31665 research outputs found
Sort by
Keanekaragaman simplisia nabati dan produk obat tradisional di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
The utilization of medical plants as traditional medicine is a great inherintance
which has been used until present. Medicinal plants used in the form of vegetable
simplisia and traditional medicine products. This study aims to identified the form an
diversity of vegetable simplisia and traditional medicine product, traditional medicine
products traded, the selling price and origin of the traded vegetable simplisia supply
and the potential for sustainable management of medicinal plants as vegetable
simplisia. Data and information are collected in Pematangsiantar and Simalungun,
North Sumatera using direct observation and interviews with purposive sampling.
The results show that 113 species of medicinal plants come from 46 families that
dominated by Zingiberaceae. Vegetable simplisia dominated by herb life form and
simplisia leaf (folium) are organ of the most used medicinal plants as medicine by
local communities and the traders medicinal plants. The majority of medicinal plants
traded and local communities utilized are cultivated plants which selling price around
Rp 16 000-Rp 700 000 each kilogram. There were included 22 spesies medicinal
plants of threatened category according to IUCN, CITES LIPI, and Permen LHK No.
P.106 Year 2018
Penentuan Lokasi Penangkapan Ikan Karang di Perairan Pesisir Timur Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara.
Ikan karang merupakan ikan bernilai ekonomis tinggi dan sering dimanfaatkan
sebagai target tangkapan oleh nelayan. Keberhasilan pemanfaatan ikan karang
agar optimal didukung oleh beberapa faktor, salah satunya daerah penangkapan
ikan. Namun kondisi yang terjadi di masyarakat Pulau Kei Besar adalah bahwa
mereka belum mengetahui daerah penangkapan ikan yang potensial. Tujuan
penelitian ini adalah menghitung kekayaan jenis dan indeks ekologi ikan karang
di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, mengidentifikasi kelimpahan ikan
karang yang layak tangkap di perairan pesisir timur Pulau Kei Besar, serta
menentukan daerah potensial penangkapan ikan karang di perairan pesisir timur
Pulau Kei Besar. Penelitian ini berlangsung dari Oktober 2018 hingga Februari
2019 dimana pengambilan data lapangnya mengambil 9 titik lokasi pada tanggal 3
November – 18 November 2018 dengan menerapkan metode Underwater Visual
Census. Analisis yang dilakukan adalah menghitung kelimpahan ikan, biomassa,
komposisi jenis, indeks ekologi, ukuran layak tangkap dan pembobotan untuk
menentukan daerah penangkapan ikan potensial. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kelimpahan ikan paling tinggi terdapat di lokasi Fako dengan 4 dari 9
lokasi pengamatan memiliki persentase jenis ikan yang sudah layak tangkap lebih
besar daripada yang belum layak tangkap. Lokasi perairan Kilwait, Weduar,
Ohoirenan, Ngufit Bawah, dan Yamtel, Hollat, dan Ohoifau merupakan perairan
yang cukup potensial untuk menangkap ikan karang serta perairan Ohoiwait dan
Fako merupakan perairan yang potensial untuk menangkap ikan karang.
Penelitian ini diharapakan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi kepada
nelayan terkait lokasi penangkapan ikan agar kegiatan penangkapan ikan yang
dilakukan lebih optimal
Karakterisasi Aktivitas Enzim Protease dari Bakteri Limbah Litter Ayam Broiler
Protease merupakan enzim yang paling banyak dikembangkan untuk
keperluan industri dan dihasilkan oleh semua organisme. Bakteri penghasil
protease bisa didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya adalah limbah
peternakan. Limbah litter ayam diduga kaya dengan bakteri karena secara alami
litter merupakan campuran bahan organik dan ekskreta ayam. Isolat bakteri
penghasil protease berbentuk batang (disebut dengan BLA) telah berhasil diisolasi
dari litter ayam broiler Kandang C, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi masa optimum produksi dan
kestabilan enzim protease yang dihasilkan dari BLA dari cekaman pH dan suhu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase stasioner BLA merupakan fase
optimum produksi protease sebagaimana diindikasikan dengan pembentukan zona
bening yang paling luas dibandingkan dengan yang lainnya. Total konsentrasi
protein yang dihasilkan pada fase tersebut adalah 3.95+0.01 mg mL-1. Pengukuran
aktivitas enzim pada pH dan suhu yang berbeda mengindikasikan bahwa enzim
protease BLA: (1) merupakan protease basa karena aktivitas optimumnya pada pH
10 dengan aktivitas spesifik sebesar 0.16+0.01 U mL-1; dan (2) merupakan
protease transisi mesofilik-termofilik karena memiliki aktivitas tertinggi pada
suhu 60 oC (0.38+0.06 U mL-1)
Metode Analisis Diskriminan Kuadrat Terkecil Parsial untuk Klasifikasi Segmen Loyalitas Konsumen Susu Pertumbuhan
Segmentasi konsumen adalah proses membagi konsumen menjadi segmen-segmen yang berbeda berdasarkan karakteristik konsumen sehingga memudahkan perusahaan membangun strategi pemasaran. Segmentasi dilakukan berdasarkan loyalitas konsumen menggunakan pendekatan RFM (Recency, Frequency, Monetary) dari 7753 anggota program loyalitas suatu produk nutrisi. Pemodelan klasifikasi analisis diskriminan kuadrat terkecil parsial dilakukan dengan hasil segmentasi konsumen sebagai peubah respon. Model yang dihasilkan tidak cukup baik berdasarkan nilai AUC (Area Under Curve) kurva ROC (Relative Operating Characteristic) setiap segmen yang cukup rendah. Peubah penjelas yang memiliki kontribusi tinggi terhadap model adalah X5, X9, dan X2 dengan nilai VIP (Variable Importance in the Projection) lebih dari 1
Analisis Produksi dan Efisiensi Ekonomi Ayam Petelur dengan Penambahan Pakan Suplemen Tepung Ulat Hongkong
Ayam merupakan salah satu penyumbang protein hewani tertinggi di
Indonesia, salah satunya melalui telur. Telur ayam merupakan salah satu bahan
pangan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Produksi telur dipengaruhi beberapa
faktor salah satunya adalah pakan. Harga pakan yang tinggi membatasi peternak
skala kecil untuk mendapatkan manfaat dari usahannya. Ulat hongkong memiliki
kandungan protein tinggi serta asam amino lengkap, ketersediaan ulat hongkong
juga cukup banyak, berbeda dengan sumber protein yang kebanyakan merupakan
bahan impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serta
efisiensi ekonomi pada ayam petelur. Peubah yang diamati adalah produktivitas
meliputi bobot telur, hen day production, konsumsi pakan, serta konversi pakan,
peubah kelayakan usaha meliputi income over feed cost (IOFC). Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan 15
ulangan kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian
menunjukan konsumsi tiap perlakuan tidak berbeda nyata (P>0.05), namun berbeda
(P<0.05) pada bobot telur, hen day production, dan konversi pakan. Hasil income
over feed cost (IOFC) pada tiap perlakuan dikatakan menunjukan pendapatan
sebesar Rp 363 726 hingga Rp 1 782 594 selama 33 hari pada fase awal produksi
Analisis Ekonomi pengelolaan sampah di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Bira, Sulawesi Selatan.
Pantai Tanjung Bira merupakan salah satu wisata bahari yang terletak di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pengelolaan sampah yang sudah ada di kawasan wisata Pantai Tanjung Bira belum optimal, karena masih terdapat tumpukan sampah, khususnya pada lokasi pantai wisata. Tujuan penelitian ini adalah: ..
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Wakif dalam Berwakaf Online
Wakaf merupakan salah satu filantropi Islam yang dapat menjadi alternatif sebagai pemerata kesejahteraan dan pengurang kemiskinan. Instrumen ini memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Nasution (2005) dan melihat jumlah pengguna internet di Indonesia (2017), potesi wakaf uang di era digital mencapai 1.332 triliun Rupiah per tahun. Beberapa nazhir memberikan fasilitas wakaf online untuk memaksimalkan potensi wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wakif online serta faktor-faktor yang memengaruhi wakif dalam berwakaf online. Sebanyak 90 responden wakif online telah diteliti, dengan proporsi 30 wakif berasal dari tiga lembaga berbeda diantaranya Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Global Wakaf. Metode yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi wakif dalam berwakaf online adalah analisis faktor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi wakif dalam berwakaf online dibagi ke dalam lima faktor yaitu faktor kualitas informasi; pelayanan; kepercayaan; kualitas website; dan promosi
Tingkat Kesejahteraan Rumahtangga Dalam Pengelolaan Kegiatan Wisata Budaya Berbasis Komunitas Di Desa Bawömataluo Kecamatan Fanayama Nias Selatan
Wisata Budaya adalah Pariwisata yang menjadikan budaya sebagai daya tarik
utama. Pendukung kegiatan wisata salah satunya ialah masyarakat lokal atau
Komunitas. Program wisata berbasis komunitas merupakan konsep pengembangan
kawasan wisata dengan melibatkan dan menempatkan komunitas untuk mengelola
dan mengembangkan daerahnya sendiri untuk peningkatan kesejahteraannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan manfaat pengelolaan kegiatan
wisata budaya berbasis komunitas dengan kesejahteraan rumahtangga. Penelitian
ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif.
Berdasarkan hasil data yang ditemukan bahwa rumahtangga yang berada dekat
dengan objek wisata, tingkat manfaat yang diperoleh cenderung tinggi. Kemudian
semakin banyak manfaat kegiatan wisata yang diperoleh maka tingkat
kesejahteraan rumahtangganya akan meningkat dan begitu sebaliknya. Kemudian
rumahtangga yang tidak dekat pada objek wisata akan memperoleh manfaat
pendapatan sampingan. Oleh karena itu diperlukan adanya kerjasama antar pihak
komunitas wisata dan pemerintah untuk penataan kawasan dengan baik agar setiap
rumahtangga dapat merasakan kehidupan sejahtera yang merata
Hubungan Praktik Pemberian ASI dan MP-ASI dengan Morbiditas dan Status Gizi Baduta Usia 6-24 Bulan di Kota Bogor
Praktik pemberian ASI dan MP-ASI dalam periode 1000 Hari Pertama
Kehidupan merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan status gizi
anak di usia mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan praktik
pemberian ASI dan MP-ASI dengan morbiditas dan status gizi baduta. Desain
penelitian ini adalah cross sectional study dengan consecutive sampling yang
melibatkan 42 subjek. Praktik pemberian ASI dan MP-ASI diukur dengan metode
wawancara dan instrumen berupa Infant and Child Feeding Index (ICFI). Status
gizi diukur dengan z-score. Praktik pemberian ASI dan MP-ASI mayoritas subjek
kelompok usia 6-8 dan 9-11 bulan berada pada kategori baik, sedangkan mayoritas
subjek kelompok usia 12-24 bulan berada pada kategori cukup baik. Kejadian
morbiditas subjek dalam satu bulan terakhir tergolong rendah. Sebanyak 23.8%
subjek tergolong stunting dan 7.1% tergolong overweight. Tidak terdapat hubungan
signifikan antara praktik pemberian ASI dan MP-ASI dengan morbiditas maupun
status gizi subjek (p>0.05). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara berat
badan lahir subjek dengan status gizi indeks BB/U (p=0.012, r=0.383) yang
bermakna bahwa subjek dengan berat badan lahir rendah berpeluang lebih besar
untuk mengalami gizi kurang
Pengukuran Karakteristik Fisik dan Mekanik Tanaman Jagung sebagai Data Referensi untuk Perancangan Mesin Panen Jagung.
Penanganan atau pengolahan bahan-bahan pertanian dilakukan dengan
bantuan alat dan mesin. Tujuan penelitian ini adalah mengukur parameter budidaya
dan sifat fisik-mekanik tanaman jagung yang siap panen. Data dikumpulkan dengan
melakukan pengamatan dan pengukuran langsung di lahan budidaya serta di
laboratorium. Tanaman jagung mempunyai rentang umur panen 95-110 hari,
dengan jarak tanam rata–rata 65.69 x 28.41 cm. Tanaman jagung memiliki tinggi
tanaman antara 119-276 cm, ketinggian posisi tongkol 81-120 cm, dan diameter
batang 14-25.5 cm. Tanaman jagung juga memiliki gaya perebahan 1.82-4.35 kgf,
gaya potong maksimal 87.05 N, gaya tahanan remuk batang minimal 20.22 N, gaya
memetik tongkol 6.60 N, gaya kupas klobot maksimal 133.42 N, gaya pipil 16.68
N, dan gaya pecah tongkol minimal 81.91 N. Torsi pemetikan tongkol bervariasi
antara 15.85-23.52 Nm dan kebutuhan daya untuk memetik tongkol sebesar 1.68-
2.49 hp pada sampel 20 tanaman