Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Dinamika Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (Studi Kasus di LMDH Sasaka Patengan, KPH Bandung Selatan).

    No full text
    Interaksi antara petani yang terjadi dalam kelompok dapat berpengaruh dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas ke arah yang lebih mandiri karena kedinamisan akan terus berkembang dari pelaku dan pendukung pembangunan kehutanan yang berasal dari masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan dan menganalisis tingkat kedinamisan kelompok usaha perhutanan sosial di LMDH Sasaka Patengan, KPH Bandung Selatan. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tulis, kuesioner, laptop, dokumen LMDH, dan dokumen Profil Desa Patengan. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling atau dilakukan secara sengaja. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Tahapan kegiatan pengelolaan perhutanan sosial meliputi sub sistem produksi, sub sistem pengolahan hasil, sub sistem pemasaran hasil dan sub sistem kelembagaan. Tingkat kedinamisan kelompok dari KUPS yang diteliti menyatakan bahwa KUPS Aul tergolong kedalam kategori sedang dan KUPS Cipaganti masuk kedalam ketegori tinggi. Kondisi tersebut terjadi karena masih terdapat lima unsur dinamika yang dimiliki KUPS Aul yang termasuk dalam kategori rendah yang disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah penyebaran informasi terkait dengan kegiatan bertani tidak diketahui oleh petani, kemudian kurang berminatnya anggota KUPS untuk hadir dalam kegiatan kelompok seperti pertemuan kelompok, tidak adanya agenda rutin untuk pertemuan, tidak adanya penenerapan sanksi bagi anggota yang pasif dan lalai yang menyebabkan efektivitas KUPS Aul masuk kedalam kategori rendah

    Estimasi Volume dan Analisis Nilai Tambah Distribusi Daging Babi di DKI Jakarta.

    No full text
    Daging babi merupakan sumber protein hewani yang harganya murah dan tersedia di pasaran. Daging babi didistribusikan oleh berbagai pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok daging babi. Efisiensi dalam proses distribusi akan sangat berpengaruh pada harga pembelian oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah menduga volume daging babi yang didistribusikan di DKI Jakarta dan melakukan analisis terkait dengan adanya nilai tambah yang dihasilkan dalam jaringan distribusi rantai pasok daging babi. Metode yang digunakan adalah analisis finansial dan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa estimasi volume penjualan harian daging babi di DKI Jakarta sebesar 14 577.43 kg per hari dengan estimasi penjualan setiap pedagang sebesar 133.74 kg setiap hari. Setiap pelaku usaha dalam rantai menciptakan nilai tambah yang berbeda-beda. Nilai profitabilitas dan nilai tambah setiap pelaku usaha dalam distribusi daging babi di DKI Jakarta dipengaruhi berbagai hal seperti biaya total dan penerimaan total, tenaga kerja, jumlah produksi, dan nilai input-output produksi

    Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan pada Kakao Kering.

    No full text
    Indonesia merupakan negara eksportir biji kakao terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana, tetapi beberapa negara importir seperti Malaysia dan Amerika Serikat menurunkan jumlah permintaan biji kakao Indonesia. Penurunan permintaan biji kakao disebabkan oleh fermentasi dan adanya kontaminasi cendawan mikotoksigenik, khususnya Aspergillus flavus. Tujuan penelitian antara lain 1) menguji efek kombinasi khamir, bakteri asam asetat, dan ekstrak kulit manggis untuk menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus toksigenik dan kadar aflatoksin B1 (AFB1); 2) menguji efek kombinasi khamir, bakteri asam asetat, dan ekstrak kulit manggis untuk meningkatkan mutu biji kakao kering melalui perubahan sifat fisikokimia biji kakao; dan 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik untuk menghambat A. flavus toksigenik sekaligus sebagai starter fermentasi untuk meningkatkan mutu biji kakao kering. Penelitian dilakukan sejak April sampai dengan Desember 2019 di SEAMEO BIOTROP dan Laboratorium Mikrobiologi Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor. Sebanyak 1 isolat khamir Endomyces fibuliger BIO 132219 dan 3 isolat Issatchenkia orientalis BIO 211286, BIO 211288, dan BIO 211291 digunakan pada pengujian tipe interaksi terhadap A. flavus toksigenik BIO 3361/747 menggunakan metode oposisi langsung. Tahap in vitro dilakukan menggunakan metode uji sumur pada media Potato Dextrose Agar (PDA) + 15% jus biji kakao dengan atau tanpa 12 g ekstrak kulit manggis (EKM). Sebanyak 20 μl berisi 5 x 10-8 sel ml-1 isolat khamir dan 20 μl berisi 5 x 10-6 sel ml-1 isolat A. aceti FNCC0016 dan A. flavus BIO 3361/747 diinokulasikan ke dalam sumur in vitro. Sebanyak 60 kg biji kakao kering tanpa fermentasi dihomogenisasi di atas plastik polietilena, kemudian ditimbang 500 g untuk setiap ulangan, sehingga jumlah unit perlakuan sebanyak 12 x 4 x 2 = 96 (12 perlakuan termasuk 2 kontrol positif dan negatif); 4 hari setelah inokulasi atau fermentasi (0, 3, 6, dan 11); dan 2 ulangan. Sebanyak 10 ml berisi 10-8 sel ml-1 isolat khamir dan 10 ml berisi 10-6 sel ml-1 isolat A. aceti dan A. flavus diinokulasikan ke biji kakao pada tahap in vivo dan fermentasi. Pengeringan dilakukan dengan bantuan sinar matahari selama 6 hari pada perlakuan hari ke-6 dan 11 setelah inokulasi dan fermentasi, sedangkan biji kakao dengan perlakuan awal inokulasi dan fermentasi tidak dikeringkan dan biji kakao perlakuan hari ke-3 dikeringkan selama 3 hari. Kualitas fisik, kadar air, total asam tertitrasi. Kadar etanol, gula reduksi, pH, populasi khamir, Acetobacter aceti, dan A. flavus, serta kadar aflatoksin B1 dilakukan berdasarkan perlakuan hari pascafermentasi. Semua data dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Jenis interaksi pada uji mekanisme antagonisme antara khamir dan I. orientalis BIO 211291 dan BIO 211288 dengan A. flavus BIO 3361/747 adalah „D‟ (interaksi dengan zona hambat ≥ 2 mm). Jenis interaksi pada I. orientalis BIO 211286 dan Endomyces fibuliger BIO 132219 dengan A. flavus BIO 3361/747 yaitu „A‟ (pertumbuhan antarcendawan saling bercampur, kedua cendawan tumbuh tanpa adanya interaksi secara makroskopis). Nilai persentase daya hambat tertinggi dari uji in vitro (100%) adalah contoh uji dengan Issatchenkia orientalis BIO 211288 + A. aceti + A. flavus pada media PDA + 15% jus biji kakao + 12 g l- 1 EKM. Populasi I. orientalis tertinggi ditemukan pada perlakuan I. orientalis BIO 211291 + ekstrak kulit manggis + Aspergillus flavus (189 250 cfu g-1) diikuti oleh perlakuan I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + Acetobacter aceti + ekstrak kulit manggis + Aspergillus flavus (13 500 cfu g-1). Populasi I. orientalis tertinggi terdapat pada contoh uji hari ke-1 pascafermentasi (65 397 cfu g-1), sedangkan terendah yaitu contoh uji pada hari ke-11 pascainokulasi atau fermentasi (191 cfu g-1). Populasi Acetobacter aceti tertinggi ditemukan pada contoh uji hari ke-3 pascafermentasi (9 884 cfu g-1), sedangkan terendah terdapat pada hari ke-11 pascafermentasi (250 cfu g-1). Kombinasi perlakuan I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + A. aceti memiliki populasi A. aceti tertinggi (15 534 cfu g-1). Populasi A. flavus toksigenik tertinggi ditemukan pada kontrol positif (A) (26 667 cfu g-1) pada hari ke-6, sedangkan terendah terdapat pada contoh uji dengan I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + A. aceti + EKM + A. flavus dan I. orientalis BIO 211288 + A. aceti + EKM + A. flavus (0 cfu g-1) sejak hari ke-3 sampai ke-11 pascaferrmentasi. Semua contoh uji perlakuan mengandung aflatoksin B1 lebih rendah dibandingkan batas minimum deteksi (< 2.20 ppb), sedangkan kontrol positif (74.01 ppb). Kombinasi terbaik sebagai penghambat A. flavus toksigenik pada biji kakao kering adalah I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + A. aceti + EKM dan I. orientalis BIO 211288 + A. aceti + EKM. Kontrol negatif (KO) dan positif (A) memiliki jumlah biji tertinggi yaitu masing - masing 119 dan 113, sedangkan contoh uji yang diinokulasi I. orientalis BIO 211288 + A. aceti memiliki jumlah biji terendah (104 biji). Jumlah biji kakao pada hari ke-1 dan ke-3 pascafermentasi masing - masing sebesar 107, sedangkan pada hari ke-6 dan 11 sebesar 110. Sebanyak 75% kombinasi perlakuan termasuk golongan mutu B. Sebanyak 58% contoh uji biji kakao termasuk jenis mutu II-B berdasarkan persentase biji slaty. Semua contoh uji termasuk kontrol merupakan grade I - B berdasarkan total biji bercendawan. Biji pecah tertinggi ditemukan pada hari ke-11 pascafermentasi (9.19%), sedangkan terendah ditemukan pada hari ke-1 pascafermentasi (4.50%). Biji pecah tertinggi terdapat pada kontrol positif (9.83%), sedangkan terendah ditemukan pada contoh uji dengan perlakuan I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + A. aceti + ekstrak kulit manggis (5.63%). Persentase kadar air tertinggi terdapat pada awal fermentasi (5.42%), sedangkan terendah yaitu pada hari ke-3 setelah fermentasi (4.21%). Total asam tertitrasi (TAT) tertinggi terdapat pada kontrol positif (11.5%), diikuti oleh perlakuan I. orientalis BIO 211291 + ekstrak kulit manggis (9.55%) dan I. orientalis BIO 211288 + A. aceti (9.45%). Persentase kadar etanol tertinggi yaitu contoh uji hari ke-11 (0.79%), sedangkan terendah yaitu contoh uji pada awal fermentasi (0.72%). Kadar gula reduksi tertinggi ditemukan pada perlakuan Issatchenkia orientalis BIO 211288 + Acetobacter aceti (2.80%), sedangkan terendah yaitu perlakuan A. aceti + ekstrak kulit manggis (2.33%). Semua contoh uji termasuk kontrol memiliki nilai pH > 6. Kombinasi terbaik untuk penghambat A. flavus toksigenik sekaligus sebagai starter fermentasi yaitu I. orientalis BIO 211291 + BIO 211288 + A. aceti + EKM

    Analisis gender dan alokasi pemanfaatan pendapatan dalam rumah tangga nelayan

    No full text
    Isu gender telah mendapat banyak perhatian, dimana pada kenyataannya kesetaraan gender dalam masyarakat nelayan masih banyak hambatan. Selain itu, kondisi perekonomian yang tidak menentu pada masyarakat nelayan mengharuskan istri yang harus bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi tentang analisis gender serta keterkaitannya dengan pemanfaatan pendapatan serta mengidentifikasi tingkat akses dan kontrol dalam rumah tangga nelayan. Berawal dari kesetaraan dalam pembagian kerja, pengalokasian pendapatan rumah tangga nelayan juga berimbas pada kesejahteraan mereka. Rumah tangga nelayan akan memanfaatkan penghasilan mereka untuk produksi dan investasi, sehingga dapat menambah penghasilan selanjutnya. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik yang digunakan dalam metode survei ini dengan menggunakan wawancara dan kuesioner sebagai alat mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik rumah tangga dengan tingkat kesetaraan gender rumah tangga nelayan. Tingkat kesetaraan gender juga memilliki hubungan dengan alokasi pemanfaatan dalam ranah produksi

    Pertumbuhan Sel Kina (Cinchona ledgeriana Moens.) dalam Kultur Suspensi di Bioreaktor Sederhana dan Botol Kultur

    No full text
    Tanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens.) menghasilkan berbagai metabolit sekunder, salah satunya adalah kuinin. Kuinin bermanfaat dalam bidang kesehatan dan industri. Upaya untuk meningkatkan kadar kuinin, antara lain melalui kultur suspensi sel kina secara in vitro dengan penambahan elisitor sebagai agen pencipta stress, namun optimasi produksi biomassa sel guna menghasilkan kuinin total yang tinggi juga perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengukur pertumbuhan biomassa sel kina ledger dalam kultur suspensi in vitro dengan berbagai perlakuan elisitor, yang ditumbuhkan di dalam bioreaktor sederhana dengan teknik yang diperbaiki, dibandingkan dengan pertumbuhannya di botol kultur yang diletakkan di atas meja pengocok horizontal (shaker). Kalus remah digunakan sebagai inokulum untuk kultur suspensi sel. Pertumbuhan kultur suspensi sel diukur berdasarkan metode cell volume after sedimentation (CVS) selama 7 minggu, dan diukur bobot biomassanya setelah dipanen pada minggu ke-7. Analisis sitologi dilakukan dengan menghitung persentase viabilitas sel. Pertumbuhan kultur suspensi dan viabilitas sel kina di bioreaktor sederhana beraerasi lebih rendah dibandingkan dengan kultur suspensi di botol kultur yang diletakkan di atas shaker, namun rasio BK/BB sel di bioreaktor lebih tinggi dibandingkan dengan sel di botol kultur. Kultur suspensi di bioreaktor mengalami lebih banyak kendala teknis akibat sistem pengadukan serta aerasi yang belum memadai, sehingga membuat kondisi stres di bioreaktor lebih besar. Asam absisat (ABA) dan manitol digunakan sebagai elisitor yang diamati pengaruhnya terhadap pertumbuhan sel. Penambahan elisitor ABA 3 mg/L masih menghasilkan pertumbuhan yang terbaik, sedangkan penambahan ABA 5 mg/L pada medium dengan sebagian sukrosa disubstitusi dengan manitol menghasilkan pertumbuhan terendah, baik pada kultur suspensi sel kina di bioreaktor maupun di botol kultur

    Distribusi Kelimpahan Gastropoda dan Kaitannya dengan Kawasan Mangrove di Segara Anakan, Cilacap.

    No full text
    Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting sebagai habitat bagi gastropoda. Beberapa tahun terakhir terjadi degradasi mangrove di kawasan Cilacap yang berdampak pada populasi gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan struktur komunitas gastropoda dengan mangrove. Pengamatan mangrove menggunakan transek 10 x 10 m2 pada tiga stasiun sebanyak 9 kali pengulangan. Pengamatan gastropoda dilakukan pada tiga stasiun sebanyak di dalam transek mangrove dengan menggunakan transek 1 x 1 m2 yang ditempatkan pada 5 titik di dalamnya secara sistematis sebanyak 45 kali pengulangan. Analisis data gastropoda meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominasi, kerapatan jenis mangrove, dan analisis koresponden (CA) terhadap kepadatan gastropoda dengan mangrove. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 22 spesies dari 7 famili gastropoda yaitu Assimineidae, Ellobiidae, Littorinidae, Muriciidae, Neritiidae, Pachychilidae dan Potamididae. Spesies gastropoda yang mendominasi seluruh stasiun pengamatan adalah Cerithidea obtusa. Kepadatan jenis gastropoda tertinggi berada pada Stasiun 2 yaitu 0,86 ind/m2, sedangkan terendah berada pada Stasiun 3 yaitu 0,73 ind/m2. Spesies gastropoda yang ditemukan pada ekosistem mangrove memiliki nilai indeks keanekaragaman yang dikategorikan sedang dan tidak terdapat jenis gastropoda yang dominan. Kualitas lingkungan perairan Segara Anakan masih dalam kondisi baik dan layak untuk mangrove maupun gastropoda dengan dominasi substrat pada kawasan tersebut adalah pasir sangat halus. Nilai kepadatan gastropoda berkorelasi dengan kerapatan mangrove dan sebaran jenis gastropoda berasosiasi dengan jenis mangrove tertentu

    Pengaruh Keyakinan Motivasional (Motivational Beliefs) dan Konteks Kehidupan (Life Context) terhadap Keterlibatan Ibu dalam Pendidikan pada Anak Usia Dini.

    No full text
    Salah satu peranan penting dari keluarga terhadap pendidikan anak adalah keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Namun demikian, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivational beliefs dan life context terhadap keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini melibatkan 86 responden yang terdiri atas 43 responden ibu dari Desa Babakan dan 43 ibu responden dari Desa Dramaga yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki anak usia 3-5 tahun dan menjadi siswa di PAUD di kedua desa tersebut. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dengan alat bantu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian skor keterlibatan ibu, motivational beliefs dan life context ibu berada pada kategori rendah. Karakteristik ibu yang berhubungan positif signifikan dengan motivational beliefs dan life context adalah pekerjaan ibu dan pendapatan per kapita. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa motivational beliefs dan life context dengan keterlibatan ibu berhubungan positif signifikan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa motivational beliefs dan life context memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keterlibatan ibu

    Pemanfaatan Fermentasi Kotoran Ternak Sebagai Media Tumbuh Cacing Sutera (Tubifex sp.).

    No full text
    Limbah ternak merupakan salah satu faktor pencemar lingkungan dikarenakan masih terdapatnya nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah ternak sebagai media tumbuh cacing sutera sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan limbah ternak ke lingkungan. Limbah ternak yang terdiri dari kotoran puyuh, kotoran ayam dan kotoran sapi kemudian difermentasi, ditambah lumpur tanah dan dialiri air. Penggunaan fermentasi kotoran ternak sebagai media tumbuh cacing sutera (Tubifex sp.) dengan kotoran burung puyuh, kotoran ayam, dan kotoran sapi menunjukkan semua fermentasi kotoran ternak yang digunakan memberikan hasil yang positif terhadap pertumbuhan cacing sutera

    Karakterisasi Molekuler Kapang Dermatofita yang Diisolasi dari Hewan Terduga Menderita Dermatofitosis

    No full text
    Dermatofitosis, juga dikenal sebagai ringworm atau tinea, adalah infeksi jamur (mikosis) pada kulit, rambut, dan kuku. Penyakit ini disebabkan oleh jamur kosmopolitan dari genus Epidermophyton, Microsporum, dan Trichophyton. Dermatofitosis adalah penyakit zoonosis karena dapat menular ke manusia dan hewan. Diagnosis dapat dilakukan pada spesimen uji dengan teknik konvensional dan molekuler. Teknik konvensional dilakukan dengan pemeriksaan natif menggunakan KOH 10-20% dan kultur pada media tanam untuk pengamatan koloni makro dan mikroskopis. Teknik pemeriksaan molekuler spesimen uji dapat dilakukan dengan PCR-RFLP untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang lebih cepat dan tepat, penelitian ini menggunakan primer umum untuk fungi yaitu ITS 1 dan ITS 4, serta primer khusus untuk dermatofita yaitu Chytin Synthase 1. RFLP dilakukan dengan menggunakan enzim DdeI pada hasil PCR ITS positif pada dermatofita. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakter kapang dermatofita yang diisolasi dari 50 hewan terduga dermatofitosis dari Jakarta dan Bogor. Dari sampel tersebut didapatkan empat isolat positif Microsporum canis, yaitu: B1, B15, B16, dan J1U1. Keempat isolat dermatofita tersebut kemudian dikarakterisasi dengan metode PCR-RFLP dan sekuensing. Pola potong dan kesejajaran urutan isolat B1 berbeda dengan B15, B16, dan J1U1. Hasil pola potong keempat isolat pada penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, perbedaan yang terjadi dapat digunakan sebagai pembeda karakter M. canis yang diisolasi dari Jakarta dan Bogor. Isolat J1U1 dan B16 M. canis hasil penelitian ini memiliki karakteristik pola potong pada 750, 550, 450, 250, dan 200 bp. Pola potong isolat B1 pada ukuran 250 bp dan 200 bp. Spesimen kerokan kulit J1U1, B16, B1 dan B15 menampilkan empat pita dengan ukuran 550, 450, 250, dan 200 bp. Berdasarkan hubungan kekerabatan pada pohon filogenetik, isolat B1 M. canis memiliki keterkaitan genetik dengan isolat ATCC 23828. Isolat J1U1, B15 dan B16 memiliki keterkaitan genetik satu sama lain, dengan susunan genotipe yang sama ditunjukkan oleh isolat B15 dan B16

    Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Rumah Tanpa DP di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia

    No full text
    Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia menjadi salah satu koperasi yang memiliki Program Pembiayaan Rumah Tanpa DP. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan, mengidentifikasi karakteristik konsumen, mengukur tingkat kepuasan konsumen, dan menganalisis kinerja koperasi. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 31 orang dengan metode convenience sampling untuk pengambilan sampel. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, customer satisfaction index (CSI), dan importance performance analysis (IPA). Anggota yang mengikuti program didominasi dari Cabang Pakuhaji dan telah menjadi anggota selama 6 tahun. Sebagian besar anggota baru menempati rumah dari program kurang dari 1 tahun. Anggota yang mengakses program didominasi oleh perempuan dengan pendidikan terakhir SMP, berusia 46-55 tahun, berstatus sudah menikah, dan memiliki pendapatan per bulan sebesar Rp2 500 001 - Rp4 000 000. Secara keseluruhan kinerja koperasi mendapat nilai 79.41% yaitu anggota merasa puas. Koperasi perlu meningkatkan tingkat kinerja, khususnya pada atribut yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tapi memiliki tingkat kinerja yang rendah

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇