31665 research outputs found
Sort by
Peran TIK sebagai Media Komunikasi Pembangunan dalam Membangkitkan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Perempuan Pesisir di Jawa Barat
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang pesat di Indonesia, juga dibarengi dengan berkembangnya ekonomi kreatif. Pemerintah terus mendorong berkembangnya ekonomi kreatif sebagai salah satu pendapatan yang dapat meningkatkan taraf hidup. Perempuan pesisir juga ikut membantu ekonomi keluarga dengan membuat berbagai jenis olahan hasil tangkapan ikan. Namun realitasnya, perempuan pesisir yang telah sukses mempunyai produksi hasil tangkapan ikan, namun belum sepenuhnya menggunakan TIK khususnya internet secara sederhana dalam pemasaran produk mereka.
Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana peran TIK sebagai media komunikasi dalam pembangunan di Kabupaten Indramayu dan Sukabumi? (2) bagaimana pemanfaatan TIK oleh perempuan pesisir dan permasalahannya dalam membangkitkan ekonomi kreatif di Indramayu dan Sukabumi? (3) bagaimana model pemanfaatan TIK berbasis pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif? Penelitian bertujuan untuk (1) untuk menganalisis peran TIK sebagai media komunikasi dalam pembangunan di Kabupaten Indramayu dan Sukabumi; (2) untuk menganalisis pemanfaatan TIK oleh perempuan pesisir dan permasalahannya dalam membangkitkan ekonomi kreatif di Indramayu dan Sukabumi; (3) untuk menyusun model pemanfaatan TIK untuk kalangan perempuan pesisir yang disesuaikan dengan pemberdayaan perempuan berbasis konsep ekonomi kreatif.
Penelitian dilakukan di pesisir Jawa Barat khususnya di Kabupaten Indramayu (Pantai Utara) dan Kabupaten Sukabumi (Pantai Selatan) pada Bulan Oktober 2017-Januari 2018. Penelitian kualitatif dengan informan penelitian yang diambil secara purposive dengan kriteria yaitu perempuan pesisir di kedua kabupaten baik yang bekerja sebagai nelayan maupun bukan, baik yang suaminya bekerja sebagai nelayan maupun bukan nelayan, merupakan ibu rumah tangga dan terlibat dalam kegiatan ekonomi dalam hal pengelolaan ikan baik secara individu maupun kelompok. Pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam dan telaah dokumen ilmiah. Pengolahan data kualitatif melalui klasifikasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Selain pengolahan data kualitatif tersebut, software Nvivo 12 juga digunakan dalam menganalisis data kualitatif untuk mendapatkan gambaran pemahaman perempuan pesisir mengenai TIK dan ekonomi kreatif untuk menjawab tujuan penelitian kedua.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa TIK belum sepenuhnya dapat bermanfaat sebagai media komunikasi dalam pembangunan. Peran TIK sebagai media informasi pembangunan yang dilihat dari fungsi pengaja, fungsi kebijakan dan fungsi mengajar. Di Kabupaten Indramayu, fungsi penjaga dengan adanya Koran Lokal Mulih Harjo yang memberikan informasi pembangunan di Indramayu, maka di Sukabumi lebih maju dengan adanya aplikasi Sukabumi Smartcity yang bertujuan sebagai integritas data dan informasi yang diperlukan, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum dan luas, namun belum
sepenuhnya dapat dimanfaatkan dikarenakan beberapa konten aplikasi tersebut yang masih kosong. Fungsi kebijakan di Indramayu berupa top down dan bottom up yang telah diterjemahkan dalam kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Hal in dikarenakan tingkat pendidikan informan yang lebih tinggi dibandingkan informan di Sukabumi; sehingga fungsi kebijakan di Sukabumi masih bersifat top down. KIM menjadi sarana sebagai fungsi mengajar baik di Kabupaten Indramayu maupun Sukabumi. KIM dibentuk dengan harapan agar informasi pembangunan dapat diketahui secara luas dan kebijakan pembangunan selayaknya dari, oleh dan untuk rakyat.
Perempuan pesisir belum sepenuhnya memanfaatkan TIK terutama internet. Berdasarkan kompetensi literasi digital, maka informan masih berada pada tahap mengakses dan mengelola, belum sampai pada kemampuan mengintegrasi, mengevaluasi dan menciptakan. Tingkatan literasi digital, para informan belum dapat dikategorikan pada Level I menurut teori karena masih kurangnya keterampilan dan pengetahuan tentang internet. Peneliti bahkan meletakkan (menambahkan tingkatan) informan ini pada Level Dasar sebelum Level I. Hasil produktivitas ekonomi kreatif para perempuan tersebut belum mampu menjangkau pasar ekspor dan TIK tidak dimanfaatkan karena beberapa permasalahan yang ditemui antara lain keterbatasan atau masalah manajemen waktu, biaya internet yang relatif masih mahal, kurangnya keterampilan perempuan dan beban ganda perempuan itu sendiri. Pemahaman perempuan pesisir tentang TIK dan ekonomi kreatif, berdasarkan hasil analisis Nvivo 12 memperlihatkan bahwa informasi dan tik menjadi pemahaman perempuan yang ada di Kabupaten Indramayu dan Sukabumi. Ekonomi kreatif dipahami sebagai bandeng dan terasi untuk di Kabupaten Indramayu, sementara ikan dan abon di Kabupaten Sukabumi. Hal ini dikarenakan perbedaan produksi yang lebih khas untuk masing-masing daerah.
Perempuan pesisir yang menjadi informan penelitian ini belum semuanya memanfaatkan internet seperti media sosial dan aplikasi lainnya dalam memperluas pasarnya dan masih melakukan pemasaran secara tradisional, yaitu word of mouth (WOM). Hal ini dikarenakan permasalahan perempuan dalam mengakses internet yang sama yang terjadi di kedua kabupaten antara lain keterbatasan atau masalah manajemen waktu, tarif internet yang dirasa masih mahal, keterampilan, dan beban ganda perempuan, pendidikan yang rendah, serta faktor usia untuk di kabupaten Sukabumi yang sudah sangat sepuh sehingga rentan untuk mengetahui tentang TIK. Menariknya walaupun ada yang berpendidikan rendah namun informan ini telah mulai memanfaatkan media sosial seperti whatsapp untuk mempromosikan hasil produksinya. Realitasnya, tingkat literasi digital perempuan pesisir di Kabupaten Indramyu dan Sukabumi yang menjadi informan dalam penelitian masih rendah.
Model pemanfaatan TIK berbasis pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif merupakan model input, proses, output dan outcome dengan feedback. Model ini diharapkan dapat memberikan arah dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam akses dan kontrol terhadap sumberdaya dan potensi pesisir yang ada, sehingga akan meningkatan pengetahuan, keterampilan literasi digital dan pemanfaatan TIK guna penguatan ekonomi perempuan pesisir
Faktor-Faktor Penyebab Longsor di Wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi
Longsor adalah pergerakan massa batuan, tanah, atau puing pada lereng akibat stabilitas lereng yang rendah. Stabilitas lereng dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor statis maupun faktor dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan faktor-faktor penyebab longsor di wilayah Bogor, Cianjur dan Sukabumi.
Penelitian ini diawali dengan memetakan longsor pada peta kelas kemiringan lereng, jenis tanah, geologi, gempa bumi, penggunaan lahan, dan distribusi spasial curah hujan untuk mengetahui sebaran ruang longsor di wilayah studi dan Cekungan Air Tanah. Sebaran ruang longsor juga digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik longsor menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, dan sebagai dasar pemilihan lokasi longsor untuk pemeriksaan lapang. Pemeriksaan lapang dilakukan untuk memverifikasi koordinat lokasi longsor, kemiringan lereng, kedalaman solum tanah, dan observasi lapang penggunaan lahan. Data investigasi lapangan dan informasi peta jenis tanah, jenis batuan, dan data gempa bumi digunakan untuk membangun model hubungan antar faktor penyebab longsor permukaan-dangkal menggunakan regresi logistik multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 2015-2019 sebanyak 1284 longsor, dominan terjadi pada zona pelepasan Cekungan Air Tanah, jenis tanah sub grup Typic Dystrudepts, formasi geologi Older Deposits dan Alluvium Fans, penggunaan lahan permukiman, dan gempa dengan magnitude lebih dari 3.1 SR. Tingkat akurasi analisis sebesar 62%. Sebanyak 149 kejadian longsor yang diamati di lapangan terjadi pada kemiringan lereng >47% dan pada penggunaan lahan yang dipengaruhi oleh kegiatan manusia, yaitu budidaya tanaman, kegiatan konstruksi, pembuatan jalan, saluran, dan kolom. Periode geologi, jenis tanah ordo Entisol dan Inceptisol, gempa bumi terutama magnitude tinggi, dan kemiringan lereng merupakan faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap longsor dangkal. Jenis penggunaan lahan tidak berpengaruh nyata terhadap longsor dangkal
Review: Dampak Pemanenan Hutan terhadap Komunitas Serangga Terbang.
Pemanenan hutan mempengaruhi keanekaragaman hayati, termasuk
serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kegiatan
pemanenan hutan dengan melakukan tinjauan yang sistematis (systematic review)
terhadap beberapa penelitian yang menggunakan serangga terbang sebagai
indikator dampak pemanenan. Sebanyak 50 artikel yang ditemukan mencangkup
hampir 28 tahun tersebar pada hutan tropis, hutan iklim sedang, dan hutan boreal.
Sejumlah kelompok serangga terbang, seperti Lepidoptera, Coleoptera,
Hymenoptera, Diptera, Heteroptera, Hemiptera, Odonata, dan Orthoptera yang
terpengaruh terhadap penebangan. Dampak dari pemanenan berpotensi
menurunkan kekayaan spesies (16,84%), kelimpahan individu (17,77%) dan
keanekaragaman serangga terbang (10,99%). Sistem tebang pilih tidak
menunjukkan pengaruh nyata terhadap komunitas serangga terbang, sebaliknya
tebang habis mengubah komunitas serangga terbang
Rancang Bangun Pemanfaatan Energi Gelombang Laut
Energi gelombang laut merupakan salah satu sumber energi terbarukan. Sumber energi di Indonesia sangat banyak namun tidak dimanfaatkan lebih dalam. Salah satu penyebab utama kurangnya pemanfaatan energi gelombang adalah karena kurangnya pembiayaan untuk merealisasikan ide tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuat rancang bangun pemanfaatan energi gelombang laut yang dapat digunakan dalam skala kecil. Tujuan penelitian ini adalah membuat prototipe pemanfaat energi gelombang laut yang dapat digunakan dalam skala kecil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2019. dst...
Evaluasi Usabilitas pada Sistem Informasi dan Manajemen Tugas Akhir (SIMETA) Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor
Sistem Informasi dan Manajemen Tugas Akhir (SIMETA) dibangun sebagai
sarana untuk menyediakan dan melayani seluruh tahapan tugas akhir mahasiswa
Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA IPB secara online, dan memudahkan
bagian akademik Program Studi S1 Ilmu Komputer FMIPA IPB dalam melakukan
digitalisasi data tugas akhir untuk proses manajerial dan pemantauan. Modul fungsi
SIMETA dikembangkan sesuai dengan tahapan-tahapan tugas akhir yaitu:
pengajuan topik, penentuan dosen pembimbing, bimbingan, kolokium, praseminar,
seminar, sidang, dan penerbitan Surat Keterangan Lulus. Evaluasi usabilitas pada
SIMETA bertujuan untuk mengukur kesesuaian sistem dengan kebutuhan
pengguna. Responden dalam penelitian ini adalah 7 orang mahasiswa Program
Studi S1 Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor yang sedang melaksanakan tugas
akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan one-to-one usability testing dengan
kuesioner PSSUQ. Evaluasi ini memberikan hasil berupa tingkat efektivitas sebesar
42.11% dan tingkat kepuasan 77.57%
Asosiasi Single Nucleotide Polymorphism dan Fenotipe pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 Menggunakan Algoritme Genetika dan CatBoost
Karakteristik biologis yang unik pada precision medicine didapat dari
beberapa data omics antara lain pharmacogenomics. Data pharmacogenomics dapat
membantu proses diagnosis dan pengobatan pasien yang memiliki suatu penyakit
yang kompleks dengan memilih obat dan dosis yang tepat. Salah satu contoh
penyakit kompleks adalah Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM). Berlimpahnya
ketersediaan data seperti data single nucleotide polymorphism (SNP) yang dapat
digunakan sebagai biomarker untuk melakukan suatu penelitian dengan data
fenotipe. Penelitian ini melakukan asosiasi SNP dan fenotipe pada penyakit T2DM
menggunakan algoritme genetika dan CatBoost. Terdapat dua hasil seleksi dari tiga
percobaan yang dilakukan. Salah satu hasilnya adalah pada percobaan ketiga ada
sebanyak 4 SNP dengan nilai MSE 0.06335. Dari hasil seleksi tersebut terdapat
kandidat protein ABCC8, AFF3, CAP2, FAF1. AFF3 dan CAP2 tidak memiliki
asosiasi dengan penyakit T2DM berdasarkan informasi MGI dan studi literatur.
AFF3 berasosiasi dengan T1DM dan CAP2 memiliki asosiasi dengan penyakit lain
yang beresiko menyebabkan penyakit T2DM seperti kelainan pada adiposit
Identifikasi Keragaman Single Nucleotide Polymorphism (SNP) Ekson 2.1 Gen PLAG1 pada Sapi Pedaging
Gen Pleomorphic Adenoma Gene 1 (PLAG1) adalah salah satu gen yang mengendalikan sifat-sifat pertumbuhan pada sapi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keragaman Single-Nucleotide Polymorphism (SNP) daerah ekson 2.1 gen Pleomorphic Adenoma Gene 1 (PLAG1) pada sapi bali, sapi peranakan ongol (PO) dan sapi limosin dengan metode direct-sequencing. Sampel darah yang digunakan yaitu 46 sampel yang terdiri atas 29 sampel sapi bali, 9 sampel sapi PO dan 8 sampel sapi limosin. Analisis data yang dilakukan yaitu perhitungan frekuensi genotipe dan alel, nilai heterosigositas, dan keseimbangan Hardy-Weinberg (uji chi-square). SNP c.1186 C>T dan c.1420 G>A pada sapi PO dan semua SNP pada sapi bali bersifat polimorfik dengan keragaman yang rendah sedangkan SNP c.1033 C>G, c.1036 A>G, c.1067 G>A dan c.1492 A>G sapi PO dan semua SNP sapi limosin yang diteliti bersifat monomorfik. SNP yang ditemukan dalam penelitian ini mengubah susunan asam amino SNP c.1033 C>G his>gln dan SNP c.1067 G>A glu>lys. Keseimbangan Hardy-Weinberg gen PLAG1 dalam kadaan seimbang pada SNP c.1420 G>A sapi bali dan PO serta SNP c.1033 C>G dan c.1067 G>A pada sapi bali. SNP c.1186 C>T sapi bali dan sapi PO serta SNP c.1036 A>G, c.1186 C>T dan c.1492 A>G pada sapi bali tidak dalam keseimbangan Hardy-Weinberg
Partisipasi Petani dalam Hutan Kemasyarakatan dan Kontribusi Terhadap Pendapatan Rumah Tangga
HKm Batu Bapayuang merupakan salah satu kawasan hutan yang sudah dikelola
masyarakat Nagari Latang Kabupaten Sijunjung melalui skema Perhutanan Sosial.
Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi, dan partisipasi masyarakat dalam
kegiatan HKm, serta menghitung kontribusi HKm terhadap pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tingkat persepsi
dan partisipasi masyarakat pengelola HKm Batu Bapayuang yang tergabung
sebagai anggota KTH (Kelompok Tani Hutan) lebih tinggi dibandingkan
masyarakat yang tidak menjadi anggota KTH (non KTH). Kontribusi HKM
terhadap pendapatan rumah tangga anggota KTH dan non KTH masing-masing
adalah 38,12% dan 38,55%. Berdasarkan garis kemiskinan Sajogyo, masyarakat
pengelola HKm Batu Bapayuang tergolong penduduk yang tidak miskin.
Karakteristik umur dan jumlah tanggungan keluarga berkorelasi dengan persepsi,
sedangkan pendidikan berkorelasi dengan partisipasi. Selain itu persepsi
berkorelasi dengan partisipasi. Adapun partisipasi berkorelasi dengan tingkat
pendapatan masyarakat
Evaluasi Periode Pemberian Pakan Mengandung Daun Kayu Manis Cinnamomum burmannii terhadap Kualitas Daging Ikan Nila Oreochromis niloticus
Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan nila dalam bentuk fillet beku menjadi salah satu produk andalan yang telah banyak diekspor ke luar negeri. Tekstur ikan menjadi salah satu indikator kualitas fillet yang layak dan tidaknya untuk diekspor. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tekstur fillet ikan nila dapat dilakukan dengan menambahkan tepung daun kayu manis ke dalam pakan.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode waktu pemberian tepung daun kayu manis yang tepat yang dapat meningkatkan kualitas daging dan kinerja pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini terdiri dari lima perlakuan dengan menggunakan periode waktu pemberian tepung daun kayu manis sebelum panen yang masing-masing perlakuan terdiri dari kontrol (tanpa pemberian tepung daun kayu manis selama 60 hari), 15H (pemberian 15 hari sebelum panen), 30H (pemberian 30 hari sebelum panen), 45H (pemberian 45 hari sebelum panen), dan 60H (pemberian 60 hari sebelum panen). Ikan nila merah berukuran 30,23±0,15 g/ekor sebagai hewan uji dengan kepadatan 20 ekor/hapa dengan hapa berukuran 3×2×1,5 m3. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari secara at satiation. Parameter yang diukur meliputi kualitas daging fillet (tekstur dan warna), proksimat daging ikan nila, kinerja pertumbuhan meliputi bobot akhir (Bt), jumlah konsumsi pakan (JKP), laju pertumbuhan harian (LPH), efisiensi pakan (EP), retensi protein (RP) dan retensi lemak (RL), proksimat tubuh, HSI, analisis kimia hati (glikogen), dan biokimia darah (kolesterol, trigliserida, dan HDL),
Hasil uji kualitas fillet ikan nila menunjukkan bahwa pemberian pakan mengandung tepung daun kayu manis selama 30-60 hari mampu meningkatkan tekstur daging ikan nila. Kualitas warna daging ikan uji yang diberi pakan mengandung tepung daun kayu manis tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan. Namun penambahan pakan mengandung tepung daun kayu manis memengaruhi kualitas nutrien daging ikan nila.
Hasil uji komposisi proksimat lemak dan kadar air tubuh ikan nila menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kayu manis berbeda nyata antar perlakuan. Pada nilai lemak, perlakuan 45H dan 60H mengalami penurunan kadar lemak kasar 14,19% dan 14,66% dibanding kontrol. Pemberian tepung daun kayu manis juga mampu menurunkan kadar air pada perlakuan 30H, 45H, dan 60H dengan nilai masing-masing 5,4%; 6,23%; dan 6,55% lebih rendah dibanding kontrol.
Pemberian tepung daun kayu manis selama periode waktu tertentu menunjukkan nilai jumlah konsumsi pakan yang tidak berbeda nyata, namun pada perlakuan 60H pemberian tepung daun kayu manis mampu meningkatkan biomassa tertinggi yaitu 3854,3 g lebih tinggi dibanding kontrol.
Nilai glikogen hati perlakuan 30H, 45H, dan 60H memiliki nilai yang sama, namun lebih tinggi 12,90% dibanding kontrol. Nilai HSI ikan dengan penambahan tepung daun kayu manis ke dalam pakan pada perlakuan 45H dan
60H memberikan hasil yang lebih rendah dengan nilai masing-masing 22,98 dan 24,13% dibanding kontrol. Uji biokimia darah secara kuantitatif menunjukkan nilai kolesterol berada pada kisaran 133,0-187,0 mg dL-1, trigliserida 146,7-289,0 mg dL-1, dan nilai HDL 80,00-88,00 mg dL-1. Perlakuan 60H memberikan nilai HDL yang lebih baik antar semua perlakuan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk pemberian pakan mengandung daun kayu manis selama periode waktu 30 hari sebelum panen mampu meningkatkan kualitas daging, namun kinerja pertumbuhan yang lebih baik diperoleh pada pemeliharaan 60 hari
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Petani dalam Penggunaan Kartu Tani di Kabupaten Blora
Program Kartu Tani merupakan inovasi yang dibuat pada tahun 2015 untuk menjamin distribusi pupuk bersubsidi sesuai asas enam tepat (jumlah, jenis, waktu, mutu, harga, tempat) dan memberikan layanan perbankan terintegrasi bagi petani. Pada Februari 2019, sekitar 140 000 Kartu Tani telah terdistribusi di Kabupaten Blora tetapi penggunaanya hanya berkisar 16 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan persepsi petani terhadap Kartu Tani sekaligus faktor-faktor yang memengaruhi keputusan penggunaannya. Penelitian ini melibatkan 75 petani pengguna Kartu Tani dan 65 petani nonpengguna Kartu Tani. Analisis data menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden kurang memiliki pengetahuan mengenai Kartu Tani. Responden memiliki persepsi yang baik terhadap Kartu Tani kecuali pada sebagian atribut manfaat, penyusunan RDKK, dan kemudahan penggunaan. Umur berpengaruh signifikan secara negatif pada keputusan penggunaan Kartu Tani, sementara pengalaman usahatani, tingkat pengetahuan, dan tingkat persepsi berpengaruh signifikan secara positif terhadap keputusan penggunaan Kartu Tani