31665 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemberian Albendazole terhadap Parasit pada Ikan Discus (Symphysodon discus).
Ikan Discus merupakan salah satu ikan hias air tawar yang termasuk sulit
untuk dipelihara, karena ikan Discus sangat rentan terserang penyakit dan
sedikitnya pengetahuan dalam mengatasi penyakit tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat perkembangan parasit secara kualitatif pada feses ikan
Discus (Symphysodon discus) dan efek yang diberikan Albendazole terhadap
parasit tersebut. Pengamatan gejala klinis sampel ikan terlihat anoreksia, kaheksia,
warna menghitam, dan feses ikan yang berwarna putih. Sampel yang digunakan
pada penelitian ini adalah feses ikan Discus. Hasil pengamatan mikroskopis pada
feses ikan menunjukkan terdapat protozoa parasitik Tetrahymena sp. dan cacing
non parasitik dari famili Naididae. Tetrahymena sp. diduga berasal dari air yang
digunakan dalam pemeliharaan ikan. Kotoran pada dasar akuarium yang masih
menyisakan bahan organik seperti feses ikan dan sisa pakan, juga dapat
menyebabkan pencemaran lingkungan akuarium. Pemberian Albendazole pada
ikan Discus dengan dosis 2 gr/kg pakan menunjukkan kecenderungan
berkurangnya Tetrahymena sp. satu hari setelah pemberian Albendazole
Pembuatan Granola Berbahan Dasar Kacang Lokal yang Terfermentasi Rhizopus.
Granola adalah salah satu produk makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat dan energi. Granola yang ada dipasaran tidak terbuat dari kacang-kacangan lokal yang terfermentasi Rhizopus, sementara keanekaragaman kacang-kacangan lokal yang terfermentasi Rhizopus adalah sumber protein dengan daya cerna tinggi. Oleh sebab itu, tiga jenis kacang lokal (kacang merah, tunggak, dan kedelai hitam) dan kedelai kuning impor terfermentasi Rhizopus diuji coba untuk bahan dasar granola. Serangkaian modifikasi proses untuk meminimalisir rasa pahit dan getir pada kacang setelah kering oven, dilakukan untuk meningkatkan kesukaan terhadap produk. Proses fermentasi mengacu pada proses pembuatan tempe higienis di Rumah Sehat Tempe Super. Mutu granola ditetapkan berdasarkan hasil analisis cemaran mikroba, uji sensori dan analisis proksimat. Hasil penelitian menemukan bahwa modifikasi proses sebelum fermentasi Rhizopus mampu menimalisir rasa pahit dan getir pada produk. Produk granola yang dihasilkan bebas cemaran Escherichia coli dan Salmonella sp., meskipun secara umum belum produk ini belum ada yang disukai oleh panelis. Granola berbahan dasar kedelai hitam memiliki nilai sensori tertinggi diantara kacang lokal lainnya. Kandungan protein, lemak, dan energi granola kedelai hitam lebih tinggi dibandingkan granola komersial dan relatif sama dengan kedelai kuning. Granola yang dihasilkan mampu memenuhi 25.60% kebutuhan energi harian. Kedelai hitam terfermentasi Rhizopus berpeluang dijadikan bahan dasar granola. Namun demikian, perbaikan pada karakter warna, rasa, aroma dan tekstur granola masih perlu dilakukan, agar produk ini dapat bersaing dengan granola komersial yang sudah ada
Kualitas Papan Blok dari Limbah Batang Kelapa Sawit dan Finir Jenis Kayu Cepat Tumbuh.
Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penghasil limbah produksi
perkebunan yang cukup besar saat ini terutama batang kelapa sawit. Limbah batang
kelapa sawit didapatkan dari hasil peremajaan perkebunan sebelum ditanami
dengan tanaman baru. Penurunan produktivitas tanaman kelapa sawit saat berumur
25 hingga 30 tahun menjadi penyebab harus dilakukannya peremajaan.
Pembakaran, pembusukan secara alami dan penyuntikan dengan zat kimia biasanya
dilakukan setelah batang kelapa sawit ditebang. Namun, hal ini ternyata berdampak
negatif terhadap lingkungan karena memberikan sumbangsih terhadap efek gas
rumah kaca. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah batang kelapa sawit terus
dioptimalkan termasuk sebagai bahan baku papan komposit.
Pemanfatan batang kelapa sawit sebagai papan komposit telah banyak
dilakukan termasuk papan blok. Papan blok tersusun dari lapisan tengah (core)
yang terbuat dari strip kayu dan diikat dengan perekat, serta dikempa panas dengan
finir kayu sebagai lapisan pemukaan yang disusun tegak lurus satu sama lain. Bahan
baku finir biasanya didapatkan dari pasokan kayu hutan alam. Namun, produksi
kayu bulat hutan alam cenderung menurun dimana hal ini berkontradiksi terhadap
volume kayu cepat tumbuh seperti kayu sengon, manii dan akasia mangium. Batang
kelapa sawit sebagai papan blok terus dioptimalkan karena sifat higroskopis dan
stabilitas dimensi yang masih buruk. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah
untuk menghasilkan papan blok berkualitas tinggi dari limbah batang kelapa sawit
dengan finir kayu sengon, manii dan mangium menggunakan perekat phenol
formaldehyde (PF) dan urea formaldehyde (UF).
Papan blok batang kelapa sawit dengan finir kayu dibuat dengan ukuran 35 x
35 x 2.4 cm3. Perekat yang digunakan adalah PF dan UF dengan berat labur 200
g·m-2. Papan dibuat dengan tekanan 15 kg·cm-2 selama 10 menit pada suhu 130 oC
untuk PF dan 110 oC untuk UF. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan blok
dilakukan berdasarkan JIS A 5908-2003 untuk pengembangan tebal 2 jam dan 24
jam, JAS 232-2003 untuk kadar air, kerapatan, delaminasi, modulus of elasticity
(MOE), modulus of rupture (MOR). Selain itu, penelitian ini menguji sifat fisis dan
mekanis bahan baku serta karakteristik finir kayu sebagai lapisan permukaan papan.
Sifat fisis dan mekanis bahan baku diuji berdasarkan standar ASTM D143-94.
Pengujian karakteristik finir kayu mengacu pada Kabe et al. (2012).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air papan blok
dengan finir kayu sengon, manii dan mangium dengan perekat UF masing-masing
adalah 9.35%, 9.71% dan 9.13%. Kadar air papan blok dengan finir kayu sengon,
manii dan mangium dengan perekat PF masing-masing adalah 9.56%, 9.06% dan
9.34%. Kerapatan papan blok termasuk dalam kerapatan sedang. Nilai kerapatan
papan blok batang kelapa sawit dengan finir kayu sengon, manii dan mangium
berturut-turut adalah 0.67 g·cm-3, 0.72 g·cm-3 dan 0.74 g·cm-3. Nilai kerapatan
papan blok ini lebih tinggi dari nilai kerapatan bahan baku solidnya yaitu berkisar
antara 0.30-0.79 g·cm-3. Pengembangan tebal papan blok memenuhi standar JIS A
5908-2003. Nilai pengembangan papan blok dengan finir kayu sengon, manii dan
mangium selama 2 jam dengan perekat UF berturut-turut adalah 3.30%, 2.81% dan
1.58% sedangkan untuk perekat PF adalah 2.46%, 1.34% dan 0.53%. Rata-rata nilai
pengembangan tebal selama 24 jam adalah 5.44%. Nilai delaminasi papan blok
dengan perekat UF belum memenuhi standar. Rata-rata nilai delaminasi papan blok
untuk perekat UF adalah 33.25% dan perekat PF adalah 11.65%. Berdasarkan nilai
tersebut dapat dikatakan bahwa papan blok dengan perekat PF dapat digunakan
untuk aplikasi interior. Nilai MOE dan MOR papan masih dibawah standar JAS
232-2003 dan tidak lebih tinggi dari nilai MOE dan MOR batang kelapa sawit. Hal
ini diduga karena lapisan finir yang cukup tipis dan sambungan pada bagian core
menjadi bagian yang cukup lemah. Nilai rata-rata MOR papan blok adalah 190
kg·cm-2. Nilai MOE papan blok dengan finir kayu sengon, manii dan mangium
dengan perekat UF berturut-turut adalah 22984 kg·cm-2, 26775 kg·cm-2, dan 38833
kg·cm-2 sedangkan untuk perekat PF berturut-turut adalah 18831 kg·cm-2, 30189
kg·cm-2, 32734 kg·cm-2. Namun, rata-rata nilai kekerasan papan blok cukup tinggi
yaitu 901 kg·cm-2. Nilai kekerasan papan blok lebih tinggi dari bahan baku solidnya.
Nilai kekerasan batang kelapa sawit berkisar antara 670−789 kg·cm-2
Pengembangan Back-end pada Aplikasi Control Monitoring Perkebunan Inagrow.
Perkebunan merupakan komoditas yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian. Namun, hasil perkebunan masih kurang optimal dikarenakan proses pengawasan perkebunan saat ini masih dilakukan secara konvensional. Hal ini menyebabkan kurang transparannya proses pelaporan perkebunan oleh farm manager kepada pemilik lahan. Aplikasi Control Monitoring Perkebunan Inagrow merupakan sistem yang akan memudahkan proses pengawasan lahan perkebunan dan diskusi dengan ahli praktisi. Pengembangan aplikasi ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu aplikasi front-end dan aplikasi back-end. Penelitian ini fokus pada bagian back-end REST-API yang dikembangkan dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Metode penelitian yang digunakan adalah prototyping dengan dua iterasi. Tahap communication menghasilkan proses bisnis serta user story. Tahap quick plan menghasilkan usecase diagram dengan total 15 usecase. Tahap modelling quick design menghasilkan class diagram dengan total 9 class. Tahap construction of prototype menghasilkan aplikasi back-end dengan total 28 REST API. Tahap terakhir yaitu deployment, delivery, feedback, hasilnya adalah aplikasi back-end telah berhasil di deploy kedalam server dengan domain inacrop.com dan telah diuji coba pada iterasi satu dan dua oleh tim pengembang front-end menggunakan metode black box dan sudah berjalan sesuai dengan kebutuhan tim pengembang front-en
Penilaian Kondisi Jalan dengan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) serta Rekomendasi Desain Perkerasan Jalan
Perbaikan untuk meningkatkan kualitas jalan perlu dilakukan seiring dengan pentingnya fungsi jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi jalan dengan menggunakan metode visual berdasarkan banyaknya kerusakan. Berdasarkan ASTM D6433-07 2007, kondisi perkerasan dapat dinilai menggunakan pavement condition index (PCI) dan kemudian diklasifikasikan berdasarkan nilai PCI. Penelitian ini berlokasi di Jalan Salabenda Raya Bogor sepanjang 550 m mulai dari Sta 0+000 koordinat 106o 45’ 22” LS dan 6o 32’ 34” BTsampai Sta 0+550 pada koordinat 106o 45’ 49” LS and 6o 32’ 26” BT. Jalan ini memiliki 2 arah dengan lebar 2.5 m dan tipe perkerasan adalah perkerasan lentur. Nilai PCI berdasarkan keseluruhan unit perhitungan adalah 28.8 dengan kategori sangat buruk. Usaha penanganan yang digunakan ialah dengan rekonstruksi ulang jalan berdasarkan nilai PCI. Rekomendasi perkerasan baru yang disarankan berdasarkan metode MDP 2017 adalah lapis AC WC 40 mm, AC BC 60 mm, AC base 75 mm, CTB 150 mm, dan pondasi agregat kelas A 150 mm
Eksplorasi Potensi Bakteri Aktinomiset dan Kaitannya dengan Kondisi Lingkungan Sedimen di Ekosistem Lamun Pulau Pari.
Bakteri aktinomiset menyumbang 50% senyawa antibiotik yang ada hingga
saat ini. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi potensi metabolit sekunder yang
dimiliki bakteri aktinomiset dan kaitannya dengan kondisi lingkungan sedimen di
ekosistem lamun Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Isolat aktinomiset diisolasi dan
diremajakan menggunakan media ISP 2, dan didapatkan 5 isolat. Uji antibakteri
menunjukkan hanya satu isolat (B22b) yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap
seluruh bakteri uji (Bacillus subtilis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa,
dan Staphylococcus aureus), dan diduga termasuk senyawa antibakteri spektrum
luas. Aktivitas selulase hanya dimiliki oleh 4 isolat aktinomiset. Analisis sidik
ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa kerapatan jenis lamun Enhalus acoroides
dan Thalassia hemprichii berpengaruh nyata terhadap aktivitas selulase. Aktivitas
ini berhubungan dengan peran aktinomiset sebagai dekomposer di ekosistem.
Karakteristik kimia sedimen dapat dipengaruhi oleh proses dekomposisi selulosa
oleh aktinomiset
Status Keberlanjutan Perikanan Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta
Kegiatan perikanan budidaya ikan air tawar di keramba jaring apung (KJA)
merupakan salah satu budidaya ikan secara intensif. Kegiatan perikanan ini
memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar dengan meningkatnya
perekonomian dan membuka lapangan kerja. Hal lain dari adanya dampak positif
terdapat dampak negatif yaitu meningkatnya kandungan bahan organik dari hasil
penumpukan sisa pakan, hasil feses organisme dan limbah dari masyarakat yang
tinggal di rumah apung di sekitar KJA mengakibatkan menurunnya kualitas air,
sehingga perlu adanya kajian tentang keberlanjutan perikanan budidaya KJA dan
menemukan atribut kunci untuk pengelolaan yang lebih lanjut.
Penentuan status keberlanjutan perikanan budidaya KJA menggunakan
aplikasi Rapfish (Rapid Appraisal for Fisheries) melalui pendekatan sistem MDS
(Multi Dimensional Scaling) dengan memperhatikan lima dimensi keberlanjutan
(ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan dan teknologi), sehingga dapat
mengetahui apakah suatu kegiatan perikanan budidaya KJA dapat berkelanjutan
atau tidak dan melihat dimensi apa yang paling berpengaruh terhadap
keberlanjutan suatu kegiatan.
Penelitian ini berlokasi di Waduk Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur,
Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Menentukan status
keberlanjutan perikanan budidaya keramba jaring apung (KJA) di Waduk
Jatiluhur; 2) Menentukan atribut kunci yang berperan sebagai faktor pengungkit
keberlanjutan perikanan budidaya KJA di Waduk Jatiluhur.
Hasil status keberlanjutan perikanan budidaya KJA yang didapatkan dari
hasil penelitian yaitu dengan nilai indeks 51.33 yang menunjukkan kategori cukup
berkelanjutan. Atribut kunci yang dapat digunakan untuk meningkatkan status
keberlanjutan perikanan budidaya KJA yaitu kesuburan perairan, kemudahan
pasar, upah tenaga kerja, konflik ruang, kepemilikan usaha, penegakan hukum,
pemilihan ukuran dan penjarangan serta teknologi pembenihan
Interpersonal Communication Barriers among International Students at Graduate School of Bogor Agricultural University
This study focused on interpersonal communication barriers, the
sociocultural and language difficulties of adaptation among international students
can lead to academic issues. and aimed to identify the barriers and factors which
influence interpersonal communication among international students and to
examine the extent to which these factors have affected international students’
adaptation to cultural transition in learning and living in the Bogor agricultural
University. This study involved both quantitative and qualitative methods. The
quantitative component utilized data collected through semi structured
questionnaires on 40 International students representing international students
from postgraduate school of Bogor agricultural University, the qualitative
component of this research utilized interviews method, while the data analysis
techniques used to answer the research hypothesis is statistical analysis with SPSS
and correlation.
The study reached to many results, the most important of them are, there
was a significant difference with respect to Characteristics of individuals in the
perception of barriers to interpersonal communication among international
students, though there was a significant difference in opinion among international
students regarding various dimensions of academic adaptation. The majority of
international students mentioned that barriers were due to the source of
communication especially in Indonesian language, where 77% student are bad in
speaking Indonesian language, and 80% of international students speak English
very well. in addition, the results revealed that, around (54%) student find slight
difficulty to understand and accept the Indonesian culture, and Correlation
between GPA and Proficiency of English language was significant while in
Proficiency of Indonesian language was not significant
Performa Produktivitas dan Kualitas Telur Ayam Arabmerawang dan Merawangarab Generasi Satu
Ayam lokal berperan penting sebagai sumber produksi daging dan telur untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat disamping sebagai sumber pendapatan tambahan. Salah satu ayam lokal Indonesia adalah ayam arab dan merawang. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji performa produktivitas dan kualitas telur ayam arabmerawang dan merawangarab generasi satu. Peubah yang diamati yaitu kualitas eksterior, kualitas interior, konsumsi pakan, konversi pakan, produksi telur harian, bobot telur, indeks telur, fertilitas, daya tetas, mortalitas embrio, dan rasio bobot DOC dengan bobot tetas. Uji T digunakan untuk mengetahui perbedaan setiap peubah pada persilangan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot telur, warna kuning telur dan bobot kerabang berbeda nyata (P<0.05), henday dan konversi pakan MA-MA lebih baik dibandingkan AM-AM, M-MA, dan M-AM. Simpulan dari penelitian ini adalah kualitas telur ayam persilangan arabmerawang dan merawangarab tergolong baik dengan nilai HU lebih dari standar kriteria dan performa reproduksi persilangan ayam tersebut berdasarkan parameter yang diamati memiliki performa yang sama
Perbaikan Karakteristik Tepung Beras dengan Ikat Silang Lisin dan Glutamin oleh Enzim Transglutaminase
Perbaikan karakteristik tepung beras dapat dilakukan dengan lisin dan glutamin oleh enzim transglutaminase. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi yang paling optimal dari tepung beras ikat silang dengan dua variabel faktor, yaitu konsentrasi asam amino lisin dan glutamin (4.76%, 6%, 9%, 12% dan 13.24%) serta konsentrasi enzim transglutaminase (2.34 U/g, 4 U/g, 8 U/g, 12 U/g, dan 12.66 U/g) ke dalam 13 run Respond Surface Method. Kualitas produk yang dihasilkan yaitu kadar protein 14.13%-24.53%, baking expansion 1.47-2.66 ml/g, dan daya serap air adonan 0.51-1.00 ml/g, kelarutan 6.63%-23.12%, dan swelling power 4.28%-12.15%. Penambahan sejumlah asam amino dan enzim berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap kualitas tersebut dan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan tepung beras alami. Suhu gelatinisasi tepung beras ikat silang mengalami peningkatan (86.95-92.65ºC). Analisis FTIR menunjukkan terjadinya penguatan ikatan C=O yang berikatan dengan N-H yang menunjukkan terjadinya ikat silang antara lisin dan glutamin