31665 research outputs found
Sort by
Uji Tetrazolium untuk Deteksi Vigor Benih Okra (Abelmoschus esculentus)
Benih merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan budidaya tanaman.
Mutu benih digambarkan oleh aktivitas metabolismenya. Uji tetrazolium merupakan
gambaran aktivitas respirasi yang mencerminkan aktivitas enzim dehidrogenase yang
diindikasikan oleh tingkat warna merah pada benih. Tujuan penelitian ini ialah
mempelajari uji tetrazolium untuk deteksi vigor benih okra dengan pengelompokan pola
pola pewarnaan. Uji tetrazolium dilakukan dengan merendam benih dalam aquades
selama 20 jam, dilanjutkan dengan pengupasan testa sebelum kemudian dilakukan
perendaman dalam larutan tetrazolium 1% selama 3 jam. Percobaan disusun
menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal
yaitu tingkat viabilitas benih dengan daya berkecambah 82,67%, 60%, dan 54,67%.
Pengujian tetrazolium pada benih okra menghasilkan 13 pola pewarnaan yang
dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu 1 pola kriteria normal kuat (NK), 4 pola
kriteria normal lemah (NL), 2 pola kriteria abnormal (Ab), dan 6 pola kriteria mati (M).
Pola pewarnaan merah cerah pada seluruh bagian poros embrio dan kotiledon
mengindikasikan bahwa benih akan tumbuh menjadi kecambah normal kuat. Pola
pewarnaan kelompok normal memiliki hubungan yang erat dan nyata dengan kecepatan
tumbuh (KCT) sebagai uji vigor dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,77
Penerapan SMOTE pada Metode CHAID untuk Mengklasifikasi Tingkat Loyalitas Pelanggan
Pelanggan adalah unsur yang paling potensial dalam memaksimalkan keuntungan perusahaan. Pelanggan loyal memiliki kontribusi yang jauh lebih besar dalam keuntungan perusahaan dibandingkan dengan pelanggan baru. Program retensi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan akan meningkatkan kuantitas pelanggan loyal di suatu perusahaan. Pengklasifikasian pelanggan akan membantu perusahaan dalam menentukan program retensi pelanggan. Perusahaan XYZ adalah salah satu perusahaan berbasis e-commerce yang menerapkan proses registrasi keanggotaan pada pelanggannya. Decision tree khususnya Chi-Square Automatic Interaction Detection (CHAID) adalah metode pengklasifikasian untuk data kategorik . Data dalam penelitian ini berasal dari PT. Cakra Radha Mustika dan terdiri dari 69731 transaksi dari 18098 pelanggan yang di dalamnya terdiri atas 17 peubah kategorik. Terdapat perbedaan banyaknya pelanggan yang tergolong pada kategori churn dan not churn. Oleh karena itu, dalam penelitian ini juga dilakukan penanganan untuk data tidak seimbang. Metode yang digunakan untuk penanganan data tidak seimbang menggunakan kombinasi metode Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) dan undersampling. Model terbaik dalam penelitian ini adalah model hasil penerapan SMOTE dan undersampling dengan akurasi sebesar 87.92%. Terdapat 11 peubah yang mempengaruhi pelanggan pada tingkat loyalitasnya, dan 3 peubah yang paling berpengaruh adalah peubah rata-rata banyaknya jenis produk, produk susu anak serta produk susu bayi & balita
Modulasi Gelombang Atmosfer Ekuatorial Planeter (CCEWs) terhadap Curah Hujan Ekstrem di Sumatera
Wilayah tropis memiliki curah hujan yang besar akibat adanya aktivitas konveksi dan konvergensi yang kuat di sepanjang pita tropis. Besar curah hujan tersebut bervariasi dalam ruang dan waktu karena ada banyak moda variabilitas iklim yang memengaruhinya. Terdapat sebuah moda variabilitas iklim dengan skala submonthly yang memiliki pengaruh signifikan pada curah hujan tropis tetapi masih belum banyak dikaji: gelombang atmosfer ekuatorial planeter (CCEWs). Skripsi ini mengkaji modulasi CCEWs terhadap curah hujan ekstrem di Sumatera. Ada empat moda gelombang yang dianalisis, yaitu Kelvin, equatorial Rossby (ER), mixed Rossby-gravity (MRG), dan eastward inertio gravity (EIG). Metode fase gelombang “lokal” digunakan agar dampak lokal CCEWs terhadap curah hujan ekstrem tergambarkan secara lebih baik. Gelombang Kelvin memiliki modulasi terkuat dengan perubahan peluang curah hujan ekstrem sebesar +100% (-70%) pada fase basahnya (keringnya). Gelombang ER berada pada posisi kedua dengan perubahan peluang sebesar +80% (-50%) pada fase basahnya (keringnya). Gelombang MRG dan EIG memiliki dampak yang lebih kecil. Modulasi curah hujan ekstrem konsisten dengan modulasi dinamik karena pusat konveksi aktif (tertekan) dan konvergensi (divergensi) berada di sekitar Sumatera selama fase-fase basah (kering) untuk masing-masing moda gelombang
Sifat Pulp Kraft Batang Mengkuang (Pandanus atrocarpus).
Pandanus atrocarpus yang dikenal dengan pandan mengkuang tergolong genus Pandanus merupakan tanaman yang mengandung selulosa cukup tinggi. Mengkuang berpotensi menjadi bahan baku alternatif produk pulp dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar komponen kimia batang mengkuang, nisbah S/G lignin, rendemen pulping, bilangan kappa dan konsumsi alkali pulp batang pandan mengkuang dari proses kraft pulping dengan alkali aktif dan sulfiditas bervariasi. Rendemen, bilangan kappa dan konsumsi alkali masing masing ditentukan mengikuti prosedur standar TAPPI T257 OM-85, TAPPI 236 OM-85 dan TAPPI T 625 OM-4. Parameter yang diuji meliputi rendemen, bilangan kappa, konsumsi alkali dan uji nisbah S/G lignin. Nisbah S/G ditentukan menggunakan Bucher Tensor 37 FTIR Spectroscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar zat ekstratif, lignin klason, hemiselulosa, -selulosa, dan nisbah S/G lignin batang mengkuang masing-masing sebesar 6.01%, 19.23%, 18.78%, 54.27%, dan 0.89. Rendemen tertinggi (53.52%) diperoleh dari pulping menggunakan alkali aktif 20% dan sulfiditas 0%. Bilangan kappa terendah diperoleh dari pulping menggunakan alkali aktif 20% dan sulfiditas 20% yaitu sebesar 7.20. Alkali aktif dan sulfiditas tidak memberikan pengaruh nyata terhadap konsumsi alkali
IPB (Bogor Agricultural University)
Primordial Germ Cells (PGC) merupakan sel prekursor sel gamet jantan
maupun betina. Sel ini berasal dari lapis epiblast kemudian bermigrasi melewati
mesenterium menuju rigi kelamin. Pada umur 13.5 hari pascakoitus (hpk) sel ini
berada di rigi kelamin dan sudah mengalami determinasi jenis kelamin. Primordial
Germ Cells (PGC) bersifat totipoten dengan gen penanda OCT-4, sehingga PGC
diharapkan dapat digunakan dalam terapi penyakit degenaratif ataupun pada kasus
infertilitas. Penelitian ini betujuan untuk profiling protein di dalam conditioned
medium (CM) dari sel testikuler mencit umur 5 hari, mengkarakterisasi PGC dan
menganalisis kemampuan CM dalam menginduksi PGC menjadi sel gamet jantan
yang haploid.
Penelitian tahap pertama bertujuan untuk mengkarakterisasi perkembangan
sel testikuler dan mengidentifikasi spermatogonial stem cells (SSC) dalam kultur
in vitro. Sel testiskuler dari mencit umur 5 hari di kultur dalam Dulbecco’s
Modified Eagle Medium (DMEM) yang ditambahkan serum 10%, kemudian
diinkubasi pada suhu 37 °C, 5% CO2. Perkembangan sel diamati selama 6 hari yang
meliputi viabilitas dan population doubling time (PDT). Sel kultur hari ke-1, ke-3
dan ke-6 diwarnai dengan pewarna Periodic Acid Schiff (PAS) untuk
mengidentifikasi dan mengukur luas sel testikuler. Secara spesifik, identifikasi SSC
menggunakan pewarnaan imunositokimia menggunakan antibodi OCT-4 dan
CD90. Hasil penelitian menunjukkan PDT sel testikuler sebesar 0.63 hari dan
viabilitas >90%. Persentase sel Sertoli-like meningkat selama kultur, begitu juga
dengan sel fibroblast-like yang meningkat pada hari ke-3 dan menurun pada hari
ke-6 walaupun tidak signifikan. Sementara itu, sel spermatogonia-like menurun
dari hari ke-1 sebesar 54.3%, menjadi 18.7% pada hari ke-6. Luas sel testikuler
meningkat signifikan setelah kultur selama 6 hari. Sel testikuler dan SSC di dalam
kultur diduga menghasilkan growth factors di dalam niche. Pada akhir kultur (hari
ke-6), medium kultur diganti dengan DMEM tanpa serum dengan tujuan sebagai
sumber conditioned medium (CM).
Penelitian tahap kedua dilaksanakan untuk menganalisis kandungan protein
(profiling) serta kandungan hormon testosteron dalam conditioned medium yang
diperoleh dari kultur sel testikuler. Profiling protein menggunakan liquid
chromatography-mass spectrometry (LC-MS/MS), dan ditemukan 26 jenis protein
yang berperan sebagai struktur sel dan proses seluler. Protein yang paling banyak
diidentifikasi dalam CM adalah kolagen, yang terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
Collagen alpha-1(I) chain (Col1a1), Collagen alpha-2(I) chain (Col1a2), Collagen
alpha-1(III) chain (Col3a1), Collagen alpha-1(IV) chain (Col4a1) dan Collagen
alpha-2(V) chain (Col5a2). Kolagen berperan sebagai matrix extracellular (ECM)
dan akan berinteraksi dengan reseptor. Konsentrasi testosteron di dalam CM adalah
0.542 ng/mL. Kandungan CM sel testikuler diharapkan mendukung proses
perkembangan sel germinal.
Penelitian tahap ketiga adalah karakterisasi fetus sumber rigi kelamin, serta
karakterisasi rigi kelamin sebagai sumber PGC baik secara makroskopis maupun
mikroskopis, serta perbanyakan PGC. Penelitian tahap ini menggunakan fetus
mencit umur 13.5 hpk sebagai sumber rigi kelamin. Fetus diukur dan ditimbang,
rigi kelamin diisolasi untuk preparat histologi dan dikultur. Rigi kelamin diwarnai
dengan Hematoksilin Eosin (HE) dan pewarnaan immunositokimia menggunakan
antibodi VASA sebagai penanda PGC. Perbanyakan PGC dilakukan dengan kultur
in vitro selama 9 hari, medium yang digunakan adalah DMEM+Serum 15% dan
DMEM+Serum 15% dengan perlakuan penambahan leukemia inhibitory
factor (LIF) 1000 IU/mL. Sel kultur diwarnai pada hari ke-3, ke-6 dan ke-9 kultur
dengan pewarnaan immunositokimia menggunakan antibodi OCT-4. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa fetus umur 13.5 hpk dengan ukuran berkisar 11 mm,
memiliki rigi kelamin yang secara morfologi bisa dibedakan antara jantan dan
betina. Karakteristik rigi kelamin secara mikroskopis terlihat bahwa PGC terdapat
di tengah tali testis yang dikelilingi oleh sel Sertoli. Proliferasi PGC relatif lambat
dengan nilai PDT 1.3 hari dengan viabilitas sekitar 85%. Kultur PGC dengan
perlakuan DMEM + Serum 15%, menunjukkan penurunan persentase PGC yang
mengekspresikan OCT-4 mulai hari ke-3 sedangkan pada perlakuan DMEM +
Serum 15% + LIF 1000 IU/mL terjadi peningkatan persentase PGC yang
mengekspresikan OCT-4 pada hari ke-6 tetapi turun kembali pada hari ke-9.
Penambahan LIF mampu mempertahankan jumlah PGC sampai hari ke-6 kultur.
Penelitian tahap keempat adalah mengetahui arah diferensiasi PGC yang
diinduksi dengan menggunakan CM sel testikuler. PGC yang telah diisolasi
dikultur selama satu minggu untuk memperbanyak PGC dalam kultur dengan
penambahan LIF, selanjutnya ditambahkan CM sebesar 40% dan 60% kemudian
dikultur selama 3 minggu. Ekspresi gen PGC hasil kultur dianalisis dengan
menggunakan Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan medium
kultur dianalisis kandungan testosteronnya menggunakan enzyme-linked
immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sel rigi
kelamin yang dikultur selama 14 hari menunjukkan sel yang membentuk koloni
yang mirip tali testis. Struktur spermatid-like terlihat pada hari ke-18 kultur dan
spermatozoa-like pada hari ke-24 kultur. Ekspresi gen penanda sel germinal, pada
kelompok 60% ditemukan ekspresi gen OCT-4 dan ACR mengalami downregulated,
sedangkan ekspresi gen DAZL, VASA, STRA 8 dan PRM 1 mengalami
up-regulated. Sementara itu, pada kelompok 40% menunjukkan bahwa semua gen
yang dianalisis terekspresi secara down-regulated. Hormon testosteron yang diukur
dari medium kultur menunjukkan penurunan konsentrasi pada minggu ke-2 dan
naik kembali pada minggu ke-3 dengan konsentrasi tertinggi pada kelompok
kontrol, yang diikuti oleh kelompok CM 60% dan CM 40%. Penambahan CM 60%
mampu menginduksi PGC mengalami spermatogenesis in vitro
Analisis Penyaluran Kredit Bank dengan Metode Seemingly Unrelated Regression pada Data Panel
Penyaluran kredit bank dipengaruhi oleh beberapa peubah internal seperti dana pihak ketiga (DPK), kinerja bank (CAR dan LDR), suku bunga kredit, dan non performing loan, serta peubah eksternal seperti Surat Berharga Bank Indonesia, suku bunga acuan, dan nilai tukar mata uang. Untuk menganalisis pengaruh peubah peubah tersebut terhadap penyaluran kredit digunakan analisis regresi data panel. Data yang dipakai dalam penelitian ini merupakan kombinasi data cross-section dan data deret waktu yang diperoleh dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peubah-peubah yang memengaruhi penyaluran kredit pada jenis-jenis bank umum periode Januari 2016 hingga Desember 2019. Antara galat pemodelan terdapat korelasi atau hubungan secara individu yang disebut korelasi kesebayaaan. Hal ini dapat diatasi dengan analisis seemingly unrelated regression (SUR). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari semua peubah bebas, DPK dan LDR adalah peubah yang berpengaruh secara nyata terhadap penyaluran kredit seluruh jenis bank umum dengan ukuran kebaikan model sebesar 99.909%, dan seluruh peubah yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit pada Bank Campuran dan Bank Pembangunan Daerah
Aplikasi Label Indikator dari Ubi Ungu untuk Mendeteksi Penurunan Mutu Daging Sapi
Daging sapi dan olahannya merupakan bahan pangan yang mudah rusak sehingga dibutuhkan kemasan cerdas pendeteksi mutu untuk memudahkan konsumen memilih produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pH daging selama penyimpanan dan warna label indikator terhadap pH serta korelasi antara perubahan warna label indikator dengan mutu daging sapi. Metode yang digunakan dalam mengamati korelasi perubahan warna antosianin pada label indikator dengan penurunan mutu daging sapi disusun dalam beberapa tahapan yaitu persiapan bahan, analisis dan karakterisasi perubahan warna label indikator, aplikasi label indikator pada kemasan, penyimpanan produk, serta analisis dan pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan pH daging mengalami perubahan dari pH 5.9 menurun hingga 5.6 dan berangsur naik hingga 7.4. Daging mengalami kebusukan pada hari ke-5 dengan pH 6.5. Warna label indikator tidak dipengaruhi oleh waktu penyimpanan namun berubah sesuai dengan perubahan pH. Warna yang terlihat dari pH 2 hingga 10 adalah merah, merah keunguan, ungu, serta biru keunguan. Perubahan signifikan warna terjadi setelah pH 7 menuju pH 8. Warna berubah dari merah keunguan menjadi biru keunguan. Warna label selama penyimpanan dengan daging menunjukkan perubahan sesuai perubahan mutu daging yaitu pada saat daging mengalami penurunan mutu warna yang ditunjukkan berubah dari merah keunguan menjadi dominan ungu
Pengelolaan dan Transportasi Hasil Panen Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Nusantara, PT Kalimantan Agro Nusantara, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Kegiatan magang dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai pada bulan Januari sampai dengan April 2020 di Kebun Nusantara, PT Kalimantan Agro Nusantara, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan magang bertujuan untuk menambah wawasan serta keterampilan teknis mengenai budidaya dan pengetahuan manajerial pada sektor perkebunan, khususnya pengelolaan dan transportasi hasil panen pada tanaman kelapa sawit. Metode yang digunakan saat kegiatan magang yaitu metode langsung yang dilakukan dengan cara mengikuti semua kegiatan teknis di lapang, pengamatan di lapang, dan wawancara, serta metode tidak langsung yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder dari arsip kebun, laporan manajemen, dan studi pustaka. Hasil pengamatan selama magang menunjukkan bahwa manajemen panen yang dilaksanakan sudah cukup baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Akan tetapi pada kegiatan panen yang masih perlu dievaluasi adalah masih rendahnya kesadaran pemanen untuk menggunakan alat pelindung diri (APD). Ketika kerapatan panen yang didapat rendah maka perlu adanya pengalokasian tenaga kerja agar kegiatan panen tetap berjalan dengan efisien. Transportasi hasil panen yang dilakukan sudah cukup baik
Kajian Perbandingan Metode K-Means dan K-Medoids untuk Menggerombolkan Data Twitter.
Data mining merupakan upaya menggali informasi yang tersembunyi dan berharga dari suatu kumpulan data yang sangat besar yang tersimpan dalam suatu data base. Untuk mengetahui informasi dari data base tersebut diperlukan teknik analisis data. Penggerombolan merupakan salah satu teknik deskripsi dari analisis data mining. Analisis gerombol merupakan salah satu teknik peubah ganda yang mempunyai tujuan utama untuk menggerombolkan objek-objek berdasarkan kemiripan karakteristik yang dimilikinya.
Salah satu metode penggerombolan tak berhirarki yang populer digunakan adalah k-means. Metode k-means dikenal juga sebagai hard clustering yang dapat menggerombolkan objek dengan batasan yang jelas artinya dapat menggerombolkan objek menjadi anggota gerombol tertentu dan tidak menjadi anggota gerombol lainnya. Metode k-means merupakan metode berbasis partisi yang berusaha mempartisi data ke dalam dua atau lebih gerombol menggunakan nilai rata-rata sebagai pusat gerombol. Selain metode k-means juga ada metode k-medoids yang merupakan metode berbasis partisi yang menggunakan nilai medoids sebagai pusat gerombol.
Penentuan kemiripan antarobjek menggunakan jarak euclidean memerlukan kebebasan antarpeubah. Penggerombolan yang dilakukan dengan kondisi adanya korelasi antarpeubah maka karakteristik dari gerombol yang terbentuk menjadi tidak optimal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi peubah berkorelasi yaitu menggunakan analisis komponen utama, yang selanjutnya dapat dianalisis menggunakan analisis gerombol.
Metode statistika juga bermasalah ketika data besar. Inilah isu yang dibahas pada tesis ini menggunakan contoh data Twitter. Data berukuran besar akan menyebabkan noise juga besar. Jika noise besar akan berpengaruh terhadap hasil penggerombolan. Hal ini akan menyebabkan hasil penggerombolan menjadi tidak optimal. Salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasi noise yang besar adalah melakukan prapemrosesan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggerombolan data besar menggunakan metode k-means dan k-medoids. Hasil kajian simulasi menunjukkan bahwa secara umum tidak bisa dibedakan antara metode k-means dan metode k-medoids dari data simulasi yang dibangkitkan. Penggerombolan untuk data Twitter dilakukan berdasarkan pelabelan sentimen yang dilakukan secara manual yang bersifat objektif dengan kriteria pelabelan sebagai berikut, label pertama menunjukkan tweet yang berpihak pada Jokowi, label kedua menunjukkan tweet yang berpihak pada Prabowo dan label ketiga tweet yang menunjukkan opini lainnya.
Hasil eksplorasi tweet yang diperoleh menunjukkan bahwa pulau Jawa memiliki frekuensi tweet tertinggi. Perbedaan prapemrosesan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu adanya pembersihan data duplikat serta melakukan normalisasi. Prapemrosesan pada penelitian ini bertujuan untuk
mentransformasi data tidak terstruktur menjadi data terstruktur sehingga analisis lebih lanjut dapat dilakukan.
Dari hasil yang diperoleh terlihat bahwa ada gerombol yang memihak pada dua label. Hal ini terlihat dari tidak ada persentase yang mayoritas. Sedangkan gerombol yang menghasilkan nilai persentase yang lebih dari 50% pada pelabelan menunjukkan bahwa gerombol tersebut memihak pada label tersebut
Pengaruh Sungkup dan Monosodium Glutamate pada Pertumbuhan Stek Gamal (Gliricidia sepium) dengan Perbedaan Diameter Bahan Tanam
Gliricidia sepium merupakan tanaman yang cepat tumbuh dengan famili
polong-polongan atau Fabaceae. Gamal dapat diperbanyak secara generatif dan
vegetatif. Agar tanaman dapat diperbanyak lebih cepat dan tidak mengandalkan
ketersediaan benih yang cenderung sulit diperoleh, maka cara stek menjadi
alternatif sebagai perbanyakan vegetatif. Penelitian bertujuan menguji pengaruh
interaksi penggunaan sungkup, monosodium glutamate (MSG), dan diameter
batang terhadap pertumbuhan stek batang gamal, serta menentukan perlakuan
yang paling tepat agar respon pertumbuhan bahan tanam gamal optimal. Hasil
penelitian menujukkan penggunaan sungkup berpengaruh nyata terhadap
parameter persentase hidup dan panjang akar. Penggunaan MSG berpengaruh
nyata terhadap panjang akar dan perbedaan diameter berpengaruh nyata terhadap
jumlah tunas dan panjang akar. Adanya interaksi antara perlakuan berpengaruh
nyata terhadap persentase hidup, jumlah tunas, dan panjang akar. Berdasarkan
hasil penelitian, perlakuan interaksi yang paling baik diaplikasikan adalah bahan
tanam tanpa sungkup, MSG, dan berdiameter 1.1 – 1.5 cm (S0M1A2) dengan
persentase hidup bahan tanam paling tinggi sebesar 100% dan persentase berakar
paling tinggi pada akhir pengamatan sebesar 50%