31665 research outputs found
Sort by
Konstruksi Persamaan Friedmann Alam Semesta Friedmann-Lemaitre-Robertson-Walker Termodifikasi Materi Gelap Superfluida
Kosmologi merupakan salah satu objek kajian dari teori relativitas umum. Salah satu model dalam kosmologi adalah model kosmologi Friedmann. Model kosmologi Friedmann dibangun berdasarkan asumsi bahwa materi dan energi terdistribusi secara homogen dan isotropik di alam semesta. Teori relativitas umum dapat dimodifikasi melalui pendekatan teori materi gelap superfluida (MGS). Persamaan medan Einstein untuk teori MGS dapat dirumuskan melalui prinsip aksi dengan memodifikasi Lagrangian pada aksi teori MGS. Selanjutnya dengan memilih metrik Friedmann-Lemaitre-Robertson-Walker (FLRW) datar dengan indeks kurvatur sama dengan nol, dapat dibangun suatu bentuk persamaan Friedmann yang dimodifikasi teori MGS
Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu pada Hutan Mangrove di Teluk Pangpang, Kabupaten Banyuwangi
Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) memiliki keunggulan komparatif dibandingkan hasil hutan kayu, salah satu objeknya adalah tumbuhan mangrove. Penelitian dilakukan di Teluk Pangpang, Kabupaten Banyuwangi dengan tujuan mengidentifikasi dan menilai jenis mangrove yang dimanfaatkan sebagai HHBK, menghitung nilai ekonomi pemanfaatan HHBK mangrove, dan menyusun strategi pengembangan HHBK mangrove di Teluk Pangpang. Jenis mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir Teluk Pangpang masih terbatas pada tiga jenis; Acanthus ebracteatus, Sonneratia caseolaris, dan Bruguiera gymnorrhiza yang berdasar pada proses autodidak oleh masyarakat sendiri. Pemanfaatan hanya ditemukan di Desa Wringinputih karena masyarakat desa ini memiliki pengetahuan tentang pengolahan mangrove yang lebih baik. Nilai ekonomi HHBK mangrove yang didapatkan sebesar Rp276.000.000/tahun dengan proporsi paling tinggi Acanthus ebracteatus (76,09%) karena digunakan sebagai bahan produk dengan permintaan tertinggi; teh dan keripik mangrove. Strategi pengembangan yakni strategi SO melalui peningkatan nilai tambah pada pemanfaatan yang telah ada dan melalui penyelarasan pengembangan HHBK dengan ekowisata setempat
Desain Sistem Perpipaan Air Bersih Dan Hidroponik Pada Hotel Mercure Lampung
Dalam pembangunan suatu gedung sangat diperlukan ketersediaan akan air
bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem jaringan perpipaan air
bersih serta sistem hidroponik yang dibutuhkan untuk memenuhi konsumsi sayur
di Hotel Mercure Lampung. Kebutuhan air bersih pada gedung Hotel Mercure
Lampung sebesar 1,75 m3/menit. Nilai total headloss akibat gesekan yang
didapatkan yaitu sebesar 21,889 m dengan Hf sisa tekan sebesar 7 m dan tinggi
water closet sebesar 1,1 m. Dimensi roof tank yang dibutuhkan yakni sebesar 3 x 3
x 3 m. Untuk mengisi roof tank yang ada maka dibutuhkan pompa dengan
kapasitassebesar 39,37 kWh, yang mampu memberikan head pompa sebesar
141,04 m dengan debit maksimum sebesar 0,025 m3/detik. Gedung ini
direncanakan menggunakan konsep urban farming sehingga dibuat sistem
hidroponik. Target panen untuk setiap jenis tanaman sebesar 40 kg/hari, untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi sayur penghuni hotel. Air sebanyak 3,811 m3/hari
dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman hidroponik serta listrik sebesar
140,7 kWh
Distribusi dan Kelimpahan Relatif Jenis Hiu dengan Menggunakan DNA Lingkungan (eDNA) di Perairan Raja di Ampat, Wakatobi, dan Lombok
Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman jenis hiu tertinggi di dunia. Indonesia memiliki 117 jenis hiu yang dapat ditemukan di perairan Indonesia dari total 500 jenis hiu yang ada. Beberapa perairan Indonesia yang diketahui sebagai tempat ditemukannya hiu adalah Raja Ampat, Wakatobi, dan Lombok. Penelitian ini menggunakan teknik DNA lingkungan dan platform Multiplex Barcode Research And Visualization Environment (mBRAVE) untuk melihat distribusi jenis hiu di ketiga wilayah penelitian dan menilai kelimpahan relatifnya. Hasil tersebut kemudian disesuaikan dengan daftar IUCN Red List dan CITES untuk mengetahui status konservasi dan status perdagangannya. Pengambilan sampel air laut dilakukan di Raja Ampat, Wakatobi, dan Lombok. Penelitian ini menemukan bahwa Raja Ampat memiliki kelimpahan relatif jenis hiu tertinggi, sebanyak 16 dari total 19 jenis hiu yang teridentifikasi berada di Raja Ampat. Wakatobi merupakan wilayah dengan kelimpaharan relatif jenis hiu terendah karena hanya terdapat 5 dari total 19 jenis hiu yang teridentifikasi. Persentase kelimpahan relatif jenis hiu terbesar di Raja Ampat dimiliki jenis Sphyrna lewini (31%) dan Rhizoprionodon oligolinx (28%) dari total 5500 sekuens yang terbaca. Persentase kelimpahan relatif jenis hiu terbesar di Wakatobi dimiliki jenis S. zygaena (74%) dari total 74 sekuens yang terbaca. Persentase kelimpahan relatif jenis hiu terbesar di Lombok dimiliki jenis Rhincodon typus (41%), R. oligolinx (29%) dan Atelomycterus erdmanni (15%) dari total 634 sekuens yang terbaca. Raja Ampat dan Lombok memiliki sembilan jenis hiu yang sama sedangkan Raja Ampat dan Wakatobi hanya memiliki empat jenis hiu yang sama. Wakatobi dan Lombok memiliki empat jenis hiu yang sama. Oleh karena itu, nilai kesamaan keanekaragaman tertinggi dimiliki oleh Raja Ampat dan Lombok sebesar 0,5. Berdasarkan kategori Red List IUCN, satu jenis hiu yang teridentifikasi berada dalam kategori Not Evaluated (NE), dua jenis termasuk Least Concern (LE), tujuh jenis termasuk Near Threatened (NT), tiga jenis termasuk Vulnerable (VU), empat jenis termasuk Endangered (EN) dan dua jenis termasuk Critically Endangered (CR). Berdasarkan kategori CITES, terdapat enam jenis yang termasuk dalam kategori Apendiks II. Data yang disajikan diharapkan dapat menjadi data pendukung dalam merancang strategi konservasi jenis hiu di Indonesia
Arah Pergerakan Kapal dengan Sudut Kedatangan Gelombang yang Menghasilkan Amplitudo Rolling Minimum
Kapal perikanan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda. Kapal perikanan di
Pelabuhan Perikanan Pantai Puger didominasi oleh kapal-kapal berukuran kecil
yang berukuran <5 GT. Tujuan penelitian ini adalah menghitung besar amplitudo
rolling minimum berdasarkan variasi arah kedatangan gelombang terhadap arah
pergerakan kapal dan merekomendasikan arah keberangkatan kapal dan arah
kepulangan kapal terhadap sudut kedatangan gelombang yang aman. Penelitian
dilakukan terhadap kapal jukung berukuran p × l × t yaitu 12 × 1.3 × 1 m
berbahan kayu. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan variasi
sudut encounter saat kapal keluar adalah 90o, 135o, 150o dan 165o, sedangkan
variasi sudut encounter saat kapal masuk adalah 15o, 30o, 45o dan 90o.
Berdasarkan hasil penelitian, sudut yang menghasilkan amplitudo rolling
minimum pada saat kapal keluar dan masuk pelabuhan yaitu sudut 165o dan 15o
dengan nilai amplitudo rolling sebesar 8.012o dan 12.287o. Rekomendasi dari
penelitian ini adalah pada saat musim timur, kapal keluar dan masuk pelabuhan
dengan sudut yang paling aman berhadapan dengan gelombang secara berurut
adalah sudut 165o dan 15o
Evaluasi Penggunaan Media Interpretasi dan Efektifitasnya sebagai Pusat Informasi Biodiversitas di IPB University
Institut Pertanian Bogor, khususnya Kampus Dramaga, kaya akan keanekaragaman hayati. Sayangnya, kekayaan seperti itu tidak diinformasikan dengan baik kepada lingkungan akademik dan publik pada umumnya, meskipun berbagai tanda interpretasi terkait keanekaragaman hayati telah dipasang sejak 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas media interpretasi pada keanekaragaman hayati di Kampus Dramaga IPB. Penelitian ini dilakukan melalui observasi lapangan, studi pustaka dan dokumen, dan wawancara menggunakan kuesioner terhadap 90 responden yang diklasifikasikan menjadi masyarakat umum, mahasiswa dan dosen (masing-masing terdiri dari 30 responden). Penilaian efektivitas media didekati berdasarkan kehadiran tiga komponen: tata letak, desain dan konten media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interpretasi Kampus IPB Dramaga sebagai pusat informasi biodiversitas tropika dinilai belum efektif.Hal tersebut dikarenakan hanya terdapat 7 kriteria dari 14 kriteria yang dinilai sudah efektif berdasarkan penilaian observasi lapangan dan hasil penilaian responden. Kriteria yang dinilai sudah efektif yaitu tidak terhalang objek lainnya, terlindung dari sinar matahari dan hujan, menggunakan ilustrasi, tinggi papan yang sesuai, kesesuaian tema, dan kesesuaian ilustrasi. Terdapat 8 kawasan yang dinilai sudah efektif dan 5 kawasan yang dinilai belum efektif. Kawasan tersebut adalah GWW, Gerbang Kandang Fapet-Kolam FPIK, Perumahan Dosen, Al-Hurriyah – GOR lama, dan FPIK-Fapet-FKH
Analisis Sekuen Exon 3-4 Gen Penyandi Lisozim Putih Telur Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus).
Lisozim putih telur (EWL) ayam kampung memiliki sifat fungsional berupa antibakteri dan pemberi rasa manis yang sangat potensial untuk dikembangkan menggunakan teknologi rekombinan dengan terlebih dahulu melakukan isolasi gen penyandinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi sekuen gen penyandi lisozim ayam kampung dan menganalisis sekuens berupa pengurutan sekuen, penentuan ekson-intron, homologi, pohon filogeni dan translasi asam amino berupa pembandingan asam amino serta analisis struktur protein. Penelitian ini difokuskan pada ekson 3-4 gen EWL ayam kampung. DNA genom ayam kampung IPB-D1 digunakan sebagai cetakan pada ekson 3-4 untuk tahapan amplifikasi gen EWL. Primer untuk amplifikasi didesain berdasarkan urutan sekuen EWL dari Genebank, menghasilkan amplikon dengan ukuran 1071bp yang meliputi ekson 3-4 dan beberapa intron di sekitarnya. Meskipun hasil urutan sekuen terdapat beberapa titik yang tidak terbaca, analisis BLAST-N pada urutan yang dapat dibaca telah dikonfirmasi. Berdasarkan BLAST-N, fragmen yang sesuai dengan gen parsial EWL ayam kampung pada ekson 3-4 adalah gen lisozim Gallus gallus haplotype LA dan Gallus gallus haplotype LB, dengan kesamaan sebesar 91.38%. Variasi asam amino pada ekson 3-4 lisozim ayam kampung diyakini tidak berpengaruh pada sifat antibakteri, karena lokasi struktural yang relatif berbeda pada ekson 3-4 terhadap residu asam amino yang terlibat dalam sifat katalitik, selain itu salah satu asam amino yang bertanggung jawab terhadap rasa manis yang terdapat di wilayah ekson 3 juga tidak terjadi mutasi
Hubungan Electronic Word Of Mouth dengan Keputusan Berkunjung pada Objek Wisata Berbasis Masyarakat Lokal.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam
yang melimpah dan budaya yang beranekaragam. Kabupaten Bogor terdapat di
urutan pertama sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang
memiliki potensi sumber daya dan keindahan panorama alam yang dikelola
sebagai Kawasan-kawasan wisata. Salah satu tempat wisata yang ada di
Kabupaten Bogor adalah Kampoeng Wisata Cinangneng yang mengalami
peningkatan pengunjung secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk
Mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki hubungan terhadap keputusan
berkunjung di Kampoeng Wisata Cinangneng dan menganalisis hubungan
Electronic word of mouth terhadap keputusan berkunjung di Kampoeng Wisata
Cinangneng. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan data kuantitatif
berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara
mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memiliki hubungan dengan
keputusan berkunjung pada daya tarik wisata adalah daya tarik budaya,
keramahan masyarakat, kualitas layanan, dan keunikan. Pada dimensi electronic
word of mouth yang memiliki hubungan dengan keputusan berkunjung adalah
mengekspresikan perasaan positif dan perhatian kepada orang lain
Seleksi Penerimaan Beasiswa Bidikmisi IPB dengan Metode Analytical Hierarchy Process, Simple Additive Weighting dan Pembobotan Biasa.
Seleksi penerimaan beasiswa Bidikmisi di IPB selama ini menggunakan
sistem pembobotan biasa. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil seleksi
penerimaan beasiswa Bidikmisi menggunakan metode Analytical Hierarchy
Process (AHP), Simple Additive Weighting (SAW) dan pembobotan biasa. Karya
ilmiah ini membahas tiga metode dalam proses seleksi beasiswa Bidikmisi, yaitu
metode AHP, SAW dan pembobotan biasa. Data yang digunakan dalam karya
ilmiah ini yaitu data tahun 2014 dan tahun 2015 dari peserta Bidikmisi.
Perbandingan ketiga metode memberikan hasil sebagai berikut: pembobotan biasa
terfokus pada penilaian masing-masing pelamar, metode SAW
mempertimbangkan semua alternatif untuk setiap kriterianya, metode AHP selain
mempertimbangkan semua alternatif untuk setiap kriteria juga dilakukan
perbandingan antar kriteria sehingga memberikan hasil yang lebih selektif
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Bakau Hitam (Rhizophora mucronata L.) sebagai Sediaan Masker Peel Off
Rhizophora mucronata merupakan salah satu spesies tumbuhan mangrove
yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder dan sering digunakan
sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan
ekstrak etanol daun bakau hitam dan menentukan formulasi terbaik sebagai
sediaan masker peel off. Daun bakau hitam dimaserasi menggunakan etanol.
Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Daun bakau
hitam dikeringkan menggunakan oven 40°C, matahari, dan angin-angin. Formulasi
masker peel off terbaik berdasarkan analisis sensori, aktivitas antioksidan, dan
aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan
(IC50) dari masing-masing metode pengeringan secara berurutan adalah 36.06 ppm,
30.26 ppm, dan 22.91 ppm. Aktivitas antioksidan formulasi masker I, II, dan III
secara berurutan adalah 112.32 ppm, 92.21 ppm, dan 80.18 ppm. Formula sediaan
masker peel off yang terbaik adalah formula III