Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Pengembangan Sistem Multi-Robot Menggunakan Algoritme Particle Swarm Optimization untuk Pencarian Target

    No full text
    Sistem multi-robot merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa robot yang saling terhubung serta dapat berkomunikasi dan berkolaborasi satu sama lain untuk menyelesaikan suatu tujuan. Sistem ini dapat menyelesaikan beberapa permasalahan dalam kehidupan nyata, salah satunya masalah pencarian target. Masalah task allocation atau pencarian target adalah suatu permasalahan pencarian target dan pendistribusikan agen ke dalam target tersebut untuk mencapai tujuan tertentu. Pada sistem multi-robot, masalah pencarian target didefinisikan sebagai permasalahan untuk mendistribusikan beberapa robot menuju target sehingga dapat mengoptimalkan keseluruhan kinerja sistem. Masalah pencarian target salah satunya dapat diselesaikan menggunakan algoritme Particle Swarm Optimization (PSO). Algoritme PSO adalah suatu algoritme yang terinspirasi dari perilaku burung dan ikan. Algoritme PSO merupakan suatu teknik optimasi yang mengoptimalkan masalah secara iteratif dengan cara memindahkan kandidat solusi yang ada di dalam ruang pencarian menggunakan fungsi tertentu menuju titik optimum atau solusi terbaik yang dapat ditemukan oleh setiap kandidat solusi. Penerapan PSO dalam sistem multi-robot dilakukan dengan merepresentasikan kandidat solusi sebagai robot dan titik optimum sebagai lokasi target. Penelitian ini akan mengimplementasikan algoritme PSO ke dalam sistem multi-robot untuk menyelesaikan masalah pencarian target di dunia nyata. Sistem multi-robot pada penelitian ini akan menggunakan beberapa robot E-Puck. E-Puck adalah sebuah educational desktop mobile robot, yaitu robot swarm beroda yang digunakan untuk pendidikan dalam bidang teknik. Penelitian ini menggunakan versi terbaru E-Puck yaitu E-Puck2. Dalam sistem multi-robot, lokalisasi merupakan salah satu hal penting untuk mengetahui posisi setiap robot di dalam lingkungan. E-Puck2 menawarkan beberapa sensor yang dapat dipakai untuk teknik lokalisasi tetapi sensor-sensor tersebut tidak dapat digunakan untuk lokalisasi dengan lingkungan yang luas. Pada penelitian ini, lokalisasi dilakukan menggunakan kamera yang diletakkan di atas lingkungan sehingga dapat menangkap lingkungan secara menyeluruh. Penelitian ini akan mengembangkan sistem multi-robot menggunakan algoritme PSO dan robot E-Puck secara nyata di dunia nyata serta lokalisasi menggunakan kamera. Hasil pengujian menunjukan algoritme untuk lokalisasi memiliki performa yang cukup baik sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil pengujian PSO dalam penelitian ini menunjukan bahwa perubahan jarak antara robot terdekat dengan target dan perubahan jarak antara rata-rata posisi robot dengan target pada dunia nyata dan simulasi memiliki kemiripan satu sama lain. Perubahan jarak pada dunia nyata dan simulasi secara bertahap mulai mendekati target

    Pertumbuhan Planlet dan Daya Hidup Beberapa Mutan Ubi Kayu Akibat Perlakuan Pupuk Daun

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi media in vitro optimal, mendapatkan komposisi media aklimatisasi optimal untuk pertumbuhan serta daya hidup ubi kayu dengan penambahan pupuk daun untuk penyediaan bibit unggul. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 3 Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, pada bulan Oktober 2019-Maret 2020. Rancangan percobaan yang digunakan pada masing-masing percobaan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama pada perbanyakan in vitro adalah komposisi media dengan 3 taraf, yaitu 0 ppm BAP + 0 ml L-1, 1.5 ppm BAP + 150 ml L-1 air kelapa, 1.5 ppm BAP + 300 ml L-1 air kelapa. Faktor kedua adalah genotipe yang terdiri atas mutan Adira-4 V5D12-112, Malang-4 V4D11-322, UJ-5 V3D41-113. Faktor pada penelitian aklimatisasi yaitu komposisi media dan pupuk daun. Komposisi media terdiri atas 4 taraf; 100% arang sekam, 100% kompos, kompos:arang sekam (1:1), kompos:arang sekam (2:1). Penambahan pupuk daun terdiri atas 4 taraf; 0 ml L-1 , 0.5 ml L-1 , 1 ml L-1, 1.5 ml L-1. Media dan genotipe memberikan hasil yang berbeda untuk beberapa peubah. Berdasarkan persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah buku, dan diameter batang, media aklimatisasi dengan komposisi media 100% arang sekam memberikan hasil terbaik

    Penggunaan Habitat dan Prediksi Distribusi Spasial Macan Tutul Jawa melalui Pemodelan Maximum Entropy di Kawasan Hutan Gunung Sawal

    No full text
    Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan top predator yang dilindungi, tergolong kritis, dan termasuk dalam 25 satwa prioritas nasional. Data dan informasi mengenai penggunaan habitat dan model distribusi spasial macan tutul jawa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan habitat macan tutul jawa, serta memodelkan distribusi spasial macan tutul jawa. Penelitian dilakukan di kawasan hutan Gunung Sawal dari bulan Desember 2019 hingga Februari 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan pemasangan camera trap, metode eksplorasi, dan pengumpulan data variabel lingkungan. Data perjumpaan secara langsung dan tidak langsung dianalisis untuk mengidentifikasi penggunaan habitat macan tutul jawa, kemudian dilakukan pengolahan menggunakan software ArcGis 10.5 dan software MaxEnt v3.3.3k untuk membuat model distribusi spasial macan tutul jawa. Macan tutul jawa menggunakan habitat hutan alam primer, hutan tanaman, dan pertanian lahan kering campur semak dengan ketinggian 751- 1 764 mdpl dan pada kemiringan lahan agak curam (16-25%) dan curam (26-40%), dengan sedikit gangguan manusia. Akurasi kinerja model prediksi menunjukkan angka 0.935 yang artinya sangat baik. Peta prediksi pada pemodelan MaxEnt menunjukkan bahwa lokasi penelitian merupakan area penting untuk pelestarian macan tutul jawa. Variabel lingkungan yang paling berpengaruh adalah jarak dari satwa mangsa, lereng, dan ketinggian. Satwa mangsa potensial yang ditemukan sebanyak 13 jenis. Terdapat enam jenis satwa yang memiliki indeks kelimpahan tertinggi yaitu musang luwak, sigung, puyuh gonggong jawa, anjing kampung, kijang, dan babi hutan

    Sintesis Dan Karakterisasi Fotoluminesen Perovskite Cesium Lead Bromide Sebagai Material Optoelektronik

    No full text
    Cesium Lead Bromide (CsPbBr3) merupakan material perovskite alkali halida yang bersifat semikonduktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat material CsPbBr3 dengan metode one step solution dan mengkarakterisasi sifat optik (luminesen) serta struktur kristalnya. Material yang disintesis dalam metode ini berupa padatan berwarna hijau dan mengemisikan warna hijau terang saat terkena radiasi UV. Karakterisasi fotoluminesen dilakukan pada panjang gelombang eksitasi 420 nm yang menghasilkan emisi dengan puncak pada 512 nm (2.42 eV). Emisi ini bergeser ke nilai energi yang lebih kecil yaitu 2.31 eV saat sampel terpapar udara dimana secara fisik sampel menjadi kering dan warna padatan perovskite berubah dari hijau menjadi oranye. Dengan Time-Resolve Photoluminescence Spectroscopy, pengukuran waktu hidup (lifetime) fotoluminesen menunjukan bahwa konstanta waktu juga mengalami penurunan selama terpapar di udara. Selain itu hasil analisa XRD menunjukkan CsPbBr3 yang terbentuk memiliki struktur kristal kubus dan ukuran kristal rata-rata sebesar 34.7 nm setelah 2 bulan terpapar udara. Perovskite CsPbBr3 yang disintesis ini merupakan material yang menjanjikan untuk piranti optoelektronik seperti LED, sel surya dan laser

    Pengembangan dan Nilai Gizi Susu Tempe Kedelai Hitam (Glycine soja sieb).

    No full text
    Makanan berbasis kedelai kuning merupakan sumber asupan protein kedua terbesar di Indonesia. Sayangnya lebih dari 70% kedelai kuning masih bergantung pada impor karena belum dapat dibudidayakan secara optimal. Indonesia memiliki varietas kedelai hitam (Glycine soja sieb) namun mengandung senyawa anti-nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan kedelai kuning. Pengolahan menjadi susu tempe disinyalir dapat menurunkan kadar anti-nutrisi dan meningkatkan daya cerna protein didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi nilai gizi susu tempe kedelai hitam yang diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi, masa simpan, dan daya terimanya. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai November 2019. Penelitian dimulai dari pembuatan tempe, pembuatan susu tempe, uji organoleptik, analisis proksimat, analisis daya cerna protein, dan analisis kadar tanin. Berdasarkan penerimaan organoleptik dan evaluasi nilai gizi, perbandingan air dan tempe 50:50 merupakan formula terpilih. Hasil analisis proksimat menunjukkan terdapat peningkatan protein dari kedelai hitam (49.07) menjadi tempe (57.76) dan mengalami penurunan pada susu tempe (15.57%bk). Daya cerna protein kedelai hitam (45.08) menjadi tempe (66.66) menunjukkan peningkatan yang signifikan, sedangkan tempe menjadi susu tempe (47.5%) tidak menunjukkan perbedaan. Peningkatan daya cerna protein diikuti dengan penurunan senyawa anti-nutrisi dalam kedelai hitam, tempe, dan susu tempe berturut-turut sebesar 100, 57.79, dan 49.97%

    Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Tandun, PTPN V, Kabupaten Kampar, Riau.

    No full text
    Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Tandun, PTPN V, Kabupaten Kampar, Riau selama tiga bulan mulai tanggal 20 Januari hingga 14 April 2020. Pengelolaan pemupukan sangat penting untuk diperhatikan agar pemupukan berjalan secara efektif. Pengamatan dilakukan berdasarkan kaidah pemupukan 5T (tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat) dan produksi pada demplot percobaan Precipalm. Hasil pengamatan menunjukkan pengelolaan pemupukan di Kebun Tandun berdasarkan kaidah 5T sudah sesuai dengan standar perusahaan, kecuali pada waktu pemupukan Dolomit tidak sesuai dengan rencana. Persentase ketepatan jenis, dosis, tempat, dan cara pemupukan di Afdeling III Kebun Tandun lebih dari 85%. Pengamatan pada demplot percobaan Precipalm dilakukan dengan menghitung bobot produksi, jumlah tandan, bobot tandan rata-rata, dan efisiensi pemupukan. Bobot total tandan dan bobot tandan rata-rata pada kedua perlakuan sudah melebihi standar produksi, sedangkan jumlah tandan masih di bawah standar produksi dari PPKS. Efisiensi pemupukan pada perlakuan precipalm sebesar 32.97% dan perlakuan kontrol sebesar 28.57%

    Strategi Pengembangan Agroindustri Biodiesel Berbasis Minyak Sawit untuk Ketahanan Energi di Indonesia

    No full text
    Pengembangan agroindustri biodiesel di Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam melakukan diversifikasi energi untuk mencapai ketahanan energi nasional. Namun, belum ada ukuran yang jelas mengenai keadaan ketahanan energi saat ini maupun ketahanan energi yang akan dituju, sehingga perbaikan ketahanan energi dalam konteks agroindustri biodiesel masih belum terarah. Hal ini karena ketahanan energi merupakan konsep yang sangat terikat dengan konteks. Karenanya, tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dalam menentukan arah pengembangan agroindustri biodiesel untuk mencapai ketahanan energi nasional. Terkait dengan tujuan utama tersebut, diperlukan kajian bersifat khusus mengenai perumusan dimensi dan indikator ketahanan energi dalam konteks agroindustri biodiesel serta perancangan model untuk menentukan dampak agroindustri biodiesel terhadap ketahanan energi. Penelitian terdiri dari 8 tahap yaitu memahami sistem; identifikasi dan definisi masalah; penyusunan konsep sistem (causal loop); formulasi model; pengumpulan data; verifikasi, simulasi dan validasi; penyusunan dimensi dan indikator ketahanan energi; serta perumusan kebijakan. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi 4 dimensi dan 12 indikator ketahanan energi dengan metode konstruksi indeks. Berdasarkan indeks ketahanan energi diketahui bahwa tingkat ketahanan energi dalam konteks agroindustri biodiesel selama periode 4 tahun terakhir mengalami tren peningkatan. Hasil ini sejalan dengan hasil kajian Dewan Energi Nasional yang menunjukkan bahwa arah pengembangan agroindustri biodiesel di Indonesia telah sejalan dengan upaya untuk memperkuat tingkat ketahanan energi nasional. Penelitian ini juga berhasil merancang model untuk menentukan dampak agroindustri biodiesel terhadap ketahanan energi nasional. Hasil simulasi menggunakan software LEAP dengan skenario status quo menunjukkan tren ketahanan energi yang menurun pada periode 2022-2025 dan target produksi biodiesel yang ditetapkan di RUEN baru dapat tercapai di tahun 2027. Hal ini terjadi karena laju pertumbuhan konsumsi lebih cepat dari laju pertumbuhan produksi, sehingga stok biodiesel mengalami penurunan pada periode 2022-2025. Oleh karena itu, skenario alternatif dari status quo adalah skenario peningkatan produktivitas agroindustri biodiesel dengan hasil simulasi menunjukkan nilai IKE yang relatif stabil pada periode 2019-2030 dan target produksi biodiesel yang ditetapkan di RUEN dapat tercapai di tahun 2023. Menjawab tujuan utama, penelitian ini berhasil menyusun rekomendasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia dalam menentukan arah pengembangan agroindustri biodiesel untuk mencapai ketahanan energi nasional yaitu strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi intensifikasi berfokus pada peningkatan produktivitas melalui perbaikan tingkat rendemen CPO, sedangkan strategi ekstensifikasi berfokus pada penambahan kapasitas produksi biodiesel

    Kajian Literatur Potensi Kulit Ari Kopi sebagai Bahan Fungsional dan Nutraceutical untuk Mencegah Penuaan dan Penyakit Metabolisme

    No full text
    Pangan fungsional telah menjadi bagian dari diet masyarakat karena diketahui memiliki banyak manfaat, salah satunya yaitu anti-penuaan. Mempertimbangkan keberlanjutan, kopi merupakan komoditas yang tinggi tingkat konsumsinya di seluruh dunia, mencapai 9.9 juta ton per tahun (dari tahun 2018 hingga 2019). Proses produksinya meninggalkan produk sisa berupa kulit ari kopi (coffee silverskin (CS)), bahan yang memiliki potensi serta diproduksi secara berkelanjutan. Kajian literatur ini bertujuan memberikan informasi potensi CS dan ekstraknya sebagai bahan pangan fungsional dan nutraceutical untuk mencegah penuaan dini dan penyakit metabolisme. Data dan informasi dalam kajian ini diperoleh dari literatur yang dipublikasikan dalam situs web terpercaya, kemudian diseleksi, serta diulas. Ekstrak kulit ari kopi (CSE) memiliki efek anti-penuaan pada nematoda C. elegans dan pada sel-sel manusia. CSE juga memiliki efek anti-obesitas dan anti-diabetes in vivo pada hewan (tikus dan C. elegans). CS telah divalidasi aman dikonsumsi, senyawa bioaktifnya terutama asam klorogenat (CGA) dan kafein menunjukkan efek fisiologis. CSE memiliki profil fenolik yang mirip dengan profil CGA biji kopi hijau, mengindikasikan bahwa CSE merupakan alternatif sumber CGA. Berdasarkan kajian, CS merupakan sumber daya yang potensial dan berkelanjutan sebagai bahan pangan fungsional dan nutraceutical untuk mencegah penuaan dini serta penyakit metabolisme

    Perancangan Model Bisnis ‘SahabatBuku.com’: Digitalisasi Donasi Buku dalam Bentuk E-charit

    No full text
    Era digital membuat penyaluran donasi buku menjadi lebih mudah. Kemudahan ini berbanding lurus dengan belum meratanya ketersediaan buku di Indonesia. Hal ini dapat diatasi dengan platform donasi khusus kebutuhan buku yang dirancang menggunakan kanvas model bisnis dengan metode customer discovery. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi permasalahan konsumen dalam penyaluran donasi khusus kebutuhan buku, (2) merancang solusi produk yang dapat memecahkan masalah dan kebutuhan konsumen, dan (3) mendapatkan model bisnis yang tepat untuk mencapai product-market-fit. Hasil akhir dari penelitian ini adalah kanvas model bisnis terverifikasi yang didapatkan dari wawancara mendalam calon konsumen. Variabel kualitas informasi dan kualitas interaksi layanan prototype awal website donasi kebutuhan buku perlu ditingkatkan agar menghasilkan prototype yang sesuai dengan pengguna

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇