31665 research outputs found
Sort by
Analisis Kerentanan dan Strategi Nafkah Rumah Tangga Nelayan Pesisir Teluk Jakarta
Berbagai strategi nafkah dilakukan oleh rumah tangga nelayan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dari ancaman kerentanan. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi sistem nafkah, strategi nafkah serta modal nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan serta menganalisis hubungan strategi nafkah dengan kerentanan nafkah yang dialami oleh rumah tangga nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dua lapisan rumah tangga nelayan di Muara Angke memiliki strategi nafkah dan tingkat kerentanan yang berbeda. Rumah tangga nelayan lapisan atas lebih rentan dibanding dengan rumah tangga nelayan lapisan bawah. Hal ini dikarenakan sistem, strategi, dan modal nafkah yang dimiliki rumah tangga nelayan lapisan atas tidak lebih beragam dibanding dengan rumah tangga nelayan yang berada pada lapisan bawah
Dampak Program Ekonomi dan Pendidikan Berbasis ZIS dalam Mengurangi Kemiskinan Mustahik (Studi Kasus : LAZ Al-Bunyan Kota Bogor).
Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia. Zakat, infak dan sedekah (ZIS) menjadi salah satu
instrument dalam Islam yang dapat mengurangi angka kemiskinan. Penelitian ini
memiliki tujuan untuk menganalisis dampak ZIS dalam mengurangi kemiskinan melalui
pendekatan sebelum dan sesudah penyaluran ZIS, dengan mengambil studi kasus LAZ
Al-Bunyan Kota Bogor. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini di antaranya
yaitu indeks kemiskinan umum (headcount ratio, poverty gap index, income gap index,
Sen index dan FGT index), average time taken to exit poverty dan indeks kesejahteraan
BAZNAS (indeks CIBEST, modifikasi IPM dan indeks kemandirian). Hasil yang
didapatkan dari analisis tersebut, menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan rumah
tangga mengalami peningkatan setelah mendapatkan bantuan ZIS. ZIS juga dapat
mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan serta dapat memperbaiki tingkat
kesejahteraan hidup suatu rumah tangga, baik secara material maupun spiritual. Selain
itu, ZIS mampu mengurangi rata-rata waktu yang diperlukan rumah tangga miskin
untuk keluar dari kemiskinan
Analisis Spasial Data Panel pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten
Pembangunan manusia dapat digambarkan secara menyeluruh dengan sebuah indeks yang dinamakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kebijakan yang efektif untuk meningkatkan IPM dapat dibentuk berdasarkan data yang akurat dengan mengetahui peubah-peubah yang berpengaruh terhadap IPM. Untuk mengetahui peubah tersebut dapat digunakan analisis spasial data panel dengan berbagai matriks pembobot spasial. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan model terbaik berdasarkan matriks pembobot spasial untuk mengetahui peubah-peubah yang berpengaruh terhadap IPM. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari publikasi Provinsi Jawa Barat dalam Angka dan Provinsi Banten dalam Angka tahun 2015 sampai 2018 yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Matriks pembobot spasial yang menghasilkan kriteria kebaikan model terbaik yaitu queen contiguity dengan model pengaruh tetap Spatial Autoregressive Model (SAR) tanpa transformasi. Peubah bebas yang berpengaruh yaitu belanja pemerintah dan persentase penduduk miskin
Perubahan Tutupan Lahan, Tingkat Perkembangan Wilayah, dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Kerinci serta Wilayah Pemekarannya
Kabupaten Kerinci merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jambi yang
mengalami pemekaran pada tahun 2008 dan membentuk satu Daerah Otonomi Baru (DOB)
yaitu Kota Sungai Penuh. Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kini sedang
melaksanakan percepatan pelayanan publik guna tercapainya pemerataan pembangunan.
Tingginya laju pembangunan menandai dinamika perkembangan wilayah yang
membutuhkan ketersediaan lahan untuk permukiman, industri, infrastruktur dan jasa.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi jenis tutupan lahan di Kabupaten Kerinci
dan wilayah pemekarannya tahun 2000, 2009 dan 2018; (2) menganalisis pola perubahan
tutupan lahan di Kabupaten Kerinci dan wilayah pemekarannya pada periode tahun 2000-
2018; (3) menganalisis tingkat perkembangan wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai
Penuh sebelum dan setelah pemekaran; serta (4) mengidentifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai
Penuh.
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah tutupan lahan yang bersumber dari
KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Podes (Potensi desa) dan data
tambahan lainnya yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik). Tutupan lahan dan pola
perubahannya dianalisis dengan menumpangtindihkan (overlay) data tutupan lahan dari
tiga titik tahun dengan batas administrasi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh
menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Tingkat perkembangan wilayah dianalisis
menggunakan teknik skalogram, serta metode untuk mengidentifikasi faktor yang
mempengaruhi perkembangan wilayah adalah analisis regresi berganda dan regresi
terboboti geografis (Geographically Weighted Regression/GWR). Unit analisis penelitian
ini adalah administrasi desa berjumlah 278.
Analisis terhadap peta tematik tutupan lahan dari data Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan mengidentifikasi 12 jenis tutupan lahan untuk Kabupaten Kerinci
dan wilayah pemekarannya. Jenis tutupan lahan yang dominan di wilayah tersebut adalah
hutan lahan kering primer seluas 1.959,5 km2 (52,7%) yang mengalami penurunan luas
terbesar dari tahun 2000 hingga tahun 2018 sebesar 120,9 km2 (3,25%). Pada periode yang
sama, tutupan lahan hutan sebagian berubah menjadi pertanian lahan kering (30,9 km2) dan
belukar (29,6 km2). Hasil analisis skalogram dari tahun 2008 ke tahun 2018 menunjukkan
peningkatan perkembangan wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Analisis
regresi berganda mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan
wilayah, antara lain jumlah jenis fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Analisis
GWR menghasilkan tambahan faktor penting yaitu jarak rata-rata desa ke jalan kolektor.
Nilai koefisien determinan (R2) GWR lebih tinggi (95%) dibandingkan hasil analisis
regresi berganda (92%). Salah satu keunggulan GWR adalah dapat menghasilkan
keragaman spasial faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan wilayah di
Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh
Evaluasi Kinerja Ukuran Ketakmiripan Piccolo dan Maharaj dalam Penggerombolan Data Deret Waktu (Studi Kasus: Penggerombolan Data Curah Hujan Bulanan Provinsi Banten).
Pemodelan dan peramalan deret waktu dapat dilakukan pada peubahtunggal. Namun, pemodelan menjadi tidak efisien jika terdapat banyak pengamatan. Penggerombolan deret waktu adalah suatu pendekatan yang sering digunakan sebagai teknik eksplorasi untuk data yang terdiri dari banyak objek. Permasalahan utama dalam penggerombolan deret waktu adalah penentuan ukuran ketakmiripan. Ukuran ketakmiripan yang sering digunakan adalah Piccolo dan Maharaj. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi keakuratan analisis gerombol pada data deret waktu dengan menggunakan jarak Piccolo dan Maharaj dan membangun model peramalan pada level gerombol dengan menggunakan jarak terbaik.
Kajian simulasi dilakukan terhadap data deret waktu yang dibangkitkan dan memiliki 3 gerombol model deret waktu, yaitu AR (1), AR (2), dan AR (3). Setiap gerombol terdiri dari 10 objek dengan 100 waktu. Proses penggerombolan objek dilakukan dengan metode agglomerativeWard menggunakan jarak Piccolo dan Maharaj. Setiap proses dalam kajian simulasi dilakukan pengulangan sebanyak 100 kali. Evaluasi terhadap ukuran ketakmiripan Piccolo dan Maharaj adalah dengan menghitung nilai akurasi dari kedua ukuran tersebut. Pada kajian aplikasi dilakukan terhadap data curah hujan bulanan Provinsi Banten periode waktu Januari 1998 hingga Desember 2018. Langkahnya adalah dengan melakukan pemodelan ARIMA pada level individu terhadap 19 lokasi stasiun curah hujan. Pemilihan model ARIMA pada level individu adalah berdasarkan nilai AIC. Semakin kecil nilai AIC maka semakin baik model tersebut. Selanjutnya dilakukan penggerombolan hirarki dengan menggunakan metode Ward.
Berdasarkan kajian simulasi metode Piccolo memiliki rata-rata nilai akurasi yaitu sebesar 70 persen. Sedangkan metode Maharaj memiliki rata-rata nilai akurasi sebesar 56 persen. Hal ini berarti bahwa metode pengelompokan hirarki menggunakan pendekatan jarak Piccolo memiliki nilai akurasi yang lebih besar daripada pendekatan jarak Maharaj. Selanjutnya ukuran jarak terbaik ini diterapkan pada penggerombolan data curah hujan Provinsi Banten yang terdiri dari 19 stasiun. Hasil penggerombolan menunjukkan bahwa gerombol optimum yang terbentuk adalah sebanyak 3 gerombol.
Berdasarkan perbandingan RMSE pada level individu dan gerombol memberikan hasil yang tidak jauh berbeda.Sehingga dapat dikatakan pemodelan level gerombol layak dan efektif. Model yang digunakan untuk melakukan peramalan adalah model level gerombol. Ketiga gerombol memiliki pola yang sama yaitu pola menurun. Namun secara umum model gerombol mampu memprediksi intensitas curah hujan dengan baik
Hubungan Konsumsi Buah dan Sayur, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Wanita Dewasa di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta
Hipertensi merupakan salah satu permasalahan utama penyakit tidak
menular. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi dan menurunkan usia harapan
hidup penderitanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan
konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, dan status gizi dengan tekanan darah
pada pasien hipertensi wanita dewasa di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
Sebanyak 43 subjek wanita dewasa (≥ 18 tahun) berpartisipasi dalam penelitian
cross sectional ini. Data konsumsi buah dan sayur dikumpulkan menggunakan
semi quantitative food frequency questionnaires (SQ-FFQ). Data aktivitas fisik
dikumpulkan dengan metode recall 2x24 jam. Data tekanan darah dicatat
berdasarkan hasil rekam medis subjek. Berat dan tinggi badan serta lingkar
pinggang dengan pengukuran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 79.1
% dan 97.7% subjek masing-masing mengonsumsi buah dan sayur dalam kategori
kurang. Sebagian besar subjek (81.4 %) memiliki aktivitas fisik yang ringan, 20.9
% subjek overweight, 69.8 % subjek obese, dan 93 % subjek memiliki lingkar
pinggang yang tidak normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi
buah (p=0.047) dengan tekanan darah diastolik, serta aktivitas fisik (p=0.041)
dengan tekanan darah sistolik. Oleh karena itu subjek disarankan untuk
meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta melakukan aktivitas fisik secara
rutin untuk menurunkan faktor risiko kejadian hipertensi melalui perbaikan status
gizi
Efektivitas Minyak Kelapa Terhadap Fermentasi dan Metanogenesis Rumen Secara In Vitro.
Efektivitas penurunan gas metana pada ternak ruminansia dapat dilakukan
dengan suplementasi asam lemak Medium Chain Fatty Acids (MCFA) seperti asam
laurat yang terdapat pada minyak kelapa. Efek suplementasi minyak kelapa
terhadap parameter fermentasi dan penurunan gas metana secara in vitro berbedabeda
dari beberapa data penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan
untuk mengkaji efektivitas suplementasi minyak kelapa terhadap fermentasi dan
metanogenesis rumen secara in vitro dengan pendekatan model matematis regresi
linear sederhana dari data-data penelitian yang telah dilakukan. Sebanyak 14 studi
dari tahun 1997-2016 diperoleh 38 data perlakuan yang dicatat pada microsoft excel
2013 meliputi gas metana, produk fermentasi, kecernaan, dan populasi mikroba.
Kemudian data dianalisis menggunakan software IBM SPSS versi 20. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa suplementasi minyak kelapa memberikan efek
penurunan yang sangat signifikan terhadap produksi gas metana (P<0.01) dan
cenderung signifikan terhadap bakteri metanogen, protozoa (P<0.1), VFA total
(P0.10)
menurunkan kecernaan bahan kering, produksi gas total, amonia, asetat, isobutirat,
valerat, rasio asetat:propionat, dan bakteri rumen, namun terlihat peningkatan pada
kecernaan bahan organik, pH, propionat, dan butirat. Dapat disimpulkan bahwa
efek suplementasi minyak kelapa dapat menurunkan produksi gas metana, bakteri
metanogen, protozoa, total VFA, dan isovalerat serta dapat meningkatkan proporsi
propionat tergantung pada level minyak yang diberikan
Hubungan Status Gizi dan Uang Saku dengan Kebiasaan Jajan Siswa SMA Negeri 1 Bogor
Remaja termasuk kelompok yang sering mengonsumsi makanan. Uang saku yang tinggi dapat menyebabkan kebiasaan jajan yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan uang saku dengan kebiasaan jajan siswa SMA Negeri 1 Bogor. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study dengan jumlah subjek yang dianalisis sebanyak 84 orang yang berusia 14-16 tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan November hingga Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek memiliki rata-rata uang saku per bulan ≥Rp 750 000 (51.2%), sebanyak 65.5% subjek memiliki status gizi normal. Sebagian besar subjek (58.3%) memiliki pengetahuan gizi yang tergolong baik. Kebiasaan jajan pada sebagian besar subjek >2 kali/hari (76.2%). Sebagian besar subjek memiliki kontribusi jajanan terhadap asupan sehari yang tergolong lebih dilihat dari energi (77.4%), protein (77.4%), lemak (79.8%), dan karbohidrat (67.9%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, uang saku, dan pengetahuan gizi dengan kebiasaan jajan pada subjek (p>0.05)
Penilaian Dampak Investasi Sosial Pelaksanaan CSR PT Catur Elang Perkasa Menggunakan Metode Social Return On Investment (SROI).
Analisis Social Return On Investment merupakan suatu proses pengukuran
nilai pengembalian sosial yang dihasilkan suatu organisasi bersumber pada
analisis khasiat biaya, akuntansi sosial serta audit sosial.” PT Catur Elang Perkasa
ialah perusahaan yang aktif melaksanakan program CSR. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dampak investasi sosial dari pelaksanaan program CSR PT
Catur Elang Perkasa dengan menghitung nilai rasio SROI dan nilai capaian
finansial pelaksanaan program CSR PT Catur Elang Perkasa. Dalam riset ini tipe
data yang digunakan yakni data primer serta data sekunder. Tata cara analisis
yang digunakan merupakan metode analisis SROI yang terdiri dari 6 tahap
analisis. Hasil penelitian menunjukkan rasio SROI senilai 1.56 : 1, artinya untuk
tiap Rp1 yang diinvestasikan oleh perusahaan menciptakan nilai pengembalian
sosial senilai Rp1.56. Nilai capaian finasial dari penelitan ini ialah senilai Rp294
037 274 dari total nilai input senilai Rp188 485 432. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa PT Catur Elang Perkasa telah berhasil menciptakan dampak
sosial yang memberikan manfaat bagi para stakeholdernya dikarenakan telah
menghasilkan rasio SROI yang positif
Evaluasi Penambahan Nukleotida pada Pakan terhadap Kinerja Pertumbuhan Larva Ikan Nila Oreochromis niloticus
Nukleotida adalah prekursor replikasi DNA yang berperan dalam setiap sistem biokimia dalam tubuh seperti metabolisme dan imunitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penambahan nukleotida pada pakan terhadap kinerja pertumbuhan larva ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian menggunakan 5 perlakuan, yaitu pakan komersil yang ditambah nukleotida sebanyak 0%, 0.25%, 0.5%, 0.75%, dan 1%. Larva ikan nila berat 14 mg dan panjang 9,0 ± 0,8 mm ditebar dalam akuarium 50 x 40 x 35 cm dengan ketinggian air 20 cm. Setiap akuarium diisi 75 ekor larva ikan nila. Ikan dipelihara selama 30 hari. Selama masa pemeliharaan, ikan diberi pakan sesuai perlakuannya secara at satiation. Hasil penelitian menunjukkan penambahan nukleotida dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan larva ikan nila, yakni meningkatkan bobot ikan, kelangsungan hidup, protein efisiensi rasio (PER), serta menurunkan nilai konversi pakan (FCR). Tingkat kelangsungan hidup dan bobot ikan pada perlakuan 0,5 % tidak berbeda nyata dengan perlakuan 1,0 %. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa dosis nukleotida optimal untuk ditambahkan pada pakan adalah 0,5 %