31665 research outputs found
Sort by
Strategi Keberlanjutan Lahan Sawah Baru di Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko
Kecamatan Lubuk Pinang telah terjadi perubahan penggunaan lahan siklikal (lahan sawah – kebun kelapa sawit – lahan sawah cetak baru). Perubahan siklikal merupakan perubahan penggunaan lahan yang mengikuti pola atau bersifat sementara dalam satuan waktu (sawah – kelapa sawit), kemudian akan kembali pada fungsinya (kelapa sawit – sawah). Perubahan penggunaan lahan atau alih fungsi yang terjadi di Kecamatan Lubuk Pinang jarang terjadi, umumnya terjadi perubahan penggunaan lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Perubahan penggunaan lahan kelapa sawit menjadi sawah cetak baru berimplikasi terhadap pergeseran tata ruang wilayah, pergeseran sosial-ekonomi petani; dan masalah keberlanjutan lahan sawah baru. Tujuan penelitian ini dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan lahan dan pola perubahan penggunaan lahan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan kelapa sawit menjadi sawah cetak baru, menganalisis kelayakan usaha tani kelapa sawit dan padi, serta menyusun alternatif strategi keberlanjutan lahan sawah cetak baru di Kecamatan Lubuk Pinang.
Identifikasi penggunaan dan perubahan penggunaan lahan kelapa sawit menjadi lahan sawah dilakukan dengan analisis interpretasi secara visual dengan menggunakan sofware ArcGIS 10.3. Faktor penyebab perubahan penggunaan lahan kelapa sawit menjadi sawah menggunakan analisis regresi logistik biner dengan sofware SPSS 25. Kelayakan usaha tani kelapa sawit dan padi sawah dikaji dengan analisis finansial. Penentuan prioritas strategi keberlanjutan lahan sawah dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT.
Penggunaan lahan di Kecamatan Lubuk Pinang terbesar didominasi oleh kebun kelapa sawit 59% dan lahan sawah 25%. Luas perubahan penggunaan lahan tahun 2007 sampai 2012 seluas 72 ha yaitu lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit dan tahun 2012 sampai 2017 seluas 403 ha yaitu lahan kelapa sawit menjadi lahan sawah cetak baru. Pola perubahan penggunaan lahan terjadi secara siklikal seluas 19.18 ha. Faktor pendorong alih fungsi lahan kelapa sawit menjadi sawah cetak baru dipengaruhi oleh umur tanaman, produksi, harga jual TBS, pendapatan usaha tani dan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit. Hasil analisis kelayakan usaha tani yang diusahakan selama 25 tahun secara finansial padi sawah lebih menguntungkan dibandingkan kelapa sawit dengan selisih keuntungan sebesar Rp. 44 052 015.5/ha. Strategi keberlanjutan sawah baru dapat dilakukan dengan a) memanfaatkan keinginan kelompok tani untuk meningkatkan produktifitas lahan sawah; b) meningkatkan program penyuluhan kepada kelompok tani; c) memberikan modal serta insentif kepada petani dan generasi muda; d) menetapkan lahan sawah abadi; dan e) menetapkan harga gabah dan pendampingan penggunaan pupuk serta pestisida; f) sosialisasi dengan petani tentang pentingnya tanam serempak untuk menghindari resiko serangan hama penyakit ketika terjadi perubahan iklim
Hubungan Remitan Ekonomi dengan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Pekerja Migran Indonesia
Terbatasnya kesempatan bekerja di Indonesia menjadikan sebagian besar masyarakat Indonesia memilih menjadi pekerja migran. Menurut Bank Dunia (2017) dengan menjadi pekerja migran dapat memperoleh penghasilan empat sampai enam kali lebih tinggi di luar negeri. Pendapatan yang diterima oleh pekerja migran, dikirimkan untuk keluarga di kampung halaman yang disebut sebagai remitan. Tujuan pengiriman remitan adalah agar dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pekerja migran. Peningkatan kesejahteraan ini bergantung pada jumlah atau banyaknya remitan yang dikirim atau yang disebut tingkat pengiriman remitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengiriman remitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga pekerja migran Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif diolah menggunakan uji korelasi Rank-Spearman dan uji Chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara tingkat pengiriman remitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga pekerja migran
Profil Kebiasaan Sarapan pada Mahasiswa di Institut Pertanian Bogor
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebiasaan sarapan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pada mahasiswa Program Pendidikan Kompetensi Umum (PPKU) di Institut Pertanian Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan subjek berjumlah 400 orang, terdiri atas 200 laki-laki dan 200 perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara incidental random sampling yaitu teknik penentuan responden saat kesempatan-kesempatan tertentu. Responden yang terlibat dalam peneitian ini merupakan mahasiswa PPKU berumur 16-19 tahun. Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan buruk sebesar 40% dan kebiasaan sarapan baik sebesar 60%. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan metode food record selama 7 hari. Uang saku, pendidikan ayah, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan frekuensi olahraga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan sarapan. Hubungan yang signifikan ditemukan pada jenis kelamin (p=0.025), usia (p=0.037) dan durasi tidur (p= 0.038)
Pengembangan Metode SAMSOA pada Multi-UAV untuk Surveillance dan Pemupukan Lahan Pertanian
Dalam koordinasi multi-UAV, metode zig-zag telah terbukti sebagai cara paling efisien dalam menelusuri suatu wilayah dalam segi persebaran spasial. Namun, metode ini tidak adaptif terhadap kerusakan sistem. Penelitian ini mengusulkan metode koordinasi multi-UAV dengan perencanaan gerak dinamis berdasarkan search-attack self-organized algorithm (SAMSOA). SAMSOA dikembangkan dari Ant Colony Optimization (ACO) dan digunakan untuk menyelesaikan misi search-attack. Pada penelitian ini, SAMSOA akan dimodifikasi untuk surveillance dan pemupukan secara bersamaan. Evaluasi algoritma dilakukan dengan membandingkan SAMSOA dan metode zig-zag konvensional dalam dua skenario dimana; (1) seluruh UAV dapat berkerja dengan normal dan; (2) beberapa UAV rusak. Performa algoritma dianalisis berdasarkan waktu total untuk menyelesaikan misi. Hasil simulasi menunjukan bahwa dalam semua skenario, SAMSOA membutuhkan waktu penyelesaian lebih sedikit dari metode konvensional
Morfologi Daun pada Anakan Kelompok Meranti Kuning, Meranti Putih, dan Balau
Shorea merupakan salah satu tumbuhan penghasil kayu terbaik dalam dunia perindustrian yang tersebar di Asia Tenggara bagian barat antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Serawak, Sabah, dan Filipina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara kelompok meranti kuning, meranti putih, dan balau. Kegiatan penelitian dilakukan melalui pengukuran morfologi daun (bentuk fisik dan warna daun). Data dianalisis dengan metode Hierarchical Cluster dan PCA (Principal Component Analysis). Hasil analisis Hierarchical Cluster berdasarkan bentuk fisik daun menunjukkan bahwa S. balanocarpoides memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan S, collaris dan paling jauh dengan S. bracteolata. Sedangkan berdasarkan warna daun S. atrinervosa memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan S. hopeifolia dan paling jauh dengan S. collaris. Hasil analisis PCA menunjukan bahwa S. balanocarpoides dan S. collaris cenderung memiliki kesamaan pada besar sudut antara tulang daun primer dan tulang daun sekunder, bentuk pangkal daun, serta nilai form factor. Sedangkan S. atrinervosa dan S. hopeifolia cenderung memiliki nilai klorofil yang sama
Hubungan Partisipasi Nelayan Pengelola Kawasan Ekowisata dengan Perilaku dan Tingkat Kesejahteraan (Kasus : Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung)
Ekowisata merupakan upaya pengembangan wilayah dalam bentuk jasa dengan mengoptimalkan potensi suatu kawasan dan dapat meningkatkan pembangunan perekonomian daerah. Pengelolaan ekowisata dapat melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal. Partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan tersebut akan memunculkan dampak, baik dalam perilaku, maupun tingkat kesejahteraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi nelayan dalam pengelolaan kawasan ekowisata, menganalisis hubungan tingkat partisipasi nelayan dalam pengelolaan kawasan ekowisata dengan perilaku, dan menganalisis hubungan tingkat partisipasi nelayan dalam pengelolaan kawasan ekowisata dengan tingkat kesejahteraan. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam. Jumlah responden dari penelitian ini adalah 38 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara tingkat partisipasi dengan perilaku, dan terdapat hubungan yang tidak signifikan dan moderat antara tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan
Identifikasi dan Analisis Keberlanjutan Ekowisata Gajah Sumatera Pada Kawasan Hutan Aek Nauli Provinsi Sumatera Utara
Era pembangunan berkelanjutan saat ini menuntut adanya alternatif pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan atau yang biasa dikenal dengan ekoturisme. Ekoturisme telah menjadi fokus pemerintah pusat untuk memajukan sektor pariwisata di Indonesia. Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) sebagai kegiatan ekowisata gajah sumatera adalah salah satu bukti bagaimana konsep ekowisata dapat dikombinasikan dengan pembangunan ekonomi lokal dan isu-isu konservasi sehingga menghasilkan dampak positif. Peningkatan kunjungan wisatawan ke ANECC juga dapat menimbulkan berbagai isu-isu terkait kerusakan lingkungan, komersialisasi gajah sumatera sebagai satwa dengan status kritis dan konflik kepentingan antara pengelola wisata sehingga berpotensi pada ketidakberlanjutan ekowisata ini. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi sumberdaya alam di kawasan hutan Aek Nauli (2) menganalisis status keberlanjutan ANECC dilihat dari lima dimensi (ekologi, ekonomi, infrastruktur, kelembagaan dan SDM); (3) menyusun strategi pengelolaan pariwisata di ANECC secara berkelanjutan. Analisis pada penelitian ini menggunakan metode Multi Dimensional Scaling (MDS) dengan RAP- Tourism (Rapid Appraisal Tourism) yang akan dilakukan sampai kepada analisis leverage. Melalui analisis leverage, dapat diketahui atribut-atribut mana yang sensitif terhadap indeks keberlanjutan sehingga dapat disusun strategi rekomendasi dalam pengelolaan ekowisata ANECC yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya alam di kawasan hutan Aek Nauli cukup tinggi. Hasil analisis bahwa status keberlanjutan ekowisata ANECC secara multidimensi yaitu cukup berkelanjutan (60,75), dengan nilai dimensi ekologi (60,67), dimensi ekonomi (62,16), dimensi infrastruktur (61,4) dan dimensi SDM (61,87) ada dalam kategori cukup berkelanjutan sedangkan dimensi kelembagaan (39,27) termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Prioritas strategi pengelolaan ANECC adalah pada aspek kelembagaan, yaitu dengan pembentukan model kelembagaan yang komprehensif serta peningkatan pelibatan masyarakat lokal dalam aktivitas wisata
Gambaran Resistensi Bakteri Klebsiella sp. Isolat dari Burung Hantu terhadap Beberapa Antibiotik
Klebsiella sp. merupakan bakteri Gram negatif yang ditemukan dalam saluran cerna berbagai jenis hewan, salah satunya burung hantu. Burung hantu saat ini banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan sehingga burung liar ini mulai terpapar dengan antibiotik sebagai salah satu cara pengobatan apabila burung ini sakit. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran resistensi bakteri Klebsiella sp. asal burung hantu terhadap beberapa antibiotik yang beredar di Indonesia. Uji resistensi dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram menurut Kirby Bauer. Antibiotik yang diujikan yaitu streptomisin, asam nalidiksat, ampisilin, doksisiklin, gentamisin, serta tetrasiklin. Hasil penelitian menunjukkan kedua isolat bakteri Klebsiella sp. asal burung hantu bersifat resisten terhadap antibiotik ampisilin. Kedua isolat menunjukkan sensitivitas terhadap antibiotik doksisiklin, gentamisin, dan tetrasiklin. Sementara itu, pengujian terhadap streptomisin dan asam nalidiksat menunjukkan hasil yang berbeda antara kedua isolat. Berdasarkan uji resistensi yang telah dilakukan, antibiotik doksisiklin, gentamisin, dan tetrasiklin masih dapat menjadi pilihan penggunaan terapi untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh Klebsiella sp.
Nematoda Parasit pada Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L.) di Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Nematoda parasit merupakan salah satu patogen pada jambu biji. Laporan
nematoda parasit pada tanaman jambu biji di Indonesia masih terbatas pada genus
Meloidogyne. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi genus nematoda
parasit yang menginfeksi tanaman jambu biji (Psidium guajava L.) melalui
pengamatan karakter morfologi. Penelitian mengenai jenis nematoda parasit yang
menginfeksi tanaman jambu biji perlu dilakukan untuk mengetahui identitas
genus nematoda parasit tersebut. Pengambilan sampel dilakukan di Desa
Cibening, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sampel terdiri atas tanah dan akar yang
diambil dengan metode purposive. Tahapan penelitian dimulai dari survei dan
pengambilan sampel, ekstraksi nematoda parasit pada sampel tanah dan akar,
penghitungan jumlah nematoda, pembuatan preparat semipermanen, identifikasi
nematoda, dan pewarnaan nematoda pada jaringan akar. Identifikasi dilakukan
berdasarkan karakter morfologi. Hasil identifikasi menunjukkan enam genus
nematoda parasit, yaitu Meloidogyne, Helicotylenchus, Rotylenchulus,
Hoplolaimus, Criconemoides, dan Xiphinema. Helicotylenchus mendominasi
tanah jambu biji dengan karakter morfologi tubuh berbentuk spiral dan ekor
pendek cembung, sedangkan Meloidogyne mendominasi perakaran jambu biji
dengan karakter morfologi tubuh berbentuk silindris dan ekor meruncing
bergerigi
Kajian Pendugaan Area Kecil untuk Statistik Indeks Harga Konsumen Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat dan Maluku
Statistik indeks harga konsumen (IHK) dibutuhkan sebagai salah satu indikator untuk dapat mengetahui karakteristik ekonomi suatu wilayah. Statistik IHK dibutuhkan sampai ke tingkat kabupaten/kota di era desentralisasi ini, seperti statistik-statistik penting lainnya yang tersedia sampai ke tingkat kabupaten/kota. Di sisi lain, survei untuk memperoleh statistik IHK ini sangat terbatas sehingga statistik IHK tidak tersedia di banyak kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki statistik IHK tidak lengkap dalam satu provinsi di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Ada dua masalah yang dihadapi ketika IHK kabupaten/kota ingin diduga. Pertama adalah statistik IHK yang dihasilkan hanya reperesentatif untuk daerah perkotaan karena pada area ini contoh tersedia untuk menduganya. Kedua, keberadaan kabupaten/kota yang tidak memiliki contoh tetapi statistik IHK-nya perlu disediakan. Metode pendugaan area kecil (small area estimation, SAE) dapat diterapkan sebagai solusi untuk meningkatkan akurasi hasil pendugaan langsung pada area contoh dan juga memperoleh statistik IHK di kabupaten/kota nircontoh.
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data yang dikeluarkan oleh BPS. Peubah respon adalah indeks harga konsumen (IHK) Januari 2018 yang diperoleh dari SBH 2012 dan SHK 2018. Ada tujuh peubah respon sesuai dengan banyaknya kelompok pengeluaran. Peubah penyerta diperoleh dari pendataan potensi desa tahun 2018 (PODES 2018). Data PODES 2018 ini merupakan hasil kompilasi data administrasi desa oleh BPS. Ada sebanyak 37 peubah penyerta yang terdiri dari enam aspek. Data berupa rasio keberadaan desa di suatu kabupaten/kota berdasarkan enam aspek tersebut.
Dalam penelitian ini, IHK kabupaten/kota diduga menggunakan model Fay-Herriot dan parameternya diduga dengan penduga tak bias linear terbaik empirik (EBLUP-FH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa EBLUP-FH dapat menghasilkan statistik IHK di kabupaten/ kota contoh dengan akurasi yang lebih baik daripada pendugaan langsung di Provinsi Jawa Barat. Ini ditunjukkan oleh nilai relative root mean square error (RRMSE) dari EBLUP-FH IHK yang lebih kecil dari penduga langsung. EBLUP-FH menghasilkan statistik IHK kabupaten/ kota contoh dengan akurasi yang tidak lebih baik daripada pendugaan langsung di Provinsi Maluku. Artinya, penduga EBLUP-FH belum dapat memperbaiki hasil pendugaan langsung dengan ukuran contoh yang ada di Provinsi Maluku. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan perbaikan model dengan imputasi observasi dengan rataan dan regresi sehingga dihasilkan penduga EBLUP-FH yang lebih baik. EBLUP-FH juga dapat menghasilkan statistik IHK kabupaten/ kota nircontoh dengan hasil yang baik