Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Analisis Dampak Ekonomi Aktivitas Reklamasi terhadap Perikanan Jaring Rampus di Kaliadem, Muara Angke, Jakarta Utara

    No full text
    Reklamasi Teluk Jakarta memberikan dampak terhadap usaha perikanan tangkap khususnya nelayan kecil. Salah satu usaha perikanan tangkap yang terdampak reklamasi adalah nelayan rampus di Kaliadem. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dampak reklamasi terhadap Daerah Penangkapan Ikan (DPI); (2) menganalisis kelayakan usaha nelayan rampus; (3) menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan rampus; (4) mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan nelayan rampus terhadap dampak reklamasi; (5) menganalisis alternatif kebijakan bagi nelayan rampus setelah reklamasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sensus. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis spasial, analisis kelayakan usaha secara finansial, analisis Nilai Tukar Nelayan (NTN), analisis deskriptif kualitatif, dan analisis alternatif kebijakan dengan teknik pengambilan keputusan Weighted Sum Model (WSM). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa DPI nelayan rampus sebagian besar di bagian barat Teluk Jakarta dan sekitar pulau-pulau terdekat dari Kaliadem. Hasil overlay menunjukkan bahwa reklamasi akan berdampak langsung terhadap DPI nelayan rampus karena lokasi pembangunan pulau reklamasi nantinya akan menghilangkan wilayah perairan tersebut dan membuat nelayan mencari DPI baru yang lebih jauh. Berdasarkan hasil analisis kelayakan, usaha perikanan tangkap nelayan rampus layak untuk dijalankan baik sebelum dan setelah reklamasi. Penurunan penerimaan nelayan per trip sebesar 41,86%, penurunan upah per ABK per trip sebesar 59,19%, dan kenaikan jumlah solar per trip sebesar 38,16%. Nilai NPV setelah reklamasi berkurang menjadi Rp 141.900.795 dibandingkan sebelum reklamasi sebesar Rp 456.251.850. Nilai Net B/C setelah reklamasi berkurang menjadi 2,58 dibandingkan sebelum reklamasi sebesar 4,43. Nilai IRR setelah reklamasi berkurang menjadi 30,22% dan payback period menjadi lebih lama 1,13 tahun. Analisis NTN menunjukkan bahwa NTN nelayan rampus turun sebesar 22,44% dibandingkan NTN sebelum reklamasi. Secara umum, strategi adaptasi nelayan rampus adalah pindah lokasi penangkapan dan tetap melakukan aktivitas penangkapan meskipun terjadi penurunan produksi. Alternatif kebijakan bagi nelayan rampus terdampak reklamasi yang memperoleh peringkat tertinggi berturut-turut berdasarkan penilaian stakeholders adalah peningkatan kapasitas nelayan melalui penambahan ukuran kapal, subsidi kuota bahan bakar, dan relokasi nelayan ke tempat baru

    Pemodelan Spasial Distribusi Karang Keras (Scleractinia) di Indonesia

    No full text
    Karang keras (Scleractinia) merupakan pembangun terumbu karang, akan tetapi distribusi marganya tidak tersedia. Oleh sebab itu, pengelolaan terumbu karang cenderung tidak mempertimbangkan sebaran dan keanekaragaman karang. Model distribusi marga karang keras dibuat menggunakan data yang tersedia secara terbuka dan algoritma Maximum Entropy (Maxent). Data pengamatan lapangan oleh Yayasan TERANGI sejak 2002, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sejak 1999, data spesimen dari GBIF dan sumber lainnya, digunakan sebagai data input kehadiran. Variabel lingkungan diturunkan dari citra satelit dan model oseanografi, seperti HYCOM, LANDSAT 8, MODIS AQUA, dan GEBCO. Data batimetri dari GEBCO dipisahkan dari darat kemudian dibuat pemodelan medan untuk menghasilkan aspek, kedalaman, kelengkungan, dan kelerengan. Data HYCOM dan MODIS AQUA difilter secara spasial (Indonesia dan sekitarnya) dan temporal (2002 – 2017), kemudian direduksi nilai maksimum, minimum, dan rata-rata. Vektor kecepatan air diubah menjadi unit skalar. Untuk mengisi kekosongan pada data, interpolasi kriging dilakukan dengan model Bayes. Data kehadiran dan variabel lingkungan digunakan untuk pemodelan Maxent. Hasil menunjukkan bahwa kedalaman laut di Indonesia berkisar antara 0 – 6827 m, dengan kelerengan antara 0 – 34.33°, aspek 0 – 359.99°, dan kelengkungan 0 – 0.94. Variabel yang mewakili kekuatan air adalah rata-rata ketinggian permukaan air dari 0 – 0.85 m, dan kecepatan air dari 0 – 4 m/s. Variabel yang mewakili kualitas air meliputi salinitas permukaan yang berkisar antara 20.09 – 35.32‰, karbon organik terlarut dari 25.31 – 953.47mg/m3, konsentrasi klorofil A terlarut dari 0.05 – 13.63mg/m3. Hasil pemodelan menunjukkan dari 73 marga, hanya 60 marga yang berhasil dibuatkan model yang berbeda nyata dibandingkan model distribusi null. Model dapat dibuat dengan 7 + 1 cuplikan latih dengan validasi silang, akan tetapi cuplikan sebaiknya minimal 33. Variabel lingkungan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap model adalah tipe substrat (52.70%), batimetri (10.94%), salinitas rata-rata (8.96%), konsentrasi klorofil A rata-rata (6.30%), kelengkungan (5.09%), konsentrasi klorofil A minimum (2.55%), ratarata suhu permukaan air (1.51%), dan minimum karbon organik terlarut (1.21%). Nilai kekayaan marga terbesar dalam suatu titik adalah 58 marga dan dapat ditemukan di bagian tengah Kepulauan Seribu, Sulawesi Utara, dan Raja Ampat. Model yang tidak dapat dibangun disebabkan oleh kelangkaan dari marga tersebut dan kesalahan-kesalahan pada data kehadiran. Marga tersebut membutuhkan survei khusus dan metode pemodelan yang berbeda. Walaupun model yang telah dibuat memiliki resolusi rendah, resolusi spasial dapat ditingkatkan dengan menggunakan variabel lingkungan dengan resolusi lebih tinggi

    Pengembangan Modul Back End pada Sistem Akuisisi dan Visualisasi Data Patroli Kebakaran Hutan dan Lahan.

    No full text
    Patroli terpadu merupakan salah satu upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Laporan yang dilakukan oleh tim patroli terpadu masih dalam bentuk tekstual yang dikirim melalui pesan singkat atau melalui Whatsapp kepada pemimpin operasi, hal ini menyebabkan banyaknya data yang tidak sesuai format dan banyak data tidak terisi. Maka diperlukan sistem yang dapat mengakuisisi data laporan hasil patroli terpadu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul back end pada sistem akuisisi dan visualisasi data kebakaran hutan dan lahan. Data yang digunakan adalah data patroli kebakaran hutan dan lahan wilayah Sumatera dan Kalimantan tahun 2016. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah prototype yang terdiri atas lima tahapan, yaitu pengumpulan kebutuhan sistem, perencanaan cepat, pemodelan cepat, pembuatan prototype, penyebaran dan umpan balik. Pengembangan modul back end telah menghasilkan REST API yang dapat digunakan oleh bagian front end. Pengujian yang dilakukan menggunakan aplikasi Postman menunjukkan semua API end point berhasil diuji dengan berbagai kondisi input, baik input yang sesuai maupun input yang tidak sesuai

    Pengaruh Ekstrak Kulit Musa Paradisiaca L. terhadap Profil Erytrosit Tikus Putih Terinduksi Hiperkolesterolemia

    No full text
    Hypercholesterolemia mengacu pada gangguan metabolisme yang disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol serum yang sering menyebabkan penyakit metabolisme yaitu, sirosis hati dan anemia defisiensi besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati efek administrasi ekstrak kulit Musa paradisiaca L. dengan kondisi hiperkolesterolemia yang disajikan melalui profil eritrosit. Dalam penelitian ini, dua kelompok perlakuan yang berbeda dilakukan. Penelitian ini dirancang dengan membagi 28 tikus putih jantan menjadi dua kelompok. Untuk Kelompok Pencegahan, tikus diberi makan dengan pakan kolesterol tinggi (CH) dan suplemen dengan ekstrak kulit pisang (CHE) selama 28 hari. Kelompok kedua adalah Pengamatan Pengobatan. Tikus telah diberi kolesterol tinggi selama 28 hari untuk mencapai kondisi hiperkolesterolemia dan mereka tidak diberi ekstrak kulit pisang (CHS) dan diberi ekstrak kulit pisang ekstrak tambahan (CHSE) selama 28 hari. Parameter yang dianalisis adalah, RBC, Hb, PCV, MCV, MCH dan MCHC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian ekstrak RBC Musa paradisiaca L. peel, PCV dan MCV secara signifikan terpengaruh. Nilai PCV dari kedua kelompok telah diamati meningkat pada kelompok tanpa pemberian ekstrak kulit pisang, sedangkan nilai MCV terlihat menurun secara signifikan nyata pada kelompok hiperkolesterolemia. Kesimpulannya, kelompok pencegahan merupakan alternatif terbaik berbanding kelompok pengobatan

    Strategi Pengembangan Obyek Wisata Pantai Lemo- Lemo dan Desa Sekitarnya di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

    No full text
    Salah satu penyebab terjadinya perubahan penggunaan lahan adalah adanya pengembangan pariwisata (Rosnila 2004). Kedudukan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor pembangunan nasional membuat pariwisata senantiasa diupayakan pengelolaan dan pengembangannya sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk diantaranya di Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba tahun 2018-2038 Desa Tanah Beru, Sapolohe dan Tanah Lemo merupakan bagian dari rencana pengembangan destinasi pariwisata. Salah satu destinasi pariwisata di Desa Tanah Lemo yang berpotensi dikembangkan yaitu Pantai Lemo-Lemo. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah citra google earth, peta batas administrasi, peta jalan, peta pola ruang serta hasil wawancara terhadap responden terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu klasifikasi tutupan lahan, analisis perubahan tutupan lahan/penggunaan lahan, analisis tingkat perkembangan pembangunan, analisis indeks kesesuaian wisata serta analisis AWOT. Penelitian ini bertujuan menganalisis tutupan lahan tahun 2010 dan 2018, penggunaan lahan eksisting dan perubahan tutupan lahan Desa Sapolohe, Tanah Beru dan Tanah Lemo, mengkaji tingkat perkembangan pembangunan wisata pantai berdasarkan potensi lahan, mengidentifikasi dan menganalisis kesesuaian wisata rekreasi pantai serta potensi sumberdaya di kawasan pesisir Pantai Lemo-lemo, dan menyusun strategi pengembangan Kawasan Pantai Lemo-Lemo. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis penggunaan lahan yaitu badan air, empang, emplasmen, hutan berkerapatan tinggi, hutan berkerapatan rendah, kebun campuran, lahan terbuka, pemukiman kerapatan padat, pemukiman kerapatan sedang, semak belukar dan tegalan. Penggunaan lahan terluas adalah hutan berkerapatan rendah dengan luas 1 105 ha (29.792%). Perubahan luasan terbesar adalah perubahan dari tegalan menjadi kebun campuran dengan luas 252 ha. Berdasarkan hasil analisis urutan perkembangan pembangunan kawasan wisata pantai secara berturut-turut adalah Desa Tanah Beru, Sapolohe dan Tanah Lemo. Hasil kesesuaian wisata untuk pengembangan kawasan wisata pantai kategori rekreasi pada Pantai Tanah Lemo diperoleh kelas kesesuaian S1 yaitu sangat sesuai untuk ketiga titik pengamatan. Berdasarkan hasil analisis matrik space dapat diketahui bahwa posisi pengembangan kawasan wisata Pantai Lemo-Lemo berada di kuadran I yang artinya mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (strategi agresif). Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Lemo-Lemo yaitu meningkatkan potensi daya tarik wisata dengan promosi wisata atau menjadi tuan rumah kegiatan festival wisata lokal atau nasional, meningkatkan potensi daya tarik wisata dengan mengembangkan wisata mata air, taman hutan rakyat dan situs budaya serta mengembangkan alternatif wisata lainnya, misalnya taman bermain dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah

    Sifat Fisik dan Kimia Tepung Ikan Impor dan Lokal setelah Fraksinasi dengan Media Air.

    No full text
    Tepung ikan merupakan salah satu bahan pakan yang kualitasnya bervariasi di pasaran. Salah satu upaya untuk mengetahui kualitas tepung ikan dengan melakukan uji fisik, uji kimia serta metode berupa fraksinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh fraksinasi dengan media air terhadap sifat fisik (kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, berat jenis), sifat kimia (protein kasar, serat kasar) dan mineral (Ca, P). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor (asal bahan, tingkatan fraksi) dan 3 ulangan. Sifat kimia dianalisis secara deskriptif dan sifat fisik dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut Duncan. Hasil menunjukan bahwa terdapat interaksi yang nyata (p<0.05) antara bahan dan fraksi terhadap sifat fisik tepung ikan. Sifat fisik dan kimia tepung ikan impor dan lokal tertinggi berada pada fraksi bawah untuk nilai kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, protein kasar, Ca dan P. Sifat fisik dan kimia yang tertinggi yang berada pada fraksi atas untuk nilai sudut tumpukan dan serat kasar pada tepung ikan impor, sedangkan pada tepung ikan lokal nilai serat kasar tertinggi berada pada fraksi tengah. Fraksinasi dengan media air menghasilkan sifat fisik dan kimia yang berbeda pada tepung ikan

    Hubungan antara Kebiasaan Makan, Antenatal Care, dan Status Gizi Ibu Hamil dengan Berat dan Panjang Badan Bayi Lahir

    No full text
    Masa kehamilan merupakan tahap awal dari 1000 HPK, dimana masa ini dapat mempengaruhi status kesehatan di periode selanjutnya. Keberhasilan kehamilan dapat diketahui dengan indikator berat dan panjang lahir. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara kebiasaan makan, pemeriksaan kesehatan, dan status gizi ibu hamil dengan berat dan panjang badan bayi lahir di Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Desain penelitian adalah cross-sectional study dengan jumlah subjek 32 orang ibu yang memiliki bayi berusia maksimal 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9.4% subjek yang memiliki bayi BBLR (<2500 g) dan 21.9% subjek yang memiliki bayi dengan panjang lahir rendah (<48 cm). Terdapat hubungan yang signifikan antara berat lahir dengan LLA, kunjungan ANC pertama kali, konsumsi TTD, kebiasaan makan makanan pokok, buah, cemilan, dan susu (p<0.05), serta frekuensi ANC, konsumsi TTD, dan kebiasaan makan protein hewani dengan panjang lahir (p<0.05)

    Konsentrasi MDA Darah, Hati, dan Telur serta Profil Darah Puyuh Petelur yang Diberi Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb).

    No full text
    Gambir mengandung katekin yang merupakan sumber antioksidan alami. Antioksidan dapat mencegah stress oksidasi yang ditunjukkan oleh persentase MDA (malondialdehida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak gambir yang mengandung antioksidan dicampur dengan ransum terhadap kadar MDA darah, hati, dan telur serta profil darah puyuh petelur. Penelitian ini menggunakan 200 ekor puyuh yang dipelihara selama 6 minggu. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Peubah yang diamati adalah profil darah, serta kadar MDA di darah, hati, dan kuning telur. Data dianalisa dengan ANOVA dan uji Duncan. Perlakuan yang diberikan adalah P0= ransum kontrol, P1= ransum kontrol + 0.1% ekstrak gambir, P2 = ransum kontrol + 0.2% ekstrak gambir, P3 = ransum kontrol + 0.3% ekstrak gambir, P4 = ransum kontrol + vitachick (5gram/7liter air minum). Suplementasi ekstrak gambir sebesar 0.3% pada pakan puyuh menurunkan hemoglobin, eritrosit, dan leukosit dibanding perlakuan lain namun masih dalam taraf normal

    Pengukuran target strength in-situ ikan kembung banyar ( Rastrelliger sp. ) dengan Echosounder Split Beam Frekuensi 38 Khz

    No full text
    Ikan kembung banyar (Rastrelliger sp.) merupakan ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Ikan kembung salah satu jenis ikan konsumsi yang sering ditangkap oleh nelayan Teluk Palabuhan Ratu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai Target Strength (TS) dari ikan kembung banyar (Rastrelliger sp.) menggunakan instrumen Simrad EY 60 secara langsung (In situ). Metode yang digunakan untuk pengukuran target strength dengan menggunakan Simrad EY 60 dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak Sonar 5 Pro. Ikan kembung banyar yang di gunakan berjumlah 2 ekor dengan panjang total 15 cm dan 16 cm. Hasil perekaman (Sounding) ikan kembung banyar yang di analisi menunjukan nilai TS rata - rata berkisar antara -37,50 sampai -34,50 dB dan -43,50 sampai -40,50 dB

    Desain Taman Purbakala Pugung Raharjo Sebagai Obyek Wisata Sejarah Megalithikum Di Kabupaten Lampung Timur.

    No full text
    Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki lanskap sejarah (historical landscape) dan lanskap budaya (cultural landscape) dengan keragaman dan nilai penting yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari bukti-bukti yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, salah satunya adalah Provinsi Lampung. Atraksi sejarah dan budaya akan membawa manfaat bagi pemerintah dan masyarakat jika dikelola dan dipelihara dengan baik. Contohnya adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo yang terletak di desa Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur. Namun, bukti sejarah di dalam tapak berpotensi hilang, rusak dan terdegradasi karena beberapa sub aspek yang kurang mendukung seperti fasilitas, aksesibilitas, dan legalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakter lanskap, menganalisis kesesuaian zonasi di situs, dan memberikan rekomendasi desain yang mencakup sirkulasi, perencanaan tata ruang, dan fasilitas pendukung. Perencanaan dan desain yang baik diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi sumber daya di situs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei lapangan, analisis kualitatif dan kuantitatif, sintesis dan metode desain Booth (1983). Analisis dilakukan pada tiga aspek utama termasuk sejarah, wisata dan legal. Berdasarkan hasil analisis, karakter lanskap di Taman Purbakala Pugung Raharjo mendukung kesesuaian kawasan sebagai kawasan wisata sejarah. Konsep desain diambil dari filosofi tudung ghaja tikkat telu, yang terdiri tudung hakhong yang melambangkan pengaruh masa prasejarah, tudung agung melambangkan pengaruh klasik, dan tudung handhak melambangkan pengaruh Islam. Filosofi ini kemudian direpresentasikan melalui benda-benda peninggalan sejarah yang paling menonjol pada zamannya dan ditransformasikan ke dalam bentuk hardscape dan softscapes dalam rekomendasi desain. Hasil akhir dari penelitian ini adalah siteplan, gambar detail desain dan ilustrasi

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇