31665 research outputs found
Sort by
The Influence of Creative Content on Instagram Followers' Awareness of the SDGs (A Study at Bakrie Center Foundation)
Perkembangan komunikasi digital yang pesat, didukung oleh pertumbuhan internet, memungkinkan informasi disebarkan lebih cepat dan luas tanpa batasan geografis dan waktu. Media sosial sebagai platform utama kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga membangun interaksi dua arah yang dinamis, terutama dalam konteks edukasi dan advokasi sosial. Dengan tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan masalah ekonomi, kesadaran serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam mencapai pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Media sosial berperan strategis dalam menyebarluaskan pesan-pesan edukatif SDGs secara interaktif dan membangun empati sosial yang mendorong perubahan perilaku dan partisipasi aktif masyarakat.
Pemahaman masyarakat terhadap SDGs masih rendah, khususnya di kalangan mahasiswa, sehingga diperlukan strategi komunikasi digital yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tersebut. Berbagai studi menunjukkan konten kreatif yang menarik dan interaktif seperti video pendek, infografis, dan storytelling digital mampu meningkatkan keterlibatan audiens dan respons positif terhadap pesan keberlanjutan. Bakrie Center Foundation (BCF), sebagai organisasi nirlaba, menggunakan media sosial khususnya Instagram untuk menyebarkan informasi tentang SDGs melalui konten kreatif yang inovatif dan kolaborasi dengan influencer serta komunitas. Penelitian ini memilih BCF sebagai objek untuk mengkaji efektivitas strategi komunikasi digital mereka dalam meningkatkan kesadaran dan keterlibatan audiens terkait SDGs.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 100 pengguna aktif Instagram yang telah terpapar konten SDGs dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui survei dengan instrumen skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi untuk mengukur pengaruh konten kreatif terhadap kesadaran SDGs.
Hasil penelitian menunjukkan konten kreatif yang disajikan oleh Bakrie Center Foundation berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kesadaran audiens terhadap SDGs. Temuan ini mengindikasikan pentingnya strategi komunikasi digital yang kreatif dan interaktif dalam edukasi pembangunan berkelanjutan serta dapat menjadi referensi bagi organisasi nirlaba dan pelaku komunikasi dalam merancang konten edukatif yang efektif melalui media sosial
Physical and Chemical Characteristics of Pakchong Grass Silage with Different Levels of Legume Additions
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan leguminosa
pada taraf berbeda terhadap karakteristik fisik dan kimiawi silase rumput Pakchong
serta menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kualitas silase terbaik.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan,
yaitu P0 (100% rumput Pakchong), P1 (80% rumput Pakchong + 20% lamtoro), P2
(60% rumput Pakchong + 40% lamtoro), P3 (80% rumput Pakchong + 20%
kaliandra), dan P4 (60% rumput Pakchong + 40% kaliandra), masing-masing
dengan lima ulangan. Parameter yang diamati, meliputi: karakteristik fisik, pH,
Fliegh Score, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, Neutral Detergent Fiber
(NDF), dan Acid Detergent Fiber (ADF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan leguminosa berpengaruh nyata (P<0.01) terhadap karakteristik fisik
dan kimiawi silase rumput Pakchong. Perlakuan P3 menghasilkan mutu fisik dan
fermentatif terbaik. P2 menghasilkan kandungan protein kasar tertinggi dan
komposisi kimia yang seimbang. Penggunaan kaliandra dalam taraf tinggi (40%)
menurunkan kualitas silase, sementara lamtoro lebih stabil digunakan dalam jumlah
tinggi.This study aimed to evaluate the effect of different levels of legume addition
on the physical and chemical characteristics of Pakchong grass silage and to
determine the optimal treatment combination for producing high-quality silage. A
Completely Randomized Design (CRD) was employed with five treatments: P0
(100% Pakchong grass), P1 (80% Pakchong grass + 20% Leucaena leucocephala),
P2 (60% Pakchong grass + 40% Leucaena leucocephala), P3 (80% Pakchong grass
+ 20% Calliandra calothyrsus), and P4 (60% Pakchong grass + 40% Calliandra
calothyrsus), each replicated five times. The parameters observed included physical
characteristics, pH, Fleigh score, crude protein, crude fiber, crude fat, neutral
detergent fiber (NDF), and acid detergent fiber (ADF). The results indicated that
legume supplementation influenced both the physical and chemical quality of
Pakchong grass silage (P<0.01). Treatment P3 produced the most favorable
physical and fermentative characteristics, while treatment P2 yielded the highest
crude protein content along with a more balanced chemical profile. A high inclusion
level of Calliandra calothyrsus (40%) tended to reduce silage quality, whereas
Leucaena leucocephala demonstrated better stability and could be incorporated at
higher proportions without compromising silage quality.PHC Nusantar
Identification of High Economic Value Coral Reef Fish Using Genetic Methods in Indonesian waters
Ikan karang merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi di Indonesia, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Identifikasi ikan karang sering terkendala oleh kemiripan morfologi antarspesies, sehingga pendekatan genetik melalui DNA barcoding menjadi solusi untuk meningkatkan keakuratan identifikasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi ikan karang ekonomis tinggi menggunakan DNA barcoding berbasis gen Cytochrome Oxidase I (COI). Sebanyak 50 sampel ikan dianalisis melalui ekstraksi DNA, amplifikasi dengan primer universal FishF1-FishR1 menggunakan PCR, elektroforesis, serta sekuensing. Data sekuens dianalisis menggunakan BLAST pada GenBank (NCBI) dan BOLD system, sementara pohon filogeni dibangun dengan model Kimura 2-Parameter (K2P) menggunakan metode Neighbor-Joining (NJ) dengan 1000 bootstrap melalui MEGA 11. Hasil menunjukkan bahwa 49 sampel berhasil teridentifikasi mencakup 17 spesies, dengan genus Epinephelus dan Lutjanus mendominasi, serta membentuk tiga klad utama yang mencerminkan hubungan kekerabatan antarspesies. Identifikasi genetik ini memberikan kontribusi dalam pengelolaan sumber daya ikan karang secara berkelanjutan.Reef fish is a fishery commodity of high economic value in Indonesia, both for domestic consumption and export. The identification of reef fish is often constrained by morphological similarities between species, so the genetic approach through DNA barcoding is a solution to improve the accuracy of identification. This study aims to identify high-economy reef fish using DNA barcoding based on the Cytochrome Oxidase I (COI) gene. A total of 50 fish samples were analyzed through DNA extraction, amplification with FishF1-FishR1 universal primer using PCR, electrophoresis, and sequencing. Sequence data was analyzed using BLAST on GenBank (NCBI) and BOLD system, while phylogeny trees were constructed using the Kimura 2-Parameter (K2P) model and the Neighbor-Joining (NJ) method with 1000 bootstraps via MEGA 11. The results showed that 49 samples were successfully identified, covering 17 species dominated by Epinephelus and Lutjanus, and forming three main clades reflecting the kinship relationship between species. This genetic identification contributes to the sustainable management of coral fish resources
Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Tingkat Kerawanan Longsor di Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut Berbasis Sistem Informasi Geografis
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut mencatat 7 dan 8 kejadian longsor pada tahun 2020 dan 2023 di Kecamatan Banjarwangi. Hal tersebut dipicu oleh lereng curam hingga sangat curam dengan jenis tanah dan batuan peka longsor serta curah hujan tipe deras. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi area rawan longsor dengan berbagai variasi curah hujan maksimum dan rata-rata dari curah hujan harian, dasarian, bulanan, dan tahunan untuk mengevaluasi akurasi peta kerawanan longsor yang divalidasi dengan titik kejadian longsor menggunakan parameter DVMBG 2004. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi curah hujan maksimum memiliki klasifikasi rawan seluas 99,14%. Sementara itu, variasi curah hujan rata-rata, menunjukkan klasifikasi kurang rawan seluas 76,10%. Tinggi rendahnya curah hujan berpengaruh terhadap tingkat klasifikasi rawan atau kurang rawan, sehingga berdampak pada nilai validasi. Validasi kesesuaian area kerawanan longsor menunjukkan akurasi rendah dengan 45,5% tervalidasi dan 54,5% tidak tervalidasi. Sehingga model DVMBG 2004 perlu disesuaikan melalui pembaruan persamaan dasar detail skala pemetaan agar diperoleh akurasi yang lebih tinggi.The Garut District Disaster Management Agency (BPBD) and the Communication and Information Agency (Diskominfo) Garut Regency recorded 7 and 8 landslide incidents in 2020 and 2023 in Banjarwangi Subdistrict. These incidents were triggered by steep to very steep slopes with landslide-prone soil and rock types, as well as heavy rainfall. This study aims to identify landslide-prone areas with various variations in maximum and average rainfall from daily, decadal, monthly, and annual rainfall data to evaluate the accuracy of landslide hazard maps validated with landslide occurrence points using the DVMBG 2004 parameters. The analysis results show that maximum rainfall variation has a hazard classification of 99,14%. Meanwhile, average rainfall variation shows a less hazardous classification of 76,10%. The level of rainfall affects the hazard or less hazardous classification, thereby impacting the validation value. The validation of landslide hazard area suitability showed low accuracy, with 45,5% validated and 54,5% not validated. Therefore, the DVMBG 2004 model needs to be adjusted by updating basic equations of the mapping scale details in order to achieve a higher accuracy
Productivity of Eri Silkworm (Samia cynthia ricini) in Low Environmental Temperature Rearing
Pengembangan ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) perlu dilakukan dalam upaya untuk mencukupi permintaan serat sutra nasional yang semakin meningkat. Indonesia adalah negara berbentuk kepulauan dengan geografis yang berbeda-beda. Topografi yang beragam membuat suhu di setiap daerah berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas ulat sutra eri (Samia cynthia ricini) pada pemeliharaan suhu lingkungan rendah yang dibandingkan dengan pemeliharaan pada suhu optimal. Perbedaan produktivitas pada kedua suhu tersebut dianalisis menggunakan uji-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa ulat sutra eri yang diberi perlakuan suhu rendah memiliki hasil yang lebih rendah pada panjang, lebar, dan bobot larva, fase ulat lebih panjang, mortalitas lebih tinggi, serta persentase produksi kokon lebih rendah. Akan tetapi bobot kokon utuh pada suhu rendah lebih besar dibandingkan suhu optimal.Cultivating eri silkworms (Samia cynthia ricini) is vital to satisfy the increasing national demand for silk fiber. Indonesia's status as an archipelagic nation offers a variety of geographical conditions. This diversity in topography results in varying ambient temperatures across the regions. The aim of this study is to evaluate the productivity of eri silkworms (Samia cynthia ricini) raised in low ambient temperature environments versus those cultivated in optimal temperature settings. A t-test was utilized to assess the productivity differences between the two temperature regimes. The findings revealed that eri silkworms raised in cooler temperatures exhibited shorter larval length, width, and weight, a prolonged larval stage, higher mortality rates, and a decreased cocoon production percentage. Notably, the overall cocoon weight under low-temperature conditions was higher compared to those in optimal temperatures. These results not only enhance our understanding of sericulture but also suggest potential strategies for improving silkworm productivity in varying temperature scenario
Keanekaragaman Hayati Tumbuhan di Areal Hutan Desa Pangkalan Telok, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat
Pangkalan Telok Village Forest is a village forest managed by a community group in Pangkalan Telok Village, Nanga
Tayap District, Ketapang Regency, West Kalimantan Province. The Community Group that manages Pangkalan Telok VF
has a strong commitment to sustainable forest management. To minimize the negative impact of forest exploitation on
plant biodiversity in the area, it is necessary to identify the presence of protected and/or rare plant species, their threats,
as well as management and monitoring efforts for biodiversity that need to be carried out. This research aims to identify
the habitat conditions and biodiversity of plants in the Pangkalan Telok VF area, Ketapang Regency, West Kalimantan
Province. The richness of plant species found in the Pangkalan Telok VF area is 168 types which can be grouped into 58
families. Based on location, the highest plant species richness is found in transect 17 (65 species) and the least is found
in transect 13 (33 species). The diversity of plant species in the Pangkalan Telok VF area ranges from low to high (0.000
to 3.202), while the density of plant species ranges from 0 to 31,250 ind./ha. Based on its protection status, in the Pangkalan
Telok VF area there are no protected plant species according to Minister of Environment and Forestry Regulation No.
P.106 of 2018; however, 1 type of plant was found which was included in the CITES Appendix II List, 5 types of plants
were included in the VU/Vulnerable category, 1 type of plant was included in the EN/Endangered category, and 1 type of
plant was included in the CR/Critically Endangered category according to IUCN. There are 4 threats to plant biodiversity
in the Pangkalan Telok VF area, namely (1) illegal logging, (2) area encroachment, (3) insufficient availability of resources
to manage and monitor plants, and (4) forest and land fires. Plant biodiversity management activities in the Pangkalan
Telok VF area that need to be carried out include boundary marking, internal and external outreach, prevention and
protection of plant biodiversity, further surveys of the population status of plant species, as well as coordination with
relevant agencies and the community. Plant biodiversity monitoring activities that need to be carried out include biodiversity
and plant density, the effectiveness of preventing and overcoming disturbances to plant biodiversity, and monitoring the
intensity of disturbances to plant biodiversity
Effectiveness of Extracts Sembung Rambat and Dark Septate Endophyte Fungus for the Biological Control at Meloidogyne incognita on Cucumber
Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) merupakan patogen tular tanah yang dapat menyerang berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hortikultura dan tanaman pangan. Pembentukan puru pada akar tanaman dapat mengganggu sistem penyerapan air dan unsur hara dari tanah melalui akar ke seluruh bagian tanaman, sehingga dapat menyebabkan penurunan hasil.
Sembung rambat (Mikania micrantha) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di sekitar lahan pertanian. Berdasarkan hasil analisis fitokimia daun sembung rambat mengandung 25 senyawa terpenoid yang telah diidentifikasi. Sembung rambat juga mengandung senyawa flavonoid dan fenol. Senyawa tersebut merupakan metabolit sekunder yang dapat dimanfatkan sebagai sarana pengendalian nematoda M. incognita pada tanaman mentimun.
Cendawan dark septate endophytes (DSE) merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengendalian nematoda Meloidogyne spp. Cendawan DSE telah diteliti dapat mengendalikan nematoda sista sereal (cereal cyst nematodes (CCN) dan Heterodera schachtii yang baru terbentuk yang berkembang pada akar tanaman inang. Cendawan DSE dapat mengkolonisasi telur nematoda dan menghasilkan senyawa bioaktif nematisida.
Pembuatan ekstrak sembung rambat dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Toksikologi Serangga Departemen Proteksi Tanaman, IPB. Penyiapan isolat cendawan DSE dan pengujian mortalitas nematoda secara in vitro dilakukan di Laboratorium Nematologi Tumbuhan Departemen Proteksi Tanaman, IPB. Analisis LC-MS/MS dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik Polri, Bogor. Pengujian keefektifan cendawan DSE dan sembung rambat terhadap M. incognita pada tanaman mentimun dilakukan di Rumah Kaca Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB.
Seluruh tahapan penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 5 kali ulangan. Data hasil pengamatan uji mortalitas di laboratorium diolah menggunakan analisis Probit program POLO PC dan dianalisis menggunakan ragam (annalysis of variance/ANOVA) dengan program SAS 9.1. Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut dengan uji Tukey.
Pengujian dilakukan secara in vitro dan in vivo yang terdiri dari perlakuan ekstrak sembung rambat, filtrat DSE, cendawan DSE, kombinasi ekstrak sembung rambat dan filtrat DSE, nematisida fluopiram dan kontrol. Pengujian in vitro dilakukan pengamatan terhadap mortalitas nematoda M incognita juvenil 2 (J2) sebanyak 50-60 ekor per unit. Pengamatan in vivo dilakukan setiap minggu selama lima minggu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk, bobot kering tajuk, panjang akar, bobot segar akar, bobot kering akar, jumlah bunga, bobot buah, jumlah buah mentimun, skoring puru dan jumlah puru akar pada akhir penelitian.
Hasil analisis LC-MS/MS menunjukan bahwa ekstrak sembung rambat mengandung senyawa nematisida usnic acid, salicylamide, isorhamnetin, trans-Calamene, ferruginol, dan nootkatone. Hasil uji mortalitas nematoda pada perlakuan ekstrak sembung rambat pada konsentrasi LC50 dan LC95 mencapai 45,35 dan 94,41%. Cendawan DSE dan filtrat DSE bersifat nematisidal dengan hasil uji mortalitas 62,04% dan 71,54%.
Perlakuan ekstrak sembung rambat, filtrat DSE dan cendawan DSE mampu meningkatkan pertumbuhan mentimun dengan tinggi tanaman 323,1 cm, 325,8 cm dan 317,3 cm serta bobot buah 267,20 g, 233,88g dan 246,42 g. Perlakuan yang sama dapat menekan intensitas penyakit M. incognita sebesar 32,59%, 45,92% dan 44,44% serta jumlah puru 49,80, 82,66 dan 75,40 puru/tanaman
PROCEEDING BOOK OF Tuna Talks Seminar: Interfacing Science and Management for Sustainable and Regenerative Tuna Fishery
The Tuna Talks 2023 entitled ‘Interfacing Science and Management for sustainable and
regenerative Tuna Fishery’. It is a scientific publication delivered from various assessments and
researches, containing 3 aspects of Lessons, i.e.: Fishery Resources, Socio-economic and
Governance related to tuna fisheries. Those have been discussed in this proceeding
The Effect of Partnership on Production and Income of Sugarcane Farmers in Malang Regency
Krebet Baru Sugar Factory has entered into a partnership with sugar cane
farmers in Malang Regency. Partnerships have a role in technical services and a
separate sugarcane purchasing process which causes differences in the production
and income of sugarcane farmers. Therefore, this research aims to analyze the effect
of partnerships on the production and income of sugar cane farmers in Malang
Regency. Respondents in this study were 70 sugar cane farmers consisting of 45
partner sugar cane farmers and 25 non-partner sugar cane farmers with a sampling
method, namely random sampling for partner farmers and snowball sampling
method for non-partner farmers. The analytical methods used are Income Analysis
and Multiple Linear Regression Analysis. The research results show that
partnerships do not have a significant effect on the production and income of sugar
cane farmers in Malang Regency. However, farmers who enter into partnerships
have higher average values for sugarcane production per hectare and income per
hectare than farmers who do not enter into partnerships.Pabrik Gula Krebet Baru telah melakukan kemitraan dengan petani tebu di
Kabupaten Malang. Kemitraan memiliki peran pada pelayanan teknis dan proses
pembelian tebu tersendiri yang menyebabkan perbedaan pada produksi dan
pendapatan petani tebu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh kemitraan terhadap produksi dan pendapatan petani tebu di Kabupaten
Malang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 petani tebu yang terdiri dari
45 petani tebu mitra dan 25 petani tebu non-mitra dengan metode penentuan sampel
yaitu random sampling untuk petani mitra dan metode snowball sampling untuk
petani non-mitra. Metode analisis yang digunakan yaitu Analisis Pendapatan dan
Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan
tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi dan pendapatan petani tebu
di Kabupaten Malang. Selain itu, petani yang melakukan kemitraan memiliki nilai
rata-rata yang lebih tinggi pada produksi tebu per hektare dan pendapatan per
hektare dibandingkan petani yang tidak melakukan kemitraan
Theoretical Basis of Political Economy Theories on State-Business Relations: An Integrated Literature Review
Teori-teori ekonomi politik menjadi salah satu pokok bahasan hubungan
negara dan bisnis perkembangan berkelanjutan. Penelitian bertujuan untuk
mengidentifikasi teori-teori yang berkembang dalam menganalisis hubungan
negara dan bisnis. Minimnya kajian ilmu ekonomi politik mengenai topik hubungan
negara dan bisnis membuka penelitihan terkait kajian dasar ilmu dari hubungan
negara dan bisnis. Penelitian ini akan memberikan pemahaman komprehensif
terkait teori yang relevan dalam hubungan negara dan bisnis. Metode yang
digunakan Kajian Literatur Terintegrasi dengan memanfaatkan pangkalan data
Scopus dan sumber relevan lainnya. Hasil dari penelitian ini teridentifikasi terdapat
35 teori yang membahas mengenai hubungan negara dan bisnis. Teori-teori tersebut
dilakukan analisis bibliometrik, yang kemudian akan dilakukan eksklusi teori.
Analisis menunjukan beberapa teori ditemukan kurang relevan dan mempersempit
fokus hanya pada 24 teori inti dari perspektif ekonomi politik.Political economy theories are a key topic in the study of the relationship
between the state and business in the context of sustainable development. This
research aims to identify the theories that have emerged in analyzing the
relationship between the state and business. The scarcity of political economy
studies on the topic of state-business relations opens the door for research related
to the foundational knowledge of this relationship. This study will provide a
comprehensive understanding of relevant theories within the state-business
relationship. The method used is an Integrated Literature Review, utilizing
databases such as Scopus and other relevant sources. The results of this research
identified 35 theories addressing the relationship between the state and business.
These theories were subjected to bibliometric analysis, followed by the exclusion
of certain theories. The analysis showed that several theories were found to be less
relevant, narrowing the focus to only 24 core theories from the perspective of
political economy