31665 research outputs found
Sort by
Potensi Produksi Biohidrogen dari Limbah Biomassa Menggunakan Proses Pencernaan Anaerobik
Keberlanjutan hidrogen sebagai sumber daya energi bergantung pada proses
produksi dan sumber bahan baku. Pemilihan substrat pada proses pencernaan
anaerobik memiliki peranan penting untuk memaksimalkan gas biohidrogen yang
dihasilkan karena bergantung pada komposisi substrat seperti lemak, protein, dan
karbohidrat dalam bentuk terlarut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menghasilkan prototipe reaktor untuk proses produksi biohidrogen dan mengetahui
potensi produksi gas H2 hasil proses pencernaan anaerobik. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian eksperimen dengan tiga varian suhu operasi pada
reaktor. Suhu dijaga pada rentang suhu termofilik 55°C, 60°C, dan 65°C untuk
limbah POME dan kotoran sapi. Jumlah gas H2 yang dihasilkan selama 24 jam dari
proses pencernaan anaerobik berupa data konsentrasi gas H2 (ppm) akan dihitung
dengan menggunakan metode simpson. Dari penelitian ini dihasilkan prototipe
bioreaktor sistem batch berpengaduk kontinu (CSTR) yang terbuat dari aklirik,
dengan kapasitas 6 liter limbah biomassa. Bioreaktor tersebut dirancang sesuai
dengan metoda fermentasi gelap, yang digunakan sebagai pendekatan proses
pencernaan anaerobik pada penelitian ini. Diperoleh total gas biohidrogen dalam
satuan massa untuk limbah kotoran sapi sebesar 0,0932 gram pada suhu 55C;
0,0307 gram pada suhu 60C dan 0,0797 gram pada suhu 65C. Sedangkan untuk
limbah POME diperoleh jumlah total gas biohidrogen sebesar 0,0645 gram pada
suhu 55C; 0,1708 gram pada suhu 60C dan 0,0636 gram pada suhu 65C. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa limbah POME dan kotoran sapi yang diproses dengan
pencernaan anaerobik berpotensi menghasilkan gas biohidrogen
Simulasi Debit Bulanan DAS Cimanuk Berdasarkan Model HBV Light-2.
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) memerlukan data kondisi hidrologi setempat. Namun, sebagian besar DAS yang akan direncanakan pengelolaannya belum menyediakan data hidrologi jangka panjang. Pendekatan melalui pemodelan hidrologi yang sesuai dengan kondisi biofisik DAS diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Model hujan-limpasan, HBV Light-2 diaplikasikan di DAS Cimanuk untuk melengkapi data debit yang tidak tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasi data debit bulanan pada periode historis (1948 – 2014) di stasiun pengamatan Tomo. Kalibrasi parameter model dilakukan dengan prosedur Monte Carlo lalu manual “trial and error” untuk menyempurnakan nilai parameter model. Periode kalibrasi pada tahun 2003-2010 dan validasi pada tahun 2011. Model HBV Light-2 mampu mensimulasi data debit bulanan dengan baik yang ditunjukkan oleh nilai NSE (0.68) dan KGE (0.68) yang tinggi serta nilai RSR (0.56) dan PBIAS (14.40 %) yang rendah. Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh nilai debit maksimum 240 mm/bulan pada bulan Januari, debit minimum 60 mm/bulan pada bulan September dan nilai debit rata – rata 161 mm/bulan.
Kata kunci: harian, GLDAS, kriteria statistik, Monte Carlo, nilai ekstre
Estimasi Nilai Ekonomi dan Willingness to Pay Pengunjung Wisata Goa Pindul Gunungkidul.
Wisata alam Goa Pindul merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten
Gunungkidul yang memiliki daya tarik serta nilai ekonomi sebagai penghasil jasa
wisata berbasis alam. Daya tarik ini membuat jumlah kunjungan wisata tinggi,
terutama saat peak season. Tingginya jumlah kunjungan dikhawatirkan dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar Goa Pindul yang dapat mengancam
keberlanjutan kegiatan wisata tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
menganalisis persepsi wisatawan terhadap kondisi wisata Goa Pindul, mengestimasi
nilai ekonomi jasa wisata, serta menghitung besaran tarif masuk sesuai Willingness
to Pay (WTP) pengunjung untuk mengontrol jumlah kunjungan Goa Pindul.
Mayoritas responden menyatakan bahwa kondisi alam, fasilitas serta aksesibilitas
Goa Pindul dalam kondisi baik untuk aktivitas wisata, meski toilet dan tempat parkir
masih dinilai buruk. Total biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung merupakan
faktor yang secara signifikan memengaruhi permintaan wisata alam Goa Pindul.
Berdasarkan hasil estimasi dengan metode Individual Travel Cost Method (ITCM),
diketahui nilai ekonomi wisata Goa Pindul yang cukup besar, yang akan hilang jika
fungsi jasa wisata tidak berkelanjutan. Agar jasa wisata berkelanjutan, maka perlu
diatur jumlah kunjungan terutama saat peak season sehingga dapat meminimalkan
terjadinya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pengunjung. Penelitian ini
menggunakan metode pengaturan tarif masuk wisata untuk mengatur jumlah
kunjungan. Penentuan tarif masuk wisata yang sesuai, ditetapkan berdasarkan
besarnya WTP pengunjung. Tarif masuk wisata sesuai WTP pengunjung ini dapat
dijadikan alternatif solusi untuk mengontrol jumlah pengunjung jika terjadi over
carrying capacity
Perilaku Pengguna Fasilitas Transportasi Ikan: Studi Kasus di Pangkalan Pendaratan Ikan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten
Peningkatan kerusakan mutu ikan yang paling dominan terjadi di bagian
transportasi. Kegiatan perdagangan ikan di PPI Kronjo digerakkan oleh pedagang
ikan yang menggunakan fasilitas transportasi ikan untuk kegiatan distribusi
kepada konsumen. Walaupun aktivitas transportasi ikan yang dilakukan cukup
sering, tetapi tidak ada pengelolaan fasilitas dari pihak UPT kepada pedagang ikan
sebagai pegguna fasilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi
karakteristik pengguna fasilitas transportasi ikan di PPI Kronjo; menganalisis
persepsi pengguna transportasi ikan terhadap fasilitas; mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal pengguna transportasi ikan preferensi fasilitas transportasi
ikan; menghitung kesediaan membayar (willingness to pay) pengguna transportasi
ikan terhadap fasilitas. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan teknik
pengambilan sampel menggunakan sensus dengan analisis deskriptif, skala likert
dan pendekatan CVM (Contingent Valuation Method). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 25 orang pengguna fasilitas 64% memiliki pendapatan Rp
600.001/hari – Rp 700.000/hari. Persepsi pengguna fasilitas terhadap fasilitas
transportasi yang digunakan dari segi kuantitas; kemananan fasilitas dan kualitas;
biaya fasilitas ada pada kategori baik dan cukup. Pemahaman dan perilaku
pengguna fasilitas terhadap persyaratan distribusi hasil perikanan yang
menggunakan sarana transportasi dalam Kepmen KP RI No. 52A tahun 2013
masuk pada kategori cukup. Nilai rata-rata WTP (willingness to pay) pengguna
fasilitas untuk tiap jenis wadah adalah Rp 25.200 - Rp 114.000. Kurva WTP pada
wadah memperlihatkan semakin sedikit pengguna fasilitas yang bersedia
membayar lebih untuk membeli wadah-wadah. Kurva WTP pada sewa dan beli
moda menunjukkan bahwa pengguna fasilitas bersedia membayar pada nilai
tengah tawaran
Penilaian Aspek Fungsi dan Estetika Tata Hijau Jalan Utama Kawasan Permukiman Bogor Nirwana Residence.
Bogor Nirwana Residence (BNR) merupakan salah satu permukiman besar
di Kota Bogor yang menerapkan konsep Inspired by Nature, yakni dengan
mengalokasikan 60% dari lahannya sebagai ruang terbuka hijau. Jalan utama pada
kawasan permukiman ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang memiliki
fungsi untuk memperbaiki kualitas lingkungan, dan fungsi estetis untuk
memperindah lingkungan. Mengingat tingginya tingkat pergerakan atau mobilitas
penduduk dan pengunjung pada jalan utama BNR, maka perlu diketahui
kesesuaian pemilihan jenis dan penataan komposisi tanaman pada konsep tata
hijau jalan utama kawasan permukiman BNR dengan mengkaji fungsi dan
estetika. Penilaian dilakukan dengan membandingkan kondisi tanaman yang ada
di lapang dengan kriteria standar yang didapatkan dari studi pustaka. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dominansi dan keragaman elemen
tanaman, dan menganalisis nilai fungsi dan estetika tata hijau jalan utama
kawasan permukiman BNR, serta menyusun rekomendasi dalam usaha
peningkatan nilai fungsional dan estetika tata hijau jalan utama kawasan
permukiman BNR.
Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Aspek
yang diamati meliputi fungsi pembatas visual (screen), kontrol kesilauan
(median), peneduh, penahan erosi, dan pengarah, serta fungsi estetika meliputi
pemilihan jenis tanaman dan pengaturan tanaman. Dari hasil pengumpulan data,
terdapat 84 spesies tanaman dengan nilai dominansi tertinggi merupakan tanaman
jenis pohon dan tingkat keragaman tanaman rendah. Berdasarkan penilaian aspek
fungsi pada 11 segmen jalan utama, 5 segmen termasuk kategori sangat baik, 5
segmen dikategorikan baik, dan 1 segmen dikategorikan buruk. Penilaian aspek
estetika menunjukkan bahwa 6 segmen termasuk kategori sangat baik, dan 5
segmen termasuk kategori baik. Pada segmen yang telah memenuhi kriteria aspek
fungsi dan estetika dengan kategori sangat baik perlu dipertahankan serta menjadi
contoh bagi segmen lainnya, sedangkan pada segmen yang belum baik diperlukan
peningkatan untuk memenuhi kriteria tersebut
Keragaman Genetik Dan Hubungan Kekerabatan Famili Tridacnidae Di Perairan Maluku Utara
Kima dari Genus Tridacna merupakan jenis kima yang berukuran besar,
jenis ini selalu hidup menetap (tidak berpindah tempat) pada substrat dan
ditemukan pada perairan dangkal sampai pada kedalaman 20 meter terutama pada
ekosistem terumbu karang dengan kondisi air yang jernih. Di Indonesia terdapat 7
spesies yang terdiri dari Genus Tridacna dan Hippopus, yaitu Tridacna crocea,
Tridacna squamoza, Tridacna maxima, Tridacna derasa, Tridacna gigas,
Hippopus hippopus, dan Hippopus porcelanus. Biota ini merupakan salah satu
biota laut yang mempunyai nilai ekonomis tinggi sehingga ancaman terhadap
perubahan sangat tinggi. Tridacna banyak diburu masyarakat untuk dijual.
Cangkangnya dipergunakan sebagai pembutan bahan bagunan dan dagingnya
sebagai makanan bergizi. Tingginya permintaan Tridacna ini mengakibatkan
terjadinya eksploitasi yang berlebihan dari populasi Tridacna di alam, sehingga
populasi tersebut menurun sangat drastis di seluruh Indonesia terutama
diakibatkan oleh pengambilan ilegal, penyakit dan parasit, predator, faktor
lingkungan dan faktor antropogenik. Upaya pengelolaan dan pemanfaatan dapat
dilakukan untuk menjaga sumberdaya genetik, jenis dan ekosistem kima tersebut.
Sumber daya genetik merupakan tahapan dasar dalam upaya konservasi kima,
melalui teknik DNA barcoding. Metode ini dapat memudahkan dalam tingkat
identifikasi bahkan pada tingkat spesies.
Analisis keragaman genetik dan Hubungan kekerabatan dengan teknik
DNA barcoding yang bertujuan untuk mengetahui informasi urutan basa
nukleotida pada molekul. Pengambilan sampel kima dilakukan secara purposive
sampling dengan menggunakan metode Transek Garis atau LIT (line Intercept
Transect). Penelitian ini menggunakan 3 spesies kima dari genus Tridacna yang
terdiri dari Tridacna crocea, Tridacna squamoza, dan Tridacna maxima.
Sebanyak 117 sampel, dari perairan Jailolo, Bacan, Morotai, Obi, Weda, dan Buli.
Sampel dipreservasi kemudian dilanjutkan dengan ekstrasi, PCR (Polymerase
Chain Reaction) dan elektroforesis di Laboratorium Biodiversitas dan
Biosistematika Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB.
kemudian dilanjutkan dengan tahapan sekuensing, panjang sekuen semua sampel
adalah sebesar 456bp.
Hasil penelitian ditemukan nilai kepadatan yang paling tertinggi adalah
spesies Tridacna crocea adalah (28 ind/m2), Tridacna squamoza (10 ind/m2),
Tridacna maxima (8,8 ind/m2) dan nilai kepadatan paling rendah yaitu spesies
Tridacna maxima. Ukuran kima yang ditemukan bervariasi di loaksi penelitian
dengan jenis yang banyak ditemukan berukuran kecil dan ukuran besar suda
sangat langka. Pola pertumbuhan Tridacna crocea, Tridacna squamoza, dan
Tridacna maxima adalah allometrik negatif. Nilai keragaman haplotipe dari semua
populasi T. crocea, T. squamoza dan T. maxima secara berturut-turut adalah
0.944-1.000, 0.777-1.000. selain itu populasi menunjukan keragaman haplotipe
yang tinggi. Struktur genetik ditemukan dalam semua populasi T. crocea, T.
squamoza, dan T. maxima dengan nilai Fst masing-masing 3.60-96.40, 0.12-99.88
dan 6.54-93.46. Struktur populasi dan pohon filogenetik menunjukan kedekatan
genetik antara populasi T. crocea, T. squamoza, dan T. maxima. Nilai jarak
genetik antar populasi T.crocea sebesar 0.010-0.011, T. squamoza sebesar
0.007,0.002,0.017,0.016,0.006, dan T. maxima 0.007, 0.002, 0.017, 0.016, 0.066.
kemiripan genetik terjadi karena kondisi dan arah aliran arus sebagai media
trasportasi gen antara populasi
Analisis Supply Chain Komoditas Cabai Rawit Merah di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten adalah salah satu penghasil cabai rawit merah di
Indonesia. Desa Brajan merupakan salah satu desa di Kecamatan Prambanan yang
memproduksi cabai rawit merah. Desa Brajan terletak di dekat perbatasan provinsi
(letak lokasi strategis) mengakibatkan desa tersebut memiliki jalur pemasaran luar
biasa. Banyaknya jalur pemasaran memengaruhi harga di tingkat konsumen yang
mempengaruhi marjin pemasaran sehingga penelitian tentang analisis supply chain
komoditas cabai rawit merah di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan penting
dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan usahatani petani
anggota dengan petani non anggota kelompok tani komoditas cabai rawit merah,
menganalisis supply chain (rantai pasokan) komoditas cabai rawit merah, dan
menganalisis efisiensi saluran rantai pasok cabai rawit merah di Desa Brajan,
Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Metode analisis data yang digunakan
adalah analisis pendapatan, R/C ratio, marjin pemasaran, value chain analysis,
farmer’s share, B/C ratio, dan elastisitas transmisi harga. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendapatan usahatani cabai rawit merah di Desa Brajan baik
pada petani anggota maupun non anggota kelompok tani menguntungkan atas biaya
tunai. Pendapatan atas biaya total pada petani anggota menguntungkan, sedangkan
pada petani non anggota mengalami kerugian. Terdapat 12 saluran rantai pasok
cabai rawit merah di Desa Brajan. Berdasarkan hasil analisis, saluran VII
merupakan saluran pemasaran yang paling efisien
Rancangan Strategi Bunga Potong Krisan Perusahaan Natalia Nursery di Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor.
Florikultura merupakan komoditas yang memiliki prospek yang bagus dan
berperan dalam meningkatkan devisa negara. Natalia Nusery merupakan salah
satu perusahan yang bergerak di bidang florikultura khususnya bunga Krisan.
Natalia Nursery merupakan perusahaan yang memerlukan perumusan strategi
perusahaan guna mengurangi permasalahan dalam kegiatan usaha. Tujuan
penelitian ini adalah untuk merumuskan alternatif strategi perusahaan,
menentukan prioritas strategi dan menentukan apakah perusahaan harus
melakukan divestasi untuk kelanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan
matriks IFE dan EFE untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal.
Kemudian dilakukan formulasi strategi pemasaran menggunakan matriks IE dan
SWOT. Penentuan prioritas strategi menggunakan QSPM. Berdasarkan skor
matriks IE, Natalia Nursery berada pada sel V yang berarti posisi Natalia Nursery
berada pada kondisi menjaga dan mempertahankan yang artinya Natalia Nursery
tidak perlu melakuan divestasi. Perioritas strategi Natalia Nursery adalah
meningkatkan kontrak pembelian dengan nilai STAS 7.97
Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan terhadap Hasil Tangkapan Sidat (Anguilla sp) di Sungai Sikucing, Kabupaten Purworejo
Salah satu ikan yang bernilai ekonomis tinggi di Sungai Sikucing adalah sidat.
Sungai Sikucing merupakan sungai di bagian hulu yang berada di Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah. Sidat di Sungai Sikucing biasa ditangkap dengan
menggunakan pancing ulur dengan umpan yang masih beragam. Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan jenis umpan yang disukai oleh ikan sidat. Umpan
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cacing, udang, keong mas, dan ulat
kelapa. Penelitian menggunakan keempat jenis umpan karena ketersediaan umpan
tersebut masih banyak dan terjangkau. Penelitian dilakukan selama 36 hari dan
dalam satu hari ada dua kali pemasangan umpan yaitu sore dan malam hari.
Pemasangan umpan dilakukan di delapan titik lokasi sepanjang Sungai Sikucing.
Berdasarkan penelitian terdapat lima jenis ikan yang tertangkap pada pancing
sidat yaitu ikan sidat, ikan mas, ikan gabus, ikan lempon dan labi-labi. Hasil
tangkapan dominan dari penelitian ini adalah ikan sidat dengan jumlah hasil
tangkapan sebanyak 40 ekor atau seberat 30,173 kg. Sidat yang tertangkap di
Sungai Sikucing merupakan jenis sidat Anguilla marmorata yang memiliki corak
pada bagian tubuhnya. Sidat tertangkap pada keempat jenis umpan, namun hasil
tangkapan tertinggi diperoleh dari jenis umpan ulat kelapa. Umpan udang dan
keong merupakan jenis umpan yang memiliki hasil tangkapan sidat terendah yaitu
sebanyak 3 ekor
Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Ayam Ungkep dan Goreng yang Ditambah Daun Torbangun.
Ayam goreng merupakan salah satu produk pangan favorit hampir sebagian
besar masyarakat di Indonesia. Cara pengolahan penggorengan dapat menyebabkan
hidrolisis, oksidasi dan dekomposisi minyak. Oksidasi menyebabkan penurunan
nilai gizi dan kualitas sensorik, serta menghasilkan radikal bebas yang dapat
membahayakan kesehatan. Oksidasi dapat dihambat dengan penggunaan
antioksidan . Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji aktivitas antioksidan berbagai
taraf daun torbangun (0, 15, 30 dan 45 g per 1 000 g daging) yang ditambahkan
dalam pembuatan ayam ungkep dan ungkep digoreng. Analisis yang dilakukan pada
ayam ungkep dan ayam ungkep-goreng adalah aktivitas penghambat DPPH,
analisis antioksidan, bilangan TBARS dan organoleptik. Penelitian ini
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 4×2 dengan 4 ulangan.
Berdasarkan semua peubah yang diamati, hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan daun torbangun terbaik pada ayam ungkep adalah 30 g per 1 000 g
daging, dan pada ayam ungkep-goreng adalah sebesar 45 g per 1 000 g daging