Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Tingkat Stres, Strategi Koping, dan Kebahagiaan Remaja pada Keluarga Utuh dan Keluarga Bercerai

    No full text
    Masa remaja merupakan masa transisi anak-anak menuju dewasa yang dalam tahapannya membutuhkan perhatian orang tua ketika menghadapi krisis. Remaja dari keluarga bercerai lebih rentan terhadap stres dibanding remaja dari keluarga utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat stres, strategi koping, terhadap kebahagiaan remaja pada keluarga utuh dan keluarga bercerai. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang bersekolah di SMK Swasta, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Contoh dipilih dengan teknik convenience yang melibatkan 60 siswa dari beberapa sekolah. Data dikumpulkan dengan teknik self-report secara terpimpin. Variabel tingkat stres, strategi koping, dan kebahagiaan dikumpulkan menggunakan alat bantu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat stres, penggunaan problem focused coping dan kebahagiaaan remaja dari keluarga utuh dan keluarga bercerai. Selanjutnya terdapat perbedaan penggunaan emotional focused coping remaja dari keluarga utuh dan keluarga bercerai. Remaja dari keluarga utuh menerapkan emotional focused coping lebih tinggi dibandingkan dengan remaja dari keluarga bercerai. Hasil uji regresi menunjukkan terdapat pengaruh tingkat stres dan emotional focused coping terhadap kebahagiaan remaja. Tingkat stres yang tinggi akan menurunkan kebahagiaan remaja dan penggunaan emotional focused coping yang baik akan meningkatkan kebahagiaan remaja

    Hubungan Tingkat Partisipasi Dalam Program Bank Sampah Terhadap Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah

    No full text
    Partisipasi merupakan andil individu dalam keikutsertaan menjalankan suatu program baik bersifat aktif maupun pasif. Partisipasi dapat dicurahkan baik berupa gagasan, keterampilan, tenaga, harta benda dan uang (Suyoto 2016). Tingkatan partisipasi (Cohen & Uphoff 1979) dimulai dari tahapan pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil lalu evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat partisipasi pada program bank sampah dengan perubahan perilaku pengelolaan sampah program Bank Sampah Dandelion. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi dengan metode studi kasus dan metode survey untuk menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif, dengan data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara partisipasi keanggotaan bank sampah terhadap perubahan perilaku nasabah terhadap pengelolaan sampah. Hal tersebut dikarenakan rendahnya partisipasi nasabah dalam menjalani bank sampah dan minimnya fasilitator dalam membimbing nasabah bank sampah

    Estimasi Sedimen Tersuspensi Menggunakan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) di Perairan Pulau Bintan Kepulauan Riau

    No full text
    Konsentrasi Sedimen tersuspensi adalah konsentrasi material padat yang melayang di kolom perairan, dapat berupa material organik maupun anorganik. Pengetahuan dalam estimasi konsentrasi sedimen tersuspensi sangat penting dalam memahami karakteristik transport sedimen perairan payau maupun laut. Pengetahuan tentang sedimen tersuspensi diperlukan dalam berbagai bidang termasuk navigasi perairan, perlindungan garis pantai, mitigasi bencana erosi ketika banjir, irigasi cadangan air, pelestarian habitat, pembangunan pelabuhan dan pengembangan wisata. Pengukuran konsentrasi sedimen tersuspensi dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan metode akustik. Perangkat Acoustic Doppler Current profiler (ADCP) merupakan salah satu alat akustik yang diciptakan untuk mendeteksi arah dan besaran arus di air. Seiring berkembangnya teknologi ADCP juga dapat digunakan untuk mengukur hamburbalik sedimen perairan. Nilai hamburbalik perairan dapat dikonversi menjadi nilai estimasi suspended sediment consentration (SSC), yaitu dengan membandingkan nilai echo intensitas dengan SSC hasil pengukuran laboratorium. Pengambilan data insitu secara langsung dilakukan dengan pengambilan sample air menggunakan botol Van Dorn. Sampel air diukur beberapa parameter antara lain suhu, pH, dan salinitas menggunakan Horiba U-50 Water Quality Checker. Pengambilan data ADCP dilakukan dengan memasang ADCP pada bagan tancap selama 3 hari. Perekaman ADCP menghadap ke utara dengan jumlah bin 100, panjang bin 0,5meter. Data echo intensity pada ADCP dikonversi menjadi nilai hamburbalik relative dengan melakukan koreksi terhadap transmission loss (TL), Reverberasion Loss (RL), dan absorpsi. Selanjutnya didapatkan nilai estimasi SSC dari hasil inversi dengan SSC pengukuran Laboratorium. Analisa nilai hamburbalik menunjukan bahwa distribusi sedimen tersuspensi sangat dipengaruhi oleh fenomena pasang surut. Pada saat air surut, sedimen tersuspensi mengarah ke selatan dengan peningkatan nilai hamburbalik. Ketika sedimen tersuspensi mengarah ke utara saat air pasang, nilai hamburbalik menurun. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ADCP dapat mengestimasi nilai SSC dengan cukup akurat. Perbandingan nilai SSC pada ADCP dengan SSC laboratorium menunjukan nilai korelasi r = 0.98. Hasil analisa SSC menunjukan perairan Pulau Bintan memiliki karakteristik sedimen yang sangat terpengaruh oleh dinamika pasang surut. Konsentrasi sedimen tersuspensi meningkat pada saat surut dan sedimen tersebar mengikuti arus pasang surut. Pada saat pasang sedimen mengarah ke utara dengan nilai konsentrasi yang menurun

    Analisis Pengaruh Foreign Direct Investment dan Inovasi terhadap Impor Produk High Technology di ASEAN 6.

    No full text
    Perkembangan teknologi saat ini telah mengubah pola hidup masyarakat menjadi semakin modern. Perkembangan teknologi mendorong semakin cepatnya digitalisasi yang terjadi disemua negara. Ketidakmampuan suatu negara dalam memenuhi permintaan domestik terhadap produk digital yang erat kaitannya dengan konten high technology mendorong suatu negara melakukan impor produk high technology. Disisi lain perkembangan Foreign Direct Investment (FDI) menjadi perhatian penting dalam rangka mendukung perkembangan teknologi domestik suatu negara karena dianggap mampu memberikan efek spillover. ASEAN 6 merupakan kawasan yang sangat menarik bagi investor asing karena memiliki lokasi yang strategis, pangsa pasar yang besar serta sumber daya yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini melihat bagaimana pengaruh FDI dan inovasi terhadap impor produk high technology di ASEAN 6. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data panel dari enam negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam selama sepuluh tahun dari tahun 2007 hingga 2016. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik impor produk high technology di negara-negara ASEAN 6 berbeda-beda. FDI dan inovasi berpengaruh positif terhadap impor produk high technology di ASEAN 6. Apabila produk high technology dalam penelitian ini didekomposisi menjadi 9 kategori berdasarkan SITC Revisi 3, maka proporsi impor negara-negara ASEAN 6 didominasi oleh produk electronics dan computers. Jika dibandingkan nilai rataan antara sepuluh negara asal FDI terbesar dengan impor produk high technology, dapat diketahui bahwa lima dari enam negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam memiliki rataan nilai impor produk high technology terbesar bukan dari negara yang sama dengan pemberi FDI terbesar. Berdasarkan hasil estimasi regresi data panel, ditemukan bahwa investasi asing memiliki potensi untuk mendorong impor akan produk high technology. Pada jangka pendek, impor produk high technology merupakan suatu keniscayaan dikarenakan ketiadaan produk substitusi yang memiliki spesifikasi dan kualitas yang sama dengan produk impor. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan program jangka panjang terkait dengan pengembangan industri yang mampu memproduksi produk high technology. Setelah industri dalam negeri sudah memiliki kapasitas dalam memproduksi produk high technology, pada tahap selanjutnya pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan local content requirement untuk produk high technology dalam menekan keran impor khususnya pada produk high technology

    Pola Curah Hujan dan Kejadian Kebakaran di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Provinsi Jambi

    No full text
    Jambi merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi di Indonesia. Salah satu kawasan gambut di Jambi yang pernah terbakar hebat pada tahun 2015 adalah HLG Londerang. Curah hujan merupakan salah satu faktor iklim yang dapat mempengaruhi terjadinya kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola curah hujan dan kejadian kebakaran di HLG Londerang pada tahun 2013-2016. Penelitian ini menggunakan data hotspot, curah hujan, SPI (Standardized Precipitation Index), SOI (Southern Oscillation Index) dan SSTA (Sea Surface Temperature Anomalies) yang kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai SPI-1 dapat mempresentasikan curah hujan pada lokasi penelitian. Tahun 2015 merupakan tahun dengan jumlah hotspot tertinggi karena pada tahun tersebut terjadi peristiwa El Nino yang ditandai dengan menurunnya nilai SOI dan meningkatnya nilai SSTA. Curah hujan memiliki korelasi negatif dengan jumlah hotspot yang mempunyai hubungan yang lemah. Curah hujan dengan SPI-1 memiliki korelasi positif dengan hubungan yang kuat. Kombinasi curah hujan, SOI dan SSTA menunjukkan korelasi yang tertinggi terhadap jumlah hotspot dibandingkan dengan parameter lain

    Pemodelan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation untuk Pengaturan Larutan Nutrisi Hidroponik Nutrient Film Technique

    No full text
    Perserikatan Bangsa-Bangsa memprediksikan populasi seluruh dunia pada tahun 2050 sebesar 9.7 miliar orang. Lebih dari setengah populasi manusia hidup di daerah perkotaan pada tahun 2016 dan akan terus bertambah. Semakin bertambahnya populasi manusia di perkotaan dapat mempengaruhi kehidupan, salah satunya pertanian. Model pertanian yang dapat diimplementasikan di daerah perkotaan adalah hidroponik. Kualitas dan kuantitas pada hidroponik dapat ditingkatkan apabila larutan nutrisi yaitu EC (Electrical Conductivity) dan derajat keasaman (pH) diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pengontrolan larutan nutrisi hidroponik dapat dilakukan dengan menggunakan aturan yang diterapkan pada sensor, tetapi membutuhkan daya besar, karena melakukan pendeteksian EC dan pH level secara terus menerus. Algoritme Jaringan Saraf Tiruan (JST) backpropagation dalam pendeteksian EC dan pH level dilakukan hanya sekali dalam periode pengecekan, sehingga mampu menghemat penggunaan daya. Model terbaik yang didapatkan dari JST backpropagation adalah dengan parameter, 1 hidden layer, 8 neuron hidden layers, learning rate 0.8, menghasilkan Mean Square Error (MSE) sebesar 47.418 x 10-3. Root Mean Square Error (RMSE) yang didapatkan, 9.43 untuk Pompa A, 5.38 untuk Pompa B, 1.4 untuk Pompa C, 1.41 untuk Pompa D. Tingkat akurasi yang didapatkan 90.05% untuk Pompa A, 90.78% untuk Pompa B dan 91.35% untuk Pompa C dan 91.25% untuk Pompa D. Dari hasil penelitian penggunaan daya untuk JST lebih sedikit dibandingkan dengan pengaturan larutan nutrisi berdasarkan aturan dari sensor dengan total rata-rata penggunaan daya untuk JST backpropagation 68.43% lebih kecil

    Keragaman Morfologi Mutan Lamtoro (Leucaena leucocephala cv. Tarramba) Pasca Iradiasi 40 Gy Tahan Asam pH 3.4

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keragaman morfologi dari mutan tanaman lamtoro pasca iradiasi 40 gy yang tahan asam pH 3.4 dan mencari pertumbuhan yang terbaik. Tanaman pakan yang digunakan adalah mutan lamtoro (Leucaena leucocephala cv. Tarramba) pasca iradiasi 40 gy tahan asam pH 3,4 dengan 5 nomor mutan lamtoro dan 1 jenis lamtoro (Leucaena leucocephala cv. Tarramba) murni. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan acak lengkap (RAL) dengan analisis ragam (ANOVA) dan jika ada signifikasi akan diuji lanjut menggunakan Duncan. Perlakuan dengan taraf level pemberian BAP yang sama yaitu: 0,5 ppm terhadap 2 macam eksplan lamtoro terdiri dari eksplan lamtoro kontrol dan eksplan lamtoro pada 5 nomor mutan berbeda: L1V5, L2V3, L4V2, L5V2, dan L13V1. Dimana huruf “L” melambangkan mutan dan nomor pada (L1, L2, L4, L5, dan L13) merupakan nomor mutan. Sedangkan huruf “V” melambangkan generasi dari lamtoro setelah di subkultur dan nomor setelah “V” menandakan telah berapa kali tanaman lamtoro di subkultur. Analisis ragam menunjukkan parameter pertambahan tinggi tanaman berbeda nyata (P<0.05) serta parameter jumlah ranting, jumlah daun majemuk, persentase kerontokan daun, tidak berbeda nyata (P>0.05). Berdasarkan uji yang dilakukan pertumbuhan terbaik ditunjukkan oleh lamtoro dengan nomor mutan L5V2

    Pengujian Antimalaria Menggunakan Tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perry) (Studi in vitro, in vivo, Toksisitas dan Screening Senyawa Aktif).

    No full text
    Penyakit malaria masih menjadi permasalahan kesehatan di banyak negara di dunia dan di wilayah Indonesia. Target eliminasi malaria di Indonesia pada tahun 2030 menjadi tolak ukur dalam upaya mencari berbagai sumber alternatif baru pengobatan malaria. Kondisi ini sangat penting menjadi perhatian mengingat saat ini di beberapa wilayah di Asia Tenggara dilaporkan telah mengalami resistensi obat malaria. Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) adalah tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai bahan obat, tetapi belum banyak dikaji pemanfaatannya sebagai antimalaria terutama menggunakan varietas unggul Indonesia. Keunggulan varietas ini yaitu dari segi produktivitasnya, daya tahan terhadap hama dan penyakit dan kualitas buah yang tinggi. Keunggulan dari aspek daya tahan terhadap hama dan penyakit, berkaitan erat dengan produksi senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan dan senyawa tersebut secara farmakologis dapat dimanfaatkan. Penelitian ini menggunakan tiga sampel varietas cengkeh dari empat varietas unggul cengkeh di Indonesia yaitu cengkeh varietas afo yang berasal dari Ternate Maluku Utara, varietas gorontalo dari Sulawesi Utara dan tuni buru selatan dari kepulauan Maluku. Varietas unggul lainnya yaitu cengkeh varietas karo medan tidak digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis komponen kimia dan fitokimia dari ekstrak metanol bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh varietas afo, gorontalo dan tuni buru selatan, menganalisis aktivitas antimalaria ekstrak metanol bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh varietas afo, gorontalo dan tuni buru selatan secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum, menentukan nilai toksisitas (Lethal Dose 50: LD50) ekstrak metanol bunga dan tangkai bunga cengkeh varietas afo, gorontalo dan tuni buru selatan secara in vivo, menentukan persentase penghambatan ekstrak metanol bunga dan tangkai bunga cengkeh varietas afo, gorontalo dan tuni buru selatan secara in vivo terhadap Plasmodium berghei, mendeskripsikan hasil analisis histopatologi hewan uji mencit setelah diinfeksi dan diberi perlakuan ekstrak, menentukan fraksi aktif antimalaria dari tangkai bunga cengkeh varietas afo dan tuni buru selatan. Metode pengujian meliputi empat tahapan uji yaitu analisis komponen kimia ekstrak metanol cengkeh menggunakan metode GC-MS dan fitokimia menggunakan metode Harborn 1987; uji aktivitas antimalaria secara in vitro menggunakan ekstrak metanol cengkeh dan eugenol murni dengan konsentrasi perlakuan yang sama yaitu 0.01, 0.1, 1, 10 dan 100 μg/mL dengan 2 ulangan; uji toksisitas menggunakan lima dosis uji ekstrak metanol cengkeh yaitu 625, 1250, 2500, 5000 dan 10.000 mg/kg BB; uji aktivitas antimalaria secara in vivo menggunakan tiga dosis uji yaitu 25, 50 dan 100 mg/kg BB; Analisis histopatologi dilakukan pada organ hati mencit; Fraksinasi dilakukan dengan kromatografi Cair Vakum (KCV), uji aktivitas antimalaria fraksi aktif cengkeh varietas afo terdiri dari dua fraksi yaitu fraksi N-Heksan : Etil Asetat (H : EtOAc) (1 : 9) dan EtOAc (100%); dan dua fraksi aktif cengkeh varietas tuni Buru selatan yaitu fraksi H : EtoAC (1 : 9) dan gabungan fraksi EtoAC (100%) dan metanol (100%) (1 : 1). Pengujian in vivo fraksi menggunakan tiga dosis uji yaitu 25, 50 dan 100 mg/kg BB dengan 5 ekor mencit sebagai ulangan. Hasil uji in vitro menunjukan nilai IC50 bunga, tangkai bunga dan daun cengkeh varietas afo berturut-turut adalah 1.33, 1.38 dan 14.89 μg/mL, varietas gorontalo berturut-turut adalah 1.02, 4.48 dan 19.58 dan varietas tuni buru selatan adalah 1.25, 7.89 dan 11.42 μg/mL. Nilai IC50 eugenol murni adalah 21.56 μg/mL. Hasil uji toksisitas (LD50) secara in vivo menunjukan nilai LD50 untuk bunga dan tangkai bunga cengkeh varietas afo berturut-turut adalah 9.825 dan 72.198 mg/kg BB; varietas gorontalo adalah 25.109 dan 30.735 mg/kg BB, dan varietas tuni buru selatan adalah 19743.327 dan 47304.436 mg/kg BB. Nilai rata-rata persentase penghambatan ekstrak metanol cengkeh varietas afo terhadap Plasmodium berghei secara in vivo pada dosis 25, 50 dan 100 mg/kg BB berturut-turut adalah 71.92, 32.16 dan 11.94 % untuk bunga cengkeh dan 56.18, 69.45 dan 53.08 % untuk tangkai bunga cengkeh. Rata-rata persentase penghambatan bunga cengkeh varietas gorontalo berturut-turut adalah 73.40; 43.99 dan 18.75% ; dan tangkai bunga cengkeh berturut-turut adalah 59.42, 37.63 dan 13.12%. Rata-rata persentase penghambatan bunga cengkeh varietas tuni buru selatan adalah 94.19, 95.81 dan 78.28% dan tangkai bunga cengkeh berturutturut adalah 90.48, 80.43 dan 74.14%. Patologis pada organ hati mencit yang terinfeksi P. berghei dan diberi perlakuan ekstrak metanol cengkeh var. afo, gorontalo dan tuni buru selatan termasuk kategori peradangan yang ringan dengan diagnosa hepatitis parasiticus dan hemosiderosis. Hasil isolasi fraksi menunjukan terdapat enam fraksi tangkai bunga cengkeh varietas afo fraksi 1, fraksi 2, fraksi 3, fraksi 4, fraksi 5 dan fraksi 6 yang menghasilkan satu fraksi aktif sebagai antimalaria yaitu fraksi 1. Isolasi fraksi tangkai bunga cengkeh varietas tuni buru selatan memperoleh dua fraksi yaitu fraksi 7 dan fraksi 8 yang menghasilkan satu fraksi aktif sebagai antimalaria yaitu fraksi 8. Persentase penghambatan fraksi 1 dari fraksi cengkeh varietas afo terhadap Plasmodium berghei dosis 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah 85.07%, 98.73% dan 85.12%. Persentase penghambatan fraksi 8 tangkai bunga cengkeh varietas tuni buru selatan terhadap Plasmodium berghei dosis 1, 2 dan 3 adalah 95.33%, 99.60% dan 91.73%. Fraksi 1 dan fraksi 8 mempunyai komponen utama yang sama yaitu eugenol (fenolik). Fraksi 1 didominasi kelompok senyawa non fenolik yaitu kelompok terpenoid yang terdiri dari sesquiterpen dan monoterpen, fraksi 8 didominasi oleh kelompok senyawa fenolik dan non fenolik yang terdiri dari kelompok alkaloid dan flavonoid. Fraksi 1 tangkai bunga cengkeh varietas afo dan fraksi 8 tangkai bunga cengkeh varietas tuni buru selatan adalah fraksi aktif antimalaria

    Efektivitas Hidrolisat Peptida untuk Pengobatan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Ikan Nila Oreochromis niloticus

    No full text
    Penyakit yang menyerang ikan nila salah satunya adalah penyakit motile aeromonad septicaemia (MAS). Hidrolisat peptida merupakan alternatif untuk mengendalikan infeksi A. hydrophila penyebab penyakit MAS. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dosis optimal penggunaan hidrolisat peptida untuk pengobatan infeksi A. hydrophila pada ikan nila. Penelitian terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu K- (tanpa injeksi A. hydrophila dan tanpa hidrolisat peptida), HP 0% (injeksi A. hydrophila dan tanpa hidrolisat peptida), HP 50% (injeksi A. hydrophila dan hidrolisat peptida 50 μL + 50 μL PBS), HP 100% (injeksi A. hydrophila dan hidrolisat peptida 100 μL), dan OTC (injeksi A. hydrophila dan oxytetracyclin 50 ppm). Uji tantang dilakukan pada awal pemeliharaan dengan menginjeksikan bakteri A. hydrophila sebanyak 0.1 mL per ekor ikan dengan kepadatan 106 CFU mL-1. Pengobatan dengan hidrolisat peptida dan oxytetracyclin sebanyak 0.1 mL per ekor ikan dilakukan pada hari ke tiga setelah uji tantang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hidrolisat peptida dengan dosis 50% efektif untuk mengobati ikan nila yang terinfeksi bakteri A. hydrophila dengan nilai kelangsungan hidup sebesar 70%

    Pengembangan Mortar Berkemampuan Memperbaiki Diri Secara Mandiri Berbahan Tempurung dan Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit

    No full text
    Pemulihan retak pada mortar dan material yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat merupakan langkah yang penting dalam mengantisipasi kerusakan dan berkurangnya umur bangunan. Pemulihan retak secara mandiri dapat dilakukan dengan menambahkan bahan yang dapat meminimalisir ukuran retak dan dapat menjadi media pemulihan retak dengan terbentuknya kristal kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium silikat hidrat (3CaO.2SiO2.2H2O, CSH). Bahan yang dapat berfungsi dalam meminimalisir retak diantaranya adalah dengan menambahkan arang aktif dari tempurung kelapa sawit, sedangkan bahan yang dapat digunakan sebagai media pemulihan retak secara mandiri pada mortar adalah dengan menambahkan serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Khusus untuk arang aktif tempurung kelapa sawit, selain dapat meminimalisir ukuran retak mortar, juga dapat berfungsi sebagai penjerap polutan berbentuk gas. Penggunaan biomassa berlignoselulosa seperti serat TKKS dan tempurung kelapa sawit dalam pembuatan mortar tersebut memiliki masalah dalam hal kemampuan berikatan dengan semen. Hal ini terjadi karena adanya komponen hemiselulosa dalam biomassa berlignoselulosa yang dapat menghambat pengikatannya dengan semen. Sementara itu arang aktif sebagai penjerap polutan memerlukan permukaan dengan porositas tinggi yang didominasi oleh pori berukuran mesopori (2-50 nm). Hal ini bertujuan agar polutan berbentuk gas dapat lebih banyak dijerap. Perlakuan yang dapat dilakukan untuk pemecahan kedua permasalahan tersebut adalah dengan proses karbonisasi hidrotermal (KHT). Proses KHT adalah proses konversi biomassa yang ramah lingkungan, dimana menggunakan air sebagai media, dan dilakukan dengan menggunakan suhu dan tekanan yang rendah. Proses KHT terhadap biomassa berlignoselulosa pada suhu rendah juga dapat mengurangi keberadaan komponen hemiselulosa yang dapat menghambat ikatan antara semen dengan biomassa. Disamping itu proses KHT ini juga dapat menghasilkan arang hidro sebagai bahan precursor yang baik untuk pembuatan arang aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan mortar dengan penambahan arang aktif tempurung kelapa sawit dan arang hidro serat TKKS yang memiliki sifat mekanis yang tinggi, kemampuan menjerap polutan yang baik, serta kemampuan yang baik dalam memulihkan retak secara mandiri. Adapun serat TKKS dan arang aktif tempurung kelapa sawit yang dihasilkan terlebih dahulu diberi perlakuan dengan menggunakan proses KHT. Proses KHT terhadap serat TKKS dilakukan menggunakan suhu 150 C selama 4 jam, dengan tekanan yang dibangkitkan secara sendiri oleh uap air dalam reaktor (otogenus). Proses KHT ini dapat menurunkan kandungan hemiselulosa pada serat TKKS dari 28% menjadi 13%. v Sedangkan proses KHT pada tempurung kelapa sawit dilakukan sebagai proses antara untuk menghasilkan bahan baku bagi pembuatan arang aktif suhu tinggi yang memiliki porositas yang baik. Proses KHT dapat menghasilkan arang hidro yang memiliki porositas yang baik dan tidak membutuhkan aktivator dalam jumlah yang banyak untuk proses aktivasi. Proses KHT pada tempurung kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan variasi suhu 200-250 C selama 4-8 jam, dengan tekanan otogenus. Berdasarkan pengujian terhadap sifat arang, daya jerap iodin, daya jerap biru metilena, daya jerap beberapa polutan berbentuk gas, ukuran pori, dan rendemen, maka arang hidro terbaik adalah yang dihasilkan melalui proses KHT dengan suhu 225 C selama 8 jam. Arang hidro dari tempurung kelapa sawit dengan suhu dan waktu terbaik selanjutnya digunakan untuk proses aktivasi menggunakan karbonisasi suhu tinggi. Sebelum dikarbonisasi, arang hidro tersebut direndam dalam 5% larutan KOH selama 24 jam. Setelah dibilas bersih, arang hidro kemudian dikarbonisasi menggunakan variasi suhu 700-800 C selama 60-120 menit. Arang aktif terbaik dipilih berdasarkan pengujian terhadap sifat arang, daya jerap iodin, daya jerap biru metilena, daya jerap beberapa polutan berbentuk gas, ukuran pori, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arang aktif terbaik dihasilkan oleh proses karbonisasi menggunakan suhu 750 C selama 90 menit. Arang aktif terpilih ini kemudian digunakan pada pembuatan mortar. Tahap penelitian selanjutnya adalah membuat mortar dengan menambahkan arang aktif tempurung kelapa sawit. Arang aktif digunakan sebagai agregat halus untuk mensubstitusi sebagian dari pasir yang digunakan. Kadar arang aktif yang digunakan divariasikan antara 1-3% dari berat semen. Setelah 28 hari direndam, pengujian dilakukan terhadap mortar, diantaranya terhadap sifat mekanis (kuat tekan, modulus patah, modulus elastisitas), dan kemampuan menjerap beberapa polutan berbentuk gas (benzena, formaldehida, amonia, dan kloroform). Hal lain yang dilakukan adalah pengamatan terhadap pemulihan retak dari mortar. Terhadap contoh uji ini terlebih dahulu dilakukan retak buatan. Setelah itu, contoh uji yang telah memiliki retak ini diberi perlakuan siklus basah-kering selama 14 kali siklus. Satu siklus basah-kering terdiri dari perendaman contoh uji dalam air selama 12 jam, dan dilanjutkan dengan pengkondisian pada kondisi suhu ruang selama 12 jam. Hasil pengujian terhadap sifat mekanis, kemampuan menjerap polutan, serta kemampuan memulihkan retak menunjukkan bahwa mortar dengan penambahan 3% arang aktif memiliki karakteristik terbaik. Pada tahap penelitian terakhir, dilakukan pembuatan mortar dengan penambahan arang aktif dengan kadar terbaik (3% dari berat semen), dan penambahan arang hidro dari serat TKKS. Penambahan arang hidro serat TKKS dilakukan dengan variasi kadar 1%, 2%, dan 3% dari volume mortar. Pada tahap ini dilakukan pengujian yang sama terhadap mortar seperti pada tahap penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar dengan penambahan 3% arang aktif tempurung kelapa sawit dan 1% arang hidro serat TKKS memiliki sifat mekanis dan kemampuan pemulihan retak terbaik sebesar 76.3%

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇