31665 research outputs found
Sort by
Analisis Usahatani dan Pemasaran Bunga Potong Anggrek Vanda douglas di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan
Provinsi sentra penghasil anggrek tertinggi berada di Provinsi Banten.
Kecenderungan biaya produksi yang semakin meningkat dan harga bunga potong
anggrek yang berfluktuasi menyebabkan pendapatan petani tidak menentu. Petani
anggrek di Kecamatan Pamulang juga masih sangat bergantung kepada tengkulak.
Adapun tujuan penelitian ini, yaitu: (1) menganalisis pengaruh kenaikan harga
input dan fluktuasi harga terhadap profitabilitas petani anggrek Vanda douglas di
Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan; (2) menganalisis lembaga,
saluran, dan fungsi pemasaran pada sistem pemasaran usahatani anggrek Vanda
douglas di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan; dan (3) menganalisis
efisiensi sistem pemasaran usahatani anggrek Vanda douglas di Kecamatan
Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Metode analisis yang digunakan yaitu
analisis pendapatan usahatani, R/C ratio, analisis marjin pemasaran, analisis
farmer’s share, dan analisis rasio keuntungan terhadap biaya pemasaran. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa usahatani tersebut sudah memberikan keuntungan
bagi petani. Lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat dalam kegiatan pemasaran
bunga potong anggrek Vanda douglas di Kecamatan Pamulang, yaitu pedagang
pengumpul desa, pedagang besar, pengecer, dan florist. Semua lembaga
pemasaran yang terlibat melakukan fungsi-fungsi pemasaran utama, yaitu fungsi
pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Terdapat lima saluran pemasaran
bunga potong anggrek Vanda douglas. Berdasarkan hasil analisis efisiensi
pemasaran, saluran IV merupakan saluran yang paling efisien
Studi Kasus Kejadian Hipokalsemia pada Sapi Perah di KPBS Pangalengan Kabupaten Bandung 2014-2018
Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan salah satu jenis sapi perah yang
banyak memproduksi susu. Kebutuhan kalsium yang tinggi pada masa transisi
dapat menyebabkan hipokalsemia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat
kejadian dan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian hipokalsemia pada sapi
perah di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten
Bandung, Jawa Barat. Studi dilakukan berdasarkan data sekunder kasus
hipokalsemia dari laporan kegiatan KPBS Pangalengan tahun 2014-2018. Kejadian
hipokalsemia tertinggi terjadi pada tahun 2016 sebanyak 375 kasus (7.87%) dari
jumlah kelahiran 4 765. Rata-rata kejadian hipokalsemia tertinggi terjadi pada bulan
November dengan rataan 33 kasus dan terendah pada bulan Februari dengan rataan
22 kasus. Hipokalsemia dapat meningkatkan risiko sapi terkena mastitis subklinis,
distokia, dan dysplasia abomasum. Pencegahan hipokalsemia dapat dilakukan
dengan melakukan diet rendah kalsium pada masa kering kandang, melakukan diet
diferensial kation-anion, serta pemberian vitamin D. Kejadian hipokalsemia banyak
terjadi pada musim hujan disebabkan kadar air yang tinggi pada pakan hijauan.
Pengobatan kasus hipokalsemia yang dilakukan di KPBS Pangalengan berupa infus
sediaan kalsium secara intravena
Perubahan Kimia selama Kemunduran Mutu Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) pada Penyimpanan Suhu Dingin.
Kemunduran mutu ikan merupakan faktor alami yang terjadi akibat
pengaruh enzim dan reaksi biokimiawi dalam tubuh, serta aktivitas bakteri. Salah
satu cara penanganan ikan yang dilakukan untuk menjaga mutu ikan adalah dengan
menggunakan penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan perubahan kimia selama proses kemunduran mutu ikan selar kuning
(Selaroides leptolepis) pada penyimpanan suhu dingin. Metode analisis yang
digunakan yaitu ikan selar kuning dengan perlakuan tanpa penyiangan yang
disimpan selama 14 hari. Analisis yang dilakukan yaitu uji organoleptik, pH, TVB,
PLA, PLG, dan profil protein dengan SDS-PAGE setiap 2 hari sekali. Ikan selar
kuning masih termasuk kriteria ikan segar pada penyimpanan hari ke-2 dengan nilai
organoleptik 8. Ikan telah mengalami kebusukan pada pengamatan hari ke-12
hingga pengamatan hari akhir. Ikan selar kuning masih dalam keadaan baik dan
layak untuk dikonsumsi hingga penyimpanan hari ke-6 berdasarkan hasil dari
pengujian TVB. Perubahan profil protein terjadi mulai dari penyimpanan hari ke-6
dengan menipisnya pita protein. Semakin lama waktu penyimpanan maka protein
larut air dan protein larut garam semakin menurun serta nilai TVB semakin naik
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penerimaan Dompet Elektronik OVO di Indonesia
Aplikasi OVO merupakan layanan uang elektronik yang berfungsi sebagai
dompet elektronik melalui ponsel (mobile payment). Aplikasi ini menunjukkan
pertumbuhan yang cukup signifikan selama satu tahun terakhir. Basis pengguna
OVO dari tahun 2017-2018 telah tumbuh mencapai lebih dari 400%. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi
penerimaan dompet elektronik OVO di Indonesia dengan pendekatan Technology
Acceptance Model. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan
kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling
dengan jumlah responden adalah 400 orang pengguna OVO di Indonesia. Sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.
Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan
pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan dari 10
hipotesis terdapat 2 hipotesis yang tidak signifikan. Faktor-faktor yang
memengaruhi niat untuk menggunakan OVO yaitu persepsi manfaat, persepsi
kemudahan, kepercayaan, sikap pengguna dan risiko
Konsentrasi Glukosa, Kolesterol dan Trigliserida Darah Tikus Sebagai Parameter Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol 70% Propolis.
Propolis merupakan salah satu bahan alam yang sudah lama dimanfaatkan
oleh masyarakat. Berbagai pemanfaatan propolis antara lain sebagai antibakteri,
hepatoprotektor, anestesi lokal, antikanker dan antioksidan. Penggunaan propolis
oleh masyarakat belum seluruhnya pada dosis yang tepat sehingga perlu dilakukan
uji toksisitas. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat toksisitas subkronis
ekstrak etanol 70% propolis (EEP) pada tikus Sprague Dawley terhadap glukosa,
kolesterol dan trigliserida darah selama 28 hari. Ekstrak propolis diberikan
sebanyak 1 ml secara oral pada tikus jantan dan betina sebanyak 60 ekor dan 10
ekor sebagai kontrol. Ekstrak diberikan dalam dosis 0.3 mg/kg bobot badan (BB),
2.1 mg/kg BB, 14.7 mg/kg BB, 102.9 mg/kg BB, dan 720.3 mg/kg BB sebanyak 5
kali dalam seminggu selama 28 hari. Konsentrasi glukosa darah tikus jantan dan
betina pada hari ke-28 adalah 79.85 – 97.49 mg/dL dan 61.88 – 90.26 mg/dL.
Konsentrasi kolesterol darah tikus jantan dan betina pada hari ke-28 adalah 100.42
– 116.25 mg/dL dan 118.63 – 132.78 mg/dL. Konsentrasi trigliserida darah tikus
jantan dan betina pada hari ke-28 adalah 128.64 – 142.37 mg/dL dan 110.95 –
128.58 mg/dL. Pemberian ekstrak etanol 70% propolis berbagai dosis tidak
mengakibatkan abnormalitas pada glukosa, kolesterol dan trigliserida darah hewan
uji. Uji ANOVA pada hari ke-28 tidak menunjukkan perbedaan nyata dibandingkan
dengan kelompok normal
Food Waste di Kalangan Karyawan Muslim (Kasus: PT PSN Kabupaten Karawang).
Food waste merupakan hasil dari perilaku konsumsi yang menyimpang
yaitu tabdzir (menghambur-hamburkan) terhadap bahan pangan. Perilaku ini
mengakibatkan banyak dampak buruk diantaranya yaitu mengurangi ketersediaan
pangan dan hilangnya nilai ekonomi pangan. Salah satu tempat yang berpotensi
tinggi menghasilkan food waste adalah kantin pabrik. Berdasarkan karakteristik
responden, karyawan yang paling banyak menyisakan makanan adalah wanita,
usia relatif muda antara <20 hingga 40 tahun, pendidikan tidak lebih dari SMA,
dan berpenghasilan antara 3 hingga 8 juta rupiah per bulan. Food waste dari piring
karyawan didominasi oleh jenis lauk nabati dan sayuran yaitu sebanyak 21 persen
dan 20 persen dari total food waste. Estimasi kerugian ekonomi akibat hilangnya
nilai ekonomi pangan dari total food waste mencapai 45.91 juta rupiah per tahun.
Sementara itu, proyeksi estimasi kerugian ekonomi akibat food waste dari kantin
pabrik mencapai 7.15 miliar rupiah per tahun. Hasil analisis regresi logistik
menunjukkan bahwa faktor yang siginifikan mendorong karyawan menyisakan
makanan adalah dummy jenis kelamin, dummy kepedulian, rasa makanan,
kebersihan alat makan, dan sikap ramah pihak katering
Perancangan Primer untuk Mengamplifikasi Gen Cytochrome Oxydase Subunit 1 (CO1) Nematoda Puru Akar Meloidogyne arenaria dan Meloidogyne incognita.
Nematoda Puru Akar (Meloidogyne spp.) merupakan nematoda parasit yang
menyerang akar maupun umbi, salah satunya pada umbi kentang. Identifikasi
Meloidogyne spp. dengan perunutan nukleotida dan asam amino gen CO1 di
Indonesia masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendesain dan menguji
primer spesifik CO1 M. arenaria dan M. incognita dengan teknik PCR, serta
melakukan perunutan nukleotida dan asam amino asal Banjarnegara, Jawa Tengah.
Metode penelitian, yaitu penentuan lokasi pengambilan sampel dan pengamatan
tanaman bergejala, isolasi nematoda Meloidogyne asal umbi kentang, ekstraksi
DNA nematoda, perancangan primer, amplifikasi DNA, elektroforesis DNA
nematoda, analisis perunutan nukleotida, asam amino, dan filogeneika. Analisis
perunutan nukleotida, asam amino, dan filogeneika menggunakan program BLAST,
Bioedit versi 7.0.5 dan MEGA versi 7.0. Perancangan primer spesifik dilakukan
untuk dua spesies Meloidogyne spp., yaitu M. incognita dan M. arenaria. Deteksi
dilakukan pada sampel nematoda yang berasal dari tiga desa yaitu Desa Wanayasa,
Desa Batur, dan Desa Wanayasa. Meloidogyne spp. dengan target gen CO1 berhasil
diamplifikasi dengan pasangan primer spesifik M. arenaria forward (5’-GGG TAC
TGG ATG AAC ATT A-3’) dan reverse (5’-ACT TCA GGA TGA CCA AA-3’).
M. incognita dengan pasangan forward (5’-GCC TGC ATT TGG TTT AG-3’) dan
reverse (5’-TCA AAC CAG AAA GTC CT-3’). M. arenaria diamplifikasi dengan
ukuran fragmen sekitar ± 360 bp dan M. incognita ± 326 bp. Hasil analisis
perunutan M. arenaria dengan ukuran 241 basa nukleotida, dan diterjemahkan
menjadi 79 asam amino. Selanjutnya, M. incognita dengan ukuran 234 basa
nukleotida dan 68 asam amino. Hasil analisis bahwa isolat asal Indonesia memiliki
homologi M. arenaria 99.5% nukleotida dan 100% asam amino dengan negara
Amerika Serikat, Belgia, dan Argentina. M. incognita nukleotida dan asam amino
100% dengan negara Amerika Serikat, Afrika Selatan, Belgia, dan Cina
Ekstraksi Informasi Interaksi Senyawa- Protein pada Kumpulan Dokumen Abstrak.
Farmakologi adalah studi yang berkaitan dengan obat-obatan terutama untuk
mempelajari interaksi antara senyawa dan protein. Perkembangan studi
farmakologi telah menghasilkan basis data interaksi senyawa-protein. Masalah
saat ini adalah tidak semua interaksi senyawa-protein sepenuhnya tersedia di basis
data. Informasi interaksi senyawa-protein sebagian besar tersebar di dokumen
penelitian atau literatur. Pertumbuhan dokumen literatur mempengaruhi kesulitan
bagi pengguna terutama untuk mendapatkan informasi interaksi senyawa-protein
dengan cepat. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini berupaya untuk
mendapatkan informasi interaksi senyawa-protein menggunakan penambangan
teks dari berbagai literatur penelitian yang berkaitan dengan farmakologi.
Penelitian ini menggunakan machine learning dan pendekatan deep
learning untuk mengklasifikasikan teks yang memiliki informasi interaksi
senyawa-protein. Pembangunan sistem yang dapat mengekstrak informasi
interaksi senyawa-protein ini juga berupaya untuk menemukan akurasi terbaik
dari beberapa metode seperti (1) Naive Bayes, (2) Multinomial Naive Bayes, (3)
Logistic Regression, (4) Convolutional Neural Network, (5) Recurrent Neural
Network, dan (6) Hierarchical Attention Network. Metode-metode tersebut
bertujuan untuk melakukan klasifikasi teks pada kelompok kalimat yang
mengandung entitas senyawa dan protein. Evaluasi algoritme prediksi ini telah
mencapai hasil akurasi yang baik. CNN mencapai hasil terbaik dengan akurasi
sebesar 85.2%. RNN mencapai akurasi 83.6%, HAN memberikan akurasi 81.8%,
Regresi Logistik memberikan nilai akurasi sebesar 80.1%, Naive Bayes mencapai
akurasi sebesar 73.1%, dan yang terkecil dihasilkan dari Multinomial Naive Bayes
dengan nilai akurasi sebesar 70,3%
Suplementasi Probiotik Bacillus cereus BR2, Bacillus subtilis 1BG2, dan Kombinasinya untuk Pencegahan Penyakit Ko-infeksi Bakterial pada Gurami
Wabah penyakit gurami di Bogor disebabkan oleh ko-infeksi Aeromonas hydrophila YH1 dan Enterobacter cloacae YH2. Penggunaan probiotik merupakan alternatif untuk mengendalikan ko-infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas suplementasi probiotik Bacillus cereus BR2, Bacillus subtilis 1BG2, dan kombinasinya untuk pencegahan ko-infeksi pada gurami. Ikan uji berukuran 10.63±0.80 g diberi pakan komersial yang telah diperkaya probiotik. Penelitian terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu K- (tanpa probiotik dan tanpa diinjeksi A. hydrophila + E. cloacae), K+ (tanpa probiotik dan diinjeksi A. hydrophila + E. cloacae), A (B. cereus BR2 dan diinjeksi A. hydrophila + E. cloacae), B (B. subtilis 1BG2 dan diinjeksi A. hydrophila + E. cloacae), C (B. cereus BR2 + B. subtilis 1BG2 dan diinjeksi A. hydrophila + E. cloacae). Hasil penelitian menunjukkan respons imun gurami (sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, dan aktivitas fagositik) setelah diberi perlakuan suplementasi B. cereus BR2, B. subtilis 1BG2, dan kombinasinya lebih baik dan berbeda nyata (P<0.05) dibandingkan kontrol. Setelah uji tantang, sintasan dan respons imun gurami yang diberi probiotik lebih baik dan berbeda nyata (P<0.05) dibandingkan K+. Pemberian probiotik B. cereus BR2, B. subtilis 1BG2, dan kombinasinya memberikan efektivitas terbaik untuk pencegahan ko-infeksi A. hydrophila YH1 dan E. cloacae YH2
Teknik Produksi Bersih pada Operasi Penangkapan Ikan yang Berbasis Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Lamongan
Produksi bersih adalah suatu cara meminimalisir terjadinya limbah, rusak
mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan. Kegiatan operasi penangkapan
bisa terpengaruh bila ada komponen sisa yang terganggu. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan kondisi penanganan mutu ikan hasil tangkapan di PPN
Brondong, menentukan jenis komponen sisa yang signifikan dalam operasi
penangkapan ikan, merumuskan teknik produksi bersih yang cocok untuk
penanganan komponen sisa operasi penangkapan ikan di PPN Brondong. Metode
penelitian yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung. Data yang
dikumpulkan berupa data mengenai kapal, nelayan, pendataan cacat ikan, mutu
ikan hasil tangkapan dan faktor penyebab cacat hasil tangkapan serta perbekalan
armada penangkapan seperti konsumsi nelayan, penggunaan air bersih,
penggunaan umpan, penggunaan es, penggunaan BBM. Kondisi pelabuhan, alat
tangkap, produksi hasil tangkapan dan fasilitas pelabuhan. Data dianalisis
menggunakan analisis deskriptif, peta kendali p, diagram tulang ikan, komponen
sisa dan teknik produksi bersih. Berdasarkan hasil penelitian, penanganan hasil
tangkapan terbagi menjadi dua yaitu penanganan di atas kapal dan penanganan
saat di dermaga. Kondisi Ikan hasil tangkapan yang diangkat dari alat tangkap ada
yang baik dan ada yang cacat, faktor faktor yang menyebabkan ikan cacat yaitu
faktor nelayan, metode penanganan, sarana dan material. Hasil tangkapan di PPN
Brondong dikategorikan baik berdasarkan peta kendali p. Jenis komponen sisa
yang signifikan dalam operasi penangkapan ikan di PPN Brondong adalah sisa es
dan tumpahan BBM. Oleh karena itu, teknik produksi bersih yang cocok untuk
penanganan komponen sisa di PPN Brondong untuk sisa umpan adalah reuse dan
recovery, sisa es adalah rethink dan reduce, sisa air tawar adalah reuse dan
reduce, serta tumpahan BBM adalah rethink