Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Peningkatan Ketahanan Kayu terhadap Rayap Tanah melalui Proses Pengasapan menggunakan Kayu Salam.

    No full text
    Kayu pinus (Pinus merkusii Jungh & de Vriese), jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.), sengon (Falcataria mollucana Miq.), dan mangium (Acacia mangium Willd.) merupakan jenis kayu yang umumnya ditanam di hutan tanaman. Kayu dari hutan tanaman tersebut memiliki ketahanan yang rendah. Untuk meningkatkan ketahanan kayu penambahan bahan pengawet dilakukan pada kayu. Penambahan bahan tersebut masih menggunakan bahan kimia beracun serta dengan proses tidak ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengawetan kayu yang ramah lingkungan adalah pengasapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan senyawa potensial yang terdapat di dalam asap kayu salam, menganalisis pengaruh pengasapan terhadap perubahan warna dan ketahanan kayu asap terhadap serangan rayap tanah. Asap kayu salam menghasilkan senyawa yang didominasi oleh kelompok asam asetat (57.69%), fenol (18.30%), keton (12.21%), benzena (5.81%), aldehid (0.94%), dan kelompok PAH lainnya (5.05%). Pengasapan dan pengawetan dengan imidacloprid menunjukkan perubahan warna pada kayu. Waktu pengasapan yang semakin lama menyebabkan warna kayu menjadi lebih gelap. Kayu asap memiliki ketahanan kayu yang lebih baik dibandingkan imidacloprid. Kayu yang diasapi selama 3 minggu memberikan hasil ketahanan kayu terbaik. Pengasapan meningkatkan kelompok fenol pada kayu pinus, jabon, sengon, dan mangium. Derajat kristalinitas pada kayu pinus dan jabon menurun setelah diasapi yang disebabkan oleh fenol. Analisis FTIR menunjukkan ada gugus fungsi baru pada bilangan 3394-2137 cm-1 serta terjadi penurunan intensitas OH pada bilangan 3364 cm-1. Perubahan komposisi konentrasi relatif terjadi pada senyawa 2,6-dimetoksil fenol, o-cresol (phenol, 2-methyl-,) dan p-creosol (phenol, 2-methoxy-4-methyl-, benzaldehyde dan 1,2-benzenediol yang mempunyai toksisitas yang tinggi

    Pemurnian Produk Mono-Diasilgliserol (MDAG) dengan Metode Demulsifikasi Krim Skala Laboratoriu

    No full text
    Mono-Diasilgliserol (MDAG) merupakan pengemulsi yang dapat diproduksi secara gliserolisis kimia. Proses gliserolisis kimia yaitu mereaksikan lemak atau minyak dengan gliserol menggunakan katalis pada suhu tinggi (200-260oC). MDAG yang dihasilkan umumnya masih mengandung residu gliserol. Residu gliserol pada produk MDAG dapat dipisahkan dengan pemurnian. Residu gliserol tersebut terikat secara emulsi didalam produk MDAG. Untuk memisahkan gliserol dari produk MDAG, diperlukan upaya dalam memecah sistem emulsi tersebut yaitu dengan metode demulsifikasi krim. Metode demulsifikasi krim dapat digunakan untuk memecah sistem emulsi dengan adanya pemanasan, pengadukan dan penambahan larutan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kalsium klorida dan kalsium nitrat sebagai larutan elektrolit pada metode demulsifikasi krim. Kalsium klorida dan kalsium nitrat sebagai larutan elektrolit (5% b/v) ditambahkan kedalam MDAG Fully Hydrogenated Palm Kernel Oil (FHPKO) dengan rasio 1:1 (500 mL larutan elektrolit dan 500 mL MDAG FHPKO). Kedua larutan tersebut dicampur selama 40 menit pada kecepatan pengadukan 500 rpm dan suhu 65oC. Penambahan elektrolit kalsium klorida dan kalsium nitrat untuk memurnikan MDAG pada metode demulsifikasi krim memiliki hasil yang tidak berbeda berdasarkan Uji-t (p>0.05) pada kadar gliserol bebas, asam lemak bebas, monoasilgliserol (MAG), diasilgliserol (DAG), triasilgliserol (TAG), rendemen dan kadar air. Perlakuan penambahan elektrolit kalsium nitrat pada metode demulsifikasi krim dapat menurunkan kadar gliserol dari 11.69±0.88% menjadi 0.57±0.07% dengan karakteristik produk MDAG yang dihasilkan yaitu kadar ALB 8.51±0.94%, kadar MAG 31.53±3.27%, kadar DAG 19.46±0.52%, kadar TAG 39.93±4.66%, rendemen sebesar 81.00±3.61%, kadar air sebesar 4.63±0.16 % dan kadar kalsium sebesar 216.84±0.04 mg/100g. Perlakuan penambahan kalsium klorida pada metode demulsifikasi krim dapat menurunkan kadar gliserol dari 11.69±0.88% menjadi 0.64±0.06% dengan karakteristik produk MDAG yang dihasilkan yaitu kadar ALB 8.91±0.71%, kadar MAG 29.79±1.97%, kadar DAG 19.16±0.53%, kadar TAG 41.49±3.24%, rendemen sebesar 80.00±4.00%, kadar air sebesar 4.19±0.26 % dan kadar kalsium sebesar 153.04±4.98 mg/100g. Hasil penelitian menunjukkan kalsium nitrat dapat digunakan untuk menggantikan kalsium klorida sebagai larutan elektrolit pada metode demulsifikasi krim terutama dalam menurunkan residu gliserol

    Pemetaan Tanah Detail Kebun Pendidikan Cikabayan IPB Dramaga dengan Memanfaatkan Foto Udara Drone

    No full text
    Pemetaan tanah detail bermanfaat dalam merencanakan sistem pengelolaan tanah dan perencanaan perbaikan tanah. Pemetaan tanah detail seringkali terkendala tidak tersedianya peta dasar (peta kontur dan foto udara) dengan skala memadai. Peta kontur berbasis foto udara hasil pemotretan pesawat tanpa awak (drone) menjadi alternatif teknologi yang sedang berkembang, dan mudah untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tanah detail berbasis foto udara drone Kebun Cikabayan IPB Dramaga. Informasi penting pada foto udara drone selain tutupan lahan juga data Digital Surface Model (DSM) dimana pada area yang terbuka data DSM sama dengan data DTM (Digital Terrain Model). Pada pembuatan peta kontur data elevasi yang digunakan adalah data DTM, sehingga pada area yang tertutup vegetasi perlu dilakukan koreksi dengan pengukuran beda tinggi di lapang, namun dengan intensitas yang terbatas, antara lain dengan menggunakan theodolite. Kualitas peta kontur yang dihasilkan pada area yang relatif terbuka lebih baik dari area yang tertutup vegetasi, dan ditentukan oleh intensitas data DTM yang diolah. Kualitas peta tanah ditentukan oleh akurasi atau ketepatan data karakteristik pada setiap SPT dan deliniasinya. Karakteristik tanah pada setiap SPT diperoleh dari pengamatan lapang, sedangkan deliniasinya dibantu foto udara drone dan peta kontur. Namun demikian pada area tertentu penarikan batas SPT tidak mudah dilakukan walaupun menggunakan foto udara drone dan peta kontur detail, melainkan harus dibantu dengan pengamatan lapang yang intensif. Tanah di Kebun Cikabayan dapat diklasifikasiakan kedalam 3 ordo tanah yaitu Inseptisols luas 48.63 Ha (96.2%) dengan bahan induk tuf volkan, Entisols luas 1.29 Ha (2.56%) dengan bahan induk endapan lahar dan Ultisols luas 0.62 Ha (1.23%) dengan bahan induk batuklei. Berdasarkan variasi tanah (famili tanah), bahan induk dan kelas lereng, Kebun Cikabayan dapat dipetakan menjadi 10 Satuan Peta Tanah (SPT). SPT 1 dan 2, tanah berbahan induk endapan lahar, Typic Udipsamments, berpasir, campuran, super aktif, isohipertermik, reaksi tanah agak masam, kejenuhan basa sangat tinggi, dan kejenuhan Al sangat rendah. SPT 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 berbahan induk tuf volkan dengan tanah Oxic Dystrudepts, sangat halus, kaolinitik, isohipertermik, dicirikan dengan reaksi tanah masam, kejenuhan basa rendah, C-organik rendah, dan kejenuhan Al tinggi. SPT 9 dan 10 tersusun dari tanah berbahan induk batuklei, Typic Hapludults, berklei, campuran, aktif, isohipertermik, dicirikan reaksi tanah sangat masam, KTK tinggi, kejenuhan basa sangat rendah, dan kejenuhan Al tinggi

    Analisis Kelayakan Investasi Pembelian Pesawat N-219 oleh PT Pelita Air Service untuk Penerbangan Perintis di Manokwari, Papua Barat.

    No full text
    PT Pelita Air Service (PT PAS) sebagai anak perusahaan PT Pertamina (persero) yang bergerak di bidang industri aviasi memiliki empat pilar bisnis yang dijalani. Salah satu bisnis utama PT PAS adalah bisnis air charter yang nantinya dikembangkan menjadi bisnis penerbangan perintis. Dengan melihat laju pertumbuhan penumpang yang baik dan untuk meningkatkan konektivitas antar daerah di Indonesia, bisnis penerbangan perintis akan besar potensinya untuk PT PAS mengembangkan bisnisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan bisnis perintis yang akan dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis aspek non finansial dan finansial. Hasil menunjukkan untuk aspek non finansial untuk aspek teknis dinilai tidak layak untuk melakukan bisnis. Sedangkan untuk aspek pemasaran, manajemen, hukum, dan aspek finansial dinilai layak. Untuk aspek finansial didapat nilai NPV adalah Rp23 879 575 648, IRR sebesar 20%, Net B/C 1.942, dan PP selama 9.2 tahun

    Komunitas Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Lingkungan Perairan Pesisir Probolinggo, Jawa Timur

    No full text
    Perairan pesisir Probolinggo memiliki kondisi lingkungan yang sangat dinamis. Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi kualitas lingkungan perairan pesisir Probolinggo, Jawa Timur dengan menggunakan komunitas makrozoobentos sebagai bioindikator. Pengambilan sampel air, bentos, dan substrat dilaksanakan selama 4 hari di 12 stasiun dengan 3 kali ulangan. Sampel air diambil menggunakan Van Dorn water sampler. Bentos dan substrat diambil menggunakan Ekman grab. Analisis laboratorium dilakukan untuk mengidentifikasi bentos dan mengetahui tipe tekstur subsat. Tipe substrat didominasi oleh substrat lempung liat berpasir yang ditemukan di enam dari 12 stasiun. Di pesisir Probolinggo diperoleh 6 kelas, 22 ordo, 29 famili, 38 genus makrozoobentos. Makrozoobentos yang ditemukan berasal dari kelas yaitu Polychaeta, Malacostraca, Gastropoda, Bivalvia, Ophiuroidea, dan Sipunculidea. Gastropoda sebagai kelas yang paling banyak ditemukan berkorelasi positif dengan suhu dan tekstur substrat berpasir. Kondisi kualitas air di perairan pesisir Probolinggo mendukung kehidupan makrozoobentos. Berdasarkan perhitungan indeks biologis makrozoobentos, menunjukkan lingkungan perairan yang tercemar ringan

    Escherichia coli Resisten Antibiotik pada Peternakan Babi di Kota Kupang

    No full text

    Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Minuman Fungsional Mikroenkapsulasi Berbasis Ekstrak Daun Sirih Merah

    No full text
    Minuman fungsional berbasis ekstrak daun sirih merah dengan kombinasi berbagai ekstrak rempah diketahui mengandung aktivitas antioksidan namun hasil uji sensori minuman tersebut memiliki rasa pahit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan minuman fungsional berbasis ekstrak daun sirih merah menggunakan teknik mikroenkapsulasi dengan membandingkan kadar fenol, aktivitas antioksidan serta mutu sensori dengan minuman fungsional ready to drink (RTD). Pembuatan minuman fungsional mikroenkapsulasi dilakukan dengan menggunakan penyalut maltodekstrin konsentrasi 10 dan 20 %. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode CUPRAC. Minuman fungsional ready to drink (RTD) memiliki kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan sebesar 782.30±2.54 mg GAE/g dan 1660.19±31.67 μmol Tr/g lebih tinggi dibandingkan minuman fungsional mikroenkapsulasi. Minuman fungsional mikroenkapsulasi dengan penyalut maltodekstrin 10% merupakan formulasi terpilih karena memiliki ukuran partikelnya yang paling kecil (1.283 μm), kandungan total fenolik (12.90±0.01 mg GAE/g) dan aktivitas antioksidan (189.41±1.88 μmol Tr/g) yang lebih tinggi. Minuman fungsional mikroenkapsulasi memberikan mutu sensori (2.30±0.75) yang lebih disukai dibandingkan minuman ready to drink (RTD)

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Pedada (Sonneratia caseolaris) berdasarkan Letak Daun pada Ranting.

    No full text
    Pedada (Sonneratia caseolaris) merupakan tanaman mangrove yang memilik potensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, komponen bioaktif, dan pengaruh letak daun pada ranting terhadap aktivitas antioksidan daun pedada menggunakan metode analisis DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) dan Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity (CUPRAC). Daun pedada diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun pedada memiliki komponen aktif golongan flavonoid, tannin, saponin, dan fenol hidroquinon. Letak daun mempengaruhi kadar total fenol dan aktivitas antioksidan ekstrak daun pedada. Daun yang menghasilkan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak daun pedada dalam kondisi masih muda yaitu daun yang terletak pada ranting nomor 1 - 3 setelah pucuk daun. Total fenol ekstrak daun pedada muda adalah 287.65 mgGAE/g dengan rendemen 5.14%. Aktivitas antioksidan DPPH dan CUPRAC yang tertinggi pada ekstrak daun pedada muda yaitu 22.13 ppm (tergolong sangat kuat) dan 73.96 mg asam askorbat/gr ekstrak

    Partisipasi Masyarakat dan Keberhasilan Pengembangan “Kampoeng Wisata Cinangneng” Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea

    No full text
    Keberhasilan dalam mengembangkan “Kampoeng Wisata Cinangneng (KWC)” dapat dilihat dari seberapa berperannya masyarakat ikut berpartisipasi di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam mengembangkan “KWC”, menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat, menganalisis keberhasilan “KWC”, dan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dan tingkat keberhasilan pengembangan “KWC”. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan pendekatan kuantitatif yang menghasilkan data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini dilakukan di “Kampoeng Wisata Cinangneng” Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang masyarakat Desa Cihideung Udik yang berpartisipasi dalam Pengembangan “KWC”. Hasil penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi Rank Spearman melalui SPSS for Windows 16.0. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan “KWC” dan tingkat keberhasilan pengembangan “KWC”

    Analisis Produktivitas Padi Berdasarkan Algoritma NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) Menggunakan Citra Sentinel-2.

    No full text
    Informasi tentang produktivitas padi menjadi salah satu acuan bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan. Teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengetahui produktivitas padi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menduga produktivitas padi dengan satelit Sentinel-2. NDVI Sentinel-2 juga dibandingkan dengan citra Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang diasumsikan memiliki NDVI mendekati kondisi lahan sesungguhnya. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan citra dan analisis data. Didapatkan hubungan antara NDVI Sentinel-2 dan UAV dengan koefisien determinasi (R2) tertinggi 0.80 saat terjadi fase generatif. Analisis produktivitas padi menggunakan bentuk gelombang NDVI dilakukan dengan 8 kelas hasil algoritma k-means. Jenis kelas 3 dan 4 memiliki produktivitas rata-rata yang paling tinggi dikarenakan umur tanam padi lebih awal dan ketersediaan air tercukupi. Berdasarkan NDVI pada setiap umur tanam, estimasi produktivitas padi dilakukan pada setiap umur dengan R2 tertinggi yaitu pada 63 Hari Setelah Tanam (HST). Model persamaan terbaik terbentuk polinomial ordo 2 yaitu y = 48.657x2 – 56.5x + 17.513. Nilai regresi sebesar 0.35, model estimasi produktivitas padi ini mempunyai R2 yang kecil sehingga keterkaitan hubungan antara NDVI dan produktivitas padi relatif rendah. Standard Error of Estimation (SEE) dari model persamaan ini sebesar 0.96. Nilai SEE ini cukup besar sehingga model estimasi produktivitas padi mempunyai presisi yang tidak cukup baik

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇