31665 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Tepung Roti Basah dan Kering serta Penerimaannya pada Produk Ebi Furai
Tepung roti merupakan salah satu bahan yang umum digunakan sebagai
bahan pelapis pada beberapa jenis makanan. Tepung roti yang umum ditemukan di
pasaran adalah tepung roti kering. PT XYZ sebagai salah satu produsen tepung roti
basah yang hanya memasarkan produk mereka secara business to business
berencana memperluas pemasaran produk mereka hingga langsung ke konsumen.
Perbedaan formulasi dan proses pengolahan dapat menghasilkan karakteristik
produk yang berbeda antara tepung roti basah dan kering serta produk yang
diaplikasikan dengan tepung roti tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan
karakterisasi tepung roti dan produk turunannya untuk melihat kelebihan dan
kekurangan dari masing-masing tepung roti. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui perbedaan karakteristik dan mutu produk akhir antara tepung roti
kering dan tepung roti basah, sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan
masing-masing tepung roti. Penelitian ini terdiri dari dua tahap, yaitu karakterisasi
tepung roti dan karakterisasi ebi furai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perbedaan formulasi dan pengolahan antara tepung roti kering dan tepung roti basah
mempengaruhi karakteristik berupa kadar air, tingkat kecerahan, dan breadcrumb
pick up yang lebih tinggi pada tepung roti basah dan densitas kamba, kekerasan,
dan penyerapan minyak yang lebih tinggi pada tepung roti kering. Selain itu tepung
roti basah econo dan premium tidak memiliki karakteristik yang berbeda nyata
selain pada tingkat kecerahan tepung roti dan densitas kamba. Namun pengujian
tingkat kesukaan konsumen terhadap produk ebi furai yang dilapisi ketiga jenis
tepung roti tersebut memberikan hasil yang tidak berbeda nyata
Rancangan D-optimal untuk Respon Ordinal pada Rancangan Campuran.
Rancangan percobaan merupakan suatu kajian mengenai penentuan kerangka dasar kegiatan dalam rangka pengumpulan informasi terhadap suatu objek yang bervariasi berdasarkan prinsip-prinsip statistika. Cabang ilmu statistika ini banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri, salah satunya pada industri makanan. Dalam rangka menghasilkan produk baru yang berkualitas, pelaku industri makanan memerlukan formulasi dan komposisi bahan yang tepat. Rancangan percobaan adalah solusi untuk mendapatkan produk yang berkualitas oleh pelaku industri makanan yang biasanya dilakukan secara trial and error, dimana proses ini akan menghabiskan waktu serta biaya yang relatif besar. Pengembangan produk makanan dalam skala industri membutuhkan percobaan yang sistematis agar produk yang dihasilkan laku di pasaran serta mempunyai nilai jual ekonomis. Salah satu rancangan percobaan yang digunakan untuk mendapatkan formulasi dan komposisi bahan yang tepat adalah rancangan campuran. Rancangan campuran mengasumsikan bahwa perbedaan respon hanya dipengaruhi oleh perbedaan proporsi setiap bahan, bukan pada banyaknya campuran. Hal ini mengakibatkan adanya masalah multikolinieritas sehingga pendugaan model menjadi kompleks. Evaluasi dari hasil produk makanan menggunakan skala likert, dimana melibatkan respon kategorik dengan skala ordinal. Rancangan yang melibatkan respon kategorik menyebabkan model yang digunakan adalah model non linier dengan fungsi hubung logistik. Model ini termasuk Generalized Linear Models (GLM) karena respon yang digunakan tidak mengikuti sebaran normal. Pada penelitian ini digunakan kriteria D-optimal untuk penentuan rancangan optimal. Kriteria D-optimal ini fokus pada optimasi parameter. Rancangan D-optimal diperoleh dengan meminimalkan nilai ragam dari dugaan koefisien regresi. Penelitian ini difokuskan untuk menentukan rancangan optimal pada rancangan campuran dengan respon ordinal. Studi kasus yang digunakan pada penelitian adalah tiga resep makanan. Pada resep pertama terdapat campuran dua bahan sedangkan pada resep kedua dan ketiga melibatkan campuran tiga bahan. Masing-masing bahan pada setiap kasus memiliki batasan proporsi tertentu mengakibatkan daerah rancangan semakin kompleks. Penentuan rancangan D-optimal untuk setiap kasus menggunakan algoritma point-exchange. Berdasarkan algoritma yang disusun pada kasus pertama terdapat 3 titik rancangan yang optimal, pada kasus kedua dan ketiga diperoleh 7 titik rancangan yang optimal. Rancangan hasil algoritma ini jauh lebih efisien dibandingkan rancangan menggunakan rancangan klasik
Pengaruh Pra-perlakuan Alkali terhadap Stabilisasi Dimensi Kayu Terpadatkan
Densifikasi kayu merupakan salah satu solusi dalam peningkatan kualitas kayu berkerapatan rendah. Kayu terdensifikasi mempunyai kelemahan dalam stabilitas dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan stabilisasi dimensi, sifat fisis dan mekanis kayu jabon melalui proses pemadatan dengan perlakuan pendahuluan perebusan alkali dalam autoklaf. Kayu jabon diberi perlakuan perebusan alkali (NaOH 2,5N) dalam autoklaf selama 1, 3, dan 5 jam dan proses pengempaan dengan suhu 100 oC dan tekanan 15 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan densifikasi meningkatkan kerapatan, berat jenis, MOE, MOR, dan kekerasan kayu. Perlakuan perebusan alkali dapat meningkatkan nilai stabilitas dimensi (ASE) kayu terdensifikasi. Kerapatan dan berat jenis kayu terdensifikasi meningkat lebih dari 1,5 kali, MOE lebih dari 11 kali, MOR hampir 3 kali dan kekerasan kayu hampir 4 kali dibandingkan dengan kayu awal
Metode Graduasi dalam Penyusunan Life Table Desa Gegelang Lombok Barat.
Penduduk adalah aset nyata dari suatu bangsa. Banyak faktor yang dapat
mempengaruhi perkembangan penduduk baik secara kualitas maupun kuantitas.
Kualitas hidup yang dimiliki suatu negara ataupun wilayah, menjelaskan tentang
kesejahteraan rakyat serta keberhasilan dari banyaknya program yang telah
dirancang oleh pemerintah untuk meningkatkan derajat kehidupan manusia.
Kualitas hidup dapat dilihat dari angka harapan hidup. Angka Harapan Hidup
(AHH) pada suatu umur tertentu menjelaskan tentang rata-rata tahun hidup yang
akan dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur tersebut dalam
situasi kematian yang berlaku di lingkungan masyarakat. Untuk melihat AHH dari
suatu negara, bisa kita lihat dari tabel hayat atau life table yang dimiliki oleh
negara tersebut. Life table adalah tabel yang menggambarkan tentang peluang
bertahan hidup sampai umur tertentu dari tahun kelahirannya.
Sampai saat ini Indonesia masih belum memiliki life table yang diperoleh
dari data kematian menurut umur yang dapat digunakan terutama untuk
menghitung AHH. Life table yang sampai sekarang masih digunakan berupa
pendekatan yang disesuaikan dengan Life Table Coale-Demeny Model Barat.
Dalam penelitian ini, untuk menduga abridged life table, digunakan beberapa
metode graduasi, antara lain Natural Cubic Spline, Quadratic Spline, dan
Heligman-Pollard. Terdapat lima tujuan yang didapatkan dari proses graduasi
antara lain menghaluskan data sehingga data menjadi teratur dan konsisten,
membuat hasil yang tepat dan sesuai dalam menghaluskan kurva berdasarkan
data, membantu untuk menyimpulkan data yang tidak sempurna, memberi
kemudahan dalam membandingkan angka kematian, dan membantu peramalan.
Ada beberapa metode yang sering digunakan dalam proses graduasi antara lain
metode grafik, metode penjumlahan dan rata-rata, graduasi dengan formula
matematika, graduasi dengan menggunakan tabel standar, dan metode interpolasi.
Sebelum dilakukan graduasi, dilakukan perhitungan life table kasar dengan
menggunakan metode momen dan maximum likelihood. Metode momen terdiri
dari enam metode, antara lain general case, special case A, special case B, special
case C, pendekatan Hoem dan pendekatan aktuaria. Sedangkan metode maximum
likelihood terdiri dari dua metode, antara lain situasi partial data dan situasi full
data. Setelah dilakukan perhitungan, didapatkan bahwa angka harapan hidup yang
didapatkan berbeda-beda. Nilai terbesar didapatkan dengan menggunakan metode
special case B, sedangkan nilai terkecil didapatkan dengan menggunakan metode
special case A dan situasi partial data. Sehingga dipilih metode special case A
untuk dilakukan graduasi. Meskipun angka harapan hidup yang didapatkan
dengan metode special case A dan situasi partial data sama, dipilih special case A
untuk dilakukan graduasi. Hal ini karena perhitungan penduga kematian
menggunakan metode momen lebih mudah dari maximum likelihood.
Setelah dilakukan graduasi, didapatkan model grafik yang berbeda-beda.
Pada metode natural cubic spline dan quadratic spline, grafik yang dihasilkan
bersifat fluktuatif. Sedangkan grafik yang dihasilkan dengan menggunakan
metode Heligman-Pollard bersifat monoton turun. Angka harapan hidup yang
dihasilkan dari ketiga metode ini pun berbeda-beda. Angka harapan hidup yang
paling mendekati angka harapan hidup Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2015
adalah angka harapan hidup yang dihasilkan dengan menggunakan metode
Heligman-Pollard sebesar 65,72 tahun.
Pemilihan model life table didasarkan pada dua indikator, yaitu grafik yang
monoton turun dan angka harapan hidup yang paling mendekati angka harapan
hidup Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2015. Dari penjelasan di atas, dapat
diambil kesimpulan bahwa metode graduasi yang sesuai berdasarkan data Desa
Gegelang Lombok Barat tahun 2014-2018 adalah metode Heligman-Pollard
Faktor-faktor yang Memengaruhi Profitabilitas Perbankan Syariah dan Konvensional di Indonesia
Profitabilitas perbankan menggambarkan kemampuan industri perbankan
untuk mendapatkan keuntungan pada periode tertentu dan menggambarkan
kinerja dari industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor
yang memengaruhi profitabilitas perbankan konvensional dan syariah di Indonesia
pada tahun 2011-2018 menggunakan metode Vector Error Correction Model
(VECM). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Return On
Asset (ROA) sebagai proxi dari profitabilitas dan variabel lain yang diduga
memengaruhinya antara lain Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit
Ratio/Financing to Deposit Ratio (LDR/FDR), Net Performing Loan/Net
Performing Finance (NPL/NPF), Belanja Operasional terhadap Pendapatan
Operasional (BOPO), Inflasi, dan BI Rate. Pada perbankan konvensional jangka
panjang estimasi model VECM penelitian ini menunjukkan bahwa variabel NPL,
LDR, dan BOPO berpengaruh signifikan secara negatif terhadap ROA. Sedangkan
pada perbankan syariah variabel BOPO berpengaruh signifikan secara negatif dan
FDR berpengaruh secara positif pada jangka panjang
Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Keluarga Kecamatan Berencana (KB) (Kasus: Desa Kapas, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur).
Kampung KB merupakan salah satu inovasi yang dicanangkan oleh BKKBN tahun 2016 guna mengatasi pertumbuhan penduduk dan mensejahteraanya. Program yang mencakup beberapa sektor ini membutuhkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat. Partisipasi berkaitan dengan beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam Program Kampung KB khususnya kegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Lansia, dan Safari KB. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik penentuan responden yang digunakan yaitu teknik cluster sampling dan didapatkan 60 responden yang masing-masing terdiri dari 20 responden Bina Keluarga Balita, 20 responden Bina Keluarga Lansia, dan 20 responden safari KB. Faktor internal yang berhubungan dengan partisipasi adalah jenis pekerjaan. Faktor eksternal yang memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi adalah peran pendampingan kader dan peran pengurus Kampung KB
Analisis Penambatan Molekul Senyawa Aktif Kayu Manis (Cinnamon) pada Enzim MGA untuk Agen Anti-Diabetes
Kasus diabetes melitus terus meningkat setiap tahunnya, terutama diabetes
melitus tipe II. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas anti-diabetes adalah
kayu manis. Kayu manis memiliki senyawa aktif berupa cinnamaldehyde,
cinnamic acid, ethyl cinnamate dan cinnamyl acetat yang dipercaya berkhasiat
untuk mengobati diabetes namun belum diketahui potensi dari masing-masing
senyawa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa
aktif yang terkandung dalam kayu manis sebagai anti-diabetes melalui simulasi
penambatan molekul serta mendapatkan model interaksi antara senyawa aktif
kayu manis dengan enzim Maltase-Glucoamylase (kode PDB: 3L4W). Ligan
kontrol yang digunakan adalah miglitol sedangkan ligan uji yang digunakan
adalah senyawa aktif kayu manis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa
ligan uji yang berpotensi sebagai inhibitor enzim MGA untuk agen anti-diabetes
mengikuti miglitol adalah senyawa aktif cinnamic acid. Hal tersebut dikarenakan
memiliki energi Gibbs ikatan tebesar bahkan menyaingi energi Gibbs ikatan
miglitol, konstanta inhibisi terkecil dan ikatan hidrogen terbanyak dibandingkan
ligan uji lainnya
Faktor-faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Generasi Z Muslim Terhadap Produk Kosmetik Berlabel Halal MUI (Studi Kasus Kota Bogor)
Seluruh produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah
Indonesia harus terjamin kehalalannya dan memiliki sertifikat halal tidak
terkecuali produk kosmetik. Kosmetik saat ini telah digunakan oleh remaja wanita
atau generasi Z. Produk kosmetik yang beredar di Indonesia sangat banyak tetapi
tidak semua memiliki label halal MUI. Pada tahun 2018 jumlah produk kosmetik
yang sudah berlabel halal hanya sebanyak 2 115 produk dari 49 557 produk
kosmetik yang telah mendapat izin edar dari BPOM. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi karakteristik generasi Z dan mengetahui faktorfaktor
yang memengaruhi keputusan pembelian generasi Z muslim terhadap
produk kosmetik berlabel halal. Penelitian dilakukan di Kota Bogor dengan
mengambil sampel sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini
adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
pengetahuan halal, halal awareness, dan media sosial berpengaruh positif
signifikan terhadap keputusan pembelian generasi Z muslim terhadap produk
kosmetik berlabel halal
Hubungan antara Lingkungan Sekolah dengan Konsumsi Pangan dan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Tanggamus, Lampung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan sekolah dengan konsumsi pangan dan status gizi anak sekolah dasar di Kabupaten Tanggamus, Lampung. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study. Pengambilan subjek dilakukan dengan cara simple random sampling dengan jumlah subjek sebanyak 70 siswa kelas IV yang terdiri dari masing-masing 35 siswa di SD dengan sistem full day dan half day. Hasil uji hubungan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi pangan dan status gizi dengan lingkungan sekolah (p>0.05). Hasil uji beda menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara uang saku, pendapatan keluarga, dan kebiasaan membawa bekal antara subjek full day dan half day (p0.05)
Kajian Karakter Fenotipe dan Genetika Molekuler (Gen COI dan Cyt b) pada Abalon Haliotis squamata Reeve 1846 Asal Perairan Selatan Jawa dan Bali sebagai Dasar untuk Pengembangan Budidaya
Abalon termasuk kelas Gastropoda dari famili Haliotidae dan hanya terdiri
dari satu genus yaitu Haliotis. Karakteristik abalon seperti siput pada umumnya
yang memiliki tubuh lunak yang dibungkus oleh satu cangkang. Jenis Gastropoda
laut ini mempunyai nilai eksotis dan ekonomis tinggi untuk negara-negara seperti
Jepang, China, Taiwan, Korea, HongKong dan juga Indonesia. Produksi abalon di
Indonesia umumnya berasal dari perairan Jawa dan Bali yang diperoleh dari hasil
tangkapan di alam, dan sebagian dari hasil budidaya. Salah satu jenis abalon yang
ditemukan di perairan laut selatan Jawa dan Bali adalah Haliotis squamata. Perairan
selatan Jawa dan Bali merupakan perairan yang memiliki energi gelombang kuat
karena swell yang datang dari Samudera Hindia. Kondisi ini menyebabkan H.
squamata harus beradaptasi, sehingga diduga menyebabkan terjadinya perubahanperubahan
morfologi, fisiologi dan genetik. Karakter morfologi seperti bentuk dan
ukuran cangkang diduga kuat merespon kondisi perairan selatan Jawa dan Bali.
Selain itu, pola warna dan tekstur cangkang dipengaruhi oleh makroalga yang di
komsumsi.
Karakter cangkang abalon memiliki daya respon yang baik terhadap
lingkungan. Hal ini jika pengamatan hanya berdasarkan morfologi saja maka akan
sulit untuk membedakan spesies yang mirip. Sejauh ini identifikasi abalon di
Indonesia masih melalui pendekatan karakter morfologi dalam membedakan
spesies. Oleh karena itu, dibutuhkan standar pengukuran dalam identifikasi abalon
melalui pengukuran morfologi cangkang.
Metode truss morfometrik merupakan salah satu metode yang dapat
membantu menggambarkan karakter (pola) secara tepat dengan membandingkan
ukuran bagian morfologi antara spesies/populasi. Analisis genetika molekuler juga
dilakukan untuk mendukung identifikasi spesies dan populasi H. squamata di
perairan selatan Jawa dan Bali. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan
bahwa spesies H. squamata asal Indonesia secara morfologi mirip dengan spesies
H. diversicolor asal China, bahkan pada situs online World Register of Marine
Species (WoRMS) spesies asal Indonesia ini masih dituliskan H. diversicolor
squamata Reeve, 1846. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1)
menganalisis karakter morfologis spesies H. squamata asal sebaran geografik
berbeda di Indonesia (2) mendesain serta menentukan karakter truss morfometrik
untuk dijadikan sebagai acuan standar pengukuran abalon sesama H. squamata di
Indonesia (3) mengkaji keragaman genetik abalon H. squamata yang ada di
Indonesia berdasarkan DNA Mitokondria dengan penanda Cytochrome Oxidase I
(COI) dan Cytochrome b (Cyt b) sebagai “DNA Barcoding” dan (4) menganalisis
tingkat kematangan gonad berdasarkan histologi dan ukuran cangkang H. squamata.
Tahapan metode truss morfometrik dilakukan dengan mengsketsa
(mendesain) cangkang dalam bentuk pola karakter garis yang saling berhubungan.
Selanjutnya karakter morfometrik tersebut dianalisis untuk menghasilkan suatu
karakter penciri yang dapat membedakan interpopulasi dari empat lokasi.
Kemudian dilakukan isolasi DNA total dari epipodium abalon menggunakan kit
Dneasy® Blood and Tissue dan diamplifikasi menggunakan primer spesifik gen
parsial COI dan Cyt b yang didesain secara khusus. Jarak genetik ditentukan
berdasarkan Kimura 2-parameter, pohon filogenetik dibentuk berdasarkan
Neighbor-Joining dengan menggunakan program MEGA 7. Spesies diverifikasi
menggunakan BLAST-n di NCBI.
Analisis PCA pada 16 karakter morfometrik menghasilkan kombinasi PCIII
dan PCIV yang mampu memisahkan populasi H. squamata asal Jawa dan Bali
berdasarkan nilai koefisien faktor. Karakter penciri yang memisahkan populasi H.
squamata asal Jawa dan Bali adalah kombinasi karakter BF (0.535) dan karakter
CH (0.522). Hasil ini juga didukung dengan nilai persentase sharing component
yang terendah adalah 0% dari populasi Bali dengan populasi lainnya. Hal ini
menunjukan bahwa tidak ada percampuran yang terukur antara populasi Bali
dengan populasi lainnya. Persentase similaritas tertinggi adalah populasi H.
squamata asal Banten dan Pangandaran, hal ini diduga karena kedua populasi ini
masih memiliki faktor kondisi lingkungan yang sama dibandingkan dengan
populasi Banyuwangi dan Bali. Deskripsi morfologi di beberapa lokasi
menunjukkan ciri spesifik hanya pada ketebalan cangkang dan pola warna.
BLAST-n pada situs NCBI menunjukkan bahwa data genetik spesies H.
squamata belum terdaftar di dalam NCBI. Jarak genetik interspesies asal Jawa dan
asal China adalah 16.3% berdasarkan gen COI dan 11.4% berdasarkan gen Cyt b.
Jarak genetik interspesies asal Bali dan China sebesar 16.62% berdasarkan gen COI
dan 11.8% berdasarkan gen Cyt b. Penelitian ini juga menemukan empat situs
spesifik lokasi (original geografik) berdasarkan gen COI dan tujuh situs spesifik
lokasi berdasarkan gen Cyt b pada populasi asal Jawa dan Bali. Analisis filogenetik
mengungkapkan bahwa H. squamata dapat dipisahkan dengan H. diversicolor spp.
asal China berdasarkan gen COI dan Cyt b. Selain itu, klaster pertama menunjukkan
dua sub klaster berbeda yang memisahkan antara populasi asal Jawa dan Bali. Sub
klaster Jawa dan Bali masing-masing terdiri dari tiga haplotipe yang berbeda
berdasarkan gen COI. Hasil ini diperkuat dengan hasil analisis program DNAsp dan
Network ver.5 yang menemukan enam haplotipe berbeda.
Haplotipe 3 dari gen COI adalah haplotipe umum yang ditemukan pada tiga
populasi yaitu Banten, Pangandaran dan Banyuwangi dengan nilai persentase
sebesar 64%. Haplotipe 1 dari gen Cyt b adalah haplotipe umum yang ditemukan
pada populasi Banten dan Pangandaran dengan nilai persentase 48.7%. Beberapa
haplotipe yang berdekatan dengan haplotipe utama menunjukkan variasi nukleotida
yang spesifik. Oleh karena itu diduga bahwa populasi asal Jawa merupakan pusat
asal usul (center of origin) terbentuknya populasi H. squamata di perairan
Indonesia.
Ukuran panjang cangkang abalon H. squamata yang ditemukan berkisar 4
hingga 7 cm. Persentase perkembangan gonad pada stadia III untuk jantan berkisar
50% dan gonad betina adalah 75%. Fase perkembangan awal (Pre-proliferative)
merupakan fase yang mendominasi pada pengamatan morfologi gonad jantan dan
betina abalone H. squamata pada bulan Februari 2017