Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Anatomy and Fruit Development of Javanese Long Pepper (Piper retrofractum Vahl.)

    No full text
    Cabai jawa (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman herbal asli Asia Tenggara yang dijadikan sebagai sumber obat dan rempah. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan karakter anatomi dari bagian vegetatif dan generatif spesies ini. Daun, batang, akar, perbungaan betina, dan perbuahan didapatkan dari Unit Konservasi Budidaya Biofarmaka, Kampus IPB. Spesimen disiapkan dengan menggunakan metode parafin dan sayatan beku. Metode wholemount juga dilakukan untuk preparasi sayatan paradermal daun. Studi anatomi menunjukkan daun yang dicirikan oleh hipodermis uniseriat yang terletak di sisi dalam epidermis adaksial dan abaksial, hipostomatik dengan stomata anomotetrasitik dan siklositik. Kolenkima anular dan satu kanal lendir ditemukan pada batang. Pada akar tanah dan akar udara, untaian xilem tersusun dalam poliarka. Bunga-bunga tersusun dalam bulir. Individu bunga tidak memiliki perhiasan bunga. Tahap awal perkembangan buah ditandai oleh perubahan warna stigma

    Optimasi Data Tidak Seimbang untuk Data Interakasi Senyawa dan Protein.

    No full text
    Penemuan obat merupakan proses awal untuk mengembangkan suatu pengobatan untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit. Setelah penemuan obat diperlukan juga pengembangan dan pendaftaran obat baru yang membutuhkan biaya sekitar 1.5 juta dollar dan waktu 10 – 17 tahun (Roder dan Thomson 2015). Biaya dan waktu yang mahal ini membuat proses penemuan obat umumnya hanya bisa dilakukan dengan dukungan industri farmasi besar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan drug repositioning. Proses ini dilakukan untuk menemukan manfaat khasiat baru dari obat yang sudah disetujui oleh FDA atau obat lain yang sudah terdaftar. Proses ini tidak perlu melalui tahap pendaftaran obat baru serta memungkinkan akademisi, pemerintah, atau pihak lain untuk ikut berpartisipasi karena biaya dan waktu yang lebih terjangkau (Chong dan Sullivan 2007). Selain itu mendapatkan obat baru dari proses drug repositioning ini mempermudah pasien untuk mendapat akses terhadap obat tersebut (Pessetto 2013). Data yang digunakan pada proses drug repositioning merupakan data interaksi drug-target. Data ini terdiri atas protein target dan sejumlah obat yang sudah pernah ditemukan yang menarget protein tersebut. Pada banyak penelitian, obat direpresentasikan dengan struktur senyawa, sedangkan target merupakan protein yang memengaruhi penyakit tertentu dengan fiturnya masing-masing. Data interaksi ini memiliki ketidak-seimbangan data. Data tidak seimbang merupakan suatu kondisi ketika salah satu kelas data memiliki jumlah anggota yang jauh lebih banyak atau sedikit. Kondisi ini menimbulkan masalah saat melakukan proses klasifikasi karena data yang diklasifikasi cenderung mengarah ke satu kelas yang memiliki jumlah sampel lebih banyak (mayoritas). Hal ini menjadi sangat berpengaruh pada hasil prediksi khasiat atau manfaat baru pada proses drug repositioning disebabkan adanya bias. Pada penelitian ini diimplementasikan metode yang menggabungkan Biased Support Vector Machine (BSVM), oversampling, undersampling dengan Ensemble Support Vector Machine (SVM). Metode ini sudah diuji pada data interaksi drug-target Nuclear Receptor, GPCR dan Ion Channel, yang merupakan gold standard dataset, dengan rasio ketidakseimbangan masing-masing sebesar 14.6%, 32.36% dan 28.2%. Pengujian dengan menggunakan dataset Nuclear Receptor, GPCR dan Ion Channel secara berturut turut menghasilkan AUC sebesar 63.4%, 71.4%, 61.3% dan f1 sebesar 54%, 60.7% dan 39%. Nilai dari metode yang digunakan masih terbilang cukup baik, walaupun nilai akurasi lebih kecil dari metode SVM tanpa perlakuan apapun, nilai tersebut bias karena nilai AUC dan f1 ternyata lebih kecil. Hal ini membuktikan bahwa metode yang diusulkan dapat menurunkan tingkat bias pada data tidak seimbang yang diuji dan meningkatkan nilai AUC dan f1 sekitar 5%-20%

    Analisis Keberlanjutan Usaha Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah di Kota Bogor

    No full text
    Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Kota Bogor mengalami penurunan dalam jumlah selama beberapa tahun terakhir hingga tersisa lima KSPPS di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha KSPPS di Kota Bogor dan memberikan alternatif strategi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha KSPPS. Penelitian ini dilakukan di lima KSPPS yang berlokasi di Kota Bogor. Hasil penelitian yang menggunakan metode ANP menunjukkan bahwa faktor keberlanjutan usaha KSPPS di Kota Bogor secara umum disebabkan oleh faktor internal khususnya sumberdaya manusia. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kualitas sumberdaya manusia, penguatan modal, dan pengembangan inovasi

    Dampak Penetapan Taman Nasional Gunung Halimun Salak: Perubahan Strategi Penghidupan Masyarakat Tepian Kawasan Konservasi (Kasus: Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat).

    No full text
    Bertambahnya jumlah rumah tangga yang bertempat tinggal di kawasan sekitar hutan diiringi dengan pernyusutan kawasan hutan di Indonesia. Bahkan dari tahun ke tahun luas hutan terus berkurang baik di pulau jawa maupun luar pulau jawa. Salah satu upaya perlindungan yang dilakukan atas penyusutan luas tersebut adalah dilakukannya pembagian status dan fungsi kawasan konservasi oleh pemerintah. Perubahan luasan kawasan konservasi terjadi pada tahun 2003 di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Perubahan tersebut mengubah property right regime hutan menjadi state property sehingga akses masyarakat tepian konservasi seperti masyarakat di Desa Cihamerang dalam memanfaatkan/mengolah hutan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat akses masyarakat terhadap sumber daya hutan, mekanisme akses, perubahan strategi penghidupan, dan hubungan tingkat akses dengan strategi penghidupan di Taman Nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sample yang dikuatkan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pada masyarakat dalam merekayasa sumber penghidupan sebagai bentuk respon penetapan TNGHS namun tidak terjadi perubahan signifikan pada usaha penghidupan ganda yang artinya masyarakat masih mengandalkan usaha tani di lahan garapan TNGHS

    Kajian Literatur Aplikasi Grafuna sebagai Membran Desalinasi Air Laut serta Pemisah dan Penjerap Gas

    No full text
    Grafuna merupakan salah satu alotrop karbon yang mirip dengan grafena. Perbedaan keduanya adalah adanya ikatan rangkap tiga antar karbon yang menghubungkan sehingga membentuk suatu rongga. Besarnya pori pada grafuna tersebut bergantung pada banyaknya ikatan rangkap tiga. Grafuna-1 memiliki satu ikatan rangkap tiga, sedangkan grafuna-2 memiliki dua ikatan rangkap tiga, demikian seterusnya. Membran grafuna yang berpori banyak diuji peneliti sebagai membran untuk desalinasi air laut. Grafuna-3 dan grafuna-4 memiliki laju alir air yang baik serta memiliki persentase penahanan ion garam yang tinggi sehingga layak dikembangkan sebagai membran desalinasi air laut. Grafuna juga bisa dijadikan sebagai membran pemisah dan penjerap gas sehingga menjadi solusi untuk mengurangi gas pencemar

    Customer Relationship Management Aplikasi Donasi “Fromyou

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi customer relationship management (CRM) yang sesuai dengan aplikasi donasi “Fromyou”. Metode penelitian ini menggunakan customer validation. Berdasarkan obervasi dan wawancara, aplikasi donasi “Fromyou” belum memiliki strategi CRM. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat permasalahan pada aplikasi “Fromyou” di dalam bentuk purwarupa untuk melakukan pendekatan kepada para pengguna. Permasalahan tersebut berupa: (1) belum tersedianya laporan keuangan pada setiap donasi; (2) pengguna hanya bisa melakukan donasi melaui aplikasi; (3) informasi bagi pengguna masih terlalu sedikit; (4) kurangnya cara untuk mendapatkan, menjaga dan mengembangkan pengguna; (5) tampilan fitur yang masih sederhana; (6) pengguna belum dapat menyaksikan penyaluran donasi secara langsung. Solusi yang ditawarkan adalah membuat sebuah strategi CRM yang diaplikasikan menjadi fitur yang mampu meningkatkan kepercayaan para pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi CRM ini dapat diterima sebagai solusi baru dari permasalahan yang ada

    Pengaruh Pengetahuan Food Waste, Motivasi Lingkungan, dan Opini terhadap Perilaku Menggunakan Air

    No full text
    Air adalah sangat penting bagii makhluk hidup unttuk kelangsungan aktivitasnya.. Kegiatan manusia seharrii--hari unttuk melakukan aktifitas tak lepas darii fungsi air.. Memasak, mencuci,, mandi hingga proses kerja tubuh manusia menggunakan air untuk metabolisme. Gaya hidup konsumen yang berbeda--beda menimbulkan tanggapan yang berbeda maka faktor demografis yang terdiri dari jenis kelamin dan uang saku mendorong untuk dilakukannya penelitiian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan food waste,, motivasi lingkungan,, dan opini terhadap periilaku konsumsi air pada laki--laki dan perempuan. Desain penelitiian ini adalah cross sectional study yang menggunakan wawancara dengan alat bantu instrrumen berupa kuesionerr.. Penarikan sampell penelliittiian dilakukan secara convenience sampling di Kantin Saptta Institut Pertanian Bogor dengan karratterristik sampell berrupa mahasiiswa S1 akttiiff yang sedang makan attau miinum dii Kanttiin Sapta dengan jumlah 150 sampel.. Hasil penelitian menggunakan uji beda ((independent samplle T-- test)) ttiidak menunjjukan adanya perrbedaan yang signifiikan antara jenis kelamin pada variabel pengetahuan food waste,, mottiivasii lingkungan,, dan opiinii.. Berdasarkan uji regresi uang saku per bulan berpengaruh posittiff signifikan terhadap perilaku menggunakan air.. Namun pengetahuan food waste memiliki pengarruh negattif signifikan terhadap iuran penggunaan air.. Sementtarra itu motivasi lingkungan memilliki pengaruh negatif signiffiikan terhadap indikator pengeluaran untuk minum perbulan dan pengelluarran untuk minum dalam wakttu 24 ja

    Pertumbuhan Sengon Solomon F2 (Falcataria moluccana) Umur 14 Bulan dan Padi (Oryza sativa) dalam Sistem Agroforestri

    No full text
    Sengon Solomon merupakan provenan sengon yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dibanding provenan lokal. Sengon sering dibudidayakan secara agroforestri, salah satunya dengan padi. Persaingan antar kedua komponen tanaman dalam memperoleh cahaya matahari dan unsur hara semakin tinggi seiring bertambahnya umur sengon. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan sengon Solomon F2 berumur 14 bulan serta pertumbuhan beberapa varietas padi yang ditanam dalam sistem agroforestri. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial. Padi ditanam di bawah naungan sengon Solomon F2 berjarak tanam 1.5 m x 1.5 m dan 1.5 m x 3 m. Varietas padi yang digunakan adalah LIPI Go 1, LIPI Go 2, IPB 3S, dan IPB 9G. Analisis data dilakukan dengan pengujian sidik ragam dan uji lanjut Duncan pada selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengon Solomon F2 berumur 14 bulan pada jarak tanam 1.5 m x 3 m memiliki tinggi, diameter dan luas tajuk yang lebih besar. Varietas padi berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan padi. Padi varietas IPB 3S merupakan padi dengan pertumbuhan dan produksi terbaik pada penelitian

    Pengaruh Individu Sapi Bali terhadap Kualitas Semen Segar dan Semen Beku

    No full text
    Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia yang memiliki keungggulan dalam produksi dan reproduksi. Pengembangan sapi bali secara terpusat dilakukan di provinsi Bali menggunakan melalui program inseminasi buatan menggunakan semen beku. Semen beku yang diizinkan beredar hanya berasal dari Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Baturiti, sehingga perlu adanya jaminan kualitas dari pejantan-pejantan penghasil semen beku tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh individu sapi bali terhadap kualitas semen dan tingkat produktivitas pejantan di BIBD Baturiti. Pejantan diseleksi berdasarkan kondisi kesehatan dan usia produktif. Semen sapi bali dikoleksi menggunakan vagina buatan dan dievaluasi kualitas semen segar dan semen beku sebagai data primer. Data sekunder menggunakan performa pejantan dan produktivitas sapi bali periode tahun 2017-2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Pengaruh individu terhadap kualitas semen segar dan semen beku dianalisis menggunakan one-way ANOVA pada aplikasi SPSS. Hubungan performa pejantan dengan kualitas semen dan tingkat produktivitas pejantan dianalisis menggunakan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu berpengaruh terhadap kualitas semen segar pada volume semen, konsentrasi, motilitas dan keutuhan membran plasma (MPU) spermatozoa. Faktor individu berpengaruh untuk kualitas semen beku pada motilitas, viabilitas, MPU, abnormalitas, dan fragmentasi DNA spermatozoa. Faktor individu yang berkorelasi kuat dengan kualitas semen, khususnya MPU spermatozoa adalah rasio lingkar skrotum terhadap bobot badan. Jenis abnormalitas spermatozoa yang ditemukan masih dalam kisaran normal dan tidak mengganggu fertilitas

    Pemanfaatan Media Sosial dan Peran Kelembagaan Penyuluhan dalam Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian

    No full text
    Di era globalisasi sumber daya manusia (SDM) khususnya penyuluh akan mengalami tantangan dan dinamika yang semakin kompleks seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Otonomi daerah dan sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menimbulkan keragaman penafsiran dan pelaksanaan penyuluhan di daerah-daerah, hal ini membuat kelembagaan penyuluhan cenderung terabaikan dan melemah yang mengakibatkan peran penyuluh tidak optimal. Di sisi lain berbagai macam media informasi yang ada masa kini, salah satunya media sosial yang perkembangannya cukup pesat berpotensi untuk dimanfaatkan penyuluh sebagai sumber belajar dan media informasi pertanian. Penyuluh dapat menjadikan media sosial sebagai media belajar tanpa harus bergantung pada pendidikan formal, pelatihan, dan media konvensional. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik penyuluh, dukungan lembaga, pemanfaatan media sosial, peran kelembagaan penyuluhan dan kompetensi penyuluh pertanian, (2) menganalisis pengaruh karakteristik penyuluh dan dukungan lembaga terhadap pemanfaatan media sosial, (3) menganalisis pengaruh karakteristik penyuluh dan dukungan lembaga, pemanfaatan media sosial terhadap peran kelembagaan penyuluhan, (4) menganalisis pengaruh karakteristik penyuluh, dukungan lembaga, pemanfaatan media sosial dan peran kelembagaan penyuluhan terhadap kompetensi penyuluh pertanian, (5) merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian. Rancangan penelitian yang dipilih adalah kombinasi antara penelitian deskriptif (descriptive research) dengan penelitian eksplanatori (explanatory research. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode sensus, yaitu seluruh penyuluh yang berada di Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 90 orang yang tersebar di dua kota yakni Tanjungpinang dan Batam, dan lima kabupaten yakni Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas. Pengumpulan data dilakukan mulai bulan Juni sampai Oktober 2019. Teknik pengumpulan data melalui wawancara berkuesioner, wawancara mendalam dan pengamatan (observasi). Analisis data dalam penelitian meliputi: (1) analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi, persentase dan rataan skor dengan bantuan Microsoft Excel dan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 20.0); (2) analisis inferensial dengan PLS (Partial Least Square) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh meliputi umur dalam kategori dewasa awal (29-38 tahun), pendidikan dalam kategori sarjana, pengalaman sebagai penyuluh sebagian besar satu sampai tujuh tahun, dan kosmopolitan dalam kategori sedang. Dukungan lembaga meliputi BPTP dan kelompok tani dalam kategori sedang, sedangkan Pemda dan perusahaan agribisnis dalam kategori rendah dan sangat rendah. Pemanfaatan media sosial meliputi whatsapp dalam kategori tinggi, facebook dan youtube dalam kategori sedang, sedangkan instagram dalam kategori rendah. Peran kelembagaan penyuluhan meliputi penyelenggaraan Diklat penyuluh dan pengorganisasian penyuluh dalam kategori rendah, sedangkan penyedia media belajar, dan penyedia prasarana dan sarana dalam kategori sangat rendah. Kompetensi penyuluh pertanian meliputi kemampuan berpikir kritis, kemampuan kreatif inovatif, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan membangun kolaborasi semuanya berada pada kategori rendah. Karakteristik penyuluh dan dukungan lembaga berpengaruh nyata terhadap Pemanfaatan media sosial. Dukungan lembaga dan pemanfaatan media sosial berpengaruh nyata terhadap peran kelembagaan penyuluhan, sedangkan karakteristik penyuluh tidak berpengaruh terhadap peran kelembagaan penyuluhan. Karakteristik penyuluh, dukungan lembaga, pemanfaatan media sosial dan peran kelembagaan penyuluhan berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi penyuluh. Karakteristik penyuluh juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap kompetensi penyuluh yaitu melalui pemanfaaatan media sosial, sedangkan dukungan lembaga berpengaruh tidak langsung terhadap kompetensi penyuluh yaitu melalui pemanfaatan media sosial dan peran kelembagaan penyuluhan. Strategi peningkatan kompetensi penyuluh pertanian dapat dilakukan dengan cara: (a) meningkatkan intensitas pemanfaatan media sosial yang ditempuh melalui pemanfaatan facebook, whatsapp, dan youtube yang dilakukan dengan sadar atas manfaat dan kebutuhan informasi pertanian, serta diperkuat dengan dukungan karakteristik penyuluh seperti peningkatan pengalaman penyuluh, dan sikap kosmopolitan, termasuk juga adanya dukungan lembaga terkait seperti BPTP, Pemda, Kelompok Tani, dan perusahaan agribisnis; (b) penguatan lembaga pendukung yang dapat dilakukan dengan meningkatkan dukungan BPTP, Pemda, kelompok tani, dan perusahaan agribisnis; (c) penguatan karakteristik penyuluh dengan menambah pengalaman penyuluh dan meningkatkan sikap kosmopolit. Karakteristik penyuluh juga dapat berkontribusi terhadap kompetensi penyuluh pertanian melalui intensitas pemanfaaatan media sosial; (d) meningkatkan peran kelembagaan penyuluhan melalui upaya peningkatan intensitas penyelenggaraan Diklat penyuluh, memperkuat pengorganisasian penyuluh, meningkatkan fasilitasi media belajar, dan fasilitasi prasarana dan sarana. Dalam upaya peningkatan peran kelembagaan penyuluhan harus ada keterlibatan lembaga terkait seperti BPTP, Pemda, kelompok tani, dan perusahaan agribisnis untuk bekerjasama memberikan dukungan terhadap peran kelembagaan penyuluhan sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi penyuluh pertanian

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇