Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Nematoda Pucuk Putih Padi Aphelenchoides besseyi Christie di Sumatera Barat.

    No full text
    Aphelenchoides besseyi is an important pest that could reduce rice production. West Sumatera. This study aims to explore the presence of A. besseyi, to detect and identify seed-borne A. besseyi nematode in West Sumatera utilizing morphology and morphometric characters. Samples of rice seeds used are local varieties of rice and hybrid varieties from Agam District, Lima Puluh Kota District, and Solok District. Methods include nematode extraction from seeds, population counting, morphological and morphometric identification, and preparation of slide preparate. The results of this study showed that A. besseyi have infected Junjuang, Sokan, Kuriak, Pulau Sarundang, Sarundang Baru, Batang Pasaman, Pulau Bendang, Pulau Mundam, Bendang Baru, 42 C, Pulut Merah, CK, Mundam Pasaman, Damasraya, Koritiang, Ale-Ale, Hitam Putih, Sijunjung, Junjuang, Sokan, Marujang Bujang, Batang Piaman, Anak Daro, Cisokan, PB 42, and 42 C with number of nematode populations from 1.56-125.44 / 10 g of seed. The morphological characters of A. besseyi found were a vermiform body, slender, smooth body annulation, set off lips, a spear-like stylet with an enlarged knob at the base, a large and oval-shaped median bulb, clear esophageal ring, overlapping esophagus, vulva located at 60 -75% of the body, the posterior part of the body of the male nematode is curved up to 90 °, the spicules are rose thorns, and 2-3 star shaped mucros. Morphometric characteristics with total body length (L) 362.54-672.70 μm, stilet length (S) 9.80-14.01 μm, body diameter (D) 10.41-16.86 μm, tail length (T) 23.81-39.66 μm, vulva distance from anterior divided by total body length (V) 54.48-75.97%, L / D (A) 33.86-63.58 μm, L / distance of the esophageal base from the anterior (B) 5.18-9.97 μm, L / T (C) 9.84-26.04 μm

    Adaptasi Galur-galur Gandum (Triticum aestivum L.) F2.4 di Dataran Menengah

    No full text
    Gandum adalah tanaman serealia yang penting di Indonesia. Volume impor gandum Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Industri makanan di Indonesia memanfaatkan gandum sebagai bahan baku mie basah dan kering instan, biskuit, cookies, dan bread-pastry. Peningkatan kualitas dan kuantitas gandum dapat dilakukan dengan penyediaan varietas unggul melalui pemuliaan tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga September 2019 di lahan petani di daerah Cisarua yang terletak pada ketinggian 600 m dpl. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan augmented pada 84 galur F2.4 populasi HP1744/Selayar dan lima varietas pembanding, yaitu Guri-2, Guri-3, Selayar, HP1744, dan VEE. Saat musim tanam, air yang tersedia kurang, sehingga pertumbuhan tanaman tidak terlalu baik. Dari 5 varietas pembanding hanya 3 yang tumbuh sehingga db galat tidak memenuhi persyaratan untuk dilakukan uji-F menggunakan rancangan augmented. Oleh karena itu dilakukan pengelompokan adaptabilitas galur-galur terhadap dataran menengah berdasarkan karakter bobot biji per tanaman. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan keragaan karakter agronomi antar kelompok adaptabilitas galur-galur gandum di dataran menengah. Galur-galur gandum adaptif yang ditunjukkan oleh potensi hasil tertinggi yaitu F2.4 57-11, F2.4 78-18, F2.4 121-1, F2.4 91-6, F2.4 32-1, F2.4 128-4, F2.4 176-2, F2.4 3-6, F2.4 83-4, F2.4 31-6, F2.4 46-13, F2.4 144-21, F2.4 153-2, F2.4 127-4, F2.4 110-17, F2.4 126-7, F2.4 67-11, F2.4 98-4, F2.4 155-10, dan F2.4 138-1

    Estimasi Nilai Sisa Makanan dan Analisis Perilaku Mahasiswa dalam Menyisakan Makanan (Studi Kasus: Kantin Sapta, Kampus IPB Dramaga).

    No full text
    Food waste merupakan isu global yang menyebabkan kerugian pada berbagai aspek kehidupan. Salah satu kerugian yang ditimbulkan yaitu kehilangan nilai ekonomi. Permasalahan food waste juga berkaitan dengan perilaku konsumen dalam mengonsumsi makanan. Kegiatan konsumsi pada zaman modern ini tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis akan tetapi sudah beralih menjadi gaya hidup yang membentuk sifat konsumtif. Hal ini sering menyebabkan pemborosan saat mengonsumsi makanan. Makanan yang disisakan oleh konsumen menimbulkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai sisa makanan dan menganalisis perilaku mahasiswa dalam menyisakan makanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan kerangka skala likert, metode regresi linear berganda, dan penghitungan nilai sisa makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju harus menghabiskan makanan, namun pada praktiknya mereka tidak menghabiskan makanan. Hal ini mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan yang dimiliki dengan tindakan yang dilakukan. Faktor yang paling mempengaruhi berat sisa makanan adalah selera makan dan ajaran agama. Estimasi berat sisa makanan yang dihasilkan oleh setiap individu yaitu 147 gram/hari dengan persentase berat sisa makanan per individu sebesar 38% dari porsi yang disajikan. Sedangkan estimasi nilai sisa makanan yang dihasilkan oleh setiap individu sebesar Rp 4.244 per hari dengan persentase nilai sisa makanan per individu adalah 38% dari total biaya yang dikeluarkan untuk mengonsumsi makanan per hari

    Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol Selada Air (Nasturtium officinale) terhadap Candida albicans

    No full text
    Selada air (Nasturtium officinale) merupakan jenis sayuran yang sering dikonsumsi dan telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antifungi ekstrak etanol selada air dengan kondisi berbeda yaitu segar, rebus, dan kering terhadap pertumbuhan Candida albicans. Selada air yang telah dipreparasi, kemudian diuji kadar airnya dan diekstrak menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak selada air dihitung rendemen, analisis fitokimia, dan uji aktivitas antifungi. Kadar air yang dihasilkan pada perlakuan segar, rebus, dan kering masing- masing sebesar 93.7%, 94.9% dan 15.1%. Rendemen ekstrak selada air segar, rebus, dan kering masingmasing sebesar 4.3%, 4.2% dan 10.2%. Senyawa aktif yang terdapat pada selada air yaitu alkaloid, saponin, fenol, dan tanin. Aktivitas antifungi terhadap Candida albicans hanya dihasilkan oleh ekstrak kering dengan diameter zona hambat tertinggi sebesar 10 ± 0.4 mm

    Sifat Fisis-Mekanis Papan Laminasi Silang Batang Kelapa Sawit Bagian Luar dan Dalam Terfurfurilasi

    No full text
    Dimensi batang kelapa sawit (BKS) yang dapat digunakan sebagai bahan baku konstruksi adalah 1/3 bagian terluar meski masih memiliki berat jenis dan sifat mekanis yang cukup rendah. Hal ini dapat ditingkatkan dengan melakukan modifikasi kayu berupa densifikasi dan furfurilasi, serta pembuatan produk komposit seperti papan laminasi silang (PLS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bagian yang digunakan pada BKS, perlakuan furfurilasi dan interaksi keduanya pada sifat fisis-mekanis PLS. Lamina diambil bagian terluar dan bagian dalam dari 1/3 batang terluar kelapa sawit. Lamina bagian dalam diberi perlakuan pendahuluan densifikasi agar kerapatan papan tidak berbeda jauh. Furfurilasi lamina menggunakan larutan furfuryl alcohol (FA) dengan konsentrasi larutan 10%. Pengujian fisis dan mekanis PLS mengacu pada JAS No. 234: 2003. Hasil menunjukkan rata-rata weight percent gain FA pada lamina sebesar 2,82-5,11%. Sementara itu, rata-rata kerapatan lamina sebelum dan sesudah densifikasi sebesar 0,59-0,71 g.cm-3. Nilai kadar air PLS tidak signifikan satu sama lain. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa faktor furfurilasi dan bagian batang asal lamina berpengaruh dalam meningkatkan nilai kerapatan papan dan menurunkan nilai daya serap air (DSA) dan pengembangan tebal (PT). Nilai rata-rata delaminasi dingin PLS sebesar 0% dan delaminasi panas berkisar 1,75-1,84%. Perlakuan furfurilasi dan bagian batang asal lamina tidak memberikan pengaruh nyata berdasarkan nilai pengujian delaminasi, sedangkan keduanya berpengaruh nyata pada nilai keteguhan lentur (MOE) dan keteguhan patah (MOR) PLS. Nilai MOE dan MOR papan masing-masing berkisar 4544-8066 N.mm-2 dan 26,19-34,78 N.mm-2. Papan dengan perlakuan furfurilasi dan lamina penyusun bagian luar meningkatkan sifat fisis maupun mekanisnya, khususnya kerapatan, DSA, PT, MOE, dan MOR

    Proyeksi Klasifikasi Iklim Oldeman Pulau Jawa berdasarkan Skenario Perubahan Iklim

    No full text
    Dampak perubahan iklim di masa depan mengancam Pulau Jawa sebagai sentra produksi padi dan menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan di masa depan. Perubahan iklim akan berdampak pada perubahan zona agroklimat dan pola tanam tanaman pangan di Pulau Jawa. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perubahan distribusi bulan basah dan bulan kering Pulau Jawa di masa depan dengan proyeksi perubahan iklim berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman dan menganalisis hubungan perubahan zona agroklimat dengan pergeseran awal musim di Pulau Jawa. Data yang digunakan yaitu data curah hujan bulanan periode current (1971–2000), future (2030-an dan 2050-an), dan data prakiraan awal musim hujan dan kemarau luaran BMKG. Hasil penelitian menunjukkan, proyeksi iklim Oldeman tahun 2030-an dan 2050-an mempunyai pola distribusi yang mirip dengan periode 1971–2000 yaitu daerah terbasah tersebar di bagian barat dan selatan sedangkan daerah terkering tersebar di bagian tengah, timur dan utara Pulau Jawa. Sebagian besar daerah di Pulau Jawa dalam empat tahun terakhir cenderung mengalami pergeseran awal musim kemarau dan hujan yang mundur dari normalnya (rata-rata tahun 1981–2010). Prakiraan periode musim kemarau cenderung lebih panjang dan periode musim hujan cenderung lebih pendek sesuai dengan sebaran tipe iklim di masa depan. Proyeksi dengan skenario RCP4.5 dan RCP8.5 untuk periode tahun 2030-an maupun 2050-an memiliki sebaran tipe iklim kering (D dan E) yang lebih luas dibandingkan tahun 1971–2000 sedangkan tipe iklim basah (A) terlihat sebarannya semakin mengecil

    Strategi Pengembangan Usaha Kedai Kopi Maraca Books and Coffee Menuju Penerapan Green Business

    No full text
    Maraca Books and Coffee adalah salah satu bisnis di bidang Food & Beverages (F&B) kategori kedai kopi. Maraca memiliki visi yang belum terealisasikan pada kedai kopinya, yaitu menjalankan bisnis yang selaras dengan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi model bisnis Maraca sehingga didapatkan strategi dan pembaharuan Business Model Canvas (BMC) yang mengacu pada prinsip green business. Penelitian ini menggunakan metode BMC dan Matriks SWOT dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya, didapatkan strategi utama untuk menjalankan kedai kopi berorientasi green business yaitu melakukan positioning dengan mengedepankan value green business, bermitra dengan bidang usaha terkait yang bervisi serupa, dan optimalisasi pemasaran digital. Berdasarkan hasil rumusan strategi, pembaharuan BMC yang diterapkan adalah optimalisasi pada enam elemen model bisnis yaitu customer segments, value propositions, customer relationships, key resources, key activities, dan key partnerships

    KELAPA SAWIT : Prospek Pengembangan dan Peningkatan Produktivitas

    Get PDF
    Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan industrinya telah menjadi andalan dalam perekonomian karena kelapa sawit menjadi salah satu sumber penghasil devisa dari ekspor sektor pertanian. Pada tahun 2015, Indonesia menghasilkan lebih dari 31 juta ton minyak sawit (Crude Palm Oil, CPO) (Ditjen Perkebunan 2015). Perkebunan kelapa sawit berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah sebagai sumber penting dalam pengentasan kemiskinan melalui usaha budidaya dan pengolahan hilirnya. Usaha budidaya kelapa sawit memberikan pendapatan yang dapat diandalkan bagi sebagian besar penduduk miskin pedesaan di Indonesia, terutama di Sumatera dan Kalimantan. Lapangan pekerjaan yang dapat disediakan dari sub sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia berpotensi mencapai lebih dari 6 juta sehingga menjadi salah satu jalan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat. Sebanyak kurang lebih 11.44 juta ton minyak sawit dihasilkan oleh perkebunan rakyat dari 42 persen luas areal perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia (Ditjen Perkebunan, 2015)..........

    Dampak Ekonomi Kegiatan Pertambangan Bahan Galian Golongan C Di Desa Cipinang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor

    No full text
    Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor merupakan salah satu lokasi pertambangan Galian C yang sudah beroperasi sejak tahun 1990-an. Adanya aktivitas pertambangan di Desa Cipinang memberikan dampak positif yaitu penyerapan tenaga kerja lokal dan timbulnya multiplier effect yang berimplikasi meningkatnya pendapatan masyarakat. Namun, kegiatan pertambangan tersebut juga berdampak negatif karena menghasilkan eksternalitas negatif yang ditimbulkan seperti menurunnya kualitas udara akibat debu. Hal ini menyebabkan turunnya kualitas kesehatan masyarakat sehingga menambah pengeluaran untuk biaya kesehatan dan biaya waktu karena sakit. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap aktivitas pertambangan di Desa Cipinang, menganalisis dampak ekonomi dan dampak negatif yang terjadi akibat aktivitas pertambangan di Desa Cipinang. Metode yang digunakan yaitu skala likert, benefit transfer, dampak ekonomi lokal, multiplier effect, loss of earnings dan cost of illness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan masyarakat di Desa Cipinang menilai setuju dengan adanya aktivitas pertambangan terutama pada aspek sosial dan ekonomi, namun pada aspek lingkungan masyarakat menilai tidak setuju. Dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Desa Cipinang sebesar Rp 338.803.143.936/tahun dengan dampak yang terbesar yaitu dampak lanjutan sebesar 64%, selanjutnya dampak langsung sebesar 34% dan dampak tidak langsung sebesar 2%. Dengan begitu, multiplier effect yang didapat dalam penelitian ini yaitu sebesar 2,8 yang artinya aktivitas pertambangan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kerugian ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Desa Cipinang sebesar Rp 628.243.090/tahun dengan nilai kerugian dirasakan dari biaya berobat sebesar 83% lalu kehilangan pendapatan 17%

    Pengaruh Literasi dan Sikap terhadap Perilaku Keuangan Pegawai Negeri Sipil

    No full text
    Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pekerjaan yang diyakini sebagian masyarakat sebagai pekerjaan yang memiliki jaminan keamanan finansial, yaitu dengan adanya penghasilan tetap dan tunjangan hari tua, namun, hal ini dapat pula menyebabkan kelalaian pengelolaan keuangan bagi sebagian mereka. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan sikap keuangan terhadap perilaku keuangan pada PNS di Indonesia. Penelitian ini menggunakan voluntary sampling sebagai teknik pengambilan contoh. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei secara online, dan terdapat 280 PNS yang berpartisipasi sebagai contoh. Studi ini menemukan tujuh dari sepuluh responden memiliki tabungan untuk masa depan, namun hampir dua pertiga responden juga diketahui memiliki hutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berada pada tingkat sedang, sedangkan sikap dan perilaku keuangan berada dalam kategori rendah. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa usia, jumlah aset, status hutang, kepemilikan asuransi, dan sikap keuangan merupakan faktor yang memberi pengaruh signifikan terhadap perilaku keuangan pada PNS di Indonesia

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇