31665 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Tepung Ubi Banggai (Dioscorea sp) dan aplikasinya pada beras analog
Indonesia memiliki berbagai jenis umbi-umbian sumber karbohidrat yang dapat
dimanfaatkan sebagai alternatif makanan pokok. Salah satu diantaranya adalah Ubi
Banggai yang berasal dari Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Sejauh ini pemanfaatan Ubi Banggai hanya sebatas sebagai makanan pokok masyarakat
setempat dan diolah untuk produk keripik untuk dijual. Pengolahannya sebagai
bahan baku industri masih terbatas. Informasi karakteristik Ubi Banggai diperlukan
untuk mengetahui aplikasinya secara lebih luas, sehingga penelitian ini dilakukan.
Salah satu aplikasi Ubi Banggai adalah dalam bentuk tepung Ubi Banggai yang
berpotensi untuk diolah menjadi beras analog.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tepung Ubi Banggai dari lima
varietas ubi Banggai (ubi harum, ubi banggai, ubi pasus, ubi doso dan ubi penus) dan
memgaplikasinnya dalam pembuatan beras analog. Penelitian terdiri dari tahap
karakterisasi tepung ubi Banggai, dan karakterisasi beras analog yang dihasilkan.
Karakterisasi tepung terdiri dari analisis proksimat, total pati, kadar amilosa, kadar
amilopektin, profil gelatinisasi pati, total fenol, aktivitas antioksidan dan warna. Beras
analog yang diproses dengan menggunakan metode hot extrusion dikarakterisasi dari
kadar air, total fenol, aktivitas antioksidan, densitas kamba, waktu pemasakan dan
bobot seribu butir.
Karakteristik fisikokimia kelima varietas tepung ubi banggai bervariasi. Ubi
banggai memiliki kadar air (12.21-12.74%), kadar abu (1.9-2.4%), kadar protein (9.19-
10.25%), kadar lemak (0.66-2.97%), dan kadar karbohidrat (73.038-74.867%). Ubi
Banggai mengandung pati cukup tinggi (65.38-68.40% bk) dengan kadar amilosa yang
tinggi (38.96-45.09% bk). Tepung ubi banggai memiliki total fenol berkisar 30.48-
116.90 mg GAE/100 g, serta menunjukkan aktivitas antioksidan berdasarkan persen
inhibisi antioksidan DPPH (58.71-89.50%).
Profil gelatinisasi menunjukkan bahwa kelima tepung ubi banggai menunjukkan
suhu awal gelatinisasi yang tinggi (82.5-83.7oC), memiliki puncak viskositas dan
mengalami breakdown pada fase pemanasan, serta mengalami viskositas setback dan
memiliki viskositas akhir yang berbeda-beda selama fase pendinginan. Kelima varietas
tepung ubi banggai juga memiliki intensitas warna yang berbeda yang dapat
disebabkan perbedaan kandungan pigmen dari masing-masing ubi.
Total fenol dan aktivitas antioksidan beras analog dari ubi harum mengalami
peningkatan, sedangkan beras analog dari empat varietas lainnya (ubi Banggai, ubi
Pasus, ubi Doso dan ubi Penus) mengalami penurunan. Densitas kamba beras analog
dari ubi Banggai (0.47-0.56 g/mL) dengan waktu pemasakan yang cukup lama (19 –
22 menit)
Sikap Peternak Sapi Perah di Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK), Kabupaten Bogor Terhadap Pengendalian Brucellosis
Sikap peternak memainkan peran penting dalam pencegahan dan
mengendalikan brucellosis pada sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tingkat sikap peternak sapi perah dan faktor-faktor yang
mempengaruhi sikap peternak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
data sekunder dari penelitian sebelumnya mengenai Brucellosis 2018 di Kawasan
Usaha Peternakan (KUNAK), Kabupaten Bogor yang dilakukan oleh Fakultas
Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor dan Dinas Perikanan dan Peternakan
Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan di KUNAK, Kabupaten Bogor dengan
65 responden untuk mengidentifikasi sikap peternak terhadap brucellosis dengan
metode cross sectional. Data yang dikumpulkan serta dianalisis secara deskriptif
dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengunakan uji chi square
test dalam menentukan hubungan antara faktor risiko yang mempengaruhi tingkat
sikap peternak sapi perah dan uji odds ratio (OR) digunakan untuk menentukan
kekuatan pengaruh tingkat sikap peternak sapi perah. Berdasarkan penelitian ini,
mayoritas peternak (77%) menunjukkan sikap positif terhadap brucellosis.
Peternak menunjukkan sikap positif mengenai brucellosis terutama dalam
penyebab (83,1%), penularan (60%) dan gejala klinis (60%). Faktor risiko yang
mempengaruhi sikap peternak adalah pengetahuan, riwayat aborsi dan riwayat
vaksinasi yang menunjukkan nilai signifikansi terhadap sikap peternak sapi perah.
Tingkat sikap peternak sapi perah dapat ditingkatkan melalui penyuluhan oleh
layanan dokter hewan secara langsung ketika melakukan vaksinasi dan
pengendalian aborsi
Penerapan Model Regresi Spasial Terhadap Kasus Pernikahan Dini di Provinsi Jawa Barat tahun 2016
Pada tahun 2016, pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur masih
tergolong tinggi di Indonesia. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi
dengan kasus pernikahan di bawah umur yang tinggi di Indonesia. Peta tematik
pada data ini menunjukkan bahwa lokasi yang berdekatan mempunyai nilai yg
mirip dan nilai indeks Moran yang bernilai signifikan. Sehingga model statistik
yang sesuai untuk kasus ini adalah model spasial. Tujuan dari penelitian ini adalah
menerapkan analisis regresi spasial untuk menentukan prediktor yang
mempengaruhi persentase kasus pernikahan di bawah umur di Provinsi Jawa
Barat pada tahun 2016. Data yang digunakan adalah persentase wanita yang
memiliki usia pernikahan pertama di bawah 16 tahun dengan lima prediktor yang
diperkirakan dapat mempengaruhi jumlah kasus tersebut. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa model spasial durbin (SDM) merupakan model terbaik,
dengan prediktor yang signifikan adalah persentase wanita yang pernah hamil di
usia remaja dan persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Prediktor
yang mempunyai efek depedensi spasial yang signifikan adalah persentase
penduduk miskin dan persentase penduduk dengan tingkat pendidikan tertinggi
sekolah dasar
Kapasitas Antioksidan, Anti Lipase, dan Anti Kolesterol Esterase dari Bubuk Sari Buah Citrus maxima kultivar Nambangan
Pamelo (Citrus maxima) kultivar Nambangan dibudidayakan di daerah Magetan, Jawa Timur. Kandungan flavonoid utama pada pamelo adalah neohesperidin, hesperidin, flavon, dan narirutin. Dikarenakan kandungan polifenol, flavonoid, dan vitamin C, maka pamelo memiliki nutrisi dan kaya akan zat antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa intervensi dengan sari buah pamelo menurunkan kadar LDL, trigliserida, dan kolesterol tikus hiperkolesterolemia. Meskipun memiliki kandungan fitokimia tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan, konsumsi pamelo masih tergolong rendah karena rasanya yang pahit dan asam. Pamelo memiliki kandungan air yang tinggi dan buah musiman dengan masa simpan pendek pada suhu ruang. Produk berbentuk bubuk dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tersebut, sehingga mikroenkapsulasi dengan pengeringan semprot dapat menjadi alternatif proses yang digunakan.
Bubuk buah lebih praktis dan lebih stabil untuk ditawarkan ke konsumen. Namun, proses yang digunakan untuk mendapatkan bubuk harus memperhatikan kandungan bioaktif pada buah dan menghasilkan karakteristik fisikokimia yang baik. Bubuk sari buah pamelo (C.maxima) kultivar Nambangan diperoleh dari pengeringan semprot dengan penambahan bahan penyalut (maltodekstrin/MD DE12 dan gum arab/GA) dari empat perlakuan (10:0, 9:1, 8:2, dan 7:3 MD/GA) sebesar 15% w/v bahan penyalut/sari buah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi bahan penyalut maltodekstrin dan gum arab yang mampu menghasilkan bubuk sari buah C.maxima kultivar Nambangan dengan karakteristik fisikokimiawi yang baik, menguji kapasitas antioksidan, total fenolik, flavonoid, dan vitamin C bubuk dan menguji potensi hipolipidemik secara in vitro melalui pengukuran kapasitas inhibisi lipase pankreatik dan inhibisi kolesterol esterase pankreatik dari bubuk sari buah yang dihasilkan. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi GA yang ditambahkan, rendemen menurun. Penampakan morfologi dari hasil uji SEM menunjukkan bahwa keempat perlakuan mampu mengenkapsulasi material aktif. Bubuk yang dihasilkan dari keempat perlakuan berukuran nanometer. Ekstrak metanol air dari bubuk 7:3 MD/GA memiliki kapasitas antioksidan, kandungan total fenolik, total flavonoid dan vitamin C tertinggi dibandingkan bubuk perlakuan lainnya. Nilai IC50 ekstrak bubuk sari buah jeruk pamelo berkisar antara IC50 211.42 – 308.40 μg/mL terhadap lipase pankreatik dan 934.19 – 1352.05 μg/mL terhadap kolesterol esterase dimana IC50 terendah dihasilkan oleh ekstrak sari buah jeruk pamelo dari bubuk 7:3 MD/GA. Ekstrak metanol air (80:20) dari bubuk sari buah jeruk pamelo memiliki kemampuan lebih tinggi dalam menghambat lipase pankreatik dibanding menghambat kolesterol esterase
Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara (Periode Tahun 2014 – 2018).
Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu daerah yang menjalankan Otonomi, jika dilihat dari nilai derajat desentralisasi fiskal yaitu rasio antara pendapatan asli daerah dengan total pendapatan daerah yang merupakan ukuran tingkat kemandirian daerah menunjukkan bahwa rata-rata derajat desentralisasi fiskal pada tahun 2014 – 2018 sebesar 49,05%, dapat disimpulkan bahwa desentralisasi fiskal di provinsi Sumatera Utara dikategorikan dalam tingkatan baik artinya tingkat kemandirian keuangan di Provinsi Sumatera Utara sudah dikategorikan mandiri namun, permasalahan kemiskinan belum dapat terselesaikan. Data yang digunakan adalah 33 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara dengan periode tahun 2014 – 2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dan Random Effect Model (REM). Hasil estimasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Desentralisasi fiskal yang diukur dengan Derajat Desentralisasi Fiskal memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Faktor lain yang memengaruhi kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara adalah Rata-rata lama sekolah, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Tingkat Literasi Keuangan Syariah Pada Mahasiswa Muslim di Bogor
Mahasiswa merupakan salah satu target sasaran dari kegiatan edukasi keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa Muslim di Bogor. Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat literasi keuangan syariah mahasiswa dan (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah mahasiswa. Faktor-faktor yang dianalisis yaitu jenis kelamin, universitas, Indeks Prestasi Semester (IPK), sumber informasi dan religiusitas. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah mahasiswa Muslim di Bogor adalah sebesar 50.2% dan tergolong sufficient literate. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap literasi keuangan syariah mahasiswa Muslim di Bogor adalah jenis kelamin dan universitas
Korelasi Kualitas Air Dan Kinerja Produksi Pada Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Pesisir Sukabumi
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas udang budidaya dengan total produksi 488.019 ton pada tahun 2016 di Indonesia. Udang vaname dibudidaya dengan sistem semi intensif hingga super intensif sehingga keberhasilan budidaya sangat bergantung kepada kondisi lingkungan. Benih udang yang digunakan berukuran PL10 dan dipelihara dengan padat tebar 160 ekor/m2. Benih tersebut dipelihara selama 66 hingga 91 hari. Parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu, pH, DO, TAN, nitrit, nitrat, ammonium, phospat, kalsium, magnesium, CO3, HCO3, TOM, dan plankton. Sampling bobot udang dilaksanakan dengan frekuensi 7 hari sekali. Tingkat kelangsungan hidup didapat dengan membagi jumlah udang total yang dipanen per kolam dibagi dengan jumlah udang yang ditebar per kolam dengan satuan %. Berdasarkan hasil panen, TKH tertinggi pada tambak 7 yaitu 100,6 %, PBH tertinggi pada tambak 4 yaitu 0,276 g/hari, RKP tertinggi pada tambak 6 yaitu 1,177, Kinerja produksi total tertinggi pada tambak 2 dengan produktivitas 29.690 kg/Ha, dan tambak 5 memiliki kinerja produksi yang terendah dengan 10.972 kg/Ha. Analisis yang digunakan yaitu regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap Pertumbuhan Bobot Harian (PBH) yaitu pH, CO3, Ca, dan Mg sedangkan parameter kualitas air yang berpengaruh terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup (TKH) yaitu pH, DO, dan CO3
Hubungan Kualitas Diet, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta Status Gizi pada Mahasiswa PPKU IPB
Kebutuhan energi dan zat gizi pada usia remaja meningkat karena
pertumbuhan ukuran tubuh dan perkembangan seksual. Makanan beraneka ragam
yang dikonsumsi dapat memenuhi kecukupan gizi. Perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) merupakan perilaku pencegahan oleh individu atau keluarga dari
berbagai penyakit. Penyakit infeksi jika terlalu sering terjadi akan menghambat
penyerapan zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara
kualitas diet, PHBS, serta status gizi pada mahasiswa PPKU IPB. Desain
penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah contoh 95 orang. Contoh
dalam penelitian ini yaitu PPKU IPB. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-
November 2019 di Asrama PPKU IPB. Sebagian besar contoh memiliki
pengetahuan gizi sedang (44.2%), pengetahuan PHBS tinggi (81.1%), sikap
PHBS tergolong tinggi (95.8%), dan praktik PHBS sedang (65.3%). Instrumen
untuk mengukur konsumsi dan kualitas pangan yaitu food recall 2x24 jam dan
IGSK-60. Sebagian besar konsumsi pangan contoh tergolong kurang, baik dilihat
dari tingkat kecukupan energi (68.4%), protein (84.2%), lemak (72.6%), dan
karbohidrat (50.5%). Sebagian besar kualitas diet contoh menggunakan IGSK-60
yaitu tergolong kurang (48.4%). Sebagian besar contoh memiliki status gizi
normal (86.3%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p=0.487) antara
kualitas diet dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan
(p=0.165) antara praktik PHBS dengan status gizi
Analisis Perkembangan Kakao dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Biji Kakao di Indonesia
Produksi biji kakao di Indonesia yang tinggi tidak disertai pengolahan melainkan dijadikan sebagai ekspor. Mulai tahun 2010 volume ekspor biji kakao Indonesia mengalami penurunan. Penurunan ini diduga disebabkan berkembangnya industri pengolahan kakao. Permintaan biji kakao oleh industri pengolahan merupakan permintaan turunan. Konsumsi biji kakao sebagai bentuk permintaan biji kakao dari industri pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsumsi biji kakao dan menganalisis faktor yang memengaruhi permintaan kakao di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder 2004 hingga 2018. Data diolah menggunakan software Microsoft excel dan E-Views 9 dengan metode analisis Ordinary Least Square. Hasil menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi biji kakao Indonesia berfluktuasi sedangkan ekspor mengalami penurunan. Turunnya ekspor biji kakao di Indonesia disebabkan oleh adanya penerapan kebijakan bea keluar untuk biji kakao sehingga meningkatkan konsumsi biji kakao domestik untuk industri pengolahan. Permintaan biji kakao oleh lemak kakao dan bubuk kakao signifikan dipengaruhi oleh jumlah perusahaan pengolahan kakao
Simulasi Dinamika Opini Pemilih Pada Pemilihan Umum dengan Agent-Based Modeling: Analisis Konektivitas Antar-agen
Agent-based modeling adalah teknik pemodelan yang dapat memodelkan suatu fenomena yang kompleks dengan memanfaatkan karakteristik agen dan interaksi antar-agen. Dinamika opini pemilih pada pemilihan umum merupakan suatu fenomena kompleks yang dapat dianalisa pola interaksinya. Penelitian ini bertujuan memodelkan individu pemilih sebagai agen yang berinteraksi antar sesamanya untuk mengetahui dinamika pilihan pemilih selama masa pra-kampanye hingga mendekati waktu pemilihan menggunakan teknik agent-based modeling. Model ini juga dirancang untuk dapat memodelkan secara nyata fenomena dinamika elektabilitas pilihan pada pemilihan umum. Variabel yang divariasikan adalah konektivitas antar-agen untuk mengetahui pengaruh tingkat konektivitas terhadap pola dinamika opini pemilih. Untuk membantu menganalisis karakteristik fisis model dinamika opini digunakan metode perhitungan entropi shannon