Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Sekuen Parsial Polimerase DNA HearNPV Untuk Karakterisasi Molekuler.

    No full text
    Nucleopolyhedrovirus (NPV) adalah salah satu agens hayati yang digunakan sebagai bioinsektisida untuk mengendalikan ulat penggerek tongkol pada tanaman jagung. HearNPV bersifat spesifik inang, aman bagi lingkungan dan tidak membahayakan mahluk hidup lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter molekuler dari HearNPV. Sampel ulat diambil dari lapangan kemudian diperbanyak dan diinokulasi di laboratorium. Isolat DNA diekstraksi mengikuti prosedur CTAB yang dimodifikasi. Amplifikasi DNA menggunakan primer forward (5’- GTT TAG GCA AGT GGT GGA CT -3’) dan reverse (5’- TGT AAC TGC AGA TGA CTA CAA AGA -3’). Karakteristik homologi dan filogeni digunakan untuk mengetahui kekerabatan HearNPV isolat Goa dengan NPV dari negara lain yang telah dilaporkan di situs GenBank. Hasil amplifikasi menunjukkan bahwa HearNPV isolat Goa memiliki hubungan kekerabatan yang tinggi dengan NPV yang menyerang genus Helicoverpa yang berasal dari Spanyol, Australia, Brazil, Rusia, dan Jepang dengan nilai persentase homologi nukleotida sebesar 99%

    Pengaruh Perlakuan Termomekanis terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Lamina dari Limbah Batang Kelapa Sawit

    No full text
    Papan laminasi merupakan salah satu solusi dalam pemanfaatan limbah batang kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat fisis dan mekanis lamina dari limbah batang kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan papan laminasi. Lamina dari limbah batang kelapa sawit diberi perlakuan termomekanis dengan variasi tekanan (5, 10 dan 15 MPa), waktu (10, 20 dan 30 menit) dan suhu (70, 100 dan 130 oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan termomekanis mempengaruhi sifat fisis dan mekanis lamina. Perlakuan termomekanis dapat memperbaiki nilai kadar air, kerapatan, MOE, MOR, keteguhan tarik sejajar permukaan dan kekerasan pada tekanan, suhu dan waktu kempa tertentu. Penurunan kadar air lamina hingga 83.07%. Peningkatan nilai kerapatan lamina hingga 66.03%. Peningkatan nilai MOE, MOR dan kekerasan lamina hingga lebih dari 100% dan keteguhan tarik sejajar permukaan hingga 79.45%. Berdasarkan hasil analisis ragam, sebagian besar peningkatan sifat fisis dan mekanis lamina dipengaruhi oleh suhu kempa. Lamina terbaik dihasilkan pada perlakuan termomekanis dengan tekanan 5 MPa, waktu 10 menit dan suhu 130 oC

    Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Petani Organik dan Konvensional terhadap faktor Budi daya Caisim di Kecamatan Tenjolaya dan Cisarua di Kabupaten Bogor

    No full text
    Caisim (brassica juncea L) merupakan salah satu jenis sayuran unggulan yang banyak diminati dalam sayuran semusim. Tanaman caisim banyak di budi dayakan secara organik dan konvensional. Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala dalam budi daya caisim. Petani organik menerapkan konsep ramah lingkungan dan tidak menggunakan pestisida serta zat pengatur tumbuh dalam proses budi daya. Petani konvensional dalam pengendaliam hama dan penyakit menekankan pada penggunaan pestisida sintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah memeroleh informasi mengenai pengetahuan, sikap dan tindakan petani caisim organik dan konvensional terhadap faktor budi daya di kecamatan Tenjolaya dan Cisarua kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei dan wawancara langsung kepada petani di kecamatan Tenjolaya dan Cisarua, dengan memakai satu kebun organik Fam Organik yang terletak di kecamatan Tenjolaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani organik sangat menekankan untuk tidak menggunakan pestisida dalam pengendalian hama dan penyakit dan mengarah ke teknik mekanis dengan mengambil hama yang terdapat di lahan secara langsung, mengambil contoh tanaman yang sakit dan membuangnya serta penggunaan sticky trap dalam memerangkap hama, melakukan sanitasi dan menggunakan pupuk kandang. Petani konvensional masih menerapkan pestisida sintetik dan pemberian pupuk sintesis. Petani konvensional mendapatkan informasi tentang pengendalian hama dan penyakit dari petugas toko pertanian, petugas dari distributor pestisida sintesis, sesama petani, dan kelompok petani berdasarkan pengalaman. Petani organik mendapatkan informasi pengendalian hama dan penyakit tanaman dari penyuluhan rutin yang diadakan tiga bulan sekali di fam organik pusat yang terletak di Narogong sebagai pusat dari Fam Organik Tenjolaya. Permasalahan yang dialami petani konvensional lebih ke harga pasar sedangkan petani organik lebih menekankan gangguan hama dan penyakit

    Analisis Kuat Tumpu Dan Leleh Lentur Baut Balok Pelupuh Bambu Lamina Menurut Arah Pembebanan Dan Diameter

    No full text
    Sambungan bangunan merupakan bagian terlemah dalam desain konstruksi atau struktur dimana kekuatan konstruksi pada umumnya ditentukan oleh kekuatan sambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tumpu baut menggunakan tiga ukuran diameter baut menurut arah pembebanan balok pelupuh bambu lamina dan leleh lentur baut. Pengujian yang dilakukan adalah sifat fisis, sifat mekanis (tekan sejajar serat, kuat tumpu baut dan kuat leleh lentur baut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok pelupuh bambu lamina memiliki nilai kuat tumpu baut pada arah pembebanan sejajar serat menurut garis rekat yaitu sejajar garis rekat lebih besar dibandingkan tegak lurus garis rekat. Kuat tumpu baut arah pembebanan tegak lurus serat lebih kecil sekitar 4 sampai 5 kali dibadingkan arah sejajar serat. Ukuran diameter baut yang tinggi maka terdapat kecendrungan nilai kuat tumpu baut semakin rendah. Diameter baut yang besar nilai leleh lentur baut yang rendah

    Rendemen dan Kualitas Minyak Kayu Putih pada Teknik Rimbas Habis dan Rimbas Sisa Cabang di RPH Kepek, KPH Yogyakarta.

    No full text
    Pemanfaatan sumberdaya hutan tidak hanya berfokus pada hasil kayu, namun juga hasil bukan kayu. Memanfaatkan hasil hutan dengan benar dan efektif dapat membuat hasil hutan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Salah satu hasil hutan bukan kayu adalah minyak kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) yang memiliki banyak manfaat. Permintaan yang tinggi tetapi tidak berbanding lurus dengan produksi di lapangan menjadi tujuan dari penelitian ini untuk melihat teknik pemanenan daun kayu putih yang paling optimum sehingga dapat menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan kualitas minyak kayu putih, khususnya di KPH Yogyakarta. Teknik yang digunakan adalah rimbas habis dan rimbas disisakan cabang. Rata-rata rendemen tertinggi adalah teknik rimbas sisa cabang yang memiliki rendemen 0.594%. Kualitas minyak kayu putih terbaik yang diuji berdasarkan parameter SNI meliputi warna, bau, berat jenis 20˚, Indeks Bias 20˚ Kelarutan dalam Alkohol 80%, dan Putaran Optik adalah dengan menggunakan teknik rimbas cabang 4

    Proses Komunikasi dalam Penetapan dan Pengelolaan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional

    No full text
    Pemerintah menetapkan kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai kawasan cagar budaya pada tahun 2017 berdasarkan SK Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 106/M/2017. Kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan yang perlu dilindungi eksistensinya karena bangunan rumah gadang yang memiliki nilai sejarah dan nilai-nilai budaya didalam kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata. Pemerintah sebagai pihak yang mencanagkan kebijakan penetapan ini mempunyai peran dalam menumbuhkan dukungan masyarakat terhadap rencana penetapan dan pengelolaan kawasan perkampungan ini dan dalam mengelola kawasan, para aktor yang terlibat dapat memberikan beragam kontribusi sesuai dengan kepentingan nya masing-masing terhadap perkampungan adat nagari Sijunjung yang dapat mempengaruhi arah pengelolaan kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung ini. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis proses komunikasi pada penetapan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai cagar budaya nasional, (2) menganalisis pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan kawasan perkampungan adat Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional dan (3) menganalisis proses komunikasi antara stakeholder dalam pengelolaan perkampungan adat Sijunjung sebagai Cagar Budaya Nasional Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan pemetaan stakholder (Reed et al 2009) dan analisis proses komunikasi dengan metode SPEAKING (Dell Hymes). Penelitian dilakukan dari bulan maret sampai dengan Juni 2019. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penetapan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung sebagai cagar budaya nasional dapat terlaksana karena adanya proses komunikasi yang dilakukan oleh pihak pemerintahan terhadap masyarakat perkampungan adat. Hal ini juga didukung oleh adanya sistem adat yang mengatur pengambilan keputusan pada masyarakat. Dialog bisa menjadi jalan untuk menyatukan kepentingan yang dalam hal ini kepentingan konservasi dan pariwisata untuk ekonomi. Dalam pengelolaan perkampungan adat nagari Sijunjung terlihat beragam kepentingan dari stakholder yang terlibat sehingga menimbulkan beragam kebijakan yang diterapkan di perkampungan adat nagari Sijunjung ini. Ada upaya diantara stakholder dalam menjembatani berbagai kepentingan yang dimiliki melalui proses komunikasi pada pertemuan-pertemuan yang dilakukan diantara stakeholders, dalam proses komunikasi tersebut tampak adanya pengelolaan yang sejalan antara kebijakan konservasi dan kebijakan toursm (wisata) di kawasan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung

    Bakteri Filosfer Penghasil Senyawa Bioaktif sebagai Pengendali Penyakit Blas pada Padi.

    No full text
    Beras merupakan makanan pokok bagi hampir 50% penduduk dunia dan 90% penduduk Indonesia. Permintaan beras semakin meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia. Indonesia sebagai produsen beras nomor 3 di dunia mengalami berbagai kendala produksi diantaranya adanya serangan patogen Pyricularia oryzae Cav., penyebab penyakit blas pada padi. P. oryzae telah menyerang tanaman padi hampir di semua wilayah di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia. Penyakit blas dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kehilangan hasil sampai 90% pada kondisi lingkungan yang sesuai. Manajemen pengendalian penyakit blas biasanya dilakukan dengan penyemprotan fungisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan, manusia, hewan dan produk pertanian. Eksplorasi dan pengembangan agens biokontrol seperti bakteri filosfer padi perlu dilakukan untuk mengurangi penggunaan fungisida kimia. Bakteri filosfer padi diketahui memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa bioaktif antifungi yang efektif melawan patogen tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dsb. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri filosfer padi dengan aktivitas antifungi terhadap P. oryzae serta menganalisis mekanisme antifungi dari bakteri filosfer potensial. Sampel tanaman padi varietas Ciherang diambil dari tiga daerah endemik penyakit blas di Jawa Barat yaitu Cikembar, Sukabumi, serta Situgede dan Jasinga, Bogor Barat. Daun padi tersebut selanjutnya dijadikan sumber isolat bakteri filosfer untuk penapisan aktivitas antifungi terhadap P. oryzae. Isolat bakteri filosfer potensial dan nonpatogenik selanjutnya diidentifikasi berdasarkan gen 16S rRNA dan dideteksi keberadaan gen nonribosomal peptide syntethases (NRPS) dan polyketide synthases (PKS). Kemampuan bakteri filosfer padi dalam memproduksi senyawa bioaktif dilakukan dengan pengujian aktivitas antifungi dari ekstrak kasar dan deteksi gen penyandi antifungi. Pengujian bakteri filosfer sebagai agens biokontrol penyakit blas juga perlu dilakukan dalam skala rumah kaca. Senyawa antifungi dari isolat terbaik dengan aktivitas antifungi yang konstan secara in vitro dan in planta diidentifikasi menggunakan instrumen Liquid Chromatographic-Mass Spectrometry/Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Pengaruh senyawa antifungi terhadap morfologi miselium P. oryzae juga diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan mikroskop cahaya. Sebanyak 7 isolat bakteri dengan aktivitas antifungi terhadap P. oryzae dan nonpatogenik berhasil diisolasi dari lingkungan filosfer padi varietas Ciherang. Tujuh isolat tersebut adalah isolat STGG 3, STGG 7, STGG 8, STGG 14, SKBV 1, SKBG 78 dan STGV 8. Aktivitas antifungi dari 7 isolat tersebut berkisar antara 25.45% sampai 61.5% dimana aktivitas terendah ditunjukkan oleh isolat STGV 8 dan tertinggi oleh isolat STGG 14. Isolat-isolat tersebut teridentifikasi sebagai Bacillus sp. STGG 3, B. subtilis STGG 7, B. amyloliquefaciens STGG 8, B. subtilis subsp. subtilis STGG 14, B. subtilis SKBV 1, Enterobacter cloacae STGV 8 dan Brachybacterium paraconglomeratum SKBG 78. Sementara itu, isolat STGG 3, STGG 7 dan STGG 14 diketahui memiliki domain adenylation (A) dan domain ketide synthase (KS) dari NRPS dan PKS, sedangkan isolat SKBV 1 hanya memiliki domain A dari NRPS. Pengujian rumah kaca membuktikan bahwa 7 isolat bakteri filosfer padi mampu menghambat perkembangan penyakit blas dengan nilai penghambatan relatif yang beragam. Isolat STGG 14 menghasilkan persentase penghambatan tertinggi yaitu 70.83%, sedangkan isolat STGV 8 menghasilkan persentase penghambatan terendah yaitu 48.35%. Hasil pengujian rumah kaca linier dengan aktivitas antifungi secara in vitro. Intensitas penyakit blas tanaman padi dengan perlakuan bakteri filosfer maupun fungisida kimia secara signifikan berbeda nyata dengan kontrol patogen P. oryzae. Sementara itu, hasil observasi parameter pertumbuhan menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah anakan pada tanaman padi dengan perlakuan bakteri filosfer tidak berbeda nyata dengan kontrol patogen. Berbanding terbalik dengan 2 parameter tersebut, biomasa tanaman padi dengan perlakuan isolat STGG 8 secara signifikan berbeda nyata dengan kontrol patogen P. oryzae. Isolat STGG 8 menghasilkan biomasa tanaman yang paling tinggi yaitu 13.79 g berat kering. Sejalan dengan hasil pengujian rumah kaca, ekstrak kasar dari 7 isolat bakteri juga memiliki aktivitas antifungi dengan persentase yang beragam. Aktivitas antifungi tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak kasar senyawa bioaktif dari isolat STGG 14. Aktivitas yang konstan pada pengujian in vitro dan in planta mengindikasikan bahwa isolat STGG 14 berpotensi untuk dikembangkan sebagai agens biokontrol penyakit blas. Kemampuan isolat STGG 14 dalam menghambat P. oryzae diduga karena isolat ini mampu menghasilkan senyawa antifungi. Hal tersebut dibuktikan dengan 2 senyawa antifungi yaitu psoralen dan xanthotoxin yang berhasil diidentifikasi dari isolat STGG 14. Isolat STGG 14 juga terdeteksi memiliki gen ytpA yang berperan dalam sintesis senyawa antifungi bacilysocin

    Diferensial Leukosit Mencit Setelah Diinfeksi Plasmodium berghei dan Diberi Fraksi Etil Asetat Cengkeh Varietas Afo

    No full text
    Plasmodium berghei adalah parasit yang menyebabkan malaria pada mencit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat cengkeh varietas afo terhadap persentase diferensial leukosit mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit (Mus musculus) yang diinfeksi dengan Plasmodium berghei 1x106 dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu 1) kontrol negatif (tidak diobati), 2) kontrol positif (diberi Piperaquine), 3) kelompok P25 (diberi fraksi dosis 25 mg/kg BB), 4) kelompok P50 (dosis 50 mg/kg BB), dan 5) kelompok P100 (dosis 100 mg/kg BB). Mencit diberi fraksi etil asetat cengkeh varietas afo selama empat hari dan diberikan 24 jam setelah mencit diinfeksi P. berghei. Darah diambil pada bagian ujung ekor mencit setiap 24 jam. Preparat ulas darah dibuat menggunakan pewarnaan giemsa, kemudian diperiksa menggunakan mikroskop dengan pembesaran 1000x untuk menghitung persentase diferensial leukosit. Data rata-rata persentase diferensial leukosit diolah dengan uji ANOVA dan perbedaan masing-masing kelompok perlakuan diketahui dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan pada hari ke- 4 dan ke-5 setelah infeksi, perlakuan P50 dan P100 menunjukan penurunan neutrofil dan peningkatan limfosit. Persentase rata-rata basofil dan eosinofil berada pada taraf normal. Pemberian fraksi etil asetat cengkeh varietas afo memengaruhi nilai persentase neutrofil dan limfosit

    Tekanan Sosial, Dukungan Sosial, dan Ketahanan Sosial Keluarga yang Tinggal di Rusunawa

    No full text
    Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian payung yang berjudul “Kajian Ekologi Keluarga di Permukiman Perkotaan” serta bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan sosial dan dukungan sosial terhadap ketahanan sosial keluarga di Rusunawa Menteng Asri, Kota Bogor. Desain penelitian ini adalah cross sectional study yang menggunakan teknik wawancara dengan alat bantu kuesioner. Pendekatan struktural fungsional dan ekologi keluarga digunakan pada penelitian ini. Responden penelitian ini adalah ibu dari 120 keluarga utuh yang memiliki anak dan dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling. Uji korelasi menunjukkan ketahanan sosial keluarga berhubungan negatif dengan tekanan sosial. Lama pendidikan suami serta istri, pendapatan per kapita, dan dukungan sosial berhubungan positif terhadap ketahanan sosial keluarga. Pada uji regresi model ketiga dan keempat, dukungan sosial dari keluarga luas berpengaruh positif terhadap ketahanan sosial keluarga. Uji regresi pada model pertama dan kedua menunjukkan tekanan sosial berpengaruh positif, sedangkan dukungan sosial berpengaruh negatif terhadap ketahanan sosial keluarga. Lama pendidikan suami pada model kedua dan keempat berpengaruh positif terhadap ketahanan sosial keluarga

    Pengendalian Penolakan Produk Sosis di PT XYZ Menggunakan Statistical Process Control (SPC).

    No full text
    Masyarakat cenderung memilih makanan yang praktis untuk dikonsumsi, contohnya adalah makanan siap masak. PT XYZ merupakan salah satu industri pangan yang memproduksi makanan siap masak berupa produk sosis. Sosis merupakan pangan olahan yang terbuat dari daging halus atau campuran beberapa daging dan dicampur dengan atau tanpa penambahan bumbu-bumbu. Proses produksi sosis terdiri dari beberapa tahapan sehingga berpotensi adanya mutu produk yang tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi perusahaan atau adanya penolakan produk (reject). Pengendalian mutu produk sosis dapat dilakukan melalui pendekatan statistik menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya reject sosis dan memberikan rekomendasi pengendaliannya. Berdasarkan interpretasi dari diagram Pareto menunjukkan bahwa jenis reject panjang mendominasi proses produksi sosis keseluruhan. Proses produksi sosis ayam merek X berada di luar batas kendali statistik yang ditunjukkan dengan adanya titik-titik di luar batas kendali pada bagan Individual Moving Range (I-MR). Diagram sebab-akibat menunjukkan bahwa terjadinya reject panjang disebabkan oleh beberapa faktor utama yaitu manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Faktor-faktor yang memengaruhi manusia yaitu kedisiplinan, motivasi, dan keterampilan; faktor untuk mesin yaitu mesin stuffer, mesin pemotong, smoke house, dan perawatan mesin; faktor untuk metode yaitu persiapan proses awal produksi, pengaturan awal mesin, dan cara mengikat ujung sosis; faktor untuk material yaitu adonan dan selongsong sosis; sedangkan faktor untuk lingkungan yaitu suhu dan lantai. Langkah perbaikan yang dapat dilakukan diantaranya yaitu memperketat sortasi, meningkatkan kesadaran pekerja tentang pentingnya menjaga kualitas, dan menjaga performa mesin yang digunakan

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇