditas ekspor yang bernilai jual tinggi. Minyak tersebut diperoleh dengan cara penyulingan uap atau pun air. Bahan baku yang digunakan dapat berupa batang dan daun nilam. Mutu minyak yang dihasilkan tergantung dari lama penyulingan dan bahan baku yang digunakan (batang atau daun). Patchouli alkohol merupakan komponen utama minyak nilam yang digunakan sebagai penentu kualitas dan harga minyak nilam. Pengujian mutu minyak nilam yang umum digunakan adalah analisis laboratorium kimia yang biasanya menggunakan GC-MS. Metode tersebut dinilai sangat akurat tetapi membutuhkan waktu yang lama dan juga biaya yang besar. Oleh karena itu diperlukan metode alternatif secara nondestruktif yang lebih efisien dalam untuk menentukan mutu minyak nilam. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan tersebut salah satunya menggunakan teknologi near infrared spectroscopy (NIRS). NIRS merupakan metode analisis yang cepat dan nondestruktif yang berhubungan dengan chemometric. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu menentukan kandungan utama minyak nilam secara nondestruktif menggunakan portable near infrared spectroscopy dengan panjang gelombang yang digunakan 760-1050 nm Pada penelitian ini menggunakan minyak nilam dari 41 daerah yang berbeda dari seluruh Indonesia. Daerah tersebut yaitu Aceh, Jambi, Enrekang, Konawe, Masamba, Kolaka, Bogor, Garut, Jember, Lumajang, dan Malang. Setelah sampel terkumpul, sleanjutnya dilakukan pengukuran kandungan kimia minyak nilam secara destrusktif menggunakan GC-MS di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, dilanjutkan dengan pengambilan spektra Minyak N ilam di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil pertanian, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Setelah spektra minyak nilam diperoleh, kemudian dilakukan pretreatment untuk kemudian dilakukan pengolahan menggunakan metode PLS dan MLR. Hasil uji GC-MS diperoleh dari 41 sampel minyak nilam memiliki kandungan patchouli alcohol rata-rata sebesar 33.14%. Kandungan tersebut sudah memenuhi SNI. Puncak serapan oleh kandungan kimia minyak nilam terjadi pada panjang gelombang 862, 877, 956, 988, dan 917 nm sebagai lembah paling tajam. Diduga Patchouli alcohol terdeteksi pada gelombang 917 nm. Prediksi kandungan patchouli alcohol terbaik menggunakan spektrum normalize dengan metode PLS. Hasil yang diperoleh yaitu r = 0.91, SEC = 2.48%, SEP = 2.62%, CV = 7.63%, RPD = 3.24

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇