Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Kerentanan Sistem Usahatani Padi Lahan Rawa Pasang Surut terhadap Variabilitas Iklim: Studi Kasus Kalimantan Selatan

    No full text
    Kejadian iklim ekstrem sering mempengaruhi produktivitas padi lahan rawa pasang surut. Berbeda dengan sawah, kegiatan bertani padi di lahan rawa pasang surut cenderung mengikuti proses alam dan tidak dapat dipaksakan. Lahan rawa pasang surut sendiri memiliki keunikan dari segi tipe luapan, yang secara umum terdiri dari tiga tipe luapan yaitu tipe luapan A, B dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan menilai tingkat kerentanan sistem usahatani lahan rawa pasang surut terhadap variabilitas iklim pada setiap tipe luapan dan memberikan rekomendasi pengembangan pertanian lahan rawa pasang surut adaptif terhadap variabilitas iklim. Data dikumpulkan melalui suvei dan melibatkan 90 responden dari tiap tipe luapan secara acak. Diskusi dan wawancara dengan informan kunci juga dilakukan untuk mendapatkan data kualitatif. Data sosial ekonomi, biofisik, dan kejadian iklim ekstrim yang dikumpulkan dari survei dan wawancara digunakan sebagai indikator untuk menentukan indeks kerentanan. Tingkat kerentanan ditetapkan berdasarkan nilai indeks kerentanan dengan menggunakan sistem kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani pada tipe luapan A, B dan C berturut-turut didominasi oleh petani kategori rentan, cukup rentan dan sangat rentan. Pada tipe luapan A sebanyak 90% petani masuk kategori rentan, tipe luapan B sebanyak 43,33% petani masuk kategori cukup rentan dan pada tipe luapan C sebanyak 50% petani masuk kategori sangat rentan. Berdasarkan hasil penilaian kerentanan petani antar-kategori, terdapat 8 masalah umum dan beberapa masalah khusus tiap tipe luapan. Selanjutnya, masalah tersebut disusun dan digunakan sebagai basis dalam menyusun opsi-opsi rekomendasi

    Optimasi Proses Pembuatan Wafer Limbah Habbatusauda (Nigella Sativa) dengan Menggunakan Pendekatan Viskositas Molases dan Pengaruhnya Terhadap Daya Simpan Produk

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kondisi yang optimal pada proses pembuatan wafer limbah habbatussauda melalui pendekatan viskositas molases untuk menghasilkan wafer pakan yang memiliki kualitas fisik, kualitas kimia dan daya simpan yang baik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Industri Pakan dan Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, IPB University. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor (3x3). Faktor pertama adalah lama pembuatan wafer dengan taraf 5 menit, 10 menit dan 15 menit, dan faktor kedua adalah viskositas molases dengan taraf viskositas 125dPa.s + kadar gula 48%, viskositas 140dPa.s + kadar gula 50% dan viskositas 150dPa.s + kadar gula 55%. Sedangkan daya simpan menggunakan 4 ulangan setiap perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah waktu penyimpanan wafer berupa minggu ke 0,2,4,6 dan 8. Analisis data yang digunakan dalam adalah Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu pemanasan berpengaruh sangat nyata (P <0.01) terhadap kadar air, aktivitas air, dan durabilitas wafer yang mengandung habbatussauda. Viskositas molasess tidak berpengaruh pada aktivitas air dan kadar air namun berpengaruh sangat signifikan (P <0.01) terhadap durabilitas wafer yang menghasilkan data sebesar 48.04 - 67.16%. Tidak terjadi interaksi antara waktu pemanasan dan tingkat viskositas molases terhadap kadar air, aktivitas air dan durabilitas wafer. Data kapasitas mesin dan biaya produksi menunjukkan bahwa waktu pemanasan dan tingkat viskositas molases tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas mesin. Hasil analisa proksimat menunjukan bahwa wafer pakan domba yang mengandung habbatussauda hasil dari optimasi proses yang terbaik tidak menunjukan penurunan kualitas kimia, didapatkan protein kasar sebesar 18.06%, lemak kasar 2.89%, serat kasar 7.31% . Daya simpan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar air (KA) , aktivitas air (AW), dan durabilitas wafer.(WDI), pada setiap minggu nya terjadi peningkatan kadar air maupun aktivitas air berkisar , namun berat jenis (BJ) tidak berpengaruh nyata terhadap daya simpan. Area permukaan wafer rentan terkontaminasi setelah disimpan pada minggu ke 4 sampai 8 yang berkisar 71.33 – 83.75%. Disimpulkan bahwa hasil optimasi terbaik didapatkan pada pembuatan wafer dengan viskositas sedang (140dPa.s) dan lama proses pemanasan 10 menit. Waktu penyimpanan terbaik wafer berada pada rentang waktu 0 - 2 minggu

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impulse Buying Es Kopi Susu Kekinian di Kota Bogor

    No full text
    Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Pada tahun 2017, fenomena kehadiran es kopi susu kekinian membuat maraknya pelaku bisnis menjadikan es kopi susu kekinian sebagai produk unggulan. Peningkatan jumlah restoran dan kafe di Kota Bogor menjadi salah satu bukti dari tren tersebut. Para pelaku bisnis harus mengetahui perilaku konsumen salah satunya adalah impulse buying agar mampu bersaing dan bertahan dalam pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, menganalisis proses terjadinya impulse buying dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi impulse buying es kopi susu kekinian di Kota Bogor. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis faktor dengan software IBM Statistical Package For Social Science (SPSS) Statistics 19. Hasil dari analisis faktor dalam penelitian ini terbentuk empat belas faktor yang memengaruhi impulse buying es kopi susu kekinian di Kota Bogor yakni kehandalan operasional, pelayanan prima, kepuasan produk, pemasaran melalui media online, konsisten dalam hal produk dan jasa, kepraktisan kemasan, tampilan kemasan, sumber informasi, aroma produk, selera, potongan harga, variasi produk, rasa produk, dan harga produk.Kehandalan operasional merupakan faktor yang paling memengaruhi

    Analisis Kelayakan Usaha Agrowisata di Kabupaten Rembang

    No full text
    Agrowisata merupakan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai obyek wisata dengan tujuan untuk rekreasi, menambah pengetahuan, dan melakukan usaha di bidang pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan investasi usaha agrowisata. Lokasi penelitian dilakukan di Agrowisata De Kampoeng Rembang yang merupakan agrowisata dengan komoditas utama buah naga yang dipadu dengan wisata edukasi. Dalam penelitian ini dibandingkan kelayakan usaha agrowisata tanpa fasilitas rumah makan (skenario I) dengan agrowisata yang menambah fasilitas rumah makan di dalamnya sebagai satu kesatuan (skenario II). Kelayakan non-finansial usaha dianalisis melalui aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum, aspek manajemen, aspek sosial, ekonomi, dan budaya, serta aspek lingkungan. Kemudian kelayakan finansial usaha dianalisis menggunakan kriteria investasi meliputi NPV, Net B/C, IRR, dan Payback Period. Selain itu juga dilakukan analisis sensitivitas berdasarkan swicthing value. Hasil analisis yang diperoleh adalah usaha layak untuk dijalankan berdasarkan aspek non-finansial dan finansial. Hasil analisis kriteria investasi menunjukkan bahwa agrowisata dengan penambahan fasilitas rumah makan mempunyai performa yang lebih bagus dibanding dengan agrowisata tanpa penambahan fasilitas rumah makan. Sementara hasil analisis swicthimg value menunjukkan bahwa penurunan jumlah pengunjung lebih sensitif terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan kenaikan gaji tenaga kerja tetap pada kedua skenario

    Strategi Pengembangan Program BAZNAS Microfinance Desa dengan Metode Analytic Network Process (ANP).

    No full text
    Microfinance merupakan salah satu instrumen ekonomi yang dapat menjadi alternatif dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan. Pencetusan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) diperuntukkan untuk para pengusaha pemula mustahik dalam meningkatkan kualitas perekonomiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor, masalah, solusi serta perumusan strategi dalam pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling memengaruhi pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa adalah manajemen. Prioritas masalah manajemen yang paling berpengaruh adalah sistem manajerial yang masih lemah. Sedangkan, prioritas solusi manajemen yang paling berpengaruh adalah peningkatan Standard Operational Procedure (SOP). Selain itu, prioritas strategi pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa pada penelitian ini adalah membangun kapasitas Sumber Daya Insani (SDI) sehingga mampu memaksimalkan pelayanan terbaik

    Pengelolaan Sumberdaya Undur–undur Laut (Crustacea: Hippidae) di Pantai Selatan Jawa Tengah

    No full text
    Wilayah penyebaran undur-undur laut di perairan Indonesia salah satunya berada di pantai Selatan Jawa, di antaranya pantai Widarapayung, Bunton, Suwuk, Menganti dan Sawangan. Undur-undur laut dapat dijadikan indikator pencemaran logam merkuri karena memiliki kemampuan mengakumulasi logam di perairan. Pembagunan PLTU di kabupaten Cilacap berpotensi menimbulkan pencemaran perairan karena mengandung logam berat yang berasal dari buangan limbah industri. Konsentrasi logam berat di perairan akan berdampak pada kandungan logam dalam undur-undur laut yang dalam pemanfaatannya digunakan sebagai bahan konsumsi. Hal ini berdampak pada perlunya tinjauan pengelolaan undurundur laut di Pantai Selatan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis peranan undur-undur laut secara ekologi sebagai bioindikator logam berat, (2) Menganalisis peranan undur-undur laut secara ekonomi bagi penduduk sekitar kawasan pantai, (3) Menentukan srategi pengelolaan undur-undur laut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan observasi dan survei dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer terdiri atas sampel air, sedimen, dan undur-undur laut, serta nilai ekonomi dari undur-undur laut. Data sekunder yaitu hasil pustaka atau data dari jurnal dan buku sebagai data pendukung. Analisis data terdiri dari (1) analisis logam berat, (2) analisis nilai ekonomi, (3) analis deskriptif untuk menentukan strategi pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa undur-undur laut dapat dijadikan indikator keberadaan logam berat Pb. Hal ini dikarenakan logam Pb secara signifikan ditemukan pada perairan, sedimen, dan undur-undur laut. Nilai ekonomi langsung untuk nelayan di Kabupaten Cilacap sebesar Rp. 92.442.421,40/ha/thn, nilai ekonomi tidak langsung untuk pengepul sebesar Rp. 6.559.595.398/ha/thn, pegang sebesar 1.525.360.361,9/ha/thn, dan konsumen sebesar Rp.98.332,11/ha/thn. Nilai ekonomi langsung untuk nelayan di Kabupaten Kebumen sebesar Rp. 14.450.414.73/ha/thn, nilai ekonomi tidak langsung untuk pengepul sebesar Rp. 7.036.622,20/ha/thn, konsumen sebesar 90.878,50/ha/thn. Strategi pengelolaan undur-undur laut di pantai Selatan Jawa Tengah dapat dilakukan dengan (1) Mencengah sumber – sumber pencemaran logam Pb ke air laut. (2) Pengendalian aktivitas penangkapan nelayan, (3) Peningkatan aktivitas nelayan sehingga meningkatkan pendapatanya

    Produksi dan Kualitas Biji Okra (Abelmoschus esculentus L.) Dengan Berbagai Dosis Pupuk Fosfor, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati.

    No full text
    Buah okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) memiliki banyak manfaat demikian juga dengan biji okra. Diperlukan perbaikan teknologi produksi biji okra, antara lain melalui pemupukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk SP-36, pupuk organik dan pupuk hayati terhadap produksi dan kualitas biji okra. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB, di Cikarawang, Dramaga, Bogor yang dilaksanakan pada bulan November 2019 sampai bulan Maret 2020. Percobaan menggunakan Faktorial (Rancangan Kelompok Lengkap Teracak) dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk P (0, 60, 120, 150 kg SP-36 ha-1) faktor kedua yaitu kombinasi pupuk organik dan pupuk hayati (dengan dan tanpa pupuk organik). Peubah yang diamati adalah tinggi, jumlah daun, diameter batang, bobot tanaman, luas daun, hasil produksi, kadar hara daun dan biji. Hasil penelitian menunjukkan interaksi pupuk SP-36, pupuk organik dan hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi, diameter batang, jumlah daun dan panjang polong. Pola respon menunjukkan bahwa dengan pupuk organik dan pupuk hayati maka penambahan pupuk SP-36 menyebabkan penurunan tinggi, diameter batang, jumlah daun dan panjang polong tanaman okra, sedangkan penambahan pupuk SP-36 tanpa pemberian pupuk organik dan hayati menyebabkan peningkatan nilai peubah tersebut. Respon ini terkait dengan status hara P yang tinggi di tanah tempat percobaan. Semua perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi biji

    Optimasi dan Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah

    No full text
    Perikanan skala kecil merupakan kegiatan perikanan dengan nelayan yang menggunakan kapal penangkap ikan berukuran paling besar 10 gros ton. Berdasarkan statistik perikanan tangkap Jawa Tengah tahun 2012-2016 terlihat tren hasil tangkapan ikan di Kota Semarang sudah mulai menurun, yaitu sebanyak 583 ton pada tahun 2012 menjadi 352 ton pada tahun 2016. Sementara jumlah unit penangkapan terus meningkat, yaitu sebanyak 481 unit pada tahun 2012 meningkat menjadi 1.199 unit pada tahun 2016. Kondisi ini mengindikasikan terjadi kelebihan kapasitas penangkapan (overcapacity). Terjadinya overcapacity ini menyebabkan turunan permasalahan yang lain seperti overfishing, degradasi lingkungan, kemiskinan nelayan, serta kurangnya kontribusi perikanan untuk pekerjaan dan ketahanan pangan. Permasalahan ini menjadi kompleks dan sulit ditangani secara parsial, sehingga dibutuhkan strategi pengelolaan perikanan skala kecil yang dapat memadukan berbagai aspek agar optimal dan berkelanjutan. Tujuan umum penelitian ini yaitu merumuskan strategi keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang. Adapun tujuan khususnya adalah: 1) Memetakan status sumberdaya dan status keberlanjutan pengelolaan pada kondisi eksisting perikanan skala kecil di Kota Semarang; 2) Menganalisis optimasi pemanfaatan sumberdaya perikanan skala kecil di Kota Semarang untuk memperoleh produksi optimal, effort optimal dan rente ekonomi optimal; 3) Menganalisis kebijakan strategis pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang berdasarkan elemen aktor, elemen kendala, elemen kebutuhan dan elemen program. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Multi Dimension Scaling (MDS), bioekonomi dan Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi eksisting yang menjadi kendala dalam perikanan skala kecil di Kota Semarang yaitu telah terjadi overcapacity dan over-exploited. Pada status keberlanjutan pengelolaannya, untuk aspek lingkungan dan aspek SDI berada pada kategori kurang berkelanjutan (indeks 26-50). Sedangkan pada aspek sarana dan teknologi; aspek sosial ekonomi serta aspek kelembagaan dan tata kelola berada dalam kategori cukup berkelanjutan (indeks 51-75). Pemanfaatan sumberdaya perikanan skala kecil yang diambil dari spesies dominan memperlihatkan bahwa sumberdaya ikan telah mengalami overfishing dalam kurun waktu yang lama serta pendapatan rata-rata nelayan (dari rente ekonomi) berada di bawah UMK Semarang. Optimasi yang menjadi kebutuhan utama perikanan skala kecil di Kota Semarang yaitu konservasi SDI dan peningkatan pendapatan nelayan. Upaya-upaya optimasi yang dilakukan untuk mencapai konservasi SDI dan peningkatan pendapatan nelayan tersebut adalah: 1) pembatasan atau pengurangan effort akibat overcapacity dengan cara pengurangan dan pengalihan unit penangkapan yang tidak ramah lingkungan; pengalihan fishing ground; pengalihan kegiatan atau mata pencaharian nelayan; 2) closing area di jalur 1 (0-4 mil); 3) moratorium pengoperasian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan; 4) peningkatan kemampuan armada dan alat tangkap; 5) penciptaan mata pencaharian baru/alternatif; 6) penciptaan kegiatan yang dapat memberi nilai tambah; 7) penegakan hukum/regulasi perikanan; serta 8) pengaturan tata kelola perikanan yang lebih baik. Keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil dengan mengintegrasikan disiplin akademik (transdisipliner) kedalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG), sehingga perikanan skala kecil dapat berkontribusi untuk keamanan dan ketahanan pangan; pekerjaan/mata pencaharian serta pengentasan kemiskinan. Strategi keberlanjutan yang dapat dirumuskan untuk pengelolaan perikanan skala kecil adalah: (1) meningkatkan upaya pelestarian/konservasi SDI; (2) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan serta pengentasan kemiskinan; (3) meningkatkan produktifitas perikanan tangkap melalui peningkatan kemampuan armada dan alat tangkap serta pengalihan fishing ground; (4) meningkatkan penegakan hukum/regulasi perikanan

    Kinerja Pengelolaan Wisata Alam Kegiatan Berkemah dan Mendaki di Gunung Bunder Taman Nasional Gunung Halimun Salak

    No full text
    Penilaian tingkat kepentingan dan kepuasan pengunjung terhadap variabel-variabel wisata alam sangat penting dilakukan. Penilaian variabel dari sisi pengunjung merupakan rujukan bagi pembaharuan dan perbaikan untuk sisi suplai yaitu pelayanan dan pengelolaan wisata alam agar efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan teknik survei terhadap pengunjung yang berkemah dan mendaki di Destinasi Wisata Alam Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kajian dilakukan dengan meminta responden memberikan penilaian atas variabel-variabel kegiatan berkemah dan mendaki dilihat dari sudut kepentingan dan kepuasan. Variabel yang dinilai sebanyak 65 indikator berkemah dan 57 indikator mendaki dinilai kepentingannya oleh pengunjung sekaligus nilai kepuasannya atas indikator yang bersangkutan. Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 60 indikator berkemah tergolong indikator potensial dan sebanyak 47 indikator potensial tersebut tergolong indikator yang baik bagi evaluasi kinerja pengelolaan. Sementara itu, sebanyak 56 indikator kegiatan mendaki tergolong indikator potensial dan sebanyak 49 indikator diantaranya tergolong indikator yang baik. Rata-rata nilai indeks kepuasan pengunjung atas keseluruhan indikator yang baik untuk berkemah adalah 68% (puas) dan untuk kegiatan mendaki adalah 70% (puas). Namun demikian, berdasarkan analisis kinerja masing-masing indikator yang baik, ternyata sebanyak 7 indikator kegiatan berkemah berkinerja rendah, yaitu indikator ketersediaan media informasi, ketersediaan toilet pria dan wanita, ketersediaan tempat sampah, ketersediaan tempat sampah organik dan non-organik, pendistribusian tiket kepada pengunjung, cepat tanggap petugas kebersihan, dan harga tiket sesuai dengan ketentuan. Tiga indikator berkinerja rendah kegiatan mendaki, yaitu ketersediaan tempat sampah organik dan non-organik, ketersediaan tempat sampah tertutup, dan pemandu bersertifikat. Indikator-indikator berkinerja rendah tersebut harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kegiatan berkemah maupun kegiatan mendaki di destinasi wisata alam Gunung Bunder. Peningkatan pengelolaan dilakukan dengan cara pengelola mematuhi ketentuan peraturan dan perundang-undangan serta ketentuan standar wisata alam yang berlaku dan/atau mengikuti standar yang dikemukakan oleh Douglass dan Bell tentang rekreasi

    Modifikasi Model Serupa Kuantum Asano-Ohya- Khrennikov Pada Proses Pengambilan Keputusan dalam Two-Player Game

    No full text
    Model serupa kuantum dapat digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan dan efek pemisahan dalam percobaan psikologi kognitif. Secara khusus, di sini dihasilkan data statistik dari percobaan menggunakan permainan otak prisoner’s dilemma (PD) yang diperoleh dan menyebut Allice dan Bob sebagai orang yang memainkan permainan tersebut. Model serupa kuantum dalam pengambilan keputusan dari model Busemeyer di prisoner’s dilemma ternyata analog dengan model kuantum untuk atom hidrogen. Namun, penelitian Asano et al belum mencantumkan fenomena nonlinearitas. Fenomena nonlinearitas sendiri dalam ilmu Fisika banyak ditemukan di alam, dari skala nano ke skala geofisika termasuk dinamika fluida dalam pengaturan lingkungan, perilaku biologis mulai dari sel dan virus untuk dinamika kolektif hewan manusia, aplikasi rekayasa yang melibatkan interaksi agen otonom dengan lingkungan, serta osilasi amplitude yang besar. Sehingga perlu dilakukan pengembangan model serupa kuantum untuk fungsi pengambilan keputusan oleh otak dengan menambahkan suku nolinear berupa suku interaksi silang (cross interaction) dan suku interaksi dengan dirinya sendiri (self interaction)... ds

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇