Bogor Agricultural University

Bogor Agricultural University Repository
Not a member yet
    31665 research outputs found

    Potensi Antibakteri dari Ekstrak Kapang Tanah Asal Kampus Institut Pertanian Bogor Terhadap Multidrug Resistant Escherichia coli

    No full text
    Antibiotik merupakan senyawa aktif yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau dibuat secara semisintesis dimana dalam konsentrasi rendah dapat membunuh ataupun menghambat pertumbuhan dan aktivitas metabolisme mikroorganisme dengan tingkat toksisitas relatif rendah. Antibiotik hampir selalu digunakan dalam terapi suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri (antibakteri). Resistensi antibiotik menjadi salah satu kekhawatiran terbesar, karena dapat menyebabkan kegagalan pengobatan baik pada hewan atau pun manusia. Penelitian ini bertujuan menemukan kapang asal tanah yang diisolasi dari tanah di dalam kampus Institut Pertanian Bogor yang menghasikan metabolit sekunder, dimana akan digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri uji multidrug resistence Escherichia coli. Sebanyak 6 isolat kapang berhasil dikultivasi dari 6 titik lokasi di dalam Kampus Institut Pertanian Bogor. Isolat kapang kemudian dikultivasi tanpa pencahayaan di dalam shaker selama 28 hari. Miselium yang terbentuk kemudian diekstrak dengan metode maserasi menggunakan diklorometana dan metanol. Filtrat diekstraksi dengan metode ekstraksi cair-cair yaitu dengan menggunakan pelarut etil asetat. Hasil ekstraksi dari kedua bahan ini kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotatory evaporator. Ekstrak filtrat dan miselium yang telah dipekatkan kemudian diuji secara in vitro dengan metode agar well difusion. Hasil uji ekstrak filtrat ke-6 isolat menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap multidrug resistant (MDR) E. coli dengan zona terbesar dihasilkan oleh ekstrak filtrat 13A, namun ekstrak miselium tidak memiliki aktivitas antibakteri

    Peningkatan Kualitas Limbah Cair Kelapa Sawit Menggunakan Metode Elektrokoagulasi

    No full text
    Limbah cair kelapa sawit memiliki konsentrasi senyawa organik yang tinggi, untuk mengolah limbah tersebut pada umumnya menggunakan sistem kolam sedangkan sistem pengolahan tersebut membutuhkan waktu yang lama dan lahan yang luas. Untuk mengolah limbah lebih cepat membutuhkan pengolahan alternatif salah satunya adalah elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi merupakan kombinasi proses elektrolisis dan koagulasi yang menggumpalkan dan mengendapkan partikel-partikel halus dalam air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi tegangan listrik dan waktu kontak pada pengolahan limbah cair kelapa sawit dengan elektrokoagulasi dan mendapatkan kombinasi terbaik dalam penyisihan parameter COD (Chemical oxygen demand), BOD (Biochemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), kekeruhan, warna dan nitrat. Limbah cair kelapa sawit dari pengolahan anaerob. Limbah cair diberi tegangan 10, 15 dan 20 Volt dan dikombinasikan dengan waktu kontak 30, 45 dan 60 menit. Peningkatan tegangan dan waktu kontak dapat mempengaruhi penurunan kadar polutan. Kombinasi terbaik didapatkan pada tegangan 15 Volt dengan waktu kontak 30 menit. Pengolahan pada kombinasi tersebut mengasilkan penurunan kadar polutan, pada parameter COD sebesar 87,36%, dengan konsentrasi 758,08 mg/L, BOD sebesar 97,02% dengan konsentrasi 81,5 mg/L, TSS sebesar 90,08% dengan konsentrasi 70 mg/L, nitrat sebesar 58,54% dengan konsentrasi 12,54 mg/L, warna sebesar 92,55% dengan konsentrasi 775 PtCo , kekeruhan sebesar 85,65% dengan konsentrasi 32,63 NTU dan pH sebesar 8,3

    Korelasi Antara Pulsus dan Saturasi Oksigen Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Sprague-Dawley

    No full text
    Keterkaitan antara pulsus dan saturasi oksigen sangat penting dalam menunjang kelangsungan proses fisiologi. Penelitian ini bertujuan mempelajari korelasi antara pulsus dan saturasi oksigen normal pada induk (bunting, melahirkan, dan menyusui) dan anak tikus (lahir, lepas sapih, dan dewasa kelamin). Tikus putih (Rattus norvegicus) yang digunakan berasal dari galur Sprague-Dawley dengan jumlah induk/anak yang digunakan adalah 5 ekor di setiap kelompok pengambilan data. Nilai pulsus dan saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximetry. Nilai pulsus dan saturasi oksigen induk meningkat secara signifikan (p<0.05) seiring bertambahnya umur kebuntingan, sedangkan nilai pulsus dan saturasi oksigen induk mengalami penurunan secara signifikan (p<0.05) sejak partus, laktasi, hingga 70 hari postpartus. Nilai pulsus pada anak tikus putih baru lahir mengalami penurunan sejak hari kelahiran sampai umur 70 hari, sedangkan nilai saturasi oksigen meningkat dari lahir sampai umur 70 hari. Terdapat korelasi positif antara pulsus dan saturasi oksigen pada induk. Nilai saturasi oksigen akan meningkat sebesar 0.41 dengan peningkatan pulsus sebesar satu persen. Terdapat korelasi negatif antara pulsus dan saturasi oksigen pada anak. Pada anak tikus jantan, nilai pulsus akan turun sebesar 2.78 dengan peningkatan saturasi oksigen sebesar satu persen, sedangkan pada anak tikus betina, nilai pulsus akan turun sebesar 3.1 dengan peningkatan saturasi oksigen sebesar satu persen

    Identifikasi Marka Molekuler Daya Tahan Infeksi Aeromonas hydrophila pada Lele Dumbo Clarias gariepinus dengan Metode RAPD-PCR

    No full text
    Pencegahan penyakit motile aeromonas septicemia (MAS) pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dapat dilakukan melalui seleksi ikan berbasis marka molekuler menggunakan teknik random amplified polymorphic DNA PCR (RAPD-PCR) untuk mengidentifikasi keberadaan fragmen pita yang kemungkinan terkait dengan daya tahan terhadap penyakit MAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandidat marka molekuler daya tahan penyakit pada ikan lele dumbo setelah diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan 4 jenis primer RAPD dengan sekuen berbeda sebagai tahap optimasi kerja. Sampel DNA yang diamati berasal dari ikan yang tahan (resistant) dan rentan (susceptible) pascainfeksi masing-masing sebanyak 8 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandidat marka molekuler terkait daya tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada lele dumbo bertahan hidup pasca penyuntikan bakteri A.hydrophila 107 CFU ml-1 memiliki pita DNA berukuran sekitar 1700 bp dengan peluang populasi resistan sebesar 87.5%

    Optimasi Penggunaan Isoamilase pada Tepung Singkong sebagai Alternatif Bahan Pakan Jagung

    No full text
    Tepung singkong merupakan salah satu sumber utama karbohidrat dan energi di Indonesia setelah beras dan jagung. Tepung singkong merupakan salah satu alternatif bahan pakan untuk mengatasi masalah ketersediaan dan meningkatknya harga jagung. Pati singkong mempunyai tingkat resisten pati yang tinggi dibandingkan dengan jagung sehingga sulit dicerna oleh unggas. Salah satu cara meningkatkan kandungan amilosa pada tepung singkong dengan menambahkan isoamilase. Penelitian ini bertujuan menyamakan rasio amilosa/ amilopektin antara tepung singkong dan jagung dengan penambahan isoamilase serta mengetahui metode penambahan isoamilase yang paling efisien. Penelitian ini menggunakan 2 metode penambahan isoamilase yaitu metode langsung (M1) dan metode tidak langsung (M2) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (CRM + 0% isoamilase), P1 (CRM + 0.05% isoamilase), P2 (CRM + 0.1% isoamilase) and P3 (CRM + 0.15% isoamilase). Hasil menunjukkan level optimum penambahan isoamilase pada tepung singkong sebesar 0.05% dan metode penambahan isoamilase yang paling efisien adalah metode tidak langsung (M2). Rasio amilosa/ amilopektin pada tepung singkong dengan level 0.05% isoamilase menggunakan metode tidak langsung adalah 1: 2.20 mendekati rasio amilosa/ amilopektin pada jagung yaitu 1: 2.19

    Pengaruh Ekspektasi Orang Tua dan Efikasi Diri Akademik terhadap Motivasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas di Perdesaan

    No full text
    Remaja mengalami berbagai perubahan dalam hidupnya baik fisik dan psikologis. Usia remaja memiliki rentang antara 12-18 tahun dan merupakan usia pelajar. Motivasi akademik merupakan hal yang penting untuk pelajar karena motivasi yang menjadi pendorong bagi pelajar untuk mengeksplorasi segala hal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, ekspektasi orang tua dan efikasi diri akademik terhadap motivasi akademik siswa sekolah menengah atas di perdesaan. Penelitian ini melibatkan 100 remaja dari tiga sekolah menengah atas di Kecamatan Rumpin. Data dikumpulkan melalui teknik self administered, kemudian diuji menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki motivasi akademik, efikasi diri akademik dan ekspektasi orang tua yang lebih besar dibandingkan remaja laki-laki. Tidak ada karakteristik yang berpengaruh terhadap motivasi akademik selain jenis kelamin. Ekspektasi orang tua dimensi kedewasaan diri dan efikasi diri akademik memiliki pengaruh positif terhadap motivasi akademik sementara ekspektasi orang tua dimensi prestasi akademik memiliki pengaruh negatif terhadap motivasi akademik

    Kajian Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik dan Penyusunan Contoh Rencana HACCP generik produk susu UHT

    No full text
    Sterilisasi komersial adalah proses termal yang digunakan untuk menurunkan tingkat sel vegetatif mikroba dan spora yang membahayakan kesehatan. Proses sterilisasi komersial yang diolah aseptik adalah aplikasi proses panas dimana pangan dan kemasan disterilisasi komersial secara terpisah kemudian produk diisikan ke dalam kemasan pada ruang yang aseptik (Carlson 1996). Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga yang berwenang untuk menetapkan peraturan tentang obat dan makanan serta mengawasinya, menetapkan peraturan kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2019 tentang program manajemen risiko (PMR) keamanan pangan di industri pangan. Program ini wajib diterapkan untuk pangan steril komersial dan pangan olahan untuk keperluan gizi khusus dan keperluan medis khusus seperti formula bayi, formula lanjutan dan makanan untuk diet khusus. Pedoman PMR yang disusun oleh BPOM merupakan acuan yang dapat digunakan oleh industri atau produsen dalam menerapkan manajemen risiko. Sepuluh profil risiko yang dinilai dalam PMR ini mencakup penerapan CPPOB dan HACCP. Oleh karena itu, perlu disusun pedoman penyusunan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan hazard analysis critical control point (HACCP) untuk memudahkan industri dalam menyusun CPPOB dan Rencana HACCP sesuai dengan kebutuhan industri itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji standar acuan CPPOB produk pangan steril komersial yang diolah aseptik dari tiga lembaga yaitu Codex Alimentarius Commission (CAC), Food and Drug Agency (FDA) dari Amerika Serikat, dan Canadian Food Inspection Agency (CFIA) dari Kanada dan menyusun rencana Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) generik untuk produk susu Ultra Hight Temperature (UHT). Metode yang digunakan yaitu dengan membuat matriks perbandingan antara standar luar negeri dan menganalisis komponen – komponennya berdasarkan pedoman Inspeksi Pengolahan pangan steril komersial BPOM dan Permenperin Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 Tahun 2010. Penyusunan contoh rencana HACCP generik sesuai dengan tujuh prinsip HACCP. Diagram Alir contoh rencana HACCP Generik diperoleh dari Pedoman Inspeksi Sarana Penolahan Susu Bubuk, Susu Cair dan Susu Kental Manis Edisi 1 Tahun 2015 dengan modifikasi. Hasil analisis komponen dari matriks perbandingan menunjukkan bahwa pedoman CAC memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan standar acuan lainnya dan pada umumnya aspek – aspek yang diatur di dalam standar acuan digolongkan sebagai tingkatan serius. Rencana HACCP generik yang disusun menggunakan 24 karya ilmiah yang berasal dari Indonesia dan internasional yang digunakan sebagai acuan untuk mengidentifikasi bahaya. Pada contoh rencana HACCP generik susu UHT ini terdapat lima titik kendali kritis yaitu tahap sterilisasi komersial produk, pendinginan setelah sterilisasi, penyimpanan pada tangki aseptik, sterilisasi kemasan dan tahap pengisian dan penutupan

    Development of Devigoration Method for Accelerated Aging Test to Estimate Seed Vigor in Relation to Storability of Corn Seed (Zea mays L.)

    No full text
    Penurunan mutu benih atau deteriorasi merupakan salah satu penghambat dalam produksi benih jagung. Proses deteriorasi umumnya terjadi selama penyimpanan benih yang ditandai dengan turunnya viabilitas dan vigor benih sehingga mengakibatkan jeleknya pertanaman serta menurunnya hasil. Pengujian mutu benih penting dilakukan untuk menekan kerugian biaya, waktu dan tenaga. Pengusangan cepat secara kimia merupakan salah satu metode analisis mutu benih yang digunakan untuk mengetahui percepatan penurunan kualitas benih dengan memanfaatkan kinerja uap etanol. Pengusangan ini dilakukan oleh Alat Pengusang Cepat (APC) IPB 77-1 MM yang berfungsi melakukan devigorasi benih baik secara fisik dengan uap panas maupun secara kimia dengan etanol. Hasil dari pengujian ini akan digunakan untuk menduga Vigor Daya Simpan (VDS) benih jagung sehingga pemanfaatan dan pengolahan benih jagung dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Biofisika Benih, Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Mutu Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dari bulan Maret 2019 hingga Agustus 2019. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan. Percobaan pertama yaitu metode pengusangan dengan menyimpan benih pada kelembaban 98% dan suhu 40 oC selama 10 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu varietas jagung. Varietas yang digunakan yaitu Srikandi Kuning, Anoman, Bisma, Sukmaraga, dan Lamuru. Percobaan kedua yaitu pengusangan cepat benih jagung secara kimia dengan etanol 96% menggunakan APC IPB 77-1 MM. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor varietas jagung. Varietas yang digunakan sama dengan percobaan pertama. Hasil percobaan menunjukkan bahwa APC IPB 77-1 MM dapat menunjukkan urutan nilai vigor daya simpan benih kelima varietas jagung yang sama dengan percobaan pengusangan dengan metode penyimpanan pada suhu dan kelembaban tinggi. Alat Pengusangan Cepat (APC) IPB 77-1 MM dapat digunakan untuk menduga penurunan vigor daya simpan pada benih jagung. Pengujian pengusangan cepat secara kimiawi lebih efektif dan efisien dalam menentukan nilai vigor daya simpan karena membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat

    Implementasi Kebijakan Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Lahan (Kasus Lahan Eks HGU di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat).

    No full text
    Redistribusi lahan yang dilakukan oleh pemerintah sebuah upaya implementasi kebijakan agraria. Kebijakan agraria tersebut berupa asset reform (penataan aset) eks lahan perkebunan dengan skema legalisasi aset berwujud sertifikasi bidang lahan. Namun dalam pelaksanannya pemerintah mengklaim bahwa kebijakan tersebut merupakan agenda reforma agraria. Atas dasar klaim tersebut, penting untuk meninjau access reform (penataan akses) bekerja, karena pada hakikatnya reforma agraria merupakan asset reform (penataan aset) dan access reform (penataan akses) yang berjalan beriringan, dengan bertujuan untuk menata ketimpangan penguasaan lahan agar terwujudnya keadilan agraria (agrarian justice). Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang didukung kualitatif dengan pendekatan sensus. Metode yang digunakan untuk menentukan responden ialah purposive sampling dengan teknik non probability sampling. Pengolahan data menggunakan uji statistik rank spearman untuk melihat hubungan variabel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa tingkat asset reform berada pada kategori rendah. Hasil uji statistik menunjukan bahwa asset reform berhubungan dengan access reform dan asset reform berhubungan dengan ketimpangan penguasaan lahan

    Pengukuran Kinerja Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dengan Pendekatan Balanced Scorecard

    No full text
    Pengukuran kinerja koperasi umumnya dinilai dari perspektif keuangan saja. Pentingnya mengukur kinerja keseluruhan koperasi baik internal dan eksternal, menjadi latar belakang dipilihnya Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) sebagai objek dari penelitian ini. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi keragaan koperasi dan mengukur kinerja koperasi. Pengukuran kinerja dilakukan dengan pendekatan balanced scorecard. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dan penyebaran kuesioner secara purposive dan convenience. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan koperasi dari aspek organisasi terlihat telah adanya pembagian tugas yang jelas antara pengurus, pengawas, dan karyawan. Pengukuran kinerja koperasi menunjukkan semua perspektif mendapat predikat sangat baik. Nilai yang diperoleh masing-masing yaitu perspektif keuangan mendapat nilai 20.72%, perspektif bisnis internal mendapat nilai 19.1%, perspektif pelanggan mendapat nilai 16.4%, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran mendapat nilai 40.6%. Secara keseluruhan kinerja koperasi mendapat nilai 96.82% dan mendapat kategori warna biru atau predikat sangat baik

    6,252

    full texts

    31,665

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bogor Agricultural University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇