Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Pemberian Daphnia sp. yang Diperkaya Mineral Zn dan Vitamin C terhadap Pertumbuhan dan Ketahanan Larva Gurame (Osphronemus gouramy)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian pakan alami Daphnia sp. yang diperkaya mineral Zn dan vitamin C terhadap pertumbuhan dan ketahanan larva gurame (Osphronemus gouramy). Penelitian terdiri dari empat perlakuan dan masing-masing tiga ulangan, yaitu Daphnia sp. yang tanpa diperkaya penambahan Zn dan vitamin C (kontrol), diperkaya Zn 0,03 g L-1, diperkaya vitamin C 0,1 g L-1dan diperkaya kombinasi Zn 0,03 g L-1 dan vitamin C 0,1 g L-1. Larva gurame yang digunakan berumur sepuluh hari, dipelihara di akuarium berukuran 40x30x30 cm3 dengan kepadatan 110 ekor per akuarium. Pemberian pakan larva dilakukan sebanyak lima kali sehari selama 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva yang diberi Daphnia sp. diperkaya kombinasi mineral Zn dan vitamin C memberikan kualitas terbaik dibandingkan dengan kontrol (P<0,05). Pada perlakuan ini diperoleh pertumbuhan panjang mutlak sebesar (0,82±0,01cm), pertumbuhan bobot mutlak sebesar (0,72±0,01g), laju pertumbuhan spesifik sebesar (20,60±0,09%) dan tingkat kelangsungan hidup sebesar (98,79%). Perlakuan ini juga menghasilkan ketahanan yang lebih baik pada benih gurame dalam uji suhu. Benih gurame memiliki waktu pemulihan lebih cepat pulih dibandingkan perlakuan lain dalam uji suhu. Pemberian Daphnia sp. yang diperkaya kombinasi mineral Zn dan vitamin C dapat meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan benih gurame

    Analisis Dukungan Sosial, Strategi Koping, dan Kesejahteraan Subjektif Keluarga Program Wadul Bae Kota Cirebon

    No full text
    Pelaksanaan peran dan fungsi di dalam keluarga yang rendah menyebabkan permasalahan keluarga terjadi, seperti kekerasan. Peran lingkungan sekitar, baik masyarakat hingga pemerintah setempat berupa dukungan sosial dapat membantu keluarga dalam mengatasi ancaman tersebut. Salah satu bentuk dukungan tersebut ialah program Wadul Bae (Warga Peduli Bocah lan Emboke) di Kota Cirebon, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan strategi koping terhadap kesejahteraan keluarga program Wadul Bae Kota Cirebon. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 36 responden dengan sensus method. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan inferensia (uji korelasi pearson dan uji regresi linier berganda). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa dukungan sosial berhubungan signifikan positif dengan strategi koping. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa dukungan Wadul Bae dan strategi koping berpengaruh signifikan positifterhadap kesejahteraan subjektif

    Kualitas Hutan Kota Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Indeks Komunitas Burung pada Tiga Hutan Kota di Jakarta Timur.

    No full text
    Kualitas hutan kota yang baik menunjukkan bahwa penyelenggaraan hutan kota tersebut juga berfungsi dengan baik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah membandingkan kualitas hutan kota berdasarkan faktor lingkungan dengan indeks komunitas burung. Penelitian dilakukan di tiga hutan kota Jakarta Timur yaitu Hutan Kota Situ Rawa Dongkal, Hutan Kota Cibubur, dan Hutan Kota Cijantung. Kualitas hutan kota berdasarkan faktor lingkungan diperoleh dengan menjumlahkan skor berdasarkan tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan, kebisingan, suhu dan kelembapan udara, serta kerindangan tajuk. Indeks komunitas burung diperoleh dengan menjumlahkan skor dari guild yang meliputi pakan, asal jenis, reproduksi, sarang, waktu aktif, dan habitat utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hutan Kota Situ Rawa Dongkal dan Hutan Kota Cibubur memiliki kategori kualitas menengah, sedangkan Hutan Kota Cijantung memiliki kategori kualitas rendah. Penentuan kualitas hutan kota berdasarkan indeks komunitas burung menunjukkan bahwa ketiga hutan kota tersebut memiliki kategori rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penentuan kualitas hutan kota dengan kedua metode tersebut memiliki hasil yang tidak jauh berbeda

    Peningkatan Aktivitas Antibakteri dan Aktivitas Enzimatis Lisozim Putih Telur Ayam Sentul.

    No full text
    Lisozim (EC 3.2.17) merupakan enzim hidrolase berupa protein antibakteri yang dapat diisolasi dari putih telur ayam. Putih telur ayam memiliki potensi yang besar sebagai sumber lisozim karena dapat diperoleh dari limbah industri pangan dan mengandung lisozim sebanyak 2500-3000 μg/mL. Lisozim sebagai antibakteri dapat diaplikasikan secara langsung pada pangan, dikombinasi dengan antimikroba lain, maupun ditambahkan pada kemasan edibel sehingga dapat meningkatkan keamanan pangan. Lisozim digunakan oleh industri pangan karena memiliki struktur primer yang stabil pada panas dan pH rendah. Mekanisme aktivitas antibakteri lisozim terjadi melalui perusakan peptidoglikan dinding sel bakteri oleh sisi aktif lisozim yang memutus ikatan glikosidik di antara N-acetylglucosamine dan N-acetylmuramic acid. Aktivitas antibakteri dari lisozim native masih terbatas pada bakteri Gram positif, padahal kontaminasi pangan bisa berasal dari bakteri Gram negatif. Oleh sebab itu, perlu dilakukan modifikasi lisozim untuk meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram negatif yang lebih resisten karena dinding sel bakterinya dilapisi oleh lipopolisakarida. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas antibakteri lisozim putih telur ayam Sentul (PTAS). Tahapan penelitian ini meliputi: isolasi lisozim PTAS yang diperoleh dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi-Bogor; memodifikasi struktur lisozim terisolasi (native) dengan perlakuan panas (60 °C, 75 °C, dan 90 °C), pH rendah (pH 1.5 + 80 °C) serta enzimatis (pepsin, pH 1.5 + 80 °C); mengukur minimum inhibitory concentration (MIC) dan minimum bactericidal concentration (MBC) lisozim native dan lisozim termodifikasi dengan metode mikrodilusi; serta mengkarakterisasi lisozim native dan lisozim termodifikasi dengan metode sodium dodecyl polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE), metode reversed phase high-performance liquid chromatography (RP-HPLC) dan metode aktivitas enzimatis lisozim menggunakan Micrococcus lysodeikticus ATCC 4698. Penelitian menunjukkan hasil bahwa lisozim PTAS berhasil diisolasi dengan resin Amberlite FPC3500 (resin ion-exchange) menggunakan sistem batch dengan prinsip perbedaan titik isoelektrik (pI) setiap protein putih telur. Bobot rendemen lisozim PTAS yang diperoleh sebelum proses dialisis yaitu 5.35 ± 0.23 % dengan konsentrasi lisozim 41.07 ± 4.44 mg/gram dan setelah proses dialisis yaitu 0.19 ± 0.08 % dengan konsentrasi lisozim yang meningkat yaitu 143.24 ± 8.32 mg/gram. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa modifikasi panas, pH rendah, dan enzimatis pada lisozim PTAS menghasilkan peningkatan aktivitas antibakteri lisozim PTAS hingga sebesar 2 kali lipat dibandingkan aktivitas antibakteri lisozim standar dan native dengan menurunnya nilai MIC lisozim dari 6 mg/mL menjadi 3 mg/mL. Modifikasi-modifikasi tersebut juga mampu meningkatkan spektrum antibakteri lisozim PTAS terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dan Salmonella typhimurium ATCC 14028 serta tetap mempertahankan spektrum antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Bacillus cereus ATCC 10876. Modifikasi-modifikasi terhadap lisozim PTAS mampu mengubah struktur, berat molekul, dan asam amino pada lisozim PTAS sehingga mampu meningkatkan aktivitas antibakterinya. Modifikasi diduga memunculkan sisi aktif asam amino baru pada struktur lisozim PTAS sehingga mampu merusak sel bakteri gram negatif. Modifikasi panas dan modifikasi pH rendah dapat menyebabkan lisozim PTAS terdenaturasi dan terpolimerisasi yang akan memunculkan asam amino baru sebagai sisi aktif. Modifikasi enzimatis menyebabkan lisozim terhidrolisis menjadi protein yang lebih kecil (peptida) dengan sisi aktif asam amino baru. Asam amino yang berada di dalam struktur lisozim muncul dan berkontakan dengan bakteri uji sehingga memberikan pengaruh terhadap aktivitas antibakteri lisozim. Aktivitas antibakteri tersebut diduga terjadi melalui penghambatan fungsi intraseluler sel dan sintesis biopolimer ekstraseluler, maupun perusakan membran bakteri. Aktivitas antibakteri tersebut ditentukan oleh urutan, berat molekul, hidrofobisitas, muatan, dan gugus fungsi asam amino sebagai sisi aktifnya. Walaupun belum diujikan, aktivitas antibakteri lisozim termodifikasi tersebut diduga semakin tinggi apabila didominasi oleh asam amino hidrofobik, bermuatan positif dan amphiphilic helical berupa asam amino lisin, arginin, triptofan, dan tirosin. Karakterisasi lisozim PTAS menggunakan SDS-PAGE menunjukkan hasil bahwa lisozim native memiliki berat molekul 14.70 ± 0.43 kD yang sesuai dengan lisozim standar. Hasil gel SDS-PAGE menunjukkan hasil bahwa pita lisozim native memiliki kemurnian sebesar 93% yang masih mengandung sedikit pita ovotranferin dan ovalbumin. Hasil kromatogram RP-HPLC menunjukkan bahwa lisozim PTAS native memiliki waktu retensi 43.59 ± 0.09 menit sesuai dengan lisozim standar. Modifikasi-modifikasi tersebut memberikan pengaruh terhadap profil pita SDS-PAGE dan kromatogram RP-HPLC. Modifikasi panas 75 °C menghilangkan pita ovotransferin yang muncul di awal dan modifikasi panas 90 °C memunculkan pita protein baru berupa bentuk dimer dari lisozim dengan berat molekul 28.62 ± 0.84 kD karena terpolimerisasi, sedangkan modifikasi enzimatis menghilangkan pita lisozim karena terhidrolisis dan menghasilkan peptida berukuran 43.59 ± 0.09 menit akibat modifikasi panas dan pH rendah maupun peptida-peptida pada <43.59 ± 0.09 menit akibat modifikasi enzimatis. Aktivitas enzimatis lisozim PTAS juga menunjukkan perubahan akibat modifikasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa lisozim berhasil diisolasi dari PTAS dengan resin amberlite FPC3500 sebagai resin ion-exchange. Modifikasi lisozim dengan modifikasi panas, pH rendah dan enzimatis meningkatkan aktivitas antibakteri lisozim PTAS. Modifikasi menurunkan nilai MIC, meningkatnya spektrum antibakteri lisozim PTAS terhadap bakteri Gram negatif, serta mempertahankan spektrum antibakterinya terhadap bakteri Gram positif. Peningkatan aktivitas antibakteri lisozim PTAS dikarakterisasi dengan perubahan profil karakter pada gel SDS-PAGE, kromatogram RP-HPLC, dan aktivitas enzimatis lisozim. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lisozim PTAS native dan termodifikasi memiliki aktivitas enzimatis lisozim, selain aktivitas antibakteri

    Analisis Market Share dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Ekspor Crude Palm Oil Indonesia Ke Negara EU27

    No full text
    Sejak tahun 2012 ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa 27 dengan kode HS 151110 terus menurun. Penurunan ini di indikasikan karena adanya kampanye hitam (black campign) dan keluarga kebijakan Renewable Energy Derivative (RED). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis market share berupa pangsa pasar dan daya saing dengan metode CMSA. Selain itu penelitian ini juga menganalisisi CPO Indonesia di faktor-faktor yang memengaruhi ekspor CPO ke EU27. Gravity model data panel digunakan untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi ekspor CPO Indonesia ke sembilan negara di Uni Eropa 27. Variabel yang digunakan adalah GDP riil per kapita negera Uni Eropa, GDP riil per kapita Indonesia, nilai tukar riil, harga ekspor, dan jarak ekonomi. Dari lima variabel yang digunakan terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan pada taraf nyata 5% yaitu varibel jarak ekonomi, GDP riil per kapita Indonesia dan harga ekspor. Empat variabel berpengaruh positif sedangkan satu variabel berpengaruh negatif terhadap ekspor CPO. Berdasarkan analisis CMSA, penurunan ekspor CPO ke Uni Eropa disebabkan oleh berkurangnya kemampuan penetrasi CPO Indonesia

    Pengaruh Jumlah Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Kadar dan Daya Cerna Protein pada Tempe Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus)

    No full text
    Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Ketersediaan biji kedelai yang terbatas di Indonesia menyebabkan adanya impor kedelai. Salah satu upaya mengurangi impor kedelai adalah dengan mengganti bahan utama pembuatan tempe, yaitu dengan biji nangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah ragi dan waktu fermentasi terhadap kadar dan daya cerna protein tempe biji nangka. Penelitian dilakukan bulan April-Juli 2019, di Laboratorium Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Prosedur penelitian dimulai dengan pembuatan tempe, uji organoleptik, analisis proksimat, dan analisis daya cerna protein. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 dan SPSS versi 16.0 untuk Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada parameter warna dan tekstur di uji hedonik. Perbedaan yang signifikan juga terdapat pada parameter aroma dan tekstur di uji mutu hedonik (p<0.05). Empat formula memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar abu, protein,dan karbohidrat berdasarkan uji One Way ANOVA (p<0.05). Jumlah ragi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein dan daya cerna protein tempe biji nangka.Waktu fermentasi berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap kadar dan daya cerna protein

    Inovasi Model Bisnis Usaha Kerajinan Anyam Kulit Deer Fashion.

    No full text
    Deer Fashion merupakan sebuah usaha produsen tas anyaman kulit yang didirikan tahun 1993 di Jakarta. Setelah lebih dari 20 tahun bisnis berjalan, hingga saat ini nama Deer Fashion belum dikenal secara luas di pasar Indonesia. Hal tersebut menyebabkan Deer Fashion memerlukan pengembangan pada model bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi model bisnis Deer Fashion menggunakan Business Model Canvas, 2) mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Deer Fashion dari masing-masing elemen Business Model Canvas, 3) menganalisis faktor internal dan eksternal Deer Fashion, untuk merumuskan strategi pengembangan usaha, 4) merumuskan model bisnis perbaikan Deer Fashion dengan Business Model Canvas. Penelitian ini bersifat kualitatif dan menggunakan matriks SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa Deer Fashion memiliki kelemahan utama pada elemen saluran, sumber daya utama, kemitraan, dan struktur biaya. Di samping itu, kekuatan utama yang dimiliki oleh Deer Fashion terdapat pada elemen proposisi nilai serta segmen pelanggan. Hasil perumusan strategi dengan matriks SWOT menghasilkan beberapa strategi untuk perbaikan pada elemen Business Model Canvas Deer Fashion dalam rangka pengembangan usaha. Elemen-elemen tersebut, yakni elemen proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, sumber daya utama, aktivitas utama, kemitraan, dan struktur biaya

    Inhibisi Fraksi Ekstrak Tempuyung (Sonchus arvensis) sebagai Inhibitor Xantina Oksidase secara Elektrokimia

    No full text
    Sonchus arvensis, dikenal dengan nama tempuyung, adalah tanaman obat asli Indonesia yang banyak digunakan dalam mengobati berbagai penyakit, termasuk kelebihan asam urat. Tujuan penelitian ini ialah memfraksionasi ekstrak air tempuyung, mengoptimisasi pengujian kondisi enzim xantina oksidase (XO), dan menguji inhibisi fraksi ekstrak terhadap XO dengan metode elektrokimia. Ekstrak air difraksionasi menggunakan ekstraksi cair-cair, menghasilkan 4 fraksi: fraksi n-heksana (0.57%), fraksi diklorometana (DCM) (1.16%), fraksi BuOH (12.07%), dan fraksi air (26.41%). Uji aktivitas inhibisi menunjukkan bahwa semua fraksi aktif menghambat XO, dengan fraksi DCM memperlihatkan aktivitas inhibisi tertinggi, dengan IC50 119 ppm. Daya inhibisi fraksi teraktif ekstrak lebih rendah dibandingkan ekstrak air kasar. Hal ini bisa diakibatkan oleh efek sinergi antar-senyawa yang terkandung di dalam ekstrak kasar ai

    Pengaruh Tingkat Kompetisi dan Konsentrasi Industri terhadap Risiko Perbankan di Indonesia

    No full text
    Penurunan jumlah bank umum di Indonesia dapat memengaruhi tingkat konsentrasi maupun kompetisi di sektor perbankan. Perubahan tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap pengambilan risiko bank, yang kemudian akan berdampak pada kondisi stabilitas perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kompetisi dan konsentrasi industri terhadap stabilitas perbankan yang didekati dengan beberapa variabel risiko. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari 65 bank umum di Indonesia selama 23 kuartal (dari kuartal I 2013 hingga kuartal III 2018) dengan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan kuadrat terkecil tergeneralisasi. Hasil analisis cenderung memberikan dukungan terhadap pandangan competition-stability, serta membuktikan bahwa tingkat kompetisi dan konsentrasi industri perbankan di Indonesia memberikan pengaruh yang berbeda terhadap variabel risiko default, risiko aset, risiko pasar, risiko modal, dan risiko likuiditas. Adapun saran yang diberikan berdasarkan penelitian ini adalah regulator perbankan sebaiknya lebih mendorong peningkatan kompetisi industri perbankan, selalu memantau dan memastikan tingkat risiko, serta segera melaksanakan rencana pembaharuan kebijakan yang mengatur kewajiban penyediaan modal minimum perbankan

    Strategi Manajemen Stakeholder Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan Kota Tarakan.

    No full text
    Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) adalah area lindung yang dikelola oleh Pemerintah Kota Tarakan untuk keperluan konservasi mangrove dan bekantan. KKMB memiliki beberapa stakeholder yang terlibat dengan keberadaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi manajemen stakeholder di KKMB. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pemberian kuesioner. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan metode pengkategorian stakeholder, yaitu 1) metode Reed et al., dan 2) metode Driscoll dan Starik. Hasil analisis stakeholder menunjukkan metode Driscoll dan Starik lebih tepat untuk digunakan dalam penentuan prioritas stakeholder karena memiliki analisis yang lebih detail pada atribut, kategori, serta keterincian informasi stakeholder. PT Pertamina EP merupakan stakeholder yang harus diprioritaskan dalam manajemen KKMB karena memiliki kekuatan, urgensi, dan legitimasi yang besar terhadap KKMB. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan antar stakeholder adalah dengan menerapkan strategi utiliter. Strategi ini berupaya untuk mengoptimalkan manfaat kawasan untuk seluruh stakeholder dan memenuhi kebutuhan stakeholder terhadap kawasan, yaitu perawatan fasilitas, upaya kelestarian kawasan, serta optimalisasi kegiatan wisata

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇