Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Biologi Reproduksi Ikan Tetengkek Megalaspis cordyla ( Linnaeus, 1758) di Teluk Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

    No full text
    Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) terletak di Sukabumi Jawa Barat. Ikan tetengkek (Megalaspis cordyla) termasuk salah satu ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomis penting di perairan tropis. penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2017. Ukuran sampel ikan sebanyak 490 ekor. Hasil hubungan panjang bobot betina dan jantan memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif dan. Rasio kelamin jantan dan betina adalah sebesar 1,07. Hasil uji Chi-square menghasilkan nilai ƛhit > ƛtab yang menunjukkan bahwa perbandingan jenis kelamin ikan tetengkek tidak seimbang. Metode yang digunakan dalam pengambilan contoh ikan adalah penarikan contoh acak sederhana (PCAS). Nilai faktor kondisi rata-rata ikan tetengkek jantan sebesar 0,88 dan pada betina sebesar 1,07 yaitu terjadi pada bulan Juli. Hubungan panjang bobot ikan tetengkek baik jantan, betina, dan gabungan selama waktu pengamatan memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif. Puncak pemijahan diduga terjadi pada bulan Mei dan Agustus dengan tipe pemijahan partial spawner

    Pengembangan Front-end Aplikasi Marketplace Tokocabai berbasis Web

    No full text
    Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang sering mengalami fluktuasi harga. Hal ini bisa berasal dari berbagai macam faktor, salah satunya yaitu alur distribusi produk cabai yang panjang. Tokocabai merupakan aplikasi marketplace berbasis web untuk tujuan kegiatan jual beli cabai dari petani lokal ke konsumen. Aplikasi ini diharapkan bisa mempersempit alur distribusi produk cabai, sehingga petani bisa mendapat harga jual yang lebih bagus. Penelitian ini mengembangkan aplikasi dari sisi front-end menggunakan framework Vue Js. Pengembangan front-end dikerjakan oleh satu orang yang tergabung dalam sebuah tim marketplace. Pengembangan aplikasi Tokocabaimenggunakan metode extreme programming (XP). Tahapan metode XP yaitu planning, design, coding, testing, dan release. Iterasi yang berhasil dilaksanakan yaitu sebanyak dua kali dengan jumlah user story sebanyak 19. Jumlah user story pada iterasi satu sebanyak 8 dan iterasi dua sebanyak 11. Kategori fitur yang sudah berhasil diimplementasikan yaitu auth, katalog produk, profil, transaksi, dan review produk

    Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produktivitas Wakaf Masjid Jogokariyan.

    No full text
    Wakaf merupakan instrumen dalam Islam yang memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Jenis wakaf dibagi menjadi dua yaitu wakaf tidak bergerak dan wakaf bergerak. Jumlah wakaf terbanyak di Indonesia adalah masjid yang tergolong sebagai wakaf tidak bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pengelolaan atau idaroh yang dilakukan oleh masjid Jogokariyan dan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas wakaf masjid. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Network Process (ANP), faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas masjid dibagi menjadi empat aspek, yaitu kelembagaan, pemerintah, masyarakat, dan aksesibilitas. Hasil prioritas menunjukkan bahwa aspek masyarakat memiliki pengaruh paling besar terhadap produktivitas masjid dan empat faktor yang paling berpengaruh adalah pemahaman jamaah, edukasi dan sosialisasi, iklan, dan regulasi wakaf. Oleh karena itu pemerintah perlu untuk ikut andil dalam memahamkan masyarakat tentang urgensi memakmurkan masjid, jadi tidak hanya berfokus pada bangunan atau harta benda wakaf dan lembaganya saja

    Binding Site Prediction of Light Subunit Mushroom Tyrosynase (LSMT): Molecular Docking Simulation

    No full text
    Light Subunit Mushroom Tyrosinase (LSMT) merupakan protein pada jamur kancing (Agaricus bisporus). LSMT disebut sebagai lectin-like protein. Protein lektin diketahui dapat digunakan sebagai carrier untuk menargetkan obat secara spesifik ke sel dan jaringan yang berbeda. Oleh karena itu, LSMT berpeluang sebagai drug carrier. Namun situs pengikatan LSMT belum diketahui secara jelas. Tujuan penelitian ini melakukan prediksi situs pengikatan (binding site) antara LSMT dengan ligan dan menentukan ligan yang memiliki energi ikat y. Prediksi situs pengikatan merupakan langkah kunci dalam drug design. Prediksi situs ini menggunakan metode komputasi dengan menggunakan program Autoligan pada Autodock Tools. Penambatan molekul dilakukan pada situs pengikatan yang telah diperoleh dan diperoleh 4 situs pengikatan yang memiliki kekuatan ikatan cukup baik dengan ligan yang digunakan. Ligan yang digunakan yaitu gula jenis fructose, glucose, sugar alcohol, galactose, dan mannose sebagai ligan uji, serta acetyllactosediamine, fucose, galactose, N-acetyl-glucosamine, N-acetyl-galactosamine, L-3,4-dihydroxyphenylalanine, N-acetyl-neuraminic acid, dan ꞵ-Carotene sebagai ligan pembanding.Light Subunit Mushroom Tyrosinase (LSMT) is a protein that is found in button mushroom (Agaricus bisporus). LSMT has been categorization as a lectin-like protein. Lectin proteins are known can use as a drug carrier, opening the possibility of LMST to be used in the same way. Binding site prediction is one of the key steps in drug design, underlining the importance of investigating the still unknown binding sites of LMST. The objective of this research is to predict the binding sites between LMST and ligands and to determine ligands with a high binding energy. The binding site prediction was done computationally using the Autoligand program in Autodock Tools. The binding sites predicted by the program were then used as locations for docking simulations with these ligands: fructose, glucose, sugar alcohol, galactose, and mannose as a test ligand, and acetyllactosediamine, fucose, galactose, N-acetyl-glucosamine, N-acetyl-galactosamine, L-3,4-dihydroxyphenylalanine, N-acetyl-neuraminic acid and as a comparison ligand. Four of the binding sites were found to have good bond strength with the ligands used in the simulations

    Kandungan Logam Berat pada Daging Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta

    No full text
    Meningkatnya pertambahan penduduk dan kegiatan industri di sekitar perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta dapat meningkatkan masukan logam berat ke dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan akumulasi logam berat Pb, Hg, Cd, dan Cu yang terkandung dalam daging kepiting bakau (Scylla serrata) di Teluk Banten dan Teluk Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan selama tujuh bulan, dari bulan Maret–September 2019 di sekitar pantai Cengkok, Teluk Banten dan Kali Adem, Teluk Jakarta. Analisis konsentrasi logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS) series AA 7000 Shimadzu. Hasil analisis logam berat pada kepiting bakau di Teluk Banten, yakni berturut-turut 0,005–0,053 mg/kg, 0,002–0,039 mg/kg, 0,005–0,033 dan 0,853–2,890 mg/kg. Kepiting bakau di Perairan Teluk Banten dan Teluk Jakarta memiliki akumulasi logam berat yang rendah. Batas aman konsumsi untuk kepiting bakau yang tertangkap di Teluk Banten untuk orang dewasa dan anak-anak yakni 3,5 kg daging/minggu dan 0,9 kg daging/minggu, sedangkan untuk kepiting bakau yang tertangkap di Teluk Jakarta untuk orang dewasa dan anak-anak yakni 4,6 kg daging/minggu dan 1,2 kg daging/minggu

    Risiko Produksi Usaha Peternakan Sapi Perah di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Kecamatan Cisarua merupakan salah sentra produksi susu di Kabupaten Bogor. Produktivitas susu di Kecamatan Cisarua terbilang lebih rendah dari produktivitas susu di Kabupaten Bogor dan beberapa sentra produksi susu lainnya di Kabupaten Bogor. Selain itu, produktivitas susu di Kecamatan Cisarua pun terbilang berfluktuasi. Kedua hal tersebut mengindikasikan adanya risiko produksi pada usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Cisarua. Adanya risiko produksi menyebabkan rendahnya produksi susu di Kecamatan Cisarua. Risiko produksi yang terjadi juga berdampak terhadap pendapatan usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Cisarua. Selain itu, juga berpengaruh terhadap preferensi risiko peternak sapi perah dan manajemen risiko para peternak sapi perah di Kecamatan Cisarua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis pengaruh faktor-faktor risiko produksi usaha peternakan sapi perah di Kecamatan Cisarua, (2) menganalisis pendapatan usaha peternakan sapi perah dengan adanya risiko produksi di Kecamatan Cisarua, (3) menganalisis preferensi risiko peternak sapi perah di Kecamatan Cisarua, dan (4) menganalisis manajemen risiko yang dilakukan peternak dalam menghadapi risiko produksi peternakan sapi perah di Kecamatan Cisarua. Penelitian dilaksanakan pada usaha peternakan sapi perah di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data cross section. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive kepada 57 peternak yang sudah menjalankan usaha peternakan sapi perahnya selama minimal 3 tahun di Kecamatan Cisarua. Selanjutnya, pencatatan output produksi berupa hasil perahan susu dilakukan pada hewan ternak dalam masa laktasi kedua dan ketiga. Model Just and Pope digunakan untuk menganalisis fungsi risiko produksi usaha peternakan sapi perah, perhitungan expected return digunakan untuk menganalisis pendapatan dengan adanya risiko, model Arrow-Pratt Absolute Risk Aversion digunakan untuk menganalisis preferensi risiko peternak, serta analisis manajemen risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang bersifat meningkatkan risiko produksi (risk inducing factor) pada usaha peternakan sapi perah terdiri dari pakan berupa dedak, ampas tahu, konsentrat dan waktu kerja, sedangkan faktor yang bersifat menurunkan risiko produksi (risk reducing factor) pada usaha peternakan sapi perah adalah pakan berupa polar dan hijauan. Hasil analisis nilai ekspektasi pendapatan usaha peternakan sapi perah dengan adanya risiko produksi berupa penyakit tetap bernilai positif. Preferensi risiko peternak sapi perah terhadap penggunaan input produksi secara keseluruhan bersifat risk taker atau berani terhadap risiko produksi. Peternak sapi perah di Kecamatan Cisarua telah melakukan tiga strategi manajemen risiko usahatani, yaitu strategi preventif (preventive), mitigasi (mitigation), dan risk coping. Para peternak sapi perah disarankan untuk melakukan pembelian pakan hijauan sebagai tambahan pakan hijauan yang diperoeleh dari hasil mengarit. Hal tersebut perlu dilakukan karena pakan hijauan merupakan pakan utama bagi ternak sapi perah yang secara signifikan mampu meningkatkan produktivitas susu dan menurunkan risiko produksi susu. Selain itu, para peternak juga disarankan untuk secara konsisten memberikan polar sebagai salah satu campuran pakan konsentratnya karena konsentrat diketahui mampu meningkatkan produktivitas susu dan menurunkan risiko produksi susu. Komponen biaya produksi yang biasanya diperuntukan untuk membeli ampas tahu, dapat dialihkan sebagian untuk pembelian polar. Dengan demikian, diharapkan produksi susu para peternak sapi perah di Kecamatan Cisarua dapat menjadi lebih baik

    Pengembangan Sistem Monitoring Harga, Stok, dan Produksi Cabai menurut Sentra Produksi dengan Metode Extreme Programming

    No full text
    Cabai merupakan komoditas yang memiliki andil besar terhadap inflasi di Indonesia akibat harga yang fluktuatif. Kelangkaan cabai, pola distribusi yang tidak efisien, dan panjangnya rantai pasok menjadi pemicu permasalahan ini. Perkembangan teknologi menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sistem yang menampilkan data historis kepada pengguna terkait cabai di setiap sentra produksi. Sistem ini dikembangkan melalui pendekatan descriptive analytics yang merupakan salah satu bagian dari business analytics. Melalui sistem monitoring cabai per sentra produksi ini masyarakat dapat memantau perkembangan tren harga, stok, produksi, dan produktivitas cabai di setiap daerah di Jawa Barat. Selain manfaatnya untuk masyarakat umum, sistem ini juga dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan distribusi, penetapan target, dan permodalan usaha cabai di setiap sentra produksi. Penelitian ini menggunakan metode extreme programming yang diterapkan dalam pengembangan aplikasi. Sistem ini berbasis web dengan enam fitur utama untuk menunjang kebutuhan informasi terkait cabai di Jawa Barat

    Manajemen Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Gunung Sejahtera, PT Pertiwi Agro Sejahtera (PAS), Kec. Kuala Behe, Kab. Landak, Kalimantan Barat

    No full text
    Kelapa sawit merupakan komoditas uggulan sektor perkebunan di Indonesia. Manajemen panen dan topografi adalah dua faktor yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit. Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Gunung Sejahtera, PT Pertiwi Agro Sejahtera (PAS), Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat pada tanggal 13 Februari sampai 15 Mei 2019. Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam aspek teknis dan manajerial budidaya kelapa sawit, terutama pada manajemen panen dan pengaruh topografi lahan terhadap produkivitas kelapa sawit. Manajemen panen kelapa sawit di Divisi 1 Kebun GS, PT PAS perlu ditingkatkan pada rotasi panen, kebutuhan tenaga kerja dan kapasitas pemanen untuk memperoleh hasil yang optimal. Produktivitas kelapa sawit Divisi 1, Kebun GS masih rendah. Mutu buah dan kehilangan hasil sudah sesuai dengan standar perusahaan. Topografi lahan berpengaruh terhadap produktivitas kelapa sawit di Divisi 1 Kebun GS, PT PAS. Produktivitas kelapa sawit pada lahan bertopografi datar lebih tinggi dibandingkan lahan bertopografi lereng dan lembah

    Penambahan L-Cysteine terhadap Kualitas Semen Cair Anjing dalam Pengencer Tris Kuning Telur

    No full text
    L-cysteine merupakan asam amino nonesensial yang dapat digunakan sebagai antioksidan karena berperan dalam melindungi sperma dari stres oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas L-cysteine sebagai antioksidan pada pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair anjing. Semen dikoleksi dari dua ekor anjing yang telah dewasa kelamin menggunakan teknik massage sebanyak dua kali seminggu. Semen anjing yang sudah ditampung lalu di-pooled. Selanjutnya semen disentrifugasi dengan kecepatan 1900 rpm selama 8 menit untuk memisahkan plasma semen agar mendapatkan hasil yang optimal. Semen kemudian dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hanya semen segar dengan motilitas >70% dan konsentrasi >100 juta sel/mL yang digunakan dalam penelitian ini. Semen kemudian diencerkan dalam kelompok pengencer tris kuning telur yang ditambahkan L-cysteine berbagai konsentrasi (kontrol, CYS 0.1 mM, CYS 0.5 mM dan CYS 1 mM). Semen disimpan dan dievaluasi selama 4 hari pada suhu 4 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan secara signifikan perlakuan penyimpanan H0 pada semua parameter kualitas semen cair anjing (P>0.05). Perlakuan CYS 0.5 mM pada H1 memiliki persentase motilitas, viabilitas dan membran plasma utuh secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya selama 4 hari penyimpanan (P<0.05). Berdasarkan hasil penelitian kelompok perlakuan CYS 0.5 mM dapat meningkatkan kualitas semen cair anjing. Namun, penambahan L-cysteine terlihat tidak memengaruhi parameter abnormalitas primer, sekunder dan tersier spermatozoa anjing

    Pengembangan Internet of Things Sistem Observasi Gelombang Pesisir

    No full text
    Gelombang permukaan laut merupakan pergerakan air naik dan turun tegak lurus terhadap permukaan laut. Gelombang yang terjadi di laut memiliki pergerakan yang acak, dinamis, dan kompleks, sehingga pengukuran tinggi dan periode gelombang sulit dirumuskan secara akurat. Dibutuhkan data tinggi gelombang yang real-time agar memudahkan masyarakat untuk dapat memantau kondisi tinggi gelombang dengan mudah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Menghasilkan instrumen wave buoy untuk observasi gelombang pesisir, (2) Menghasilkan website dan aplikasi mobile yang dapat menampilkan hasil pengukuran instrumen wave buoy, (3) Menganalisis data hasil pengukuran instrumen wave buoy. Penelitian dibagi ke dalam 3 tahapan, yaitu perancangan sistem observasi gelombang pesisir, integrasi serta uji lapang dan monitoring. Adapun perancangan sistem obeservasi gelombang terdiri dari 4 bagian yaitu perancangan wahana buoy, perancangan basis data, perancangan website dan perancangan aplikasi mobile. Perancangan wahana terdiri atas perancangan pelampung (buoy), perancangan sistem elektronik dan perancangan perangkat lunak. Perancangan basis data pada penelitian ini didasarkan pada format data hasil pengukuran. Basis data tersebut terdiri dari table sensor, tabel filter dan tabel tinggi gelombang. Perancangan website terdiri atas perancangan header, perancangan menu, perancangan body dan perancangan footer. Perancangan aplikasi mobile dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan MIT App Inventor sebagai pembuat aplikasi. Perancangan aplikasi mobile dimulai dengan perancangan mockup. Hasil rancangan dari wahana wave buoy terdiri dua bagian yaitu pelampung dan pemberat. Pelampung digunakan untuk membarikan daya apung serta merupakan peletakan dari sistem elektronik. Sistem elektronik pada instrumen wave buoy dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sistem elektronik pada instrumen dan sistem elektronik pada base station. ESP Lora32 TTGO versi 1 digunakan sebagai mikrokontroler (pengendali utama). Sensor yang digunakan yaitu sensor accelerometer MPU-6050. Data-data yang diperoleh dari sensor akan diproses oleh mikrokontroler pada buoy. Frekuensi sampling data yang digunakan yaitu 10 Hz dan jumlah data 128 data dengan perulangan setiap 10 menit. Data-data tersebut akan dikirim ke basis data melalui base station. Data yang masuk ke basis data akan diolah menjadi tinggi gelombang dan diteruskan ke ThingSpeak. Selanjutnya data tersebut ditampikan pada website dan aplikasi mobile. Adapun tabel basis data yang telah dibangun meliputi buoy, buoy_filter, dan buoy_h. Tahap selanjutnya adalah menampilkan informasi tinggi gelombang pada basis data ke dalam body website dalam bentuk tabel dan grafik menggunakan modul query. Halaman utama website yang dibuat dalam penelitian ini terdiri atas header, menu, body, dan footer. Header yang digunakan adalah ‘Monitoring Gelombang Pesisir’ pada bagian kiri. Body halaman utama pada website berisi peta lokasi penempatan instrumen, data realtime pengukuran tinggi gelombang, data tinggi gelombang hari sebelumnya, data tinggi gelombang pada bulan saat website diakses serta grafik real-time pengukuran tinggi gelombang. Pada body juga terdapat list dropdown berupa data lokasi penempatan buoy. Bagian footer ditampilkan logo fakultas perikanan dan ilmu kelautan sebagai identitas. Website yang dibangun dapat diakses oleh pengguna melalui alamat url http://laut-pulauseribu.net/buoy. Sedangkan aplikasi yang dibangun memiliki satu halaman utama yaitu halaman yang menampilkan data tinggi gelombang real-time dalam bentuk label dan grafik. Analisa hasil pengukuran lapangan menggunakan MATLAB dengan metode zero crossing analysis. Penempatan instrumen dan pengambilan data di perairan Kepulauan Seribu. Hasil analisis data selama 23 jam diperoleh tinggi gelombang signifikan yang terjadi di Perairan Gosong Semak Daun, Kepulauan Seribu yaitu 0.9 sampai 7.2 cm dengan periode gelombang signifikan berkisar antara 0.01 ms sampai 2245.9 ms, dan tinggi gelombang maksimum berkisar antara 1.03 cm sampai 8.8 cm

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇