31665 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Amelioran terhadap Produktivitas Jagung (Zea mays L.) pada Budidaya Jenuh Air di Lahan Pasang Surut
Jagung merupakan komoditas utama setelah beras sebagai salah satu sumber
pangan. Produktivitas jagung Indonesia saat ini masih terbilang rendah
dibandingkan dengan negara-negara penghasil jagung lainnya. Produksi jagung
nasional juga belum memenuhi permintaan pasar ditandai dengan dilakukannya
impor sebesar 3.27 juta ton pada tahun 2015. Peningkatan produksi jagung dapat
dilakukan melalui intensifikasi yakni dengan penambahan amelioran seperti kapur,
abu sekam, dan jerami serta secara ekstensifikasi yakni dengan memanfaatkan
lahan suboptimal seperti lahan pasang surut dengan teknologi budidaya jenuh air.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian amelioran kapur,
abu sekam, dan jerami padi terhadap pertumbuhan dan produktivitas jagung pada
budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Percobaan dilaksanakan di Desa
Karyabakti, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi
Jambi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak
(RKLT) split split plot tiga faktor yakni dosis jerami (0 dan 10 ton ha-1), dosis abu
sekam (0 dan 1 ton ha-1), serta dosis kapur (0, 1, 2, dan 4 ton ha-1) dengan 3 ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur dengan dosis 4 ton ha-1
secara umum mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang,
bobot kering daun dan batang, serta seluruh karakter komponen hasil. Pemberian
kapur dengan dosis 4 ton ha-1 secara nyata memberikan hasil terbaik dengan
produktivitas mencapai 6.27 ton ha-1. Pemberian jerami mempengaruhi bobot
kering daun, panjang akar, serta komponen hasil tanpa mempengaruhi karakter
vegetatif. Pemberian jerami secara nyata mampu meningkatkan produktivitas dari
5.04 ton ha-1 menjadi 6.09 ton ha-1. Pemberian abu sekam tidak mempengaruhi
seluruh karakter yang diamati. Interaksi antar perlakuan tidak terlihat dalam
penelitian ini
Analisis Pengaruh Gempa Terhadap Struktur Jembatan Cisemangka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat
Untuk perencanaaan jembatan, beban gempa menjadi salah satu beban yang harus diperhitungkan mengingat kondisi Indonesia yang berada di jalur lingkaran bencana gempa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis besarnya gaya dalam maksimum pada kondisi layan dan kondisi ultimit serta perhitungan tulangan pada struktur PCI girder, pier head, dan pier column. Metode yang digunakan adalah pemodelan menggunakan program AutoCAD dan analisis gaya dalam menggunakan program SAP2000. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh besarnya gaya aksial maksimum pada kondisi layan dan ultimit yaitu sebesar 19931.88 kN dan 19954.96 kN. Beban gempa menghasilkan gaya geser dan gaya torsi maksimum pada PCI girder sebesar 22564.87 kNm dan 196.43 kNm. Melalui perhitungan, untuk struktur PCI girder diperlukan tambahan 3D16 tulangan lentur, 7D16 tulangan susut, 5D9 tulangan geser pada bagian tumpuan, dan 2D9 tulangan geser pada bagian lapangan. Untuk struktur pier head diperlukan tambahan 82D32 tulangan lentur dan 26D16 tulangan geser pada bagian lapangan
Germinating Conditions of Brown Rice to Increase Gamma-Aminobutyric Acid (GABA) Content: A Systematic
Rice is the most important crop that provides calories for more than half of the world’s population. As a source of carbohydrate, rice fulfills up to 700 calories/day/person. With the rising concern on the food and health-related issues, the functional foods are receiving increased interest globally. Brown rice (BR) is a rice product that has superior nutritional characteristics and functional compounds over the white rice (WR). However, due to its poor texture, unpleasant bran odor, low digestibility, and hard texture, BR is less considered as a suitable rice-table. Germination is a strategy to increase the acceptability of rice and also to improve its functionalities. Germinated brown rice (GBR) was reported to increase the rice phytochemicals content, especially -aminobutyric acid (GABA). Therefore, this systematic review aimed to structurize current processing methods for producing GBR with enhanced GABA content. This study followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA) guidelines. The literature search was conducted on three databases: Wiley Online Library, ResearchGate, and Google Scholar. Up until 27 May 2020 with no time restrictions, 624 publications were obtained and organized using Mendeley Dekstop, Elsevier. Out of the 624 articles initially collected, there were only 48 articles met the inclusion criteria and used for the qualitative synthesis. Current GBR production methods could be grouped as: (i) fully soaking method, (ii) soaking in combination with humidification, (iii) spraying in combination with humidification, and (iv) humidificationmethod. The most suitable method for producing GABA-enriched GBR was soaking in combination with humidificationmethod. Temperature, time, pH, RH, and the ratio of kernel to water were the most studied factors in producing GABA-enriched GBR. The optimum time were 12-24 hours of soaking and 24-96 hours of humidification, while the optimum temperature was at 25-40 oC. Low pH imbibiton solutions could also stimulate the GAD activity which causes the increase of GABA content accumulation. Other than that, germinating BR in combination with other treatments like mild pressure, plasma, ultrasound and/or under conditions like darkness, hypoxic systems could also produce GBR with enhanced GABA content
Identifikasi Daun Melon pada Citra Red Green Blue Depth dengan Faster Region Convolutional Neural Network
Salah satu contoh penerapannya yaitu penggunaan robot pemangkasan daun tanaman melon. Pemangkasan bertujuan untuk membantu proses metabolisme tanaman. Robot pemangkasan harus dapat membedakan daun dan cabang tanaman melon. Metode Faster Region Convolutional Neural Network diaplikasikan pada penelitian ini untuk melakukan klasifikasi daun dan batang tanaman. Data aligned image tanaman golden melon yang diambil menggunakan sensor kamera RGB-Depth digunakan untuk pemodelan. Pemodelan dilakukan dalam 10 epoch dan terdapat dua skenario pengujian yang memiliki hasil berbeda. Hasil skenario I memiliki nilai mean average precision (mAP) lebih unggul yaitu sebesar 70.02%. Korelasi antara nilai intensitas cahaya dengan nilai mAP memiliki nilai – 0.292. Sample data uji di setiap jarak dan sudut tidak memiliki pengaruh terhadap hasil pemodelan. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan threshold IoU pada region proposal sangat memengaruhi nilai mAP. Model yang dikembangkan pada penelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut karena kurangnya data dan pengambilan gambar yang tidak rapi
Prediksi Kurs Rupiah Terhadap Dollar Amerika Menggunakan Persamaan Schrodinger Nonlinear Diselesaikan dengan Metode Runge Kutta Orde Empat.
Kurs adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut. Prediksi kurs rupiah dapat dimodelkan dengan persamaan Schrodinger nonlinear yang dihitung dengan metode Runge Kutta orde empat. Parameter yang terdapat dalam persamaan Schrodinger nonlinear dianalogikan ke dalam parameter ekonomi yang diasumsikan sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi kurs rupiah. Faktor-faktor tersebut antara lain pergerakan atau pertumbuhan rata-rata kurs rupiah, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, kecepatan rata-rata perubahan kurs rupiah, dan Produk Domestik Bruto (PDB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai prediksi kurs rupiah dari perubahan pergerakan kurs rupiah, sehingga pergerakan kurs rupiah yang fluktuatif akan mempengaruhi nilai prediksinya. Data hasil prediksi nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika dibandingkan dengan data kurs aktual. Hasil prediksi kurs rupiah dari persamaan Schrodinger nonlinear menggunakan metode Runge Kutta orde empat menghasilkan persentase error tertinggi dibawah 5% disetiap bulannya dan menghasilkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 0.4786%
Fabrikasi dan Telaah Literatur Screen Printed Carbon Electrode dengan Teknik Cetak
Screen printed carbon electrode (SPCE) merupakan elektrode cetak layar yang menggabungkan elektrode kerja berupa karbon, elektrode pembanding, dan elektrode tambahan dalam suatu substrat. Secara luas elektrode ini digunakan untuk pengukuran yang bersifat voltammetrik. Tujuan penelitian ini adalah memfabrikasi SPCE menggunakan teknik cetak laserjet dan mengidentifikasi faktor yang menentukan keberhasilan fabrikasinya dengan teknik cetak. Fabrikasi diawali dengan menyiapkan 3 formula toner elektrode dilanjutkan pencetakan menggunakan printer laserjet Canon LBP 6030. Faktor yang menentukan keberhasilan SPCE diidentifikasi melalui telaah literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga formula toner belum berhasil dicetak pada substrat karena belum memenuhi spesifikasi mesin printer. Kajian literatur menunjukkan bahwa keberhasilan fabrikasi SPCE dengan teknik cetak dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu pemilihan teknologi mesin cetak, formulasi tinta konduktif, dan substrat yang digunakan. SPCE fabrikasi dengan lapisan cetakan yang berulang memberikan nilai resistansi lembaran yang rendah dengan sebaran material konduktif yang seragam. Tambahan material konduktif lain diduga mampu meningkatkan kemampuan transfer elektron pada permukaan elektrode
Analisis Ekonomi Pendanaan Konservasi Wisata Geopark Nasional Pongkor melalui Kegiatan Pariwisata
Bogor Barat memiliki potensi kekayaan alam dan budaya meliputi geoheritage, geologi, biodiversitas dan keanekaragaman budaya. Berbagai potensi tersebut harus dilindungi, dipelihara, dilestarikan, dan dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik terlihat dari sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai penambang ilegal yang berpotensi merusak lingkungan. Menurut Bappeda Kabupaten Bogor (2019) pendapatan daerah ini masih dibawah rata-rata Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi : (1) isu–isu prioritas di kawasan Geopark Nasional Pongkor terkait aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (2) potensi wisata yang ada di Geopark Nasional Pongkor (3) sumber pendanaan konservasi geopark melalui wisata keberlanjutan, dan (4) menganalisis penggunaan anggaran untuk pengembangan pariwisata Geopark Nasional Pongkor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, metode deskriptif dengan skala likert dan contingent valuation method untuk menghitung nilai willingness to pay. Hasil penelitian menunjukkan isu yang sangat penting untuk diprioritaskan adalah isu lingkungan dengan total skor 7,68. Hal ini dikarenakan kegiatan wisata ini bergantung pada kondisi alam. Potensi wisata dari segi atraksi, aksesibilitas, dan amenitas mendapat jumlah nilai berturut-turut 82,83, 36,96, dan 50,5. Terdapat berbagai sumber legal dalam pendanaan pengembangan pariwisata, yaitu dana anggaran pemerintah pusat maupun daerah serta kontribusi wisatawan melalui pembayaran jasa lingkungan sebesar Rp. 31.571.800.000. Terdapat 50 usulan program dalam upaya mendukung pembangunan dan pengembangan pariwisata dengan 4 subprogram, yaitu penganggaran pada program promosi, pengembangan sarana dan prasarana wisata, pengembangan wisata dan budaya serta program pemberdayaan. Penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan pariwisata dapat menjadi solusi untuk upaya konservasi alam serta menyejahterakan masyarakat sekitar
Pengaruh Peran Gender dalam Fungsi Perlindungan dan Pembinaan Lingkungan Media Sosial terhadap Kepuasan Hidup Remaja
Di era digital kehadiran media sosial di kalangan remaja menjadi permasalahan cukup serius. Anak remaja rentan merasa tidak puas terhadap hidupnya akibat menerima perlakuan negatif media sosial seperti perundungan siber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran gender orangtua dalam fungsi perlindungan dan fungsi pembinaan lingkungan media sosial terhadap kepuasan remaja. Pendekatan struktural fungsional dan teori gender digunakan pada penelitian ini. Desain penelitian ini adalah studi cross sectional yang menggunakan cara self report dengan alat bantu kuesioner online. Sampel penelitian sebanyak 277 orang dipilih secara voluntary sampling yang berada di Kota Bogor dengan kriteria remaja berusia 13-16 tahun yang memiliki orangtua utuh dan sedang menempuh studi di SMP Negeri. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara kecanduan internet dengan kepuasan remaja, intensitas aktivitas dalam fungsi pembinaan lingkungan media sosial, dan kemitraan gender dalam fungsi perlindungan. Hasil uji regresi menemukan faktor yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan remaja yaitu besar keluarga, pekerjaan ibu dan ayah, dan kecanduan internet. Sementara faktor yang berpengaruh positif signikan terhadap kepuasan remaja yaitu intensitas aktivitas pada dua fungsi keluarga dan peran gender. Penelitian ini dibedakan oleh jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Tingkat kepuasan remaja baik laki-laki maupun perempuan berada pada kategori sedang dan tidak ada perbedaan pada keduanya
Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen pada Bakso Boedjangan Dramaga.
Bakso Boedjangan Dramaga merupakan salah satu warung bakso yang
memiliki konsep restoran kekinian dan memiliki inovasi varian menu bakso
andalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsumen,
proses keputusan pembelian konsumen, tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen.
Metode pengumpulan data menggunakan metode survei dengan penyebaran
kuesioner kepada 100 responden dan menggunakan teknik non probability secara
purposive. Metode pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif, CSI,
IPA dan NPS. Hasil analisis CSI menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh sebesar
75.70 persen yang berarti secara keseluruhan konsumen merasa puas terhadap
Bakso Boedjangan Dramaga. Hasil Analisis IPA menunjukkan bahwa atribut yang
menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan adalah harga bakso. Hasil analisis
NPS menunjakan bahwa nilai yang diperoleh -22 persen yang berarti konsumen
Bakso Boedjangan tidak loyal
Kajian Modal Manusia dan Modal Sosial Serta Pengaruhnya Terhadap Permintaan Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Modal manusia sebagai salah satu bentuk kapital, dapat didefinisikan sebagai
manusia yang dipandang sebagai faktor produksi yang digunakan untuk
menghasilkan barang dan jasa dalam proses produksi. Manusia memiliki peran
dalam segala aktifitas ekonomi, seperti produksi dan konsumsi. Modal manusia
juga dapat didefinisikan sebagai seperangkat keterampilan yang dimiliki oleh
pekerja dalam perekonomian. Perekonomian yang memiliki banyak pekerja dengan
kemampuan tinggi cenderung akan lebih produktif dibandingkan perekonomian
dimana sebagian besar pekerjanya tidak memiliki kemampuan baca tulis.
Selain modal manusia, juga dikenal modal sosial. Modal sosial adalah
hubungan sosial yang saling menghormati dan mempercayai sehingga hubungan
sosial tersebut menjadi kekuatan pendorong yang kuat untuk membangun jejaring
sosial. Jejaring sosial yang terbentuk dapat membantu mendorong pertumbuhan
ekonomi, dengan harapan adanya peranan modal sosial dapat menciptakan potensi
ekonomi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan pada akhirnya meningkatkan
kesejahteraan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal manusia
dan modal sosial terhadap permintaan tenaga kerja, serta pengaruh modal manusia
terhadap pertumbuhan ekonomi. Modal manusia direpresentasikan melalui tingkat
pendidikan yang ditamatkan, sedangkan modal sosial dengan interaksi individu
dengan lingkungan sekitar melalui partisipasi kegiatan yang dilaksanakan di
lingkungan. Data yang digunakan ada dua jenis, yaitu data panel 33 provinsi tahun
2006-2018 yang dianalisis dengan menggunakan regresi panel simultan, dan data
cross section 34 provinsi di tahun 2018 yang dianalisis dengan menggunakan
regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan modal manusia melalui variabel tingkat
pendidikan yang dimiliki oleh tenaga kerja memiliki pengaruh yang signifikan
dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 2006-2018.
Semakin tinggi tingkat pendidikan tenaga kerja, semakin besar pengaruh yang
diberikan oleh tenaga kerja tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hasil yang sejalan juga ditunjukkan pada analisis modal manusia terhadap
permintaan tenaga kerja. Modal manusia berpengaruh terhadap permintaan tenaga
kerja, dimana tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki pengaruh yang lebih
besar dalam mendapatkan pekerjaan. Analisis ketiga juga meperlihatkan pengaruh
signifikan yang diberikan modal manusia dan modal sosial terhadap permintaan
tenaga kerja pada data individu. Individu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi
perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk bekerja. Individu yang
berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan juga menunjukkan peluang yang lebih
besar dalam memiliki pekerjaan dibandingkan dengan mereka yang tidak
berpartisipasi