31665 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Preferensi Santri Terhadap Tabungan Syariah (Studi Kasus Pesantren Ummul Quro’ Al-Islami Bogor).
Sektor perbankan memiliki peran yang penting dalam perekonomian di suatu negara. Perbankan syariah sudah cukup lama berdiri di Indonesia tetapi market share dari perbankan syariah masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Salah satu kalangan yang berpotensi besar bagi perbankan syariah adalah masyarakat pondok pesantren yang didalamnya juga termasuk santri pondok pesantren karena mereka merupakan salah satu agen perubahan dari ekonomi syariah. Saat ini, jumlah pondok pesatren di Indonesia sebanyak 28 230 pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi santri Pondok Pesantren Ummul Quro’ Al-Islami Bogor terhadap tabungan syariah. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dan analisis regresi logistik sebagai metode pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi preferensi santri terhadap tabungan syariah adalah variabel pengetahuan, aksesibilitas dan promosi
Barcoding dan Interspesifik Morfologi Ikan Kerapu (Serranidae) di Perairan Terumbu Karang Pulau Misool dan Pulau Lombok
Ikan kerapu (Serranidae) merupakan komoditas dalam jenis ikan target yang
banyak diminati serta memiliki peranan penting dalam ekosistem. Di Indonesia
terdapat ikan karang dengan famili Serranidae yang berjumlah sebanyak 102
spesies (19 genus). Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi ikan kerapu
menggunakan DNA barcoding serta mengetahui karakteristik interspesifik
morfometrik dan pola warna ikan kerapu (Serranidae) di Pulau Misool dan Pulau
Lombok. Identifikasi ke tingkat spesies dilakukan dengan BLAST (Basic Local
Alignment Search Tool) pada Genbank di NCBI (National Centre For
Biotechnology Information). Rekonstruksi pohon filogeni dibuat menggunakan
model Kimura 2-parameter dengan bootstrap 1000 kali. Karakter morfometrik
diukur menggunakan TPSdig sedangkan perbedaan pola warna dianalisis
menggunakan I3S Pattern+. Dari total 19 spesies (6 genus) ikan kerapu yang
ditemukan 13 spesies ditemukan di Pulau Misool dan 12 spesies ditemukan di pulau
Lombok. Pengukuran morfomerik pada 16 spesies ikan kerapu menunjukkan
Epinephelus fuscoguttatus memiliki ukuran terbesar dibandingkan spesies lainnya
dengan panjang tubuh (PT), panjang badan (PB), panjang kepala (PK), tinggi
kepala (TK) dan diameter mata (DM) berturut-turut yaitu 77.85, 67.03, 25.25,
15.12, dan 3.68 dalam centimeter. Ikan kerapu dengan ukuran yang mirip yaitu
Cephalopholis microprion dan Epinephelus ongus. Perbedaan pola warna terendah
berdasarkan I3S Pattern+ yaitu 99.11 antara spesies ikan kerapu Variola
albimarginata dan Variola louti. Berdasarkan analisis kekerabatan morfometrik
dan rekonstruksi pohon filogeni masih terdapat perbedaan dan menunjukkan bahwa
secara morfometrik masih belum akurat dalam menentukan tingkat kekerabatan
spesies ikan kerapu dalam peneltian ini
Variasi Keanekaragaman Jenis Mamalia pada berbagai Tipe Tutupan Lahan di Kebun Sawit PT Tempirai Palm Resources, Sumatera Selatan
Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia menimbulkan tudingan negatif karena dianggap sebagai penyebab deforestasi dan pengurangan keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan jenis mamalia pada berbagai jenis tutupan lahan di PT Tempirai Palm Resources. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020 pada 6 jenis tutupan lahan di PT TPR dengan metode transek jalur. Penelitian ini mencatat jumlah jenis mamalia yang ditemukan sama sebesar 3 pada tutupan lahan sawit muda, nilai konservasi tinggi, semak belukar dan kebun rakyat (KR). Nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada tutupan lahan sawit muda dan semak belukar (H '= 1,01), sedangkan yang terendah adalah sawit sedang dan sawit tua (H' = 0). Nilai indeks kekayaan tertinggi terdapat pada tutupan lahan nilai konservasi tinggi dan indeks kemerataan tertinggi pada tutupan lahan sawit muda dan semak belukar. Nilai indeks kesamaan tertinggi terdapat pada tutupan lahan sawit muda dengan semak belukar dan kebun rakyat (KR)
Masalah Persediaan Produk yang Mudah Rusak dengan Mempertimbangkan Inflasi dan Diskon, Studi Kasus: Akhir Periode Diskon Bertepatan dengan Waktu Pembelian
Persediaan merupakan salah satu aset termahal dari banyak perusahaan. Persediaan pada kenyataannya membutuhkan perawatan tertentu, tempat penyimpanan, dan dapat mengalami kerusakan seiring dengan lama waktu penyimpanan, sehingga persediaan tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan dari pengelolaan persediaan adalah menjaga ketersediaan produk agar bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan efektivitas biaya. Perusahaan mengelola persediaan untuk menjaga kebutuhan pelanggan dalam jangka panjang, dan untuk melindungi pasar terhadap beberapa produk maupun pesaing. Dalam karya ilmiah ini, dibahas model Economic Order Quantity dengan tingkat kerusakan konstan dan diskon untuk kasus periode diskon berakhir saat waktu pemesanan regular tiba. Penelitian ini menghasilkan formulasi masalah persediaan untuk menentukan kuantitas pesanan dengan diskon dan periode pengisian ulang dengan diskon sehingga memaksimumkan penghematan biaya total. Selain itu, dihasilkan pula rumusan pengaruh tingkat kerusakan, diskon, dan tingkat suku bunga terhadap periode pengisian ulang dan penghematan biaya total
Partisi Geokimiawi Logam Berat Ni dan Pb dalam Sedimen di Perairan Teluk Bintuni
Teluk Bintuni merupakan teluk yang dikelilingi oleh hutan mangrove di
bagian Utara, Timur, dan Selatan, serta memiliki kegiatan pertambangan gas
bumi yang diduga menghasilkan limbah yang mengandung logam berat.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi sumber logam berat dalam
sedimen dengan metode penentuan konsentrasi partisi geokimiawi dan tingkat
pencemaran. Sampel sedimen diambil pada tanggal 9 hingga 12 Maret 2019
pada lima stasiun. Penelitian ini menggunakan metode BCR SEP yang membagi
logam berat menjadi fraksi terlarut asam, teroksidasi, tereduksi, dan residual.
Konsentrasi setiap fraksi dianalisis dengan Spektofotometri Serapan Atom
(AAS). Faktor kontaminan (Cf) dan indeks geoakumulasi (Igeo) digunakan untuk
penentuan tingkat pencemaran logam di sedimen. Konsentrasi total logam Ni
berkisar antara 12.48 – 19.43 mg/kg, sedangkan konsentrasi total logam berat Pb
berkisar antara 5.07 – 9.98 mg/kg. Konsentrasi fraksi terlarut asam, tereduksi,
teroksidasi, dan residual logam Ni berturut-turut berkisar antara ttd - 2.12 mg/kg,
ttd - 0.69 mg/kg, 1.41 – 6.77 mg/kg, dan 10.45-13.45 mg/kg. Konsentrasi logam
Pb fraksi terlarut asam dan tereduksi logam berada dibawah limit alat,
sedangkan konsentrasi fraksi teroksidasi dan residual berturut-turut berkisar ttd-
1.34 mg/kg dan 4.18-9.98 mg/kg. Nilai Cf dan Igeo untuk kedua logam di bawah
nilai 1. Hal ini menunjukkan bahwa Ni dan Pb di Teluk Bintun dapat
dikategorikan belum terkontaminasi dan umumnya berasal dari sumber alami
Potensi Kebakaran di Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
Kebakaran di kawasan hutan Blok Pajaten TNGC telah menjadi tren yang terus berulang hampir setiap tahunnya. Kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, serta berbagai aspek kehidupan lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerawanan kebakaran hutan berdasarkan curah hujan selama 5 tahun terakhir (2014-2018) dan potensi bahan bakar yang ada. Hasil menunjukan rata-rata jumlah curah hujan dalam 5 tahun terakhir (2014-2018) di Blok Pajaten TNGC sebesar 1 703 mm/tahun yang termasuk ke dalam kelas kerawanan kebakaran rendah. Kebakaran di kawasan Blok Pajaten disebabkan karena faktor manusia yang didukung oleh faktor cuaca yang ekstrim. Terdapat hubungan yang cukup nyata antara jumlah curah hujan per tahun dengan luas kebakaran yang terjadi. Nilai kadar air daun, ranting, serasah daun, maupun serasah ranting secara keseluruhan berturut-turut tergolong sangat basah (>50%), agak kering (20-30%), basah (30-50%) dan sangat basah (>50%). Upaya pengendalian yang telah dilakukan oleh pihak Blok Pajaten TNGC meliputi upaya pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca kebakaran
Efektivitas Instagram sebagai Media Promosi Desa Wisata Malasari.
Menurut UU No. 10 Tahun 2009 desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Pengembangan desa wisata, perlu dilakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan produk/jasa kepada konsumen secara luas, salah satunya menggunakan media sosial instagram. Tujuan penelitian ini adalah, mendeskripsikan efektivitas instagram sebagai media promosi Desa Wisata Malasari, menganalisis hubungan karakteristik pengunjung dan keterdedahan media dengan efektivitas instagram, serta menganalisis hubungan efektivitas instagram tindakan setelah berkunjung pengunjung ke Desa Wisata Malasari.. Data kuantitatif diolah menggunakan uji hubungan dengan pemilihan 52 responden yang menggunakan teknik Slovin. Hasil dari penelitian ini adalah, terdapat hubungan antara karakteristik individu pada indikator usia dan keterdedahan media instagram dengan efektivitas instagram dan terdapat hubungan antara (daya tarik, pemahaman) dengan minat berkunjung kembali, serta terdapat hubungan antara (daya tarik, pemahaman, keterlibatan diri, dan persuasi) dengan rekomendasi kepada orang lain
Kajian Saluran Beton Pracetak Modular Menggunakan Campuran Beton Biomassa Batang Kelapa Sawit sebagai Substitusi Pasir.
Teknologi dan inovasi beton terus berkembang pada sektor konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menghitung kuat tekan beton dengan campuran biomassa batang kelapa sawit, menghitung kuat tekan maksimum beton biomassa batang kelapa sawit, dan menganalisis kesesuaian saluran beton pracetak modular dengan bahan beton biomassa batang kelapa sawit. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Kekuatan tekan beton dengan substitusi biomassa 2.5%, 5% dan 10% yang diperoleh secara berturut-turut adalah 24.09 MPa, 23.99 MPa dan 23.89 MPa dengan nilai rata-rata 23.99 MPa. Substitusi biomassa teroptimal adalah sebanyak 2.5% dengan kesesuaian kuat tekan 96.73% terhadap target rencana. Semakin kecil kekuatan tekan maka semakin ringan beton yang dihasilkan. Berdasarkan kekuatannya beton biomassa dapat digunakan sebagai bahan untuk saluran beton pracetak modular karena memenuhi syarat mutu minimum beton pracetak modular yaitu K–300
Dummy Title
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Mauris viverra mollis ultrices. Donec imperdiet, odio facilisis lacinia convallis, lorem arcu mollis massa, faucibus hendrerit diam sapien finibus augue. Vestibulum a magna sit amet massa tincidunt efficitur. Etiam sagittis ex turpis. Suspendisse odio sem, tempor feugiat condimentum eget, hendrerit sed tortor. Donec velit turpis, tincidunt id molestie non, commodo nec tellus. Nulla tempor vel enim vel tristique.
Proin lobortis orci sit amet urna consequat aliquet. Morbi eu vulputate enim. Sed placerat commodo magna at commodo. Cras sed eros velit. Curabitur imperdiet, justo at tempus eleifend, nisl mi euismod libero, ut volutpat tellus tortor in mi. Donec in scelerisque diam, ac semper justo. Aenean at magna euismod, efficitur dui sed, condimentum purus. Suspendisse potenti. Nam quis faucibus ligula. Sed imperdiet quam at accumsan ullamcorper. Fusce volutpat quam sed orci facilisis vestibulum. Quisque convallis ex quis urna semper, sed porttitor leo iaculis. Aliquam scelerisque dui ut lorem ornare ornare. Donec id viverra eros. Proin pulvinar purus vitae neque molestie maximus.Duis quis est vel neque lobortis suscipit. Morbi eu erat ultrices dui ornare gravida. Nam mattis blandit neque, at egestas mi aliquet sit amet. Nunc sed volutpat augue. Suspendisse faucibus, nisi ut dapibus eleifend, massa ipsum dictum nulla, rutrum consequat ligula lectus fringilla nibh. Sed vel justo vitae tellus dapibus facilisis ac sed libero. Cras et enim quis nunc vulputate lacinia id vel lacus. Cras ultricies suscipit malesuada. Quisque eu congue libero. Nam at dapibus nulla, vel efficitur neque. Etiam blandit sapien at dui interdum rhoncus. Donec vitae libero ornare, posuere sem ut, dignissim nibh. Praesent velit purus, sollicitudin et ligula nec, sollicitudin suscipit tortor. Vivamus vitae magna justo.
Maecenas quis velit lacinia, pharetra nisi non, suscipit erat. Suspendisse sodales risus ac vestibulum ullamcorper. Mauris at tincidunt justo. Mauris sagittis, libero vel faucibus condimentum, nulla lacus tempus leo, eget tristique massa ligula non lorem. Integer dictum tortor a venenatis vestibulum. Fusce dapibus bibendum metus ut rutrum. Proin in velit in libero euismod convallis. Aliquam ultrices felis at ante lacinia varius. Cras odio eros, tincidunt vitae varius vel, aliquet et tellus. Vestibulum volutpat molestie tellus, sit amet sodales purus pharetra nec. Curabitur nec nunc velit. Fusce ut tincidunt nisi. In hac habitasse platea dictumst.
Donec gravida urna quis auctor tempor. Sed eu diam eget felis luctus fermentum vel vel turpis. Curabitur vitae eros at elit varius interdum. Donec malesuada eleifend dictum. Nulla quam turpis, feugiat id augue a, porttitor sagittis mi. Suspendisse potenti. Integer nisi nisl, ullamcorper sit amet nisi et, vestibulum sollicitudin orci
E-Commerce dan Konsumerisme pada Remaja di Kota dan Kabupaten
Pesatnya perkembangan E-Commerce di beberapa tahun belakang, menjadikan E-Commerce sebagai prospek bisnis besar dalam dunia perdagangan. Namun, dibalik segala kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan E-Commerce, timbul pula kekhawatiran akan meningkatnya perilaku konsumtif yang tidak rasional, terutama pada remaja. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda yaitu di Kota dan Kabupaten Bogor untuk membandingkan hasil data dari dua lokasi tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat penggunaan E-Commerce, faktor personal, dan tingkat konsumtif remaja, kemudian menganalisis hubungan tingkat pengguna E-Commerce dan faktor personal dengan perilaku konsumtif remaja, dan terakhir melihat perbedaan faktor personal, pengguna E-Commerce, dan perilaku konsumtif antara Kota dan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Data kuantitatif didapat melalui kuesioner dan data kualitatif didapatkan dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini adalah hanya hubungan uang saku dengan perilaku konsumtif dan hubungan durasi akses dengan perilaku konsumtif yang memiliki hubungan signifikan pada kedua lokasi. Hasil selanjutnya, perbedaan signifikan antara Kota dan Kabupaten Bogor terjadi pada biaya kuota, durasi akses, kepemilikan E-Commerce, dan perilaku Konsumtif