Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Ciri Umum dan Struktur Anatomi Kayu Sangat Kurang Dikenal dari Suku Myrtaceae

    No full text
    Analisis ciri umum dan struktur anatomi diperlukan untuk pengolahan kayu terutama dari jenis Kayu Kurang Dikenal (The Lesser Known Species) dan Sangat Kurang Dikenal (The Least Known Wood Species). Kayu-kayu sangat kurang dikenal terdiri atas jenis kayu yang belum diteliti sifat dasar terutama sifat anatominya. Xylarium Bogoriense memiliki banyak golongan kayu sangat kurang dikenal yang belum diteliti sampai tingkat spesies. Pohon-pohon dari Suku Myrtaceae yang termasuk dalam kelompok Sangat Kurang Dikenal yaitu Cleistocalyx, Mearnsia, Melaleuca, Metrosideros, Octamyrtus, Psidium, dan Xanthomyrtus. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat anatomi dan kualitas serat kayu sangat kurang dikenal dari Suku Myrtaceae. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu pengamatan ciri umum, ciri makroskopis kayu, dan analisis kualitas serat dari nilai dimensi serat beserta nilai turunannya. Berdasarkan hasil studi awal kayu suku Myrtaceae memiliki ciri umum dan anatomi yang beragam. Kualitas serat kayu suku Myrtaceae terbagi atas dua kelas kualitas serat yaitu kayu kelas II dan kelas III. Kayu Myrtaceae tidak direkomendasikan sebagai bahan pembuatan pulp namun sebagian kayu memiliki potensi lain sebagai produk hasil hutan

    Rumpon Portable sebagai Pembentuk Daerah Penangkapan Ikan

    No full text
    Rumpon portable merupakan suatu pengembangan teknologi dari rumpon konvensional yang dapat digunakan untuk membentuk daerah penangkapan ikan. Daerah penangkapan ikan sangat penting bagi nelayan dalam operasi penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi mengenai komposisi ikan hasil tangkapan dan kelayakan ikan hasil tangkapan, serta pola sebaran dan proses terbentuknya daerah tangkapan ikan di sekitar rumpon portable. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental fishing. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis dan berat ikan hasil tangkapan, panjang total, panjang cagak, dan panjang baku ikan hasil tangkapan, data studi literatur panjang ikan pertama kali memijah (lm) serta data echogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan terdiri dari 6 jenis ikan yaitu tuna sirip kuning, tuna mata besar, cakalang, jambangan, pisang-pisang, dan marlin dengan jumlah total 214 ekor dan berat total 438,7 kg. Hasil tangkapan cakalang yang layak tangkap sebesar 97,14% dari 105 ekor yang tertangkap, sedangkan untuk tuna sirip kuning dan mata besar semuanya belum layak tangkap. Berdasarkan hasil pengamatan echogram pola sebaran ikan rata-rata berada pada kedalaman 3-7 m dan kedalaman di atas 50 m. Rumpon portable dapat digunakan untuk membentuk daerah penangkapan ikan, dan diduga ikan berkumpul akibat pengaruh dari atraktor suara (EFA)

    Hubungan Asupan Zat Gizi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kebugaran Anggota UKM Bola Voli IPB.

    No full text
    Pemain olahraga bola voli harus memiliki teknik dasar serta kebugaran tubuh yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi, aktivitas fisik, status gizi, dan tingkat kebugaran anggota UKM Bola Voli IPB. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan contoh dengan teknik purposive sampling berjumlah 33 anggota UKM Bola Voli IPB. Parameter yang diukur adalah kecukupan energi dan zat gizi, aktivitas fisik, status gizi, dan kebugaran tubuh yang diukur dengan VO2 max, persen lemak tubuh, dan wall sit test. Tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat sebagian besar contoh termasuk ke dalam kategori defisit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif antara kecukupan energi dengan VO2 max (p= 0.001, r=0.441), protein dengan VO2 max (p= 0.030, r=0.378), dan karbohidrat dengan VO2 max (p= 0.007, r=0.460). Terdapat hubungan negatif antara tingkat kecukupan energi dengan persen lemak tubuh (p= 0.001, r=-0.539), protein dengan persen lemak tubuh (p= 0.001, r=-0.559), dan karbohidrat dengan persen lemak tubuh (p= 0.001, r=-0.551). Terdapat hubungan positif antara status gizi dengan persen lemak tubuh (p= 0.000, r=0.057). Tidak terdapat hubungan antara kecukupan energi dan zat gizi, aktivitas fisik, dan status gizi dengan hasil tes wall sit (p>0.05)

    Fluid Intelligence and Consciousness in Dream in IPB Students

    No full text
    Istilah mimpi lucid adalah sebuah fenomena dimana pemimpi sadar atas fakta bahwa dirinya sedang bermimpi, dapat mengontrol jalannya mimpi, juga berhubungan dengan kesadaran atas kebebasan memilih, memori saat keadaan terjaga, dan kemampuan intelektual. Ada kemungkinan bahwa kesadaran tinggi atau kesadaran sekunder yang terjadi dalam mimpi lucid berhubungan dengan pemikiran rasional hingga kreativitas non verbal sebagai hasil dari pemahaman analogis yang berkaitan erat dengan kecerdasan cair. Adapun data mengenai korelasi antara kecerdasan cair dan kesadaran dalam bermimpi belum dipelajari, sehingga studi ini bertujuan untuk mempelajari hal tersebut pada mahasiswa IPB. Dalam studi ini, 254 mahasiswa IPB dari berbagai jurusan diminta untuk mengisi data kuantitatif dan kualitatif mengenai mimpi. Setiap responden mengisi kuesioner yang terdiri dari data demografik dan dua tes utama. Kecerdasan cair ditentukan berdasarkan kemampuan penalaran menggunakan Baddeley 3 minute reasoning test. Kesadaran dalam bermimpi ditentukan dengan skala Lucidity and Consciousness in Dream (LuCiD). Mayoritas responden dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan penalaran yang baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan antara rerata IPK pada tiap jawaban dalam skala LuCiD. Usia dan jenis kelamin respondent tidak mempengaruhi hasil dari skala LuCiD. Secara siginifikan, responden yang memiliki IPK yang lebih tinggi juga memiliki nilai 3 minute resasoning test yang lebih tinggi, dibandingkan dengan responden yang memiliki nilai IPK lebih rendah. Pemimpi lucid dapat menunjukkan insight atau ilham, pemikiran, dan control dalam mimpi yang lebih baik daripada pemimpi non-lucid

    Pengaruh Kebijakan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik terhadap Kepedulian Lingkungan Warga Kota Bogor

    No full text
    Penelitian ini bertujuan, pertama, menganalisis pengaruh Peraturan Walikota Bogor tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik terhadap peningkatan kepedulian lingkungan warga kota; dan kedua, mengidentifikasi faktor-faktor yang turut mempengaruhi perilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (metode survey) yang dikombinasikan dengan metode kualitatif dalam proses pengumpulan data. Sebanyak 30 responden yang berbelanja di toko modern dan 30 responden yang berbelanja di pasar tradisional terpilih sebagai sampel melalui metode penarikan sampel secara kelompok (cluster random sampling). Hasil penelitian menunjukkan, pertama, kebijakan dimaksud memperoleh respons positip baik dari kalangan responden konsumen toko modern maupun pasar tradisional. Walau konsumen pasar tradisional bukan merupakan target dari Peraturan Walikota, dan tingkat pengetahuan mereka tentang bahaya plastik dan manfaat mengurangi penggunaan plastik lebih rendah dibanding responden toko modern; namun ternyata responden pasar tradisional cukup banyak yang membawa tas belanja sendiri. Kedua, responden konsumen toko modern maupun pasar tradisional memiliki sikap/perilaku ramah lingkungan yang tergolong tinggi. Ketiga, baik responden konsumen toko modern maupun pasar tradisional keduanya memandang pengurangan penggunaan kantong plastik bukan merupakan suatu gaya hidup (ditunjukkan oleh skor yang rendah); melainkan sebagai kepatutan untuk berperilaku ramah lingkungan. Keempat, dari empat faktor yang dianalisis (jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pendapatan); usia merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi perilaku ramah lingkungan konsumen pasar tradisional. Sementara dikalangan responden konsumen toko modern, tidak terdapat satupun faktor yang signifikan. Sebagai rekomendasi, Peraturan Walikota Bogor perlu diperluas ke pasar tradisional

    Potensi Bakteri Probiotik untuk Pengendalian Cucumber mosaic virus (CMV) pada Melon (Cucumis melo L.).

    No full text
    Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan patogen penting pada tanaman Cucurbitaceae, termasuk melon dan menyebabkan kehilangan hasil secara ekonomi. Penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus sulit untuk dikendalikan. Salah satu upaya untuk mengurangi infeksi virus pada tanaman adalah melalui perbaikan kesehatan tanaman menggunakan bakteri probiotik. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi isolat bakteri Bacillus cereus (BC), Chromobacterium haemolyticum (CH), Ralstonia pickettii (RP), dan Pseudomonas flourescens (PF) dalam mengendalikan CMV pada tanaman melon. Pengujian pengaruh aplikasi bakteri probiotik terhadap vigor benih dan pertumbuhan kecambah melon dilakukan melalui perendaman benih dan kemudian penyemaian yang dilakukan di laboratorium. Peubah pengamatan yang diamati meliputi daya berkecambah, indeks vigor, tinggi kecambah, panjang akar, bobot basah kecambah, dan bobot kering kecambah. Efikasi bakteri dalam mengendalikan CMV dilakukan melalui perendaman benih dan penyemprotan tanaman dengan suspensi bakteri sebelum inokulasi CMV dalam pengujian di rumah kaca. Peubah yang diamati yaitu masa inkubasi, insidensi penyakit, keparahan penyakit, titer virus, dan tingkat hambatan relatif virus. Peubah lain yang diamati adalah aktivitas enzim peroksidase dan peubah agronomi. Perlakuan bakteri BC menunjukkan potensi terbaik dalam meningkatkan vigor dan pertumbuhan kecambah melon. Perlakuan bakteri BC nyata meningkatkan daya berkecambah jika dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan bakteri tersebut juga dapat meningkatkan panjang akar dan bobot basah kecambah. Masa inkubasi menjadi lebih lama pada tanaman melon yang diberi perlakuan bakteri BC. Seluruh perlakuan bakteri tidak berpengaruh nyata dalam menurunkan insidensi penyakit, namun secara nyata menurunkan keparahan penyakit serta titer virus pada tanaman melon dibandingkan dengan tanaman melon kontrol yang hanya diinokulasi CMV. Aktivitas enzim peroksidase tanaman perlakuan meningkat setelah tanaman diinokulasi CMV. Peningkatan aktivitas peroksidase paling tinggi dan penekanan keparahan penyakit paling besar ditunjukkan oleh perlakuan bakteri RP dan PF. Bakteri BC berpengaruh nyata dapat meningkatkan tinggi tanaman melon dan tidak menurunkan jumlah daun. Infeksi CMV dapat memperpanjang waktu munculnya bunga pertama. Jumlah bunga meningkat pada tanaman yang diberi perlakuan bakteri CH jika dibandingkan dengan tanaman sehat (KSe). Sementara itu, semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap jumlah buah. Penelitian ini menghasilkan informasi bahwa bakteri probiotik berpotensi sebagai salah satu alternatif pengendalian CMV yang alami, efektif, dan ramah lingkungan

    Evaluasi Model Bisnis Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru dengan Pendekatan Business Model Canvas

    No full text
    Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bogor. Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru belum bisa mencapai target sesuai dengan rencana strategis yang telah dibuat dalam pelaksanaan bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model bisnis saat ini dan mengevaluasi model bisnis dengan pendekatan business model canvas. Responden dalam penelitian ini ada dua orang dari pihak internal Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru, yaitu pendiri dan bagian koordinator acara. Metode analisis bersifat kualitatif, yang terdiri atas analisis deskriptif. Analisis deskriptif diolah berdasarkan elemen model bisnis kanvas. Penelitian ini menghasilkan identifikasi model bisnis yang sedang berjalan dan evaluasi model bisnis. Rekomendasi yang dihasilkan dari evaluasi model bisnis yaitu; 1) perbaikan pada elemen channels berupa pengoptimalan website dan media sosial, 2) kegiatan pemasaran ditambahkan pada elemen key activities, dan 3) pengoptimalan anggaran pada elemen cost structure

    Ekstraksi Wet Rendering Minyak Lemuru (Sardinella lemuru) dan Tongkol Abu-Abu (Thunnus tonggol) dengan Suhu Rendah

    No full text
    Lemuru dan tongkol abu-abu merupakan bahan baku industri pengalengan sarden dan tuna. Proses pengalengan yang menggunakan suhu tinggi memiliki hasil samping berupa minyak ikan. Kualitas minyak hasil samping industri pengalengan sarden dan tuna berdasarkan penelitian pendahuluan tidak memenuhi persyaratan International Fish Oil Standards (IFOS). Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik mutu terbaik minyak lemuru dan tongkol abu-abu dengan perlakuan suhu 40, 50, dan 60 oC, serta membandingkan peningkatan kualitas minyak hasil ekstraksi terbaik dengan menggunakan netralisasi NaOH sesuai IFOS. Ekstraksi minyak lemuru dan tongkol abu-abu dilakukan dengan wet rendering perlakuan suhu 40, 50, dan 60 oC selama 30 menit, dilanjutkan netralisasi NaOH 24 oBe dengan suhu 40 oC pada minyak hasil ekstraksi terbaik. Minyak lemuru dan tongkol abu-abu memiliki karakteristik mutu terbaik berturut-turut diperoleh pada perlakuan suhu ekstraksi 50 oC dan 60 oC dengan rendemen yang dihasilkan sebesar 2.16% dan 1.09%. Karakteristik mutu minyak lemuru dan tongkol abu-abu hasil netralisasi NaOH telah memenuhi persyaratan IFOS

    Analisis Respon Hidrologi dan Perencanaan Pengelolaan DAS di Sub DAS Opak Hulu.

    No full text
    Daerah aliran sungai (DAS) adalah sebuah kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografis, yang menyimpan, menampung dan mengalirkan air curah hujan yang jatuh di atasnya ke sungai utama yang bermuara ke laut atau danau. Sub DAS Opak hulu merupakan bagian dari DAS Opak-Oyo yang berada di Provinsi DIY. Perkembangan kota tersebut berpengaruh terhadap daerah di sekitarnya sehingga mendorong perubahan penggunaan lahan daerah dan tentunya berpengaruh terhadap Sub DAS Opak Hulu. Perubahan penggunaan lahan non-terbangun menjadi terbangun di sub DAS Opak Hulu terjadi karena pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan interaksi daerah di sekitarnya. Adanya permasalahan tersebut perlu dilakukan pengelolaan DAS berdasarkan analisis perubahan penggunaan lahan dan respon hidrologi Sub DAS Opak Hulu. Model SWAT dapat digunakan untuk pengukuran analisis respon hidrologi berdasarkan perubahan penggunaan lahan serta simulasi penerapan teknik Konservasi Tanah dan Air untuk mengevaluasi kegiatan pengelolaan DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon hidrologi Sub DAS Opak Hulu berdasarkan karateristik hidrologinya dan menentukan rekomendasi perencanaan pengelolaan DAS. Penentuan perencanaan pengelolaan DAS didasarkan pada skenario terbaik hasil model SWAT. Analisis kondisi DAS berdasarkan karateristik hidrologi pada simulasi penggunaan lahan eksisting (tahun 2017), penerapan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTk-RHL) DAS (skenario 1), penerapan RTRW D.I.Yogyakarta dan Jawa Tengah (skenario 2), penerapan Teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA) pada penggunaan lahan eksisting (skenario 3), dan penerapan peta kawasan hutan negara (skenario 4). Kalibrasi model menunjukkan nilai NSE 0.72 (kategori baik) dan nilai R2 0.77. Validasi model menghasilkan nilai NSE 0.68 (kategori baik) dan R2 0.70. Berdasarkan hasil kalibrasi dan validasi, Model SWAT dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik hidrologi di Sub DAS Opak Hulu. Perubahan penggunaan lahan Sub DAS Opak Hulu tahun 2012-2017 mengalami peningkatan signifikan pada pertanian lahan kering campur (3.21%) dan semak belukar (1.43%). Penggunaan lahan menurun signifikan yaitu tanah terbuka (2.31%) dan pertanian lahan kering (1.71%). Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi penggunaan lahan eksisting (tahun 2017), dihasilkan nilai KAT sebesar 0.4 (kategori tinggi) dan KRA sebesar 85.16 (kategori tinggi). Hasil analisis respon hidrologi semua penerapan skenario dapat menurunkan aliran permukaan, meningkatkan aliran lateral dan aliran dasar, sehingga menurunkan nilai KAT dan KRA. Rekomendasi penggunaan lahan terbaik di Sub DAS Opak Hulu adalah skenario 3 (Teknik KTA) sebagai skenario alternatif perencanaan pengelolaan DAS. Skenario 3 menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan skenario lainnya ditunjukkan dengan penurunan aliran permukaan sebesar 26.03%, peningkatan aliran lateral sebesar 12.27% dan aliran dasar sebesar 17.69% serta perubahan nilai KAT dan KRA menjadi kategori sedang (S)

    Analisis Niat Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik pada Pedagang Eceran Kecil di Kota Bogor

    No full text
    Peraturan Walikota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik tidak diberlakukan pada pedagang eceran kecil terutama di pasar tradisional Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol terhadap perilaku dan niat mengurangi penggunaan kantong plastik pada pedagang eceran kecil. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Lokasi penelitian ini di Pasar Kebon Kembang Kota Bogor yang dipilih secara sengaja. Jumlah contoh dalam penelitian ini 100 pedagang eceran kecil dengan menggunakan teknik pengambilan contoh convenience sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan variabel karakteristik contoh, sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol terhadap perilaku, dan niat. Hasil uji regresi logistik ordinal penelitian ini menunjukan bahwa norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat mengurangi penggunaan kantong plastik

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇