Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Induksi Pematangan Gonad Belut Sawah Monopterus albus Betina dengan Penyuntikan Oodev

    No full text
    Produksi belut sawah Monopterus albus masih bergantung dari hasil tangkapan, sedangkan untuk budidaya masih terkendala pada penyediaan induk yang matang gonad. Pematangan gonad dapat diinduksi dengan manipulasi hormonal menggunakan oocyte developer (Oodev). Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas penyuntikan Oodev dosis berbeda pada pematangan gonad belut sawah Monopterus albus betina. Rancangan acak lengkap terdiri dari tiga perlakuan yaitu penyuntikan dengan Oodev dosis 0,5 mL kg-1 bobot dan 1 mL kg-1 bobot serta penyuntikan dengan NaCl 0,9% 1 mL kg-1 bobot sebagai kontrol. Belut yang digunakan sebanyak 72 ekor dengan rata-rata bobot 27 ± 2,12 g dan rata-rata panjang 32 ± 1,31 cm. Penyuntikan dilakukan 5 kali dengan selang waktu penyuntikan 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan induksi pematangan gonad belut sawah dengan penyuntikan Oodev dosis 0,5 mL kg-1 dapat menghasilkan kebuntingan 100% pada penyuntikan kelima dengan tingkat kematangan gonad III, rata-rata indeks hepato somatik 2,47 ± 0,06% dan indeks gonado somatik 0,79 ± 0,06% serta kelangsungan hidup 95,83%

    Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Organik dan Non Organik di Desa Pringkasap Kabupaten Subang

    No full text
    Pertanian organik sebagai salah satu pertanian alternatif terus berkembang di Indonesia, termasuk pertanian padi organik. Meskipun demikian, pengembangan usahatani padi organik tersebut masih menghadapi banyak tantangan seperti minat berusahatani organik yang masih rendah karena mempertimbangkan apakah usahatani organik lebih menguntungkan dibandingkan usahatani padi non organik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani padi organik dan non organik. Penelitian ini menggunakan data primer dari 30 petani organik dan non organik di Desa Pringkasap Kabupaten Subang yang diperoleh dengan menggunakan metode sensus untuk petani organik dan purposive sampling untuk petani non organik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, R/C rasio usahatani sedangkan untuk analisis perbandingan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani padi organik di Desa Pringkasap lebih menguntungkan dengan total pendapatan lebih tinggi daripada usahatani padi non organik. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa usahatani padi organik di Desa Pringkasap lebih efisien biayanya dilihat dari nilai R/C yang lebih tinggi dari usahatani padi non organik

    Pertumbuhan Sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes) Umur 14 Bulan dan Produktivitas Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas IPB 9G dalam Agroforestri

    No full text
    Falcataria moluccana dikenal dengan nama sengon merupakan salah satu jenis pionir serbaguna yang sangat penting di Indonesia. Sementara itu padi gogo (Oryza sativa) merupakan padi yang dapat tumbuh di lahan kering. Sistem agroforestri dapat menjadi cara untuk mengombinasikan padi dan sengon agar dapat ditanam dalam satu lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertumbuhan sengon solomon F1, sengon solomon F2, dan sengon lokal serta menganalisis produktivitas padi gogo di bawah naungan sengon pada jalur tanam 1.5 m x 1.5 m dan 3 m x 1.5 m dalam agroforestri. Analisis data dilakukan dengan pengujian sidik ragam pada taraf 0.05% dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan pertumbuhan tinggi sengon memiliki nilai yang tinggi pada sengon lokal sedangkan pertumbuhan diameter dan luas tajuk menunjukkan nilai yang tinggi pada sengon solomon F1, sementara itu pertumbuhan padi gogo varietas IPB 9G memiliki nilai yang tinggi pada parameter tinggi padi, jumlah anakan, panjang malai, bobot isi, bobot hampa, dan produktivitas di bawah naungan sengon lokal dengan jarak tanam 3 m x 1.5 m

    Strategi Pengembangan Kambing di Kabupaten Bogor Berbasis Hijauan Pakan dengan Metode Swot

    No full text
    Sektor Peternakan kambing di Kabupaten Bogor sangat berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor eksternal dan faktor internal yang berpengaruh di peternakan kambing Kabupaten Bogor serta strategi pengembangan dan rekomendasi program kerja melalui analisa SWOT. Prosedur penelitian terdiri dari pengambilan data sekunder dan primer. Pengambilan data sekunder berupa kajian literatur sedangkan data primer melalui wawancara dan observasi lapangan. Penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif, analisis SWOT, analisis regresi dan analisis KPPTR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekomendasi program yang dapat dijalankan yaitu ketersedian hijauan dengan penanaman rumput yang dibantu pemerintah akan bibit dan pupuk ke peternak, peningkatan manajemen beternak dengan cara pemilihan bakalan dan penggunaan pakan bernutrisi, kebijakan pemerintah yang berpihak ke peternak kambing, peningkatan kesadaran dan pengetahuan peternak dengan cara sosialisasi dan pendampingan dari penyuluh, integrasi peternakan dari hulu hingga hilir dengan bantuan seluruh stake holder, pemutusan rantai peternak kambing dengan tengkulak sekaligus membangun mitra antara peternak dan konsumen. Berdasarkan hasil yang disajikan dalam strategi SO, WO, ST dan WT yang memungkinkan ditetapkan sebagai pengembangan kambing di Kabupaten Bogor

    Hubungan antara Komunitas Plankton dan Kondisi Kualitas Air di Danau Hias Gold Coast, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara

    No full text
    Danau Hias Gold Coast terletak di dalam kawasan perumahan Cluster Gold Coast yang dekat dengan laut. Hal tersebut berpotensi menjadi sumber masukan bahan organik ke perairan. Perubahan kondisi lingkungan perairan memiliki peran dalam menentukan komposisi komunitas plankton. Komunitas plankton dapat diketahui dengan penghitungan karakteristik komunitas, di antaranya indeks diversitas dan kelimpahan relatif. Penelitian bertujuan menentukan hubungan antara komunitas plankton dengan kondisi kualitas air pada musim berbeda. Pengambilan contoh dilaksanakan selama satu tahun pada musim kemarau dan musim hujan. Parameter yang diukur dan diamati adalah suhu, kedalaman, kecerahan, konduktivitas, kekeruhan, pH, salintas, DO, nutrien, dan plankton. Komunitas plankton terdiri atas kelompok Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, Euglenophyceae, Crustacea, Protozoa, dan Rotifera. Berdasarkan indeks diversitas, komunitas plankton memiliki keanekaragaman rendah (0,96-1,85), keseragaman sedang (0,35-0,72), dan dominansi rendah (0,20-0,55). Komunitas plankton di Danau Hias Gold Coast memiliki hubungan signifikan dengan kondisi kualitas air. Parameter kualitas air yang memiliki korelasi kuat dengan komunitas fitoplankton adalah suhu, pH, ortofosfat, dan amonium. Komunitas zooplankton berkorelasi kuat dengan salinitas dan komunitas fitoplankton

    Pengembangan Model Penjadwalan Produksi Sabun Transparan di PT X

    No full text
    Penjadwalan produksi menjadi hal yang penting untuk diteliti karena hal tersebut menentukan urutan pekerjaan yang akan dilakukan sehingga proses produksi dapat berjalan secara teratur dan kontinu. Penentuan urutan ini berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi produksi dengan seluruh faktor yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan model alternatif jadwal produksi yang optimal, efektif, dan efisien sehingga kapasitas produksi dapat dimaksimalkan dan seluruh produk dapat diselesaikan tepat waktu. Tahapan penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang ada dalam sistem perencanaan produksi di PT X. Faktor tersebut menjadi dasar penyusunan model jadwal produksi. Selanjutnya, model jadwal produksi disusun dengan menggunakan aturan pengurutan (sequencing) yaitu metode CR (critical ratio) dan aturan lain sesuai dengan kondisi di PT X yang meliputi kapasitas dan aturan pada mesin tangki pencampuran dan ketersediaan cetakan produk. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa penyusunan jadwal produksi di PT X dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jumlah permintaan produk, stok produk jadi, kapasitas mesin, waktu penyelesaian, dan urutan produksi. Model alternatif jadwal produksi menunjukkan seluruh produk dapat diselesaikan tepat waktu. Seluruh produk pada model alternatif jadwal produksi diselesaikan pada hari ke-7 (Selasa) jam ke-2. Sisa waktu efektif produksi meningkat dari 9,7% menjadi 22,2%

    Ekstraksi Silikon Dioksida Dari Bonggol Jagung dan Karakterisasi Sifat Listriknya.

    No full text
    Bonggol jagung merupakan hasil samping setelah biji dipipil. Bonggol jagung sering dianggap sebagai limbah, padahal bonggol jagung memiliki kandungan silikon dioksida. Silikon dioksida dapat diesktraksi dari bonggol jagung dengan proses pencucian menggunakan HCl dengan variasi konsentrasi sebesar 3%, 5%, dan 7% teknis setelah pembakaran. Ekstraksi silikon dioksida salah satunya dipengaruhi oleh variasi konsentrasi pencucian abu dengan HCl untuk menganalisis kemurnian silika, sifat listrik dan sifat magnetik yang dihasilkan. Analisis sifat listrik sampel menggunakan LCR meter dengan rentang frekuensi 50 Hz-5 MHz, tegangan 1 volt, dan arus 50 mA, titik pengambilan data sebanyak 200 titik selama 7 menit (420 detik), rerata waktu 2.1 detik per data. Alat yang digunakan adalah LCR Hi-Tester yang dirangkai dengan plat kapasitor sejajar dengan parameter yang terukur yaitu konduktansi, kapasitansi, impedansi, serta muatan. Silikon dioksida pada konsentrasi pencucian abu dengan HCl 3%, 5%, dan 7% di rentang frekuensi sedang (50 Hz-1000 Hz), frekuensi sedang (100 KHz-500 KHz), dan frekuensi tinggi (1 MHz-5 MHz) menunjukan semikonduktor yang baik dengan nilai perhitungan konduktivitas berada direntang 108-10-3 S/cm. Nilai konduktivitas listrik tertinggi ditunjukkan pada pencucian abu dengan konsentrasi HCl 7% (sampel C), diikuti oleh pencucian abu dengan konsentrasi HCl 5% (sampel B), dan 3% (sampel A) yang menunjukan bahwa sampel C memiliki kemurnian yang lebih tinggi dengan resistansi yang rendah. Sifat magnetik menunjukkan bahwa nilai Vicinity Magnetic Induction (VMI) yang terhitung pada sampel dengan orde 10-7-10-12 Tesla pada semua variasi konsentrasi pencucian abu dengan HCl

    Pengembangan Fitur Konsultasi dan Manajemen Keuangan pada Aplikasi Mobile Digital Tani.

    No full text
    Sektor pertanian salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Pemerintah juga telah menargetkan Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia pada 2045, akan tetapi masih banyak hambatan pada sektor pertanian untuk mewujudkannya. IPB melalui aplikasi Digital Tani berusaha menghilangkan berbagai hambatan tersebut. Penelitian aplikasi Digital Tani sebelumnya telah mengembangkan berbagai fitur untuk berbagi informasi pertanian, tetapi belum memiliki fitur konsultasi dan juga manajemen keuangan bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk membuat fitur konsultasi dan fitur manajemen keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah prototyping dengan lima tahapan yaitu komunikasi, perencanaan cepat, pemodelan rancangan cepat, pembuatan purwarupa, dan umpan balik. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Android Studio dengan bahasa pemrograman Kotlin yang dihubungkan dengan back-end menggunakan REST API. Pengembangan sudah melalui tahapan iterasi kedua yang diuji dengan black-box testing. Melalui iterasi kedua tersebut telah menghasilkan fitur konsultasi dan manajemen keuangan yang sudah berfungsi penuh

    Penambahan L-Cysteine terhadap Kualitas Semen Cair Anjing dalam Pengencer Tris Kuning Telur

    No full text
    L-cysteine merupakan asam amino nonesensial yang dapat digunakan sebagai antioksidan karena berperan dalam melindungi sperma dari stres oksidatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas L-cysteine sebagai antioksidan pada pengencer tris kuning telur terhadap kualitas semen cair anjing. Semen dikoleksi dari dua ekor anjing yang telah dewasa kelamin menggunakan teknik massage sebanyak dua kali seminggu. Semen anjing yang sudah ditampung lalu di-pooled. Selanjutnya semen disentrifugasi dengan kecepatan 1900 rpm selama 8 menit untuk memisahkan plasma semen agar mendapatkan hasil yang optimal. Semen kemudian dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis. Hanya semen segar dengan motilitas >70% dan konsentrasi >100 juta sel/mL yang digunakan dalam penelitian ini. Semen kemudian diencerkan dalam kelompok pengencer tris kuning telur yang ditambahkan L-cysteine berbagai konsentrasi (kontrol, CYS 0.1 mM, CYS 0.5 mM dan CYS 1 mM). Semen disimpan dan dievaluasi selama 4 hari pada suhu 4 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan secara signifikan perlakuan penyimpanan H0 pada semua parameter kualitas semen cair anjing (P>0.05). Perlakuan CYS 0.5 mM pada H1 memiliki persentase motilitas, viabilitas dan membran plasma utuh secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya selama 4 hari penyimpanan (P<0.05). Berdasarkan hasil penelitian kelompok perlakuan CYS 0.5 mM dapat meningkatkan kualitas semen cair anjing. Namun, penambahan L-cysteine terlihat tidak memengaruhi parameter abnormalitas primer, sekunder dan tersier spermatozoa anjing

    Fisiologi dan Karakterisasi Gen Terkait Pengumbian pada Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Genotipe Lokal Manggu

    No full text
    Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Ubi kayu banyak dimanfaatkan baik untuk konsumsi langsung maupun untuk kebutuhan industri. Umbi ubi kayu berkembang dari bagian akar. Pati merupakan salah satu kandungan umbi ubi kayu yang banyak dimanfaatkan baik untuk kebutuhan pangan maupun non-pangan. Salah satu gen yang terlibat dalam biosintesis pati adalah sucrose synthase (SuSy). Kebutuhan ubi kayu diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya penduduk Indonesia dan berkembangnya industri berbahan ubi kayu. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mempelajari dan memahami pengaruh panjang setek batang ubi kayu terhadap perkembangan akar dan fisiologi pengumbian ubi kayu genotipe lokal Manggu, (2) memperoleh dan mengkarakterisasi gen SuSy dari ubi kayu genotipe lokal, (3) mengindentifikasi situs SNP gen SuSy dari beberapa genotipe ubi kayu. Percobaan ini terdiri dari percobaan 1a, 1b, dan 2. Percobaan 1a dilakukan di kebun percobaan Cikabayan dan Laboratorium Mikrotehnik Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB dari bulan April sampai Juli 2018. Penanaman dilakukan di polibag dengan jarak tanam 1 m x 1 m. Bahan tanam yang digunakan adalah ubi kayu genotipe lokal Manggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 2 taraf perlakuan panjang setek yaitu 15 cm dan 30 cm. Penelitian ini dilakukan dengan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu secara destruktif pada peubah tajuk (jumlah tunas hijau, jumlah daun, diameter batang, tinggi tanaman), peubah akar (jumlah akar basal dan akar nodal, panjang akar basal dan akar nodal, jumlah dan panjang akar lateral yang tumbuh dari akar basal dan akar nodal, jumlah umbi yang berkembang dari akar basal dan akar nodal), peubah anatomi akar (lebar korteks dan lebar stele). Akar tanaman ubi kayu genotipe lokal Manggu dapat teramati sejak 1 MST. Biomasa akar pada tanaman ubi kayu genotipe lokal Manggu terdiri atas akar nodal, akar basal, lateral nodal, dan akar lateral basal. Jumlah dan panjang akar nodal, akar basal, dan akar lateral terus meningkat sejak 1-12 MST. Akar lateral merupakan jumlah akar terbanyak pada biomasa akar tanaman ubi kayu genotipe lokal Manggu. Pengisian umbi pada ubi kayu genotipe lokal Manggu terjadi pada akar nodal dan akar basal yang diinisiasi sejak 5 MST. Terdapat korelasi positif pada peubah jumlah total umbi dengan jumlah umbi nodal, jumlah umbi basal, jumlah akar basal, panjang akar basal, dan berkorelasi negatif dengan jumlah daun. Perlakuan panjang setek berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas hijau dan diameter batang sedangkan pada peubah akar dan anatomi akar melintang menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Karakter jumlah daun dapat dijadikan sebagai seleksi tidak langsung untuk tanaman ubi kayu pengumbian cepat pada 9 MST. Untuk mengetahui proses pengisian umbi pada tanaman ubi kayu, maka dilakukan percobaan 1b. Percobaan ini dilakukan di kebun percobaan Cikabayan IPB dari bulan Desember 2017 – September 2018. Penanaman dilakukan di lahan dengan jarak tanam 1 x 1 m. Bahan tanam yang digunakan adalah ubi kayu genotipe lokal Manggu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 2 taraf perlakuan panjang setek yaitu panjang setek 15 cm dan 30 cm. Penelitian ini dilakukan dengan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap bulan secara destruktif pada peubah pertumbuhan dan peubah fisiologi. Kandungan fisikokimia dan biokimia dianalisis pada 5, 7, dan 9 BST. Pengisian umbi ubi kayu genotipe lokal Manggu teramati pada 3 BST. Perlakuan ukuran setek dengan panjang 30 cm pada penanaman ubi kayu selama 9 BST memberikan pengaruh nyata pada karakter jumlah daun, tinggi tanaman, luas kanopi, indeks luas daun, bobot basah dan kering umbi, bobot basah dan kering biomasa, serta diameter umbi. Hasil uji korelasi menunjukkan jumlah umbi berkorelasi positif dengan bobot kering umbi, jumlah klorofil, jumlah daun, lebar kanopi, dan indeks luas daun. Bobot basah umbi berkorelasi positif dengan lebar kanopi. Bobot kering umbi berkorelasi positif dengan lebar kanopi dan bobot basah umbi. Hal ini menunjukkan seluruh jumlah daun yang tumbuh pada penelitian ini dapat dimanfaatkan secara efektif dan maksimal untuk menghasilkan fotosintat dan disimpan dalam organ penyimpanan. Penanaman ubi kayu dengan ukuran setek 30 cm dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi umbi ubi kayu. Karakter jumlah daun dan lebar kanopi dapat dijadikan sebagai seleksi tidak langsung untuk tanaman ubi kayu produksi tinggi pada 9 BST. Percobaan 2 dilakukan untuk mengkarakterisasi gen yang terlibat pada biosintesis pati ubi kayu yaitu gen sucrose sinthase (SuSy). Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018-Agustus 2018 di Laboratorium Plant Molecular Biology, AGH-IPB. DNA genom diisolasi dari daun ubi kayu 7 genotipe (Manggu, Jame- Jame, Ratim, UJ-5, Adira-4, dan Malang-4) menggunakan metode cetyl-trimethylammonium bromide (CTAB). Empat pasang primer spesifik gen dirancang untuk mengamplifikasi sekuen utuh (full length) gen SuSy dengan referensi yang diambil dari GenBank database gen SuSy pada tanaman ubi kayu berupa coding sequences (cds) aksesi DQ443534.1. Sekitar 1 277-2 943 pb berhasil diamplifikasi dengan empat pasang primer pada tujuh genotipe ubi kayu. Fragmen tersebut menunjukkan kemiripan 94.47-100% pada gen SuSy yang terdeposit pada GenBank (nomor aksesi Predicted: Manihot esculenta sucrose synthase (LOC110603638), transcript variant X4, mRNA) pada situs NCBI. Pohon filogenetik menunjukkan 7 sampel sekuen hasil amplifikasi membentuk 2 kelompok kemiripan yaitu Adira-4, Malang-4, Manggu, Gajah, DQ443534.1 sebagai kelompok 1 dengan nilai bootstrap 99 dan UJ-5, Ratim, Jama-Jame sebagai kelompok 2 dengan nilai bootstrap 100. Berdasarkan analisis dengan menggunakan software Geneious terdapat beberapa situs SNP yang terdapat pada hasil amplifikasi primer F1, F3, dan F4. Situs-situs ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai marka molekuler single nucleutide amplified polymorphism (SNAP)

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇