31665 research outputs found
Sort by
Analisis Neraca Air Dinamis pada Sistem Irigasi Tertutup yang Dikendalikan oleh Evapotranspirasi di Rumah Tanaman
Iklim adalah salah satu faktor yang memiliki dampak langsung pada kualitas
dan produktivitas tanaman. Rumah tanaman adalah salah satu solusi untuk
mempertahankan faktor iklim sesuai dengan kebutuhan tumbuh tanaman.
Konsumsi air di rumah tanaman lebih kecil daripada di lahan terbuka, hal ini
dikarenakan rumah tanaman memiliki iklim mikro. Selain itu, pemberian air di
rumah tanaman merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan
produktivitas. Sistem irigasi konvensional yang tidak efisien, membuat irigasi
pintar atau otomatis dikembangkan. Namun, sistem ini mahal dan komponen irigasi
tidak selalu tersedia untuk petani kecil. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan teknologi irigasi otomatis yang dapat diaplikasikan oleh seluruh
lapisan masyarakat dan menentukan neraca air.
Penelitian ini dilaksanakan di rumah tanaman dengan ventilasi alami yang
terletak di departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 5
Februari – 21 Maret 2018 dan Tahap kedua dilaksanakan pada 19 Maret – 29 April
2019. Jenis tanaman yang dibudidayakan adalah sayuran Kailan (Brassica oleracea
var. alboglabra) dengan budidaya organik. Pengambilan data parameter iklim
menggunakan sensor. Data radiasi matahari diukur menggunakan sensor Decagon
PYR Pyranometer. Data suhu lingkungan, kelembaban udara dan tekanan udara
diperoleh menggunakan sensor Decagon VP-4 (temperature, humidity and pressure
sensor). Data parameter iklim yang diperoleh merupakan data di luar dan di dalam
rumah tanaman. Data kadar air tanah diperoleh dengan menggunakan sensor
Decagon 5-TE. Interval data setiap 15 menit selama tiga kali masa tanam.
Iklim mikro di rumah tanaman di analisis menggunakan metode regresi linier
dan perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode Hargreaves. Berdasarkan
pengamatan, rumah tanaman memiliki iklim mikro yang berbeda dengan di luar.
Hal ini mempengaruhi proses evapotranspirasi. Evapotranspirasi di rumah tanaman
sangat rendah dibandingkan dengan di luar. Radiasi matahari adalah faktor iklim
utama yang mempengaruhi evapotranspirasi.
Suhu udara di rumah tanaman relatif lebih tinggi daripada di luar rumah
tanaman karena pengaruh efek rumah kaca. Hal ini perlu untuk dikurangi. Suhu
udara di dalam rumah tanaman dapat diprediksi menggunakan model keseimbangan
energi. Berdasarkan analisis pemodelan suhu udara di rumah tanaman, konstanta
perpindahan panas dari komponen rumah tanaman adalah 0.0027 (radiasi matahari),
0.8 (air) dan 0.01 (pertukaran panas dari komponen rumah tanaman). Besaran suhu
udara di dalam rumah tanaman dapat diprediksi menggunakan data suhu udara di
luar rumah tanaman. Keakuratan model untuk memprediksi suhu di dalam rumah
tanaman sangat baik dengan nilai koefisien determinasi (R2) 0.98, RMSE 0.0051
dan efisiensi model (Ef) 0.99.
Pengembangan sistem irigasi terkontrol telah banyak dilakukan namun belum
semuanya dapat diterapkan oleh petani. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem
irigasi terkontrol yang dikendalikan oleh evapotranspirasi. Desain irigasi otomatis
ini menggunakan prinsip kapilaritas dan berjana berhubungan. Berdasarkan
pengamatan, sistem irigasi berkinerja baik dan dapat mempertahankan kadar air
tanah dalam kondisi air yang tersedia. Pada sistem irigasi di rumah tanaman yang
dirancang memiliki neraca air yang berbeda dengan sistem irigasi di luar rumah
tanaman. Parameter input berupa air irigasi dan empat aspek lainnya
(evapotranspirasi, perubahan kadar air tanah, penyimpanan air pada tanaman dan
sisa air pada sistem irigasi)
Inventarisasi Sampah Laut (Marine Debris) di Padang Lamun Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Pulau Pramuka sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, merupakan pulau pemukiman yang padat penduduk, serta menjadi daerah tujuan wisata. Tingginya aktivitas penduduk setempat dan wisatawan dapatmenghasilkan sampah laut dengan jumlah besar dan berdampak terhadap ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sampah laut (marine debris) yang ditemukan di habitat padang lamun Pulau Pramuka. Survey lapang meliputi pengamatan struktur komunitas lamun, parameter fisika kimia perairan, dan inventarisasi sampah laut (marine debris) di 3 stasiun di Pulau Pramuka.
Dari lokasi pengamatan ditemukan sebanyak 6 spesies lamun yaitu, Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis dan Syringodium isoetifolium dengan tutupan antara 1,67-47,32%, sedangkan kerapatannya 28-112,76 ind/m2. Sampah laut yang ditemukan dapat diklasifikasikan menjadi 6 jenis yaitu, plastik, logam/metal, karet, kaca, materi organik dan lain–lain. Bobot sampah laut setiap jenis berkisar antara 0,03–2,38 kg sedangkan mikroplastik yang ditemukan terdiri dari jenis fiber, film dan fragmen dengan kelimpahan 20–440 partikel/kg. Kesimpulannya, sampah laut yang diamati pada padang lamun Pulau Pramuka didominasi oleh mikroplastik fiber yang berasosiasi dengan padang monospesifik Thalassia hemprichii, sedangkan padang campuran Enhalus acoroides dan Cymodocea rotundata berasosiasi dengan mikroplastik film dan fragment
Aktivitas Antiproliferasi Ekstrak Etanol Biji Kopi Hijau Robusta Lampung (Coffea canephora) pada Sel Lestari Tumor MCA-B1 dan MCM-B2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol biji kopi hijau robusta sebagai agen antiproliferasi pada sel lestari tumor MCA-B1, MCM-B2, dan sel normal Vero sebagai kontrol. Ekstrak etanol biji kopi hijau robusta lampung diperoleh dengan metode maserasi, senyawa bioaktif dalam ekstrak diuji dengan metode skrining fitokimia, pengujian kadar antioksidan diuji dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), efek sitotoksisitas (LC50) diuji dengan metode Brine Shrimp Lethallity Test (BSLT) dan aktivitas antiproliferasi dilakukan dengan menghitung jumlah sel setelah diuji dengan beberapa konsentrasi ekstrak yaitu 100, 250, 400, 550, 700 dan 850 ppm dan doksorubisin sebagai positif kontrol dengan konsentrasi 100 ppm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji kopi hijau Robusta yang mengandung flavonoid dan tanin, memiliki kadar antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 40.9923 ppm, efek sitotoksisitas diperoleh nilai LC50 430,64 ppm, dan aktivitas antiproliferasi tertinggi dicapai pada konsentrasi 850 ppm pada 69,58% dalam sel tumor MCM-B2, 60,46% dalam sel tumor MCA-B1, dan 14,2% dalam sel normal. Berdasarkan hasil, ekstrak etanol biji kopi hijau Robusta Lampung memiliki aktivitas antiproliferasi pada sel tumor uji dan relatif tidak beracun bagi sel normal
Persepsi Nelayan dan Petugas Syahbandar terhadap E-Logbook Penangkapan Ikan di Pangkalan Pendaratan Ikan Karangsong Indramayu.
Permasalahan penerapan e-logbook di PPI Karangsong adalah tingkat partisipasi
nelayan yang dinilai masih sangat sedikit yaitu 17.3% dari sekitar 300 unit kapal
berukuran di atas 30 GT yang izinnya telah diterbitkan oleh Kementerian Kelautan
dan Perikanan (KKP). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi
nelayan dan petugas syahbandar terhadap e-logbook penangkapan ikan serta
merekomendasikan strategi dalam pemanfaatan e-logbook penangkapan ikan di PPI
Karangsong. Penelitian dilakukan di PPI Karangsong menggunakan metode survei.
Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa persepsi nelayan terhadap e-logbook penangkapan
ikan berdasarkan tiga aspek yaitu aspek individu, aspek teknis serta aspek
kelembagaan didominasi oleh persepsi nelayan yang rendah, dan persepsi petugas
syahbandar terhadap e-logbook dianggap belum berjalan efektif. Beberapa strategi
yang direkomendasikan dalam pemanfaatan e-logbook di PPI Karangsong
diantaranya adalah 1) penambahan fitur yang dibutuhkan nelayan serta
memperbolehkan pengisian manual hingga semua sarana dan prasarana lengkap
dan berfungsi; 2) pengadaan back up data oleh petugas yang terintegrasi dengan
Sistem Informasi Logbook Penangkapan Ikan (SILOPI); 3) pengadaan pelatihan
secara berkala dan pengecekan secara langsung di lapangan terkait penerapan
e-logbook penangkapan ikan oleh petugas serta peningkatan jumlah petugas
syahbandar di PPI Karangsong; 4) peningkatan kerjasama antara lembaga
penerbitan e-logbook dengan lembaga penyusun peraturan perundang-undangan
terkait e-logbook
Uji Laboratorium Pola Perambatan Panas Pada Sampel Gambut yang Berulang Kali Terbakar di Jambi
Kebakaran gambut (peat fires) di Indonesia terjadi setiap tahun dan
merugikan secara ekonomi, ekologi, maupun sosial. Kebakaran gambut merupakan
kebakaran yang sulit dipadamkan karena berada di bawah permukaan dalam bentuk
kebakaran tidak menyala (smouldering fires). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perambatan pembakaran pada sampel gambut berulang kali terbakar
dengan kadar air yang berbeda-beda pada skala laboratorium untuk langkah awal
dalam mitigasi kebakaran gambut. Analisis yang dilakukan berupa pengukuran
kadar air yang dilepaskan gambut, analisis perubahan temperatur terhadap waktu,
cepat rambat api, dan kehilangan massa. Hasil analisis kemudian dibandingkan
dengan penelitian Iskandar (2019) pada sampel gambut terbakar pada tahun
1997/1998. Dalam penelitian ini besar kadar air yang hilang pada sampel gambut
berulang kali terbakar dengan pengeringan 16 dan 24 jam adalah 272.00%, dan
494.00%. Iskandar (2019) menemukan pada
sampel gambut dengan pengeringan 16 dan 24 jam adalah 577.52% dan 713.24%.
Analisis yang dilakukan pada kedua sampel menunjukkan bahwa suhu pada sampel
gambut terbakar tahun 1997/1998 lebih tinggi dibandingkan pada sampel gambut
berulang kali terbakar. Pembaraan pada sampel gambut berulang kali terbakar
bertahan selama 6-7 jam, berbeda dengan sampel gambut terbakar tahun 1997/1998
yang bertahan selama 9-10 jam. Analisis rambat vertikal sampel gambut berulang
kali terbakar lebih rendah dibandingkan penelitian yang dilakukan oleh Iskandar
(2019). Namun, pada arah rambat horizontal pada sampel gambut berulang kali
terbakar lebih tinggi (5-35 cm/jam) dibandingkan pada sampel gambut terbakar
tahun 1997/1998 (11-21 cm/jam). Laju kehilangan massa sampel gambut berulang
kali terbakar berkisar antara 9-22 gram/jam, lebih rendah dibandingkan kehilangan
massa sampel gambut terbakar tahun 1997/1998 sebesar 25-32 gram/jam
Efektivitas Kombinasi Ramuan Herbal dalam Ransum terhadap Persentase Karkas dan Organ Dalam Ayam Broiler.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ramuan
herbal formula A, B dan C dalam ransum terhadap persentase bobot karkas dan
organ dalam ayam broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial 4x2x4. Faktor pertama adalah formula herbal (R0:
Pakan kontrol; R1: Pakan mengandung 0.5% ramuan herbal formula A; R2: Pakan
mengandung 0.5% ramuan herbal formula B; R3: Pakan mengandung 0.5%
ramuan herbal formula C) dan faktor kedua adalah jenis kelamin (jantan dan
betina). Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan jika berbeda nyata
(P<0.05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perlakuan formula herbal pakan dan jenis kelamin tidak ada interaksi (P>0.05),
tetapi pemberian ramuan herbal dalam pakan nyata (P<0.05) meningkatkan
persentase bobot karkas dan bobot sekum, namun tidak berpengaruh pada bobot
organ dalam. Simpulan dari penelitian ini adalah ramuan herbal formula B dan C
meningkatkan persentase bobot karkas dan formula A meningkatkan persentase
bobot sekum
Karakteristik Oriented Strand Board Hibrida Kayu Sengon dan Bambu Betung pada Berbagai Kerapatan Papan
Oriented Strand Board (OSB) is a potential composite product to be developed. The combination of wood strand and bamboo strand as hybrid OSB raw materials is expected to produce better OSB characteristics. The density value affects the quality of OSB, so it is necessary to know the optimum density value of hybrid OSB. This study aims to analyze the characteristics of hybrid OSB Sengon wood (Paraserianthes falcataria) and Betung bamboo (Dendrocalamus asper) on various board densities. Sengon wood strand and Betung bamboo strand were treated by steam at 126 ºC temperature and under 0.14 MPa pressure for an hour. Betung bamboo strands were then washed with a solution of 1% NaOH. Hybrid Oriented strand boards were made with a size of (30x30x0.9) cm3 and 0.6 g.cm-3, 0.65 g.cm-3, dan 0.7 g.cm-3 target densities using 10% of phenol formaldehyde adhesive. Sengon wood strands were used in the face and back layers while Betung bamboo strands were used in the core layer with comparison of 25:50:25 (face:core:back). Determination of hybrid OSB Sengon wood and Betung bamboo characteristics were referred to JIS A 5908: 2003 about particleboard and the values was compared to CSA 0437.0 (Grade O-1) standards about OSB design manual. The results showed that the density affects the physical and mechanical properties values of hybrid OSB. The physical and mechanical properties were improved with increasing the board density. OSB with density 0.65 g.cm-3 and 0.7 g.cm-3 have good physical and mechanical properties based on CSA 0437.0 (Grade O-1) standard
Optimasi Formula Gelatin Replacer Berbasis Komposit Biopolimer Nabati untuk Pembuatan Chewy Candy
Chewy candy merupakan salah satu jenis permen yang banyak disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa. Chewy candy memiliki karakteristik yang menarik seperti rasa manis, flavor bervariasi, kenyal, dan sensasi enak saat dikunyah. Bahan baku utama yang digunakan yaitu gelatin. Gelatin di Indonesia diperoleh dengan cara mengimpor dari negara lain. Bahan baku pembuatan gelatin yang terbanyak yaitu berasal dari kulit atau tulang babi dan sapi. Hal ini dapat menjadi masalah bagi negara mayoritas muslim karena berkaitan dengan halal. Pertimbangan lainnya dari penggunaan gelatin yaitu berkaitan dengan isu kesehatan, pola konsumsi vegetarian, dan harga gelatin yang mahal. Salah satu alternatif yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mengganti penggunaan gelatin dengan biopolimer lain yang berasal dari nabati.
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan chewy candy yang terbuat dari gelatin replacer berbasis komposit biopolimer nabati. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini yaitu: 1) mendapatkan komposit biopolimer nabati terbaik sebagai gelatin replacer, 2) mengetahui adanya kesamaan antara gelatin replacer dari komposit biopolimer nabati terbaik dengan gelatin komersial, 3) mendapatkan formula gelatin replacer berbasis komposit biopolimer nabati dengan metode optimasi pada pembuatan chewy candy, 4) membandingkan karakteristik kimia dan organoleptik antara chewy candy optimal dengan chewy candy komersial.
Biopolimer nabati yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya к-karagenan, CMC, IPK, dan pati termodifikasi. Optimasi formula dilakukan menggunakan RSM pada program Design Expert 7.0. Hasil analisis fisik didapatkan biopolimer nabati terbaik sebagai gelatin replacer yaitu к-karagenan, pati termodifikasi, dan IPK. Hasil optimasi formula dari komposit biopolimer nabati adalah к-karagenan 3.000%, pati termodifikasi 2.501% dan IPK 1.499% dengan nilai desirability 0.954. Chewy candy optimal memiliki karakteristik kekerasan 9.05 N, kohesif 0.80, kelengketan 1.71 N.s, kekenyalan 95.38%, gumminess 7.24 dan chewiness 6.91. Verifikasi yang dilakukan telah sesuai dengan prediksi respons yang dikeluarkan oleh program Design Expert 7.0. Hasil analisis karakteristik kimia chewy candy optimal memenuhi standar SNI yaitu kadar air 12.87%, kadar abu 1.11%, kadar gula reduksi 23.51%, dan aw 0.63. Hasil uji organoleptik chewy candy optimal pada beberapa karakteristik berbeda secara signifikan dengan chewy candy komersial seperti penampakan, aroma, rasa, kekerasan, kekenyalan dan penerimaan secara keseluruhan, sedangkan yang tidak berbeda nyata yaitu warna dan kelengketan
Model Estimasi Konsentrasi Polutan CO dan CO2 Menggunakan Algoritme Support Vector Regression
Deforestasi dan degradasi hutan terjadi di Indonesia akibat kebakaran hutan dengan jumlah luas hutan yang terkena dampak sangat banyak. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut menimbulkan kabut asap yang mengandung karbon organik yang berbahaya, seperti CO yang berdampak buruk baik bagi kesehatan manusia dan CO2 yang berdampak buruk baik bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk pemodelan estimasi nilai konsentrasi polutan CO dan CO2 dari kabut asap akibat karhutla gambut menggunakan algoritme Support Vector Regression dengan kernel radial basis function. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data trajectory kabut asap yang dihasilkan oleh simulasi HYSPLIT di Sumatra pada tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan model CO memiliki parameter-parameter SVR yaitu gamma sebesar 2.0, cost sebesar 3.0 dan epsilon sebesar 0.05 dengan RMSE yaitu 2.9902×10-6 dan koefisien korelasi yaitu 0.59803. Model terbaik dari data CO2 menghasilkan RMSE sebesar 2.2059×10-6 dan koefisien korelasi sebesar 0.44701 dengan parameter-parameter SVR gamma yaitu 1.0, cost sebesar 1.5 dan epsilon sebesar 0.20. Estimasi nilai polutan yang dihasilkan oleh model mampu mengikuti pola yang dimiliki oleh nilai aktualnya
Hubungan Indeks Pembangunan Wilayah Desa dengan Stunting di Kabupaten Bandung Tahun 2018
Penyebab stunting bersifat multi faktor sehingga harus ditangani secara
multi sektor dan multi wilayah melalui sinkronisasi di tingkat pusat, daerah
hingga tingkat desa, yang dapat dinilai dari tingkat pembangunan pada sektor
kesehatan, ekonomi, sosial, dan budaya) wilayah desa. Salah satu indikator dalam
melihat keberhasilan pembangunan Desa sesuai dengan ketetapan Kemendesa
PDTT adalah Indeks Desa Membangun (IDM), yang merupakan nilai komposit
dari Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan
Lingkungan Desa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan IDM
dengan prevalensi balita stunting, dengan unit analisis 265 desa dari 280 desa di
Kabupaten Bandung tahun 2018. Metode yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan inferensia, yaitu uji korelasi Spearman. Sebanyak 91% desa dari
265 desa di Kabupaten Bandung memiliki prevalensi stunting yang tergolong
kategori rendah (<20%) tahun 2018. Uji korelasi menunjukkan tidak terdapat
hubungan signifikan antara IDM, IKS, IKL, dan IKE dengan stunting. Namun
demilikian, terdapat Variabel dan Indikator penyusun IKS yang berhubungan
signifikan dengan stunting, yaitu Pelayanan Kesehatan, khususnya pada Indikator
Ketersediaan Tenaga Kesehatan (Bidan, Dokter dan Nakes lain), Variabel Akses
ke Sanitasi, khususnya Indikator Terdapat Tempat Pembuangan Sampah, serta
Indikator Akses Warga Memiliki Air Mandi dan Mencuci yang merupakan
penyusun Variabel Akses ke Air Bersih dan Air Minum