Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Analisis Konsentrasi NO₂ di Jakarta, Bandung, dan Gresik untuk Menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

    No full text
    Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) merupakan standar kualitas udara yang berlaku di Indonesia. Salah satu parameter ISPU adalah nitrogen dioksida (NO₂) yang memiliki nilai konsentrasi minimum sebesar 1130 μg/Nm³ pada ISPU 200. Penelitian bertujuan mengevaluasi nilai minimum konsentrasi NO₂ pada ISPU dan menentukan nilai minimum konsentrasi NO₂. Penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga April 2020 menggunakan data sekunder dan data primer yang diperoleh dari pengukuran langsung di lapangan. Pengujian konsentrasi NO₂ mengacu pada SNI 19-7119.2-2005. Konsentrasi NO₂ yang didapatkan dari hasil pemantauan di Jakarta, Bandung dan Gresik pada tahun 2016-2019 berkisar 6-57 μg/Nm³, sedangkan dari hasil pengukuran langsung di Gresik dan Surabaya didapatkan konsentrasi NO₂ sebesar 23-59 μg/Nm³. Nilai ISPU maksimum yang didapatkan dari tiga (3) lokasi hanya bernilai 10. Nilai ini jauh lebih rendah dibandingkan nilai minimum ISPU yang tertera dalam peraturan yang berlaku saat ini, yaitu sebesar 200. Bila temuan tersebut digabungkan dengan hasil studi toksisitas, maka konsentrasi NO₂ yang tepat untuk ISPU 50 adalah 11-39 μg/Nm³, sedangkan untuk ISPU 100 adalah 40-85 μg/Nm³

    Strategi Optimal Pengendalian Serangga Hama Nonvektor Menggunakan Intervensi Green Insecticide dan Mating Disruption

    No full text
    Dalam karya ilmiah ini, dipelajari sebuah model siklus reproduksi serangga yang memperhitungkan empat kompartemen yang merepresentasikan larva, serangga betina yang belum dibuahi, serangga betina yang sudah dibuahi, dan serangga jantan. Kompartemen densitas tanaman ditambahkan untuk menjelaskan interaksi serangga nonvektor dan tanaman. Untuk mengendalikan populasi serangga hama, digunakan pendekatan kontrol optimum. Diberikan dua metode pengendalian hama, yaitu intervensi green insecticides dan mating disruption. Tujuan dari pemberian kontrol adalah untuk meminimalkan populasi total serangga hama dan memaksimalkan densitas tanaman. Untuk menyelesaikan masalah ini, digunakan prinsip maksimum Pontryagin. Dalam mendapatkan solusi numerik dari kedua sistem persamaan diferensial dan mendapatkan fungsi kontrol yang optimal, digunakan metode Runge-Kutta orde 4 dan forward-backward sweep method

    Hubungan Karakteristik Anggota dan Pemimpin dengan Pola dan Efektivitas Komunikasi pada Kelompok Sadar Wisata

    No full text
    Kelompok sadar wisata sebagai kelembagaan di tingkat masyarakat berperan menjadi penggerak dalam mendukung terciptanya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Pola komunikasi sebagai pola interaksi dalam kelompok yang berkaitan dengan cara penyampaian pesan sebagai wujud komunikasi yang efektif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik anggota dan pemimpin dengan pola dan efektivitas komunikasi pada kelompok sadar wisata. Penelitian menggunakan 35 sampel yang merupakan anggota Pokdarwis Situ Pengasinan. Aanalisis data menggunakan uji korelasi rank Spearman dan Chi-Square untuk data nominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anggota tidak membuat adanya perbedaan pada keterlibatan komunikasi dalam kelompok. Pada peubah karakteristik pemimpin dengan pola komunikasi hubungan sangat nyata hanya pada aspek pengetahuan pemimpin dengan arah komunikasi dan isi pesan, kemampuan berkomunikasi dengan frekuensi komunikasi, isi pesan, dan penggunaan media, serta berkepribadian baik dengan arah komunikasi. Semakin baik keterlibatan anggota dalam berkomunikasi dan memahami isi pesan maka komunikasi dalam kelompok akan semakin efektif

    Pengaruh Alkalinitas Berbeda terhadap Kinerja Produksi Benih Ikan Batak Tor soro pada Sistem Air Mengalir

    No full text
    Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ertumbuhan yang lambat ikan Tor sor adalah rekayasa nilai alkalinitas agar menjadi lebih optimal untuk pertumbuhan ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh alkalinitas terhadap kinerja produksi benih ikan batak Tor soro pada sistem air mengalir. rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perbedaan rentang alkalinitas, dengan nilai 25±10, 45±10, 75±10, dan 95±10 mg L-1 CaCO3. Uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui dosis kapur CaCO3 yang ditambahkan ke media pemeliharaan untuk memenuhi rentang alkalinitas yang dibutuhkan pada tiap perlakuan. Hasil uji pendahuluan menunjukkan jumlah kapur CaCO3 yang digunakan adalah 200 mg L-1 untuk alkalinitas 100 ± 10 mg L-1, 110 mg L-1 untuk alkalinitas 75 ± 10 mg L-1 dan 50 mg L-1 Pengukuran alkalinitas dilakukan setiap sebelum dan setelah pergantian air. Pergantian air dilakukan sebanyak 95%. Panjang dan bobot rata-rata benih ikan yang digunakan adalah 2.93 cm, 0.32 gram dengan padat tebar 1 ekor L-1. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan metode pemberian pakan sekenyang-kenyangnya (ad satiation) dan frekuensi sebanyak tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai alkalinitas 75±10 mg L-1 CaCO3 mempunyai nilai kinerja produksi terbaik

    Group Dynamics and Business Success Tea and Coffe Farmers in Garut

    No full text
    Dinamika Kelompok dan Keberhasilan Usaha pada Petani Teh dan Kopi di Garut. Di bawah bimbingan ASRI SULISTIAWATI. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dinamika kelompok petani kopi dan teh serta peranannya terhadap keberhasilan usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner dan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan empat kelompok tani memiliki anggota yang mayoritas mempunyai umur dan pendidikan yang rendah. Mayoritas anggota Poktan Berkah Tani baru bergabung dengan kelompok, sementara Poktan Pamulihan, Melati, serta Pelita VB anggotanya sudah lama bergabung dengan kelompok. Poktan berkah tani dan Melati memiliki anggota yang mayoritas sering mengikuti pelatihan, sementara Poktan Pamulihan dan Pelita VB mayoritas anggota sedikit mengikuti pelatihan. Hubungan antara karakteristik anggota dengan dinamika kelompok hanya beberapa yang signifikan, begitu juga dengan hubungan antara dinamika kelompok dan keberhasilan usaha. Perbedaan antara kelompok tani kopi dan teh terletak di norma, peran, groupthink, dan pemenuhan kebutuhan materi. Kata kunci : dinamika kelompok, keberhasilan usaha, kelompokFLORA MEILFANIA PUTRI. Group dynamics and business success tea and coffe farmers in Garut. Supervised by ASRI SULISTIAWATI. This research uses quantitative methods conducted by surveys using a questionnaire and qualitative data obtained through in-depth interview guides and observations. The results of this study indicate that four farming groups had members who had a majority of low lifespan and education. The majority of Poktan Berkah Tani members have recently joined the group, while Poktan Pamulihan, Melati, and Pelita VB have long joined the group. Poktan berkah tani and Melati have members who often attend training, while Poktan Pamulihan and Pelita VB are the majority of the members who attend the training. The relationship between member characteristics and group dynamics is only a few significant, as is the relationship between group dynamics and business success. The difference between coffee and tea farming groups lies in the norm, role, groupthink, and fulfillment of material needs. Keywords: group dynamics, business success, grou

    Eksplorasi Antibakteri dari Kapang Tanah Institut Pertanian Bogor terhadap Multidrug Resistant Staphylococcus aureus

    No full text
    Penemuan antibakteri baru yang berasal dari metabolit sekunder asal kapang tanah mendorong pencarian potensi antibakteri baru yang dihasilkan oleh jenis kapang tanah yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi potensi kapang tanah yang terdapat di Institut Pertanian Bogor. Sampel tanah diambil berjumlah 15 sampel masing-masing seberat 500 gram dari 5 tempat di sekitar Institut Pertanian Bogor dengan kedalaman 20 cm. Dari 15 sampel tanah didapati 9 isolat kapang tanah tumbuh, dikultivasi selama 28 hari tanpa pencahayaan dengan menggunakan waterbath shaker dan diekstrasi dengan menggunakan rotary evaporator pada suhu 40oC. Ekstraksi miselium menggunakan campuran larutan diklorometana dan metanol dengan perbandingan 1:1. Ekstraksi filtrat menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan larutan etil asetat. Pengujian antibakteri menggunakan metode agar well diffusion. Hasil uji menunjukan dari 9 isolat ekstrak filtrat kapang tanah terdapat 7 isolat yang membentuk zona hambat, sedangkan ekstrak milselium pada 9 isolat kapang tanah tidak membentuk zona hambat. Isolat 11 membentuk zona hambat paling besar dengan diameter 8 mm terhadap bakteri Multidrug Resistant Staphylococcus aureus

    Keragaman Predator dan Keberadaan Sycanus annulicornis pada Tanaman Peria dan Ubi Jalar di Daerah Kabupaten Bogor Jawa Barat

    No full text
    Salah satu cara mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan secara hayati dengan penambahan predator sebagai musuh alami sehingga dapat meminimalkan penggunaan insektisida pada suatu lahan. Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi keragaman predator secara umum serta mengamati keberadaan Sycanus annulicornis pada peria dan ubi jalar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan pitfall trap dan jaring serangga. Pitfall trap ditempatkan di lapangan sebanyak 10 perangkap dengan jarak 3 m , sementara jaring serangga dilakukan dengan cara sistematis sebanyak 15 ayunan untuk tiap lokasi pengambilan contoh. Pengamatan dilakukan 12 kali dengan interval pengamatan satu minggu sekali sejak Mei hingga Juli 2018. Pada tanaman peria dan ubi jalar di Kecamatan Ciampea (Desa Cibanteng, Cihideung Badak, Cihideung Ilir) dan Kecamatan Ranca Bungur (Desa Bantar Sari, Pasir Gaok, Ranca Bungur) Kabupaten Bogor ditemukan sebanyak 1420 individu serangga yang terdiri dari 27 spesies, 14 famili, dan 9 ordo yang berbeda, secara khusus ditemukan S. annulicornis sebanyak 56 individu. Hasil analisis menunjukan nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wienner predator memiliki nilai keanekaragaman sedang, nilai indeks Simpson dengan tingkat kompleksitas keragaman tinggi, dan indek Everness menunjukkan nilai kemerataan yang tinggi dengan komunitas yang stabil. Indeks kemiripan tinggi terdapat pada tanaman peria dengan jarak 0-250 m dan 500-700 m dari permukiman warga, sedangkan kemiripan spesies rendah pada tanaman peria dengan jarak 250-500 m dan ubi jalar pada jarak 500-700 m dari permukiman warga. Hasil ACE menunjukkan kurva yang landai, menunjukkan bahwa serangga yang diamati sudah merepresentasikan serangga yang ada di pertanaman peria dan ubi jalar tersebut

    Pertumbuhan dan Produksi Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada Jarak Tanam dan Teknik Panen Berbeda

    No full text
    Kelor (Moringa oleifera Lam.) merupakan tanaman tahunan dengan kandungan nutrisi tinggi dan kegunaan yang beragam. Daun kelor mengandung protein, berbagai jenis mineral dan asam amino. Teknik budidaya yang tepat diperlukan untuk memaksimalkan produksi daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menentukan jarak tanam dan teknik panen yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman kelor dan produksi daun yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Sukamantri pada bulan Maret sampai Juli 2019. Penelitian terdiri atas dua percobaan yang berkelanjutan. Percobaan pertama menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor, yaitu jarak tanam. Jarak tanam yang digunakan yaitu 50 cm x 25 cm, 50 cm x 50 cm, 100 cm x 50 cm, dan 100 cm x 100 cm dengan populasi 40, 20, 10, dan 5 tanaman / 5 m². Percobaan kedua menggunakan rancangan split plot dengan petak utama adalah jarak tanam, serta teknik panen pangkas cabang dan petik daun sebagai anak petak. Panen dengan teknik pangkas cabang dilakukan dengan memotong cabang sepanjang 5 cm dari pangkal cabang, dan teknik petik daun dilakukan dengan memetik daun yang sudah memenuhi kriteria panen. Percobaan 1 yang dilakukan pada 0 - 10 minggu setelah tanam (MST) menunjukkan pertumbuhan tanaman kelor sampai dengan 10 MST tidak dipengaruhi jarak tanam dan produksi daun per satuan luas tertinggi dihasilkan jarak tanam sempit (50 cm x 25 cm dan 50 cm x 50 cm). Percobaan 2 yang dilakukan pada 10 - 15 MST menunjukkan pertumbuhan kelor tidak dipengaruhi oleh jarak tanam, namun dipengaruhi teknik panen. Panen dengan teknik petik daun menghasilkan kelor dengan tunas lebih panjang dan daun lebih besar. Penanaman kelor pada jarak tanam 50 cm x 25 cm dengan teknik panen petik daun menghasilkan produksi daun per satuan luas tertinggi

    Identifikasi Pertumbuhan dan Perkembangan Genotipe Mutan Towuti M3 Serta Beberapa Varietas Padi (Oryza Sativa L.) terhadap Cekaman Kekeringan.

    No full text
    Perakitan varietas menggunakan iradiasi sinar gamma merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas padi (Oryza Sativa L.) akibat cekaman kekeringan. Iradiasi sinar gamma sangat efektif untuk merubah sedikit sifat dalam perbaikan varietas dengan merubah susunan genetik individu maupun populasi tanaman. Informasi awal perubahan genetik sangat diperlukan untuk mengetahui terjadinya perubahan genetik pada materi yang diiradiasi menggunakan sinar gamma dengan melihat perubahan fenotipe maupun genotipenya. Penelitian ini bertujuan untuk memilih karakter toleransi terhadap kekeringan pada tanaman padi dan mengidentifikasi perubahan genotipe mutan padi menggunakan seleksi marka spesifik toleran cekaman kekeringan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai November 2019. Percobaan pertama seleksi tanaman toleran cekaman kekeringan pada fase vegetatif dan fase generatif terhadap beberapa varietas dilakukan di green house gedung pertanian Pusat Palikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional menggunakan rancangan percobaan RKLT (Rancangan Kelompok Lengkap Teracak) faktorial dengan tiga ulangan, faktor pertama adalah varietas dan faktor kedua cekaman kekeringan pada Bulan Januari sampai Bulan April 2019 dan percobaan kedua dengan seleksi respon tanaman mutan padi Towuti M3 dengan dosis iradiasi 300 Gy pada kondisi kekeringan terkontrol dilakukan di kebun percobaan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi – Badan Tenaga Nuklir Nasional pada bulan Mei sampai September 2019 menggunakan rancangan percobaan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap). Pengamatan stomata dilakukan di Laboratorium Mikro Teknik, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University pada bulan September sampai Oktober 2019 dan analisis molekuler menggunakan marka spesifik cekaman kekeringan dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen pada bulan Oktober sampai November 2019. Hasil penelitian pada interaksi antara varietas dan beberapa fase cekaman kekeringan menunjukkan pengaruh penghambatan terhadap pertumbuhan varietas terhambat pada cekaman kekeringan fase vegetatif dan fase generatif menyebabkan penurunan daya hasil pada beberapa varietas. Hasil seleksi tanaman mutan padi Towuti M4 dengan dosis iradiasi 300 Gy pada kondisi kekeringan ialah jumlah daun lebih banyak, jumlah anakan lebih banyak, kerapatan stomata lebih besar dengan jumlah lebih banyak dan ukuran lebih kecil serta skor penggulungan daun semakin kecil. Analisis molekuler menggunakan marka spesifik cekaman kekeringan menghasilkan pita DNA polimorfis pada primer OsJSG1 dan pita monomorfis pada primer OsJSG2

    Hubungan Tingkat Perubahan Struktur Agraria dengan Latar Rasionalitas Rumah Tangga Pedesaan (Kasus: Ekspansi PLTU Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah).

    No full text
    Peningkatan kebutuhan listrik mendorong PLTU Tanjung Jati B untuk melakukan ekspansi dengan sistem pembebasan lahan dan didasari oleh faktor penduduk, permintaan lahan dari kegiatan non-pertanian, ekonomi, sosial-budaya, dan kelemahan hukum yang mengatur di sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis terkait hubungan tingkat perubahan struktur agraria dengan latar rasionalitas rumah tangga pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Hubungan antar variabel diuji menggunakan aplikasi SPSS 22.0 for windows dengan uji korelasi Chi-square pada 50 rumah tangga melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat perubahan struktur agraria berhubungan dengan latar rasionalitas rumah tangga pedesaan. Tingkat perubahan struktur agraria kategori rendah cenderungmemiliki latar rasionalitas tradisional, tingkat perubahan struktur agraria kategori sedang cenderung memiliki latar rasionalitas berorientasi nilai, dan tingkat perubahan struktur agraria kategori tinggi cenderung memiliki latar rasionalitas lainnya

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇